Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Sejarah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Sejarah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
BANDUNG JABAR - Kemunculan petinggi Kekaisaran Sunda di televisi beberapa waktu lalu akhirnya dibuka tabir siapa yang benar-benar petinggi Kekaisaran Sunda.

Setelah sebelumnya pentolan petinggi Kekaisaran Sunda jalani mabuk penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan tiga petinggi resmi menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong.

Ketiga tersangka itu di rilis bernama Nasri Bank sebagai perdana menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai ratu agung, dan Ki Ageng Ranggasasana sebagai sekretaris jenderal.

"Kerajaan Sunda ini merupakan penyebaran berita bohong yang sengaja dibuat untuk membuat keonaran di masyarakat atau dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak pasti," kata Saptono di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (28/1/2020 ).

Saat pengungkapan kasus, polisi menghadirkan dua tersangka Nasri dan Ratna. Kedua tersangka yang merupakan petinggi Kekaisaran Sunda yang mengenakan baju tersangka berwarna biru.

Sementara untuk Ranggasasana, Saptono mengatakan itu tersangka dalam perjalanan menuju Polda Jawa Barat.

"Kemudian penyidik ​​telah memberikan gelar perkara yang terkait dengan Kekaisaran Sunda, dari hasil keterangan ahli dari alat bukti penyidik ​​berkesimpulan bahwa kasus ini memenuhi yang tidak ditentukan," kata Saptono.

Saptono menjelaskan pengusutan kasus tersebut diawali dari keberadaan laporan dari budayawan yang merupakan Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia. Kemudian polisi meminta keterangan dari perwakilan saksi Sunda Kekaisaran juga saksi ahli.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan bahwa dua tersangka ini terbukti memenuhi tidak berhasilnya berita bohong karena membuat masyarakat resah tentang kebenaran sejarah.

"Meminta masyarakat bertanya-tanya apakah benar yang diminta Kerajaan Sunda ini, itu kan sama saja membuat resah masyarakat," kata Hendra.

Atas tindakannya, tiga tersangka petinggi Kekaisaran Sunda itu dijerat pasal yang dilengkapi dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Polisi menjerat mereka dengan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan menyiarkan kabar yang tidak patut," tandasnya.

Untuk Dikenal, tersangka Nasri dan Ratna Dikenal pasangan suami-istri yang berdomisili di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Sedangkan tersangka Ranggasasana merupakan warga domisili Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Polisi Tetapkan Kekaisaran Pentolan Sunda Sebagai Tersangka

Temuan demi temuan benda sejarah di dataran tinggi Dieng, Banjarenegara, terus bermunculan. Kali ini warga Dieng dikagetkan dengan penemuan struktur bangunan yang diduga candi saat akan menggali tanah untuk septic tank.

Temuan tak sengaja ini terjadi saat salah seorang warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara tengah menggali tanah untuk membuat septic tank. Pada kedalaman sekitar 1 meter, warga menemukan susunan batu yang rapi dan rapat seperti bagian bawah sebuah candi.

Lokasinya masih dekat dengan komplek Candi Arjuna atau berada di sebelah barat lokasi penemuan arca Ganesha di penghujung tahun 2019 lalu. Sebelumnya, arca terbesar ini ditemukan warga di kebun kentang Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

"Susunan batu yang diduga candi ini ditemukan sekitar 50 meter dari museum Kailasa. Atau, berjarak sekitar 700 meter dari lokasi penemuan arca Ganesha. Atas temuan ini, saya sudah melaporkan ke kantor BPCB Jawa Tengah dan menunggu instruksi selanjutnya," kata Juru Pelihara Unit Dieng Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Tusar.

Jika melihat struktur bangunan dan adanya cerat yoni, temuan ini mengarah pada bangunan candi. Kepala UPT Pengelolaan Obyek Wisata Dieng, Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, susunan batu hingga 9 lapis dan ditemukan cerat yoni.

"Biasanya, kalau susunan batu sampai 9 lapis itu candi. Tetapi kalau darmasala itu 3-4 lapis," terangnya.

Sedangkan cerat yoni adalah pasangan dari lingga yang merupakan simbol dari dewi Parvati. Biasanya, saat melakukan ritual atau upacara di candi, air dituangkan di lingga yang merupakan simbol dari Dewa Siwa. Air tersebut kemudian mengalir ke cerat yoni sebelum kemudian ditampung untuk menyucikan diri.

"Jadi cerat yoni ini untuk mengalirkan air dari lingga. Biasanya saat upacara, air dituangkan di lingga, kemudian mengalir ke cerat yoni kemudian ditampung untuk menyucikan diri," jelasnya.

Meski demikian, kepastian apakah temuan tersebut adalah bangunan candi harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian akan dilakukan BPCB Jawa Tengah.

Struktur bangunan ini ditemukan di bekas lahan kentang milik Alif Fauzi, warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Menurut Alif, struktur bangunan tersebut ditemukan saat ia membuat rumah budaya di Dieng. Sebagai fasilitas pendukung, ia juga membuat septic tank di sekitar lokasi rumah budaya.

"Awalnya kami tengah membuat rumah budaya. Dan pada saat membuat septic tank, kan ada penggalian tanah, saat itu menemukan batuan kecil. Saat digali lagi ternyata berbentuk struktur bangunan," terangnya.

Pria yang juga ketua Pokdarwis Dieng ini menuturkan, sebelumnya lokasi tersebut adalah lahan kebun kentang. Pada saat masih digarap untuk tanaman kentang, beberapa kali dicangkul namun tidak ada tanda-tanda terdapat susunan batu.

Saat ini, ia menyerahkan sepenuhnya kepada BPCB Jawa Tengah untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Termasuk apakah akan dipindah atau tetap berada di lokasi saat ini.

"Kami serahkan kepada BPCB untuk ditindaklanjutinya seperti apa. Misalnya untuk penelitian apakah itu candi atau bukan atau ke depannya mau seperti apa. Tetapi Kalau harapan kami bisa tetap di sini untuk mendukung rumah budaya," ujarnya.

Geger. Warga Temukan bangunan candi di Dieng Kulon Banjarnegara

Klopp kini menyamai rekor Pep Guardiola (5 kali) pada musim 2017/18 untuk penghargaan pelatih terbaik bulanan terbanyak dalam semusim.

Jurgen Klopp, Trent Alexander-Arnold, dan Son Heung-min masing-masing meraih penghargaan Liga Primer Inggris untuk bulan Desember 2019.

Klopp terpilih sebagai pelatih terbaik untuk keempat kalinya pada musim ini setelah akhir tahun yang bersejarah bagi Liverpool.

The Reds unggul 13 poin di puncak klasemen sementara setelah menyapu bersih lima kemenangan pada bulan lalu plus menjuarai Piala Dunia Antarklub untuk kali pertama.

Sementara anak asuh Klopp, Trent Alexander-Arnold, dinobatkan sebagai pemain terbaik bulanan untuk kali pertama.

Fullback Liverpool itu terpilih seusai memproduksi satu gol, tiga assist, dan tiga clean sheet dalam lima laga.

Adapun penghargaan gol terbaik jatuh kepada penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, pada laga kontra Burnley.

Son menggiring bola sepanjang 71,4 meter dalam hitungan 11 detik untuk melewati empat pemain lawan sebelum diselesaikan dengan sempurna ke gawang Nick Pope.

Son Heung-min raih penghargaan gol terbaik Bulanan di Liga Primer Inggris

Persiraja Banda Aceh kembali mendapatkan amunisi asing anyar untuk musim 2020. Setelah mendapatkan tanda tangan duo pemain Brasil, Bruno Dybal dan Vanderlei Fransisco, kini mereka merekrut pemain berpaspor Inggris, Adam Mitter.

Pengumuman ini dilakukan oleh Persiraja Banda Aceh lewat beberapa akun media sosial resmi klub. Mitter membenarkan bahwa dirinya telah resmi menjadi pemain Laskar Rencong per Rabu (8/1/2020).
“Betul, saya menandatangani kontrak dengan Persiraja. Ini momen yang saya tunggu dalam beberapa hari terakhir. Setelah proses yang kami lakukan, saya menjadi bagian klub ini,” 
Nama Mitter mungkin terbilang asing bagi pecinta sepak bola tanah air. Maklum, pemain berusia 26 tahun itu memang belum pernah berkarier di Indonesia. Terakhir, dia membela Valour FC, klub kasta tertinggi Kanada.
Pemain berpostur 185 cm itu mengawali kariernya di beberapa klub Inggris, di antaranya adalah Preston North End dan Blackpool. Setelah itu, dia berkelana ke berbagai negeri seperti Australia, Filipina, Singapura, dan India. Kini ia mencoba peruntungannya di Indonesia bersama Persiraja Banda Aceh.
Meski tidak pernah membela klub Indonesia, Mitter tercatat pernah bertanding di Indonesia. Itu terjadi saat dirinya membela Hougang United pada 2018. Pada medio April, timnya melakoni laga uji coba kontra Madura United di Stadion Gelora Madura, Pamekasan.
Pada musim 2019, Mitter pernah bercerita bahwa dirinya tertarik untuk bermain di Indonesia. Sayangnya, tak ada tawaran yang datang kepadanya sehingga memutuskan untuk hijrah ke Kanada.
Kabarnya, Mitter kini masih berada di luar negeri. Dia akan segera merapat ke Banda Aceh untuk segera bergabung dengan klub promosi Liga 1 2020 tersebut dalam waktu dekat.
“Saya sangat bersemangat setelah menjadi pemain Persiraja Banda Aceh. Saya tidak sabar untuk bertemu dengan orang Aceh. Kami akan berjuang keras yang terbaik dan mencetak sejarah,” tutur pemain yang mengidolakan Everton tersebut

Persiraja resmi gandeng pemain jebolan Liga Inggris

Pondok pesantren Al Fachriyah merupakan pesantren yang terletak di Jl. Prof. Dr. Hamka No.21, RT.003/RW.005, Larangan Sel., Kec. Larangan, Kota Tangerang, Banten 15154.

Sejarah awal pendirian Pondok pesantren Al Fachriyah bermula dari keteguhan dan semangat kedua orang yaitu Al Walid Al Habib Novel bin Salim bin Jindan dan istrinya tercinta dalam berdakwah di jalan Allah. Siang malam tak kenal lelah. Sebagaimana kedua orang ini senantiasa mendampingi Kakeknya yang juga berdakwah tanpa mengenal lelah Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi Kwitang yang merupakan ayah dari ibunda. Perhatian orang tua tersebut terhadap anak-anak yatim dan faqir miskin sangat besar, sebagaimana dahulu kakeknya Al Imam Al Habib Salim bin Ahmad bin Jindan rumah beliau selalu menjadi tempat penginapan para tamu, bahkan anak-anak yatim dan faqir miskin.

Hingga beliau menamakan rumahnya dengan nama Qoshrul Wafidin (istana para tamu) dan juga beliau menyebut rumahnya sebagai Pos, yang tiada lain adalah posko kumpulnya banyak orang.

Dengan semangat inilah kedua orang ini membangun Yayasan Al Fachriyah diatas pondasi taqwa kepada Allah di atas sebidang tanah yang dihibahkan oleh seseorang ahli khoir yaitu Alm.Bapak Lurah H.Adung dan kemudian diwakafkan di jalan Allah.

Pada tahun 1993 Yayasan Al Fachriyah dibuka dan diresmikan oleh para tokoh habaib, ulama dan pejabat, yang juga saat itu masih sempat dihadiri oleh Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi sebelum beberapa bulan dari wafatnya. Sebagaimana dihadiri oleh Al Habib Muhammad Al Bagir bin Abdullah bin Salim Al Atthos dan Al Habib Ahmad bin Abdullah bin Hasan Al Atthos Asmaul Husna, Al Habib Muhammad bin Umar Maula Khailah,al Habib Abdullah bin Husain Asy Syami Al atthos dan masih banyak lagi dari ulama dan tokoh habaib lainnya.

Dan mulai banyak berdatangan murid-murid, anak yatim, faqir miskin yang tinggal di Al Fachriyah untuk dididik dan dibimbing ke jalan Allah. Hingga dari sejak saat itu, bahkan dari sebelum berdiri Yayasan Al Fachriyah hingga saat ini sudah sangat banyak murid-murid yang lulus dan keluar masuk untuk dididik dan kemudian memberikan manfaat besar untuk umat.

Kesemua ini tiada lain adalah karunia Allah yang sangat agung dan keberkahan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Dan semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda yang tiada terhingga dan terputus untuk setiap mereka yang memiliki andil untuk Al fachriyah ini.

Nama Al Fachriyah yang berarti Kebanggaan diambil dari gelar kebesaran bagi kakek kami Sulthonul Awliya Fachril Wujud Asy Syeikh Abu Bakar bin Salim. Mudah-mudahan keberkahan beliau senantiasa tercurah untuk Al Fachriyah dan untuk setiap yang memiliki tali hubungan dengan Al Fachriyah.

PROGRAM PENDIDIKAN

- Tahfidz Al Qur'an.
- Pondok Pesantren.
- Panti Asuhan.
- Pengkaderan Dai.
- Mengadakan acara daurah, seminar, pesantren kilat, majelis, pengajian dan perkumpulan dzikir.
- Menjalin hubungan erat dengan para ulama dan kaum solihin.
- Menghidupkan kembali majelis-majelis taklim dan dzikir.
- Kirim para Dai ke pelosok.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al Fachriyah, Larangan Banten.

Pondok Pesantren Nurul Mursyidah merupakan pesantren modern yang terletak di Jl. Syech Abdul Jabar karangtanjung Pandeglang Banten, Pagadungan, Kec. Karang Tj., Kabupaten Pandeglang, Banten 42254.

Sejarah Pendirian Pondok Pesantren ini dimulai dari majlis ta’lim yang dikelola oleh Hj. Acih Mursyidah di salah satu tempat di jakarta. Majlis Ta’lim tersebut terus berkembang dan atas usul dari masyarakat Karang Tanjung, maka pada tahun 1994 didirikanlah Pondok Pesantren Nurul Mursyidah dengan sarana seadanya.

Pendidikan diawali dengan membuka Majlis Ta’lim yang kemudian terus berkembang dan mendapat perhatian besar dari masyarakat. Pada perkembangan berikut, didirikanlah lembaga pendidikan Formal yaiut SMP Islam Tahun (1994) , dan SMA Islam (1998)

KURIKULUM PENDIDIKAN

1. Kegiatan Sekolah (Formal)

1. SMP
2. SMK
3. SMA

2. Pendidikan non Formal

1. Pengajian Kitab Kuning
2. Ma’hadud Diniyah Al-Masa’iya

FASILITAS

1. Masjid
2. Asrama
3. Gedung Sekolah
4. Perpustakaan
5. MCK/WC
6. Laboratorium Komputer
7. Laboratorium entrepeneur
8. Ruang tamu
9. Kopontren
10. Klinik Kesehatan
11. Aula
12. Lapangan

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidz Qur’an
2. Salat Dhuha Berjemaah
3. Pengajian Kitab Kuning
4. Musyawarah Ma’hadiyah
5. Pendidikan Baca al-Qur’an
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Drumb Band
11. Pengembangan Jurnalistik dan Publish
12. Bahasa Asing
13. Pramuka, PMR, PKS, OSIS
14. Latihan berpidato
15. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
16. Seni Kaligrafi

Profil Sejarah Pondok Pesantren Nurul Mursyidah Pandeglang

Pondok Pesantren Al-Fathaniyah merupakan pesantren yang terletak di Jalan Raya Pandeglang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong Kecamatan. Cipocok Jaya Kota. Serang Provinsi. Banten Kode Pos 42126.

Sejarah pada awal pendiriannya pesantren ini bernama Al-Ikhlas dengan lokasi hanya beberapa meter dari jalan raya, yaitu tepat berseberangan dengan penziarahan Tengkele (Tubagus Ahmad dan Tubagus Chuluq). didirikan pada tahun 1972 oleh seorang ulama kharismatik bernama KH. Fathoni Bin Sa'id, membuat pesantren ini termasuk kategori relatif muda. Pada perkembangan selanjutnya dalam kepemimpinan pesantren ini dipegang oleh salah satu murid kesayangan beliau yaitu KH. Syarqowi Bin Rofieq.

Pada periode awal, pesantren ini masih sangat sederhana, terutama dari segi bangunan. Sebagaimana halnya sebuah pesantren salafi, bangunan pada saat itu masih berbentuk kobong/bale rombeng (biasanya disebut Pondok Rombeng). Lokasi pesantern yang terletak tidak jauh dari jalan raya sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar santri, akibat dari suara kendaraan yang mekintas. Sehingga pada akhirnya tahun 1979 lokasi pesantren dipindahkan ke arah barat, sekitar 150 M dari jalan raya (lokasi sekarang). Sejak dipindahkan sesuai dengan perkembangan zaman, bentuk bangunan mulai dipermanenkan.

Meskipun bentuk bangunan lama masih dipertahankan, hal ini dilakukan untuk mengabadikan sejarah dan memantapkan citra pesantren yang notabennya salafiyah, dengan ciri khas “kobong”. Adapun pergantian nama pesantren yang awalnya bernama Al-Ikhlas diganti menjadi Al-Fathaniyah pada saat KH. Syarqowi Bin Rofieq memimpin, hal ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan dari beliau, salah satunya adalah mengabadikan nama sang guru (KH. Fathoni Bin Sa'id) pada nama Al-Fathaniyah, sekaligus dijadikan sebagai pendekatan dan tabarukan (mengambil berkah) dari guru beliau.


Dalam perkembangan pesantren selanjutnya dan tuntutan masyarakat, maka pada tahun 1996 Pondok Pesantren Al-Fathaniyah mulai di aktenotariskan menjadi sebuah yayasan. Gagasan ini diambil oleh putra sang kiayi yakni KH. Matin Syarqowi beliau merupakan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah yang ingin mendirikan pendidikan formal dengan latar belakang adanya para santri yang baru tamat SD tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan putra sang kiai selanjutnya yakni KH. Saifun Nawasi beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.


Sehingga pada tanggal 01 Januari 1997 didirikan Pendidikan Formal jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Fathaniyah dan selanjutnya pada tahun 2000 didirkan pula jenjang Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathaniyah. Seiring dengan perkembangan tersebut, kemudian Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dalam sistem pendidikan menganut sistem terintegrasi (integrated edicational system) yang merupakan perpaduan dari sistem Salafiyah (Tradisional) dan sistem modern. Sistem Kegiatan Belajar Mengajar dan/atau Ngaji Sorogan (Talaqi) atau yang dalam bahasa inggrisnya ialah face to face yang artinya saling berhadapan antara santri atau murid dengan seorang guru dan Bandungan/Balagan kitab kuning serta spesifikasi pendalaman baca Al-Qur’an tetap menjadi ke-khas-an untuk memberikan pengetahuan Agama bagi para Santri dan Sistem KBM Kurikulum Formal untuk memberikan pengetahuan umum.


Pondok Pesantren Al-Fathaniyah menganut ideology (Manhaj) Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), yaitu ajaran Islam yang mendasarkan ajarannya bersumber kepada : Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Dalam memahami sumber-sumber tersebut, dalam beraqidah mengikuti pola pikir Imam Abu Hasan Al Asy’ary (Manhaj Tauhid Asy’ariyah) dan Imam Abu Mansur Al Maturidy, dalam bidang Fiqh mengikuti Madzhab Imam Syafi’i (Fiqh Syafi’iyah), serta Afiliasi Kultural Nahdlatul ‘Ulama (NU) sekalipun Pondok Pesantren Al-Fathaniyah tidak terikat secara organisasional dengan NU. Alasan mengapa Pondok Pesantren Al-Fathaniyah menjadikan NU sebagai pilihan dalam berafiliasi cultural, karena NU dipandang mewakili sikap toleransi dan inklusivisme yang sangat sesuai dalam keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan sikap moderat (washat) yang sesuai dengan spirit Islam.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pesantren_Al-Fathaniyah

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Serang

Pondok pesantren Riyadhussholihin merupakan lembaga pendidikan islam di kampung Rocek, kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang, Banten bernama yayasan pondok pesantren Riyadhussholihiin yang bergelut di bidang pendidikan islam secara formal dan non formal.

Sejarah awal pendirian Pondok pesantren yang bertempat di bawah kaki dua gunung Pulau Sari dan gunung Karang ini dibangun di atas pondasi taqwa dan asas Al-Qur’an dan As-sunnah, dengan berupaya mengembalikan masyarakat islam secara khusus yang sudah banyak terkontaminasi dengan ajaran-ajaran dan pemikiran-pemikiran yang menyimpangkan mereka dari jalan yang lurus dan agama yang hanif, kepada jalan islam yang sesungguhnya yang datang dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Tujuan pendirian Pondok ini muncul dari kekhawatiran kami ketika melihat masyarakat dan generasi islam yang sudah mulai banyak yang menjauh dari jalan islam yang benar yang sarat dengan kesyirikan, khurofat, bid’ah, kebobrokan moral, pergaulan bebas tanpa batas, kemaksiatan dll. Yang sudah merebak di tengah-tengah masyarakat islam sehingga hal-hal yang islami sudah di pandang sebelah mata oleh mereka, aqidah yang benar dan lurus sudah dianggap sesat dan aqidah yang sesat sudah dianggap benar, yang sunnah dianggap bid’ah dan bid’ah dianggap sunnah, ditambah kemungkaran-kemungkaran sudah merupakan hal yang legal terjadi menurut mereka.

Maka untuk membentengi hal-hal di atas sangat di perlukan sekali lembaga-lembaga islam dan juru-juru da’i yang mukhlisin yang gerah melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan semangat menegakkan aqidah dan tauhid, juga ajaran islam yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para salafusshaleh. Karena kebaikan umat ini tidak mungkin akan tercapai kecuali dengan mengembalikan mereka pada jalan yang lurus yaitu jalan Allah dan Rasul-Nya.

Dengan ini pondok pesantren Riyadhussholihiin yang masih berusia dini ini berusaha melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Mengembalikan ajaran islam kepada Al-Qur’an dan sunnah yang shahih dengan pemahaman Salafusshaleh.
2. Tashfiyah (memurnikan ajaran islam) dari segala noda kesyirikan, bid’ah, khurofat serta pemikiran yang bisa merusak islam.
3. Tarbiyah (mendidik) kaum muslimin kepada ajaran islam yang murni.
4. Menghidupkan pola pikir ilmiyah berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman Salafusshaleh.
5. Mengajak kaum muslimin untuk hidup islami sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jama’ah

KURIKULUM PENDIDIKAN

Kurikulum yang diterapkan di SD-IT Riyadhussholihiin terdiri dari:

1. Kurikulum KTSP, kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).
2. Kurikulum diniyah SD-IT Riyadhussholihiin terdiri dari Aqidah, Fiqih, Akhlaq, B. Arab, Sirah, Tahfidz (Min 3 Juzz) dan pembelajaran baca Al-Qur’an metode UMMI Berlandaskan manhaj ahlussunnah wal jamaah.

EKSTRAKURIKULER

- Arabic Club
- Cyber Club
- Memanah
- Futsal
- Beladiri
- Renang

FASILITAS

- Gedung milik sendiri
- Internet akses
- Perpustakaan
- Laboratorium
- Bimbingan Konseling
- Lapangan

Profil Sejarah Pondok pesantren Riyadhussholihin Pandeglang