Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
BLORA JATENG - Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, Pratikno, bersama sejumlah pegawainya dihukum menyapu jalanan. Mereka kena sanksi karena joget-joget dalam sebuah acara dan tampak tak mematuhi protokol kesehatan.

"Tadi kita sanksi menjalankan tugas sosial untuk menyapu di Jalan Kolonel Sunandar. Ada 15 pegawai mulai dari Kepala Dinasnya, Kabid hingga stafnya yang terbukti melanggar protokol kesehatan karena aksi berjoget tidak memakai masker," ujar Kepala Satpol PP Blora, Djoko Sulistiyono saat dihubungi wartawan, Rabu (16/9/2020).

Djoko menjelaskan, mereka terbukti bersalah ketika aturan sanksi pelanggar protokol kesehatan sudah berjalan. Video mereka berjoget itu, kata Djoko, di-posting oleh Pratikno pada Jumat (11/9) dan beredar di media sosial.

Diwawancara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi mengatakan acara berjoget itu digelar sebagai bentuk apresiasi setelah pegawai BKD menjadi panitia penerimaan PNS di Solo beberapa waktu lalu. Sebelum acara joget bersama sambil bernyanyi, para pegawai dalam video itu sebelumnya melaksanakan kegiatan rutin olahraga pagi setiap Jumat.

"Dari keterangannya, acara nyanyi-nyanyi dan joget-joget itu dilakukan sebagai bentuk refreshing setelah selesai menjadi panitia penerima PNS di Solo," kata Komang.

Komang mengatakan, apapun dalihnya, belasan PNS itu dinyatakan bersalah melanggar Inpres No 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, dan Peraturan Bupati (Perbup) No 55 tahun 2020.

Dalam video tersebut tampak para PNS ada yang memakai masker dan ada juga yang tidak, asyik berjoget ria bersama seorang penyanyi. Ada juga PNS yang ikut menyumbangkan lagu.

Sedangkan di hari yang sama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan virus Corona. Selain itu, Pemkab Blora juga menggelar razia serentak di 16 kecamatan dengan menerapkan sanksi kerja sosial hingga denda Rp 100 ribu.

Sumber : detik.com

Tak Bermasker, Kepala BKD Blora Dihukum Nyapu Dan Berjoget

MAGELANG JATENG - Video seorang pengendara sepeda motor berambut panjang pamer celana dalam viral di media sosial. Polisi pun turun tangan mengecek kasus tersebut.

Video viral pemotor itu salah satunya diunggah akun @lambe_turah. Dalam video berdurasi 19 detik itu tampak seorang perempuan berambut panjang mengendarai motor matik dengan pelat nomor AA 3889 JA.

Wanita berambut panjang itu tampak memakai helm, dan kaos lengan panjang warna terang dan memakai bawahan mini warna hitam. Wanita itu motoran melintas jalan beraspal dengan pemandangan pertokoan hingga persawahan, di salah satu lokasi wanita itu tampak mengangkat bawahannya hingga tampak celana dalamnya.

Video itu juga diunggah akun Instagram @polsekmagelangselatan, Selasa (15/9). Hingga Rabu (16/9) sekitar pukul 16.00 WIB, postingan itu sudah ditonton puluhan ribu netizen dan dikomentari ratusan netizen.

'Ayo Mba Ida, diklarifikasi video viralmu biar warganet tidak salah paham dan tidak ada yang mengikuti jejakmu yang mbebayani,' tulis caption @polsekmagelangselatan.

Dimintai keterangan, Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan membenarkan peristiwa itu terjadi di wilayah Magelang. Penyidik sudah melakukan identifikasi terhadap pelat nomor kendaraan tersebut.

"Sementara hasil penyelidikan kejadian di Kota Magelang. Kasusnya masih dalam penyelidikan," kata Nugroho saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).

Nugroho mengatakan pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Termasuk apakah konten penyebaran video ini merupakan tindakan pornografi.

"Nah itu, makanya saya sampaikan tadi itu merumuskan itunya. Siapa yang akan ditentukan. Siapa pelakunya. Tahapnnya ada bertahap. Ada prosesnya. Penyelidikan dulu. Mengetahui ini peristiwa pidana atau tidak. Begitu peristiwa pidana, tahap berikutnya siapa pelakunya," jelasnya.

Sumber : detik.com

Heboh Wanita Di Magelang Pamer Celana Dalam Sambil Motoran

SITUBONDO JATIM - Bocah 4 tahun di Situbondo, Fathorrahman, ditemukan tewas mengambang di laut, tak jauh dari rumahnya,di Dusun Blumbang, Desa Tanjungkamal, Mangaran. Sang bocah diduga tenggelam saat asyik mandi di laut bersama Misdu, ayahnya.

Namun, sang ayah 35 tahun tak bisa sepenuhnya mengawasi anaknya. Sebab, sejak lama Misdu mengalami kebutaan alias tuna netra. Bahkan, sebelum ditemukan tak bernyawa, sang ayah sempat mengira anaknya sudah pulang lebih awal. Dia baru sadar setibanya di rumah, ternyata anaknya belum pulang.

"Ditemukan warga mengambang di laut. Saat ditemukan kemungkinan memang sudah meninggal. Tapi untuk memastikan tadi korban sempat dibawa ke puskesmas," kata Pj Kasi Trantib Kecamatan Mangaran, Hendra kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Insiden yang menewaskan Fathorrahman ini terjadi siang tadi. Saat itu, Fathorrahman bermaksud mengikuti ayahnya mandi di laut, tak jauh dari rumahnya. Benar saja, saat sang ayah mulai mandi, Fathorrahman diam-diam ikut buka pakaian lalu nyebur ke laut.

"Ayahnya biasa mandi di laut. Jadi meskipun tidak bisa melihat, tapi dia hafal jalannya," timpal Bari, seorang warga.

Benar saja, saat sang bocah mulai mandi, sang ayah yang tuna netra pun tak tahu jika maut mengancam jiwa anaknya. Apalagi saat itu kondisi air laut sedang pasang, dengan ombak sedang. Bahkan begitu selesai mandi, Misdu langsung naik dari laut dan pulang. Saat itu dia mengira jika anaknya sudah lebih dulu pulang.

Dia kaget, karena setibanya di rumah ternyata anaknya belum pulang. Tahu begitu, warga pun bergegas melakukan pencarian. Benar saja, jasad sang bocah ditemukan terapung tak jauh dari bibir pantai. Jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Mangaran.

"Ini murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan. Sang ayah memang mengalami tunanetra. Sehingga tidak bisa mengawasi anaknya. Bahkan sang anak sempat dikira sudah pulang. Tadi jenazah korban sudah kami serahkan ke keluarganya," kata Kapolsek Mangaran AKP Joko Imam.

Sumber : detik.com

Ikut Mandi Ayah Di Pantai, Bocah 4 Tahun Di Situbondo Tewas

KEDIRI JATIM - Setelah pesta miras oplosan, empat warga Gurah Kediri meninggal dunia dengan gejala mual dan muntah. Korban meninggal dunia bernama SULISWANTO, NGUJI, AGUS BENDOL dan EKO. Peristiwa ini bermula ketika pada Minggu, 13 September 2020 sekitar jam 18.30 WIB, mereka pesta miras di rumah kontrakan EKO di Dusun Butuh Desa Banjaranyar Kecamatan Gurah Kediri.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP GILANG AKBAR mengatakan, EKO merupakan warga Kambingan, Pagu, Kediri tetapi mengontrak satu rumah untuk produksi miras oplosan. Miras oplosan ini juga dijual. Minggu malam, sebanyak lima orang pesta miras di rumah kontrakan EKO. Senin pagi, lima orang tersebut mengeluhkan mual, pandangan mata kabur, serta muntah. Akhirnya mereka dibawa ke RSUD Pelem Pare Kediri.

SULISWANTO, NGUJI, AGUS BENDOL dan EKO meninggal dunia saat berada di rumah sakit, sementara AGUS NGALI masih dalam perawatan medis.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kontrakan EKO. Petugas menemukan barang bukti berupa 15 botol miras yang sudah jadi dan 2 botol bahan kimia sebagai bahan oplosan. Semua barang bukti kemudian diamankan ke Polres Kediri. Saat ini Tim Reskrim Polres Kediri masih melakukan penyelidikan terkait pembuatan dan peredaran miras oplosan tersebut.

Sumber : andikafm.com

Usai Pesta Miras Oplosan, 4 Warga Kediri Tewas Mengenaskan

BLITAR JATIM - Seorang narapidana (napi) kasus narkoba meninggal di dalam Lapas Kelas IIB Blitar. Napi narkoba ini diketahui sudah lama menderita diabetes.

Napi ini adalah Purwanto (38), warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kepala Keamanan Lapas Kelas 2B Blitar Bambang Setiawan menjelaskan pada pukul 04.00 WIB petugas blok melakukan kontrol keliling namun tidak mendapati kejadian apa-apa. Hanya berselang 10 menit kemudian, seorang napi dari kamar 11 blok C-2 melaporkan bahwa teman satu selnya diduga pingsan.

"Pukul 04.20 WIB kami bersama tim medis mendatangi lokasi. Hasil pemeriksaan tim medis, yang bersangkutan dinyatakan telah meninggal dunia. Lalu kalapas menyarankan kami berkoordinasi dengan Polsek Kepanjenkidul," papar Bambang dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/9/2020).

Tim inafis Polresta Blitar kemudian datang dan mengevakuasi jenazah Purwanto ke rumah sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. Sementara, rekam medis yang bersangkutan telah lama menderita diabetes.

"Purwanto ini masih muda tapi sudah lama menderita diabetes. Kemarin pagi juga berobat di tim medis internal kami. Dan barusan rumah sakit menginformasikan, kalau jasadnya bebas dari paparan COVID-19. Jadi pemulasaraannya normal, sekarang persiapan menuju rumahnya di Dampit," tandasnya.

Purwanto diganjar vonis pidana selama 7 tahun 6 bulan. Awalnya, dia menjadi napi binaan di Lapas Malang. Namun pada 7 Februari 2019, dia dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Blitar. Disini, Purwanto menjalani sisa hukuman selama 4 tahun 4 bulan 23 hari. Namun ajal telah menjemputnya hari ini.

Lapas Kelas IIB Blitar berencana melakukan tindakan antisipatif pada saat pandemi COVID-19 ini. Sebanyak 36 napi narkoba yang sekamar dengan Purwanto akan diambil rapid testnya. Dan mulai pagi ini, mereka akan disolasi di dalam kamar 11 sampai rapidnya testnya menunjukkan hasil non reaktif.

"Kami telah koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Blitar. 36 teman sekamarnya akan dirapid, dan hari ini mereka mulai kami isolasi," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Seorang Napi Di Blitar Tewas Mendadak Di Dalam Lapas

KUDUS JATENG - Kebakaran terjadi di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah. Satu rumah dan satu bangunan gudang ludes terbakar.

"Telah terjadi kebakaran bangunan rumah milik Subiono dan bangunan gudang di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati pukul 04.50 WIB," kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo saat dimintai konfirmasi wartawan lewat pesan singkat, Rabu (16/9/2020) pagi.

Menurutnya api berasal dari bangunan rumah. Kobaran api kemudian cepat membesar dan merembet ke gudang bagian belakang rumah. "Dugaan penyebab kebakaran karena korsleting listrik," jelas dia.

Pada proses pemadaman, BPBD Kudus mengerahkan satu armada pemukul dan dua armada suplay. Api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas.

Kebakaran itu membakar seluruh bangunan rumah beserta isinya. Kemudian juga membakar gudang beserta isinya. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

"Kerugian diperkirakan mencapai Rp 350 juta," ujar dia.

Sumber : detik.com

Kebakaran Hanguskan Rumah Dan Gudang di Kudus

JOMBANG JATIM - Fatchur Rozi (31) dikabarkan menghilang dari rumahnya karena diculik makhluk gaib. Pemuda itu ditemukan selamat sekitar 5 km dari tempat tinggalnya.

Ia tinggal di Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Jombang. Kabar ditemukannya Fatchur dibenarkan Kapolsek Peterongan Iptu Sujadi. Menurut dia, korban ditemukan selamat di dermaga penyeberangan Sungai Brantas, Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

"Jam setengah 4 tadi (pukul 15.30 WIB) yang bersangkutan ditemukan orang di penyeberangan Gumulan. Mungkin dia mau nyeberang," kata Sujadi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Tempat penyeberangan Sungai Brantas di Desa Gumulan berjarak sekitar 5 km dari rumah Fatchur. Menyeberang menggunakan perahu tambang dari tempat ini akan menuju wilayah Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

"Yang bersangkutan jalan kaki dari rumahnya," terang Sujadi.

Ia menjelaskan, Fatchur ditemukan selamat tanpa mengalami kekerasan. Saat ini dia dibawa ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan terkait penyakit yang selama ini dia derita. Yakni infeksi paru-paru.

"Ini tadi dia dibawa keluarganya ke RSUD Jombang karena sejak awal kondisinya kan sakit," imbuhnya.

Fatchur merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan almarhum Sunadi dan Paini (52). Dia tinggal bersama ibu dan dua adiknya di Dusun Surobayan. Sehari-hari, Fatchur membantu ibunya bekerja di sawah.

Dia dikabarkan hilang sejak Senin (14/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu ibunya terbangun dan mendapati Fatchur tidak ada di dalam kamarnya. Sementara pintu rumah dalam kondisi terbuka. Tidak ada saksi yang melihat kepergian Fatchur.

Berbagai spekulasi terkait menghilangnya Fatchur pun berkembang. Salah satunya, warga menduga korban hilang karena diculik makhluk gaib.

Oleh sebab itu, warga beramai-ramai mencarinya dengan cara menabuh berbagai perabotan rumah tangga sambil memanggil nama Fatchur berulang kali. Pencarian dilakukan warga ke perkebunan bambu di belakang rumah korban.

Bahkan, tiga paranormal membantu pencarian secara sukarela. Mereka melakukan penerawangan supranatural di kebun yang diyakini menjadi tempat menghilangnya Fatchur.

Sumber : detik.com

Pemuda Jombang Yang Hilang Ditemukan Selamat

BLITAR JATIM - Warga Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Sananwetan, Blitar geger. Mereka menemukan jasad seorang kakek dengan kondisi kepalanya terbenam lumpur sungai. Dan di sebelahnya ada sepeda tua dalam kondisi roboh.

Rochman, warga sekitar melihat pemandangan janggal itu sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasinya di Sungai Ngegong yang airnya sangat dangkal. Saat itu Rochman baru saja pulang dari Sumber Kucur Kreweng Ling Ngegong, sumber air di dekat lokasi.

"Saya lihat orang sudah tengkurap di sungai dengan posisi kepala terbenam di lumpur sungai. Di sebelahnya ada sepeda ontel sudah roboh. Saya lalu memberi tahu Pak RT Edi Sutrisno, diteruskan lapor ke Polsek Sananwetan," tutur Rochman saat diminta keterangan petugas kepolisian di lokasi, Selasa (15/9/2020).

Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas dari Polsek Sananwetan mendatangi lokasi penemuan. Jasad diangkat dan diperiksa sudah dalam kondisi tewas. Namun kondisinya masih lemas, karena ketika dibaringkan di pinggir sungai, kondisi badan masih bisa diluruskan, belum kaku.

"Jasad seorang lelaki namun tak ada warga sekitar yang mengenalnya. Kemungkinan tewasnya belum lama karena kondisi badannya masih lemas ketika dibaringkan," jelas Kasubag Humas Polresta Blitar, Iptu
Achmad Rochan kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pukul 15.20 WIB jasad kemudian dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Disitu polisi baru menemukan identitas yang bersangkutan.

"Identitasnya barusan terdeteksi inafis melalui sidik jari. Namanya Saidjan, usia 80 tahun. Buruh tani warga Dusun Patuk RT 3 RW 2 Kecamatan Garum," ungkapnya.

Lokasi ditemukannnya jasad Saidjan, jalan sempit menurun curam kemudian berbelok. Di pinggir jalan itu, mengalir dangkal Sungai Ngegong. Polisi juga menyebut, kondisi sepeda kayuh yang roboh disamping jasad Saidjan adalah sepeda tua yang tak terawat.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Mengenai penyebab kematian korban, kita tunggu hasil visumnya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Naas, Seorang Kakek Di Blitar Tewas Dengan Kepala Terpendam Lumpur