Social Items

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pesantren. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pesantren. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Berikut ini tim kami kuwaluhan.com telah merangkum beberapa daftar pondok pesantren Terbaik, Terkenal dan Terbesar di Bandung Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH BANDUNG

Lokasi : Jl. R.E Suwanda No. 18A Pasirleutik, Kel. Padasuka Kec. Cimenyan, Padasuka, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40192

Pola pengajaran di Pesantren Hidayatullah adalah sistem pesantren modern, yaitu penggabungan mata ajaran umum dan mata ajaran khusus atau keislaman (diniyyah). Mata ajaran umum sama seperti mata ajaran pada sekolah - sekolah umum lainnya, contohnya matematika, fisika, kimia dll. Mata ajaran khusus yaitu mata ajaran yang berkaitan dengan keislaman, contohnya aqidah, fiqih, bahasa arab, dan hafalan/tahfidz Al Qur'an, serta masih banyak lagi mata ajaran yang lain, sesuai dengan jenjang pendidikan, basis kompetensi, dan dan letak kampus.

2. PONDOK PESANTREN NURUL HUDA


Lokasi : RT. 03 / RW. 06, Jl. Rancabentang No.116, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142

Pondok Pesantren Nurul Huda merupakan salah satu pesantren yang terdapat di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.  Pesantren Nurul Huda  ini berdiri atas prakarsa KHR Memed (alm) beserta istri HJ.SITI Qoeraesyin pada tanggal 03 September 1973. Keberadaan Pesantren Nurul Huda cukup mendapatkan perhatian serta antusias masyarakat sekitar lokasi pesantren khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Pondok Pesantren Nurul Huda sejak berdirinya mempunyai 2 harapan untuk mewujudkan 2 pandangan yaitu Pandangan ke Dalam dan Pandangan ke Luar. Pandangan ke luar di maksudkan untuk penyebaran dan penerapan nilai-nilai Agama Islam mencetak ulama-ulama  dan kader-kader Pemimpin yang Muttaqin. Dengan kata lain pandangan ke dalam ini terfokus dalam tataran penyebaran serta pengalaman ajaran islam bagi para santrinya. Sedangkan pandangan ke luar di maksudkan untuk lebih mengharumkan daerah setempat melalui penerapan nilai-nilai agama islam yang sungguh-sungguh, kegiatan peribadahan dan pengajian . pelaksanaan  ritual keagamaan dan penyebaran syiar-syiar Islam.

3. PONDOK PESANTREN AL BASYARIYAH


Lokasi : Jl. Cibaduyut Lama, Kb. Lega, Kec. Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat 40235

Pondok Pesantren Al-Basyariyah didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan yang pada zamannya merupakan tempat ulama ‘sohor’ di daerah Bandung Selatan, yaitu Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud.

Pondok yang didirikan dari nol, kini telah menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar santri yang asalnya hanyalah gubuk sederhana, kini berubah menjadi puluhan lokal asrama santri untuk kapasitas 2000 orang. Dengan izin Allah, dalam perjalanan perjuangannya pondok pesantren ini telah meluluskan para alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Pada saat ini Pondok Pesantren Al-Basyariyah telah memiliki empat kampus, yaitu:

1. Kampus 1 di Cibaduyut, Kota Bandung
2. Kampus 2 di Cigondewah Hilir, Margaasih, Kab. Bandung
3. Kampus 3 di Arjasari, Kab. Bandung
4. Kampus 4 di Cikungkurak, Caringin, Kota Bandung

Eksistensi Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebagai lembaga pendidikan formal telah diakui oleh Negara sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 Tahun 2015 tentang penetapan status kesetaraan satuan pendidikan mu’adalah pada pondok pesantren dengan Madrasah Tsanawiyah/sederajat dan Madrasah Aliyah/sederajat, serta disetarakannya TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah dengan SMA Negeri sesuai SK MENDIKNAS Nomor 240/C/Kep/2003 dan telah diakreditasi dengan peringkat A berdasarkan SK penetapan hasil akreditasi BAP-S/M Nomor: 02.00/322/BAP-SM/XI/2010 sehingga ijazah yang dikeluarkan TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebagai tanda kelulusan bisa digunakan untuk salah satu kelengkapan persyaratan melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di dalam maupun luar negeri.

4. PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QURAN ASSALAAM BANDUNG


Lokasi : Jl. Mandala VI No.132, Jatihandap, Kec. Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat 40193

Pondok Pesantren Assalam menargetkan santrinya dapat hafal Qur'an sejak usia Mts atau SMP. Pondok pesantren yang baru dibuka tahun 2013 lalu ini membagi fokus pada sekolah Al-Quran dan sekolah kurikulum Mts Nasional.

Pada tahun ini pondok tersebut bahkan sudah menjadi juara olimpiade fisika dan Tahfiz di tingkat Kota dan sedang mempersiapkan menuju tingkat Provinsi. Target santri di pondok tersebut minimal dapat mencapai 5 juz hafalan Al-Quran saat lulus.  "Target lulusan 30 juz, minimal 5 juz bisa hafal. Sekarang saja baru sudah ada yang hafal 10 juz, bahkan kelas 8 ada yang sudah 21 juz jadi mudahan-mudahan kelas 9 lulus bisa kejar 30 juz," ujar salah satu Pengasuh Ponpes Assalam, Dery Jamaludin Basari saat di temui dalam acara milad Alumni Haji Yayasan Assalam, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung.

5. PONDOK PESANTREN MAHASISWA UNIVERSAL


Lokasi : Jl. Desa Cipadung No.01, RT.03/RW.08, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

Nama Universal untuk pesantren ini diambil dari asal muasalnya tempat ini digunakan yaitu tempat seluruh kegiatan aktifis mahasiswa yang tergabung dalam berbagai macam ormas islam yang bersifat universal dan yang memiliki spirit  inklusif, empatik, dan toleran . hingga saat ini Ma’had Universal menjadi pesantren modern yang di naungi oleh yayasan pendidikan Suwargi Buwana Djati,Cirebon. Namun meski termasuk kedalam kategori pesantren modern, Ma’had Universal ini tidak meninggalkan tradisi pesantren salafi seperti masih diberlakukannya sistim mengkaji kitab klasik dengan cara sorogan dan balagan.

Hal tersebut dikarnakan latar belakang pendidikan agama pendiri sekaligus pengasuh PPMU ini adalah berasal dari pesantren salafi.

Materi pendidikan, PPMU memiliki karakter yang sangat menunjang bagi para santrinya yang selain menimba ilmu agama di pesantren tapi juga menempuh pendidikan umum di universitas, yang mana sebagian besar para pengajar PPMU adalah  seorang dosen dari UIN Bandung.

Selain asrama, PPMU memiliki sejumlah tempat atau fasilitas untuk menunjang kegiatan santri di pesantren yaitu satu kantor dan kamar untuk tamu, mitra usaha usaha mandiri yang berupa percetakan dan fotocopy, majlis ta’lim, kantin, televisi, dan jaringan wifi gratis.

6. PONDOK PESANTREN SUKAMISKIN


Lokasi : Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293

Pondok Pesantren Sukamiskin yang didirikan oleh KH Raden Muhammad bin Alqo pada tahun 1881 M ini telah mampu mencetak berbagai alumni yang didistribusikan di berbagai pelosok. Tak sedikit dari alumni ini yang telah mendirikan pondok pesantren sebagai wadah ilmuwan yang diperolehnya selama di Sukamiskin. Wajar saja, karena pada persetujuan pesantren yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini merupakan pesantren disetujui di Bandung.

Tidak sedikit ulama-ulama dan para Kyai yang sekarang memiliki nama serta tanggung besar dalam masyarakat priangan khusus dan masyarakat Jawa Barat umumnya adalah hasil gemblengan dan ilmu gaib di Pondok Pesantren Sukamiskin.

Pondok Pesantren Sukamiskin berada di bawah pimpinan KH.R. Muhammad Alqo selama kurang lebih 29 tahun dari tahun 1881 M sampai dengan 1910 M atau tahun 1300 H sampai dengan 1329 H.

Dalam jangka waktu sekian ini ia berhasil mendidik siswa-siswanya sehingga menjadi ulama besar, sebagai salah satu dari pada murid beliau adalah yang menjadi Pahlawan Nasional KH Zainal Musthofa almarhum.

7. PONDOK PESANTREN AL-'ASHR AL-MADANI


Lokasi : Jl. Arcamanik, Sindanglaya, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40195

Pesantren Tahfidzul Qur`an Al-`Ashr Al-Madani dirancang sebagai pesantren yang menggunakan boarding school system berbasis pembinaan aqidah, akhlak karimah, dan ibadah praktis serta kurikulum yang berbasis pada kompetensi dalam nuansa Pesantren  Tahfidzul Qur’an yang khas.

Disamping itu, Pesantren Al-‘Ashr al-Madani yang bangunannya terdiri dari kayu jati yang ditanami ribuan pohon dengan berbagai jenis tanaman kayu dan buah-buahan, sehingga tetap terjaga kelestarian alam disekitarnya.

Selain itu fasilitas kolam ikan dan itik, sapi dan domba sekaligus sebagai ajang praktek ketrampilan santri dalam bidang perkebunan,pertanian,  pertenakan dan perikanan.

8. PONDOK PESANTREN ANNAJIYAH


Lokasi : Perumahan Griya Cempaka Arum, Jl. Utsman bin Affan No. 90, Rancanumpang, Gedebage, Rancanumpang, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat

Pesantren An Najiyah Bandung merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan An Najiyah Al Islamiyah Bandung. Pesantren ini berdiri pada tahun 2004 yang berorientasi pada kegiatan da’wah, pendidikan dan sosial yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman Salafush shalih.

Seiring dengan kemajuan yang dicapai Pesantren An Najiyah (Putri), maka dilakukanlah pengembangan dengan membuka kelas baru khusus ikhwan (Putra) dengan nama Pesantren SABILUNNAJAH. Sambil mempersiapkan gedung baru berikut sarana dan prasarananya dilokasi yang baru seluas kurang lebih 1,2 ha, pada bulan Desember 2012 dibukalah pendaftaran santri baru untuk ikhwan dan Alhamdulillah pada bulan Juli 2013 angkatan pertama santri putra Sabilunnajah sudah beroperasi.

9. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL FALAH


Lokasi : Jl. Gede Bage Selatan No.115, Derwati, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40295

Pondok pesantren Miftahul falah didirikan sudah sejak tahun 1930, hal ini didasarkan pada sebuah piagam berdirinya pondok pesantren Miftahul Falah yang didirikan oleh kyai haji Ahmad Syafii dengan tujuan supaya ada perkembangan pendidikan agama Islam untuk warga masyarakat Gede bage rancabolang dan meskipun pondok pesantren Miftahul falah ini sudah cukup lama berdiri tapi perkembangan dari pesantren Miftahul falah dinilai memiliki pengaruh dan masih tetap bertahan hingga saat ini.

Hal tersebut disebabkan karena adanya keunggulan keunggulan atau juga faktor yang dipunyai pondok pesantren ini sehingga bisa menjadi penunjang perkembangan pondok pesantren Miftahul falah hingga sekarang.

Yayasan pondok pesantren Miftahul falah ada madrasah Aliyah nya yaitu madrasah Aliyah Miftahul falah yang merupakan salah satu lembaga yang ada di bawah payung yayasan pendidikan Islam Miftahul falah dan sedangkan untuk madrasah Aliyah berdiri pada tahun 2014 dan berlokasi hanya ada di jalan Gedebage Selatan nomor 115 derwati Bandung Kota Bandung Jawa Barat.

10. PONDOK PESANTREN TERPADU AR-RAAID 


Lokasi : Kp. Cisalatri, Jl. A.H. Nasution Jl. Gg. Kujang No.65, RT.04/RW.05, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid menekankan terhadap Pembinaan Akhlak dan Pembentukan Karakter, terutama bagi mahasiswa agar dapat hidup berdampingan di masyarakat dengan adab, etika dan tutur kata yang sopan Selain itu, Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid merupakan pondok pesantren yang memadukan sistem salaf (Kitab Kuning) dengan pendidikan Modern (bahasa Arab dan Inggris) dan pendidikan Al-Qur'an sehingga memfasilitasi santri agar mampu berkompetensi dalam berbagai bidang.

Dengan posisi Pondok Pesantren Ar-raaid yang sangat dekat dengan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, para santri juga Mahasiswa atau “Maha Santri” ini pun memiliki beberapa keuntungan. Para Mahasantri tidak perlu mengeluarkan ongkos transportasi untuk pergi ke kampus ataupun menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, karena dengan berjalan kaki pun hanya memerlukan waktu tempuh 5 sampai 7 menit untuk sampai ke gerbang UIN. Dengan ini para mahasantri pun dapat menghemat uang saku mereka dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang harus menghabiskan empat ribu sampai sembilan ribu setiap harinya untuk pergi ke kampus. Selain itu dengan berjalan kaki setiap hari, mereka secara langsung juga melakukan aktivitas fisik yang melatih kaki mereka berjalan hingga 15 menit setiap harinya.

11. PONDOK PESANTREN DARUSSURUR PUSAT


Lokasi : Lagadar, Kec. Margaasih, Bandung, Jawa Barat 40216

Pondok Pesantren darussurur merupakan pondok pesantren yang berdiri pada tahun 1938 dengan pendirinya KH. Muhammad Yahya yang semula bertempat tinggal di kampong babakan utama kecamatan cimahi selatan, dan pada tahun 1985 pondok pesantren darussurur pindah lokasi ke desa lagadar kecamatan maargaasih kabupaten bandung.

Dengan management sederhana yang dimiliki oleh sesepuh pondok pesantren, ternyata pondok pesantren darussurur hingga tahun 2000 tidak hanya berdiri di desa lagadar saja melainkan berdiri cabang-cabang pesantren darussurur ke tempat lain di antaranya :

1. Pondok pessantren darussurur l, yaitu sebagai pondok pesantren darussurur pusat yang bertempat di kp.mencut desa lagadar kecamatan margaasih dengan dipimpin oleh kh.muhammad yahya.
2. Pondok pesantren darussurur ll, yang bertempat di kp.cibodas kelurahan utama kecamatan cimahi selatan dengan dipimpin oleh kh.abu hamid yahya.
3. Pondok pesantren darussurur lll, yang bertempat di kp. Panyaweyan kelurahan utama kecamatan cimahi selatan dengan dipimpin oleh kh.zainuddin.
4. Pondok pesantren darussurur lV, yang bertempat di kp.babakan kelurahan utama kecamatan cimahi selatan dengan dipimpin oleh ust.muhammad Husain.
5. Pondok pesantren darussurur V, yang bertempat di kp.babakan kelurahan utama kecamatan cimahi selatan yang dipimpin oleh ust.zainal abidin.

12. PONDOK PESANTREN AL - IHSAN


Lokasi : Jl. Cibiru Hilir No.23, RT.01/RW.02, Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat 40626

Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan dimulai oleh kedatangan tiga orang alumni Pondok Modern Gontor, yaitu Ust. Mahrus As'ad, Ust. Dede Rohanda, dan Ust. Suismanto menghadap ke alumni senior yaitu Ust.KH.Ujang Muhammad HM yang kebetulan pada saat itu beliau sedang memimpin sebuah lembaga pendidikan umum (SMP/SMA) yang berada di J1. Denki Selatan V Kodya Bandung. Mereka bertiga mengutarakan maksud untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang bernuansa Gontor dan berasrama penuh, yang tidak mengizinkan santrinya pulang pergi, sehingga mengganggu proses pendidikan dan pengajaran.

Dalam proses pindahnya Pondok Modern Al-Ihsan dari lokasi lama di Jln. Denki Selatan Kota Bandung ke lokasi baru di Komplek Masjid Agung Baleendah Kabupaten Bandung ini terdapat beberapa tokoh masyarakat yang memberikan bantuan sangat berharga. Di antaranya; Pertama, H. Lili Somanti, beliau adalah  mantan Bupati Kabupaten Bandung. Atas izin dan rekomendasi beliau Komplek Masjid Agung Baleendah dapat digunakan sebagai lokasi baru oleh Pondok Modern Al-Ihsan. Kedua, Drs. H. Bahrul Hayat (alm), beliau merupakan tokoh masyarakat di Baleendah dan juga Ketua DKM Masjid Agung Al-Muhajarin. Atas persetujuan beliau Masjid Agung Al-Muhajirin dapat digunakan sebagai pusat kegiatan para santri Pondok Modern Al-Ihsan.

Dengan adanya kepemimpinan kolektif yang terdiri dari tiga orang pemimpin, dibantu dengan pengurus harian yayasan serta para kepala sekolah dan guru-guru, pesantren Al-Ihsan Baleendah mengalami kamajuan yang cukup pesat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Namun demikian, pesantren Al-Ihsan dituntut terus berkembang lebih maju dalam rangka memenuhi tuntutan zaman yang terus mengalami perubahan yang sangat cepat. Pesantren juga dituntut agar para alumnusnya mampu memenuhi tuntutan zaman, baik dalam ilmu agama, umum, akhlak, sains dan teknologi, sehingga mereka siap dan mampu menjadi motivator pembangunan masyarakat, di mana pun mereka berada.

13. PONDOK PESANTREN AL-WAFA


Lokasi : Jl. Cibiru Hilir No.46, Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat 40626

Pondok Pesantren Al-Wafa’ merupakan pondok pesantren mahasiswa yang terletak di pinggir kota Bandung.
Pondok Pesantren khusus mahasiswa ini, mengajarkan ilmu-ilmu keislaman berlandaskan atas al-Quran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafusshalih dan para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Didirikan oleh Prof. Dr. KH. Rachmat Syafe'i, Lc., MA, pada tahun 2012.

Sejak didirikan hingga kini, pondok Al-Wafa’ diasuh oleh KH Rachmad Syafe’i dengan didampingi oleh istri beliau yakni Ibu Hj. Ai Farida Kamil. Beliau sekarang menjabat sebagai ketua MUI Jawa Barat dan juga diakui keilmuannya sebagai Guru Besar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Model  pendidikan di Al-Wafa’ berusaha mengintegrasikan antara agama dan pendidikan umum, antara pesantren, keluarga, dan masyarakat dengan mengoptimalkan kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan harapan peserta didik menjadi manusia cerdas, berwawasan luas, kreatif, dan mandiri.

Itulah Deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Populer di kawasan Bandung Jawa Barat.

13 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bandung Jawa Barat

Kabupaten Lebak merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten.

Di kabupaten Lebak selain memiliki perguruan tinggi juga terdapat banyak Pesantren yang sangat berkualitas dalam menunjang ilmu agama. Berikut ini tim kami Kuwaluhan.com telah merangkum Daftar Ponpes Modern maupun Salafiyah Terbaik dan Favorit di Kabupaten Lebak :

1. PONDOK PESANTREN LA TANSA

Lokasi : Kampung Parakansantri, Banjar Irigasi, Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten 42372

Pondok Pesantren La Tansa merupakan pondok pesantren modern yang terletak di daerah Parakansantri, Lebakgedong, Lebak, Banten. Pesantren ini didirikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief (Almarhum) yang bertindak juga sebagai pemimpin pesantren Daar el-Qolam (Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang) saat itu. Kini, setelah pendiri wafat, Pesantren La Tansa dipimpin oleh K.H. Adrian Mafatihullah Karim, MA dan Dr. K.H. Sholeh, S.Ag, MM. Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan La Tansa Mashiro, yang juga didirikan oleh Drs K.H. Ahmad Rifa'i Arief.

PONDOK PESANTREN “LA TANSA” berdiri di sebuah lembah seluas ±13 ha. yang sekelilingnya dialiri sungai Ciberang dan dikelilingi oleh gunung-gunung dan bukit yang menghijau, terhindar dari polusi udara bahkan polusi budaya dan pergaulan amoral, merupakan tempat tafaqquh fiddien yang nyaman dan rekreatif. Lembaga ini dilahirkan oleh Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Jayanti, Tangerang, sebagai suatu pengembangan wawasan dan pengembangan daya tampung dengan sistem pendidikan serta pengajaran yang lebih variatif dan memenuhi hajat umat. yang memberikan prospek yang sangat baik untuk sebuah sarana pendidikan. Sasaran siswa yang ditargetkan untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren La Tansa bukan hanya warga di wilayah ini, namun lebih jauh lagi adalah seluruh rakyat Indonesia yang ingin memperdalam ilmu umum sekaligus ingin memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam yang baik.

Dan sejak tahun 2017, pondok pesantren La Tansa telah mengembangkan sayapnya dengan dibukanya Pondok Pesantren La Tansa 3 Kun Karima di Kecamatan Majasari, Pandeglang. Sementara Pondok Pesantren La Tansa 2 yang berlokasi di Kampus La Tansa Mashiro Rangkas Bitung akan segera dibuka pada tahun ajaran 2018-2019. Dan untuk Pondok Pesantren La Tansa 4 & 5 yang berlokasi di Cipanas, Lebak sedang dalam proses pembangunan.

2. PONDOK PESANTREN MODERN DAREL AZHAR


Lokasi : Jl. Komp. Pendidikan No.RT 08/09, Muara Ciujung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314

Ponpes Modern Daar El-azhar merupakan lembaga pendidikan yang berada di Muara Ciujung Tim., Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314.

Ponpes Modern Daar el-Azhar Rangkasbitung (PMDARB), tidak ubahnya seperti pondok pesantren lainnya, adalah; “lembaga pendidikan Islam dengan system asrama, kyai sebagai sentral figurenya dan masjid sebagai titik pusat yang menjiwainya.”

Sebagai lembaga yang mengintegrasikan seluruh pusat pendidikan, pendidikan pesantren bersifat total; membina kecakapan spiritual (Spiritual Quotient), kecakapan Intelektual (intellectual Quotient), dan kecakapan moral-emosional (Emotional Quotient). Untuk itu, lingkungan pesantren secara keseluruhannya adalah lingkungan yang dirancang untuk kepentingan pendidikan, sehingga segala yang didengar, dilihat, dirasakan, dikerjakan, dan dialami para santri bahkan seluruh penghuni pesantren adalah dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sejarah awal berdirinya Pondok Modern Daar El Azhar berawal dari banyaknya minat terhadap pendidikan pesantren begitu besar dan respon dari masyarakat begitu baik, maka pada 1991 –1992 mulailah dirintis pendidikan dan pengajaran extra di asrama (di luar jam sekolah) yang dinamakan “Persemaian Santri Madinah el-Tullab”. Santri pada waktu itu  berasal dari tingkat SD, SMP, SMEA, dan STM. Mereka digembleng sebelum dan sepulang sekolah. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pendidikan dan pengajaran, maka diperlukan elaborasi sistem pendidikan dan pengajaran selama 24 jam.

PROGRAM PENDIDIKAN

1.Program pesantren 6 (Enam) Tahun  :

A. SLTP (Ma’had Mutawasithi) terakreditasi A SK. Badan Akreditasi Nasional  No.01/BAS/MN/II/2007.
Program ini diperuntukkan bagi siswa lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtida’iyah dengan masa  pendidikan selama enam tahun, yakni ditempuh dari kelas satu berurutan sampai kelas enam.


B. SMA (Ma’had Tsanawi) Terakreditasi B SK. Badan Akreditasi Sekolah No. 02/BASDA-BTN/SK/V2007.
1.  Jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
2.  Jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
Program  ini diperuntukkan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Modern Daar el-Azhar yang melanjutkan studinya pada jenjang pendidikan SMA-nya  di Pondok Pesantren Modern Daar el-Azhar dan santri pindahan dari Pondok Pesantren lain dengan terlebih dahulu mengikuti tes akademik yang telah ditentukan. Pada jenjang ini ada dua jurusan pendidikan yang dipilih oleh santri yaitu jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)

2.  Program 4 (Empat) Tahun :

Program penyetaraan Materi Pesantren &  Bahasa untuk calon santri lulusan SLTP/MTs (1 Tahun); dilanjutkan
B.Program Pesantren SMA Daar el-Azhar (3 Tahun).
Program ini diperuntukan bagi santri lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)  atau Madrasah Tsanawiah (MTs). Program ini dilaksanakan selama empat tahun, tahun pertama sebagai tahun pembelajaran matei-materi kepondokkan  dan kebahasaan setingkat materi kelas satu dan dua SMP, baru kemudian pada tahun kedua santri dari program ini terdaftar sebagai santri SMA dan duduk di kelas empat dengan  memulai pembelajaran materi yang sama dengan santri dari  program  pertama (SMP).

3. PONDOK PESANTREN MODERN AL-MIZAN


Lokasi : Jl. Jenderal Sudirman Km.3, Narimbang Mulia, Rangkasbitung, Narimbang Mulia, Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42315

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam kegiatan pendididkan, nilai-nilai islami yang bertujuan menghidupkan, memelihara serta meningkatkan semangat dikalangan umat islam khusus nya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Pondok Pesantren Modern Al-Mizan berdiri pada tanggal 1 Mei 1993 berdasarkan Akta Notaris Nuzwar, SH Rangkasbitung Nomor 16 tanggal 15 maret 1993.

Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah Drs KH Anang Azhari Alie, M.Pd.I , ketika itu Pondok dibangun diatas tanah milik Bapak H Kustani yang berlokasi di jalan kapugeran dekat alun-alun Rangkasbitung di atas tanah seluas 316 m2 yan merupakan sebuah gudang balok yang kemudian disulap menjadi asrama putri yang serba darurat. Untuk asrama putra berlokasi di kantor PT Andi Jaya milik Bpk H Kustani yang berjarak 100 m dari asrama putri.

Suatu Lembaga pendidikan pasti dibagun karena memiliki tujuan tertentu dan pondok Pesantren Modern Al-Mizan  ini juga memiliki visi dan misi serta juga memiliki Tujuan dan disini ane mau menjabarkan hal tersebut. Al-Mizan sebagai pesantren prosfektif yang mampu mencetak santri berakhlaq mulia, berbadan sehat, kreatif, berpengetahuan luas dan berfikiran terbuka, berjiwa ikhlas, kebersahajaan, berukhuwah Islamiyah dan berdikari.

PROGRAM PENDIDIKAN

1. Program Diniyah Awaliyah. (Bagi Putra/I warga masyarakat sekitar pesantren ),
2. Program TMI Reguler/MTs dan Aliyah (masa tempuh 6 tahun bagi lulusan SD/MI),
3. Program TMI Intensif/Aliyah, program IPA & IPS (masa tempuh 3 tahun bagi lulusan SMP/MTs),
4. Pengembangan Tahfidzul Qur’an (masa tempuh 6 tahun bagi lulusan SD/MI) dan tenaga pengajar di lembaga pendidik ini berasal dari Tenaga pengajar yang diperbantukan di PPM Al-Mizan adalah mereka para sarjana S1 dan S2 yang memiliki latar belakang pendidikan yang cukup professional berasal dari berbagai perguruan tinggi dan para alumni dari berbagai pesantren.

Dan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan mengharapkan kompetensi kelulusannya menguasai Kompetensi Spiritual; Menguasai dan mampu mengimplementasikan nilai ajaran Islam, Kompetensi Personal; Berakhlakul karimah, mandiri, kreatif dan inovatif, Kompetensi Sosial; mampu berinteraksi dan berkomunikasi efektif.

4. PONDOK PESANTREN MANAHIJUSSADAT


Lokasi : Serdang, Cibadak, Malabar, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten 42357

Pondok Pesantren Modern MANAHIJUSSADAT adalah lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan terpadu 24 jam dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Berdiri sejak tahun 1997 dan telah menghasilkan para alumni yang berkiprah di tengah-tengah masyarakat, baik di lembaga formal maupun non formal.

Pondok Manahij didirikan pada 03 agustus 1997 di rangkas bitung banten oleh KH. Sulaiman Effendi.

Pada masa itu masyarakat di sekitar pesantren masih dibawah setandar dalam pengetahuan agama,dan para santri yang mulai mendaftarkan diri pada saat itu belum tahu apa arti dan tujuan pondok pesantren berdiri,kemudian pimpinan dan guru-guru  menerapkan format baru dan mendirikan Pondok Manahij dengan mempertahankan  tradisi pesantren salaf,modern dan menerapkan system sekolahan umum.

Sementara para pengajarnya memulai beberapa Pesantren ternama di Nusantara dan para sarjana S1 dan S2 yang sesuai dengan bidangnya.

LEMBAGA PENDIDIKAN

- Madrasah Tsanawiyah (Mts)

Untuk tamatan SD / MI, masa studi 6 tahun diasramakan. Para lulusan mendapatkan Ijazah  Madrasah Tsanawiyah (MTs) terakreditasi “B” dan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) terakreditasi “B” serta Ijazah Pondok.

- Madrasah Aliyah (Ma)

Untuk tamatan SMP / MTs, masa studi 4 tahun diasramakan. Para lulusan mendapatkan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) terakreditasi “B” dan Ijazah Pondok.

Kurikulum KMI yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang, yaitu:

-  Bahasa Arab
-  Dirasah Islamiyah
-  Ilmu keguruan dan psikologi pendidikan
-  Bahasa Inggris
-  Ilmu Pasti
-  Ilmu Pengetahuan Alam
-  Ilmu menengah kejuruan(SMK)
-  Ilmu pertanian
-  Ilmu agri bisnis
-  Ilmu Pengetahuan Sosial
-  Keindonesiaan/ Kewarganegaraan.

KMI membagi pendidikan formalnya dalam perjenjangan yang sudah diterapkan sejak awal berdirinya pesantren. KMI memiliki program reguler dan program intensif, dan masih banyak lagi program lainnya.

5. PONPES SALAFIYAH AL FUTUHIYAH


Lokasi : Jl. Raya Cipanas-Warung Banten Km.4, Banjar Pahingeun, Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Banjar Irigasi, Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten 42372

Pondok Pesantren Salafiyyah merupakan pesantren mayoritas di wilayah Provinsi Banten termasuk “ Al-Futuhiyyah “ walaupun di jaman Moderen seperti sekarang ini dan mulai menjamurnya Pesatren-Pesantren Moderen khususnya di wilayah Banten, Al-Hamdullilah Pondok Pesantren Salafiyyah  Al-Futuihiyyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmenya sebagai benteng perjuangan pendidikan maupun Syiar Islam dan mencetak kader-kader Ulama Salafy Solihin.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah “Al-Futuhiyyah”, Buya KH. Ahmad Qurthubi Jaelani, dilahirkan pada tanggal 09 Maret 1971 M. di Kp. Buluheun Ds. Banjar Irigasi Kec. Cipanas Kab. Lebak Banten.

Setelah beliau lulus Sekolah Dasar ( SD ) Tahun Ajaran 1983-1984 M. beliau melanjutkan Pendidikanya ( Mesantren ) ke empat ( 4 ) Pondok Pesantren di Daerah Pandeglang Banten, kemudian di lanjutkan ke Ciamis Jawa Barat dan Kudus Jawa Tengah, terakhir di Sukabumi Jawa Barat, yang jumlah lama mesantrenya di seluruh Pesantren-Pesantren tersebut -+ 4 Tahun ( Bulan ).

Dalam waktu yang sangat singkat itu, dan umurnya yang masih muda ( 19 Tahun ), beliau di p[erintah oleh Gurunya Al-Mukarom KH. Badruddin Sofiyullah ( Sukabumi Jawa Barat ) agar mendirikan Pondok Pesantren Salafiyyah. Setelah adanya perintah dari Guru tersebut maka beliau memperbanyak Istikhoroh dan Kholwat memohon petunjuk kepada Allah SWT.

Akhirnya pada tanggal 24 Rajab 1411 H / 1990 M. beliau mendirikan Pondok Pesantren Salafiyyah “ Al-Futuhiyyah “ di Kp. Banjar Pangingeun Ds. Banjar Irigasi Kec. Lebak Gedong Kab. Lebak Prov. Banten.

6. PONDOK PESANTREN MODEREN DAARUSSA'ADAH


Lokasi : Jl. Raya Leuwidamar KM. 08, Cimarga, Marga Jaya, Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten 42361

Pondok Pesantren Daarussa’adah di dirikan oleh K.H Hasan Aping (Alm) dan K.H Pupu Mahfuddin M.Pd.I pada tahun 1989 . Lahirnya Pondok Pesantren Daarussa’dah untuk mencetak kader muslim yang berakidah islamiah,berkualitas,berwawasan jauh kedepan mempunyai kesemimbangan antara ilmu dan amal serta keseimbangan antara dzikir dan fikir.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Pondok Pesantren Daarussa’adah selain ditunjang oleh psilitas yang refresentatif, didukung juga oleh tenaga pendidikan yang propesional dibidangnya. Tenaga pendidik terdiri atas lulusan Pondok-pondok alumni Gontor, Gintung, dan para sarjana perguruan tinggi negeri dan suasta. Al-azhar University, UNPAD, UIJ, UNISBA, STAI, dan lain-lain. Allhamdullah Alumni Pondok Pesantren Daarussa’adah diterima di tengah-tengah masyarakat sebagai pemimpin pesantren, dai, mubaligh, guru ngaji, ustadz, dosen, PNS, Militer dan Lain-lain.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Dalam proses pengembangan fikir dan dzikir Pondok Pesantren Daarusaadah memadukan kurikulum Pendidikan Nasional dan kurikulum Pesantren sebagai satuan pelajaran yng integral bahasa pengantar yang diggunaka Disesuaikan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk mata pelajaran yang berbaris Nasional, Bahasa inggris dan Bahasa Arab untuk Mata Pelajaran yang berbaris Pesantren (Keagamaan), serta masih banyak lagi program lainnya.

7. PONDOK PESANTREN AL-IDRUS


Lokasi : Jl. Maulana Hasanuddin No.1, Kaduagung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42317

Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus didirikan oleh KH. Nunung Anwarudin di kampung Kebonjati bertepatan tanggal 05 Rabiul Tsani 1402 M / tahun 1982 M.Berdirinya pondok pesantren tersebut disambut baik oleh masyarakat kampung Kebon Jati dan masyarakat diluar Wilayah Desa Pajagan dengan mengirimkan anak-anaknya untuk belajar Agama Islam dan menjadi santri muqim atau santri mufasir.

Keberadaan Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus cukup diakui oleh pemerintah daerah Kabupaten Lebak. Pemerintah menetapkan Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus sebagai lembaga penyelanggara Program Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus hijrah Pada tanggal 07 Rabil Tsani 1433 H / 29 Pebruari 2012 M ke Kp. Pajagan karena tempat di Kp. Kebonjati terkena relokasi waduk karian. Hikmah dari hijrahnya Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus adalah KH. Nunung Anwarudin Sebagai Alumni Pondok Pesantren Al-Idrus Rancagawe mengembangkan Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus dengan mendirikan sebuah YAYASAN AL-ANWARIYAH AL-IDRUS dengan Akta Notaris: Aris Rismansyah, S.H, M.Kn. Lebak No. 02 Tanggal 11 Maret 2013 dan SK KEMENKUMHAM No: AHU-2191.AH.01.04.Tahun 2013. Pada tahun 2013 berdiri Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dan sudah terakreditasi.

Itulah Deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Lebak Banten, jika ada pertanyaan silahkan beri komentar pada kotak di bawah.

7 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Lebak Banten

Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Cidahu merupakan Pesantren yang menggunakan sistem Salaf dan terletak di Kampung Cidahu Lebak Rt.01 Rw.01 Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Sejarah awal berdirinya Pesantren ini dipimpin oleh KH. Muhammad Dimyathi Amin yang akrab dipanggil dengan sebutan Abuya Dimyathi yang lahir di Pandeglang pada tahun 1930 M. Beliau merupakan putra pertama yang hidup sampai dewasa dari pasangan KH. Amin dan Nyai Hj. Ruqoyyah. Abuya mulai merintis Pesantren di Kampung Cidahu pada tahun 1975 M.

 Saat itu Santrinya masih sedikit dan masih menumpang di rumah-rumah warga karena belum ada kobong (Bangunan Pesantren dari kayu dan bambu), baru pada tahun 1977 M setelah Abuya bebas dari Penjara karena di dzalimi oleh oknum penguasa orde baru saat itu, Beliau mulai membangun kobong. Tapi lama kelamaan santri terus bertambah hingga mencapai sekitar 500 Santriwan dan 200 Santriwati Muqimin dan Ribuan Santri yang bukan Muqimin.

 Mereka berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Perkembangan jumlah Santri itu seiring dengan Kemasyhuran Ilmu dan Nama Besar Abuya. Karena itu tak heran jika Abuya tidak hanya dikenal di Pandeglang maupun Banten tapi di Indonesia bahkan Dunia sekalipun.

 Berkat Abuyalah Kampung Cidahu (Jalan Raya Pandeglang – Serang Km 5) menjadi pusat pendidikan dan pengajaran Islam dan menjadi perhatian umat di Dunia. Bahkan Kabupaten Pandeglang dikenal orang  banyak, salah satuya dari sosok Kharismatik Abuya.

Pendidikan dan pembinaan Ilmu Agama yang diterapkan Abuya di Pesantren Cidahu menjadi barometer bagi Pesantren-Pesantren lain di Pandeglang Khususnya dan beberapa Pesantren lain di Banten dan sekitarnya. Sebab yang datang mengunjungi Abuya bukan hanya masyarakat yang ingin jadi Santri Muqim atau Santri tidak Muqim, tapi banyak pula Ulama dan Kyai yang mengaji atau meminta Petuah dan Nasihat kepada Beliau, hingga sangatlah pantas kalau Beliau bergelar Syaikhul Masyayikh / Kyainya para Kyai.

PROFIL SANG PENDIRI

Abuya merupakan sosok Ulama Banten yang memiliki kharismatik dan cukup sempurna dalam memadukan Syari’at dan Thariqat sehingga dapat meraih Haqiqat.

Sejak kecil Abuya Dimyathi sudah menampakkan keistimewaannya yang tidak dimiliki oleh orang lain, beliau Siyahah, Tholabul Ilmi dan Tabarruk dari satu pesantren ke pesantren lainnya, dari Ulama Sepuh satu ke Ulama Sepuh lainnya di Pulau Jawa dan Pulau seberang selama 38 tahun (1937 M – 1975 M), mulai dari yang terdekat yaitu Pesantren di Kadupeusing Pandeglang dibawah asuhan KH. Tb. Abdul Halim, Pesantren Sempur Plered Purwakarta dibawah asuhan KH. Tb. A. Bakri,  Pesantren Payaman Secang Magelang yang diasuh oleh KH. Siroj, Pesantren Watu Congol Muntilan Magelang yang diasuh oleh KH. M. Nahrowi (Mbah Dalhar), Pesantren Kedung Paruk Purwokerto yang diasuh oleh KH. Abdul Malik, Pesantren Bendo Pare Kediri yang diasuh oleh KH. Khozin Al-Muhajir, Pesantren Gontor pimpinan KH. Zarkasyi, Pesantren Lasem Rembang dibawah asuhan KH. Baidlowi dan KH. Ma’shum, Pesantren Kaliwungu Kendal dibawah asuhan KH. Ru’yat dst hingga Pesantren yang terjauh di Lombok NTB dibawah asuhan KH. M. Zainuddin Abdul Majid, dan selama masa itu Abuya senantiasa bertirakat dengan menahan lapar yang sangat.

Sepeninggal Abuya Dimyathi yang wafat pada malam Jum’at tanggal 03 Oktober 2003 M kepemimpinan Pesantren Cidahu dipegang oleh Putra tertua Abuya Dimyathi yaitu KH. Ahmad Muhtadi Dimyathi sampai sekarang dengan dibantu oleh Putra dan Putri Abuya Dimyathi lainnya yaitu KH. Murtadlo Dimyathi, KH. Abdul Aziz Dimyathi, KH. Muntaqo Dimyathi, KH. Muqotil Dimyathi, KH. Mujtaba Dimyathi, Alm. Hj. Musfiroh Dimyathi dan Hj. Qoyyimah Dimyathi.

KH. Ahmad Muhtadi Dimyathi yang akrab dengan sebutan Abuya Muhtadi dilahirkan pada tanggal 26 Desember 1953 M. Beliau sejak kecil sudah berkeliling mengikuti ayahandanya dengan gemblengan pendidikan dari ayahandanya yang sangat luar biasa selama 38 tahun (1965 M – 2003 M), sehingga Beliau sudah sangat siap ketika Beliau harus estafet memegang tampuk kepemimpinan Pesantren Cidahu dan melanjutkan perjuangan ayahandanya.

Kalangan yang pesimis berpendapat bahwa Pondok Pesantren Salafiyyah merupakan pendidikan tradisional yang eksklusif sehingga sulit berkembang ditengah-tengah masyarakat. Alasannya adalah bahwa selama ini pola pendidikan yang diselenggarakan terlalu lamban untuk melahirkan sosok lulusan yang diharapkan masyarakat. Pondok Pesantren yang memadukan pengakaran Agama dan pengajaran umum akan lebih eksis, sebab dinilai memiliki kemampuan adaptabilitas sosial.

 Sedangkan untuk kalangan yang optimis berpendapat sebaliknya. Pondok Pesantren Salafiyyah sebagai lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sampai kapanpun akan tetap eksis, sebab memiliki karakteristik tradisional asli Indonesia yang unik dan kehadirannya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. Interaksi yang intens, harmonis, saling membutuhkan dan menguntungkan antara Pondok Pesantren Salafiyyah dengan masyarakat menjadikan Pesantren ini semakin mantap dan kokoh.

 Oleh karena itu pandangan kalangan pesimis ditolak oleh kalangan Pesantren Salafiyyah yang diantaranya Pesantren Cidahu. Pesantren Cidahu biarpun merupakan Pesantren Salafiyyah Tradisional tetapi pada kenyataannya banyak diminati oleh para santri terutama mereka yang ingin memperdalam belajar Kitab Kuning. Santri yang datang ke Pesantren Cidahu memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan kebanyakan sudah mengantongi ijazah formal baik setara SLTP, SLTA bahkan lulusan S2.

 Pola belajar di Pesantren yang seperti itu mempunyai dampak yang positif karena mereka mempunyai konsentrasi yang luar biasa, tidak berbagi dengan pendidikan formal atau keinginan di pendidikan formal.

Para Santri yang mondok di Pesantren Cidahu kebanyakan alumni-alumni Pesantren lain yang tersebar di Indonesia. Motivasi mereka melanjutkan mondoknya di Pesantren Cidahu karena :

a. Ingin mengembangkan dan meneruskan ngaji Kitab Kuning pada umumnya dan khususnya untuk kepentingan pribadi yaitu memperbaiki diri dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mondok nantinya di masyarakat.
b. Ingin mengikuti jejak Kyai.
c. Menjaga dan turut serta dalam mencerdaskan bangsa.
d. Kitab-Kitab yang diajarkan tidak semuanya diajarkan di Pesantren lain, sedangkan Kitab Fiqih sebagai fokus pengajiannya berada diatas Pesantren yang lain.
e. Energi spiritual, ketenangan hati dan kesejukan jiwa yang tidak didapatkan di Pesantren lain.  

SARANA DAN PRASARANA

Berbeda dengan Pesantren modern yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap dari mulai kamar atau asrama Santri, ruang kelas atau aula, peralatan belajar dan lain sebagainya, dalam hal sarana dan prasarana pengajian bagi Pesantren Cidahu ini tidak ada yang perlu dipamerkan, semuanya serba minim.

 Para Santri kesehariannya berada di asrama yang disebut kobong (bangunan pesantren dari kayu dan bambu). Pesantren Cidahu memiliki 13 Kobong yang masing-masing kobong ditempati oleh sekitar 20-30 Santri. Tempat ngaji adalah rumah Abuya Muhtadi yang sekarang difungsikan sebagai sebuah aula besar yang dapat menampung seluruh Santri dan tidak dilengkapi dengan sarana pembelajaran seperti White Board, Komputer, Laptop apalagi LCD.

 Proses pembelajaran dilakukan dengan sangat tradisional dimana para Santri hanya bermodalkan Kitab, buku dan pena. Tidak ada aktiitas yang bersifat administrasi seperti papan form absensi, buku rekap nilai Santri, daftar registrasi Santri dan sebagainya yang biasanya dibutuhkan oleh sebuah lembaga pendidikan atau organisasi.

 Meskipun tidak ada catat administrasi tetapi Abuya Muhtadi tidak pernah lupa siapa saja yang absen dalam pengajian dan Beliau sangat faham akan kadar kwalitas para Santri satu persatu.

 BIAYA PONDOK

Santri yang mondok di Pesantren Cidahu sama sekali tidak dipungut biaya sepeserpun, mereka cuma diwajibkan ngaji dan Ibadah saja. Kitab-kitab kuning yang dikaji semuanya disediakan oleh Abuya Muhtadi untuk menolong para santri yang kurang mampu agar tetap mengikuti pengajian, adapun pembayaran Kitab tersebut bisa kredit sesuai dengan kemampuan santri. Sedangkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari para santri masak/ngliwet sendiri, kecuali di bulan Romadlon yang mana untuk sahur dan buka puasa sudah di tanggung oleh Kyai.

Pondok Pesantren Salafiyyah merupakan jenis Pondok Pesantren yang hanya mengutamakan pengajian Kitab dan tidak menyelenggarakan pendidikan formal atau Pondok Pesantren yang berorientasi mengajarkan pengetahuan Agama sepenuhnya (Tafaqquh Fid-diin) dengan metode sorogan atau bandungan. Pondok Pesantren Salafiyyah sering dikategorikan sebagai Pondok Pesantren Tradisional karena lebih menekankan kepada pengajaran Kitab Kuning.

Pondok Pesantren Cidahu merupakan Pondok Pesantren Salaf yang sangat memegang teguh prinsip kesalafiyyahannya sehingga seluruh pengajaran hanya berfokus pada pengajaran Kitab Kuning, hafalan Al-Qur’an, Wirid-Wirid tertentu dan lainnya, dan tidak menerapkan sistem penjenjangan atau tingkatan pendidikan bagi para Santri yang artinya tidak ada pembagian kelas dimana semua Santri bergabung menjadi satu dalam sebuah majlis.

Pengajaran di Pesantren Cidahu lebih dominan pada pelajaran Fiqih, sistem pendidikannya sangat simple tidak terkontaminasi oleh pihak atau orang lain, sistem pengajaran yang diterapkan adalah :

1. Sangat memberikan kepercayaan kepada para santrinya dan Kyai tidak mengharuskan agar santri hanya mengikuti apa yang telah disampaikan oleh Kyai dalam pemberian materi, akan tetapi Kyai menetapkan standar yang tidak boleh dilanggar oleh para santri dan juga Kyai mengajarkan teori-teori yang wajib di taati oleh para santri didalam mengupas materi yang telah diajarkan oleh Kyai agar para santri tetap di jalur yang benar.

2. Lamanya santri belajar tidak dibatasi, sampai kapanpun santri belajar tidak diberi batas waktu.

3. Yang menarik di Pesantren Cidahu tidak ada aturan khusus yang ketat sehingga santri merasa betah tinggal di Pesantren. Jangankan peraturan, Pesantren Cidahu tidak seperti Pesantren-Pesantren yang lain di Jawa yang memiliki kantor, humas, struktur organisasai dan sebagainya. Meskipun demikian, ngaji dan aktifitas Pesantren yang lain bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan jika semua didasarkan atas kesepakatan-kesepakatan dan kesadaran. Para santri memiliki nalar yang cukup baik cepat mengerti dan menyerap adat, tradisi dan kesepakatan yang sebenarnya semua itu sudah masyhur dalam aturan yang baku didalam Syara’ dan Akhlaq para Ulama.

4. Metode pengajaran.

Menggunakan sistem pengajaran bandungan. Dalam sistem ini para santri berkumpul lesehan disebuah aula yang telah disediakan dan menyiapkan Kitab yang sama dengan Kitab yang akan diajarkan oleh Kyai untuk dimaknai dengan arab pegon, lalu santri mendengarkan Kyai membaca Kitab, memaknai dengan ala Pesantren, menjelaskan dan mengulas dengan keterangan dan sumber-sumber dari Kitab lain. Dalam menjelaskan sebuah materi yang terdapat disebuah Kitab sering kali Kyai memberikan penjelasan yang berkait dengan tatanan dan perilaku di masyarakat. Sehingga apa yang disampaikan dapat menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi para santri sebagai bekal menjadi evaluator dan memberikan kritik membangun tentang keadaan sosial, ekonomi, politik, pemerintah sesuai dengan tema materi yang sedang dibaca oleh Kyai.

Setiap santri memperhatikan Kitabnya masing-masing dan membuat catatan-catatan baik arti perkata maupun keterangan Kyai yang dianggap penting dan diberi catatan ditepi Kitab kanan atau kiri, sedangkan terjemahannya ditulis dibawah teks Kitab dengan huruf Arab dengan bahasa Arab yang searti dengan kata-kata diatasnya atau dengan bahasa Jawa atau Sunda dan ditulis miring.

Canda Cinta, itulah istilah khusus yang sangat indah buat nuansa pengajian di Majelis Abuya Muhtadi Dimyathi, karena Beliau didalam pengajian selalu menghiasinya dengan humor humor sufi yang membuat para santri jadi rileks.

Sistem pengajaran disamping memegang teguh prinsip (Al-‘Ilmu Shoidun Wal Kitabatu Qoyduhu) Ilmu itu bagaikan hewan buruan dan catatan-catatan itu bagaikan talinya, juga menganut prinsip dan pendirian bahwa Ilmu itu ada didalam dada bukan didalam tulisan (Al-‘Ilmu Fish-Shudur La Fis-Suthur), oleh sebab itu pendidikan karakter sudah dilakukan Pesantren sejak dulu kala, saat ini pemerintah sedang mempunyai masalah besar dengan pembentukan karakter bangsa yang semestinya pemerintah belajar dari Pesantren.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Pesantren Cidahu mendidik santrinya dengan Thariqah (jalan Tashowwuf para Ulama Salaf), yang menjadi prinsip utama Pesantren adalah totalitas ngaji Kitab Kuning, sehingga Pesantren Cidahu tidak memiliki kurikulum yang baku atau terstruktur. Ngaji adalah jalan yang ditempuh oleh para Ulama, dan para Ulama lah yang tahu betapa tingginya derajat ngaji dan buah dari ngaji yaitu ilmu. Mencari ilmu hukumnya wajib karena dengan ilmu itu amal dan praktek Ibadah bisa sah dan bersih dari afat-afat dan penyakit yang selalu mengiringi amal ibadah (Al-‘Ilmu Li Tashhihil ‘Amal).

Pesantren Cidahu menggunakan arah kiblat pendidikan yang diprakarsai oleh Alm. Abuya Dimyathi dimana dari kecil Abuya Muhtadi tidak pernah belajar dari sipapun kecuali dari ayahandanya sendiri Abuya Dimyathi, dan Ilmu yang dimiliki oleh Abuya Dimyathi itu hasil rangkuman dari Ilmunya para Ulama sepuh di seantero Jawa dan sekitarnya dengan mengutamakan Kitab-Kitab yang tercatat di dalam Kitab Tsabat Kifayatul Mustafid, Asy-Syarqowi dan Asy-Syanwani.

Wallohu'alam bisshowab

Sumber : https://www.jagatngopi.com/pesantren-abuya-cidahu-nuansa-shufy-untuk-kehidupan-haqiqy-dunyawy-dan-ukhrowy/

Profil Sejarah Pondok Pesantren Roudotul 'Ulum Cidahu Pandeglang

Berikut ini merupakan rangkuman Pondok Pesantren Tertua Di Indonesia dan masih berkembang sampai sekarang, langsung saja kita simak bersama-sama :

1. PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR, PONOROGO – Berdiri Tahun 1926 M


Yang Pertama Adalah Pondok Gontor Ponorogo, Pondok pesantren ini didirikan oleh tiga bersaudara yakni KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie dan KH. Imam Zarkasy. Ketiga putra Kiai Santoso Anom Besari ini kemudian dikenal dengan sebutan trimurti.

Dulu Gontor bukanlah pesantren modern. Kemudian sistem kependidikannyapun berubah terinspirasi dari founder Aligarh Muslim University, India, yakni Sir Syed Ahmad Khan. Keunggulan sistem pendidikan Gontor terbukti dari banyaknya lulusan Ponpes Modern Gontor yang sekarang ini tengah menjadi tokoh besar di Indonesia. Jadi sistem ini menjadikan santrinya untuk tidak hanya memiliki bekal ilmu agama saja. Lulusan Gontor juga terampil, cerdas, pandai berbahasa Inggris dan ilmu umum lainnya.

Ciri khas dari Pondok ini bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa Inggris dan Arab serta penerapan disiplin yang super ketat. Tak hanya itu, santri pondok Gontor juga terkenal rapi.

2. PONDOK PESANTREN TEBUIRENG, JOMBANG Berdiri Tahun 1899 M


Yang kedua adalah Pondok pesantren Tebuireng, Pesantren ini merupakan Pondok Pesantren terbesar di Kabupaten Jombang. Pesantren ini didirikan oleh ulama besar kharismatik bernama KH. Hasyim Asy’arie yang juga pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Dulunya Tebuireng hanyalah dusun kecil dengan banyaknya stigma negatif seperti perampokan, pemerkosaan, perjudian. Namun lambat laun stigma negatif ini berubah dan Tebuireng kini menjadi daerah dengan banyak manfaat untuk daerah sekitarnya.

Pondok pesantren Tebuireng tak hanya membekali dengan ilmu agama yang mumpuni, namun juga memasukkan beberapa materi umum kedalam struktur pembelajarannya.

3. PONDOK PESANTREN SIDOGIRI, PASURUAN –  Berdiri Tahun 1718 M


Selanjutnya adalah Pondok pesantren Sidogiri, Sidogiri didapuk menjadi pondok pesantren terbaik dan tertua di Indonesia. Pondok ini didirikan oleh Sayyid Sulaiman pada tahun 1718 (pada versi lainnya disebutkan tahun 1745). Beliau sendiri masih masuk dalam garis keturunan Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam dalam marga Basyaiban.

Meski usianya tergolong tua, animo untuk menimba ilmu di pondok tersebut sepertinya tak pernah surut. Terbukti dari banyaknya santri yang tetap bertahan menimba ilmu disini. Ciri khas pondok pesantren Sidogiri yakni sistem pendidikannya yang tidak berubah menggunakan metode salaf murni.

4. PONDOK PESANTREN LANGITAN, TUBAN – Berdiri Tahun 1852 M


Pondok tertua yang keempat  adalah Pondok Langitan Tuban, Pondok Pesantren terbaik dan tertua di Indonesia setelah Sidogiri ini terletak Tuban Jawa Timur, tepatnya di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang. Salah seorang yang pernah memimpin pondok pesantren dengan luas wilayah mencapai 7H ini merupakan seorang yang sangat kharismatik, KH Abdullah Faqih dan KH Ahmad Sholeh. Kharismatiknya membuat banyak pejabat tinggi negara yang segan.

Menerapkan metode salaf tanpa adanya perubahan menjadikan pondok ini tetap eksis meskipun usianya hampir mencapai 2 abad. Diawali dari sebuah surau kecil, pesantren Langitan mampu membawa banyak pengaruh baik di kancah nasional, bahkan pesantren ini juga telah terkenal di mancanegara.

Ciri khas yang bisa ditemui di Langitan Tuban yakni kaidah pemeliharaan budaya klasik yang baik dan kemudian mengambil budaya baru yang konstruktif, atau kaidah Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholeh Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

5. PONDOK PESANTREN LIRBOYO, KEDIRIBerdiri Tahun 1910 M


Pondok tertua selanjutnya adalah Pondok Lirboyo, Lirboyo Berdiri di desa bernama Lirboyo membuatnya terkenal dengan nama pesantren Lirboyo. Awalnya pondok ini diprakarsai oleh Kyai Sholeh yang berasal dari Banjarmelati dan kemudian diteruskan oleh KH. Abdul Karim (menantunya) yang berasal dari Jawa Tengah.

Lirboyo menjadi salah satu pusat studi Islam yang memadukan tradisi untuk mengisi kemodernitasan. Kesuksesan sistem pendidikan ini terbukti dari alumnusnya yang telah menjadi tokoh yang saleh baik dalam bidang agama maupun bidang sosial.

6. PONDOK PESANTREN AL-ANWAR, SARANGBerdiri Tahun 1967 M


Selanjutnya adalah Pondok Al-Anwar Serang, Pondok pesantren ini berawal dari kelompok pengajian yang dirintis oleh KH. Zubair Dahlan dan Kh. Ahmad Syuaib di Karangmangu, Sarang, Rembang. Kemudian di tahun 1967 didirikanlah sebuah pondok pesantren oleh KH. Maimun Zubair.

Pengajian ini awalnya dilaksanakan di mushala setempat dan pada perkembangannya, kedua perintis kemudian mendirikan tiga bangunan dan terpisah menjadi 3 komplek yakni komplek A, B, C. Pada komplek A inilah PP Al Anwar dikembangkan.

Dari masa kemasa perkembangan ponpes ini cukup pesat. Mengacu pada sistem salafiyah sehingga santri disini wajib mengikuti ustadz baik individual (sorogan) atau bersama-sama (bandongan).

7. PONDOK PESANTREN AL IHYA ULUMUDDIN, CILACAP –  Berdiri Tahun 1925 M


Pondok yang selanjutnya adalah Pondok Al-Ihya Ulumuddin, Ponpes ini didirikan oleh KH Badawi Hanafi pada Nopember 1925 di Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Waktu berjalan dan beliau mengamanatkan kepada putranya untuk mengembangkan PP Al-Ihya Ulumuddin yakni kepada KH Chasbulloh Badawi dan juga kepada KH Ahmad Mustholih.

8. PONDOK PESANTREN AL-FATAH, TEMBOROBerdiri Tahun 1938 M


Kemudian di nomor 8 adalah Pondok pesantren Al-fatah Temboro, Pesantren yang tepatnya terletak di Temboro, Kecamatan Karas, Magetan ini menjadi salah satu pesantren dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Didirikan oleh KH. Sarbun Sidik dan diawali dari sebuah mushala kecil, berkembang menjadi masjid Al-Fatah hingga menjadi sebuah pondok pesantren seperti sekarang. Kelebihan dari PP ini yakni kebersihan lingkungannya, utamanya air bersih dan kamar mandi.

9. PONDOK PESANTREN BUNTET, CIREBONBerdiri Tahun 1785 M


Di posisi ke Sembilan adalah Pondok pesantren Buntet Cirebon, Pesantren tertua ke Sembilan ini menjadi pelopor berdirinya banyak pesantren di kawasan Jawa barat, Banten hingga DKI Jakarta. Sudah banyak para alumnus pesantren Buntet yang tengah menjadi pengasuh pesantren di tiga kawasan tersebut. Fakta ini juga menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi alumni PP Buntet.

10. Pondok Pesantren Musthafawiyah, Sumatera UtaraBerdiri Tahun 1912 M


Pondok tertua selanjutnya adalah Pondok Musfhafawiyah Sumut, Pesantrenrikan oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily. Pesantren ini juga memiliki sarana pendidikan formal yang lengkap mulai dari TK sampai ke PT. Selain itu, di pesantren Mustafawiyah juga terdapat tahfidz Al-Quran dan ma’had aly.

11. PONDOK PESANTREN NURUL JADID, PROBOLINGGO Berdiri Tahun 1950 M


Kemudian yang kesebelas adalah Pondok Nurul Jadid, Secara resmi ponpes ini didirikan pada tahun 1950 oleh KH Zaini Munim di Karanganyar, Paiton, Probolinggo. Tempat ini menjadi tempat favorit bagi para pelajar yang ingin menimba ilmu agama. Meski usianya telah mencapai lebih dari setengah abad, pesantren ini tetap menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia.

12. Pondok Pesantren Darunnajah, JakartaBerdiri Tahun 1974 M


Pesantren ini telah dirintis sejak 1942 dan didirikan pada 1974 tepatnya pada 1 April. Pendirinya yakni KH. Abdul Manaf Mukhayyar dan rekannya KH Qomaruzzaman serta KH Mahrus Amin.

Pesantren ini terbilang unik jika dibilang dengan lainnya. Menerapkan sistem asrama atau boarding school dengan sistem pendidikan yang kreatif dan inovatif. Apalagi dengan tambahan sarana pendidikan yang lengkap membuatnya menjadi salah satu pesantren favorit di kawasan Jabodetabek.

Inilah Daftar Pondok Pesantren Tertua Di Indonesia Hingga Sekarang

Berikut ini adalah daftar pondok pesantren Terbaik dan Populer di Provinsi Banten Indonesia :

1. PONDOK PESANTREN LA TANSA

Lokasi : Kampung Parakansantri, Banjar Irigasi, Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten 42372

Pesantren ini didirikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief (Almarhum) yang bertindak juga sebagai pemimpin pesantren Daar el-Qolam (Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang) saat itu. Kini, setelah pendiri wafat, Pesantren La Tansa dipimpin oleh K.H. Adrian Mafatihullah Karim, MA dan Dr. K.H. Sholeh, S.Ag, MM. Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan La Tansa Mashiro, yang juga didirikan oleh Drs K.H. Ahmad Rifa'i Arief.

Pondok Pesantren La Tansa terlahir sebagai manisfestasi kebutuhan ummat akan pola dan sistem pendidikan yang sesuai dengan kondisi kekinian, kondisi di mana hajat akan terciptanya sebuah generasi yang tidak hanya mengejar nilai-nilai duniawi tetapi juga tidak menghilangkan nilai-nilai ukhrawi yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan tuntutlah dengan apa yang telah diberikan Allah kepadamu kebahagiaan akhirat, dan jangan lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berlaku baik kepadamu, dan jangan membuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang merusak” (QS Al-Qashash:77)

2. PONDOK PESANTREN DAAR EL-QOLAM



Lokasi : Jl. Raya Serang, Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang, Banten 15610

Pondok Pesantren Daar el-Qolam (معهد دار القلم للتربية الإسلامية) adalah sebuah pondok pesantren berlokasi di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang didirikan pada tanggal 20 Januari 1968. Pesantren ini adalah gagasan Haji Qasad Mansyur yang direalisasikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifai Arief(1942-1997). Setelah K.H. Ahmad Rifa'i Arief meninggal dunia pada tanggal 15 Juni 1997, pondok ini dilanjutkan oleh K.H. Drs. Ahmad Syahiduddin, K.H. Adrian Mafatihullah Karimdan Hj. Enah Huwaenah. Lembaga pendidikan Islam ini adalah model integrasi antara sistem pendidikan pondok dengan sistem pendidikan madrasah dan sekolah. Hingga Juli 2012, Pondok Pesantren Daar el-Qolam merupakan pondok pesantren terbesar sedaerah Banten, dengan jumlah kurang lebih 5000 jiwa.

Adapun kurikulum yang diterapkan dalam Pondok Pesantren Daar el-Qolam mencakup pelajaran agama dan pelajaran umum yang terintegrasi. Setiap hari santri mendapatkan pelajaran 7 jam pelajaran, yang masing-masing berdurasi 45 menit, diselai oleh 25 menit istirahat, yang berkisar dari pukul 7:00 waktu setempat hingga pukul 15:00 waktu setempat. Di luar jam formal tersebut, santri juga mendapatkan pengajaran al-Quran, kitab kuning, dan kursus-kursus yang bisa diikuti sesuai dengan minat dan kemampuan santri itu sendiri, seperti kursus Bahasa Inggris, kursus Bahasa Arab, kursus komputer, kursus bela diri, dan lain sebagainya.

Integrasi sistem itu juga memudahkan para santri untuk melanjutkan pendidikannya pada tingkat pendidikan tinggi, khususnya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang memang diperuntukkan untuk para lulusan madrasah dan pesantren. Bekal bahasa Arab dan Inggris yang telah diberikan semasa belajar di pondok, memudahkan para santri untuk memahami kurikulum pada IAIN. Beberapa santri Daar el-Qolam yang menjadi mahasiswa berprestasi di IAIN. Selain itu pula, banyak pula santri yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah seperti Mesir, Makkah dan Madinah.

Mulai tahun ajaran 2007/2008, Pondok Daar el-Qolam mencanangkan program kelas unggulan, yang disebut dengan Program Excellent Class. Di dalam program itu, semua siswa yang telah lolos kualifikasi dari segi nilai rata-rata saat kenaikan (minimal 6.25) dan kelakukan bisa merasakan pengalaman yang sedikit berbeda dengan kelas biasa. Di masing-masing kelas, yang terdapat 25 kelas itu, terdapat proyektor berteknologi Digital Light Processing (DLP) dan juga diizinkannya mereka untuk membawa dan menggunakan Internet melalui komputer atau notebook milik sendiri (dengan skema Bring Your Own Device/BYOD) di luar jam pelajaran formal (seperti waktu istirahat dan malam hari), tentu saja untuk menunjang pembelajaran.

3. PONDOK PESANTREN RIYADHUSHOLIHIIN


Lokasi : Jl. Kadukacang KM.0,5, Rocek, Cimanuk, Batubantar, Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten 42271

Pondok Pesantren Riyadhussholihiin dibangun di atas pondasi TAQWA dengan Asas Al-Qur’an dan Sunnah, berupaya mengembalikan masyarakat islam kepada jalan Islam yang sesungguhnya yang datang dari Allah dan Rosul-Nya serta berupaya mendidik dan membekali kader dakwah dengan Aqidah Sholihah, ‘Ibadah, Adab dan Akhlak dan Mu’amalah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan Manhaj Salafus Sholeh, Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta ditambah materi khusus Hafalan Qur’an juga dipadu dengan Ilmu umum dan keterampilan yang dibimbing oleh tenaga pengajar lulusan dalam dan luar negeri.

Pondok pesantren yang bertempat di bawah kaki dua gunung Pulau Sari dan gunung Karang ini Insya Allah dibangun di atas pondasi taqwa dan asas Al-Qur’an dan As-sunnah, dengan berupaya mengembalikan masyarakat islam secara khusus yang sudah banyak terkontaminasi dengan ajaran-ajaran dan pemikiran-pemikiran yang menyimpangkan mereka dari jalan yang lurus dan agama yang hanif, kepada jalan islam yang sesungguhnya yang datang dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Kurikulum di Pondok Pesantren Riyadhussholihiin terdiri dari kurikulum yang dipadukan antara:

1. Kurikulum Dinas Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum Diniyyah Pondok Pesantren Riyadhussholihiin dengan rincian sebagai berikut :

- Kurikulum KTSP, kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).

Adapun Kurikulum KTSP yang kami gunakan yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, IPA, IPS, Kimia, Matematika, Sosiologi, Teknologi Informasi dan Komunikasi.

2. Kurikulum Diniyah Pondok Pesantren Riyadhussholihiin terbagi menjadi 2 bagian yaitu Pendidikan Agama dan Bahasa Arab dengan rincian sebagai berikut:
- Pendidikan Agama (Akhlaq, Faraidh, Fiqih, Hadits, Hifdzul Mutun, Manhaj, Qawaa`id Fiqhiyyah, Siroh, Tafsir, Tajwid & Tahsin, Tauhid, Ushul FiqihUshul Tafsir.
- Bahasa Arab (Al-'Arabiyah Linnasyi'in, Adab, Balagoh, Imla, Khot, Nahwu, Shorof, Ta`bir.

4. PONDOK PESANTREN AL-MUBAROK SERANG


Lokasi : Cimuncang, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42117

Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang adalah sebuah pesantren yang berada di jalan KH. Abdul Latif nomor 07 Cimuncang Sumur Pecung, Kabupaten Serang, provinsi Banten, Indonesia.

Kurikulum yang digunakan mengacu pada Kurikulum Nasional dengan Muatan Lokal disesuaikan dengan Kurikulum Pondok Pesantren Modern Al-Mubarok. Selama 24 jam santri dibimbing oleh Dewan Guru dan Pengasuh Pesantren dengan landasan Panca Jiwa Pondok Pesantren (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, Bebas Berfikir) dan memperhatikan perkembangan jiwa anak usia remaja.

Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang memiliki ciri khas dalam mendidik, membina, dan membimbing santri. Hal ini dilakukan dengan cara kegiatan mengaji Al-Qur’an, kitab-kitab kuning, dan keterampilan. Mengaji dalah kegiatan utama para santri sementara sebagai penunjang, diberikan keterampilan-keterampilan sebagai bekal kelak para santri selepas keluar dari Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang dalam mendakwahkan Islamiyah.

Seperti halnya pondok Pesantren lain, Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang, juga mengajarkan materi-materi standar dan khas Pesantren. Diantaranya, dalam bidang fiqih, kitab yang dipeljari adalah : Safinatun-Najah, Taqrib, Fathul Qorib, Tadhib. Dalam bidang nahwu, para Santri diajarkan kitab yaitu : Matan Al-Jurumiyah, Awamil, Muhtashor Jidan, Imriti, dan Al-Fiyah Ibnu Malik. Sementara dalam bidang shorof, para santri diajarkan kitab kailany, Matan Bina. Kemudian para Santri juga diajarkan kitab-kitab yang lainnya seperti : Durotun Nasihin, Sullamut-Taufiq, Ta’lim Muta’lim dan tafsir Jalalain.

5. PONDOK PESANTREN NUR EL FALAH KUBANG


Lokasi : Desa Kubang Jaya, Kadugenep, Petir, Serang, Banten 42172

Pondok pesantren Nur El Falah didirikan pada tahun 1943 oleh Almarhum KH.Abdul Kabier (tokoh pendidikan Banten) murid dari Hadrotusyaikh KH.Hasyim Asyari (Pendiri Nahdlatul Ulama) yang beralamatdi kp. Kubang Ds.Kubang Jaya Kec.Petir Kab. Serang Banten.  Pondok Pesantren Nur El Falah saat ini konsisten mencetak kader ulama yang intelek sesuai visi misi dari didirikannya pesantren ini dan tahun ini pesantren serius membangun pesantren berbasis teknologi sehingga orang tua santri dapat melakukan pemantauan kegiatan santri dengan cara online baik kehadiran, kesehatan, kegiatan, nilai, prestasi, tabungan dan pelanggaran.

Kegiatan pendidikan di Pondok pesantren ini terbagi menjadi empat tahapan, yaitu:

1. Al-Mubtadi yaitu santri dibimbing menguasai 140 masalah agama dasar baik dari segi aqidah, fiqih ibadah, muamalah dan amaliyah harian sehingga para santri dapat beribadah dengan baik dan juga mampu memimpin Doa, tahlil dan fase ini di tempuh dalam waktu paling lama 5 bulan.

2. Tsanawi yaitu para santri di bina untuk mampu berkomunikasi menggunakan 2 bahasa Internasional  Bahasa Arab dan Inggris dan fase ini di selesaikan santri dalam waktu 6 bulan.

3. Aliyah yaitu fase dimana santri mempelajari kaidah Ilmu Nahwu dan Sharaf serta dibimbing untuk dapat menerapkan kaidah yang di kuasai untuk membaca Kitab Kuning dengan baik dan fase ini diselesaikan dengan waktu 6 bulan.

4. Ulya merupakan fase dimana para santri mendapatkan bimbingan ilmu ilmu keagamaan baik dalam Aqidah, Al-Quran, Hadits, Akhlaq, Fiqh, Usul Fiqih Tajwid, Tafsir, Balaghah, Mantiq dan lain-lain.

Program Unggulan Pesantren Nur El Falah antara lain:

1. Para santri dites potensi menggunakan sidik jari dan akan diketahui dari hasil tes berupa potensi, cara belajar, keahlian bakat dan lain lain.

2. Para santri juga dibina untuk dapat menguasai komputer dan Teknologi

3. Pesantren memiliki kegiatan Tahunan mendatangkan Syekh dari Al-Azhar Mesir untuk membimbing para santri agar dapat membaca Al-Quran dengan Baik dan pelatihan Hafal alQuran tanpa menghafal.

Pesantren memiliki jenjang pendidikan formal yang lengkap sehingga santri dapat memilih sesui dengan keinginannya. Pesantren memiliki jenjang pendidikan formal seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas ( SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan tinggi STAIKHA (Sekolah Tinggi Agama Islam KH.Abdul Kabier).

6. PONDOK PESANTREN MODERN ASSA'ADAH


Lokasi : Jl. Raya Serang-Pamarayan KM.25, Dahu, Cikeusal, Dahu, Cikeusal, Serang, Banten 42175

Pada tahun 1985, atas dasar musyawarah keluarga, sesepuh dan tokoh masyarakat kampung Pasir manggu, terbentuklah sebuah Yayasan dengan nama Yayasan Assa’adah – sesuai dengan nama tempat diadakannya musyawarah yaitu Masjid Jami’ As-Sa’adah – dan tercatat dalam akta notaris Mahmudah Rijanto no. 6 tanggal 5 Desember 1985.

Dan pada tahun 1989 Yayasan Assa’dah memulai operasional Pondok Pesantren Modern Assa’adah dengan mengelola dan menyelenggarakan pendidikan formal dan menerapkan sistem asrama. Pada perkembangannya dalam hal operasionalisasi kegiatan, Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengacu kepada standar isi dan arahan dari Departemen Agama dan Depertemen Pendidikan Nasional dan berafiliasi kepada Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dalam hal pembinaan kepribadian santri. Adapun tingkat pendidikan yang diselenggarakan pada saat itu adalah Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan Madarasah Aliyah (MA)

Pondok Pesantren Modern Assa’adah menerapkan sistem pendidikan modern, dimana para santri tidak hanya belajar ilmu dan kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) tetapi juga mengajarkan santri ilmu pengetahuan umum seperti Matematia, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Teknologi dan informasi dalan lain sebagainya. Dan format pelaksanaan proses pembelajaran dibuat classical dimana satri tidak lagi belajar dengan format sorogan.

Walaupun format proses pembelajaran didesign modern, namum Pondok Pesantren Modern Assa’adah dalam prakteknya tetap melestarikan budaya pesantren tradisional dengan tetap mengajarkan kajian kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) sebagai ciri khas pesantren di Indonesia.

7. PONDOK PESANTREN PUTRI AL-MANSHUR DARUNNAJAH 3

Lokasi : Jalan Raya Palka KM. 07, Nangkabongkok, Pabuaran, Kec. Pabuaran, Serang, Banten 42163

Pondok Pesantren Putri Darunnajah 3 Al-Manshur Serang Banten adalah lembaga pendidikan Islam modern yang menerapkan sistem kurikulum terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran bahasa Arab dan Inggris yang intensif.

Lingkungan asri dan alami yang didukung dengan fasilitas lengkap, membuat santri-santri Al-Manshur selalu bersemangat dalam menuntut ilmu. Pesantren Al-Manshur menyelenggarakan pendidikan dari tingkat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (MD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP/SLTP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SLTA).

8. PONDOK PESANTREN MODERN AL-MIZAN

Lokasi : Jl. Jenderal Sudirman Km.3, Narimbang Mulia, Rangkasbitung, Narimbang Mulia, Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42315

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam kegiatan pendididkan, nilai-nilai islami yang bertujuan menghidupkan, memelihara serta meningkatkan semangat dikalangan umat islam khusus nya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan berdiri pada tanggal 1 Mei 1993 berdasarkan Akta Notaris Nuzwar, SH Rangkasbitung Nomor 16 tanggal 15 maret 1993. Pondok Pesantren Modern Al-Mizan pertama membuka penerimaan siswa/i tanggal 10 juni 1993, alhamdulillah pada tahun pertama Pondok Pesantren Modern AL-Mizan menerima 67 santri putra dan putri dari berbagai daerah.

Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah Drs KH Anang Azhari Alie, M.Pd.I , ketika itu Pondok dibangun diatas tanah milik Bapak H Kustani yang berlokasi di jalan kapugeran dekat alun-alun Rangkasbitung di atas tanah seluas 316 m2 yan merupakan sebuah gudang balok yang kemudian disulap menjadi asrama putri yang serba darurat.

Untuk asrama putra berlokasi di kantor PT Andi Jaya milik Bpk H Kustani yang berjarak 100 m dari asrama putri.
Suatu Lembaga pendidikan pasti dibangun karena memiliki tujuan tertentu dan pondok Pesantren Modern Al-Mizan  ini juga memiliki visi dan misi serta juga memiliki Tujuan dan disini ane mau menjabarkan hal tersebut.

Al-Mizan sebagai pesantren prosfektif yang mampu mencetak santri berakhlaq mulia, berbadan sehat, kreatif, berpengetahuan luas dan berfikiran terbuka, berjiwa ikhlas, kebersahajaan, berukhuwah Islamiyah dan berdikari.

Saat ini PPM Al-Mizan hingga kini telah mengeluarkan ribuan alumni, sebagian besar dari mereka melanjutkan ke PTN dan PTS baik dalam maupun luar negeri (Malaysia, Mesir, Yordania,  Yaman, Iran,) mereka tersebar di segala jurusan seperti : Keagamaan, Kedokteran, Ekonomi, Perbankan, Teknik, Akper, Akbid, Akpol, Akmil, Komputer, Hukum, Pertanian, Pariwisata, Psikologi dll. Sebagian mereka telah bekerja baik di sektor formal maupun nonformal atau terjun di lembaga pendidikan, organisasi keagamaan dan organisasi politik.

9. PONDOK PESANTREN DAARUTTASBIH AR-RAFI

Lokasi : Jl. Puri Agung No.RT 03/04, Gelam Jaya, Kec. Ps. Kemis, Tangerang, Banten 15560

Pondok Pesantren Daarut Tasbih Ar-Rafi atau biasa dikenal Pondok Pesantren Daarut Tasbih adalah salah satu Pondok Pesantren di Jl. Raya Puri Agung RT.03 / RW.04, Gelam jaya, Pasarkemis, Kuta Jaya, Tangerang, Banten. Pesantren ini dikenal sebagai pesantren rahabilitasi bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, pengobatan bagi pecandu narkoba, dan keterbelakangan mental.

Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tasbih Ar-Rafi telah memiliki lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, yaitu Lembaga Pendidikan Islam Daarut Tasbih dengan jenjang pendidikan yang sudah ada saat ini yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan Tanpa Dipungut atau Biaya Gratis untuk Anak - Anak Yatim, Yatim Piatu, Fakir Miskin yang kurang dan tidak mampu.

10. PONDOK PESANTREN MANAHIJUSSADAT

Lokasi : Serdang, Cibadak, Malabar, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten 42357

Pondok Pesantren Modern MANAHIJUSSADATadalah lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan terpadu 24 jam dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Berdiri sejak tahun 1997 dan telah menghasilkan para alumni yang berkiprah di tengah-tengah masyarakat, baik di lembaga formal maupun non formal.

Sementara para pengajarnya memulai beberapa Pesantren ternama di Nusantara dan para sarjana S1 dan S2 yang sesuai dengan bidangnya.

11. PONDOK PESANTREN MODERN DAREL AZHAR

Lokasi : Jl. Komp. Pendidikan No.RT 08/09, Muara Ciujung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314

Sejarah awal berdirinya Pondok Modern Daar El – Azhar berawal dari banyaknya minat terhadap pendidikan pesantren begitu besar dan respon dari masyarakat begitu baik, maka pada 1991 –1992 mulailah dirintis pendidikan dan pengajaran extra di asrama (di luar jam sekolah) yang dinamakan “Persemaian Santri Madinah el-Tullab”.

Santri pada waktu itu  berasal dari tingkat SD, SMP, SMEA, dan STM. Mereka digembleng sebelum dan sepulang sekolah.Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pendidikan dan pengajaran, maka diperlukan elaborasi sistem pendidikan dan pengajaran selama 24 jam.

Bermula dari seorang figur Drs. K H. Ikhwan Hadiyyin, MM yang meneguhkan cita-cita sucinya yang taken for granted, santri dari berbagai tingkat (SD, SLTP dan SLTA) dan berbagai daerah yang berjumlah 17 serta dukungan penuh 11 orang tenaga pengajar dengan menggunakan fasilitas Madrasah Diniyah sebagai ruang belajar dan rumah Bapak H. A. Damanhuri, BA (Alm) Ketua Yayasan Nurul Hasanah sebagai Asrama.

Pada 3 Maret 1995 itulah, diiringi dengan niat Jihad li I’lai Kalimatillah sebagai kredonya, Bismillah Pondok Pesantren Modern Daar el-Azhar  didirikan.

Semakin hari bilangan santri semakin bertambah, sehingga rumah kyai tidak mencukupi. Para santri berinisiatif untuk mendirikan sebuah Gedung yang yang dibiayai keluarga yayasan kelak kemudian hari disebut Al-Azhar Building yang berlokasi + 400 M dari lokasi semula. Dengan Self Berdruifing System (sama-sama membayar dan sama-sama memakai) gedung tersebut akhirnya terwujud dan menjadi titik sejarah perkembangan Daar el-Azhar di kemudian hari.

 Berangkat dari sinilah Sang Kiai dan semua Pendidik menyetrum santri-santri dengan berbagai doktrin-doktrin religius, scince, bimbingan-bimbingan etos kerja yang tinggi dalam bekerja, pemahaman cultur Islam, dan jiwa-jiwa keislaman yang berfundamental Quran dan Hadist (Holy Book dan Propetic Tradition) sebagai pedoman hidup. Bekerja dengan Ihsan yaitu bekerja sebaik-baiknya guna mencapai tujuan yang optimal, tidak setengah-setengah atau mediocre.

12. PONDOK PESANTREN SALAFI NAHDLATUL ULUM CEMPAKA

Lokasi : Jl. Raya Kresek No.10, Renged, Kec. Kresek, Tangerang, Banten 42196

Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum (NU) berdiri tanggal 23 Sya’ban 1423 H bertepatan dengan tahun 2002. Semula Pondok pesantren ini menggunakan metode salafiyah murni tidak menyelenggarakan pendidikan formal. Basis pengkajian Ponpes ini adalah kitab kuning dengan target capaian dalam tiga tahun santri telah dapat membaca kitab kuning.

Bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1431 atau 18 Desember 2009 mengakomodir pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Metode pembelajaran yang diterapkan Pondok Pesantren Salafiyah NU terdiri dari dua metode:

Santri belajar di madrasah dari jam 8.00-12.30 sebagaimana laiknya pembelajaran MTs/MA lainnya.

Santri belajar kitab kuning dengan cara klasikal di waktu sore, malam, dan subuh dengan cara klasikal sesuai kemampuan siswa, tidak menilai klas berapa dia di madrasah. Bisa jadi klas XII MA berada satu kelas dengan kelas VII MTs bila kemampuannya dalam kitab kuning dianggap belum laik berada di klas yang lebih tinggi, begitupula sebaliknya.

13. PESANTREN NURUL ILMI DARUNNAJAH 14

Lokasi : Jl. Raya Palka Km. 05, Pabuaran, Sindangheula, Kec. Pabuaran, Kota Serang, Banten 42163

Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 berada di Pabuaran Serang Banten. Pondok Pesantren Modern terbaik ini memiliki dua jenjang pendidikan, yaitu SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan Multimedia.

Pondok Pesantren Nurul Ilmi khusus menerima santri putra dan menyediakan beasiswa bagi santri berprestasi. Nurul Ilmi memiliki banyak kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, seni bela diri, public speaking (latihan pidato), kursus programming, robot, desain, dan bebagai cabang olah raga seperti futsal, basket, volly, badminton.

Pondok Pesantren Modern Nurul Ilmi memiliki banyak prestasi dalam bidang IT (Informasi dan Teknologi), sering menjadi juara dalam perlombaan dari taraf regional sampai nasional.

Nurul Ilmi memiliki fasilitas lengkap seperti asrama, masjid, koperasi, laboratorium komputer, lapangan futsal, lapangan basket, lapangan badminton, guest house (penginapan), perkantoran, gedung sekolah, ruang rapat, kantor organisasi santri, dll.

14. PONDOK PESANTREN AL RAHMAH WALANTAKA

Lokasi : Lebakwangi, Kec. Walantaka, Kota Serang, Banten 42183

Pondok pesantren Al-Rahmah adalah lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Rahmatan Lil'alamin, menginduk pada pondok pesantren Darussalam Gontor. Terletak di Desa Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten. Daerah pondok pesantren seluas 5 Ha diorientasikan pada aktivitas santriwan dan santriwati untuk pembentukan generasi Islam yang handal dan berintegritas tinggi.

Pondok Pesntren Al Rahmah menekankan pada pembentukan pribadi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas. Kriteria atau sifat-sifat utama ini merupakan motto pendidikan di Pondok Pesntren Al Rahmah.

Itulah 14 pondok pesantren Terbaik dan Populer di Provinsi Banten.

Inilah 14 Pondok Pesantren Terbaik dan Terkenal di Banten