Social Items

JOMBANG JATIM - Seorang pria bernama Swi Handono (50), warga Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang, meninggal usai dilindas dump truk di Jl Raya Kesamben Kecamatan Ngoro, Jumat (14/2/2020) pagi.

Sebelum terjatuh ke aspal, kendaraan korban sempat berserempetan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.

Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman menjelaskan, semula sepeda motor Honda beat Nopol S 6578 Y yang dikendarai Handono berjalan dari utara ke selatan.

Mendekati lokasi kejadian, korban mendahuli kendaraan yang ada di depannya.

Namun haluan yang diambil oleh Handono terlalu ke kanan, sehingga berserempetan spionya dengan Honda Scoopy Nopol S 3630 ZU yang berjalan dari arah berlawanan dari selatan ke utara.

Scoopy tersebut dikendarai Bimantoni (22), warga Desa/Kecamatan Ngoro.

“Dari serempetan itu, pengendara Honda Beat terjatuh. Kemudian dilindas dump truk Isuzu Nopol W 9773 UY yangg berjalan searah di belakangnya.

Korban meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan pengendara motor Scoopy hanya luka ringan,” ujar Sulaiman.

Mendahului Truk, Pria Di Jombang Tewas Terlindas

TULUNGAGUNG JATIM - 8 pasangan bukan suami istri di Tulungagung terjaring razia cipta kondisi Valentine dari sejumlah hotel dan penginapan. Salah satu perempuan terciduk saat bersembunyi di bak mandi.

Tim gabungan polisi, TNI dan Satpol PP menggelar razia bersama pada Kamis (13/2) malam. Petugas mendatangi satu per satu kamar di beberapa hotel dan penginapan di Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Petugas meminta penyewa kamar untuk menunjukkan KTP.

Saat razia berlangsung, salah seorang wanita berusaha sembunyi di dalam bak kamar mandi untuk menghindari petugas. Ia akhirnya keluar setelah digedor oleh polisi.

"Ini adalah salah satu operasi cipta kondisi Valentine, hasilnya ada delapan pasang bukan suami istri yang terjaring," kata Perwira Pengawas Polres Tulungagung AKP Mujiharto, Jumat (14/2/2020).

Seluruh pasangan yang terjaring razia dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pembinaan. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Hal senada disampaikan Kasi Publikasi dan Informasi Satpol PP Tulungagung Astista Nindya Putra. Menurutnya pasangan yang terjaring razia rata-rata masih berusia muda.

"Tapi untuk yang di bawah umur tidak ada. Sebagian besar usia 20an tahun," kata Artista.

Seluruh pasangan akhirnya dipulangkan. Yakni setelah membuat surat pernyataan dan mendapatkan pembinaan dari Satpol PP serta polisi.

Razia Malam Valentine, Wanita di Tulungagung Sembunyi Di Bak Mandi

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang nenek di Tulungagung ditemukan meninggal terbakar di dalam rumahnya.

Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo, mengatakan korban bernama Paitun (79) Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

"Korban ini posisinya sedang tidur di kamar yang hanya ditutup kain, kalau zaman dulu disebut sentong. Yang terbakar itu ranjang, selambu dan TV," kata Puji Widodo, Jumat (14/2/2020).

Peristiwa naas itu diketahui warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu warga melihat kepulan asap dari rumah korban. Warga langsung bergegas mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan.

"Saat itulah diketahui korban sudah terbakar. Warga berusaha memberikan pertolongan memadamkan api," ujarnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting arus listrik. Hal ini dibuktikan dengan terbakarnya televisi yang ada di dekat korban.

"Karena meninggal murni karena kebakaran dan atas permintaan keluarga tidak mau diautopsi, korban langsung serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.

Nenek di Tulungagung Meninggal Akibat Terbakar

TUBAN JATIM - Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban bersama dengan jajaran Polres Tuban dan juga anggota TNI menggelar razia dengan sasaran hotel yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, Kamis (13/1/2020) malam .

Razia yang dilakukan pada malam Valentine yang dilakukan dengan target pasangan bukan suami yang berusaha mesum khusus para muda-mudi.

Namun dalam razia tersebut, petugas mendapatkan pasangan yang sudah tua dan sedang asyik bercumbu di kamar hotel.

Menjalankan razia gabungan itu membagi rombongan dengan membagi dua tim yang bergerak ke wilayah Timur dan Barat untuk melakukan pengecekan dibagi hotel.

Petugas menyisir satu hotel yang ada di wilayah Tuban Kota, Kecamatan Jenu dan juga wilayah Kecamatan Semanding.

“Kita melakukan razia lengkap dengan memfasilitasi sebanyak 12 hotel yang ada di Tuban. Sasaran bukan para pasangan. Dari situ, ada lima hotel yang merupakan pasangan mesum, ”terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tuban Heri Muharwanto.

Dari lima pasangan itu, hanya satu pasangan yang masih remaja, yakni RM (25) bersama dengan SK (20) bersama warga Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, pasangan ini juga sudah berusia lanjut WS (53) dan SR (59) adalah warga Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

“Mereka terbukti terbukti di dalam kamar hotel dan tidak bisa membuktikan surat nikah langsung kita amankan.

Lima pasangan kemudian dibawa ke kantor Satpol untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut, ”pungkasnya.

Lakukan Razia Malam Valentine, Kakek Nenek di Tuban Terjaring

TUBAN JATIM - Seorang pemilik dan juga penjual air minum isi ulang warga Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kios, Kamis (13/2/2020). Korban bernama Yaskun (35).

Dugaan smentara, korban tewas akibat tersengat aliran listrik saat berusaha memperbaiki pompa air yang rusak.

Peristiwa tragis yang menimpa pemilik kios ini berawal saat Yaskun itu memperbaiki pompa untuk pengisian air. Pasalnya pompa itu tidak bisa digunakan.

“Pada saat korban akan mengisi air ke galon, mendapati pompa air dalam keadaan rusak. Korban kemudian berusaha memperbaiki alat yang berada di belakang etalase tempat pengisian air ulang dengan cara menyambung kabel listrik,” terang Kapolsek Rengel Iptu Dean Tomy Rimbawan.

Beberapa menit kemudian, saksi bernama Aminuddin yang ikut berkerja di kios itu kaget mendengar suara korban kesakitan. Aminuddin spontan berusaha memadamkan aliran listrik yang ada di kios. “Setelah saksi mematikan aliran listrik, dia melihat korban sudah tergeletak. Selanjutnya saksi meminta pertolongan orang lain. Ternyata korban sudah meningal,” tambahnya.

Petugas dari Polsek Rengel yang mendapatkan laporan itu langsung datang ke lokasi guna melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dipastikan tewas akibat tersengat aliran listrik dari jalur pompa yang ia perbaiki.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban, selain itu berdasarkan olah TKP diketahui bahwa memang instalasi listrik di kios itu semrawut. Sehingga korban dipastikan meninggal akibat tersengat aliran listrik” paparnya.

Setelah selesai dilakukan proses visum dan identifikasi, jenazah korban diserahkan ke keluarga.

Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya korban dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Tersengat Listrik, Pedagang Air Minum Di Tuban Meninggal

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang ibu kos di Tulungagung ditemukan tewas terkunci di dalam kamar.

Korban diduga tewas dibunuh dengan cara disekap bantal dan ditutup kasur.

Kapolsek Ngunut Kompol Siti Munawaroh saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian yang menimpa korban bernama Miratun (65) warga Lingkungan 6 Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung dilaporkan sekitar pukul 02.00 WIB oleh warga sekitar.

"Korban tersebut ditemukan meninggal di dalam kamar, dia disekap dengan bantal guling dan ditutupi kasur," kata kapolsek saat dikonfirmasi, Jumat (14/2/2020).

Saat ini tim reserse dan kriminal Polres Tulungagung dan Polsek Ngunu masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Ibu Kost Di Tulungagung Tewas Disekap Dan Ditutupi Kasur

BLITAR JATIM - Sebuah sepeda motor dan mobil terlibat kecelakaan di simpang tiga Sawunggaling Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, kamis 13/02/2020 tadi malam sekitar jam 21.00 WIB.

Akibat kecelakaan ini, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi.

Pengendara sepeda motor Honda Mega Pro bernomor polisi AG 6123 LB bernama TRI Wahyu Setyawan, warga Desa Tambakan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.

Berboncengan dengan Rio Pramudia, warga Gandusari Kabupaten Blitar. Sedangkan pengemudi mobil Isuzu Panther bernomor polisi S 1383 PD bernama NUR HIDAYATI, warga  Desa Panggungrejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

Kompol Agus Fauzi Kapolsek Kepanjenkidul Polres Blitar Kota yang dikonfirmasi mengatakan, semula sepeda motor melaju dari Makam Bung Karno ke Penataran dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di simpang tiga Sawunggaling, sepeda motor menabrak mobil yang melaju dari arah berlawanan.

Akibat kecelakaan ini, TRI WAHYU meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan RIO mengalami luka di kepala. Kedua korban dibawa ke RS Mardi Waluyo Blitar.

Kecelakaan Motor vs Mobil di Blitar, Satu Korban Meninggal

MALANG JATIM - Arema FC berhasil meraih kemenangan kedua di ajang Piala Gubernur Jatim 2020.

Pasukan Singo Edan berhasil mempermalukan Persela Lamongan dengan skor 3-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis, (13/2/2020).

Poin sempurna didapat melalui pertandingan yang ketat. Sebab, kedua tim sama-sama mengincar kemenangan.

Arema ingin meraih tiga poin agar lolos ke Semifinal, sementara Laskar Joko Tingkir ingin meraih kemenangan demi menjaga kans lolos.

Arema bermain tanpa pemain asing di babak pertama. Namun, agresifitas Hendro Siswanto Cs tampak sejak peluit dibunyikan. Hasilnya gol pembuka diciptakan oleh Arek Malang, Kushedya Hari Yudo pada menit ke 23. Hingga babak pertama berakhir skor 1-0 tidak berubah.

Di babak kedua Persela mengambil inisiatif serangan sejak awal. Hasilnya, Persela menyamakan kedudukan dimenit ke 49 melalui Rafael Gomes De Oliveira setelah memanfaatkan umpan cantik Ahmad Bustomi.

Setelah kemasukan gol penyama, Arema mulai kembali meningkatkan agresifitas serangan. Arema kembali unggul melalui Jonathan Bauman di menit ke-53.

Pada menit ke 77 Arema memperlebar kedudukan melalui Elias Alderete. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan bubar.

Kalahkan Persela, Arema FC Melaju Ke Semi Final

BOYOLALI JATENG - Nasib nahas dialami seorang pelajar di Boyolali, Jawa Tengah, dia bernama Rizki (14). Remaja itu tewas setelah tenggelam di sungai saat mengerjakan tugas kelompok.

"Korban ditemukan sudah meninggal dunia," kata Kapolsek Sambi, Boyolali, AKP Nur Akhmad Kholis saat konfirmasi, Kamis (13/2/2020).

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi di Sungai Jepeng, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali sekitar pukul 16.30 WIB tadi. Bermula ketika korban bersama dua orang temannya sedang belajar kelompok di Dukuh Tegalsari, Desa Canden. Mereka mengerjakan tugas penelitian air keruh.

"Selanjutnya korban bersama temannya menuju ke Sungai Jepeng di Desa Canden," jelasnya.

Namun, sesampainya di lokasi dan hendak mengambil air, salah satu teman korban terjatuh ke sungai. Mengetahui rekannya jatuh, korban langsung loncat ke sungai untuk menolong.

Nahas, korban yang diduga tidak bisa berenang akhirnya tenggelam di sungai. Rekan korban pun langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Warga kemudian datang ke lokasi dan turun ke sungai untuk mencari korban. Korban berhasil dievakuasi dari sungai dalam kondisi sudah meninggal.

Petugas dari Polsek Sambi yang mendapat laporan juga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

"Dari pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena tenggelam. Korban tidak bisa berenang," ujar Nur.

Jenazah korban selanjutnya diantarkan ke rumahnya di Desa Tempursari, Kecamatan Sambi. Korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Pelajar SMP di Boyolali Tewas Tenggelam Saat Kerjakan Tugas Kelompok

BANDUNG - Pria yang bernama Jaenudin alias Udin (38) harus berurusan dengan polisi. Udin harus bersiap-siap merasakan dinginnya tidur di jeruji besi.

Pria berstatus yang duda ini mencabuli anak baru gede (ABG) berusia 13 tahun. Ia juga merekam aktivitas hubungan badan itu.

"Tersangka melanggar Pasal 81 serta Pasal 2 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung Jalan Bhayangkara Soreang, Kamis (13/2/2020).

Udin juga dijerat pasal lainnya. Sebab ia sengaja merekam hubungan seks, lalu menyebarkan ke Facebook.

"Tersangka juga melanggar Pasal 27 Ayat 1 dan Pasal 45 Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," katanya.

"Ancaman hukumannya 15 tahun untuk Perlindungan Anak dan enam tahun untuk UU ITE," ucap Hendra menambahkan.

Kejadian pencabulan itu berlangsung di kontrakan Udin. Korban diiming-imingi akan diberikan pekerjaan, ponsel dan uang senilai Rp 12,5 juta.

Cabuli ABG Dan Sebar Video, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

JOMBANG JATIM - Seorang Pria yang bernama Suyono (35) yang mengidap gangguan jiwa menguburkan sendiri mayat pamannya, Wakib (80) di kebun.

Aksi penguburan itu akhirnya diketahui warga yang curiga karena Wakib menghilang beberapa hari.

Suyono dan Wakib tinggal berdua di Dusun/Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Jombang. Sehari-hari Wakib mencari nafkah dengan memulung rongsokan. Sementara Suyono tidak bekerja karena mengidap gangguan jiwa.

Kepala Dusun Gajah Sutikno mengatakan, Wakib terakhir kali terlihat pada Sabtu (8/2). Saat itu, kakek 80 tahun tersebut sedang bekerja seperti biasa.

Tiga hari setelahnya, Selasa (11/2) sekitar pukul 20.00 WIB, dia datang ke rumah Wakib bersama salah seorang tokoh Dusun Gajah.

Dia hendak memberikan uang Program Keluarga Harapan (PKH) ke Wakib senilai Rp 600 ribu. Namun, saat itu Wakib tidak ada di rumahnya.

"Kami cari sampai di belakang rumahnya tidak ada," kata Sutikno kepada wartawan di lokasi, Kamis (13/2/2020).

Curiga dengan hilangnya Wakib, Sutikno kembali mendatangi rumahnya bersama tokoh Dusun Gajah pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Namun lagi-lagi dia tidak menemukan Wakib. Di rumah itu hanya ada Suyono.

Sutikno lantas mencari Wakib di kebun belakang rumah. Tak disangka dia menemukan kaki korban yang menyembul di tanah.

"Pagi tadi kami cari di belakang rumahnya. Saat itu kami kelihatan kakinya. Kami panggil RT, RW dan dokter Agus apa benar ini kaki. Setelah benar, kami laporkan ke Polsek Ngoro," terangnya.

Setelah digali polisi yang dibantu warga, ternyata benar terdapat mayat Wakib di lubang tersebut.

Kepada dirinya, Suyono mengaku mengubur mayat pamannya itu menggunakan cetok. Namun belum diketahui pasti kapan Wakib tewas dan dikubur oleh keponakannya.

"Kami tanya Suyono, bapak (biasa Suyono memanggil Wakib) mati di kursi, saya seret ke belakang. Dikubur pakai cetok," ungkap Sutikno menirukan pernyataan Suyono.

Polisi telah mengevakuasi jenazah Wakib ke RSUD Jombang. Korban akan diautopsi untuk memastikan penyebab tewasnya.

"Sakitnya Wakib kami tak tahu. Yang jelas kalau berjalan 300 meter dia duduk. Karena usianya sudah lanjut," pungkas Sutikno.

Pria Di Jombang Kubur Sendiri Pamannya Pakai Cetok

BREBES JATENG - Kecelakaan beruntun terjadi di Flyover (FO) Kretek, Brebes sore tadi. Saksi mata bercerita kecelakaan ini berawal saat truk bermuatan gandum melaju tak terkendali, diduga karena rem blong.

"Truk melaju makin cepat tanpa kendali saat menuruni FO Kretek," ujar salah seorang warga yang juga saksi mata, Hidayah (39) di lokasi kejadian, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Kamis (13/2/2020).

Begitu tiba di depan Kampus Peradaban, kata Hidayah, truk tersebut menyeruduk dua mobil. Dua kendaraan itu terseret truk hingga keluar dari bahu jalan.

Tak berhenti sampai di situ, truk gandeng itu kembali menabrak dua mobil pikap yang ada di depannya. Dua mobil pikap tersebut diketahui bernopol B 9855 AG dan G 1830 PG.

"Setelah menabrak kendaraan bak terbuka, truk gandeng akhirnya berhenti setelah menabrak bagian belakang truk lain yang berjalan didepannya. Truk terakhir ini setelah ditabrak langsung peegi," jelasnya lagi.

Kernet truk, Rizal (35) menceritakan truk yang ditumpanginya mulai tak terkendal saat menuruni FO Kretek, Brebes.

"Pertama pelan, saat menuruni FO Kretek. Tapi makin turun makin kencang. Rem tidak berfungsi dan nabrak mobil lain," ujar Rizal.

Polisi langsung menggelar olah TKP. Menurut informasi, empat orang terluka dalam kecelakaan ini. Para korban dibawa ke RS Siti Aminah, Bumiayu dan RSUD Bumiayu.

Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Adimas Purwonegoro menambahkan polisi masih mendata identitas korban. Olah TKP juga masih dilakukan untuk memastikan penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut.

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Dua Mobil di Brebes

BANJARNEGARA JATENG - Pelaku pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap seorang bocah SD di Banjarnegara, Kirah (34) alias Bolot, dijerat dengan pasal berlapis.

Pelaku pun terancam hukuman mati atas perbuatan sadisnya itu.

"Untuk ancaman hukumannya, tersangka diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Karena selain melakukan kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan kematian, juga ada pelecehan seksual hingga pembunuhan yang dilakukan berencana," kata Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha di Mapolres Banjarnegara, Kamis (13/2/2020).

Dwi mengatakan, tersangka Kirah akan dikenakan Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 huruf (e) Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kemudian Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Hasil pemeriksaan polisi, motif pelaku menghilangkan nyawa korban adalah ingin melakukan pelecehan seksual. Hal ini dilakukan untuk memuaskan nafsu tersangka.

Berdasarkan hasil visum, ada bekas luka pada tubuh korban akibat kekerasan seksual yang dilakukan pelaku.

"Kami masih terus melakukan pendalaman kasus ini," terangnya.

Pelaku Pembunuhan Bocah SD Di Banjarnegara Dihukum Seumur Hidup

KEDIRI JATIM - Sebagai langkah antisipasi adanya perilaku negatif terhadap remaja menjelang hari Valentine, Dinas Kesehatan dan Disperdagin Kota Kediri, Polres Kediri Kota, dan Satpol PP Kota Kediri, melakukan sidak penjualan kondom.

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan di pusat perbelanjaan dan sejumlah apotik di Kota Kediri.

Sidak dilakukan sebagai antisipasi penjualan kondom yang meningkat saat hari Valentine.

Kasi Farmalkes dan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Sri Mulyaningtyas mengatakan, pihaknya telah menghimbau semua swalayan dan apotik, agar penempatan produk kondom tidak dijangkau anak-anak.

Dalam penjualan kondom, harus ada seleksi umur dari pembelinya. Supaya produk tersebut tepat sasaran, sesuai umur dan tepat penggunaanya.

Selain memberi himbauan, petugas juga memastikan bahwa di Kota Kediri belum ada yang menjual coklat valentine bonus pengaman/kondom.

Menjelang Valentine, Polres Kediri Sidak Penjualan Kondom

SIDOARJO JATIM - Pencarian tiga remaja SMP yang tenggelam di Sungai Pucang, Kabupaten Sidoarjo berakhir setelah korban terakhir yang bernama Dafaldi, siswa SMP 5 Sidoarjo telah ditemukan, Kamis (13/2/2020).

Kapolsekta Sidoarjo Kota, Kompol Supiyan mengatakan korban asal Jalan Kartini, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo itu ditemukan tewas pada pukul 14.45 Wib.

"Korban ditemukan dengan jarak 3 kilometer dari tempat awal korban turun ke sungai atau pertemuan avur Sungai Pucang dengan Sungai Singotarik," kata Kompol Supiyan.

Saat ditemukan, lanjut Supiyan, korban dalam keadaan posisi mengambang di pintu air di sungai.

"Tim SAR dan gabungan yang telah memastikan itu korban tenggelam dibawa ke darat. Lalu dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk divisum," tukasnya.

Sebelumnya, tim gabungan yang mencari keberadaan tiga anak yang tenggelam di sungai yang berada di Desa Pucang, Kecamatan Sidoarjo Kota telah mengevakuasi Rulli (13), dan Nuch Hasan (Aan).

Korban Ke-3 Yang Hanyut di Sungai Sidoarjo Ditemukan Tewas

PONOROGO JATIM - Seorang perempuan Menjadi korban tabrak lari, ia bernama Siti Khotijah (35) asal Desa Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo yang ditemukan tewas di Jalan Ponorogo-Pulung, Kamis (13/2/2020).

Kapolsek Pulung, AKP Denny Fachrudianto mengatakan korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dan jenasahnya telah tertutup daun pisang oleh salah seorang warga warga atau saksi yang bernama Bambang.

"Warga kemudian melaporkan penemuan jenazah ke Mapolsek Pulung. Kami datang bersama tim medis dari Puskesmas Pulung," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, korban diduga tabrak lari karena ditemukan luka cukup parah pada kepala. Selain itu juga tangan korban mengalami patah tulang.

"Dugaannya memang tabrak lari karena korban mengalami beberapa luka," jelasnya.

Polisi telah menghubungi keluarga korban.

"Keluarganya menerima ikhlas dengan peristiwa ini. Untuk kasusnya telah dilimpahkan ke Unit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo," pungkasnya.

Korban Tabrak Lari, Perempuan di Ponorogo Tewas Di Pinggir Jalan

BLITAR JATIM - Hanya karena masalah kamar mandi, seorang pria di Blitar tega membacok tetangganya. Aksi penganiayaan diduga karena pelaku sudah lama memendam sakit hati pada korban.

Pelaku Hendrik Setiono (28) tinggal berdampingan dengan korban Edy Siswanto (36). Mereka warga Dusun/Desa Sumberagung RT 001 RW 002 Kecamatan Gandusari.

Namun status Edy hanya menumpang di rumah Endik. Karena keponakan Endik punya hubungan asmara dengan Edy.

Kedua rumah ini memiliki satu kamar mandi yang dipakai bersama. Pada suatu pagi, pelaku lagi buru-buru ke kamar mandi. Namun korban menghalang-halangi jalan menuju kamar mandi itu dengan kayu dan kurungan.

Kemarahan Hendrik memuncak pada Selasa (11/2) sore. Sekitar pukul 15.00 WIB, Hendrik tiba-tiba membacok Edy dengan sebilah parang sepanjang 40 cm.

Pada bacokan kedua, korban sempat menangkis hingga parang terlepas dari tangan pelaku dan korban terjatuh.

"Begitu korban terjatuh ke tanah, pelaku melempar batu batako ke kepala korban sebanyak dua kali.

Pertikaian itu berhasil dilerai tetangga sekitarnya," kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Sodik Efendi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/2/2020).

Akibat serangan itu, korban mengalami luka bacok di belakang telinga sebelah kiri. Lalu luka bacok pada lengan bawah dan lengan atas serta jari tengah tangan kiri. Serta luka akibat benda tumpul pada kepala korban sebelah kiri.

"Korban kami evakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo dan semalam sudah menjalani operasi bagian kepala," imbuhnya.

Sementara pelaku telah diamankan di Mapolres Blitar. Dia terancam melanggar Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Motifnya pelaku ini kesal, karena korban hidup di rumah itu hanya nunut (menumpang).

Tapi sok-sokan ngatur apalagi bukan sama anggota keluarga yang ditumpangi saja. Tapi juga ngatur-ngatur tetangganya," pungkasnya.

Akibat Suka Ngatur, Pria Di Blitar Dibacok Tetangga

Loading...