Social Items

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
KEDIRI JATIM - Untuk memastikan apakah lapangan  Brawijaya dikerjakan dengan benar dan baik sesuai arahan PT Liga Indonesia Baru (PT. LIB), Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR beserta Sekretaris Umum Persik Kediri ARIF PRIYONO, Plt Asisten Adiministrasi Umum CHEVY NING SUYUDI, Kepala DLHKP Kota Kediri DIDIK CATUR dan Kepala Disbudparpora NUR MUHYAR datang dan meninjau langsung di Stadion Brawijaya Kota Kediri.
 
Peninjauan Stadion Brawijaya Kota Kediri ini dalam rangka persiapan kompetisi sepak bola Liga 1 yang akan dimulai tanggal 29 Februari 2020. Beberapa perbaikan sarana dilakukan seperti perbaikan gawang sepak bola, rumput, bench pemain dan juga lampu stadion. 
 
Dalam peninjaun stadion tersebut Walikota Kediri menyampaikan bahwa PT. LIB sudah memberikan lampu hijau terhadap Stadion Brawijaya ini tapi memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan memang itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Kediri dan juga Persik Kediri. Selain itu, Persik Kediri juga sudah 100% profesional artinya stadion ini sudah di sewa oleh Persik selama 1 tahun sehingga Persik berhak mengelola lapangan ini dengan baik karena itu menjadi pendapatan asli daerah Kota Kediri.
 
Dalam pemanfaatan selama Stadion Brawijaya disewa oleh Persik Kediri, Walikota mengatakan, Persik tetap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga kedepan harapannya lapangan sepak bola ini memang benar-benar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan diperbaiki bersama-sama. Walikota berpesan bahwa Persik ini harus di manage dengan baik dan suporter pun juga harus menyadari bahwa tim ini dikelola oleh manajemen berkualitas baik. terbukti bisa membawa Persik dari Liga 3 ke Liga 2 dan bahkan tidak menyangka bisa tembus ke Liga 1.

Persiapan Liga 1, Walikota Kediri, Tinjau Stadion Brawijaya Kota Kediri

BLITAR JATIM - Persebaya Surabaya memastikan satu tempat di babak final Piala Gubernur Jatim 2020. Menghadapi Arema FC di babak empat besar, Bajul Ijo menang 4-2.

Persebaya bertemu Arema di laga semifinal Piala Gubernur Jatim yang berlangsung di Stadion Soepriadi, Blitar, Selasa (18/2/2020) sore WIB. Pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton dengan alasan keamanan.

Meski demikian, pertarungan sengit antara dua musuh bebuyutan itu tetap tersaji di lapangan. Hasilnya, gol cepat diciptakan Arema pada menit keempat.

Berawal dari bola muntah yang diblok kiper Rivky Mokodompit, Johan Alfarizi melepaskan tembakan keras yang langsung merobek gawang Persebaya. Skor 1-0 untuk Arema.

Usai gol pertama, Arema justru dilanda nasib buruk. Singo Edan terpaksa bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-18, selepas Jonathan Bauman dikartu merah wasit lantaran melanggar Arief Satria.

Kartu merah tersebut memblokkan peruntungan ke arah Persebaya. Menghadapi 10 pemain Arema, Bajul Ijo lebih leluasa bermain di lini belakang Singo Edan.

Hasilnya, gol balasan tercipta di menit ke-27. David Da Silva lepas dari kawalan barisan pertahanan Arema dan melakukan tembakan jarak dekat yang membobol gawang kiper Kartika Aji. Kedudukan sama kuat 1-1.

Menjelang turun minum, Persebaya mampu menggandakan skor. Umpan lambung Makan Konate disambut dengan tandukkan pemain pengganti, Mahmoud Eid, menjadi gol. Persebaya unggul 2-1 dan bertahan hingga turun minum.

Statistik mencatat sepanjang 45 menit pertama, Persebaya mampu melepaskan 5 tembakan dan 51 persen penguasaan bola. Sementara Arema melakukan 3 kali tendangan dan menguasai bola sebanyak 49 persen.

Selepas turun minum, Persebaya tidak mengendurkan serangannya. Irfan Jaya dimasukkan di menit ke-51 untuk menambah daya gedor Bajul Ijo.

Satu menit berselang, Irfan langsung mencatatkan namanya di papan skor. Tembakan jarak dekatnya mengolongi kaki Kartika Aji dan masuk ke gawang Arema. Persebaya menjauh 3-1.

Di menit ke-58, Persebaya harus bermain dengan 10 pemain setelah Abu Rizal mendapat kartu kedua dari wasit. Kedua tim kini bermain dengan jumlah pemain yang sama.

Alih-alih mencetak gol memperkecil keadaan, Arema justru kebobolan lagi di menit ke-69. David Da Silva mencetak gol keduanya lewat tandukkan kepala, usai menerima bola umpan dari Irfan. Skor berubah 4-1 untuk Persebaya.

Singo Edan baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit ke-72. Elias Ardete mencetak gol setelah menaklukan Rivki dalam situasi satu lawan satu. Kedudukan berubah 4-2.

Arema terus menekan untuk mencetak gol tambahan di sepanjang sisa pertandingan. Namun, kedudukan 4-2 tetap tidak berubah hingga wasit meniupkan pluit akhir pertandingan.

Laga tuntas dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persebaya. Hasil ini membawa skuat asuhan Aji Santoso itu ke final menghadapi Persija Jakarta.

Semi Final Gubernur Jatim, Persebaya Tumbangkan Arema Dengan Skor 4-2

BLITAR JATIM - Suporter yang gagal merangsek masuk ke stadion Soepriadi Kota Blitar membakar sejumlah kendaraan. Total sementara ada tujuh kendaraan roda dua yang terbakar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan pihaknya tengah melakukan pendataan korban luka akibat peristiwa ini.

"Kami masih inventarisir dulu, tapi laporan yang baru masuk ada 7 kendaraan roda dua. Korban masih kami inventarisir," kata Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (18/2/2020).

Sementara untuk pelaku, Truno menyebut belum mengamankan siapa dalang di balik peristiwa ini. Namun, Truno memastikan pelaku melakukan perbuatan melanggar hukum karena ada kerugian materiil dalam peristiwa ini.

"Pelaku siapapun yang mengganggu ketertiban apalagi sudah ada kerugian materiil dari masyarakat dan ini masuk dalam pidana. (Yang diamankan) Belum sejauh ini belum ada yang diamankan masih pendalaman Polres," ungkapnya.

Sebelumnya, Truno menyebut pihaknya sengaja menggelar pertandingan semifinal Piala Gubernur antara Arema FC vs Persebaya di tempat netral. Hal ini untuk mengurangi ketegangan antardua suporter.

"Pertandingan Piala Gubernur Jawa Timur antara Persebaya dan Arema ini digelar dalam suatu tempat yang memang netral ya artinya tanpa suporter kedua kesebelasan ini. Ini disepakati dengan penyelenggara dari aspek keseluruhanya adalah aspek keselamatan, kelancaran pertandingan tersebut," paparnya.

Sedangkan untuk penyebab bentrokan ini, Truno menyebut masih diselidiki lebih lanjut. Dugaan sementara, massa sempat kecewa lantaran tak mendapatkan akses. 

Selain itu, dia menyebut ada sejarah panjang yang membuat tensi kedua suporter ini cukup tinggi.

"Kami lihat dari aspek historis kedua kesebelasan ini kan fanatisme suporter sangat tinggi. Kami mengharap dan mengimbau kepada kedua belah pihak untuk meredam masing-masing pihaknya tak melakukan bentrok, konflik hingga mengganggu masyarakat. 

Nanti kami dalami, apakah ini bentuk kekecewaan suporter atau kedua belah suporter ini masih pendalaman. Tapi sejauh ini tak ada bentrok yang ada memang adanya kekecewaan ingin masuk ke stadion," pungkas Truno.

Kecewa Tak Bisa Masuk Stadion, Suporter di Blitar Bakar Motor

BLITAR JATIM - Laga Semifinal Persebaya vs Arema di Blitar, kericuhan terjadi antara massa Bonek dengan massa Aremania. Polisi berusaha membubarkan massa dengan gas air mata.

Dari informasi yang didapat, Selasa (18/2/2020), massa bonek berada di sebelah barat dan utara stadion atau terkonsentrasi di Jalan ciliwung.

Tidak jauh dari situ kurang lebih 1 km dari lokasi ada konsentrasi massa Aremania.

Sebagian bonek yang belum berkumpul bergeser ke Jalan Ciliwung. Saat bergeser itulah massa bonek bertemu dan akhirnya bentrok dengan massa Aremania.

Polisi tak membiarkan itu. Massa dihalau oleh polisi agar bubar. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Tiga ambulans dari Stadion Soepriadi terlihat berjalan mengarah lokasi. Diduga ada yang terluka. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Bentrok Dua Suporter Aremania vs Bonek Di Blitar Berhasil Diredam

BLITAR JATIM - Jeleng laga Persebaya vs Arema di Blitar, polisi tangkap satu suporter yang bawa senjata tajam. Walaupun membawa atribut Arema, ternyata pemuda itu mengaku suporter Persebaya Surabaya.

Wakapolresta Blitar Kompol Nurhalim mengatakan petugas gabungan TNI dan polisi mengamankan seorang pemuda yang diduga suporter dari Persebaya .

Satu orang diduga bonek ini diamankan di Jalan Anjasmoro Kota Blitar. Pemuda tersebut membawa senjata tajam di dalam tas. Setelah diinterogasi, pemuda itu mengaku berasal dari Blitar.

"Dari bonek asal Blitar. Dia mengakui membawa sajam menyerupai keris karena untuk melindungi diri jika terjadi bentrok dengan Aremania," kata Kompol Nurhalim kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Suporter ini langsung dibawa ke Mapolres Blitar Kota untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Pantauan detikcom, ketika petugas mengeluarkan isi tasnya, mereka menemukan dalam tas berisi senjata tajam ini pelaku juga membawa stiker bertulis Arema. Senjata itu menyerupai keris dan polisi menyebutnya sebagai sangkur.

Polisi Amankan Salah Satu Suporter Yang Bawa Senjata

BLITAR JATIM - Laga semifinal antara Arema FC kontra Persebaya diputuskan digelar tanpa penonton di Stadion Supriyadi, Blitar, Selasa (18/2/2020).

Meski berlabel tanpa penonton, puluhan ribu Aremania tetap datang memberikan dukungan dari luar stadion.

Rombongan Aremania ini bahkan datang sejak Senin malam, meski sebenarnya jarak Malang-Blitar cukup dekat karena saling berbatasan. Belum lagi Aremania asal Blitar yang jumlahnya mencapai ribuan suporter. Mereka pun terus menyanyikan yel-yel dukungan dari luar stadion.

“Sekarang sudah banyak dan masih banyak yang perjalanan ke Blitar. Kami akan tetap mengawal Arema FC meski tidak di dalam Stadion,” kata Koordinator Aremania Dinoyo, Ucok, Selasa, (18/2/2020).

Ucok menyebut meski ada larangan hadir, keinginan Aremania mengawal Singo Edan tidak bisa dibendung. Meski begitu, dia tetap meminta semua Aremania yang ada di Blitar untuk menjaga sopan santun kepada waga sekitar. Serta mematuhi peraturan yang dibuat oleh polisi setempat.

“Karena kami memiliki jiwa Arema, kami tidak akan membiarkan mereka berjuang sendirian. Kami tetap kawal agar semangat mereka berlipat. Paling penting, Aremania wajib mematuhi peraturan yang ada,” tandasnya.

Meski Dilarang, Aremania Tetap Berangkat ke Blitar

BLITAR JATIM - Massa suporter bonek dan aremania mulai merapat ke Kota Blitar. Untuk keamanan bisnisnya, banyak toko di Kota Patria tersebut memilih tutup.

Lokasi pusat bisnis di Kota Patria itu seakan bagai kota mati namun riuh oleh kehadiran para suporter.

Karena dihadang mendekati Stadion Soepriadi di Jalan Kelud, kedua suporter memilih berteduh dan istirahat di depan toko-toko yang tutup.

Taufan, pemilik toko Centro Smartphone di Jalan Kelud mengatakan dia memilih menutup tokonya. Selain memilih aman, petugas keamanan yang berjaga di depan toko juga memintanya tidak beroperasi dulu hari ini.

"Kalau saya sejak tahu stadion dipakai Persebaya vs Arema FC memang rencana tutup. Selain itu, tadi petugas kepolisian yang jaga di depan juga minta kami tutup. Biar aman aja," kata Taufan kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Kapolresta Blitar AKBP Leornard M Sinambela mengatakan pihaknya tidak menginstruksikan toko-toko tutup. Hanya meminta masyarakat kota bisa mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan, agar tidak terjadi kerugian yang ditimbulkan.

"Kami gak meminta tutup ya. Tapi mereka kan sudah antisipasi dini agar aman bisnisnya. Apalagi, melihat gelombang massa suporter makin banyak yang masuk kota," kata Leo kepada wartawan.

Sesuai skema pengamanan, suporter Bonek akan dilokalisir di wilayah Sumberudel dengan radius 500 meter sebelah barat stadion Soepriadi. Sedangkan suporter Arema akan dilokalisir di PIPP yang lokasinya di radius 500 meter sebelah timur stadion Soepriadi di Jalan Kelud Kota Blitar.

Jelang Pertandingan Persebaya vs Arema, Toko di Blitar Pada Tutup

MALANG - Penyekatan suporter digelar di sejumlah titik di Kota Malang jelang laga semifinal Persebaya vs Arema FC. Sejauh ini, operasi penyekatan belum menemukan adanya suporter yang berangkat ke Blitar.

Fokus penyekatan dilakukan di terminal bus, stasiun kereta, dan perbatasan Kota dan Kabupaten Malang.

"Penyekatan sudah mulai kmi lakukan sejak kemarin. Tujuannya agar tidak ada suporter yang berangkat ke Blitar. Karena pertandingan sudah diputuskan tanpa penonton," ungkap Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Leonard menjelaskan titik penyekatan difokuskan pada sejumlah tempat. Yakni, terminal bus, stasiun kereta api dan perbatasan Kota Malang dengan wilayah di sekitarnya.

"Penyekatan yang digelar mulai kemarin dilakukan di terminal bus, stasiun kereta api, dan titik perbatasan," jelas mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Seluruh fungsi di Polresta Malang Kota dilibatkan dalam operasi penyekatan suporter ini. Di antaranya, Satlantas, Sabhara, Satintelkam, dan anggota Polwan.

"Personel polwan juga kami libatkan dalam penyekatan ini. Selain gabungan semua fungsi," beber Leonardus.

Dalam kesempatan itu, Leonardus menegaskan telah berkomunikasi dengan Aremania dan Aremanita untuk tak berangkat ke Blitar. Dan sore nanti, nonton bareng akan digelar di halaman Mapolresta Malang Kota.

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan rekan-rekan Aremania untuk tidak berangkat ke Blitar. Nanti sore, rekan-rekan Aremania bisa datang ke Mapolresta untuk nobar," ungkap Leonardus.

Seperti diketahui, Arema FC akan bertemu dengan Persebaya di laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020. Pertandingan akan dihelat di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, sore nanti.

Polisi Larang Suporter Aremania Untuk Datang Ke Blitar 

Loading...