Social Items

Kabupaten Minahasa Utara dengan pusat pemerintahan dan ibukota di Airmadidi, terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di antara dua kota, yaitu Manado dan kota pelabuhan Bitung.


Penduduk Kabupaten Minahasa Utara sebagian besar adalah etnis Tonsea dan sebagian lagi Sangir, yang memiliki marga antara lain : Nelwan, Sompie, Langelo, Wuisan, Dondokambey, Doodoh, Rondonuwu, Wagiu, Wullur, Wantania, Katuuk, Koloay, Karundeng, Manua, Sompotan, Sigarlaki, Sundah, Tuegeh, Tintingon, Tangkilisan, Ticoalu, Tangka, Sayangbati, Tuwaidan, Umboh, Pangemanan, Panambunan, Peleh, Punuh, Pangau, Dumais, Bolang, Mantiri,Bojoh,Mumbunan, Luntungan, Kulit, Dengah, Dotulong dan Unsulangi,Rooroh (asli treman),Tingon,Waturandang.

SEJARAH MINAHASA UTARA

Ratusan rakyat Minahasa Utara yang datang ke Senayang menyambut kelahiran Kabupaten Minahasa Utara dengan berbagai tanggapan. Tentu saja, elit politik yang mengupayakan terbentuknya Kabupaten Minahasa Utara senang dan gembira yang sulit dipahami dalam kata dan kalimat.

Menarik dikaji, bagaimana latar belakang pembentukan Kabupaten ini dan mengapa orang Minahasa Utara ingin membentuk Kabupaten sendiri? Jawabanya memang tidak mudah. Ada pertimbangan tidak ada sumber tidak ada sejarah!

Sejarah Minahasa Utara sulit dilacak dalam sumber, baik sumber lokal yang tradisional maupun sumber asli yang berasal dari luar negeri. Tidak banyak sejarawan atau budayawan lokal yang mengkaji Sejarah Minahasa Utara ini secara khusus.

Sumber sejarah masa lampau Minahasa Utara menjadi satu bagian dengan sejarah umum daerah Minahasa. Wilayah yang sebagian besar merupakan Minahasa Utara, adalah lokasi anak suku Tountewoh yang kemudian menjadi Tonsea-Minahasa.

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Minahasa Utara

Kabupaten Minahasa Utara dengan pusat pemerintahan dan ibukota di Airmadidi, terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di antara dua kota, yaitu Manado dan kota pelabuhan Bitung.


Penduduk Kabupaten Minahasa Utara sebagian besar adalah etnis Tonsea dan sebagian lagi Sangir, yang memiliki marga antara lain : Nelwan, Sompie, Langelo, Wuisan, Dondokambey, Doodoh, Rondonuwu, Wagiu, Wullur, Wantania, Katuuk, Koloay, Karundeng, Manua, Sompotan, Sigarlaki, Sundah, Tuegeh, Tintingon, Tangkilisan, Ticoalu, Tangka, Sayangbati, Tuwaidan, Umboh, Pangemanan, Panambunan, Peleh, Punuh, Pangau, Dumais, Bolang, Mantiri,Bojoh,Mumbunan, Luntungan, Kulit, Dengah, Dotulong dan Unsulangi,Rooroh (asli treman),Tingon,Waturandang.

SEJARAH MINAHASA UTARA

Ratusan rakyat Minahasa Utara yang datang ke Senayang menyambut kelahiran Kabupaten Minahasa Utara dengan berbagai tanggapan. Tentu saja, elit politik yang mengupayakan terbentuknya Kabupaten Minahasa Utara senang dan gembira yang sulit dipahami dalam kata dan kalimat.

Menarik dikaji, bagaimana latar belakang pembentukan Kabupaten ini dan mengapa orang Minahasa Utara ingin membentuk Kabupaten sendiri? Jawabanya memang tidak mudah. Ada pertimbangan tidak ada sumber tidak ada sejarah!

Sejarah Minahasa Utara sulit dilacak dalam sumber, baik sumber lokal yang tradisional maupun sumber asli yang berasal dari luar negeri. Tidak banyak sejarawan atau budayawan lokal yang mengkaji Sejarah Minahasa Utara ini secara khusus.

Sumber sejarah masa lampau Minahasa Utara menjadi satu bagian dengan sejarah umum daerah Minahasa. Wilayah yang sebagian besar merupakan Minahasa Utara, adalah lokasi anak suku Tountewoh yang kemudian menjadi Tonsea-Minahasa.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah Dengan baik dan sopan agar tidak terjadi hal-hal yang membuat orang lain gagal paham

Subscribe Our Newsletter