Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
BREBES JATENG - KH Mukhlas Hasyim, satu dari sembilan pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19, meninggal pada Sabtu (14/11) hari ini. Almarhum sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabar meninggalnya KH Mukhlas Hasyim ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono. Dia menjelaskan, KH Mukhlas Hasyim meninggal setelah menjalani perawatan di RS Tugu Rejo, Semarang.

"Kabar dari dokter Pondok Pesantren Al Hikmah 2, pasien atas nama Mukhlas Hasyim meninggal tadi siang. Beliau adalah salah satu dari sembilan pengasuh yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Sartono saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020).

Sartono menambahkan, almarhum sebelumnya memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Ada komorbidnya, yaitu hipertensi," ungkapnya.

Terpisah, salah seorang pengasuh ponpes Al Hikmah 2, KH Solahudin, mengatakan jenazah KH Mukhlas Hasyim akan dimakamkan di Desa Benda, Sirampog.

"Pemulasaraan dilakukan di Semarang. Setelah disalatkan akan langsung dibawa ke Benda untuk dimakamkan standar COVID-19," kata Gus Solah, panggilan akrab KH Solahudin, saat dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, sembilan pengasuh dan dua santri Ponpes Al Hikmah 2 Benda Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Sementara itu, 200 santri yang mengeluhkan kehilangan indra penciuman juga diisolasi di area ponpes.

"Awalnya ada pengasuh yang kena, kemudian di-tracing muncul dua santri positif dan delapan pengasuh yang kena," kata Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono, kepada wartawan di kantornya, Jumat (13/11).

Sartono menerangkan dua santri yang positif Corona mengalami gejala sehingga dipulangkan ke daerah asal mereka di Pekalongan dan Banten. Sementara beberapa pengasuh yang positif Corona ada yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah muncul kasus baru di ponpes tersebut, ada 200 santri yang mengaku kehilangan indra penciuman. Dari 200 santri tersebut, 67 di antaranya lalu diperiksa dan dinyatakan reaktif rapid test.

"Secara subjektif, 200 santri ini mengaku mengalami gangguan indra penciuman. 67 santri di antara 200 orang itu kemudian menjalani rapid test dan hasilnya reaktif," tutur Sartono.

Untuk mengantisipasi penularan virus Corona di ponpes tersebut, 200 santri yang mengaku kehilangan indra penciuman diisolasi di ruangan khusus di kawasan ponpes. Mereka dipantau tim medis dari Dinas Kesehatan dan pihak Ponpes Al Hikmah 2.

"Kami pakai prosedur sesuai edaran Menkes revisi 5 tentang SOP penanganan COVID-19. Mereka cukup isolasi mandiri kecuali ada gejala klinis yang muncul, baru dirawat," ujar Sartono.

Sumber : detik.com

Kabar Duka, KH Mukhlas Hasyim Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Brebes Berpulang ke Rahmatullah

BLORA JATENG - Seorang remaja lelaki berinisial IF (17) menjadi korban pencurian dan kekerasan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kasus ini berawal saat korban akan bertemu dengan perempuan yang dikenalnya lewat media sosial.


"Korban bersama seorang temannya tiba di Cepu Selasa (10/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Niatnya hendak bertemu dengan teman wanita yang dikenal melalui medsos," ujar Kapolsek Cepu AKP Agus Budiyana kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).

Korban yang berasal dari Kebumen berangkat menggunakan mobil rental menuju ke Cepu bersama seorang temannya. Korban berencana menemui perempuan berinisial T yang dikenalnya melalui media sosial sejak sebulan lalu.

Namun di tengah perjalanan, teman korban turun dari mobil. Sehingga korban melanjutkan perjalanan untuk menemui T seorang diri.

Setelah tiba di lokasi yang disepakati, ternyata korban ditemui oleh seorang laki-laki yang mengaku anak T. Pria tersebut mengaku akan mengantar korban ke rumahnya untuk bertemu dengan T.

Pria itu kemudian naik ke kursi belakang. Hingga akhirnya saat berada di lokasi kejadian, di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Cepu, Blora, pukul 03.45 WIB, pria tersebut meminta korban menghentikan mobil dengan alasan akan menunggu T.

Setelah mobil berhenti, pria tersebut memukul kepala korban menggunakan palu besi dari arah belakang sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, pelaku juga menodong korban dengan pisau.

"Korban berusaha menyelamatkan diri dengan lompat dari jendela mobil. Setelah berhasil keluar korban berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan saat itu pelaku membawa lari mobil korban," terangnya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka di kepala dan lecet di perut akibat terkena pisau. Dalam hitungan jam, pelaku akhirnya ditangkap polisi di Stasiun Tobo pada siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB.

"Pelaku terancam dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara," imbuh Agus.

Sumber : detik.com

Kenal Dari Medsos, Remaja Di Blora Dianiaya Dan Dirampok

BOYOLALI JATENG - Video pemotor membawa jenazah yang ditaruh di atas bronjong viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam oleh warga pengguna jalan lain di jalan raya wilayah Kecamatan Simo, Boyolali.

Tampak dalam video itu, jenazah diletakkan di papan di atas bronjong yang berada di bagian belakang motor. Jenazah ditutup kain jarik motif batik dan diikat menggunakan tali ban.

Dari rekaman video tersebut terdengar seorang perempuan mempertanyakan, apa yang dibawa pria pengendara motor itu. Karena bentuknya yang mirip jenazah orang.

"Iki gowo opo coba, kok medeni banget lho (Ini membawa apa coba, kok menakutkan banget)," katanya dalam video tersebut.

"Daerah Simo, iki gowo opo sih (ini bawa apa sih)" sambungnya.

Kemudian ada percakapan dengan seorang pria. "Iki wong opo dudu (ini orang atau bukan)," timpalnya.

Mereka pun menduga yang dibawa pengendara motor itu adalah jenazah orang.

Saat dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Boyolali Iptu AM Tohari membenarkan adanya peristiwa yang viral di media sosial itu.

"Iya, jenazah seorang ibu itu dibawa oleh anaknya dari Jembungan, Banyudono ke Simo," kata Tohari saat dihubungi wartawan melalui telepon, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, kejadian dalam video itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Pemotor diketahui bernama Sutejo (50). Dia membawa jenazah ibunya, Ginem Suharti (80).

Tohari menjelaskan, Ginem meninggal di rumah anaknya, Sri Suyamti (60), warga Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, pagi tadi.

"Kemudian oleh adik Sri Suyamti, yang bernama Sutejo, jenazah ibunya dibawa ke Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo untuk dimakamkan di sana," ungkap Tohari.

Jenazah Ginem hendak dimakamkan di tempat kelahirannya, Desa Kedunglengkong. Sesampainya di sana, Sutejo hendak langsung memakamkan jenazah ibunya tersebut.

Namun oleh kerabat dan warga di sana dibujuk agar dibawa ke rumah dulu. Pasalnya saat itu jenazah Ginem belum disucikan dan masih memakai baju dan dibungkus kain jarik. Akhirnya jenazah Ginem pun dibawa ke rumah duka dan siang hari jenazah pun dimakamkan di pemakaman umum.

"Jenazah sudah dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB, oleh warga di makam Randu Alas, Sucen Timur," kata Tohari.

Sutejo menyebutkan, pemotor yang membawa jenazah ibunya itu diduga mengalami gangguan jiwa. Sementara itu, dari keterangan warga yang memandikan jenazah Ginem, lanjutnya, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dan meninggal karena faktor usia.

Sumber : detik.com

Viral, Pria ini Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor

KUDUS JATENG - Mayat wanita berinisial L (38) yang diduga korban pembunuhan ditemukan dalam sebuah kamar hotel di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Terduga pelaku pembunuhan wanita tersebut sudah diamankan oleh pihak kepolisian.


"Iya, alhamdulillah (terduga pelaku pembunuhan wanita di hotel Kudus sudah diamankan)," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (27/10/2020).

Penemuan mayat wanita itu pun sebelumnya sempat membuat heboh warga setempat, kemarin.

Berikut kronologi lengkap penemuan mayat tersebut:

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menjelaskan bahwa korban datang ke hotel pada Minggu (25/10) sore. Di hotel tersebut korban menemui seorang lelaki. Namun pada Minggu malam, lelaki tersebut meninggalkan hotel.

"Ya bersangkutan korban ini datang, informasinya hari Minggu sore ke sini, kemudian menemui seorang lelaki. Minggu malam setengah 9 (20.30 WIB) lelaki informasinya keluar," kata Aditya.

Pada hari Senin (26/10) siang petugas hotel mengetok kamar nomor 105. Namun tidak ada jawaban dari penghuni kamar. Hingga akhirnya petugas hotel melaporkan kepada pihak kepolisian.

"Kemudian tadi siang diketok-ketok petugas hotel apakah diperpanjang apa tidak. TV (televisi) masih menyala (tidak ada suara). Akhirnya memanggil petugas Polsek dibuka dan ditemukan jenazah, meninggal," jelas Aditya.

Senin siang ditemukan mayat perempuan dalam kamar. Hingga sore hari dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan mayat korban diduga menjadi korban pembunuhan. Ada bekas cekikan pada leher korban.

"Ditemukan sesosok jenazah wanita, kemudian ya hasil pemeriksaan awal ada semacam cekikan atau jeratan di lehernya. Barang, HP, kalung masih ada. Diperkirakan ya korban pembunuhan," kata dia.

Terduga pelaku berhasil diamankan polisi. Pelaku diamankan pada kemarin malam. Hal tersebut pun dibenarkan polisi.

"Iya mas alhamdulillah (pelaku sudah diamankan)," ujar Aditya.

Namun pihaknya belum menjelaskan inisial pelaku dan kronologinya secara detail. "Ntar ya mas, ini masih pemeriksaan," ujar dia.

Untuk motif kata dia masih dilakukan pemeriksaan. Diperkirakan terduga pelaku sosok kenal dengan korban.

"Ya jenazah beserta barangnya. Untuk motif masih kita dalami. Kita belum sampai ke situ. Diperkirakan sosok yang kenal dengan korban," jelas Aditya.

Sumber : detik.com

Mayat Perempuan Ditemukan Tewas Dikamar Hotel Kudus

BLORA JATENG - Jebakan tikus beraliran listrik kembali menelan korban jiwa. Kali ini sepasang suami istri di Dukuh Peting, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tewas akibat tersetrum listrik jebakan tikus di sawah miliknya.

Komandan Koramil Randublatung Kapten Inf Suahmad mengatakan, kedua korban pasutri itu bernama Jamal (60) dan Lani (55). Keduanya ditemukan meninggal oleh menantunya.

"Keduanya ditemukan meninggal dunia pada malam hari dengan luka bakar di tangan akibat tersetrum," kata Suahmad saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Suahmad menceritakan, pada Jumat (16/10) sore sekitar pukul 15. 15 WIB, kedua korban berpamitan kepada keluarga menuju ke sawah. Namun hingga malam hari keduanya tak kunjung pulang ke rumah.

"Karena sudah malam dan tak kunjung pulang. Akhirnya si menantu bernama Susanto mencari ke sawah," terangnya.

Sesampainya di sawah, menantunya kaget melihat tubuh kedua korban sudah membujur kaku tergeletak di pinggir sawah dengan luka bakar di telapak tangan. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Babinsa dan petugas kepolisian.

"Setelah dilakukan olah TKP oleh polisi, ditemukan luka bakar di tangan korban, yang diduga akibat memegang kabel kawat beraliran listrik untuk menjebak tikus," jelas Suahmad.

Untuk korban Jamal mengalami luka-luka di semua jari telapak tangan kanan mengelupas akibat luka bakar, sedangkan korban Lani kulit telapak tangan kanan robek dan melepuh akibat luka bakar.

"Pada tubuh kedua korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Murni kecelakaan akibat memegang kawat beraliran listrik," ujar Suahmad.

Jasad keduanya langsung dievakuasi dan diserahkan ke keluarga. "Pagi ini langsung dimakamkan," sambungnya.

Suahmad mengimbau agar warga tak lagi memasang jebakan tikus beraliran listrik, mengingat sudah banyaknya korban jiwa akibat tersetrum.

"Cara ini tidak aman dan membahayakan nyawa. Kami imbau kepada warga tidak lagi menggunakan cara seperti ini untuk membasmi hama tikus," pesan Suahmad.

Sumber : detik.com

Pasutri Di Blora Tewas Tersetrum Listrik Jebakan Tikus

KARANGANYAR JATENG - Ambulans Puskesmas Gondangrejo terlibat kecelakaan lalu lintas dengan truk pengangkut beras di Jalan Solo-Purwodadi KM 11, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Akibatnya sopir ambulans mengalami patah tulang kaki.

"Kejadian sekitar pukul 12.00 WIB. Ambulans berjalan dari arah selatan sementara truk datang dari arah berlawanan," kata Kapolsek Gondangrejo AKP Riyanto saat dihubungi wartawan, Jumat (16/10/2020).

Riyanto menjelaskan, saat melaju, ambulans bernomor polisi AD 9593 DF tersebut tiba-tiba masuk ke jalur berlawanan. Pada waktu bersamaan melintas truk bernomor polisi AB 8323 WB dari arah berlawanan. Hingga akhirnya kecelakaan antara ambulans dan truk tersebut tak terhindarkan.

"Ambulans mengalami kerusakan di bagian depan. Sementara truk yang mengangkut karung beras dan tepung terguling," terang Riyanto.

Menurut Riyanto, saat kejadian ambulans berpenumpang dua orang yakni pengemudi dan seorang staf Puskesmas Gondangrejo. Saat itu, lanjutnya, ambulans tersebut tidak sedang mengangkut pasien.

"Tidak. Tidak mengangkut pasien. Hanya sopir dan satu penumpang staf Puskesmas," ujarnya.

Hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan itu diduga dipicu sopir ambulans yang tidak konsentrasi saat mengemudi. Riyanto menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

"Sopir ambulans menderita patah kaki, sudah dibawa ke Puskesmas. Sementara sopir truk tidak mengalami luka," pungkas Riyanto.

Sumber : detik.com

Kecelakaan Truk vs Ambulans di Karanganyar, Supir Ambulans Patah Kaki

KEBUMEN JATENG - Seorang penjaring ikan ditemukan tewas di bibir pantai Kebumen. Korban sebelumnya dikabarkan hilang oleh keluarga sejak Selasa (13/10) kemarin.


Korban adalah Muh Samsuri (70), Warga Karang Asem, RT 01/ RW 01, Desa Kedaleman Kulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Lelaki itu dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Selasa (13/10).

"Pertama kami mendapatkan info dari BPBD Kebumen tadi malam bahwa telah terjadi orang diduga tenggelam di Pantai Criwik. Kami kemudian langsung memberangkatkan satu regu untuk berangkat ke lokasi kejadian," kata Humas Basarnas Cilacap, Syaeful Anwar ketika dihubungi wartawan, Rabu (14/10/2020).

Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, relawan beserta warga, akhirnya korban ditemukan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tergeletak di bibir pantai Sawangan, Kecamatan Puring pada Rabu (14/10/2020) Pagi.

"Korban ditemukan pagi ini sekitar pukul 07.15 WIB dengan kondisi meninggal dunia tepatnya dari lokasi kejadian ke arah timur sekitar dua kilometer di Pantai Sawangan Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Setelah dievakuasi, korban langsung di bawa ke rumah duka untuk dimakamkan," lanjutnya.

Sebelum ditemukan tewas, diketahui korban berpamitan kepada keluarga hendak menjaring di sekitar Pantai Criwik pada Selasa (13/10) sekitar pukul 05.00 WIB kemarin pagi. Naming hingga siang korban tak juga pulang dan akhirnya keluarga mencarinya sampai ke pantai.

Setelah sampai di lokasi, hanya terlihat sepeda motor korban. Pihak keluarga pun memutuskan untuk mencari korban di sekitar lokasi namun tak ditemukan hingga akhirnya keluarga melapor kepada petugas.

Sumber : detik.com

Pencari Ikan yang Hilang Di Pantai Kebumen Ditemukan Meninggal

SEMARANG - Aksi demo memprotes pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Semarang diwarnai ricuh. Massa merobohkan pagar gedung DPRD Jawa Tengah (Jateng).

Pantauan di lokasi, Rabu (7/10), massa aksi berdatangan sekitar pukul 12.00 WIB. Aksi demo itu diawali dengan orasi di depan pagar gedung DRPD Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Barisan massa dari berbagai elemen termasuk mahasiswa itu di bagian depan lalu berpegangan ke pagar. Pagar itu digoyang-goyang hingga tidak kuat menahan hingga akhirnya roboh ke dalam halaman Gedung DPRD Jateng.

"DPR sekarang dewan pengkhianat rakyat!" teriak salah seorang orator.

Tampak petugas kepolisian yang berada di balik pagar ada yang terluka karena tertimpa pagar. Polsi tersebut lalu dievakuasi oleh tim medis.

Di antara massa aksi, ada juga seorang perempuan yang berdarah di bagian kepalanya. Perempuan itu lalu dievakuasi tim medis dan dibawa menggunakan ambulans.

Hingga pukul 13.35 WIB massa tampak terus berdatangan, dan berorasi di Jalan Pahlawan Semarang, Kota Semarang. Sementara itu, petugas kepolisian mengamankan aksi termasuk water cannon yang bersiaga.

Arus lalu lintas pun ditutup di Jalan Pahlawan Semarang sehingga kendaraan dialihkan.

Sumber : detik.com

Aksi Demo Demo Tolak Omnibus Law Robohkan Pagar Gedung DPRD Jateng