Social Items

Tampilkan postingan dengan label kumpulan Mukjizat Nabi Ibrahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan Mukjizat Nabi Ibrahim. Tampilkan semua postingan
Setelah Nabi Ya’qub memiliki 12 keturunan yang disebut dengan asbath (keturunan Ya’qub). Dengan istri pertamanya, Rahiil, Nabi Ya’qub mendapatkan Nabi Yusuf ‘alaihissalaam dan Bunyamin.

Kuwaluhan.com

Dari istri keduanya, Laya, lahirlah Ruubil, Syam’un, Laawi, Yahuudza, Isaakhar dan Zabilon. Sedangkan dari budak milik Rahiil lahir Daan dan Naftaali, dan dari budak milik Layaa lahir Jaad dan Asyir.
Beliau pun juga semakin dekat dengan datangnya kematian.

Alloh berfirman :

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q.S. Al-Baqarah (2): 133)

Tergeletak di atas tikar maut, Nabi Ya’kub As tetap memikirkan keselamatan aqidah putra-putranya. Mulutnya terbata-bata menanyakan kiblat aqidah mana yang akan diikuti putra-putranya sepeninggalnya.

“Sepeninggalku, ke arah mana wajah aqidah kalian hadapkan? Tuhan seperti apa yang kalian sembah?” Tanya Ya’kub As.

“Qiblat aqidah kami mengikuti nenek moyang; Ibrahim, Ismail dan Ishaq. Sembahan mereka itu juga sembahan kami,  Tuhan Yang Maha Esa.” Jawab mereka.

Nabi Ya’kub As tidak menanyakan label ketuhanan dari apa yang akan mereka sembah sepeninggalnya, tetapi dia menanyakan sifat-sifat seperti apa yang dimiliki tuhan yang kelak mereka sembah.

Suatu hari Nabi Ya’qub sedang berbincang dengan Malaikat Maut. Di tengah-tengah perbincangannya, Nabi Ya’qub berkata, “Aku tahu tugasmu sebagai pencabut nyawa. Alangkah baiknya, jika engkau mengabari aku terlebih dahulu sebelum menjemput ajalku nanti.”

Malaikat Maut pun berkata, “Baiklah, nanti akan aku kirimkan kepadamu dua atau tiga utusan.” Kemudian Malaikat itupun pergi meninggalkan Nabi Ya’qub.

Setelah beberapa lama, Malaikat itu datang menghampiri Nabi Ya’qub. Karena biasanya bertamu, Nabi Ya’qub tak kaget lagi melihat Malaikat itu datang menemuinya.

Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan engkau sekadar bertamu seperti biasanya?”

Malaikat Maut menjawab, “Tidak, aku mau mencabut nyawamu.”

Kaget, Nabi Ya’qub lantas berkata, “Bukankah aku pernah berpesan padamu agar mengingatkan aku sebelum kau mencabut nyawaku?”

Malaikat Maut menjawab, “Aku sudah kirimkan kepadamu pesan itu, tidak hanya satu bahkan tiga : pertama, rambutmu yang mulai memutih; kedua, badanmu yang mulai melemah; dan ketiga badanmu yang mulai membungkuk. Itulah pesan yang kukirimkan kepada semua manusia sebelum aku mendatangi mereka.”

Kemudian Malaikat mau mencabut nyawa Nabi Ya’qub. Ayah dari Nabi Yusuf itupun meninggalkan dunia dengan kedamaian.

Cerita ini menjadi pelajaran bagi kita. Bukan tanpa peringatan, Allah dan Malaikat-Nya sudah memberikan tanda-tanda seseorang yang akan menemui ajalnya melalui 3 hal tersebut.

Melaui uban pula seseorang akan ditinggikan derajatnya dan dihitung sebagai kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban, walau hanya sehelai, kecuali setiap ubannya akan dihitung sebagai kebaikan yang akan meninggikan derajatnya”

Maka ketika tanda-tanda tersebut telah muncul, hendaknya menjadi alarm kita bahwa sebentar lagi akan meninggalkan dunia yang fana. Bukan lagi waktunya untuk bersenang-senang dengan memperbanyak dosa, melainkan mnimbun pahala.

Alangkah baiknya seseorang yang panjang umurnya dan baik pula perbuatannya seperti hadits Nabi berikut, ”Sungguh berbahagia bagi orang yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.” (HR Thabrani).

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Cerita Wafatnya Nabi Ya'qub As

Nabi Nuh adalah seorang rasulrasul diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur'an. Nabi Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM.


Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern. Namanya disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru, dan 43 kali dalam Al-Qur'an.

Dalam agama Islam, nabi Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Beliau merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Mutawasylah(Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.

Nabi Nuh hidup selama 950 tahun. Beliau mempunyai istri bernama Wafilah, sedangkan dari beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kan'ʻan, Yafith, Syam dan Ham.

Menurut Al-Qur'an, ia memiliki 4 anak laki-laki yaitu Kanʻān, Sem, Ham, dan Yafet. Namun Alkitab hanya mencatat, beliau memiliki 3 anak laki-laki Sem, Ham, dan Yafet.

Kitab Kejadian mencatat, pada jamannya terjadi air bah yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut. Setelah air bah reda, keluarga Nuh kembali me-repopulasi bumi.

Nabi Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.

Nabi Nuh memiliki Mukjizat diantaranya adalah :


  • Doanya dikabulkan saat Nabi Nuh meminta diturunkan Azab kepada Kaumnya. 
  • Nabi Nuh Membuat Bahtera (Perahu) disaat musim kemarau. 
  • Kotoran manusia yang dibuang kaumnya ke dalam Perahu Nabi Nuh menjadi Penyembuh segala Penyakit. 
  • Nabi Nuh terselamatkan dari banjir air Bah atas kehendak Alloh SWT yang memusnahkan seluruh umat manusia, terkecuali Nabi Nuh dan Pengikutnya yang beriman serta sepasang hewan yang dibawanya.


Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa Mukjizat yang dimiliki oleh nabi Nuh as, jika ada kekurangan dalam tulisan diatas silahkan berkomentar.

Inilah Kumpulan Mukjizat Nabi Nuh As dalam Islam

Nabi Hud adalah seorang nabi yang diutus oleh Alloh SWT teeterha Kaum 'Add yang tinggal di daerah al-Ahqaf, Rubu' al-Khali-Yaman.

Nabi Hud dikenal dalam ajaran agama Islam, Yahudi dan Kristen. Namanya disebutkan sebanyak 7 kali dalam kitab Al-Qur'an. Umat Muslim percaya bahwa Nabi Hud hidup sekitar 150 tahun dan diutus menjadi rasul pada tahun 2400 SM. Diriwayatkan bahwa ia wafat di daerah Timur Hadhramaut, Yaman.


Nabi Hud merupakan keturunan dari suku 'Aad (عاد), suku yang hidup di jazirah Arab, disuatu tempat yang bernama Al-Ahqaf yang terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Oman.

Mereka adalah kaum penyembah berhala bernama Shamud, Shada, dan al-Haba. Mereka termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nuh. Mereka dikaruniai oleh Allah (الله‎) tanah yang subur, dengan sumber-sumber air yang memudahkan mereka untuk bercocok tanam.

Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh (نوح), kaum Hud, yaitu suku 'Aad tidak mengenal Allah sebagai Tuhannya. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama Shamud dan Alhattar dan itu yang disembah sebagai tuhan mereka yang menurut kepercayaannya dapat memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris a.s. (إدريس) dan Nabi Nuh a.s. (نوح) sudah tidak dijalankan lagi.

Nabi Hud memiliki Mukjizat diantaranya yaitu :

  • Meramalkan akan datang Azab kepada Kaum Add yang mendustakan ajaran nabi Hud.
  • Nabi Hud Mendapatkan perlindungan oleh Alloh SWT saat azab menimpa dan Membinasakan kaum Add.


Itulah beberapa Mukjizat dari Nabi Hud As, jika ada kekurangan silahkan berkomentar.

Kumpulan Mukjizat Nabi Hud As dalam Islam

Nabi Shelah adalah salah seorang nabi dan rasul dalam agama Islam yang diutus kepada Kaum Tsamūd. Beliau diangkat menjadi nabi pada tahun 2100 SM.


Nabi Saleh Alaihissalam, menurut silsilah, beliau adalah putra dari ‘Ubaidah bin Tsamud bin ‘Amir bin Iram bin Sam bin Nuh Alaihissalam. Ia diutus ke tengah-tengah bangsa Tsamud yang hidup di bekas reruntuhan kaum Aad.

Bangsa Tsamud ternyata lebih pandai daripada kaum Aad. Setelah kaum Aad binasa, negeri mereka menjadi tandus dan kering. Kemudian negeri ini dibangun kembali oleh kaum Tsamud, sehingga bagai disulap menjadi negeri yang hijau dan makmur.

Akan tetapi seperti kaum pendahulunya, kaum Tsamud pun menjadi sombong dan lupa diri. Hukum rimba berlaku lagi, mereka yang kuat menekan mereka yang lemah. Mereka pun tidak mau mendengarkan dakwah Nabi Saleh Alaihissalam.

Nabi Soleh memiliki Mukjizat diantaranya yaitu :

- Mengeluarkan Seekor Unta dari dalam Batu

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu.

Beliau memohon kepada Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.

- Menurunkan Azab kepada Kaum Tsamud atas izin Alloh SWT

Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidur, wajah mereka menjadi kuning dan akan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestina, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Itulah beberapa Mukjizat Nabi Shaleh AS.

Kumpulan Mukjizat Nabi Shaleh AS dalam Islam

Nabi Ibrahim as, dikenal dengan julukan Khalilullah (kekasih Allah), merupakan salah satu nabi Ulul Azmi. Ia adalah leluhur bangsa Arab dari putranya, Nabi Ismail as, sekaligus leluhur Bani Israil dari putranya yang lain, Nabi Ishak as.


Dalam agama Islam, Abraham disebut Ibrahim. Ia merupakan salah satu dari lima nabi Ulul Azmi. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Ibrahim melakukan pencarian Tuhan yang panjang. Ia pernah menyembah matahari, bulan, dan bintang sebelum akhirnya bertaubat. Ibrahim juga penentang masyarakatnya yang pagan termasuk bapaknya Azar. Dalam Al-Qur'an disebutkan pula bahwa Ibrahim bukan seorang Yahudiatau Nasrani, tetapi ia adalah Muslim.

Nabi Ibrahim memiliki Mukjizat diantaranya yaitu :

  • Melihat burung dihidupkan oleh Alloh
Sewaktu Ibrahim telah bertekad memerangi perilaku syirik dan penyembahan berhala, ia masih ingin meneguhkan keimanan terlebih dahulu sehingga dapat menenteramkan kalbu. Maka Ibrahim memohon kepada Allah, agar diperlihatkan kepada dirinya tentang cara Allah menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.

"...dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepada diriku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman, "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab, "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap." Allah berfirman, "Ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggilah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
Al-Baqarah 2:260

  • Diselamatkan ketika di Bakar
Sebagian ulama salaf menyebutkan bahwa ketika Jibril menampakkan diri kepada Ibrahim di udara, ia bertanya kepada Ibrahim apakah Ibrahim memerlukan bantuan, kemudian Ibrahim menjawab tidak perlu bantuan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Sa'id bin Jubair bahwasanya Malaikat Ar-Ra'd (malaikat pengatur awan dan hujan) mengatakan: "Kapan saja aku diperintah, maka aku akan menurunkan hujan" namun Firman Allah hadir lebih cepat,

"Kami berfirman, "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim."
Al-Anbiya' 21:69

Ka'ab al-Ahbar meriwayatkan, "Saat itu seluruh penduduk bumi tidak bisa menyalakan api, sedangkan Ibrahim tidak terbakar sedikitpun selain tali yang mengikat dirinya." Sedangkan menurut As-Suddiy, "Saat itu Ibrahim didampingi oleh Malaikat Azh-Zhil (malaikat pemberi naungan), sehingga sewaktu Ibrahim berada di kobaran api, sebenarnya ia berada di taman hijau.

Orang-orang melihatnya namun tidak mampu memahami keadaan itu dan ia pun tidak keluar untuk menemui mereka." Ibnu Majah meriwayatkan bahwa ketika Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api besar; semua hewan di muka bumi berusaha memadamkan api tersebut, kecuali tokek yang berusaha membuat api membesar.

  • Pasir berubah menjadi makanan
Abdur Razzaq meriwayatkan bahwasanya ketika Namrudz memiliki banyak persediaan makanan, terdapat orang-orang yang hadir untuk memperoleh kebutuhan makanan, termasuk Ibrahim yang turut hadir. Menurut kitab "Qashash al-Anbiyaa", pada sebuah hari ketika persediaan makanan telah habis, Ibrahim mengambil gundukan pasir, yang kemudian berubah menjadi bahan makanan tatkala ia sampai di rumah.

  • Membangun Ka'bah
Allah SWT berfirman kepada Ibrahim, “Bangkitlah dan dirikanlah untuk-Ku sebuah rumah.”
Ibrahim berkata, “Ya Tuhan, Di manakah?”
Allah berfirman, “Akan Kami tunjukkan kepadamu.”

Berikutnya Allah SWT mengutus awan berkepala untuk berbicara kepada Ibrahim, “Hai Ibrahim, sesungguhnya Tuhanmu menyuruhmu untuk membuat garis sebesar awan ini.”

Lalu Ibrahim AS memandang ke arah awan dan mengambil ukurannya. Selanjutnya awan kepala itu berkata kepadanya, “Apakah sudah engkau lakukan?”

Ibrahim menjawab, “Ya.” Lalu awan itu pun menghilang. Kemudian Allah SWT memunculkan pondasi yang menancap dari bumi, yang kemudian dibangun oleh Ibrahim AS.

Dalam sebuah riwayat lain dari Ali bin Abi Thalib, dikatakan, “Lalu turunlah awan hitam laksana mendung atau kabut yang di tengahnya terdapat sebentuk kepala dan berbicara, ‘Hai Ibrahim, ambillah ukuranku pada bumi, jangan lebih dan jangan kurang.’ Kemudian Ibrahim AS membuat garis, dan itulah yang disebut Bakkah, sedangkan apa yang ada di sekelilingnya adalah Makkah.”

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” (QS. Al-Hajj: 26).

  • Melaksanakan Haji yang pertama kali
Setelah membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim dan Ismail melakukan ibadah haji. Pada tanggal 8 Dzulhijjah, Jibril turun dan menyampaikan pesan untuk mendistribusikan zam zam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Hari itu pun dikenal sebagai hari Tarwiyyah atau hari pendistribusian air. Selesai melakukan dua hal tersebut, Nabi Ibrahim berdoa pada Allah, seperti yang tercantum di Al Baqarah ayat 126.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berikanlah rezki kepada penduduknya dari (berbagai macam) buah-buahan, (yaitu penduduknya) yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” Allah berfirman: “Dan siapa yang kafir maka Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku memaksanya menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali“. ( Q.S Al Baqarah : 126 )

  • Melaksanakan Qurban
Allah mengisahkannya di dalam Al-Qur’an:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail pun menjawab:

Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliu berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail. Allah memujinya di dalam Al-Qur’an:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam [19] : 54)

Allah melanjutkan kisahnya di dalam Al-Qur’an:

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS Ash-Shafaat [37] : 103)

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor domba yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107)

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa Mukjizat Nabi Ibrahim as, semoga bermanfaat.

Kumpulan Mukjizat Nabi Ibrahim As dalam Islam

Loading...