Social Items

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Pesantren. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Pesantren. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kediri, Jawa Timur, karena suatu kepercayaan, yaitu presiden yang mengunjungi Kediri bakal lengser, seperti Gus Dur. Pihak Istana berbicara mitos merupakan bagian budaya Jawa.

Keangkeran Kediri terhadap kunjungan kenegaraan, sampai sekarang masih sangat mistis, dan paling ditakuti para Pemimpin nomer satu di INDONESIA.

Terbukti dengan lengsernya beberapa Presiden RI setelah melakukan kunjungan kerja ke Kediri. Antara lain Prsiden Soekarno, BJ Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Usai melakukan kunjungan, tak lama

Kemudian tiga presiden itu benar-benar lengser dari jabatanya.

Yang masih lekat dalam ingatan, tiga hari usai melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Presiden Abdurrahman Wahid lengser dari jabatannya. Begitu juga dengan Presiden BJ Habibie yang lengser setelah tak lebih dari tiga bulan datang ke Kediri.

Keangkeran Kediri bagi kunjungan presiden juga pernah diakui mantan Presiden Soeharto. Selama selama 32 tahun memimpin Indonesia, dia tak sekalipun berani datang ke Kediri. Mitos yang dipercaya jika seorang presiden bakal lengser tahta saat datang ke Kediri

Berawal dari legenda Kali Brantas, sebuah sungai yang membelah wilayah ini. Pendek kata, berdasar sejarah lisan disebutkan Sungai Brantas ini menjadi kutukan. Bagi raja atau yang sekarang disebut presiden berani melintasi sungai maka tak lama dia akan lengser.

Meski begitu Presiden SBY tak ragu-ragu “menabrak” mitos itu. Karena SBY tau kalau jabatannya sudah habis pada tahun 2014 dimasa erupsi gunung Kelud 2014 silam, dan SBY baru memberanikan dirinya berkunjung ke Kabupaten Kediri.

Tidak hanya lewat pesan pendek, larangan ke Kediri juga disampaikan langsung, lewat telepon dan surat. Intinya, meminta SBY tidak berkunjung ke Kediri.

Mitos tersebut tidak mengubah niatnya datang melihat langsung pengungsi Gunung Kelud. “Tidak mungkin saya berhipotesa tentang kekuasaan sementara rakyat saya di Blitar dan Kediri mengalami ancaman letusan Gunung Kelud.

Saya harus datang dibandingkan risiko yang harus didapat, kalau yang dimitoskan itu benar terjadi,” tutur SBY.

Dalam riwayat lain Babat Kadhiri, konon terdapat kutukan pada kerajaan Kediri tatkala terlibat dalam peperangan dengan musuh. Bunyinya, "Jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu akan selalu memenangkan pertempuran, akan tetapi sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kediri lebih dulu maka musuh itu akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang."

Barangkali karena kutukan itulah konon para presiden RI selalu menghindari untuk singgah ke kota Kediri dalam setiap perjalanan di wilayah Jawa Timur.

Ada yang menafsirkan, tatkala presiden berani singgah ke Kediri, maka posisi mereka bakal mudah diserang oleh musuh atau lawan politiknya.

Namun kisah tutur masyarakat setempat mengaitkan kutukan itu dengan tempat, misalnya Simpang Lima Gumul di Kediri, yang dipercaya sebagai pusat Kerajaan Kediri.

Sementara kisah lain mengaitkan mitos dengan kutukan Sungai Brantas yang menjadi tapal batas Kerajaan Kediri, yakni bila ada raja, kini disebut presiden, masuk ke Kediri melewati Sungai Berantas maka akan tumbang.

“Kutukannya cukup jelas, siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh".

Ini sangat tergantung kepada keyakinan masing-masing untuk masuk wilayah Daha (Kota Kediri), namun kenyataannya sampai sekarang Pemimpin besar tidak berani masuk wilayah Kota Kediri saat masih menjabat.

Keangkeran Kediri Terhadap Kunjungan Presiden Masih Menakutkan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo disarankan untuk tidak datang ke Kediri, Jawa Timur untuk meresmikan ground beaking Bandara baru April mendatang.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo Sabtu (15/2) mengakui bahwa dirinya yang memberi masukan ke Jokowi.

Politisi PDIP itu mengaku khawatir kedatangan Jokowi ke Kediri akan mempengaruhi kekuasannya sebagai Presiden.

Pramono menyontohkan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang lengser dari kursi Presiden tak lama setelah berkunjung ke Kediri.

Merespons masukan Pramono anung,  Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan mengaku heran dengan sikap Pramono.

Menurut Syahganda, sebagai alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak sepatutnya Pramono berperilaku begitu. Kata Syahganda, mahasiswa ITB selalu dilatih dengan rasionalitas dan objektivitas.

"System thinking dan konsep teknologi menempatkan fakta sebagai basis analisis. Aneh sekali kalau Pramono Anung, tokoh alumni ITB percaya klenik dan tahayul. Kecuali dia ingin memberitahu kita bahwa Jokowi saat ini lemah?" demikian komentar Syahganda kepada Kantor Berita Politik, Sabtu malam (15/2).

Diketahui, Sekretaris kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendatangi lokasi bandara baru yang akan dibangun di Kediri.

Proyek pembangunan bandara akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan pembiayaan seluruhnya ditanggung oleh PT Gudang Garam Tbk.

Sementara setelah bandara selesai dibangun, PT Angkasa Pura 1 akan menjadi pengelolanya.

Larang Jokowi Ke Kediri Karena Khawatir Lengser, Syahganda: Alumni ITB Kok Percaya Klenik

KEDIRI JATIM - Tiga pejabat negara melakukan kunjungan kerja ke Kediri. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Hidayatul Mubtadien, Lirboyo.

Tiga pejabat tersebut yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tidak tanggung-tanggung, Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR menghabiskan dana sekitar Rp 3 Miliar dan mampu menampung 80 santri.

Kendati merupakan proyek bantuan dari Kementerian PUPR, Pramono Anung sengaja mendatangkan dua menteri sekaligus. Selain karena Kediri merupakan tempat kelahiran dan masa kecil Pramono, ada rencana rapat pemantapan pembangunan Bandara Kediri.

"Ini tadi saya sengaja mengajak dan mendatangkan dua menteri andalan Pak Presiden Jokowi, Pak Budi dan Pak Basuki dalam hal infrastruktur pembangunan Indonesia.

Selain itu, Kediri kan juga tempat kelahiran saya sekaligus masa kecil saya, sehingga ini pulang kampung lah bagi saya," Jelas Pramono Anung, Sabtu (15/2/2020).

Rombongan kemudian melakukan peninjauan rusunawa. Mereka didampingi pengasuh pondok KH Kafabihi Mahrus, KH An'im Falahudin Mahrus dan KH Anwar Iskandar. Kemudian tampak Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wali Kota Kediri, Kapolresta dan Dandim 0809 Kediri.

Bagi Pramono, pembangunan dan peningkatan infrastruktur pondok pesantren ini merupakan kegiatan yang akan diteruskan dan mendapat dukungan dari pemerintah. Terutama Presiden Joko Widodo.

"Mudah-mudahan pola seperti ini akan terus dilakukan pemerintah, bagaimana pun Indonesia akan lebih kuat kalau kemudian ponpes sebagai tiang utama penyebaran agama dan kegiatan keagamaan menjadi besar dan kuat. Maka pemerintah akan terus memfasilitasi," jelas Pramono.

Usai melakukan peresmian rusunawa, rombongan melanjutkan kegiatan lainnya. Yakni meninjau dan rapat lanjutan membahas pembangunan Bandara Kediri.

3 Pejabat Negara Resmikan Rusunawa Lirboyo Kediri

BOJONEGORO JATIM - Sebuah Pondok Pesantren Al Munadha, Desa Ngraho RT 013 RW 01 Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro terbakar dan hanguskan kitab yang digunakan santri untuk ngaji.

Hal itu terjadi setelah api membakar salah satu bangunan di komplek pondok.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro Sukirno mengatakan, kebakaran yang terjadi di pondok pesantren itu diduga akibat konsleting arus listrik. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, Rabu (12/2/2020).

Akibat kebakaran itu, menurut Sukirno, bangunan semi permanen berukuran 2 meter x 3 meter yang biasa digunakan para santri terbakar.

Selain kitab, barang-barang elektronik lain juga tak terselamatkan. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit mobil pemadam dan tujuh personil. Sekitar pukul 10.30 WIB proses pemadaman selesai,” ujarnya.

Dari peristiwa kebakaran di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Athoillah (49) itu beberapa barang masih bisa diselamatkan. Beberapa diantaranya, tracktor dan gedung sebelah bangunan yang terbakar dengan isi gedung genset, dan alat-alat pertanian lainya.

“Taksir kerugian dari perhitungan sementara kurang lebih Rp 10 juta,” ungkap Sukirno. Sementara, selain dari petugas pemadam kebakaran, pemadaman juga dibantu personil dari Koramil, Polsek, Satpol PP Gayam dan warga pondok pesantren.

Pondok Pesantren Di Bojonegoro Hangus Terbakar

KEDIRI JATIM - Kecelakaan lalu lintas terjadi antara pengendara sepeda motor, terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto  Pesantren Kota Kediri. Kejadian ini terjadi selasa 11/02/2020 sekitar jam 17.20 WIB.

Kecelakaan melibatkan dua pengendara  sepeda motor, Ita Saragi pengendara sepeda motor Honda Vario nopol AG 6562 CZ  warga Jalan Samratulagi Setono Pande Kecamatan Kota kediri.

Dengan sepeda motor Yamaha Mio nopol  AG 3874 KAA dikendarai ADILIA ZAHROTUN NISAKH warga Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Blitar.

AIPTU Moh Mekrot Ps Kasi Humas Polsek Pesantren mengabarkan, kecelakaan bermula saat motor Yamaha Mio berjalan dari simpang empat Retjo Pentung Kediri menuju Burengan Kota Kediri.

Tepat  di simpang empat Gang Carik, motor Honda Vario keluar dari gang menyeberang jalan. Karena jarak terlalu dekat kecelakaan tidak bisa dihindari.

Akibat kecelakaan ini ADILIA mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri.

Selanjutnya penanganan lebih lanjuit, diserahkan ke Unit Laka Satlantas Polres Kediri Kota.

Terlibat Tabrakan Dua Motor Di Kediri, Korban Alami Luka-luka

KEDIRI JATIM -  Kecelakaan lalu lintas terjadi di Pesantren Kota Kediri. Kecelakaan tersebut melibatkan motor dan mobil.

AIPTU Moh Mekrot, Ps Kasi Humas Polsek Pesantren Polresta Kediri yang saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan di Jalan Brigjen Pol Imam Bahri Kota Kediri.

Kecelakaan terjadi Minggu 09/022020 sekitar jam 22.00 WIB malam, melibatkan pengendara sepeda motor nopol AG 5063 OB bernama SUNDARI, warga Dusun Ngijo Desa Sumberagung Kecamatan Wates, Kediri.

Sedangkan mobil nopol AG 841 PG dikemudikan SISKA KURNIAWAN, warga Desa Sumbernanas Kecamatan Ponggok, Blitar. Kecelakaan terjadi di depan ruko Pesantren Kota Kediri. Akibatnya, pengendara sepeda motor mengalami patah kaki kiri.

Kronologinya, kedua kendaraan melaju searah dari Wates ke Pesantren dengan urutan Mobil di depan dan sepeda motor di belakang mobil.

Sesampainya di depan ruko nomor 34, mobil berhenti dan akan berbalik arah. Sepeda motor yang berada di belakang mobil kaget, dan langsung menabrak mobil di depannya.

Pengendara sepeda motor terjatuh dan mengalami luka. Korban langsung diantar ke Rumah Sakit Baptis Kota Kediri.

Kecelakaan Mobil vs Motor di Kediri, Pengemudi Motor Patah Kaki

KEDIRI JATIM - Dua orang pelaku kekerasan di sebuah cafe Jalan Kapten Tendean Kota Kediri berhasil diamankan Anggota Polsek Pesantren Polres Kediri Kota. Dua pelaku lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Pejabat Sementara Kasi Humas Polsek Pesantren Polres Kediri Kota, Aiptu Moh Mekrot saat dikonfirmasi  mengatakan, kejadian bermula saat 1 Januari 2020.

Korban bernama Dwi Prasetyo, alamat Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren. Saat itu DWI berkunjung di sebuah cafe Jalan Kapten Tendean Kota Kediri.

Sewaktu akan pulang, ia berpapasan dengan pelaku bernama HADI PRAMONO. Tanpa banyak bicara HADI langsung memukul DWI PRASETYO, bersama tiga orang temannya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, hadi pramono dan satu pelaku lainnya bernama Ari Mudrofin.

Keduanya warga Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren dan berhasil diamankan.

Selanjutnya, mereka dibawa ke Polsek Pesantren untuk penyidikan lebih lanjut. Sedangan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Motif kekerasan ini masih dalam proses penyelidikan.

2 Pelaku Kekerasan di Kediri Berhasil Diamankan

Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kota Banyuwangi.
Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa.

Dalam pendidikan agama, di Banyuwangi cukup banyak. Hal ini terbukti dengan adanya pondok pesantren Modern Maupun Salaf yang berdiri di sini.

Berikut ini adalah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Banyuwangi Jawa Timur :

1. PONDOK PESANTREN AL-ANWARI

Lokasi : Jl. KH Abdul Wahid No.25 Kel, Kertosari, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68415

Pada Tahun 1983, Mulailah merintis pengajian langgaran (musholla) disinilah awal dirintisnya pondok pesantren al-anwari. Kertosari adalah nama sebuah desa yang terletak di wilayah banyuwangi kota. Sebelum menjadi pesantren, santri yang mengaji di langgar (mushola) terbilang masih sedikit yaitu hanya 7 orang, yang dihuni oleh santri muqim dan non-muqim. Adapun SANTri muqim itu kamarnya hanya 2 yang berada di sebelah mushola. Selang satu tahun tepatnya pada tahun 1984 bilik atau kamarnya pun bertambah menjadi 4 yang berada di atas musholla. Jadi semua berjumlah 6 kamar dan ada tambahan yaitu tempat wudhu`.

Tahun Demi Tahun Ponpes AL-ANWARI semakin masyhur di masyarakat luas dikarenakan berkembangnya kualitas pendidikan di pesantren al-anwari. Pada tahun 1985 ponpes al-anwari resmi berdiri dengan adanya akte notaris dari lubenah s.h. dan dibentuk kepengurusan yayasan dengan ketua H. Abdul Fatah Allohuyarham.

Kemudian pada tahun 1985 mulai melakukan pembangunan asrama putri yang diketuai oleh bapak nur cholis, adapun biaya pembangunan asrama putri pada zaman itu terbilang sangat banyak yaitu rp. 12.000.000 . awal santri yang belajar di ponpes al-anwari pada tahun 1983 hanya 7 orang, di tahun 1985 ini pun alhamdulillah sangat naik drastis yaitu sampai 100 orang.

Adapun Kegiatan Harian Ponpes AL-ANWARI sangat banyak sekali, tetapi itu semua tetap berkiblat pada ponpes pasuruan lebih tepatnya pada ponpes KH. ABDUL HAMID, yang mana romo kyai wahid di ijizahi langsung oleh kh. Abdul Hamid.

Selain Kegiatan Harian Dan diniyyah juga ada kegiatan tambahan atau ekstra seperti :

- kursus bhs. arab yang di ajarkan oleh ust. Sulaiman
- Qiro’ah Yang Di Ajarkan oleh Ust. Juhaini

2. PONDOK PESANTREN MODERN AL-AZHAR MUNCAR

Lokasi : Jalan Patung Pacul, Tembokrejo, Muncar, Dusun Krajan, Tembokrejo, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68472

Pondok Pesantren Al Azhar didirikan oleh KH Abdillah Asad, Lc bertempat di Tembokrejo, Muncar. PPM Al-Azhar dengan kurikulum danalan menghafalkan al-qurán dengan urutan ayat acak yang tersedia untuk anak-anak di Banyuwangi pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Kami bertekad mewujudkan generasi Qur'ani yang berilmu dan berakhlak mulia dengan menyelenggarakan pendidikan Tahsin, Tahfidz, Tafsir dan Ulumul Qur'an. Mengintegrasikan pendidikan amaliyah dan diniyah dan mengembangkan disertai mengamalkan Akhlak Qur'an yang diteladankan Salafun Shaleh.

PENDIDIKAN EKSTRAKURIKULER

- Hadrah
- Qira'atul Qur'an
- Dakwah
- Entrepreneur
- Pramuka
- Sepak Bola
- Palang Merah Remaja

3. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG

Lokasi : Jl. PP Daru2ssalam Blokagung, Kaligesing, Karangmulyo, Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68491

Pesantren ini berawal dari sebuah musholla kecil bernama Darussalam. Musholla ini didirikan masyarakat bersama KH. Mukhtar Syafa`at pada tanggal 15 Januari 1951. Dari Mushollah itulah kemudian berkembang menjadi pesantren Blokagung. KH Mukhtar Syafa`at adalah sang pendiri pesantren. Mukhtar Syafa`at lahir pada tahun 1918 di Ploso Klaten, Pare Kediri. Kelahirannya bersaman dengan meletusnya Gunung Kelud. Orang tuanya bernama Abdul Ghafur dan Nyai Sangkep. Mereka berdua dikarunia 7 anak, dan salah satunya adalah Mukhtar Syafa`at.

Sang ayah adalah peternak kerbau dan petani yang sukses. Kakeknya bernama Kiai Bariman, seseorang yang dianggap banyak memiliki keramat. Mukhtar kecil belajar di surau di desanya. Gurunya bernama Sumantoro. Pelajaran yang diberikan meliputi Al-Qur’an, tajwid, membaca kitab Sullam, dan Safinah. Pada tahun 1928 Mukhtar dipondokkan oleh ayahnya ke Tebuireng, asuhan KH. Hasyim Asy`ari. Mukhtar menimba ilmu di pesantren ini selama 6 tahun. Setelah 6 tahun, ayahnya berkeinginan agar Mukhtar pulang.

Ayahnya ingin agar anaknya yang nyantri, Mukhtar, digantikan adik-adiknya. Jadi sistem yang diterapkan ayahnya adalah mendidik dengan bergantian. Mukhtar merasa bahwa ilmunya belum cukup. Dia akhirnya tidak mau berhenti nyantri dan tidak mau tinggal di rumah. Pada saat yang sama mbakyunya sudah ada dan tinggal di Blokagung, Banyuwangi. Pada tahun 1934 Mukhtar dan keluarganya pergi ke Blokagung. Di tempat mbakyunya, Mukhtar mengutarakan keinginnnya untuk tetap nyantri. Dari sini Mukhtar disarankan belajar di Pesantren Paras Gempal, asuhan KH Abdul Manan.

Dia ini adalah mertua KH Askandar yang sangat terkenal di Banyuwangi. Di pesantren Paras Gempal, Mukhtar sering sakit karena keadaan geografis. Pada tanggal 15 Januari 1951, bersama masyarakat dan para santri Mukhtar mendirikan musholla Darussalam. Tanggal ini dicatat sebagai hari lahirnya pesantren Darussalam Blokagung. Pesantren kecil ini lama kelamaan menjadi besar. Pengajaran Ihya’ `Ulumuddin menjadi andalan dan terkenal dihubungkan dengan KH Mukhtar Syafaat. Sang kiai sendiri juga seorang pengamal Hizb Nashr. Pada tahun 1953, KH. Mukhtar duduk di Syuriyah Ranting NU Gambiran. Tahun 1956 dia duduk di Syuriyah MWC NU Gambiran.

PENDIDIKAN

Pada saat sekarang, pesantren Blokagung telah mengembangkan dua jenis pendidikan:
pertama, ada di bawah naungan Diknas (yaitu TK, SDI, SMP Plus, SMK, dan STIB;
kedua, ada di bawah naungan Depag (yaitu MTs, MA, daan STIDA).
Murid-muridnya semakin banyak. Tidak kurang dari ratusan alumninya telah mendirikan pesantren di berbagai daerah. Sementara ribuan alumninya tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

4. PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR 5

Lokasi : Jl. Bomo, Pekiwen, Kaligung, Kec. Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68462

Pondok ini adalah lembaga pendidikan Islam yang telah diwakafkan, tepatnya pada tanggal 17 Juni 1990, dengan menunjuk Pondok Modern Gontor Ponorogo sebagai nadzir yang bertanggung jawab atas kelangsungan dan perkembangannya sesuai dengan cita-cita dan wasiat keluarga waqif.

Cita-cita tersebut adalah agar Darul Muttaqin menjadi lembaga pendidikan Islam yang bermutu, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dan tempat berkhidmat dan berjuang untuk menegakkan kalimat Allah.

Pondok Modern Darul Muttaqin Gontor 5 merupakan pondok wakaf yang penyerahan wakafnya dilaksanakan secara seremonial yang dihadiri Pimpinan Pondok Modern Gontor, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. beserta rombongan, keluarga wakif, instansi pemerintah baik sipil maupun militer, dan masyarakat Banyuwangi. Sejak pewakafan tersebut Pondok Modern Darul Muttaqin resmi menjadi Cabang Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagai Cabang Pondok Modern Darussalam Gontor, Darul Muttaqin selalu berusaha menyelenggarakan semua sistem pendidikan dan disiplin yang ada di Gontor, sehingga seluruh aktivitas pendidikan dan pengajarannya diupayakan agar sesuai dengan standar pendidikan dan pengajaran induknya.

Pengasuhan Santri Pondok Modern Darul Muttaqin bertugas memberikan bimbingan, pengajaran, dan pengembangan secara intensif kepada segenap santri. Berbagai kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler yang menjadi tanggunjawab lembaga ini, juga diupayakan sama dengan yang dilakukan di Pondok Modern Darussalam Gontor meski mengalami beberapa modifikasi dan inovasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Di antaranya adalah kegiatan berorganisasi, kepramukaan, olahraga, ketrampilan, kesenian, latihan dan lomba pidato, pembinaan bahasa Arab dan Inggris, dan lain-lain.

Itulah deretan Pondok Pesantren Terbesar di Banyuwangi Jawa Timur.

4 Pondok Pesantren Terbaik di Banyuwangi Jawa Timur

Loading...