Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
BLORA JATENG - Pria di Kabupaten Blora, Jawa Tengah Kepergok warga saat mencuri kotak amal sebuah mushola. Pelaku, Muhtari langsung digelandang warga ke Balai Desa Kentong, Kecamatam Cepu, Blora.

"Usai diamankan di balai desa, tersangka langsung kami bawa ke polsek," kata Plh Kapolsek Cepu AKP Sutarjo, Minggu (29/3/2020).

Pelaku warga Kecamatan Kedungtuban melancarkan aksinya di Musala Nurul Huda, Desa Kentong, Cepu. Namun belum sempat mengambil seluruh uang di dalam kotak amal, aksi pelaku tepergok warga yang langsung berteriak maling.

Tak lama kemudian, warga berhasil mengamankan Muhtari dan dibawa ke Balai Desa Kentong.

Sutarjo menyebutkan pelaku masuk musala dan mengambil uang kotak amal dengan menggunakan jeruji sepeda.

"Yang berhasil diambil tidak banyak, hanya Rp 41 ribu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wado, Agung mengatakan bahwa berdasarkan keterangan tetangga sekitar, pelaku tersebut kurang sehat dan jika diajak bicara tidak nyambung.

"Aslinya warga Desa Tanjung dan nikah dengan orang Wado. Setiap hari istrinya dilarang keluar rumah dan bicaranya ngelantur," ujar Agung.

Kepergok Curi Kotak Amal, Warga Blora Diringkus Polisi

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengungkapkan adanya penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona (COVID-19). Sedangkan untuk jumlah pasien positif Corona masih sama dengan hari kemarin, yaitu 19 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan, hingga hari ini jumlah PDP di DIY menjadi 175 orang. Jumlah tersebut akumulasi dari laporan rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY.

"Total data PDP tanggal 29 Maret 2020, yang sudah diperiksa/diswab ada 175 orang. Hasilnya, 40 orang negatif dan 19 orang positif (COVID-19)," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Berty melanjutkan, dari 19 orang yang positif COVID-19 itu satu orang dinyatakan sembuh. Sedangkan tiga orang meninggal dunia.

"Untuk yang masih dalam proses (menunggu hasil uji laboratorium) ada 116 orang. Di mana empat orang di antaranya meninggal dunia," ucap Berty.

Diberitakan sebelumnya, jumlah PDP di DIY pada Sabtu (28/3) kemarin sebanyak 154 orang. Sedangkan pasien yang positif Corona ada 19 orang.

"Sampai dengan hari ini, dapat kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang sudah diperiksa/diswab adalah sebanyak 154 orang," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Biwara Yuswantana saat jumpa pers di Gedung Pusdalops BPBD DIY, Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, Sabtu (28/3/2020).

Dari jumlah tersebut, kata Biwara, 40 orang negatif dan ada 19 orang yang positif COVID-19. Dari 19 orang yang positif Corona itu, 1 dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Update Corona Di Yogyakarta: 19 Positif Dan 3 Meninggal

SEMARANG - Dua pasien positif virus Corona (COVID-19) masing-masing di Semarang dan Solo dinyatakan sembuh. Sementara itu 32 pasien positif lainnya masih dirawat intensif.

"Iya benar ada dua sembuh yaitu di Solo dan Semarang. Kalau sembuh berarti tadinya positif (Corona)," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020).

Ganjar menyebut kesembuhan dua pasien ini merupakan kabar baik. "Ini kabar baik juga sih, semoga ini bisa terus dikontrol," ujarnya.

Dari dua pasien yang sembuh itu, salah satunya merupakan keluarga dari pasien yang positif Corona klaster 'seminar Bogor'. Pasien itu yang dirawat di RSDM Solo.

"Ya, antara lain ya (berhubungan dengan yang seminar Bogor)," jelasnya.

Sementara itu dari situs resmi https://corona.jatengprov.go.id/ update pukul 14.00 WIB hari ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jateng sebanyak 3.638 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 322 orang.

Kemudian pasien positif Corona di Jateng, ada 40 pasien dengan rincian 32 pasien masih dirawat, 6 meninggal dan 2 pasien sembuh. Dua pasien sembuh dan boleh pulang masing-masing dari RSUD dr Moewardi, Solo dan RSU Telogorejo, Semarang.

Untuk 32 pasien positif Corona dirawat di sejumlah rumah sakit. Yakni 8 pasien di RSUP Dr Kariadi Semarang, 5 pasien di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 pasien di RSUD dr Moewardi Solo, 3 pasien di RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga, 3 pasien di RSUD Banyumas, 2 pasien di RSU Telogorejo Semarang.

Dan masing-masing satu pasien di RSU dr Soedjono Magelang, RSUD Tidar Kota Magelang, RSUD Setjonegoro Wonosobo, RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, RSUD Kraton Pekalongan, RSUD Kardinah Tegal, RSUD dr. Soediran MS Wonogiri, dan RSUD Cilacap.

Diberitakan sebelumnya, seorang pasien positif virus Corona (COVID-19) di RSUD dr Moewardi (RSDM) dinyatakan sembuh. Dia diperbolehkan pulang ke rumahnya, Mojosongo, Jebres, Solo.

"Betul, laporan dari RSDM, pasien tersebut di-swab dua kali dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih kepada wartawan, Jumat (27/3).

Update Corona di Jateng: 40 Positif, 6 Meninggal

PURWOREJO JATENG - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terus meningkat.

Tak ingin wabah Corona semakin menyebar, Pemkab Purworejo melarang warganya pulang kampung.

"Kami melarang (warga Purworejo) untuk mudik ke daerah agar tidak menulari atau membawa virus Corona. Larangan ini kami berlakukan mulai hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Bupati Purworejo, Agus Bastian di sela-sela penetapan Purworejo sebagai wilayah tanggap darurat COVID-19 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jumat (27/3/2020).

Masyarakat pun dihimbau untuk patuh terhadap pemerintah. Hingga kini, tercatat lebih dari 10 ribu pemudik masuk ke Kabupaten Purworejo.

"Pemudik sejak tanggal 20 Maret kemarin sampai saat ini sudah sekitar 11 ribu. Kami imbau agar warga jangan mudik dulu dan patuhi pemerintah," lanjutnya.

Dari data sore hari ini di Purworejo terdapat 331 ODP, 15 PDP, dan satu orang PDP Corona yang meninggal. Dengan peningkatan kasus Corona ini, Pemkab juga menetapkan Purworejo sebagai wilayah tanggap darurat COVID-19.

"Atas dasar hal-hal tersebut maka dengan ini dinyatakan bahwa wilayah Kabupaten Purworejo dalam keadaan tanggap darurat COVID-19 terhitung mulai tanggal 28 Maret 2020 pukul 00.00 wib sampai dengan 29 Mei 2020," tegasnya.

Cegah Corona, Pemkab Purworejo Larang Warganya Mudik

GUNUNGKIDUL - Warga padukuhan Karangnongko, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul dibuat geger. Minggu (8/3/2020) siang, tiga bocah warga padukuhan tersebut tewas tenggelam di genangan banjir yang ada di belakang padukuhan mereka.

Ketiga bocah tersebut Nando (7), Abel (7) dan Yulius (8) diduga tewas tenggelam ketika berenang di luweng Nggriyeng, Minggu (8/3/2020) sore. Ketiganya diduga tidak mengetahui kondisi kedalaman genangan air di bibir luweng.

Ketua RT 03, Miyarto menambahkan, sekitar pukul 13.00 WIB, ia mendapat laporan ada bocah yang ditemukan mengambang di belakang rumah salah satu warganya, Mbah Kirno. Kebetulan di belakang rumah mbah Kirno memang sedang ada genangan air karena hujan tiga hari terakhir.

"Saya lantas menuju ke lokasi dan langsung ia melakukan evakuasi terhadap jasad bocah yang tenggelam tersebut," ujarnya, Minggu (8/3/2020) petang.

Setelah itu, ia langsung mengantar korban ke rumah duka yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Saat ia tengah berjalan ke lokasi kejadian, dirinya mendengar jika dua korban lain ditemukan di dasar genangan air namun rekannya tidak berani mengangkat korban dari dalam air.

Ia langsung melakukan evakuasi tubuh kedua korban di mana posisinya hanya sekitar 5 meter dari penemuan pertama. Posisi kedua korban berada di dasar genangan air sedalam 130 centimeter.

"Tadi dikabari kalau ditemukan ketika teman-teman berjalan di dalam air kebetulan menyentuh tubuh korban. Tetapi tidak berani mengangkatnya, otomatis saya yang mengangkat,"tambahnya.

Kirno alias Narto Widodo (60) warga RT 03 RW 3 Karangnongko, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, menuturkan Minggu (8/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB ia bangun tidur dan mengambil arit untuk mencari rumput di belakang rumah.

Ketika sampai di belakang rumah dan di atas tebing sedalam 5 meter ia melihat ada bocah mengambang di genangan air. Di belakang rumahnya memang berbentuk cekungan di mana setiap musim penghujan, jika terjadi hujan lama airnya langsung menggenang.

"Kebetulan memang di belakang rumah itu cekungan. Di dasar cekungan ada luweng kecil,"tutur Narto, Minggu (8/3/2020) sore.

Di samping bocah tersebut ada tiga pasang sandal yang juga mengambang. Usai melihat ada bocah mengambang, ia langsung ke tetangganya untuk memberitahu perihal tersebut.

Tak berselang lama, warga langsung datang untuk mengevakuasi tubuh bocah tersebut. Seusai mengevakuasi salah seorang bocah, warga yang lain berusaha mencari dua bocah yang lain.

Barulah mereka mencari dua bocah lain yang diduga tenggelam bersama dengan bocah yang telah ditemukan mengambang tak bernyawa itu.

"Tadi ndak lama nyarinya. Terus ketemu," tambah Kirno.

3 Bocah Di Gunungkidul Tewas Tenggelam Di Genangan Banjir

SLEMAN YOGYAKARTA - Pelaporan seorang driver ojek online (ojol) di Sleman berinisial LA (29) dilaporkan ke polisi terkait kasus pengeroyokan berbuntut panjang. Setelah kemarin massa driver ojol menggeruduk kantor debt collector (DC) di Sleman, massa ojol dan kelompok DC terlibat keributan dan sempat saling lempar batu hari ini.

"Iya (ada aksi saling lempar batu)," ujar Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah kepada wartawan di Polsek Depok Timur, Kamis (5/3/2020).

"Karena mereka datang mediasi teman-teman di DC di atas (kantor) yang di bawah juga ada. Nah karena itu disangkanya kantornya diserang padahal nggak," lanjutnya.

Rizky menjelaskan keributan hari ini merupakan buntut dari kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang driver ojol berinisial LA (29). Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.

Pihak ojol, kata Rizky sudah melakukan mediasi dengan para DC yang datang ke kantor ojek online. Namun, kedatangan DC itu disebut menyulut salah paham.

"Sebenarnya kemarin bukan pengeroyokan tapi penganiayaan, tidak luka berat, memang berawal dari situ. Tindak lanjutnya dari Grab mencoba melakukan mediasi, tapi karena (DC) datangnya di kantor, dianggap sama teman ojol itu bahwa kantor mereka diserang," kata Rizky.

Bentrok Antar Driver Ojol Dengan Debt Kolektor Di Sleman

Temanggung - Seorang bapak penjual balon berinisial SR (51), warga Temanggung, Jawa Tengah harus berurusan dengan kepolisian. Dia dilaporkan telah mencabuli anak angkatnya hingga hamil.

Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali mengatakan, SR saat ini berstatus tersangka dan telah dilakukan penahanan.

"Jadi hubungan antara korban dengan tersangka adalah ayah dan anak angkat," katanya kepada wartawan di Mapolres Temangung, Kamis (5/3/2020).

Ali menjelaskan, aksi bejat SR bermula saat meminta korban untuk membantu mengisi gas dalam balon. Kemudian, tersangka meminta korban untuk memijatnya.

"Anaknya awalnya disuruh membantu pekerjaan tersangka, kemudian setelah itu disuruh mijit. Habis mijit baru dilakukan persetubuhan terhadap anak," terang Ali.

Terungkapnya kasus ini setelah ibu korban curiga terhadap kondisi putrinya yang masih di bawah umur itu. Sang ibu kemudian memeriksakan anaknya ke dokter dan diketahui telah hamil.

Setelah itu, ibu menanyainya dan mendapat jawaban pelaku adalah ayah angkat.

"Korban mengatakan bahwa yang melakukan adalah ayah angkatnya," jelas Ali.

Sang ibu yang tak terima lantas melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban. Setelah ditemukan cukup bukti, polisi kemudian mengamankan SR.

"Setelah pemeriksaan dari saksi-saksi maupun korban, kemudian hasil visum. Setelah cukup bukti, kita tetapkan sebagai tersangka dan kemudian kita lakukan penangkapan terhadap tersangka," ujar Ali.

Keji, Seorang Pria Cabuli Anak Angkat Hingga Hamil

YOGYAKARTA - Kecelakaan yang melibatkan pengemudi ojek online perempuan dengan mobil Range Rover terjadi di Jalan Kaliurang KM 5, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (3/3). Pengemudi mobil Range Rover tersebut adalah siswi SMA.

"Terjadi kecelakaan di Jalan Kaliurang, korbannya driver ladies gojek, ditabrak mobil Range Rover putih. Pengemudi yang menabrak adalah cewek yang di foto, anak SMA swasta di Jogjakarta. Sementara mobil dan pelaku sudah diamankan polisi," tulisnya.

"Peristiwa ini terjadi siang sekitar jam 13.00 WIB. Gojek perempuan, yang nabrak cewek SMA mobil Range Rover," kata Rohim salah seorang tukang parkir di lokasi yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Rohim tidak bisa memastikan apakah pengemudi Gojek tersebut tertabrak atau terserempet Range Rover. Yang dia tahu pengemudi ojol itu sudah melintang di tengah jalan. Dia juga sempat mengecek kondisi mobil mewah itu, namun tidak menemukan lecet di mobil.

Menurutnya saat peristiwa itu, perempuan yang mengendarai Range Rover sempat tidak berani keluar mobil. Perempuan yang diketahui pelajar sebuah SMA swasta di Yogyakarta itu sempat menangis.

"Ceweknya yang pakai mobil sampai tidak berani turun, menangis. Dia sendirian," ujarnya.

Sementara itu pengemudi ojol diketahui mengalami luka di tangan kiri dan kaki kiri. Sesaat kemudian datang ambulans dan membawa korban ke rumah sakit.

"Katanya luka di tangan dan kaki kiri. Korban dibawa ke Sardjito dengan ambulans. Yang mobil (Range Rover) dibawa ke kantor polisi kalau tidak salah," ujarnya.

Sementara itu, tukang parkir lainnya, Wira, mengaku tidak tahu peristiwa tersebut. Dia hanya mendengar saja. Pasalnya baru sore ini dia bekerja.

"Saya nggak tahu saya baru datang. Mungkin parkir yang siang yang tahu," katanya.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan dirinya belum mengetahui kronologi lengkap dari anggota di lapangan. Namun berdasarkan keterangan anggota, kecelakaan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Untuk kronologinya belum dapat penjelasan. Tapi laporan anggota sudah langsung diselesaikan kekeluargaan antara mereka. Pengemudi juga punya SIM," kata Rizki.

Viral, Siswi SMA Pengemudi Mobil Tabrak Driver Ojol di Sleman

Loading...