Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
BLITAR JATIM - Seorang narapidana (napi) kasus narkoba meninggal di dalam Lapas Kelas IIB Blitar. Napi narkoba ini diketahui sudah lama menderita diabetes.

Napi ini adalah Purwanto (38), warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kepala Keamanan Lapas Kelas 2B Blitar Bambang Setiawan menjelaskan pada pukul 04.00 WIB petugas blok melakukan kontrol keliling namun tidak mendapati kejadian apa-apa. Hanya berselang 10 menit kemudian, seorang napi dari kamar 11 blok C-2 melaporkan bahwa teman satu selnya diduga pingsan.

"Pukul 04.20 WIB kami bersama tim medis mendatangi lokasi. Hasil pemeriksaan tim medis, yang bersangkutan dinyatakan telah meninggal dunia. Lalu kalapas menyarankan kami berkoordinasi dengan Polsek Kepanjenkidul," papar Bambang dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/9/2020).

Tim inafis Polresta Blitar kemudian datang dan mengevakuasi jenazah Purwanto ke rumah sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. Sementara, rekam medis yang bersangkutan telah lama menderita diabetes.

"Purwanto ini masih muda tapi sudah lama menderita diabetes. Kemarin pagi juga berobat di tim medis internal kami. Dan barusan rumah sakit menginformasikan, kalau jasadnya bebas dari paparan COVID-19. Jadi pemulasaraannya normal, sekarang persiapan menuju rumahnya di Dampit," tandasnya.

Purwanto diganjar vonis pidana selama 7 tahun 6 bulan. Awalnya, dia menjadi napi binaan di Lapas Malang. Namun pada 7 Februari 2019, dia dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Blitar. Disini, Purwanto menjalani sisa hukuman selama 4 tahun 4 bulan 23 hari. Namun ajal telah menjemputnya hari ini.

Lapas Kelas IIB Blitar berencana melakukan tindakan antisipatif pada saat pandemi COVID-19 ini. Sebanyak 36 napi narkoba yang sekamar dengan Purwanto akan diambil rapid testnya. Dan mulai pagi ini, mereka akan disolasi di dalam kamar 11 sampai rapidnya testnya menunjukkan hasil non reaktif.

"Kami telah koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Blitar. 36 teman sekamarnya akan dirapid, dan hari ini mereka mulai kami isolasi," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Seorang Napi Di Blitar Tewas Mendadak Di Dalam Lapas

PONOROGO JATIM - Pernikahan dini meningkat signifikan di Ponorogo selama pandemi COVID-19. Atau jika dibandingkan tahun 2019.

Pengadilan Agama (PA) Ponorogo mencatat, selama Januari hingga Agustus 2019 ada 78 pernikahan dini. Sedangkan tahun ini dalam periode yang sama sudah ada 165 pernikahan dini.

Hakim Panitera PA Ponorogo Ishadi membenarkan ada peningkatan signifikan di tahun ini. Bahkan hingga dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2019 dalam periode yang sama.

"Memang ada kenaikan dibandingkan tahun 2019 lalu, kenaikannya sekitar 50 persen," terang Ishadi kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Ishadi menjelaskan, pihaknya menduga naiknya angka pernikahan dini karena sekolah saat ini memberlakukan belajar daring. Banyak anak-anak yang akhirnya kurang terkontrol sehingga ada yang memiliki hubungan dengan teman sekolahnya.

"Karena tidak sekolah akhirnya alasan kerja kelompok dengan temannya malah berhubungan badan," imbuh Ishadi.

Menurutnya, biasanya para wali meminta dispensasi kawin karena anaknya sudah melakukan hubungan badan dengan lawan jenis. "Dari para wali yang akan menikahkan anaknya, sebanyak 97 persen alasannya karena sudah terlibat hubungan badan. Ada yang sudah telat, ada yang perutnya membesar," jelas Ishadi.

Selain itu, alasan tingginya dispensasi kawin karena adanya UU Nomor 16 Tahun 2019. Batas usia perempuan menikah dari semula 16 tahun kini menjadi 19 tahun.

"Biasanya usia 16 hingga 17 tahun yang kebanyakan sudah putus sekolah yang meminta dispensasi kawin," papar Ishadi.

Disinggung wilayah, lanjut Ishadi, pihaknya tidak bisa memberitahu kecamatan mana saja yang paling tinggi mengajukan permintaan dispensasi kawin.

"Karena kami tidak mensurvei wilayah, ini berdasarkan data global Kabupaten Ponorogo," pungkas Ishadi.

Sumber : detik.com

Gegara Belajar Daring, Angka Pernikahan Dini Di Ponorogo Naik 2 Kali Lipat

KUDUS JATENG - Kebakaran terjadi di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah. Satu rumah dan satu bangunan gudang ludes terbakar.

"Telah terjadi kebakaran bangunan rumah milik Subiono dan bangunan gudang di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati pukul 04.50 WIB," kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo saat dimintai konfirmasi wartawan lewat pesan singkat, Rabu (16/9/2020) pagi.

Menurutnya api berasal dari bangunan rumah. Kobaran api kemudian cepat membesar dan merembet ke gudang bagian belakang rumah. "Dugaan penyebab kebakaran karena korsleting listrik," jelas dia.

Pada proses pemadaman, BPBD Kudus mengerahkan satu armada pemukul dan dua armada suplay. Api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas.

Kebakaran itu membakar seluruh bangunan rumah beserta isinya. Kemudian juga membakar gudang beserta isinya. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

"Kerugian diperkirakan mencapai Rp 350 juta," ujar dia.

Sumber : detik.com

Kebakaran Hanguskan Rumah Dan Gudang di Kudus

JOMBANG JATIM - Fatchur Rozi (31) dikabarkan menghilang dari rumahnya karena diculik makhluk gaib. Pemuda itu ditemukan selamat sekitar 5 km dari tempat tinggalnya.

Ia tinggal di Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Jombang. Kabar ditemukannya Fatchur dibenarkan Kapolsek Peterongan Iptu Sujadi. Menurut dia, korban ditemukan selamat di dermaga penyeberangan Sungai Brantas, Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

"Jam setengah 4 tadi (pukul 15.30 WIB) yang bersangkutan ditemukan orang di penyeberangan Gumulan. Mungkin dia mau nyeberang," kata Sujadi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Tempat penyeberangan Sungai Brantas di Desa Gumulan berjarak sekitar 5 km dari rumah Fatchur. Menyeberang menggunakan perahu tambang dari tempat ini akan menuju wilayah Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

"Yang bersangkutan jalan kaki dari rumahnya," terang Sujadi.

Ia menjelaskan, Fatchur ditemukan selamat tanpa mengalami kekerasan. Saat ini dia dibawa ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan terkait penyakit yang selama ini dia derita. Yakni infeksi paru-paru.

"Ini tadi dia dibawa keluarganya ke RSUD Jombang karena sejak awal kondisinya kan sakit," imbuhnya.

Fatchur merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan almarhum Sunadi dan Paini (52). Dia tinggal bersama ibu dan dua adiknya di Dusun Surobayan. Sehari-hari, Fatchur membantu ibunya bekerja di sawah.

Dia dikabarkan hilang sejak Senin (14/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu ibunya terbangun dan mendapati Fatchur tidak ada di dalam kamarnya. Sementara pintu rumah dalam kondisi terbuka. Tidak ada saksi yang melihat kepergian Fatchur.

Berbagai spekulasi terkait menghilangnya Fatchur pun berkembang. Salah satunya, warga menduga korban hilang karena diculik makhluk gaib.

Oleh sebab itu, warga beramai-ramai mencarinya dengan cara menabuh berbagai perabotan rumah tangga sambil memanggil nama Fatchur berulang kali. Pencarian dilakukan warga ke perkebunan bambu di belakang rumah korban.

Bahkan, tiga paranormal membantu pencarian secara sukarela. Mereka melakukan penerawangan supranatural di kebun yang diyakini menjadi tempat menghilangnya Fatchur.

Sumber : detik.com

Pemuda Jombang Yang Hilang Ditemukan Selamat

BLITAR JATIM - Warga Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Sananwetan, Blitar geger. Mereka menemukan jasad seorang kakek dengan kondisi kepalanya terbenam lumpur sungai. Dan di sebelahnya ada sepeda tua dalam kondisi roboh.

Rochman, warga sekitar melihat pemandangan janggal itu sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasinya di Sungai Ngegong yang airnya sangat dangkal. Saat itu Rochman baru saja pulang dari Sumber Kucur Kreweng Ling Ngegong, sumber air di dekat lokasi.

"Saya lihat orang sudah tengkurap di sungai dengan posisi kepala terbenam di lumpur sungai. Di sebelahnya ada sepeda ontel sudah roboh. Saya lalu memberi tahu Pak RT Edi Sutrisno, diteruskan lapor ke Polsek Sananwetan," tutur Rochman saat diminta keterangan petugas kepolisian di lokasi, Selasa (15/9/2020).

Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas dari Polsek Sananwetan mendatangi lokasi penemuan. Jasad diangkat dan diperiksa sudah dalam kondisi tewas. Namun kondisinya masih lemas, karena ketika dibaringkan di pinggir sungai, kondisi badan masih bisa diluruskan, belum kaku.

"Jasad seorang lelaki namun tak ada warga sekitar yang mengenalnya. Kemungkinan tewasnya belum lama karena kondisi badannya masih lemas ketika dibaringkan," jelas Kasubag Humas Polresta Blitar, Iptu
Achmad Rochan kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pukul 15.20 WIB jasad kemudian dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Disitu polisi baru menemukan identitas yang bersangkutan.

"Identitasnya barusan terdeteksi inafis melalui sidik jari. Namanya Saidjan, usia 80 tahun. Buruh tani warga Dusun Patuk RT 3 RW 2 Kecamatan Garum," ungkapnya.

Lokasi ditemukannnya jasad Saidjan, jalan sempit menurun curam kemudian berbelok. Di pinggir jalan itu, mengalir dangkal Sungai Ngegong. Polisi juga menyebut, kondisi sepeda kayuh yang roboh disamping jasad Saidjan adalah sepeda tua yang tak terawat.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Mengenai penyebab kematian korban, kita tunggu hasil visumnya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Naas, Seorang Kakek Di Blitar Tewas Dengan Kepala Terpendam Lumpur

Tim Penyidik KPK bersama dengan Satgas PBB (Pengelola Barang Bukti) KPK Senin (14/9/2020) melakukan penyitaan dan pemasangan plang tanda penyitaan BB berupa tanah dan bangunan seluas 31.815 meter persegi atas nama Ahmad Syamsu Wirawan di kelurahan Soak Baru Kec. Sekayu Kab. Muba, Prov. Sumsel.

Penyitaan dihadiri dan sekaligus disaksikan oleh Lurah Soak Baru dan Ketua RW setempat serta didampingi oleh petugas BPN Kab. Muba dan petugas Rupbasan Palembang terkait dugaan perkara TPPU Tersangka Mustafa Kamal Pasha (MKP) yang merupakan mantan Bupati Mojokerto.

“Tanah dan bangunan tersebut merupakan Aset PT. Musi Karya Perkas dgn SHM no. 00281 an. Ahmad Syamsu Wirawan yang masih memiliki ikatan keluarga dengan Tsk MKP (Mustofa Kamal Pasa, red),” ujar plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (15/9/2020).

Menurut Ali, tanah ini diduga dibeli oleh tersangka Mustafa pada Tahun 2015 dan dilakukan pembangunan mess, kantor, pagar beserta fasilitas didlmnya utk mendukung kegiatan usaha AMP-Hotmix PT. Musi Karya Perkasa yang mengerjakan proyek jalan pada dinas PUPR Kab Musibanyuasin tahun 2015. “Adapun estimasi nilai aset saat ini mencapai lebih kurang Rp3 miliar,” ujar Ali.

Selain itu, lanjutnya, hari ini Selasa (15/9/2020) bertempat di kantor Polres Musi Banyuasin, Tim Penyidik melakukan pemeriksaan dan penyitaan berbagai dokumen dari saksi Erdian Syahri (Kepala DPMPTSP Kab. Muba).

Adapun materi pemeriksaan yang dikonfirmasi kepada yang bersangkutan mengenai kronologis dan legalitas pendirian PT. Musi Karya Perkasa yang beroperasi di Kab. Muba karena diduga perusahaan sengaja ini dioperasionalkan oleh Tsk MKP dengan tujuan melakukan TPPU melalui bantuan dan perantaraan kerabatnya.

Sumber : beritajatim.com

KPK Sita Aset Mantan Bupati Mojokerto Senilai 3 M

BLITAR JATIM - Diduga mengantuk, mobil Toyota Avanza terlibat kecelakaan dengan sepeda motor. Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia. Kecelakaan terjadi sekitar jam 14.00 WIB, tadi siang di Desa Jeblok Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.

Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Rudi Purwanto, saat dikonfirmasi menjelaskan, kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan. Masing-masing Toyota Avanza AG 336 QP dikemudikan AGUS SUGIARTO, warga Desa Bangsri Kecamatan Nglegok dan sepeda motor Honda AG 5663 KAM dikendarai WINARSUM, warga Desa Bangle Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Kejadian berawal saat mobil melaju dari arah wlingi ke Jalan Umum Desa Jeblok Kecamatan Talun. Saat itu, posisi mobil terlalu kekanan hingga melebihi marka jalan. Karena tidak memperhatikan lalu lintas, mobil langsung  menabrak motor yang berjalan dari arah berlawanan.

Akibatnya, pengendara motor WINARSUM langsung terpelanting ke bawah jembatan setinggi 5 meter. WINARSUM mengalami luka pada kepala dan kaki, dinyatakan meninggal dunia di lokasi dan langsung dibawa ke RS Ngudi Waluyo, Blitar.

Sumber : andikafm.com

Kecelakaan Maut di Blitar, Pengemudi Motor Tewas Tertabrak Mobil

NGANJUK JATIM - Satu warga Pare, Kediri, menjadi korban tabrak lari hingga meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Nganjuk – Surabaya, tepatnya di Desa Kedungsoko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, sekitar jam 09.45 WIB, pagi tadi.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk, IPDA Sugino yang dikonfirmasi mengatakan, kecelakaan dialami oleh Alief Bastian, warga Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri yang mengendarai sepeda motor Honda Vario 150 nopol AG 6121 EBB.

Menurut keterangan saksi, awalnya ada mobil yang tidak dikenal dari arah Nganjuk ke Madiun melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di barat Jembatan Kedungsoko, mobil tersebut mendahului sepeda motor Honda Vario didepanya. Saat mendahului, mobil tidak memperhatikan lalu lintas didepannya dan tidak menjaga jarak aman.

Akhirnya terjadi senggolan hingga mengakibatkan ALIEF terjatuh.

Akibat kecelakaan, ALIEF mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah dibawa ke RSUD Nganjuk.

Sementara itu, pengemudi mobil melarikan diri dan masih dalam penyelidikan Polres Nganjuk.

Sumber : andikafm.com

Korban Tabrak Lari Di Nganjuk, Satu Korban Meninggal Seketika