Pondok Pesantren Modern Assa'adah merupakan Pesantren Modern yang berlokasi di Jl. Serang-Pamarayan Km 25 Pasirmanggu,
Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, 42176.

Pada awal berdirinya Sekitar tahun 60-an tepat di kampung Pasirmanggu desa Dahu terdapat sebuah  pondok pesantren salafi/tradisional yang dipimpin oleh seorang tokoh kharismatik bernama KH.Asraf bin H. Aspi. Konon pesantren ini cukup terkenal,dibuktikan dengan jumlah santri yang belajar di pesatren tersebut cukup banyak dan berasal dari beberapa daerah seperti, Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, bahkan beberapa santri ada yang berasal dari Karawang dan Lampung

Pada tahun 1967, KH. Asraf bin H. Aspi wafat dan meninggalkan 12 orang putra. 7 laki-laki dan 5 perempuan.Sepeninggal beliau pesantren besar ini kehilangan tokoh yang menjadi figur seluruh santri dan masyarakat.Kekosongan figur dan  pimpinan pondok inilah yang menyebabkan para santri berpindah ke pondok pesantren lain.

Sebelum KH. Asraf bin H. Aspi  meninggal, beliau sempat berwasiat kepada 7 orang putranya agar suatu saat nanti putra-putranya dapat meneruskan perjuangan beliau dalam membina ummat dan mendidik generasi islam yang berakhlaq mulia. Adalah Drs. KH. Mutawali Waladi putra bungsu dari 12 bersaudara yang mempelopori saudaranya untuk kembali melanjutkan perjuangan orang tua mereka dengan membangun lembaga pendidikan pesantren yangkemudian dikenal dengan Pondok Pesantren Modern Assa’adah.

Pada tahun 1985, atas dasar musyawarah keluarga, sesepuh dan tokoh masyarakat kampung Pasirmanggu, terbentuklah sebuah Yayasan dengan nama Yayasan Assa’adah – sesuai dengan nama tempat diadakannya musyawarah yaitu Masjid Jami’ As-Sa’adah – dan tercatat dalam akta notaris Mahmudah Rijanto no. 6 tanggal 5 Desember 1985.

Dan pada tahun 1989 Yayasan Assa’dah memulai operasional Pondok Pesantren Modern Assa’adah dengan mengelola dan menyelenggarakan pendidikan formal dan menerapkan sistem asrama. Pada perkembangannya dalam hal operasionalisasi kegiatan, Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengacu kepada standar isi dan arahan dari Departemen Agama dan Depertemen Pendidikan Nasional dan berafiliasi kepada Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dalam hal pembinaan kepribadian santri. Adapun tingkat pendidikan yang diselenggarakan pada saat itu adalah Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan Madarasah Aliyah (MA).

Pondok Pesantren Modern Assa’adah menerapkan sistem pendidikan modern, dimana para santri tidak hanya belajar ilmu dan kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) tetapi juga mengajarkan santri ilmu pengetahuan umum seperti Matematia, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Teknologi dan informasi dalan lain sebagainya. Dan format pelaksanaan proses pembelajaran dibuat classical dimana satri tidak lagi belajar dengan format sorogan.

Walaupun format proses pembelajaran didesign modern, namum Pondok Pesantren Modern Assa’adah dalam prakteknya tetap melestarikan budaya pesantren tradisional dengan tetap mengajarkan kajian kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) sebagai ciri khas pesantren di Indonesia.

Pada tahun 2003, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assa’adah Drs. KH. Mutawali Waladi meninggal dunia. Kurang lebih 18 (delapan belas) tahun beliau memimpin Pondok Pesantren Modern Assa’adah dari fase perintisan, fase operasional  sampai dengan fase pengembangan.

Beliau adalah sosok Kyai yang kharismatik, visioner dan energik, dalam kepemimpinannya beliau telah mampu membangun nilai-nilai pesantren berdiri kokoh sebagai pondasi awal yang akan terus dikembangankan dan diperjuangan.

Berkat perjuangan dan konsistensi (istiqomah) beliau, kini Pondok Pesantren Modern Assa’adah telah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat khususya di provinsi Banten,pesantren yang telah mampu mencetak generasi islam yang yang beriman dan dan bertakwa serta berakhlaqul karimah.

Sepeninggal almarhum, saat ini Pondok Pesantren dipimpin oleh KH. Mujiburrahman, S.Ag. Sosok kyai muda yang mewarisi nilai-nilai perjuangandan semangat ayahandanya.

 Beliau adalah putrapertama dari 5 (lima) bersaudara. Bersama dengan adik-adiknya beliau bertekad untuk melanjutkan perjuangan orang tua dan para leluhurnya untuk mendidik membina kader-kader ummat yang memiliki kemampuan religik,akademik, ekonomi, sosial pribadi yang berwawasan global dan islami.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengintegrasikan dua kurikulum yakni kurikulum Pondok Pesantren Gontor sebagai kurikulum Pondok Pesantren dan Kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah baik Dinas Pendidikan Nasional Untuk tingkat SMP dan SMA ataupun Departemen Agama untuk tingkat Madrasah Aliyah.

MATA PELAJARAN WAJIB

Struktur dan muatan kurikulum pada Pondok Pesantren Modern Assa’adah Cikeusal yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini :

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
6. Kelompok mata pelajaran Pondok Pesantren

Sedangkan Mata pelajaran pelajaran wajib dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini adalah Pendidikan Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan Teknologi informasi dan komunikasi.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Modern Assa'adah Serang

Pondok Pesantren Modern Assa'adah merupakan Pesantren Modern yang berlokasi di Jl. Serang-Pamarayan Km 25 Pasirmanggu,
Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, 42176.

Pada awal berdirinya Sekitar tahun 60-an tepat di kampung Pasirmanggu desa Dahu terdapat sebuah  pondok pesantren salafi/tradisional yang dipimpin oleh seorang tokoh kharismatik bernama KH.Asraf bin H. Aspi. Konon pesantren ini cukup terkenal,dibuktikan dengan jumlah santri yang belajar di pesatren tersebut cukup banyak dan berasal dari beberapa daerah seperti, Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, bahkan beberapa santri ada yang berasal dari Karawang dan Lampung

Pada tahun 1967, KH. Asraf bin H. Aspi wafat dan meninggalkan 12 orang putra. 7 laki-laki dan 5 perempuan.Sepeninggal beliau pesantren besar ini kehilangan tokoh yang menjadi figur seluruh santri dan masyarakat.Kekosongan figur dan  pimpinan pondok inilah yang menyebabkan para santri berpindah ke pondok pesantren lain.

Sebelum KH. Asraf bin H. Aspi  meninggal, beliau sempat berwasiat kepada 7 orang putranya agar suatu saat nanti putra-putranya dapat meneruskan perjuangan beliau dalam membina ummat dan mendidik generasi islam yang berakhlaq mulia. Adalah Drs. KH. Mutawali Waladi putra bungsu dari 12 bersaudara yang mempelopori saudaranya untuk kembali melanjutkan perjuangan orang tua mereka dengan membangun lembaga pendidikan pesantren yangkemudian dikenal dengan Pondok Pesantren Modern Assa’adah.

Pada tahun 1985, atas dasar musyawarah keluarga, sesepuh dan tokoh masyarakat kampung Pasirmanggu, terbentuklah sebuah Yayasan dengan nama Yayasan Assa’adah – sesuai dengan nama tempat diadakannya musyawarah yaitu Masjid Jami’ As-Sa’adah – dan tercatat dalam akta notaris Mahmudah Rijanto no. 6 tanggal 5 Desember 1985.

Dan pada tahun 1989 Yayasan Assa’dah memulai operasional Pondok Pesantren Modern Assa’adah dengan mengelola dan menyelenggarakan pendidikan formal dan menerapkan sistem asrama. Pada perkembangannya dalam hal operasionalisasi kegiatan, Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengacu kepada standar isi dan arahan dari Departemen Agama dan Depertemen Pendidikan Nasional dan berafiliasi kepada Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dalam hal pembinaan kepribadian santri. Adapun tingkat pendidikan yang diselenggarakan pada saat itu adalah Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan Madarasah Aliyah (MA).

Pondok Pesantren Modern Assa’adah menerapkan sistem pendidikan modern, dimana para santri tidak hanya belajar ilmu dan kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) tetapi juga mengajarkan santri ilmu pengetahuan umum seperti Matematia, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Teknologi dan informasi dalan lain sebagainya. Dan format pelaksanaan proses pembelajaran dibuat classical dimana satri tidak lagi belajar dengan format sorogan.

Walaupun format proses pembelajaran didesign modern, namum Pondok Pesantren Modern Assa’adah dalam prakteknya tetap melestarikan budaya pesantren tradisional dengan tetap mengajarkan kajian kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) sebagai ciri khas pesantren di Indonesia.

Pada tahun 2003, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assa’adah Drs. KH. Mutawali Waladi meninggal dunia. Kurang lebih 18 (delapan belas) tahun beliau memimpin Pondok Pesantren Modern Assa’adah dari fase perintisan, fase operasional  sampai dengan fase pengembangan.

Beliau adalah sosok Kyai yang kharismatik, visioner dan energik, dalam kepemimpinannya beliau telah mampu membangun nilai-nilai pesantren berdiri kokoh sebagai pondasi awal yang akan terus dikembangankan dan diperjuangan.

Berkat perjuangan dan konsistensi (istiqomah) beliau, kini Pondok Pesantren Modern Assa’adah telah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat khususya di provinsi Banten,pesantren yang telah mampu mencetak generasi islam yang yang beriman dan dan bertakwa serta berakhlaqul karimah.

Sepeninggal almarhum, saat ini Pondok Pesantren dipimpin oleh KH. Mujiburrahman, S.Ag. Sosok kyai muda yang mewarisi nilai-nilai perjuangandan semangat ayahandanya.

 Beliau adalah putrapertama dari 5 (lima) bersaudara. Bersama dengan adik-adiknya beliau bertekad untuk melanjutkan perjuangan orang tua dan para leluhurnya untuk mendidik membina kader-kader ummat yang memiliki kemampuan religik,akademik, ekonomi, sosial pribadi yang berwawasan global dan islami.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengintegrasikan dua kurikulum yakni kurikulum Pondok Pesantren Gontor sebagai kurikulum Pondok Pesantren dan Kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah baik Dinas Pendidikan Nasional Untuk tingkat SMP dan SMA ataupun Departemen Agama untuk tingkat Madrasah Aliyah.

MATA PELAJARAN WAJIB

Struktur dan muatan kurikulum pada Pondok Pesantren Modern Assa’adah Cikeusal yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini :

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
6. Kelompok mata pelajaran Pondok Pesantren

Sedangkan Mata pelajaran pelajaran wajib dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini adalah Pendidikan Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan Teknologi informasi dan komunikasi.