Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
BANDUNG JABAR - Jasad seorang perempuan ditemukan membusuk dan terkunci di dalam kamar indekos di Gang Madkasih, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Jasad tersebut ditemukan warga.

Kapolsek Margahayu, Kompol Agus Wahidin yang mengecek langsung kondisi di lapangan membenarkan hal tersebut. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan yang berprofesi sebagai karyawan di tempat jasa pencucian pakaian.

"Ditemukan jasad seorang perempuan, kelahiran 1987 dan bekerja di laundry," ujar Kapolsek kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

Jasad tersebut yang diketahui bernama Ajeng (37) ditemukan warga pada siang hari. Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, pihak kepolisian mengecek langsung kondisi di dalam kamar dan membawa keluar jasad tersebut.

Agus mengatakan, jasad tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk dan berbaring di atas kasur. "Kondisinya saat itu tertidur, diapit dengan guling, pakai selimut," tambah Kapolsek Margahayu tersebut.

Agus menjelaskan dugaan sementara penyebab kematian jasad perempuan tersebut akibat overdosis. Menurut keterangan keluarga, ujar Agus, ia memiliki riwayat penyakit asma.

Kemudian, polisi tidak menemukan adanya bekas tindakan kekerasan. Tetapi, polisi menemukan beberapa obat-obatan yang diduga milik perempuan tersebut.

"Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan.
Yang dikhawatirkan, keterangan dari orang tuanya, dia memiliki penyakit asma. Khawatir dia mengkonsumsi obat, overdosis. Itu untuk sementara," terangnya.

Sementara itu, sebelum polisi mengeluarkan jasad perempuan tersebut. Kondisi kamar terkunci dari luar menggunakan gembok. Namun, menurut Agus, belum bisa dipastikan adanya kesengajaan seseorang mengunci perempuan tersebut di dalam kamar.

"Untuk sementara itu dulu. Yang pastinya kita menunggu hasil autopsi," katanya.

Dalam olah TKP sementara polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa telepon genggam bekas, sebuah kartu identitas. Saat ini, jasad telah dibawa menggunakan mobil ambulans menuju Rumah Sakit Sartika untuk dilakukan autopsi.

Jasad Perempuan Di Bandung Ditemukan Membusuk Di Dalam Kost

CIANJUR JABAR - Tabrakan maut terjadi di Cianjur siang tadi, Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Kampung Sukaresik RT 04/RW 02 Desa Girijaya Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur, Minggu (31/5/2020). Akibatnya seorang pengendara tewas seketika di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun, tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya Saepudin (62) asal Desa Karangsari Kecamatan Agrabinta yang tengah berboncengan dengan istrinya yang mengendarai sepeda motor Honda SUPRA X melaju menuju arah Agrabinta dan berusaha menyalip mobil di depannya.

Tetapi dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha RX king yang di kendarai oleh Suryana (14) warga Desa Panggagapan Kecamatan Cibinong melaju dengan kecepatan tinggi.

"Jadi posisinya Saepudin ini menyalip mobil, tapi dari arah berlawanan ada sepeda motor juga. Karena sudah berdekatan dan kecepatannya tinggi, sehingga tabrakan tidak bisa terhindarkan," ujar Kapolsek Cibinong, AKP Ahmad Rifai saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (31/5/2020).

Akibatnya, lanjut dia, pengendara sepeda motor RX King meninggal seketika dengan luka parah.

"Satu orang meninggal dunia, yakni pengendara RX King. Sedangkan pengendara Supra X mengalami luka-luka," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Kecelakaan Maut Di Cianjur, Satu Korban Tewas Di Lokasi

SUKABUMI JABAR - Suami istri asal Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi terkonfirmasi positif COVID-19. Keduanya saat ini menjalani isolasi dan penanganan medis intensif di rumah sakit.

Keduanya diketahui sebagai laki-laki berusia 60 dan perempuan 61 tahun, dengan bertambahnya dua orang tersebut jumlah total pasien positif yang terkonfirmasi hasil pemeriksaan swab bertambah berjumlah 30 orang. Dimana pada hari sebelumnya, jumlah pasien positif Covid 19, hanya berjumlah 28 orang.

"Riwayat penambahan yang positif berasal dari OTG yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif COVID-19 statusnya suami istri," kata Koordinator Sekretariat Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikokami), Andi Rahman, Minggu (31/5/2020).

Keduanya diketahui telah terpapar COVID-19 oleh anggota keluarganya yang sebelumnya juga terkonfirmasi positif.

"Jadi sebelumnya, keluarga pasutri ini positif dari klaster Kota Sukabumi. Sekarang kluster tersebut sudah negatif 1 kali. Iya, setelah di swab 6 kali, baru ke 6 negatif dan kini ia menjadi PDP di Puskesmas setempat untuk melakukan isolasi mandiri," jelas Andi.

Saat ini, kedua pasien tersebut tengah menjalani isolasi mandiri dan mendapatkan tindakan medis di rumah sakit rujukan Covid-19. "Pasutri ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19, setelah hasil swabnya keluar dari Labkesda pada hari kemarin," tutur Andi.

Andi juga menambahkan, hasil dari tracking sampai kontak akhir bersama keluarganya, telah dinyatakan aman. "Hasil rapid negatif, hanya ada dua yang reaktif yaitu keluarganya. Yakni, pasutri ini dan terus dilakukan swab yang hasilnya positif kondisi keduanya baik," pungkas Andi.

Akibat Tertular, Pasutri di Sukabumi ini Positif Virus Corona

SUMEDANG JABAR - Kasus Perkembangan terkait kondisi penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang, hingga saat ini mengalami peningkatan dengan total jumlah pasien positif sebanyak 12 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri mengatakan hingga saat ini jumlah pasien positif berdasarkan hasil uji Polymerease Chain Reaction sebanyak 12 orang.

"Dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif swaab, 2 orang di antaranya telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja dan jatinangor. Dan 10 orang pasien lainnya diisolasi di RSUD Sumedang," Kata Iwa kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test, kata Iwa saat ini sebanyak 7 orang, dimana kategori reaktif rapid test ini dipilah menjadi ODP reaktif dan PDP reaktif.

"ODP reaktif rapid test yaitu tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 3 orang. Dan PDP reaktif rapid test yaitu adanya gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 4 orang," ucap Iwa.

Menurutnya hasil rapid test reaktif belum tentu positif terpapar COVID-19. Untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction atau Swab.

"Pasien yang meninggal dengan status reaktif Rapid test, walaupun belum tentu positif COVID -19, namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol COVID-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat agar tidak terpapar bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif COVID-19," ucap Iwa.

Pasien Positif Corona Di Sumedang Bertambah Menjadi 12 Orang

BANDUNG JABAR — Setelah bebas dari penjara beberapa hari lalu, Habib Bahar bin Smith kini justru harus dipenjara lagi. Sebelumnya, ia telah bebas setelah masuk dalam program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM).

Dikutip dari laman detik.com , Selasa (18/5/2020), Bahar dianggap telah melanggar proses asimilasi yang diberikan Kemenkum-HAM kepadanya. "Ya kembali ke lapas . Yang bersangkutan dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum-HAM Jabar Abdul Aris saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/5/2020).

Aris mengatakan Habib Bahar dipenjara lagi setelah asimilasinya dicabut. Sebab, kata Aris, Bahar dianggap melanggar ketentuan asimilasi. "Program asimilasinya dicabut karena melanggar ketentuan asimilasi," tuturnya.

Aris belum menjelaskan secara terperinci terkait pelanggaran yang dimaksud. Namun sebelumnya, Kemenkum-HAM sempat mengingatkan Bahar saat Bahar bertausiah mengumpulkan massa di saat pandemi Covid-19.

Ichwan Tuankotta, salah satu kuasa hukum Bahar membenarkan soal kliennya kembali dimasukkan ke penjara. "Iya, belum tahu kita karena apa," katanya.

Sebelum dipenjara lagi, Habib Bahar bin Smith bebas dari Lapas Pondok Rajeg. Bahar mendapatkan program asimilasi dari Kemenkum HAM. Habib Bahar bebas dari Pondok Rajeg pada Sabtu (16/5/2020).

Majelis hakim sendiri memvonis Bahar hukuman tiga tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Bogor yang menuntut enam tahun penjara.

Baru 3 Hari Bebas, Habib Bahar Masuk Penjara Lagi

BANDUNG - Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung merilis data terbaru angka kejadian virus Corona. Jumlah pasien positif berjumlah 149 orang.

Dari data yang diperoleh, Sabtu (18/4/2020) Pukul 20.00 WIB. Warga Kota Bandung yang dilaporkan positif terpapar corona, menjadi 149 orang atau bertambah 23 orang sejak, Sabtu (18/4) kemarin yang berjumlah 126 orang. 149 orang itu, di antaranya 110 masih dirawat, 13 sembuh dan 26 meninggal dunia.

149 orang positif di antaranya, warga Kecamatan Andir 10, Antapani 2, Arcamanik 6, Astana Anyar 5, Babakan Ciparay 10, Bandung Kidul 3, Bandung Kulon 11, Bandung Wetan 3, Batununggal 4, Bojongloa Kaler 4, Bojongloa Kidul 2, Buahbatu 6, Cibeunying Kaler 3, Cibeunying Kidul 5, Cibiru 2, Cicendo 20, Cidadap 1, Cinambo 1, Coblong 7, Gedebage 4, Kiaracondong 9, Lengkong 4, Mandalajati 2, Panyileukan 2, Rancasari 4, Regol 8, Sukajadi 3, Sumur Bandung 4 dan Ujungberung 4.

13 orang sembuh di antaranya, Kecamatan Astana Anyar 1, Babakan Ciparay 2, Batununggal 1, Cicendo 1, Coblong 4, Kiaracondong 1, Rancasari 1, Regol 1 dan Sukajadi 1.

26 orang meninggal dunia di antaranya, warga Kecamatan Andir 3, Arcamanik 4, Babakan Ciparay 1, Bandung Kidul 1, Bojongloa Kaler 2, Bojongloa Kidul 1, Cibeunying Kaler 2, Cibiru 1, Cicendo 3, Gedebage 1, Kiaracondong 1, Lengkong 1, Panyileukan 2, Regol 1, dan Sumur Bandung 2.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah menjadi 2.866, sebelumnya total ODP mencapai 2.848 orang. Sedang dilakukan pemantauan 468 dan yang selesai melakukan proses pemantauan sebanyak 2398 orang.

Selain itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 402, sebelumnya 393 orang, yang masih melakukan perawatan 239 orang. Sedangkan, PDP yang sudah dinyatakan pulang dan sehat sebanyak 164 orang.

ODP dan PDP tersebar di 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung.

Sementara itu, tingkat Jabar, positif 641 orang, meninggal 56 orang dan sembuh 41 orang. Sementara untuk ODP sebanyak 10.901 orang dan PDP 1.967 orang.

Update Corona Di Bandung 19 April: Pasien Positif Bertambah 23, Total 149 Orang

BANDUNG JABAR - Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) merilis data terbaru peta sebaran virus Corona pada Sabtu (18/4/2020) pukul 20.13 WIB, jumlah kasus positif bertambah 9 orang dibandingkan hari sebelumnya, kini menjadi 641 orang. Untuk data pasien sembuh dan meninggal masih sama yaitu 41 dan 56 orang.

Sementara total pasien dalam pengawasan (PDP) di Jabar berada di angka 3.271, dengan 1.974 masih proses dan 1.324 selesai pemprosesan. Untuk total orang dalam pemantauan (ODP) ada 33.662, di mana 22.892 sudah selesai dipantau dan sisaya 10.770 masih proses pemantauan.

Sementara itu di Kota Bandung kasus positid menjadi 126 orang atau bertambah 1 orang sejak Jumat kemarin yang berjumlah 125 orang. 126 orang itu, di antaranya 88 masih dirawat, 12 sembuh dan 26 meninggal dunia.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah menjadi 2849, sebelumnya total ODP mencapai 2784 orang. Sedang dilakukan pemantauan 519 dan yang selesai melakukan proses pemantauan sebanyak 2.330 orang.

Selain itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 393, sebelumnya 381 orang, yang masih melakukan perawatan 229 orang. Sedangkan, PDP yang sudah dinyatakan pulang dan sehat sebanyak 164 orang.

Kota Cimahi, berdasarkan data Dinas Kesehatan, saat ini jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 30 kasus. Rinciannya 26 positif aktif, 3 meninggal dunia, dan 1 pasien sembuh.

Sementara angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 724 orang. Rinciannya 251 dalam pemantauan dan 473 selesai pemantauan. Sedangkan angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 42 orang. Rinciannya 31 orang dalam pengawasan dan 11 orang selesai pengawasan.

Kabar bahagia dari Sukabumi, dua pasien positif COVID-19 sembuh, keduanya sudah diperbolehkan pulang namun masih harus dalam pengawasan Puskesmas di tempat tinggal keduanya.

Dari data yang diperoleh, keduanya diketahui sebagai warga Kecamatan Cibadak dan Cisaat. Untuk pengawasan sendiri akan dilakukan selama 14 hari.

Dalam data publish kepada awak media, terdapat total sebanyak 3535 orang berstatus ODP, 2879 diantaranya dinyatakan selesai peemantauan dan tersisa 656 orang lagi. Sementara itu, untuk status PDP sebanyak 89 orang, 46 diantaranya sudah selesai, 4 meninggal dunia dan 39 dinyatakan masih berstatus PDP.

Di Sumedang, jumlah pasien positif bertambah menjadi 4 orang. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, hingga saat ini jumlah kasus positif Covid-19 hasil swab PCR berjumlah 4 orang.

"Jumlah total yang teridentifikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes SWAB menjadi 4 orang setelah bertambah lagi 2 orang pasien yang berasal dari PT Kahatex,". kata Dony usai mendistribusikan bantuan tunai dan non tunai, di Kantor Pos Sumedang.

Sementara jumlah total yang diduga terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test hingga saat ini berkurang menjadi 7 orang yang asalnya berjumlah 13 orang dan 2 orang di antaranya menjadi confirm positif Covid-19 dan 4 orang (IPDN) telah selesai masa isolasi.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 11 orang dari total 42 orang, dan untuk 31 orang di antaranya telah pulang dan sembuh. Untuk orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 113 orang dari total 794 dimana 681 orang di antaranya telah selesai menjalani masa pemantauan.

Update Corona Di Jabar 18 April: Pasien Positif Bertambah 9, Total 641

BANDUNG - Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung merilis data terbaru angka kejadian virus Corona. Jumlah pasien positif terus bertambah.

Dari informasi yang didapat, Jumat (10/4/2020) Pukul 18.00 WIB. Dari data yang ada tercatat warga Kota Bandung yang dilaporkan positif terpapar Corona, menjadi 75 orang atau bertambah 11 orang. 75 orang itu, di antaranya 46 masih dirawat, 8 sembuh dan 21 meninggal dunia.

75 orang positif itu yakni berasal dari Kecamatan Andir 5, Antapani 1, Arcamanik 4, Astana Anyar 2, Babakan Ciparay 4, Bandung Kidul 1, Bandung Kulon 3, Bandung Wetan 2, Batununggal 4, Bojongloa Kaler 2, Bojongloa Kidul 1, Buahbatu 4, Cibeunying Kaler 2, Cibeunying Kidul 2, Cibiru 1, Cicendo 11, Coblong 3, Gedebage 1, Kiaracondong 7, Lengkong 2, Mandalajati 1, Panyileukan 1, Rancasari 2, Regol 5, Sukajadi 1 dan Sumur Bandung 3.

Delapan orang sembuh berasal dari Kecamatan Astana Anyar 1, Babakan Ciparay 2, Batununggal 1, Cicendo 1, Coblong 1, Kiaracondong 1 dan Regol 1.

21 orang meninggal dunia dari Kecamatan Andir 3, Arcamanik 1, Babakan Ciparay 1, Bandung Kidul 1, Bojongloa Kaler 2, Bojongloa Kidul 1, Cibeunying Kaler 1, Cibiru 1, Cicendo 3, Gedebage 1, Kiaracondong 1, Lengkong 1, Panyileukan 1, Regol 1, dan Sumur Bandung 2.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berkurang, sebelumnya total ODP mencapai 2.207 orang. Sedang dilakukan pemantauan 647 dan yang selesai melakukan proses pemantauan sebanyak 1.560 orang.

Selain itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), total 265 orang, yang masih melakukan perawatan 138 orang. Sedangkan, PDP yang sudah dinyatakan pulang dan sehat sebanyak 127 orang. ODP dan PDP tersebar di 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung.

Sementara itu, tingkat Jabar, positif 388 orang, meninggal 40 orang dan sembuh 19 orang. Sementara untuk ODP sebanyak 15.613 orang dan PDP 1.327 orang.

Update Corona Di Bandung: 75 Positif dan 21 Meninggal