Social Items

Showing posts with label jodoh muslim. Show all posts
Showing posts with label jodoh muslim. Show all posts
Setiap wanita pun juga pasti memiliki impian sama, yaitu mempunyai suami yang baik ketika kelak menikah. Hal ini merupakan impian yang wajar dan logis dimiliki oleh semua wanita, bahkan tidak hanya wanita yang beragama Islam saja, tetapi juga wanita yang beragama selain Islam sekalipun. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan apabila para wanita juga berlomba-lomba dalam menyeleksi pria yang baik untuk menjadi suami harapannya.


Selain itu, suami juga merupakan manusia pemimpin yang kelak akan mendampinginya seumur hidup, serta mengayomi dan menyayangi anak-anaknya. Banyak sekali kriteria pria baik yang layak untuk dijadikan seorang suami. Namun dalam artikel ini kriteria yang akan dibahas ialah kriteria calon suami menurut Islam serta kita memiliki cara memilih pendamping hidup dalam islam. Dengan kata lain, kriteria suami di sini sebagaimana dijelaskan atau dianjurkan dalam ajaran Islam, baik dari firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an maupun sabda Nabi Muhammad SAW di dalam Hadits.

Berikut berbagai tanda-tanda calon suami menurut islam, antara lain:

Beragama Islam

Bagi wanita muslimah yang sedang mencari jodoh dalam ajaran islam ialah harus beragama Islam. Sudah jelas bahwa bagi Anda (wanita) muslimah yang ingin bersuami, maka pilihlah pria yang beragama Islam, sama seperti Anda. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

“…Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya…” (Q.S. Al-Baqarah: 221).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah(pelajaran) pelajaran bahwa laki-laki muslim masih lebih baik daripada laki-laki musyrik walaupun laki-laki muslim tersebut adalah budak sekalipun dan laki-laki musyrik tersebut menarik hati Anda (wanita).

Taat Beribadah (Sholeh)

Tanda kedua ialah taat beragama. Dalam istilah Islam dikenal sebagai pria yang sholeh. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Bila datang seorang laki-laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya, hendaklah kamu nikahkan dia, karena kalau engkau tidak mau menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.”(H.R. Tirmidzi dan Ahmad).

Dari hadits tersebut dapat diambil sebuah ibarah (pelajaran) bahwa seorang wanita baiknya dinikahkan dengan laki-laki yang taat beragama dan baik akhlaknya. Tentunya yang dimaksud taat beragama di sini ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT dan Rasul-Nya, di samping baik akhlaknya atau perilakunya.

Mampu Menjauhi Kemaksiatan

Tanda ketiga ialah menjauhi kemaksiatan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah atas perintah Allah kepada mereka dan selalu taat pada apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahriim: 6).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah(pelajaran) bahwa kepala keluarga bertanggung jawab untuk menjauhkan keluarganya dari segala macam dosa dan hal-hal yang menghapus amal ibadah sehingga terhindar dari siksa api neraka yang begitu pedih. Sedemikian sehingga kriteria suami yang baik ialah yang dapat melakukan atau mewujudkan seperti yang demikian, di mana artinya untuk mewujudkan itu semua dengan menjauhi kemaksiatan dan menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta tidak pernah mendurhakai-Nya.

Kuat Semangat Jihadnya

Tanda keempat ialah kuat semangat jihadnya. Maksud jihad di sini bukanlah lantas berperang dan sebagainya, tetapi lebih kepada bagaimana bisa mempertahankan agama yang dianutnya beserta juga keluarganya. Jadi, pilihlah suami yang sekiranya mampu melakukan itu. Mampu membimbing Anda (wanita) agar terus teguh berada di jalan Islam serta mampu terus dengan semangat menjalan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Intinya, tetap teguh dalam keimanan yang dimiliki dan melakukan kewajiban suami terhadap istri dalam islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:

Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terkait dengan apa yang dikerjakannya.” (Q.S. Ath-Thuur: 21).

Berasal Dari Keluarga yang Baik

Tanda kelima ialah berasal dari keluarga yang baik. Bukannya pria yang harus memilih menikahi wanita dari keluarga yang baik, wanita pun juga demikian. Wanita juga dianjurkan untuk memilih pria dari keluarga dan nasab yang baik. Tentunya baik di sini dilihat dari nilai agama dan akhlaknya.

Pria yang baik biasanya berasal dari keluarga yang baik pula. Bahkan tidak hanya itu, tetapi juga berasal dari lingkungan masyarakat yang baik. Karena keluarga yang baik biasanya bergaul dan berkumpul dengan lingkungan masyarakat yang baik pula.

Taat Kepada Orang Tuanya

Tanda keenam ialah taat kepada orang tuanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Dari Mu’awiyah bin Jahimah, sesungguhnya Jahimah berkata: “Saya datang kepada Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau guna pergi berjihad, namun Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu masih punya Ibu-Bapak (yang tidak bisa mengurus dirinya)?”. Saya menjawab: “Masih”. Beliau bersabda: “Uruslah mereka, karena surga ada di bawah telapak kaki mereka.”” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan (baik)).

“Dari Ibnu Umar RA, ujarnya: “Rasulullah SAW bersabda: “Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya kelak anak-anak kalian berbakti kepada kalian; dan periharalah kehormatan (istri-istri orang), niscaya kehormatan istri-istri kalian terpelihara.”” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan).

Dari hadits-hadits tersebut dapat diambil sebuah ibarah(pelajaran) bahwa anak yang berbakti kepada orang tua memperoleh jaminan untuk mendapatkan keselamatan kelak berupa surga. Jadi, pilihlah suami yang berbakti kepada orang tuanya karena dia sudah pasti mendapatkan keselamatan kelak berupa surga. Sedemikian sehingga nanti Anda (wanita) juga akan dibimbingnya agar mendapatkan keselamatan berupa surga pula, Insya Allah.

Mandiri Dalam Ekonomi

Tanda ketujuh ialah mandiri dalam ekonomi. Hal ini tentunya berkaitan erat nantinya dengan kehidupan setelah menikah. Karena tentunya setelah menikah tidak sepatutnya lagi bergantung kepada orang tua, sehingga sudah seharusnya memiliki kemandirian dalam hal ekonomi.

Kenapa ekonomi? Karena nanti tentunya bukan hanya mandiri dalam hidup untuk membangun rumah tangga dalam islam, tetapi juga mandiri dalam hal membangun rumah tangga yang membutuhkan pembiayaan, seperti makanan, sandang, dan lain sebagainya. Dan kewajiban mencari nafkah adalah kewajiban suami sebagai kepala rumah tangga. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Hai golongan pemuda, barangsiapa diantara kamu ada yang mampu (untuk membelanjai) kawin, hendaklah ia kawin, karena kawin itu akan lebih menjaga pandangan dan akan lebih memelihara kemaluan; dan barangsiapa belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat pengebiri.” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Dari hadist tersebut dapat diambil ibarah (pelajaran) bahwa laki-laki yang pantas dinikahi ialah laki-laki yang sudah mampu untuk membelanjai kawin. Dalam artian, sudah mampu mencari nafkah dan mandiri dalam segi ekonomi.

Memiliki Pemahaman Agama yang Lebih Baik

Tanda kedelapan ialah memiliki pemahaman agama yang setara atau lebih baik. Dengan kata lain, pilihkan pria yang memiliki pemahaman agama lebih baik dari Anda (wanita), minimal setara atau sebanding. Hal ini dikarenakan rumah tangga yang baik harusnya dibangun dengan pondasi agama yang kuat. Mengapa bahkan dianjurkan lebih baik? Karena suami merupakan imam dalam keluarga yang sudah jelas tugasnya untuk membimbing keluarganya. Hal tersebut sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi, suami adalah imam dalam keluarga.

Berjiwa Pemimpin

Cara Memilih Calon Pendamping Hidup Sesuai Syariat Agama ialah berjiwa pemimpin. Sebagaimana sudah digariskan oleh Sang Pencipta, Allah SWT, bahwa seorang laki-laki adalah pemimpin di dunia ini. Tentunya tidak hanya di dunia saja, tetapi minimal ialah pemimpin dalam keluarganya sendiri. Selain memimpin, tentunya tugas lainnya ialah mencari nafkah dan melindungi keluarganya, yaitu istri dan anak-anaknya.

Seorang suami yang baik pasti akan terus berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anak sehingga dapat selamat di dunia dan akhirat. Dan satu hal lagi yang penting dari seseorang yang berjiwa pemimpin ialah mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menjalani kehidupan rumah tangganya sehingga nantinya akan dihargai oleh istri dan anak-anaknya. Jadi, pilihlah pria yang memiliki jiwa pemimpin dalam dirinya.

Bertanggung Jawab

Tanda kesepuluh ialah bertanggung jawab. Selain berjiwa pemimpin, sifat lainnya yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki sebagai suami adalah tanggung jawab. Contohnya dalam hal mencari nafkah. Jangan sampai suami hanya menikmati hasil dari jerih payah istrinya, sedangkan dirinya hanya diam saja tanpa berbuat sesuatu apapun.

Tidak hanya itu, dia juga harus mampu bertanggung jawab dengan semua yang dilakukannya atas nama keluarganya sendiri. Jadi, pilihlah suami yang sekira mampu bertindak demikian. Namun bukan berarti melarang istri untuk bekerja atau berkarir, terlebih di zaman emansipasi wanita seperti sekarang, tetapi suami tetap bertanggung jawab atas nafkah istrinya walaupun sang istri juga bekerja atau berkarir.

Bersikap Adil

Tanda kesebelas ialah bersikap adil. Sebagaimana telah disinggung dalam poin 9 bahwa suami harus bisa mengambil keputusan, maka dia juga harus mampu bersikap adil atas keputusan yang diambilnya tersebut. Bahkan bukan hanya atas keputusan yang diambilnya, tetapi terhadap apapun yang dilakukannya dalam keluarga.

Sedemikian sehingga tidak ada pihak yang tersinggung atau dirugikan, baik istri maupun anak-anaknya. Jadi, pilihlah suami yang sekira mampu bersikap adil dalam rumah tangga. Karena suami yang adil tidak akan mendzalimi Anda (wanita) sebagai istrinya maupun anak-anaknya sendiri dan merupakancara menjaga keharmonisan rumah tangga.

Berkepribadian Lembut

Tanda kedua belas ialah berkepribadian lembut. Sebagaimana seorang wanita yang kodratnya memang ingin mendapat perhatian dan kelembutan dari seorang pria, maka suami yang baik seharusnya memiliki kepribadian lembut. Kelembutan tersebut bukan hanya untuk memberikan keluarganya (istri dan anak-anaknya) perhatian, tetapi juga lebih kepada kemampuannya dalam mengontrol emosi sehingga tidak mudah marah.

Apalagi sampai berlaku kasar kepada keluarganya (istri dan anak-anaknya) karena emosi dan kemarahan tersebut. Jadi, pilihlah suami yang memiliki kepribadian lembut, mampu mengontrol emosinya, sehingga tidak mudah marah, apalagi berlaku kasar karena tujuan pernikahan dalam islam ialah membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah.

Dermawan

Tanda ketiga belas ialah dermawan. Semua orang pasti menyukai orang yang memiliki sifat dermawan. Pada suami, sifat dermawan ini sangatlah penting karena nantinya akan berkaitan dengan upaya atau usahanya dalam memenuhi kebutuhan kepada keluarganya dengan layak.

Suami yang dermawan pasti akan memberikan kualitas kebutuhan yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya. Kalaupun penghasilannya memang tidak mencukupi, maka ia akan berusaha untuk mendiskusikannya bersama istri tercintanya selaku pendamping hidupnya. Jadi, janganlah sampai Anda (wanita) memilih pria yang kikir walaupun dia kaya raya. Lebih baik tidak terlalu kaya asal dermawan daripada kaya tetapi kikir.

Memiliki Syahwat yang Sehat

Tanda keempat belas ialah memiliki syahwat yang sehat. Anda (wanita) sebagai seorang muslimah yang baik dianjurkan untuk mencari suami yang sehat secara syahwat karena muslimah tidak akan memiliki kesempatan untuk menambah jumlah suami jika nantinya suaminya tidak mampu memenuhi kebutuhan biologisnya.

Berbeda dengan kaum pria yang bisa menambah jumlah istrinya (poligami) jika memang istri pertama tidak mampu memenuhi kebutuhan biologisnya. Bahkan bisa sampai keempat kalinya tanpa perlu menceraikan istri pertamanya, selama mampu bersikap adil. Oleh karena itu, pilihlah pria yang sehat secara fisik dan syahwat tentunya.

Berketurunan dan Subur

Tanda kelima belas ialah suka berketurunan dan subur. Sebagaimana nanti Rasulullah akan sangat membanggakan umatnya yang banyak di akhirat kelak sehingga pilihlah suami yang suka “membuat anak”.

Walaupun memiliki syahwat yang sehat tetapi tidak gemar berketurunan, maka kebutuhan biologisnya berarti hanya ingin memenuhi kebutuhan setan semata. Selain itu, suka berketurunan sebenarnya merupakan pembeda agama Islam dibandingkan dengan agama lainnya yang membebaskan umatnya untuk hidup tanpa pasangan ataupun anak sekalipun.

Wallohua'lam Bisshowab

15 Tanda Lelaki Yang Baik Dijadikan Suami Dalam Islam

Dalam rumah tangga terdapat perbedaan kedudukan tentunya baik bagi suami atau juga istri sebagaimana kewajiban suami terhadap istri dan kewajiban istri terhadap suami.


Namun istri memiliki posisi yang istimewa, terutama bagi mereka yang dapat menjadi ciri ciri istri sholehah, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

الدُّنْيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ, وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia yaitu istri yang shalihah”

Sedangkan kedudukan kaum laki-laki dalam rumah tanggal dijelaksn dalam firman Allah SWT berikut ini :

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S.al-Nisa (4) : 34).

Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan telah melanggar hak-hak isterinya. Oleh karena itu perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang oleh islam dikategorikan sebagai tindakan dosa suami terhadap istri sebagaimana dosa yang tak terampuni. Berikut Dosa besar Suami Terhadap Istri beserta dalilnya :

Tidak Mengajarkan Ilmu Agama

Perbuatan pertama yang dapat masuk sebagai kategori perbuatan dosa suami terhadap istri adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri.  Padahal sudah menjadi kewajiban suami untuk memelihara diri dan keluarga yang dipimpinnya dari perihnya azab kubur dan siksa neraka sebagaimana dalam Firman Allah SWT berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan,” (QS. At-Tahrim:6).

Tidak merasa Cemburu 

Dosa yang kedua adalah tidak merasa cemburu terhadap istri. Dalam rumah tangga sendiri sifat cemburu sangat diperlukan sebagai bumbu bumbu dalam cinta, namun tentu saja hal ini tidak diperbolehkan dilakukan dengan berlebihan. Berikut hadist yang menjelaskan mengenai hal ini :

“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts,” (H.R. An-Nasa’i dinilai ‘hasan’ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah : 674).

Ad-Dayyuts(dayus) adalah lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga/istrinya.

Tidak Memberi Nafkah

Sudah banyak contoh para suami yang tak malu menelantarkan istrinya tanpa uang nafkah atau uang belanja sama sekali, ini merupakan dosa yang luar biasa. Bayangkan seorang wanita yang telah rela meninggalkan kedua orangtuanya untuk hidup mengabdi pada suami, bahkan rela mengandung anak dan melahirkannya untuk sang suami, namun diperlakukan seperti binatang peliharaan yang terabaikan dengan tidak diberi nafkah lahir sebagaimana hukum suami pelit menfkahi istri . Sungguh suami telah berbuat dosa besar jika melakukan hal ini.

Rasululluah bersabda, seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,” (HR.Abu Dawud no.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani).

Membiarkan Istri Bekerja untuk Menafkahi Suami

Saat ini banyak istri yang memilih untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarga. Namun hal ini tentu tidak bisa menjadi alasan bagi suami untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan rumah tangga dalam hal mencari nafkah. Terelbih lagi jika suami malah memilih bersantai leyeh leyeh dan membiarkan istri yang bekerja.

”Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita,“(HR.Ahmad n0.19612 CD, Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i).

Benci Kepada Istri

Tentunya memiliki sifat benci terhadap istri merupakan salah satu bentuk dosa suami terhadap istri. Rasulullah telah mengingatkan akan hal ini melalui hadist berikut :

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,”(H.R. Muslim).

Enggan Membantu Istri dalam Pekerjaan Rumah

Tidak sedikit suami yang ogah membantu pekerjaan domestik rumah tangga, padahal Rasulullah sendiri telah mencontohkan untuk membantu istri dalam persoalan rumahan sekalipun.

“Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat,” (H.R. Bukhari).

Menyebarluaskan Aib Istri

Aib istri tentu juga merupakan aib suami yang harus ditutupi, bukan yang harus disebarluaskan, sebab jika demikian maka suami telah melakukan dosa terhadap istri.

“Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya,” (H.R. Muslim).

Poligami Tanpa Mengindahkan Syariat

Islam tidak melarang poligami, namun hal imi harus mengikuti syariat islam. Sebab jika dilakukan diluar syariat islam, maka hal ini merupakan dosa suami kepada istri.

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja,” (Q.S An-Nisa: 3).

Menyakiti Istri Secara Fisik

Mumukul, atau juga menyakiti istri secara fisik merupakan bentuk perbuatan dosa suami. Sebab wanita tentu merupakan kaum yang harus dilindungi. Selain merupakan perbuatan dosa, memukul dan menyiksa istri secara fisik juga merupakanj perbuatan yang melanggar hukum dan dapat dikenakan hukuman.

“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya…” (H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani).

Bersikap Buruk kapada Istri namun Baik Terhadap Orang Lain

Padahal yang paling berhak menilai seseorang itu baik atau buruk bukanlah orang lain, melainkan pasangan kita sendiri.

“Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya,” (H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani).

Meremehkan Kedudukan Istri

Suami dan istri memang memiliki kedudukan yang berbeda, namun tentunya hal ini tidak lantas membuat suami meremehkan kedudukan istri. bahkan istri memiliki posisi yang istimewa, penghargaan Islam terhadap kaum wanita sebagaimana tersebut dalam hadits nabi:

اَلْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلَادِ اِذَاصَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلَادُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلَادُ (حديث)

“ Wanita adalah tiang negara jika wanitanya baik maka baiklah negara, dan bila wanita buruk maka negara juga ikut buruk”.

 Terburu Buru Mentalak 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ، وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ، وَالرَّجْعَةُ.

“Tiga hal yang bila dikatakan dengan sungguh-sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi pula, yaitu nikah, talak dan rujuk.

Tidak Setia Terhadap Istri

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya”. [an-Nur/24: 30-31].

Wallohua'lam Bisshowab

Dosa Besar Suami Pada Istri Dalam Agama Islam

Pada dasarnya derajad wanita dan laki-laki di mata Allah itu sama-sama dilihat dari iman dan ketaqwaan yang dimiliki. Namun, memang ada beberapa peraturan dalam agama yang membedakan antara wanita dengan laki-laki. Namun, dalam sebuah hadist, dijelaskan bahwa akan sedikit kaum wanita yang masuk surga. Penjelasan tersebut dapat dilihat dalam hadist brikut ini.


Dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah pernah menyatakan ‘sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wantia’. Dalam kisah isra’ mi’rajnya Nabi juga dijelaskan bahwa Nabi banyak melihat kaum wanita di neraka. (HR Muslim)

Dari hadist tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa keadaan wanita di akhirat kelak memang lebih banyak berada di dalam surga. Namun, yang jadi pertanyaan, sesulit itukah kaum wanita memperoleh surga?

Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah menjelaskan sebagai berikut.

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)

Dari hadist tersebut, beberapa kriteria wanita yang selalu dirindukan surga antara lain:

Menjaga sholat 5 waktu

Sholat lima waktu adalah kewajiban, baik wanita maupun laki-laki. Orang islam wajib melaksanakan sholat lima waktu. Dan amalan sholat inilah yang kelak akan dihisab pertama di hari akhir. Dari hadist diatas, cukup jelas bahwa wanita menjadi makhluk yang dirindukan surga apabila sholat lima waktu selalu dilakukan dengan hati yang ikhlas.

Berpuasa di bulan Ramadhan

Berpuasa juga merupakan satu dari rukun Islam. Berpuasa wajib bagi laki-laki dan juga wanita. Walaupun wanita mungkin tidak bisa menjalani ibadah puasa secara penuh di bulan Ramadhan, namun mereka masih diberi kesempatan di luar Ramadhan untuk membayar hutang puasa tersebut. Itulah salah satu keutamaan untuk wanita dalam berpuasa.

Menghindari zina

Zina adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Zina adalah sebuah dosa besar. Wanita yang berzina akan sulit untuk masuk surga. Sebaliknya, wanita yang bisa menghindari zina adalah ciri dari wanita yang dirindukan surga.

Taat pada suami

Suami yang agamanya bagus akan selalu menuntun keluarganya untuk menuju kebaikan. Wanita yang baik dan dirindukan surga adalah wanita yang bisa mengikuti dan taat dengan suami tersebut. Jika sudah taat pada ajaran suami, tentu saja tidak akan sulit bagi wanita untuk masuk surga.

Wanita yang sabar

Dalam surat Al Ahzab (33): 35, Allah berfirman: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar , laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut ( nama ) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Dai ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang Allah sebutkan untuk mereka yang ingin mendapat ampunan dan pahala yang besar, salah satunya laki-laki dan wanita yang sabar. Dari penjelasan tersebut, sudah jelas bahwa sabar akan menghantarkan kita pada ampunan Allah. Dan dari ampunan itulah kita akan bisa mendapatkan rahmat-Nya berupa surga.

Mendidik anak perempuan dengan baik

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa diuji dengan anak-anak perempuan dengan sesuatu, kemudian dia tetap berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut bisa menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

Dari hadist tersebut, mendidik anak perempuan dengan sebaik-baiknya adalah penghalang bagi seseorang untuk masuk neraka. Terutama ibu yang adalah wanita.

Sabar menerima penyakit

Penyakit adalah sebuah cobaan yang akan bisa mengangkat derajad kita asalkan kita mau bersabar. Baik laki-laki maupun wanita, bisa bersabar dalam menerima penyakit tentu akan ada ganjaran yang besar dari Allah. Hal ini diperkuat dengan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Atha’ bin Abi Rabbah ra, yang berbunyi:

Ibnu Abbas ra. pernah bercerita kepadaku , “Ada seorang wanita yang datang ke Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Nabi, aku menderita penyakit sejenis ayan, bila penyakit itu kumat aku tidak sadar sampai membuka auratku, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Bila kamu mau bersabar maka bagimu surga, tetapi bila tidak maka aku bisa mendoakanmu kepada Allah.’ Wanita tadi menjawab . ‘Baiklah aku bersabar, tetapi doakan agar aku tak sampai membuka aurat.’ Maka, Rasulullah SAW pun mendo’akannya.”

Selalu mencari Ridha Suami

Mencari ridha suami adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah untuk para wanita. Dan inilah salah satu karakteristik wanita yang selalu dirindukan surga. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita penghuni surga adalah wanita yang selalu bisa meminta ridha suaminya (meminta maaf) saat suaminya sedang marah atau saat ia sedang marah kepada suaminya.

Tidak pernah menyakiti orang lain

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita yang hanya mampu sholat lima waktu dan bersedekah dengan sepotong keju namun tidak pernah menyakiti hati siapapun itu adalah penghuni surga. Tidak demikian dengan wanita yang rajin beribadah siang dan malam namun sering menyakiti tetangganya dengan lisan. Maka wanita yang seperti ini adalah penghuni neraka.

Menyayangi Binatang

Binatang jugalah makhluk ciptaan Allah. Wanita yang bisa menyayangi binatang dan tidak berbuat aniaya terhadap binatang, pasti mendapat ganjaran tersendiri dari Allah SWT. Dan ganjaran tersebut adalah surga. Seperti sebuah kisah tentang seorang wanita yang memberi minum anjing yang sedang kehausan. Maka wanita tersebut taubatnya diterima oleh Allah.

Amar ma’ruf Nahi Munkar

Dalam surah at – Taubah (9): 71, Allah menjelaskan bahwa siapa saja yang menjadi penolong bagi orang lain dengan menyuruh mengerjakan hal yang ma’ruf serta mencegah yang munkar, baik laku-laku maupun wanita, mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Dari penjelasan tersebut, wanita yang amar ma’ruf dan nahi munkar adalah calon penghuni surga.

Melahirkan keturunan

Wanita yang melahirkan dan bisa mendidik anak-anaknya hingga menjadi anak-anak yang salih dan salihah akan diberikan kedudukan istimewa di dalam Islam. Begitulah penjelasan Rasulullah SAW. Bahkan, wanita yang meninggal ketika sedang melahirkan akan dianggap sebagai mati syahid dan mendapat balasan surga.

Berbakti kepada kedua orang tua

Orang tua adalah dua orang yang wajib untuk dihormati. Baik laki-laki maupun wanita wajib berbakti kepada orang tuanya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah amalah yang fardu kifayah. Wanita yang berhasil berbuat baik dan berbakti pada orang tua tentulah menjadi wanita penghuni surga yang ridihai oleh Allah.

Wallohua'lam Bisshowab

Ciri-ciri Wanita Yang Masuk Surga Dalam Islam

Perlu diketahui jika masuk ke dalam neraka tidak hanya terjadi pada wanita yang melakukan dosa besar, namun dosa kecil yang sering dilakukan dan sering dianggap remeh merupakan hal yang sangat dibenci Allah SWT.


Berikut ini adalah beberapa dosa wanita yang sangat dibenci Allah SWT menurut dasar hukum Islamdan dalam Alquran yang harus diwaspadai dan dihindari :

Merubah Fisik

Seorang wanita yang merubah fisik baik dalam bentuk, rupa, warna dan juga fungsi merupakan dosa wanita yang dibenci Allah SWT. Perubahan fisik yang dimaksud adalah seperti melakukan operasi untuk menambah tinggi, implan payudara, sedot lemak, memancungkan hidung dan perubahan fisik yang sejenis dengan tujuan untuk mempercantik diri dan ingin ditampilan untuk orang lain khususnya pria dan bukan karena tujuan medis atau kesehatan. Apabila perubahan fisik dilakukan karena untuk mengobati penyakit maka masih diperbolehkan dengan dalil untuk menyembuhkan.

Melakukan Pernikahan Sejenis

Apabila seorang wanita melakukan pernikahan sejenis atau menyukai sesama wanita lainnya dan bukan pria, maka masuk ke dalam golongan zina yang serupa seperti berzina dengan laki laki.

Wanita Ja’zhariyah

Wanita ja’zariyah atau wanita yang kasar dan sombng juga merupakan dosa wanita yang dibenci Allah SWT. Wanita yang selalu berlaku kasar dan sombong pada orang lain seperti sering berteriak, tidak mau bergaul dan juga terlalu membanggakan diri merupakan hal yang harus dihindari para wanita sebab menjadi sikap yang akan membuat Allah SWT murka.

Rasulullah SAW bersabda” ”Tiadakah kamu aku beri tahu tentang sifat penghuni neraka?” Abu Hurairah RA menyahut, ” tentu, wahai Rosulullah” Rosul bertutur yaitu setiap Ja’zhari (yang sombong lagi keras), yang banyak makan lagi pelit dan sombong. Abu Hurairah berujar, ”kami bertanya pada beliau, apakah yang dimaksud ja’zhari ? Beliau menjawab,” yang membaggakan diri. Aku bertanya dan apakah yang dimaksud dengan jawwazh (yang banyak makan lagi pelit) itu ? Beliau menjawab , yaitu yang gemuknya berlebihan.

Abu Hurairah berkata jika, Rasulullah saw telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah membenci setiap orang ja’zhari (sifat sombong dalam Islam lagi kasar), jawwazh (yang banyak makan dan pelit) ,sakhhab (yang suka terika-teriak di pasar), yang tidur seperti Bangkai, dan yang (laksana) keledai pada siang hari ”HR. Ibnu Hibban”

Mengabaikan Suami Sebagai Kepala Rumah Tangga

Dalam Islam, suami merupakan pemimpin dalam sebuah rumah tangga sesuai dengan peraturan dalam ajaran Islam serta sabda Rasulullah SAW. Rasulullah memberikan gambaran jika saat suami memberi perintah untuk sebuah pekerjaan seperti memindahkan bukit merah menuju bukit putih ataupun sebaliknya, maka istri tidak memiliki pilihan kecuali melaksanakan perintah yang diberikan suaminya tersebut.

Berpakaian Namun Telanjang

Berpakaian namun telanjang merupakan ungkapan untuk perempuan yang sangat senang berpakaian ketat dan juga tipis sehingga memperlihatkan setiap lekukan tubuhnya. Apalagi jika pakaian yang ketat dan tipis tersebut memperlihatkan beberapa bagian tubuh wanita seperti buah dada, pinggul, paha dan bokong. Namun, keharaman ini tidak berlaku jika dikenakan di depan suami yang sah.

Syirik

Dosa yang identik dengan perempuan dan di benci Allah SWT berikutnya adalah syirik. Syirik merupakan perbuatan menyamakan atau menyekutukan Allah SWT dengan selain-Nya baik dilakukan secara langsung atau pun tidak langsung, secara nyata atau secara terselubung. Syirik sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni syirik besar serta syirik kecil. Syirik besar adalam beranggapan sesuatu apapun itu yang menyamai Allah SWT. Sedangkan syirik kecil merupakan hasrat atau keinginan untuk memperoleh pujian dari manusia lain dalam urusan ibadah atau lebih dikenal dengan pamer atau riya dalam Islam.

Jawwazhah

Wanita yang jawwazhah atau dengan kata lain terlalu royal, rakus, pelit dan juga banyak makan juga merupakan dosa yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Abdullah bin amr ra dalam riwayatnya mengatakan jika Rasulullah SAW bersabda, “jauhlah olehmu pelit dan kikir karena sesungguhnya orang sebelum kamu hancur binasa karena mereka pelit. Mereka disuruh untuk kikir, kemudian mereka kikir dan bakhil. Mereka disuruh memutuskan hubungan silaturahim lalu merekapun melakukannya, dan mereka disuruh berbuat dosa (durhaka), lalu mereka durhaka (berbuat dosa) HR Ahmad.

Banyak Bicara dan Pembual

Jabir bin Abdillah ra berkata jika Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan yang paling jauh majelisnya dari aku pada hari kiamat adalah tsarsarun (orang yang banyak omong), mutasyaddiqun (yang membual dan bicara seenaknya), dan mutafayhiqun ! Para sahabat menukas. ” wahai Rosulullah, kami telah mengetahui siapa itu tsarsarun dan mutasyaddiqun tapi mutafayhiqun kami tidak mengetahuinya. Siapakah mereka ? Rosulullah menjawab : mereka adalah orang yang sombong (angkuh). (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Abu Nu’aim) Bila ada sifat tersebut dalam diri Anda, Bertaubatlah ,semoga kita terhindar dari sifat itu”.

Menolak Hubungan Suami Istri

Allah SWT sudah mengatur umat-Nya agar hidup secara berpasangan lalu mendapatkan keturunan. Pasangan pria dan juga wanita yang sudah terikat di dalam pernikahan yang sah sesuai engan syariat Islam, maka sudah halal untuk melakukan hubungan suami istri guna memperoleh keturunan untuk melengkapi keluarga mereka.

Apabila istri menolak saat suami meminta untuk bergaul, maka ini sama saja wanita atau istri tersebut sudah membuka pintu laknat dari Allah SWT untuk dirinya sebab ini merupakan kewajiban wanita dalam Islam. Kecuali disaat wanita sedang sakit atau sedang menstruasi maka diwajibkan wanita untuk menolak.

Bertingkah Seperti Orang Shalihah atau Munafik

Saat ini, seringkali kita melihat para wanita yang terlihat berlagak shalihah, berlagak muslimah dan juga munafik akan tetapi dibalik itu semua merupakan wanita yang kejam bahkan juga berlaku kejam pada orang terdekatnya.

Menghina Shahabat dan Keluarga Nabi

Wanita yang berasal dari golongan apapun yang sudah menghina shahabat serta keluarga nabi juga pasti akan menerima laknat dari Allah SWT. Walau adzab tidak datang dalam waktu dekat, namun bisa saja terjadi saat ia menikah, bekerja, memperoleh keturunan atau kegiatan lain bahkan adzab dan juga laknat Allah SWT tetap akan datang disaat wanita tersebut sudah meninggal dunia.

Sahabat sahabat Rasulullah SAW merupakan generasi terbaik sebab sudah memperjuangkan dan memberikan pengorbanan untuk Islam sehingga bisa tersebar luas di seluruh dunia sehingga tidak boleh dihina. Wanita yang melakukan ini termasuk dalam golongan wanita yang haram dinikahi.

Rasulullah SAW bersabda, apabila kalian melihat orang orang yang sedang mencaci maki sahabat sahabat-Ku, maka katakanlah jika laknat Alla SWT atas keburukan kalian”. [HR. Tirmidzi]

Menyerupai Laki Laki

Wanita yang menyerupai laki laki seperti dari gaya rambut atau berpakaian terkadang membuat para wanita bangga sebab tampil beda dengan wanita lainnya. Dengan berpenampilan seperti laki laki, wanita tersebut tidak sadar jika dirinya sudah menumpuk dosa karena menyerupai laki laki dan juga dosa membuka aurat. Wanita ini akan menerikan pembalasan di hari akhir sebab tidak memenuhi perintah Rabbnya dan sudah sepantasnya lankat Allah SWT dijatuhkan pada wanita yang menyerupai laki laki tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat laki laki yang menyerupai wanita dan juga wanita yang menyerupai laki laki”. [HR. Ahmad]

Bertato atau Mentato

Melakukan tato adalah perbuatan yang merusak tubuh sebab pigmen warna yang ada pada tato tersebut akan masuk ke dalam kulit dan cara pembuatannya juga sangat sakit sehingga hukum berato dalam Islam adalah haram. Jika dulu tato identik dengan kaum penjahat, kini semakin meningkat dan dikatakan sebagai karya seni, gaya dan juga gaul yang semakin diperlihatkan kaum liberal serta sekuler yang memegang prinsip kebebasan berekspresi, sebagai lambang keberanian dan juga kecantikan. Inilah yang membuat tidak sedikit wanita jaman sekarang juga mentato dirinya.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang mentato dan minta ditato”. [HR. Bukhari]

Allah memandang jika tato bukanlah sebuah karya seni namun sebua dosa yang akan membuat seseorang mendapatkan laknta dari Allah SWT dan tidak hanya berlaku untuk wanita yang ditato namun juga untuk wanita yang mentato.

Menghilangkan Bulu Mata

Bulu pada wajah seperti alis seringkali dihilangkan wanita hanya untuk kecantikan saja dan tidak memperdulikan dosa yang akan dihadapi. Wanita rela untuk menjalankan operasi, laser dan sejenisnya hanya untuk menghilangkan bulu di wajah tersebut dan memegang prinsip jika agar terlihat sakit maka harus menanggung rasa sakit dan ini bukanlah cara mempercantik diri menurut Islam.

Ini mengartikan jika alis yang sudah diciptakan Allah tidaklah cantik sehingga harus disempurnakan kembali dan akhirnya melakukan segala cara meskipun menyakitkan. Allah akan menjatuhkan laknat sebagai ganjaran untuk wanita tersebut.

Menyambung Rambut

Hanya karena alasan untuk kecantikan, wanita sekarang ini juga banyak yang menyambung rambut mereka baik itu dengan rambut asli atau rambut tiruan yang serupa dengan rambut miliknya ataupun berbeda dan hukum menyambung rambut adalah haram.

Sedangkan menyambung tersebut dilakukan hanya untuk memperoleh kecantikan dan membuat wanita tidak ingin mengenakan jilbab sebab ingin memperlihatkan keindahan rambutnya tersebut sehingga dosa semakin bertambah yakni dosa membuka aurat.

Melakukan Suap dan Menerima Suap

Urusan suap menyuap tidak hanya dilakukan pria namun juga wanita dan laknat yang akan didapat wanita tersebut juga serupa dengan yang diterima pria. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat orang yang menyuap dan menerima suap dalam hukum dan juga pengadilan.” [HR. Ahmad]

Pergi Tanpa Izin Suami

Dosa berikutnya yang dekat dengan wanita adalah bepergian tanpa meminta izin dari suami sebab Islam memandang wanita yang melakukan perjalanan meskipun dengan tujuan baik namun todak diizinkan suami walau yang dilakukan adalah puasa sunnah sekalipun, merupakan hal yang berdosa sehingga akan menerima hukum istri melawan suami menurut Islam.

Berkhawalat dan Tidak Menolak Jamahan

Berkhawalat atau bersunyi dengan lelaki yang bukan mahram di tempat sepi merupakan dosa wanita yang dibenci Allah SWT namun banyak dilakukan wanita saat ini. Rasulullah SAW juga bersabda jika seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain maka boleh diceraikan yang menunjukkan jika perbuatan tersebut adalah dosa besar dalam Islam.

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Ciri-ciri Wanita yang Dibenci Oleh Alloh SWT

Jodoh merupakan ketentuan dan telah menjadi rahasia Allah SWT. Dalam islam, pada dasarnya tidak digunakan istilah jodoh, namun hal ini lebih mengarah kepada pasangan.


Pasangan yang dimaksud ialah sepasang laki-laki dan perempuan yang kemudian mengikat tali suci dalam ikatan sebuah pernikahan dan kemudian membangun rumah tangga dalam ajaran islam. Jodoh diidentikan dengan pasangan yang menikah kemudian terpisah karena maut yang memisahkan. Perihal perkara jodoh ini dengan jelas Allah SWT telah menjelaskan dalam firmanNya di bawah ini :

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Dalam hal jodoh dan cinta menurut islam Allah SWT telah memberikan pertanda bahwa orang tersebut layak atau tidak untuk dijadikan pasangan seumur hidup. Seperti dalam firman Allah SWT berikut :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum:21).

Perlu diketahui bahwa tidak setiap pasangan yang memiliki hubungan serius berakhir di kursi pelaminan. Banyak dari mereka yang telah bertahun tahun dekat namun, kemudian berpisah. Dan banyak juga yang bertemu sebentar dan langsung menikah. Artinya bahwa Allah SWT telah mentakdirkan jodoh yang ideal bagi kita.

Sebagai manusia kita tidak boleh mengabaikan setiap tanda darinya dalam upaya menikah dalam islam . Karenanya, berikut tanda kalau dia bukan jodoh kita dalam Agama islam.

Berikut penjelasannya :

Menyembunyikan Kamu dari Keluarga dan Sahabatnya

Salah satu hal yang meyakinkan bagi anda untuk menganggap bahwa si dia bukan jodoh yang tepat adalah, dapat anda liat dari keseriusannya untuk mengenalkan anda pada orang-orang terdekatnya. Jika ia malah terkesan menyembunyikan anda dari orang terdekat maka anda harus mulai bertanya tanya ada yang ditutupo olehnya. Biasanya seorang yang serius berkomitmen tidak akan segan dan akan langsung mengajak anda untuk dikenalkan kepeda orang tua dan teman-temanya.

Jika telah diajak bertemu orang tua maka sudah pasti ia tidak akan berani bermain-main dan siap melanjutnkan ke jenjang yang lebih serius. Namun, jika terkesan sembunyi-sembunyi, mungkin ia hanya ingin bermain-main dan tidak memiliki niatan serius.

Meminta Persyaratan Yang Mustahil Kamu Turuti

Cinta adalah berusaha menerima segala kekurangan dan mengabaikan segala keburukan. Dalam hal ini cinta sebagai pasangan ialah yang mampu menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Apalaginjika ada komitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius tentu setiap pasangan tidak akan mensyaratkan hal yang tidak mungkin dipenuhi oleh pasangannya. Jika ia mensyratkan hal yang bahkan tidak dapat anda sanggupi maka bisa jadi ia bukanlah jodoh yang tepat.

Tidak Banyak Komunikasi Yang Di jalin 

Komunikasi merupakan hal dasar dalam sebuah hubungan. Tanpa komunikasi yang intens maka sebuah hubungan tidak akan berjalan dengan baik. Banyak yang mengatakan jika seseorang berjodoh dengan kita maka kita akan mudah dalam berkomunikasi dengannya. Sebaliknya jika anda jarang berkomunikasi, dan malah terkesan ogah-ogahan ya mungkin itu bisa menjadi sebuah tanda bahwa ia bukanlah pilihan yang tepat. Maka segeralah lepaskan, sebelum segala sesuatunya lebih mengarah ke arah yang serius.

Tidak Saling Percaya

Kepercayaan merupakan salah satu modal utama dalam melanjutkan sebuah hubungan. Jika tidak ada rasa saling percaya maka hubungan yang dibina akan dipenuhi rasa kecurigaan. Sehingga tentunya akan jauh dari kata harmonis. Bagaimana hubungan yang demikian akan di lanjutkan ke jejang pernikahan. Karena jika ia adalah jodoh yang di takdirkan kepada kita maka dalam hati keduanya akan saling percaya meskipun terpisah oleh jarak yang jauh.

Tidak Ada Komitmen Untuk Masa Depan

Hubungan yang baik akan selalu dilandasi oleh komitmen yang kuat. Baik anda ataupun si dia harus memiliki komitmen untuk bisa melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius . Banyak pasangan yang memiliki komitmen kuat namun, pada akhirnya tidak berjodoh. Nah, bagaimana yang komitmennya saja sudah tidak ada. Apakah layak disebut jodoh.

 Dia Tidak Disukai Keluargamu

Pernikahan bukan hanya menyatukan anda dan calon pasangan, namun juga menyatukan dua keluarga besar. Artinya bahwa siapapu jodoh anda tentunya akan bisa diterima oleh pihak keluarga satu sama lain. Namun, jika keluarga anda terutama kedua orang tua anda tidak menyukai pasngan anda. Maka segera pikirkan kembali, apakah dia jodoh terbaik untuk anda. Karena bisa jadi dedinisi jodoh disini adalah bukan hanya baik dimata anda tapi juga di mata keluarga dan Allah SWT.

Banyak Rahasia yang Disembunyikan

Setiap orang pasti memiliki rahasia dalam kehidupannya. Namun, bagi mereka yang berjodoh pasti akan salinh terbuka terhadap rahasia masing-masing yang dimiliki. Apalagi jika hubungan telah mengatah ke jenjang pernikahan tentu, sikap saling terbuka sangat penting. Dari pada mendengarnya dari orang lain, lebih baik mendengarnya langsung dari kita. Namun, jika pasangan anda terkesan menutup diri dan menyimpan banyak rahasia, maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa ia bukanlah jodoh yang tepat bagi anda.

Tidak Menemukan Ketenangan Jiwa dan Hati Dalam Hubungan 

Firman Allah SWT dalam QS Al-Furqon ayat 74 dibawah ini :

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon:74).

Dalam islam, jodoh merupakan seseorang yang bisa memberika ketenangan baik secara lahir dan batin. Ikatan emosional pada pasangan yang beejodoh akan lebih besar ketimbang dengqn yang tidak. Mereka yang berjodoh akan merasa aman, nyaman, tenang, dan bahagia saat bersama pasangan. Namun, jika kondisi sebaliknya yang dirasakan maka kemungkinan besar pasangan anda daat ini bukanlah jodoh yang tepat bagi anda.

Tidak Bisa Menerima Masa Lalu

Setiap orang memiliki masa lalu yang menjadi bagian dari cerita hidupnya. Ada yang suram, kelam dan bahkan penuh dengan aib. Namun, tahukah anda bahwa jodoh anda adalah ia yang bisa menerima segala kekurangan dan masa lalu amda seburuk apapun. Karena jodoh adalah mereka yang akan membimbing kita ke jalan yang lebih baik. Sebaliknya jika anda bertemu dengan sosok yang tidak bisa mentoleransi masa lalu anda, maka berfikirlah kembali untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Karena hal tersebut menjadi pertanda bahwa ia bukanlah jodoh bagi anda.

Kasar dan Protektif

Setiap manusia lahir dengan karakter dan tabiatnya masing-masing. Ada yang lembut, kasar, culas, protektif bahkan cenderung over protektif. Dalam sebuah hubungan jika pasangan mulai menunjukkan sikap kasar dan protektif atau menunjukkan perubahan prilakunya yang demikian. Maka, ini bisa menjadi sinyal bahwa ia bukanlah jodoh yang tepat bagi anda. Apalagi jika saat membina awal hubungan ia bersikap sebaliknya. Artinya bahwa ia berpura-pura dan menutupi tabiat aslinya untuk merebut simpati anda. Apakah anda mau tetap melanjutkannya dan hidup bersama orang yang kasar da protektif seumur hidup anda.

Sering Berbohong

Kebohongan adalah salah satu cara untuk menutupi ain dan kesalahan. Biasanya mereka yang biasa berbohong akan sulit dibedakan dengan mereka yang jujur. Dalam hubungan sebuah kebohongan merupakan sinyal bahwa hubungan yang dijalin bukan merupakan hubungan yang sehat. Bagaimana anda bisa melanjutkan hubungan yang serius jika is selalu membohongi anda. Jika tetap dipaksakan maka akan bisa berakhir ditengah jalan. So, mereka yang pembohong sudah pasti tidak layak disebut sebagai jodoh.

Dipersulit dalam Segala Hal 

Allah SWT telah mengatur setiap jodoh umatnya. Artinya bahwa ketika dipertemukan maka segala urusan akan selalu di mudahkan. Karena jodoh tersebut telah di restui oleh Allah SWT maka tidak akan dipersulit segala urusannya. Namun, sebaliknya jika semua urusan anda terasa sulit dan dipersulit dan selalu timbul masalah didalamnya. Maka hal tersebut merupakan pertanda bahwa Allah SWT memberi tahu anda melalui setiap kejadian bahawa ia bukanlah orang yang tepat untuk mendampingi anda.

Petunjuk Berdasarkan Shalat Istikharah yang Dilakukan

Dalam Islam sendiri Allah SWT menganjurkan kita untuk melaksanakan shalat istikharah ketika mengalami kebimbangan. Begitupula dalam hal jodoh, jika anda merasa ragu, maka segera lakukan shalat istikharah. Insyaallah Allah SWT akan memberikan petunjuk bagi anda, apakah ia merupakan jodoh anda atau bukan. Agar tidak kecewa, maka asrahkanlah segalanya kepadaNya. Karena  Allah SWT tidak akan pernah mengabaikan umatnya. Seperti dalam Firman Allah SWT QS. AlBaqarah ayat 4 berikut :

“Dan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya, dan mereka akan kembali pada-Nya.”

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Tanda-tanda Dia Bukan Jodoh Kita Dalam Islam

Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai tanda jodoh sudah dekat Menurut Islam, maka ini bisa dilihat dari beberapa aspek yang akan kami ulas secara lengkap untuk kamu :


Bisa Memaklumi

Jodoh bermula dari perasaan yang timbul dalam hati, sehingga kamu bisa benar-benar melihat siapa yang bisa memaklumi keadaan kamu. Apabila ia adalah jodohmu, maka tidak akan ada penghalang perasaan yang timbul dalam hati kamu sebab untuk hati yang saling mencintai, maka bisa saling memaklumi baik dalam segi fisik, perasaan serta keadaan kamu apa adanya.

Bisa Memaafkan

Jika dilihat dari kenyataan, memang terasa sulit untuk mendapatkan pasangan yang baik, khususnya yang memiliki sifat pemaaf. Akan tetapi, jika ia adalah jodoh kamu, maka ia akan selalu memiliki alasan untuk bisa memaafkan kamu sebab perasaan yang ia rasakan sangatlah tulus. Namun yang harus kamu ketahui, jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang fatal sebab semua manusia tentunya memiliki batas kesabaran masing-masing yang berbeda pada setiap individu.

Memberi Motivasi

Semua manusia tidak selamanya akan selalu berada diatas dan ada waktunya untuk berada di bawah. Pada saat inilah, kita sangat membutuhkan motivasi dari seseorang, sebab umumnya orang akan menjauh dari kita saat kita jatuh atau terpuruk.

Akan tetapi untuk ia yang merupakan jodoh kamu, hadirnya orang tersebut dalam kehidupan kamu akan terasa seperti malaikat yang menyelamatkan kamu dan ia selalu memiliki cara tersendiri untk memberikan motivasi karena ia menginginkan segala yang baik untuk kamu berdua.

Merasa Senang Bersama

Jodoh yang sudah dekat bisa terlihat dari saat sedang bersama, maka tidak ada rasa bosan sedikit pun. Justru, semakin sering bersama, maka akan semakin memberikan ketenangan, perasaan gembira dan obat bagi kamu yang sedang berduka. Sebaliknya jika sedang berjauhan, maka akan terasa sedikit tertekan serta rindu ingin bertemu siang atau malam.

Tampil Bersahaja

Apakah jodoh semakin dekat juga bisa kamu lihat dari cara seseorang berpenampilan, makan, minum dan juga tertawa serta berperilaku. Jika ia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka mungkin saja ini menjadi pertanda jika jodohmu sudah dekat.

Kemantapan Pada Hati

Hati jika dalam bahasa Arab berarti al-Qaib yang jika diartikan adalah mudah dibolak-balik. Ini menyimpulkan jika hati kita tidak selalu bisa menyenangi akan semua hal seperti dalam urusan lawan jenis khususnya jika sudah mengenal baik karakteristik orang tersebut. Akan tetapi, jika kamu memiliki kemantapan hati pada orang tersebut, maka ini bisa menjadi pertanda bahwa ia merupakan jodoh untuk kamu yang tentunya kemantapan hati ini didasari dengan memohon petunjuk dari Allah.

Ketenangan Jiwa

Interaksi yang dilakukan dengan sesama khususnya pada lawan jenis, terkadang akan berujung pada pertengkaran. Apabila pertengkaran ini tidak ada habisnya dan membuat kamu merasa tidak tenang serta gelisah, maka singkirkan harapanmu pada orang tersebut meskipun dilihat dari segi materi serta fisik serta interlektualnya sangat baik.

Sebaliknya, jika orang tersebut memberikan ketengan jiwa yang selalu membuat kamu serasa damai seperti pada Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, ” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS.A-Ruum : 21].

Tutur Kata dan Akhlaq Mengandung Motivasi

Jodoh sudah dekat juga bisa terlihat dari semua tutur kata dan juga akhlaqnya selalu mengandung motivasi sehingga membuat kedua belah pihak akan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Orang tersebut akan mengubah semua perasaan galau, sedih yang kamu rasakan menjadi sumber kebahagiaan.

Iman dan Kebaikan Tidak Jauh Berbeda

Memiliki iman serta kebaikan yang tidak terlalu jauh berbeda bisa menjadi pertanda jika jodoh sudah dekat seperti yang sudah tertulis pada sebuah ayat Al-Quran jika wanita-wanita baik untuk laki-laki baik dan begitu pun sebaliknya. ini memiliki kandungan arti keimanan dan kebaikan yang tidak terlalu jauh berbeda dengan kamu. Dari sini, kamu bisa melihat dan mengukur jodoh kamu yang baik.

Pandai Menyimpan Rahasia

Jika kamu merasa rahasia kamu terasa lebih aman pada seseorang yang merupakan lawan jenis dan kamu sudah tidak bisa menyimpan rahasia apapun darinya, maka ini bisa menjadi pertanda jika jodohmu sudah dekat. Jika yang terjadi sebaliknya, maka tolak orang tersebut dengan cara yang baik dan semua yang kamu lakukan tersebut hanyalah sebagai tujuan untuk meraih kebahagiaan di dunia.

Tidak Peduli Dengan Masa Lalu

Orang yang tidak peduli dengan masa lalu keluarga kamu dan juga tidak peduli dengan masa lalu kamu bersama dengan pasangan kamu terdahulu, menjadi salah satu pertanda jika Allah sudah mendekatkan orang tersebut sebagai jodoh kamu.

Membuatmu Berhenti Mencari

Pertanda jodoh sudah dekat berikutnya menurut Islam adalah jika orang tersebut membuat kamu berhenti untuk mencari. Meski pada kenyataan ia tidak sempurna, namun kamu merasa hidup kamu tidak lengkap tanpa kehadiran orang tersebut sekaligus menjadi yakin jika dialah orang tepat yang diberikan Allah pada kamu, maka ini berarti jika jodohmu memang sudah dekat.

Keluarga Bisa Menerima

Jika seseorang lawan jenis mempunyai kepribadian yang baik dan sesuai dengan ekspetasi keluarga kamu dan keluarga juga sangat senang hati menerima orang tersebut, maka ini juga bisa dijadikan pertanda jika jodoh kamu sudah dekat.

Selalu Jujur

Saat ini, rasanya akan sangat sulit untuk mencari seseorang yang bisa selalu jujur pada diri kita khususnya pada lawan jenis. Namun, jika kamu sudah berhasil menemukan seseorang yang selalu jujur dalam perkataan dengan kenyataan maka ini menandakan salah satu sifat seorang muslim yang baik. Kejujuran adalah hal yang tidak boleh dipermainkan dan jika kejujuran berasal dari hati, maka niscaya kebahagiaan akan selalu menyertai kamu, sehingga kamu tidak perlu ragu lagi jika orang tersebut adalah jodoh kamu yang sudah dekat.

Mempermudah Dalam Segala Hal

Pertanda jodoh sudah dekat juga bisa terlihat dari semua urusan yang kamu miliki akan lebih terasa mudah saat dijalani bersama dengan seseorang seperti contohnya dalam hal mendekatkan diri dengan keluarga, membahas tentang rencana ke depan sampai rejeki yang selalu datang tanpa terduga saat akan menikah. Intinya adalah segala sesuatu urusan semakin dipermudah oleh Allah SWT.

Senang Bekerja Sama

Kerjasama sangat dibutuhkan antara diri kamu dengan pasangan dan ini juga menjadi penting untuk kehidupan ke depan disaat kamu menanggung beban yang semakin berat karena sudah menikah. Apabila kamu menemukan seseorang yang selalu bisa diajak bekerja sama dengan baik dalam segala urusan yang baik juga, maka ini menjadi pertanda jika jodoh kamu sudah dekat.

Shalat Istikharah Dan Tawakkal

Jodoh dan segala macam pertemuan sepenuhnya ada di tangan Allah SWT dan kita sebagai manusia hanya berfungsi sebagai perancang di dunia. Ada kalanya saat kita sudah merancang tentang jodoh dan juga pertemuan, maka Allah juga akan memberikan kita beberapa petunjuk yakni dengan cara Istikharah Dan Tawakkal untuk meminta petunjuk dari-Nya, sehingga jodoh yang kita dapatkan akan selalu baik menurut Allah SWT.

Wallohua'lam Bisshowab

Tanda Tanda Jodohmu Sudah Dekat Dalam Islam

Hubungan suami istri dalam islam boleh dilakukan kapan saja demi kebahagiaan dan merekatkan hubungan antara suami istri, dalam islam terdapat syariat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan manusia termasuk tata cara atau adab dalam hubungan suami istri.


Adab atau tata cara ini tentunya membawa kebaikan dan menjadi jalan sempurna nya bentuk ibadah diantara keduanya, berikut adab hubungan suami istri dalam islam :

Dalam Keadaan Bersih

Islam adalah agama yang bersih, begitu pula Allah menyukai kebersihan, kebersihan diibaratkan sebagai suatu hal yang menjadi sebagian dari iman karena keutamaannya. “Agama islam adalah agama yang bersih dan suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan”. (HR Baihaqi).

Adab hubungan suami istri dalam islam salah satunya ialah dilakukan dalam keadaan bersih, baik itu bersih dalam hal tempat, baju atau pakaian yang dikenakan, juga kebersihan badan. Wajib untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan suami istri. Selain sunnah dalam islam, keadaan bersih juga akan memberikan kenyamanan pada pasangan sehingga tercapai hubungan yang lebih nyaman. Karena sudah sangat jelas bahwa keutamaan kebersihan dalam islam wajib dilakukan.

Menggunakan Wewangian

“Empat macam diantara sunnah para Rasul yaitu berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah”. (HR Tirmidzi). Wewangian apalagi bagi kaum wanita hanya boleh digunakan untuk menarik hati suami nya, dianjurkan untuk memakai wewangian sebelum berhubungan suami istri agar timbul keinginan yang lebih dalam. Wewangian bisa digunakan pada baju atau pada tempat tidur (ruangan). Lebih baik lagi jika wewangian tersebut yang disukai oleh suami.

Berdandan yang Disukai oleh Suami atau Istri

Dianjurkan baik suami maupun istri untuk berhias sesuai dengan sesuatu yang disukai oleh pasangan nya, berhias dengan tujuan untuk menarik pasangan yang sudah halal merupakan salah satu bentuk ibadah. “Sebaik baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya”. (HR Ad Dailami).Berhias dalam hal ini dapat dilakukan dengan memakai baju menarik yang disukai pasangan, merapikan rambut dan tubuh, juga dengan cara melakukan perawatan tubuh sebelum melakukan hubungan suami istri.

Di Tempat Tertutup

Hal ini penting. Tentu semua orang sudah memahami bahwa hubungan suami istri baik itu bermesraan ataupun hubungan dalam bentuk lain, hendaknya tidak dilakukan di tempat umum atau tempat yang ada orang lain, sebab tidak diperkenankan aurat dilihat oleh orang yang bukan mahramnya serta wujud dari rasa malu yang pasti dimiliki oleh orang yang beriman. “Malu itu kebaikan seluruhnya”. (HR Muslim).Bermesraan cukup dinikmati secara pribadi, tidak untuk dipamerkan kepada orang lain.

Orang yang memamerkan hubungan apalagi bermesraan di hadapan umum merupakan salah satu tindakan tercela sebab menjurus pada riya dan kesombongan. Selain itu hal yang demikian menjadi sesuatu yang tidak pantas dalam kehidupan bermasyarakat serta dalam hukum islam. Kecuali jika hal yang dilakukan tidak ditujukan untuk riya, misalnya menggandeng tangan istri dan mendekatkan tubuh dengan niat melindungi istri dari bahaya.

Berdoa Sebelum Main

Hal ini merupakan anjuran dari Rasulullah sebab segala urusan yang diawali dengan doa akan lebih berkah dan terlindung dari syetan. “Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan kami dari syetan dan lindungi kami dari syetan agar tidak mengganggu apa yang Engkau rezekikan (anak) pada kami”. (HR Bukhari dan Muslim). Doa ini dibaca oleh kedua belah pihak (suami dan istri) sebelum melakukan hubungan suami istri.

Bermesraan (Pemanasan)

Dalam berhubungan badan tidak diperkenankan untuk menyakiti pasangan, hubungan suami istri wajib diawali dengan pendahuluan atau bermesraan terlebih dulu agar keduanya merasa lebih nyaman. “Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istri seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan”. (HR Tirmidzi). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedekatan dengan pasangan dan mencegah perasaan tidak nyaman.

Bersuci Jika Ingin Mengulangi

“Jika salah seorang diantara kalian mendatangi istrinya lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu”. (HR Muslim). Tidak ada batasan bagi suami istri dalam melakukan hubungan jima’, boleh diulang jika berkehendak dengan berwudhu terlebih dulu agar tubuh kembali bersih.

Mandi Besar (Janabat)

Dilakukan setelah selesai melakukan hubungan suami istri. Hal ini wajib sebab akan menghalangi sah nya shalat dan ibadah lainnya jika tidak diakhiri dengan mandi besar. “Apabila kalian junub maka bersucilah”. (QS Al Maidah : 6). cara mandi besar diawali dengan membaca niat dan wajib mengguyur seluruh badan dengan air.

Tidak Diperkenankan Menolak Keinginan Suami

Hubungan suami istri adalah bentuk nafkah batin yang suami memiliki hak sepenuhnya atas istri nya. Seorang istri tidak diperkenankan menolak jika suami menginginkannya. hukum istri menolak ajakan suami bersetubuh dalam islam termasuk perbuatan dosa sebab ridho Allah ada pada ridho suami.

“Istri mu adalah laksana tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah sebagaimana saja yang engkau kehendaki”. (QS Al Baqarah : 223). Jelas dari firman Allah tersebut bahwa seorang suami berhak mendatangi istrinya kapan saja sesuai kehendaknya.

Dalam hal ini dapat dibicarakan oleh kedua pasangan kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri, tentu sebagai manusia terkadang memiliki rasa lelah, tetapi jika kedua belah pihak memiliki hubungan komunikasi yang baik tentunya satu sama lain akan mengerti kondisi pasangan nya sehingga hubungan suami istri dilakukan dengan bahagia dan rasa nyaman. Semuanya tetap kembali kepada syariat islam bahwa seorang istri memang wajib melayani suaminya.

Tidak Boleh Dilakukan Ketika Istri Sedang Haid

Salah satu adab hubungan suami istri islah tidak boleh dilakukan ketika sedang haid atau masa nifas, hal ini disebut Allah dalam firman Nya, “Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid dan janganlah dekati mereka sebelum mereka suci” (QS Al Baqarah : 222). Darah haid dan nifas adalah darah kotor dan masih terdapat luka di dalam rahim wanita, beresiko menimbulkan infeksi atau penyakit baik pada sang suami maupun istri.

Tidak Melalui Dubur

Hubungan suami istri juga tidak boleh dilakukan lewat dubur,dubur adalah area kotor yakni tempat untuk membuang kotoran, sangat beresiko menyakiti dan menimbulkan penyakit baik bagi suami ataupun istri,“Barangsiapa menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR Tirmidzi).

Tidak Ada Batasan

“Hubungan badan wajib dilakukan oleh suami yaitu ia punya kewajiban menyetubuhi istrinya selama tidak ada udzur”. (Ibnu Qudamah dalam Al Mughni hal 30). Diperbolehkan melakukan hubungan suami istri sesuai kehendak keduanya, tidak ada batasan sebab syahwat sudah menjadi sesuatu yang halal.

Mendapat Pahala

Beruntung bagi anda yang telah menikah, selain mendapatkan kebahagiaan, sebagai jalan meneruskan keturunan, juga anda mendapat nilai ibadah yang amat luas. Apapun yang dilakukan oleh suami istri dengan niat ibadah karena Allah dan wujud ketaatan pada pasangan maka disitulah anda mendapat pahala. Simak hadist berikut, “Barang siapa memegang tangan istri sambil merayunya, maka Allah SWT akan menulis baginya 1 kebaikan dan melebur 1 kejelekan serta mengangkat 1 derajat. Apabila merangkul, akan ditulis baginya 10 kebaikan dan melebur 10 kejelekan serta mengangkat 1 derajat,. Apabila menciumnya, akan ditulis baginya 20 kebaikan dan melebur 20 kejelekan serta mengangkat 20 derajat. Dan apabila senggama dengan nya, maka lebih baik daripada dunia dan isi isinya”. (HR Muslim).

Dari hadis tersebut jelas bahwa se sepele apapun wujud kasih sayang antara suami istri akan mendapatkan pahala dari Allah. Hubungan suami istri juga termasuk amal ibadah yang bernilai tinggi di mata Allah. Sungguh suatu nikmat dari Allah sebagai wujud kasih sayang Allah pada hamba Nya yang wajib disyukuri. Semoga bisa menjadi motivasi bagi yang belum menikah untuk segera menjalin hubungan yang halal agar dapat mencegah dari perbuatan maksiat dan menjadikan ladang pahala.

Saling Menjaga Kerahasiaan

Tidak ada yang sempurna termasuk pasangan, suami atau istri adalah manusia biasa yang tentu memiliki kekurangan dalam dirinya. sebagai pasangan suami istri wajib menjaga aib atau menjaga kerahasiaan satu sama lain. Adab hubungan suami istri dalam islam salah satunya ialah menjaga kerahasiaan, tidak diperbolehkan menjelek jelekkan atau menyebarkan kelemahan pasangan kepada orang lain.

Hal yang demikian dilarang oleh Rasulullah dalam sabda nya “Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya”. (HR Muslim no. 1437).

Hubungan suami istri yang dilakukan dengan niat ibadah dan wujud taat kepada pasangan kelak keduanya akan sama sama mendapat kebahagiaan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda, saya dan kita semua.

Inilah Beberapa Adab Berhubungan (Jima') Dalam Islam