Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
BLITAR JATIM - Dua orang di Blitar tertangkap tangan menjual bubuk petasan. Mereka berdalih tidak menjualnya dan akan diledakkan di depan masjid usai salat Id.

Kedua tersangka merupakan warga Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Mereka adalah Saiful Anam (26) dan Hartoyo (42) yang ditangkap di rumahnya pada Rabu (20/5).

"Penangkapan ini dari informasi warga jika di sekitar Desa Maron, Srengat ada penjualan bubuk petasan. Setelah kami geledah, kami temukan barang bukti bubuk petasan seberat 1,25 kg," kata Kapolresta Blitar, AKBP Leornar M Sinambela di depan wartawan di mapolresta, Kamis (22/5/2020).

Selain bubuk petasan, lanjut dia, ditemukan juga 145 petasan yang sudah terisi bubuk petasan, 83 gulungan kertas belum terisi bubuk petasan, 35 sumbu dan beberapa peralatan untuk membuat petasan.

Pada petugas, Saiful Anam mengaku membeli kepada Hartoyo pada Minggu (17/5). Tersangka membeli bubuk petasan dengan harga Rp 170 ribu/kg. Dan dijual kembali seharga Rp 220 ribu/kg.

"Hartoyonya mengaku membeli bubuk petasan itu dari teman yang baru dikenalnya. Nah kami sedang kembangkan sekarang, dari mana bubuk petasan ini didapatkan mereka," imbuh Leo.

Sementara, Hartoyo menyatakan dia kerap membuat petasan sendiri. Petasan itu dibuat dalam jumlah banyak, namun tidak dijual. Melainkan akan diledakkan usai salat Id di depan masjid di desanya.

Keterangan Hartoyo ini bertolak belakang dengan pengakuan Saiful Anam. Dia bilang sering membeli bubuk petasan kepada Hartoyo. Mereka akan dijerat dengan UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang penjualan bahan peledak. Ancaman hukumannya, minimal lima tahun penjara.

Menjual Bubuk Petasan, Dua Orang Di Blitar Ditangkap

TULUNGAGUNG JATIM - Puluhan jemaah Al-Muhdhor Tulungagung merayakan Idul Fitri lebih awal. Jemaah menggelar salat Id berjamaah di Masjid Nur Muhammad Tulungagung.

Sebelumnya, jemaah ini melaksanakan puasa dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah.

Sekitar 40 jemaah Al-Muhdhor pada Jumat (22/5/2020) pagi berbondong-bondong ke Masjid Nur Muhammad di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung guna melaksanakan salat Id bersama. Jemaah ini memiliki perhitungan tersendiri dan meyakini awal Syawal jatuh pada hari ini.

Salat Id berjemaah tersebut dilakukan dengan tertib. Di tengah pandemi Corona ini, para anggota jemaah juga meniadakan beberapa tradisi, seperti bersalaman usai menggelar salat.

Kanit Binmas Polsek Sumbergempol Aiptu Mujito saat melakukan pengamanan membenarkan adanya perayaan Idul Fitri oleh jemaah Al-Muhdhor. Pelaksanaan ibadah mendapat pengamanan langsung dari kepolisian setempat.

"Jadi memang benar, hari ini anggota keluarga dan kerabat dari Habib Ahmad Bin Salim Al Muhdhor Wates, Sumbergempol melaksanakan salat Id. Jumlahnya sekitar 40 orang," kata Mujito.

Mujito memastikan pelaksanaan salat Id berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun.

Jamaah Al-Muhdhor Tulungagung Merayakan Lebaran Hari ini

SIDOARJO JATIM - Dua orang pemancing ikan di atas tangkis kali di Jalan Tambakoso Kecamatan Waru berkelahi dengan menggunakan senjata tajam, satu orang tewas bersimbah darah dan satunya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Pemancing yang tewas bersimbah darah itu bernama  Jamin (61) warga RT 003 RW 002 Kelurahan Rungkut Tengah 5/20 Kecamatan Gununganyar Kodya Surabaya. Sedangkan satunya yang mengalami luka-luka yang diduga pelaku, adalah teman korban.

Korban Jamin yang memakai kain batik itu mengalami luka sabetan sajam dibagian kepala, tubuh dan tangannya. Korban terkapar di atas aspal dengan kondisi tengkurap.

Dari TKP petugas Satreskrim Polresta menyita sebilah clurit yang bagian pucuknya bengkok. Petugas juga menyita tas dan peralatan pancing dari  atas tangkis plengsengan kali.

Waka Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono saat berada di lokasi menyatakan, dugaan berawal dari perkelahian sesama pemancing dengan menggunakan senjata tajam.

“Satu orang meninggal dunia dan identitasnya sudah diketahui, atas nama orang Surabaya. Satu orang diduga pelaku sudah diamankan dan kini menjalani perawatan medis di rumah sakit,” katanya.

Imam juga belum bisa menjelaskan motif kasus ini karena masih penyelidikan. Jenasah korban akan dikirim ke rumah sakit Polda Jatim untuk diotopsi. “Kasusnya masih kami dalami. Dugaan pelakunya sudah diamankan,” tegasnya.

Geger, Dua Orang Pemancing di Sidoarjo Bacokan. Satu Orang Tewas

MALANG JATIM - Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dengan konfirmasi masyarakat di wilayahnya agar tidak melaksanakan takbir keliling dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Kata Hendri, dalam kegiatan takbir cukup banyak Penularan penyakit Coronavirus 2019 atau Covid-19. Pasalnya, kegiatan itu bisa dipastikan akan banyak warga yang mendukung atau berkerumun.

“Malam takbir kami himbau agar masyarakat tidak takbir keliling. Itu karena pasti berkerumun dalam jumlah besar, rawan penyebaran, ”tegas Hendri, Jumat (22/5/2020).

Pria yang sebelumnya menerbitkan Kasubbagbungkol Spripim Polri menerangkan jika pihaknya sudah mengintruksikan Polsek jajaran untuk memperketat keamanan pada malam takbir nanti.

“Kami sudah siapkan pengamanan, seandainya masih ada yang ngeyel, kita akan bubarkan. Seluruh Polsek sudah saya suruh monitor, ”terang Hendri.

Selain mengeluarkan masyarakat untuk melaksanakan takbir keliling, Kapolres Malang juga menghimbau agar masyarakat meniadakan kegiatan halal bihalal. Hal ini juga sebagai antisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Halal bihalal sudah jelas ditiadakan, sudah kita koordinasikan dengan pemerintah daerah. Kami hanya bisa memberikan himbauan, ”pungkas Hendri.

Kapolres Malang Larang Masyarakat Takbir Keliling

KEDIRI JATIM - Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Hendrix Kusuma Wardana menghimbau warga agar tidak menggelar kegiatan takbir keliling. Hal itu sebagai upaya keberhasilan penyebaran virus corona.

Melalui sambungan telepon, Akp Hendrix mengatakan di masa pandemi Covid-19 seperti ini, mengumpulkan masyarakat untuk mengatur jarak fisik menjadi sangat penting. Untuk itu, selain mengharapkan masyarakat, Kasat Lantas bersama jajarannya akan terus melakukan antisipasi dengan cara menyediakan edukasi dan imbauan pada warga Kabupaten Kediri agar tidak menggelar takbir keliling di malam Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu pihaknya juga meminta masyarakat agar tidak bermain petasan. Karena hal itu sangat berbahaya.

Akp Hendrix Kusuma Wardana, undangan yang ditemukan takbiran keliling dan atau kegiatan pengumpulan orang banyak, pihak kepolisian akan melakukan pembubaran dan meminta kembali pulang ke rumah masing-masing.

Kasat Lantas Polres Kediri berharap masyarakat bisa meminta syarat pandemi COVID-19 yang melanda saat ini, sehingga patuh mengambil imbauan dari pemerintah.

Polres Kediri Menghimbau Masyarakat Tidak Takbir Keliling

PASURUAN JATIM - Kabar duka datang dari RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Satu Pasien positif Corona meninggal dunia. Perempuan berusia 60 tahun asal Kecamatan Tutur ini pasien positif Corona kedua yang meninggal dunia.

"Pasien ini masuk RSUD Bangil pada 26 April 2020 dengan keluhan pneumonia, sepsis (komplikasi akibat infeksi) dan sesak nafas. Petugas kemudian menatapnya sebagai PDP," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Kamis (21/5/2020).

Setelah 5 hari dirawat, dokter melakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan tes swab dan pada tanggal 9 Mei dinyatakan positif Corona.

"Dari diagnosanya, pasien ini memiliki pneumonia berat, gagal nafas, sepsis, hipo kalemia dan hipernatremia. Petugas terus merawat, mengobati dan mengawasi pasien ini dengan layanan maksimal. Hanya saja, lantaran kondisinya memburuk, pasien meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB," terang Anang.

Anang menegaskan pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi ataupun kontak erat dengan pasien Corona.

"Jenazah dimakamkan dengan protab COVID-19 di pemakaman desa setempat," pungkas Anang.

Sebelumnya pasien positif Corona asal Kecamatan Pandaan meninggal pada 20 Mei setelah menjalani perawatan sejak 7 Mei 2020. Pasien erempuan 55 tahun menderita pneumonia dan memiliki komorbit hipertensi atau darah tinggi.

Kasus Corona di Kabupaten Pasuruan hingga hari ini 57 positif. 8 sembuh, 2 meninggal dan lainnya dalam perawatan.

Bertambah, Satu Pasien Positif Corona Di Pasuruan Meninggal Dunia

BLITAR JATIM - Satu orang tenaga medis di Blitar terkonfirmasi positif Corona. Dia bekerja di dua rumah sakit swasta Kabupaten Blitar, namun tinggal di kos kawasan Kota Blitar.

Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kota Blitar, Didik Djumianto menyatakan, pasien yang terkonfirmasi positif Corona ini sebenarnya warga Yogya. Dia wanita berusia 31 tahun yang bekerja di dia rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar.

"Pada tanggal 15 Mei, yang bersangkutan melakukan tes swab mandiri di Surabaya. Dan hari ini kami terima laporan, hasil tes swabnya positif," jelas Didik kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Didik menambahkan, yang bersangkutan tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga selang waktu menunggu hasil tes swab keluar, dia kembali ke Blitar dan beraktivitas normal. Dia diketahui tinggal di rumah kost Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul.

Jika hasil tes swabnya positif, gugus tugas Kota Blitar mendatangi tempat kostnya untuk melakukan tracing. Termasuk melakukan rapid test ke beberapa orang yang pernah berinteraksi erat dengan yang bersangkutan.

"Selama ini, dia melakukan isolasi mandiri di salah satu rumah sakit swasta tempatnya bekerja. Kami belum bisa memastikan dia terpapar dari mana. Karena nakes baik di rumah sakit atau puskesmas punya resiko tinggi tertular," tandasnya.

Kota Blitar terbilang mampu menangani penyebaran virus Corona. Karena hingga kini, hanya 3 pasien terkonfirmasi positif. Pasien pertama merupakan warga asli yang tinggal di Kecamatan Sukorejo. Dan dua positif lainnya, merupakan warga pendatang.

Satu sudah dinyatakan sembuh berasal dari klaster pelatihan petugas calon haji. Pasien kedua, WN Malaysia dari klaster Temboro yang juga tinggal di Kecamatan Sukorejo. Dan ketiga, nakes yang bekerja di rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar dan warga Yogyakarta. Dua yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona ini, sama-sama OTG.

Bertambah, Satu Tenaga Medis Di Blitar Positif Corona

PROBOLINGGO JATIM - Kasus positif virus Corona di Probolinggo Melonjak, hari ini bertambah 31 Orang Positif. Hingga sekarang total capai 75 Orang positif COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Penambahan angka ini dari 9 kecamatan di Probolinggo.

Jubir Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan pihaknya akan melakukan tracing.

"Setelah ketemu nantinya akan ditindaklanjuti dengan rapid test dan pemeriksaan tes swab," kata Anang, Kamis (21/5/2020).

Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyatakan, kecamatan itu yakni, Kecamatan Dringu, Kecamatan Besuk, Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Krejengan, Kecamatan Paiton, Kecamatan Banyuanyar, Kecamatan Krucil, Kecamatan Wonomerto dan Kecamatan Tiris.

Kenaikan angka terbanyak hari ini, menjadikan Kabupaten Probolinggo menjadi teratas daerah di Jawa Timur No 4.

Pasien terpapar Corona berasal dari 10 orang dari klaster Ponpes Temboro Magetan, 11 orang klaster perjalanan dari zona merah di Jawa Timur, yang ada kontak dengan orang di karantina di desa-desa, dan 10 orang tenaga medis RSUD Waluyo Jati Kraksaan diduga dari klaster Sukolilo Surabaya.

Semua pasien dalam kondisi sehat, dan dilakukan isolasi di rumah pengawasan dengan penjagaan ketat tim medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Probolinggo.

Melonjak, Positif Corona Di Probolinggo Bertambah 31 Orang