Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
JOMBANG JATIM - Pasien terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Jombang bertambah satu orang. Hingga saat ini, jumlah pasien positif Corona menjadi 3 orang.

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengatakan, pasien positif Corona itu adalah seorang pria berumur 37 tahun.

"Hasil konfirmasi, satu orang sebagaimana dimaksud berjenis kelamin laki laki, usia 37 tahun, asal Kertosono (Nganjuk)," katanya, Jumat (10/4/2020).

Ia menyebut, sebelumnya pria itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat sejak 31 Maret 2020 di RSUD Jombang.

"Status awal PDP. Konfirmasi satu orang positif itu kami terima kemarin petang," terang Budi.

Budi melanjutkan, untuk satu pasien menjalani karantina mandiri dan dua orang lainnya dirawat di RSUD Jombang. Pasien 01 dan 02 kondisinya membaik, tetapi keduanya masih menunggu hasil tes swab.

"Pasien 01 dan 02 kondisinya sehat namun belum bisa dinyatakan sembuh total karena hasil pemeriksaan swab belum keluar," pungkasnya.

Sampai saat ini, jumlah pasien dalam pengawasan tercatat 6 orang secara kumulatif.

Dua PDP dirawat di RSUD Jombang dengan 1 orang dinyatakan positif Covid-19, satu orang selesai menjalani pemantauan selama 14 hari dan 2 orang menjalani isolasi mandiri serta 1 PDP meninggal dunia.

Pasien Positif Corona Di Jombang Bertambah

NGANJUK JATIM - Pasien terkonfirmasi positif virus corona di Kabupaten Nganjuk bertambah menjadi 8 orang. Hal ini setelah ada satu warga dari Kecamatan Nganjuk Kota dinyatakan positif corona oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk kamis 09/04/2020 WIB.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, dr. Hendriyanto saat dikonfirmasi mengatakan, satu pasien positif corona saat ini menjalani isolasi di RSUD Soedono Madiun. Setelah hasil tes swab keluar dipastikan positif corona.

Kasus tambahan positif corona ini  bukan dari cluster positif corona sebelumnya. Pasien positif corona terbaru ini memiliki riwayat pernah bepergian ke objek wisata di Ngawi bersama rombongan.

Dari hasil tracing, didapati 73 orang pernah berkontak dengan pasien positif corona. Mulai dari rombongan wisata hingga keluarga terdekat.

Kasus Corona Di Nganjuk Bertambah, Pasien Positif Capai 8 Orang

TULUNGAGUNG JATIM - Satgas Covid-19 Tulungagung mengonfirmasi ada 2 tambahan pasien positif corona di Tulungagung kamis 09/04/2020.

Pasien terbaru ini merupakan kerabat dari pasien kasus positif corona pertama asal Kecamatan Bandung Tulungagung. Sehingga total positif corona menjadi 7 pasien.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Drs. BAMBANG TRIONO ketika dikonfirmasi mengatakan, 2 pasien positif baru ini kondisinya baik secara klinis.

Sebelumnya menjalani karantina mandiri dirumah. Tetapi, sejak tiga hari lalu, Satgas Gugus Tugas membawa keduanya untuk menjalani masa karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Masyarakat diminta tidak panik terkait penyebaran virus corona. Masyarakat sebaiknya menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

Pasien Positif Corona Di Tulungagung Bertambah, Kini Capai 7 Orang

SURABAYA - Seorang anak di Surabaya menjadi korban perbuatan asusila. Gadis berusia 16 tahun ini dicabuli ayah tirinya di sebuah kamar kos. 

Peristiwa tersebut bermula saat pelaku berinisial SML (38) pulang ke rumah kos yang mereka tinggali. Kala itu pelaku melihat kamar korban tidak dikunci.

Pelaku kemudian tak kuasa menahan nafsu untuk melakukan pelecehan seksual pada korban yang tengah lelap tertidur.

"Tersangka masuk ke dalam kamar kos korban, saat korban lupa tidak mengunci kamar dari dalam. Tersangka yang melihat korban tidur langsung terangsang," kata Ps Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Harun, Kamis (9/4/2020).

Korban kemudian terbangun karena merasa ada yang ganjal dalam tidurnya. Ia melihat ayah tirinya sedang melakukan perbuatan cabul.

Korban akhirnya meminta pertolongan kepada yayasan pemerhati anak. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke Unit PPA Polrestabes Surabaya.

"Dari pengakuan pelaku hanya sekali," imbuh Harun.

Harun menjelaskan, niat awal korban bersama ayah tirinya datang ke Surabaya yakni untuk mencari pekerjaan. Mereka tinggal di Gayungan, Surabaya.

Sementara ibu kandung korban yang dinikahi siri oleh ayah tirinya kini tinggal di Jakarta, dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Seolah-olah menjadi pahlawan, dijanjikan dicarikan kerja," lanjut Harun.

Pelaku terancam Pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76D UU RI No 35 Tahun 2014, tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Modus Carikan Kerja, Ayah Ini Perkosa Anak Tirinya

PONOROGO JATIM - Pasien terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) di Ponorogo bertambah dua orang, Kamis (9/4/2020). Dengan penambahan itu, pasien positifi Covid-19 menjadi lima orang.

"Ada penambahan dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dinas kesehatan menerima hasil tes swab. Keduanya dari klaster Sukolilo (Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya)," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Bupati Ipong menyebut, tiga pasien positif Corona sebelumnya juga dari klaster yang sama, yaitu peserta pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-19 Maret 2020.

"Tentu ini memprihatinkan. Karenanya kita harus lebih hati-hati kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan peserta pelatihan," ujarnya.

Dia menyebut bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan identifikasi atau pelacakan siapa saja yang telah melakukan kontak dekat dengan para peserta TKHI itu. Warga yang sudah terlacak langsung diminta untuk mengisolasi diri.

Bupati Ipong menambahkan, satu pasien positif baru adalah istri dari suaminya yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif. Sang suami adalah peserta TKHI yang sudah diisolasi selama 15 hari. Sedangkan sang istri baru diisolasi 10 hari.

"Semuanya sudah dirawat dan ditangani dengan baik di Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono," paparnya.

Bertambah 2, Total Positif Corona Ponorogo Capai 5 Orang

KEDIRI JATIM - Pasien positif virus corona (Covid-19) di Kota Kediri kembali bertambah satu orang pada kamis 09/04/2020. Sehingga total pasien positif terinfeksi virus corona menjadi 4 orang.

Pasien terbaru ini merupakan istri dari pasien yang sebelumnya dinyatakan positif corona asal Perumahan Wilis Indah 2, Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19, dr. FAUZAN ADIMA ketika dikonfirmasi mengatakan, pasien saat ini dirawat di RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri.

Pemkot Kediri saat ini melakukan tracing siapa saja warga yang telah kontak langsung dengan pasien positif corona tersebut. Dihimbau kepada warga yang telah melakukan kontak dengan pasien, untuk melakukan isolasi diri secara mandiri dirumah.

Warga Kota Kediri diminta untuk tidak panik dan tetap tenang namun tetap waspada dan melakukan langkah-langkah yang telah dilakukan serta diarahkan oleh pemerintah. Melakukan physical distancing, menjaga pola hidup yang sehat dan bersih.

Update Corona 9 April: Pasien Positif Corona Kota Kediri Bertambah

MALANG JATIM - Seorang Pria pencari kerang akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa. Dia dikabarkan hilang pada Rabu (8/4/2020) kemarin akibat terseret ombak Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso menjelaskan, korban di ketahui bernama Tukimin (50), warga RT 07 RW 03 Dusun Krajan, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo.

“Korban ini aslinya orang Semarang, yang menikah dengan warga Pujiharjo,” ungkap Hendik, saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4/2020).

Menurut Hendik, korban pada Rabu kemarin, sekitar pukul 12.30 WIB, berangkat untuk mencari kerang. Saat berada di Kletekan, pantai Sipelot, diduga korban terlalu jauh masuk ke area berbahaya sehingga terseret arus.

“Mendapatkan laporan tersebut, warga sekitar berusaha mencari keberadaan korban di area pantai Sipelot, sebagian langsung melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa kami,” kata Hendik.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo menambahkan, dirinya langsung menuju Lokasi Kejadian Perkara (TKP) untuk ikut melakukan pencarian korban.

“Pencarian dilakukan di sepanjang bibir pantai Sipelot dan teluk Kletekan,” kata pria yang akrab disapa Mbah Tomo.

Dalam pencarian korban tersebut, lanjut Mbah Tomo, melibatkan Tim Sibat, PMI, Polri dan TNI serta tim SAR yang menggunakan perahu Karet, hingga melibatkan nelayan sekitar.

“Tadi malam sekitar pukul 19.25 WIB pencarian dihentikan dan dilanjutkan pagi tadi,” terangnya.

Mbah Tomo menambahkan, korban akhirnya ditemukan setelah penyelam dari tim SAR harus menyelam sampai kedalaman 30 meter di laut teluk Kletekan, pantai Sipelot.

“Korban ditemukan siang hari ini sekitar pukul 10.58 WIB, dan dibawa ke pinggir pantai. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” pungkasnya.

Pencari Kerang Di Malang Tewas Terseret Ombak

BONDOWOSO - Aksi bejat dilakukan seorang kakek di Bondowoso. Dia tega memperkosa siswi SD di persawahan hingga hamil.

Pelaku yakni Suwarno (63), warga Desa Dawuhan, Grujugan, Bondowoso. Kakek 5 cucu ini sehari-hari berprofesi sebagai ulu-ulu atau perangkat desa setempat.

Informasi yang diperoleh, kasus tersebut bermula saat pelaku bertemu dengan korban yang masih berusia 12 tahun di persawahan desa setempat, beberapa bulan lalu. Pelaku lalu melancarkan tipu muslihatnya dan membujuk si anak agar mau melakukan persetubuhan.

Mendapat perlakuan seperti itu, korban menolak dan berontak. Namun, karena situasi di lokasi tersebut memang sedang sepi pelaku dengan leluasa melampiaskan aksi bejatnya pada korban.

Setelah kejadian tersebut, korban hanya menangis. Tiba di rumahnya pun, korban hanya bisa diam dan meratapi kejadian yang baru menimpanya. Namun tidak berani melaporkedua orang tuanya.

Kedua orang tua korban baru curiga setelah ada perubahan pada fisik si anak. Setelah didesak, korban baru menceritakan semua kejadian yang pernah menimpanya. Orang tua korban yag tidak terima lantas melapor ke polisi.

"Pelaku langsung kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Kapolsek Grujugan, AKP Iswahyudi, kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/4/2020).

Kapolsek menambahkan dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengakui terus terang semua perbuatannya. Dari pengakuannya, pelaku hanya berbuat sekali saja terhadap pelaku.

"Pelaku sudah kami visum dan periksakan ke dokter. Hasilnya, korban saat ini hamil sekitar 8 - 10 minggu," jelasnya.

Karena perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 81 ayat 2 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Bejat, Kakek Di Bondowoso Tega Perkosa Bocah SD Hingga Hamil