Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
GARUT JABAR - Polisi menembak kaki WK (28), gembong pencuri sepeda motor ,yang aksinya meresahkan masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat. WK ditembak karena melarikan diri saat ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng membenarkan hal tersebut. WK ditangkap Rabu (26/2) dini hari.

"Kami mengamankan seorang pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor yang belakangan ini kami pantau beraksi di beberapa TKP di wilayah kota. Insialnya WK," ucap Maradona di Mapolres Garut, Jalan Sudirmam, Rabu (26/2/2020).

Penangkapan WK, sambung Maradona, terjadi di kawasan Jayaraga, Tarogong Kidul. Saat itu, WK diduga hendak mencuri motor di kawasan asrama mahasiswa yang ada di wilayah tersebut.

"Tim kami yang sedang melaksanakan operasi, melakukan pengintaian di sekitaran lokasi," katanya.

Polisi Garut Tembak Kaki Pencuri Sepeda Motor

BANDUNG - Bocah laki-laki berinisial AAY (7), siswa SDN Rancakasumba, ditemukan tewas mengambang di kolam renang Taman Air Super Progresif, Kota Bandung, Jawa Barat. Bocah lelaki tersebut datang bersama siswa SDN Rancakasumba lainnya untuk praktik renang, Rabu (26/2/2020) pagi.

"Korban datang bersama rombongan SDN Rancakasumba, Kecamatan Arcamanik, untuk melakukan praktik renang," kata Kapolsek Cinambo Kompol Yopy.

Yopy mengungkapkan, saat itu rombongan SDN Rancakasumba sudah selesai praktik renang. Korban bersama ibunya masih berada di area kolam renang.

"Pada saat setelah rombongan SDN Rancakasumba akan pulang dan diberi tahu oleh Bapak Haris (guru olahraga kelas VI), orang tua korban bilang kepada Bapak Tria (guru olahraga kelas IA) akan pulang sendiri.

Saat itu Bapak Tria sedang mengabsen anak-anak kelas I," tutur Yopy.

Sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan SDN Rancakasumba pulang dan meninggalkan kolam renang tersebut. Setelah rombongan meninggalkan kolam renang, menurut Yopy, korban kembali berenang. Setelah itu, AAY ditemukan tewas mengambang.

Bocah SD Di Bandung Tewas Di Kolam Usai Latihan Renang

BEKASI JABAR - Seorang pria Warga Bekasi bernama Faizin, ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Korban diduga tersetrum aliran listrik saat banjir melanda rumahnya.

"Iya benar, benar (tersetrum aliran listrik). Ada yang kesetrum satu orang, dia meninggal," ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (25/2/2020).

Korban adalah warga Kampung Buaran, Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi. Tetangga korban, Tini, mengatakan terdapat luka bakar pada tangan korban.

Belum diketahui pasti kronologi insiden tersetrumnya korban.

"Ada luka bakarnya di tangannya," lanjutnya.

Tini mengatakan hujan deras mulai mengguyur mulai pukul 23.30 WIB, Senin (24/2). Banjir menggenangi permukiman itu sekitar pukul 03.00 WIB, subuh tadi.

"Tadi hampir satu meter, jadi sekarang mah 60 cm-80 cm," ungkap Tini.

Dari hasil pantauan pukul 11.15 WIB, tampak mobil ambulan merapat di Jalan Pangeran Jayakarta. Ketika bagian belajang mobil ambulan terbuka, keranda mayat diangkat oleh sejumlah warga.

Gema kalimat tahlil menggema. Saat ini korban sedang disalatkan di Masjid An-Nur.

Tersengat Listrik Saat Banjir, Pria Di Bekasi Tewas

BANDUNG JABAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerbek rumah yang dijadikan pabrik pembuatan narkoba di Bandung. Rumah tersebut ternyata berdiri di atas lahan milik Pemkot Bandung.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengecek langsung lokasi rumah tersebut yang berada di Jalan Cingised, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Dia datang didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Jaya Sampurna dan Kepala BNN Provinsi Jabar Brigjen Sopian Syarif.

Oded mengakui, bila rumah yang dijadikan pabrik pembuatan narkoba berdiri di atas lahan Pemkot Bandung. Dia menyebut lahan itu disewa.

"Ya kalau kita bicara tanah ini milik aset Kota Bandung yang disewakan ke masyarakat yang tentu saja fungsinya adalah hunian masyarakat," kata Oded, di lokasi, Senin (24/2/2020).

Seperti diketahui, rumah yang ada di Jalan Cingised Komplek Pemda RT 03 RW 04 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik itu diduga dijadikan sebagai pabrik pembuatan narkoba. Menurut Oded yang menyewa tanah dan mendirikan bangunan tersebut sudah menyalahi aturan.

"Adapun ketika hal seperti ini saya kira itu melanggar, baik di tempat sewaan punya Pemkot atau punya sendiri, kalau ada masalah seperti ini saya kira ini menyalahi aturan," kata Oded.

Saat disinggung, terkait status sewa tersebut, Oded belum dapat memberikan banyak informasi. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi.

"Ya nanti prosedur lah. Mungkin saja bukan yang si penyewanya kan belum termasuk warga sini," ujarnya.

Sekadar diketahui, BNN menggerebek rumah yang diduga dijadikan pabrik pembuatan narkoba. Dari penggerebekan itu, BNN menemukan kurang lebih 2 juta pil diduga narkoba.

Aset Pemkot Bandung Dijadikan Pabrik Narkoba

SUMEDANG JABAR - Seorang pria yang bernama Jajang Syarif Hidayat (22), sopir angkot jurusan Sumedang-Wado mengakui perbuatannya mencoba memperkosa seorang mahasiswi Unpad berinisial MS (23).

Dari pengakuan pelaku, dirinya tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya, karena dorongan syahwat yang begitu besar akibat sering menonton film porno.

Akibat dari perbuatan bejatnya, ia mengaku sangat menyesali apa yang sudah dilakukannya terhadap MS.

"Iya, sering nonton film porno, saya menyesal," kata Jajang saat konferensi pers, di Mapolres Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Sumedang, Senin (24/2/2020).

Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana mengatakan, Pelaku melakukan aksinya dalam kadaan sadar tanpa pengaruh obat-obatan maupun alkohol.

Kata Dwi, korban awalnya salah menaiki kendaraan untuk pulang ke kampung halamannya di Cirebon. Sehingga korban turun dari elf di daerah Pawenang Wado.

"korban kemudian bertemu pelaku dan meminta mengantarkannya ke Bundaran Alam sari Sumedang," kata Dwi.

di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Cipining, Kecamatan Cisitu, pelaku langsung melancarkan aksinya untuk memperkosa MS dengan mengancam akan di bunuh.

"Akhirnya angkot yang di kemudikan tersangka terporosok ke dalam jurang, akhirnya korban melarikan diri ke pemukiman warga untuk meminta pertolongan," Ucap Dwi.

Usai meminta pertolongan kepada warga, tidak lama akhirnya pelaku berhasil di amankan oleh warga di lokasi kejadian, kemudian pelaku berhasil di ringkus oleh pihak Polsek Cisitu.

Kata Dwi, Pelaku melakukan aksinya dalam keadaan sadar tanpa pengaruh obat-obatan maupun alkohol.

Menurut pengakuan pelaku, pihaknya tidak langsung percaya ketika pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi bejatnya ini, untuk itu pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait kasus tersebut.

"Pengakuannya baru pertama kali melakukan, namun kami akan melakukan pendalaman lagi apakah ada kaitan dengan kasus-kasus sebelumnya," kata Dwi.

Akibat perbuatannya pelaku harus mendekam dalam tahanan untuk menjalani hukuman lebih lanjut.

"Tersangka dijerat Pasal 285 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman12 tahun penjara," tegas Dwi.

Terpengaruh Film Porno, Supir Di Sumedang Hampir Perkosa Siswi

SUKABUMI JABAR - Seorang pelajar bernama Raisad Laksana P siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cibadak tewas dengan luka bacokan di bagian punggungnya.

Raisad yang diketahui sebagai suporter klub futsal di sekolahnya ini dikeroyok 7 orang pelajar yang berasal dari sekolah lain.

Insiden itu bermula saat Raisad pulang menonton pertandingan futsal antara sekolahnya melawan SMAN 1 Cicurug.

Saat itu Raisad pulang membonceng motor sementara teman-temannya yang lain mencarter angkot waktu menunjukan pukul 18.30 WIB, Jumat (21/2/2020).

"Dia naik motor, sebagian menggunakan angkot. Pas di sekitar Parungkuda, tiba-tiba ada sekelompok pelajar dari sekolah lain datang membawa senjata tajam menghadang," kata salah seorang pelajar MAN 1 Cibadak.

Melihat korbannya tergeletak, para pelaku kemudian melarikan diri. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat menghalau para pelaku.

"Kejadiannya tiba-tiba, motor korban diadang oleh para pelaku. Jumlah mereka kurang tahu persis karena posisi saya agak jauh, ada beberapa warga yang mendekat mencoba melerai. Tidak lama ada teriakan minta tolong, satu korban tergeletak," kata Deni, warga yang berada di sekitar lokasi.

Saat itu juga aparat kepolisian melakukan perburuan pelaku, total 10 orang pelajar dari sekolah lain diamankan mereka berasal dari SMAN 1 Cidahu dan SMAN 1 Parungkuda.

Hal ini diungkap Kapolres Sukabumi, AKBP Nuredy Irwansyah Putra kepada wartawan melalui sambungan telepon Sabtu (22/2/2020) pagi. Nuredy menyebut pelaku diamankan sejak malam hingga pagi tadi.

"Selang beberapa jam setelah kejadian pelaku sudah ada yang kita amankan. Ada beberapa orang yang diduga terlibat penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada Jumat (21/2/2020) malam," kata Nuredy.

Terkait jumlah, motif dan asal para pelaku Nuredy mengaku belum bisa menjelaskan lebih lanjut, ia meminta untuk menunggu hasil pengungkapan anggotanya.

"Lengkapnya belum, nanti kita berikan informasi selanjutnya seiring hasil pemeriksaan anggota. Tapi sudah dipastikan di antara mereka yang kita amankan sudah ada yang mengakui perbuatannya," lanjut Nuredy.

Selain menangkap pelaku, aparat kepolisian juga meredam situasi. Mereka mengimbau tidak ada aksi susulan atau balasan pasca kejadian tersebut. "Serahkan kepada pihak kepolisian, tidak boleh ada aksi-aksi mengganggu keamanan dan ketertiban yang nanti malah merugikan diri sendiri," jelas Nuredy.

Keji, 7 Siswa SMA Di Sukabumi Bacok Pelajar Hingga Tewas

SUMEDANG - Seorang wanita berinisial MS (23) mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) nyaris jadi korban pemerkosaan sopir angkutan kota (angkot). Beruntung mobil angkot yang dikemudikan pelaku Syarif Hidayat (22) itu terperosok ke jurang.

Insiden itu terjadi pada Jumat (21/2) malam pukul 23.58 WIB di Jalan Proyek Cipining, Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Saat itu, MS menggunakan angkot jurusan Wado-Sumedang untuk pulang kampung ke Cirebon.

"Korban saat itu baru turun dari mobil Elf dan meminta kepada pelaku untuk mengantar ke bundaran Alam Sari Sumedang," ucap Kasubbag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

Pelaku menyanggupi untuk mengantar korban sesuai tujuan. Korban pun akhirnya naik ke mobil angkot berpelat nomor Z 1902 AV itu.

Namun di tengah perjalanan, pelaku justru menggunakan arah yang berbeda seperti biasanya.

"Di perjalanan pelaku membelokkan arah sehingga menuju ke jalan Cipining, Kecamatan Cisitu, lalu pelaku memberhentikan kendaraannya dan berusaha memperkosa korban dengan cara mengancam akan membunuhnya," ujar Dedi.

Beberapa kali upaya pelaku memperkosa korban gagal. Upaya pertama gagal saat ada lampu menyorot ke arah angkot itu. Alhasil, pelaku batal memperkosa korban dan melanjutkan perjalanannya.

"Kendaraan yang dikemudikan berlari dengan cepat,akhirnya angkot yang dikemudikan tersangka terporosok ke dalam jurang," ujarnya.

Pelaku berupaya kabur saat mobil masuk ke jurang. Namun dia justru diamankan warga yang kemudian menyerahkan ke Polsek Cisitu.

Akibat insiden ini, korban mengalami luka dan dilarikan ke puskesmas.

"Usai ditangani di Puskesmas-puskesmas Cisitu, untuk perawatan lebih lanjut korban harus dirujuk ke RSUD Sumedang," tutup Dedi

Mahasiswi Selamat dari Perkosaan Sopir, Karena Angkot Masuk Sungai

INDRAMAYU - Seorang gadis 14 tahun asal Kabupaten Indramayu menjadi korban pemerkosaan dua pria bejat. Sebelum diperkosa, korban dicekoki minuman keras hingga tak sadarkan diri.

Aksi bejat kedua pria Indramayu itu bermula saat gadis berinsial S mengantar adiknya sekolah. Lokasinya tak jauh dari kediaman korban di Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu. Usia mengantar adiknya, S mampir ke rumah temannya dan mengajaknya memancing di sekitar pintu air atau bendungan di wilayah tersebut.

"Temannya tidak mau. Terus korban pulang, nah tepat di pintu air dicegat oleh dua pelaku," kata Koordinator Daerah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kabupaten Indramayu Adi Wijaya saat dihubungi wartawan, Sabtu (22/2/2020).

Adi mengatakan gadis yang putus sekolah itu disekap oleh pelaku. Bahkan pelaku memaksa korban untuk meminum minuman keras.

"Pelaku yang satunya memegang tangan korban. Kemudian korban dicekoki minuman keras sampai tak sadarkan diri," kata Adi.

Adi menyebutkan kejadian nahas yang dialami korban itu terjadi pada Selasa (11/2) lalu. "Sadar itu sekitar pukul 17.00 WIB sore, kejadian dicekoki itu pagi pukul 07.00 WIB. Saat sadar korban sudah berada di tempat pelaku di Kecamatan Kroya," kata Adi.

Adi menerangkan saat tersadar korban dalam kondisi setengah bugil, hanya memakai baju. Ia diduga diperkosa pelaku sebab kemaluan korban berdarah. Korban juga merasakan sakit di bagian kemaluannya.

"Pelaku langsung menyuruh korban pulang. Kejadian kan tanggal 11, korban tak berani cerita awalnya. Pada Sabtu (15/2), korban cerita ke pamannya. Hingga akhirnya sampai ke orang tua korban," katanya.

Korban merupakan anak pemulung yang putus sekolah. Korban mengalami depresi berat. Keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Indramayu. "Trauma, sekarang di rumah pamannya. Korban ini anak dari keluarga kurang mampu. Anaknya pemulung," kata Adi.

Terpisah, Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto membenarkan adanya laporan tentang kasus tersebut. Petugas tengah menyelidiki kasus pemerkosaan terhadap anak pemulung itu. "Ya laporannya kita terima tanggal 20 kemarin. Kasus masih dalam penyelidikan," kata Suhermanto kepada wartawan.

Keji, Anak Pemulung di Indramayu Diperkosa Dua Pria

Loading...