Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
JOMBANG JATIM - Seorang pria pengendara motor di Jombang tewas setelah menyerempet bagian belakang truk Fuso yang sedang parkir di bahu jalan WARTO, warga Dusun Gambang Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Jombang 20/03/2020 malam.

Sementara itu, tetangganya KASIRAN, yang dibonceng mengatasi luka-luka dan harus dipahami di Klinik Aulia Kecamatan Gudo Jombang.

Saat dikonfirmasi, Kanit Laka Satlantas Polres Jombang, IPTU SULAIMAN mengatakan, kecelakaan yang terjadi saat WARTO mengendarai sepeda motor Nopol. S 4366 XJ melintas di Jalan Raya Dusun Pojok Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Jombang, sekitar jam 19.15 WIB. Diduga kurang memperhatikan kondisi jalan, sepeda motor menyeret bagian belakang truk Fuso Nopol. N 7036 UW yang sedang parkir di bahu jalan. Sepeda motor akhirnya terjatuh ke jalan raya.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian diamankan ke kantor Satlantas Polres Jombang. Terkait pengemudi truk Fuso bernama HARTONO warga Desa / Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, untuk dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. 

Tabrak Truk Parkir, Pria Di Jombang Tewas Di Lokasi

TUBAN JATIM – Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil menangkap seorang pria asal Sragen, Jawa Tengan yang tega menjual istrinya sendiri melalui akun Twitter dengan memberikan layanan fantasi seks foursome, Jumat (20/3/2020).

Pria yang rela menjual istrinya untuk layanan seks itu diketahui berinisial AEM (28), seorang sopir warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Adapun untuk istrinya yang dijual lewat twitter untuk melayani fantasi seks itu berinisial SS (23), yang juga warga desa setempat.

Data yang dihimpun, kasus prostitusi online yang beroperasi di wilayah hukum Polres Tuban itu berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tuban pada hari Selasa (17/3/2020) kemarin. Lokasinya berada di salah satu hotel di Kota Tuban itu.

“Tersangka ini melakukan eksploitasi istrinya untuk layanan seksualnya. Bentuknya yaitu dengan layanan fantasi foursome,” terang AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban saat melakukan konferensi pers kasus layanan fantasi seks secara online itu.

Pelaku AEM itu sendiri menjual istrinya itu dengan menggunkan akun twitter bernama Pasutri Solo dengan bio profil open pasutri wf23//Hb28. Yang mana di akun tersbut juga diberikan nomer WA yang dijadikan sebagai nomor untuk transkasi pemesanan layanan fantasi seks dalam satu kamar dengan empat orang itu.

Setelah memberikan harga, pelaku ini kemudian berjanjian dengan penyewa layanan itu di sebuah kamar hotel yang ada di Kota Tuban itu. Awalnya mereka terlebih dahulu membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu dengan alasan supaya tersangka ini tidak ditipu oleh penyewanya.

“Untuk tarifnya bervariasi antara satu setengah juta sampai enam juta rupiah,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan bahwa AEM ini merupakan pelaku yang sudah melayani jasa layanan fantasi seks foursome antara provinsi di pulau jawa. Mereka berpindah-pindah dari kota-kota baik yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

“Berdasarkan pengakuan tersangka ini sudah sembilan kali melakukan perbuatan ini mulai di Jakarta, Solo dan kota lainya. Dan untuk yang di Tuban baru pertama kali ini,” papar AKBP Ruruh Wicaksono.

Suami Di Tuban Jual Istri Untuk Layanan Seks Fuorsome

SURABAYA - Meski sudah ada imbauan untuk ibadah di rumah, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tetap menggelar salat Jumat berjamaah, pada 20 Maret 2020. Uniknya, banyak jemaah yang meneteskan air mata, menangis.

Ribuan jemaah yang hadir, meski sudah mengambil air wudhu, tidak diperkenankan lansung masuk ke area salat.

Penguruss Masjid Al Akbar meminta jemaah untuk mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi virus Covid-19. Yakni dengan berbaris antre, lalu menggunakan hand sanitizer, memakai masker, setelah itu thermal gun atau cek suhu badan.

Kebijakan ini tampak disambut sangat baik oleh para jemaah. Hal itu dibuktikan tidak ada orang yang saling srondol atau mendahului, meski antrean cukup panjang. Karena pintu masuk ke Masjid Al Akbar hanya dibuka tiga saja.

Namun, usai khotib menyelesaikan khutbah Jumat, jemaah pun yang masih antre pun langsung diminta masuk untuk mengisi shaf yang masih kosong. Tapi dengan syarat disemprot disinfektan dulu, supaya proses bisa berjalan sedikit cepat.

Sementara, jemaah di Masjid Al Akbar Surabaya ini tak ada fasilitas karpet. Karena memang imbauan dari pemerintah pusat untuk menggulung karpet, tujuannya agar dapat meminimalisir penyebaran virus corona.

Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor mengatakan, salat Jumat siang berjalan sesuai dengan tausiah MUI Jatim. Meski dengan catatan dengan segala kebutuhan sanitasi seperti masker dan thermal gun.

“Alhamdulillah dan insyaallah, Masjid Al Akbar satu-satunya masjid yang melakukan strelisasi jemaah, mulai hand sanitizer, hand soap, masker, mulai pengaturan shaf, kita lakukan semuanya,” kata Helmy saat ditemui usai salat Jumat.

Salah satu jamaah juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan salat Jumat ini Imam dan Khotib kompak mempercepat durasi khutbah dan salat. Hal itu dilakukan agar mengurangi intensitas lamanya kerumunan jemaah.

“Khotbahnya tadi cepat, yang penting syarat dan rukunnya memenuhi. Tadi juga imamanya cepet. Doanya bagus untuk keselamatan bangsa (dari pandemi corona),” imbuh dia.

Usai Salat Jumat digelar, menurut salah satu warga, jemaah juga tak melakukan salaman. Padahal usai salat biasanya mereka saling berjabatan tangan.

“Tidak ada yang salaman, insya Allah jemaah sudah paham dengan itu, tadi hampir semua jemaah menangis, khutbahnya bagus, singkat, khutbahnya luar biasa, itu yang imam adalah hapal quran, doanya untuk semua bukan hanya surabaya tapi Indonesia dan dunia supaya terbebas dari corona,” tambahnya.

Bukan hanya itu saja, sejumlah aktivitas jemaah juga masih berjalan, seperti mengaji hingga pembacaan syahadat sebagai Muslim. Namun, pihak masjid setelah ini juga akan melakukan penyemprotan disinfektan kembali supaya kondisi masjid tetap steril.

“Jemaah juga sangat patuh, setelah salat kami lakukan pembersihan kembali. Tadi tidak ada yang salaman,” pungkasnya.

Jama'ah Menangis Ketika Shalat Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya

SUBANG - Seorang Wanita bernama Isah Ruminah (42) PSK yang tewas di tangan pelanggannya. Pembunuhan terhadap pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Subang itu bermula dari ejekan saat berhubungan intim.

Insiden pembunuhan itu terjadi di sebuah kamar warung remang-remang Jalan Lima, Kampung Mulyasari, Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang pada Selasa (18/2) lalu. Saat itu, pelaku berinisial AS (33) berhubungan badan dengan Isah. Polisi menyebut pelaku mendapat 'servis' gratis dari Isah.

"Pelaku kemudian sakit hati karena diejek tidak tahan lama dalam berhubungan intim," ucap Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani kepada wartawan, Minggu (8/3/2020).

Selain karena ucapannya, Isah juga sempat mendorong pelaku. Dorongan Isah membuat kepala pelaku terbentur pintu kamar warung remang-remang.

Pelaku pun tambah emosi. AS lantas menyerang korban dengan cara mempiting leher korban dari belakang sampai terjatuh dengan posisi sujud.

"Kemudian pelaku melilit mulut korban dengan kain milik korban sambil menekan lehernya dari belakang ke bantal," katanya.

Tak sampai di situ, pelaku juga mengikat tangan korban. Kain handuk jadi alat pelaku untuk mengikat tangan korban ke belakang.

"Setelah itu pelaku meninggalkan korban dalam keadaan telanjang dan pelaku mengambil handphone milik korban yang tergeletak di meja," tuturnya.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju ke TKP. Saat itu, kondisi Isah tak bernyawa.

Dari temuan tersebut, personel Sat Reskrim Polres Subang yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Deden A Yani melakukan penyelidikan. Dalam waktu 10 hari, pelaku akhirnya bisa ditangkap. AS ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah kantor agen PO Bus di kawasan Subang.

Diejek Kurang Perkasa, PSK Di Subang Dihabisi Pelanggannya

MAKASSAR - Pernikahan pria di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Syamsir dan Nurfawana viral di media sosial karena ada istri pertama, Yulistiawati, yang mengantar sang suami. Tak hanya mengantar, ternyata sang istri pertama juga paling termotivasi jika suaminya bisa menikah lagi.

"Istri pertamanya itu, yang Yulistiawati itu minta suaminya dinikahkan lagi. Memang istri pertamanya memotivasi, bukan semata-mata karena suaminya," ujar Ketua Dai Muda Bulukumba Ikhwan Bahar sekaligus sahabat mempelai pria dan wanita, saat dihubungi wartawan, Kamis (5/3/2020).

Ikhwan mengatakan, bahkan Yulistiawati yang paling konsisten menghubungi sejumlah rekan ustaz agar mencarikan calon istri buat suaminya pada pertengahan tahun 2019 lalu.

Hingga akhirnya, takdir mempertemukan Andi Syamsir dan Nurfawana. Keduanya disebut Ikhwan saling mengenal namun. Namun Ikhwan tidak tahu bahwa Andi Syamsir dan Nurfawana sama-sama berencana menikah lagi.

Setelah tahu dan mendengar cerita dari Andi Syamsir dan Nurfawana, Ikhwan menawarkan mereka berdua menikah.

"Hj Nurfawana ini memang sudah bersuami, karena sudah cerai, dia minta dicarikan lagi. Ini Andi Syamsir juga mencari, istrinya (istri pertama juga minta), ya dikasi klop saja," ujar Ikhwan.

"Dua-duanya sama-sama minta dicarikan, jadi daripada sama-sama mencari, lebih baik dikasi ketemu," katanya.

Ikhwan juga mengatakan dia bersemangat membantu pernikahan ini lantaran semua pihak setuju. Termasuk ibu dari Nurfawana.

"Artinya diaminkan oleh ibunya ini Hj Nurfawana. Dia bilang kamu saja (Andi Syamsir) jadi suami anak saya," ujar Ikhwan.

Sementara sang istri pertama, kata Ikhwan, termotivasi berbakti ke suaminya sehingga salah satu jalan utama yang dianggap baik ialah dengan suaminya menikah lagi.

Selain itu, sang suami menikah lagi bukan hal pertama dialami Yulistiawati. Pasalnya, suaminya memang pernah menikah lagi, namun hubungan dengan istri kedua kandas alias cerai dengan suatu alasan.

"Cuma singkat ketika saya tanya 'gimana, Bu?. Dia bilang 'kalau suami saya nanti bahagia saya juga bahagia'. Singkat saja dia jawabnya," ujar Ikhwan sembari tertawa.

Baik Andi Syamsir maupun Nurfawana, kata Ikhwan, sama-sama pengusaha sukses di Bulukumba.

"Mereka sama-sama orang berada. Yang laki-laki pengusaha ruqyah, ada kliniknya, yang perempuan ada usaha martabaknya, besar, ada cabang di berbagai kota," katanya.

Viral, Antarkan Suami Nikah Lagi, Istri Pertama Ikut Bahagia

POLEWALI MANDAR - Kecelakaan mobil dengan truk terjadi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Akibat kecelakaan ini menyebabkan dua orang tewas.

Kecelakaan berawal saat mobil yang dikemudikan Ahmad hilang kendali saat berupaya mendahului kendaraan yang ada di depannya. Namun secara tiba-tiba muncul truk tangki BBM dari arah berlawanan.

"Mobil diketahui melaju dari arah barat ke timur, ketika hendak mendahului kendaraan lain, tiba-tiba muncul truk bermuatan BBM dari arah berlawanan, hingga tabrakan tidak dapat terhindarkan," kata Kasat Lantas Polres Polman, AKP Rusli Said, kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Diketahui, kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah minibus bernomor polisi DP-1390-DP. Sementara truk tangki bernopol DP-8085-AB.

Dua orang yang tewas ialah sopir mobil bernama Ahmad (52) dan penumpangnya bernama Abd Rahman (31). Selain itu ada dua penumpang lain yang mengalami luka serius yakni Mansur (31) dan Gani (40). Keduanya telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar.

Korban Ahmad diketahui berasal dari Kecamatan Palateang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkutan. Sementara ketiga korban lainnya berasal dari desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa ini, terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, sore tadi. Laju truk bermuatan BBM diketahui baru terhenti setelah menabrak rumah penduduk yang berada di sisi jalan.

"Setelah mengalami kecelakaan, semua korban langsung dilarikan ke RSUD Polewali Mandar," tandas Rusli.

Peristiwa kecelakaan ini telah dalam penanganan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Polman. Selain mengamankan sopir truk bernama Jusman untuk dimintai keterangan lebih lanjut, kedua kendaraan yang terlibat tabrakan dalam pengawasan polisi sebagai barang bukti.

Kecelakaan Maut Mobil vs Truk BBM, Dua Orang Tewas

JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) menyatakan, saat ini masih tersisa 53 karyawan yang belum menerima keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pihak Indosat menghargai keputusan karyawan untuk menempuh jalur hukum.

"Kami menghargai perbedaan pandangan dari sebagian kecil karyawan terdampak yang tidak dapat menerima tawaran kami, yang menurut data kami hingga hari hanya sebanyak 53 orang saja. Kami menghargai hak mereka untuk menempuh jalur hukum yang berlaku," kata Director & Chief Human Resources Officer, Irsyad Sahroni dalam keterangannya, Kamis (5/4/2020).

Dia menjelaskan, keputusan itu berat namun sangat dibutuhkan perusahaan.

"Reorganisasi ini adalah suatu tindakan yang berat namun sangat dibutuhkan agar Indosat Ooredoo dapat bertahan dan bertumbuh," ujarnya.

Menurutnya, hal itu berjalan baik. Dia bilang, 90% lebih karyawan sudah menerima keputusan tersebut.

"Reorganisasi telah berjalan dengan baik dan lebih dari 90% karyawan yang terdampak sudah menerima," ungkapnya.

Sementara, Presiden Serikat Pekerja Indosat Roro Dwi Handayani mengatakan, ada 57 dari 677 karyawan Indosat yang menolak di-PHK.

"Dilakukan PHK serentak yang angkanya kami dapat dari media, 677 orang. Alhamdulillah kami sampai hari ini tetap lakukan perlawanan, dan ada 57 karyawan yang konsisten terus melawan," kata dia dalam konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Diambang Bangkrut, 53 Pegawai Indosat Tolak Untuk Dipecat

FLORES - Enam warga Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas dalam "perang tanding" atau bentrok antara dua suku memperebutkan tanah.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, dilansir Antara, Kamis (5/3) mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Perang antarsuku itu baru diketahui Kamis sore karena lokasi kejadian tidak ada akses komunikasi.

Kepala Kepolisian Resor Flores Timur, AKBP Deny Abraham, juga membenarkan adanya konflik antarwarga tersebut.

“Iya betul ada konflik antarwarga di Desa Sandosi Kecamatan Witihama,” kata Deny, Kamis (5/3).

Dia mengatakan konflik antarwarga tersebut terjadi akibat perebutan lahan. Namun belum diketahui seperti apa kronologi munculnya peristiwa tersebut.

Menurut dia, konflik tersebut telah menimbulkan adanya korban jiwa, namun belum diketahui jumlah korban secara pasti karena masih dilakukan identifikasi di lapangan.

“Para personel sudah saya kirim ke lapangan untuk melakukan identifikasi sekaligus berupaya meredam konflik tersebut,” katanya.

Enam Warga Tewas Akibat Perang Antar Suku Di Flores

Loading...