PONOROGO JATIM - Pasien terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) di Ponorogo bertambah dua orang, Kamis (9/4/2020). Dengan penambahan itu, pasien positifi Covid-19 menjadi lima orang.

"Ada penambahan dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dinas kesehatan menerima hasil tes swab. Keduanya dari klaster Sukolilo (Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya)," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Bupati Ipong menyebut, tiga pasien positif Corona sebelumnya juga dari klaster yang sama, yaitu peserta pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-19 Maret 2020.

"Tentu ini memprihatinkan. Karenanya kita harus lebih hati-hati kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan peserta pelatihan," ujarnya.

Dia menyebut bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan identifikasi atau pelacakan siapa saja yang telah melakukan kontak dekat dengan para peserta TKHI itu. Warga yang sudah terlacak langsung diminta untuk mengisolasi diri.

Bupati Ipong menambahkan, satu pasien positif baru adalah istri dari suaminya yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif. Sang suami adalah peserta TKHI yang sudah diisolasi selama 15 hari. Sedangkan sang istri baru diisolasi 10 hari.

"Semuanya sudah dirawat dan ditangani dengan baik di Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono," paparnya.

Bertambah 2, Total Positif Corona Ponorogo Capai 5 Orang

PONOROGO JATIM - Pasien terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) di Ponorogo bertambah dua orang, Kamis (9/4/2020). Dengan penambahan itu, pasien positifi Covid-19 menjadi lima orang.

"Ada penambahan dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dinas kesehatan menerima hasil tes swab. Keduanya dari klaster Sukolilo (Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya)," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Bupati Ipong menyebut, tiga pasien positif Corona sebelumnya juga dari klaster yang sama, yaitu peserta pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-19 Maret 2020.

"Tentu ini memprihatinkan. Karenanya kita harus lebih hati-hati kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan peserta pelatihan," ujarnya.

Dia menyebut bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan identifikasi atau pelacakan siapa saja yang telah melakukan kontak dekat dengan para peserta TKHI itu. Warga yang sudah terlacak langsung diminta untuk mengisolasi diri.

Bupati Ipong menambahkan, satu pasien positif baru adalah istri dari suaminya yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif. Sang suami adalah peserta TKHI yang sudah diisolasi selama 15 hari. Sedangkan sang istri baru diisolasi 10 hari.

"Semuanya sudah dirawat dan ditangani dengan baik di Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono," paparnya.