Social Items

Showing posts sorted by date for query Pesantren. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query Pesantren. Sort by relevance Show all posts
Jepara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Jepara.

Pendidikan agama atau Pondok Pesantren di Jepara cukup banyak. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di kabupaten Jepara terdapat Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbaik Dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut ini adalah daftar Ponpes tersebut :

1. PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG

Lokasi : Balekambang Nalumsari, Kasong Penar, Gemiring Lor, Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59466

Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Belakambang didirikan oleh Hadlratus Syeh KH. Hasbullah tahun 1884. Pesantren yang dikenal dengan nama Pesantren Balekambang merupakan pesantren tertua di wilayah Jepara. Penerus beliau adalah KH. Abdullah Hadziq yang meninggal pada tahun 1985. Hingga sekarang pesantren Balekambang diasuh oleh KH. Ma’mun Abdullah,putera KH. Abdullah Hadziq.

Di bawah asuhan KH. Ma’mun, Pesantren Balekambang mengalami perkembangan pesat dengan mulai mengadopsi sistem pendidikan modern. Pesantren Balekambang mulai membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun 2003, yaitu Jurusan Elektronika. Mulai tahun 2007 SMK Balekambang diperbesar dengan membuka dua jurusan lagi, yaitu Mekanik dan Tata Busana. Selain itu Pesantren Balekambang juga membuka Madrasah Tsanawiyah yang dilengkapi dengan fasilitas boarding dan pendidikan ketrampilan. Pada tahun 2010 membuka SMK jurusan Teknik komputer dan jaringan serta membuka Madrasah Aliyah.dan pada tahun 2013 SMK membuka jurusan Animasi dan Tata Boga.

2. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM SARIPAN JEPARA

Lokasi : Jl. Wahid Hasyim, Rw. III, Saripan, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59413

Ponpes Darussalam Berdiri sejak tahun 1908 M, Pondok Pesantren Darussalam adalah sebuah majelis dzikir dan thoriqoh yang didirikan oleh beliau KH. Abdul Qodir bin KH. Muhammad Ali. Berada dikawasan strategis tepatnya di jalan KH. Wahid Hasyim No. 120 Saripan Jepara. Pada waktu itu majelis ini belum diberi nama, hanya masyarakat sering menyebutnya dengan "pondok mbah Abdul Qodir". Pada awalnya santri beliau masih sedikit, sekitar sepuluh orang, lambat laun santri mulai bertambah semakin banyak.

Sepeninggal beliau  KH. Abdul Qodir pada tahun 1954 M, pondok pesantren diamanatkan kepada putra beliau yang bernama KH. Aqib Tanbih. Kemudian pada tahun 1973 mbah aqib (sapaan akrab beliau), memproklamirkan nama Pondok pesantrennya dengan nama "Darussalam Abdul Qodir" yang dengan berjalannya waktu terkenal dengan sebutan "Darussalam" saja.

Pada tahun ini juga beliau mengesahkan logo pondok pesantren Darussalam yang dibuat oleh santri beliau yaitu Kyai Abdul Mujib (Pekalongan, Batealit, Jepara) dan Kyai Badhiddin (Pujut, Tersono, Batang).

Dibawah asuhan beliau KH. Aqib Tanbih, sistem pembelajaran yang digunakan adalah metode salaf, yang mengkaji dari kitab-kitab kuning, pendidikan moral, kanuragan dan spritual serta diwajibkannya Sholat lima waktu berjamaah pada Santrinya.

Pada tahun 1974, Santri sekitar 70 dan terus bertambah sehingga tempat untuk santri-santri pun harus ditambah, sehingga pada tahun 1980 M mbah Aqib mulai merintis pembangunan pondok timur dan ruang perpustakaan yang rampung pada tahun 1983 M.

Dan setelah mengasuh selama 34 Tahun, Mbah Aqib meninggalkan santri-santrinya, tepatnya pada selasa pon tanggal 8 Rajab 1409 H / 14 Februari 1989 M, sehingga kepengasuhan pesantren Harus digantikan Putra Beliau Yaitu KH. Abu Nawas sebagaimana yang telah diwasiatkan mbah Aqib sebelum kewafatannya.

Dibawah asuhan beliau KH. Abu Nawas Aqib, pesantren semakin berkembang pesat dalam kwantitas maupun kualitasnya, untuk menambahkan kualitas yang kala itu santri mencapai 700 santri, sistem pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan intelektual yang lebih mengacu pada kecerdasan, ketangkasan serta kedisiplinan untuk membentuk karakter yang berimtek dan beriptek serta berguna bagi nusa bangsa dan masyarakat, yaitu dengan menambahkan jadwal pembelajaran dari pagi hingga tengah malam serta kewajiban Sholat berjamaah dan berbahasa arab dalam percakapan setiap harinya.

Estafet kepengasuhan pondok pesantren harus mengalami pergantian kembali yaitu Putra ke 4 dari KH Aqib Tanbih dengan Ibu Hj. Masrianah, beliau Kyai Saifur Rijal Aqib. Evaluasi dan penataan pondok pesantren semakin ditingkatkan kembali dengan melestarikan program-program pendidikan yang sudah ada dan menambah program-program unggulan yang dibutuhkan santri di era digitalisasi serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai bekal menjadi pemimpin masyarakat yang religius dan nasionalis.

3. PONDOK PESANTREN SALAF MODERN NURUL HUDA MANTINGAN

Lokasi : Jl. Raya Bugel - Jepara, Mantingan, Kec. Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59421

Pondok Pesantren Nurul Huda didirikan atas dasar ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah, Pancasila dan UUD 1945.

Secara umum tujuan Pondok Pesantren ini dapat dirinci sebagai berikut :

1.      Membekali para santri dengan tauhid yang benar dan kuat.
2.      Membekali keilmuan (keislaman) dan sekaligus mampu mentansfer dan mengamalkannya.
3.      Menanamkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal berhubungan dengan masalah-masalah kemandirian guna memperoleh dan menciptakan lapangan kerja.

Dengan demikian diharapkan para santri memiliki nilai tambah yaitu menjadi insan Ulul Albab yang berakhlaq mulia, berbuat adil dan bijaksana, toleran, serasi dan terhindar dari sifat ekstrim dalam mengabdikan diri kepada agama, masyarakat, nusa dan bangsa.

Sedangkan tujuan khusus adalah agar para santri mampu berbahasa Arab dengan baik dan benar sebagai alat untuk mengkaji ilmu agama Islam, mapu membaca dan memahami al-Qur’an dan Sunnah, juga kitab-kitab kuning, dan menerapkan akhlaqul karimah dalam kehidupan kesehariannya serta terampil dalam urusan-urusan yang ada hubungannya dengan duniawi dan ukhrowi.

Dengan demikian pesantren diharapkan mampu melahirkan orang-orang yang berkualitas.

4. PONDOK PESANTREN DARUTTAUHID AL 'ALAWIYAH

Lokasi :  Jl. Pasar Rahayu No.66A, Rw. 09, Potroyudan, Kec. Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59412

Pesantren Daruttauhid Al Alawiyyah Jepara berdiri sejak tahun 1982 yang didirikan oleh Romo KH. Ahmad Jauhar yang dikenal sebagai sang pendidik (murobbi) yang wara’, sederhana, ikhlas, dan kepiawaiannya dalam semua disiplin ilmu terlihat dari bagaimana beliau berucap dan beramal setiap harinya. Berdirinya Pesantren Daruttauhid Al Alawiyah  ini sebagai tanggung jawab sosial dan kepedulian beliau Romo KH. Ahmad Jauhar terhadap pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia terlebih para pemuda.

Pada tahun 2013, dengan mempertimbangkan keadaan dan menjawab tuntutan zaman, Madrasah formal Aliyah pun dirintis, dan dua tahun kemudian masanya tepat pada tahun 2015, Madrasah Tsanawiyah Daruttauhid pun berdiri. Motto MTs-MA Terpadu Daruttauhid adalah Sehat, Santun, dan Berprestasai yang artinya seluruh siswa lulusan Yayasan Daruttauhid Jepara nantinya tidak hanya lulus dengan nilai yang baik tapi juga sehat fisik jasmani dan rohani, berakhlak baik dan berkarakter kuat, serta Cerdas nan inovatif.

5. PONDOK PESANTREN DARUL FALAH AMTSILATI

Lokasi : Jl. Kenanga II, RT.03 / RW.12, Dk. Sidorejo, Bangsri, Krsak, Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59453

Secara geografis, pondok pesantren Darul Falah terletak di sebelah timur kota Jepara. Tepatnya di Dusun Siturejo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Secara resmi, pondok pesantren Darul Falah berdiri pada tanggal 1 Mei tahun 2002 oleh KH. Taufiqul Hakim selaku penemu metode Amtsilati; cara cepat membaca kitab kuning dengan mayoritas santri dari berbagai penjuru Nusantara, seperti Bali, Jawa, Madura, Sumatera, dan Kalimantan.

Program belajar Amtsilati menjadi program unggulan pondok ini. Karena dengan metode ini santri dapat cepat mampu membaca kitab kuning dalam kurun waktu yang singkat. Sebab metode inilah dari berbagai penjuru Nusantara datang untuk menimba ilmu di sini.

Karena kemudahannya, metode Amtsilati sudah banyak digunakan oleh lembaga-lembaga di luar pondok pesantren Darul Falah. Diperkirakan sudah ratusan lembaga yang menggunakan metode Amtsilati untuk memudahkan para santrinya dalam memahami kitab kuning.

Setiap tahun, pondok pesantren Darul Falah Amtsilati selau melakukan transformasi dengan begitu cepat. Dari bangunan kecil yang hanya mampu menampung beberapa orang santri saja hingga bangunan-bangunan bertingkat seperti sekarang. Selain melakukan perubahan dan peningkatan dalam memenuhi kebutuhan para santri, pondok pesantren Darul Falah juga selalu berusaha untuk mengembangkan program-program pendidikan yang diterapkan untuk para santri.

Ada beberapa lembaga yang telah disediakan oleh yayasan pendidikan Islam Amtsilati mulai dari MI Tahfidzul Qur’an Amtsilati, Madrasah Tsanawiyah Amtsilati, dan Madrasah Aliyah Amtsilati. Sedangkan jenjang-jenjang pendidikan yang ditempuh santri pondok pesantren Darul Falah adalah Amtsilati, fan Tasawwuf, fan Bahasa Arab dan Inggris, fan Thaharah, fan Ubudiyah, fan Muamalah, fan Munakahat, fan Jinayat, fan Tafsir, dan fan Dakwah.

Masing-masing jenjang tersebut ditempuh dalam standar waktu enam bulan. Tetapi, pesantren Darul Falah menggunakan metode kompetisi dan kompetensi sehingga fan ilmu yang telah disebutkan tadi bisa ditempuh dengan lebih cepat sesuai dengan kemampuan dan kegigihan santri dalam belajar.

Selain dalam bidang keilmuan, pondok pesantren Darul Falah juga memiliki program ekstrakurikuler yang bisa menjadi sarana penyaluran bakat dan kreativitas pada diri santri, seperti Marching Band Gema Syiar Amtsilati, sekolah sepak bola Amtsilati, teater, paduan suara, pramuka, pencak silat, dan masih banyak lagi.

6. PONDOK PESANTREN AL-MUTTAQIN JEPARA

Lokasi : Rw. III, Sowan Kidul, Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59463

Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non-pemerintah) yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Asuhan Anak Yatim Ihyaus Sunnah. Dirintis sejak 1977, didirikan Pondok Pesantren pada tahun 1987 oleh Ust. Sartono Munadi dan rekan-rekannya, dengan sistem kurikulum yang terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran tata bahasa Arab Nahwu dan Sharaf serta pengajaran bahasa Arab intensif.

Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin terletak di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Meskipun berlokasi di pedesaan dan berjarak 30 km dari pusat kabupaten, Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin memiliki cukup banyak santri yang berpotensi tinggi. Saat ini (2019) jumlah santri mencapai 883, yang terdiri dari 448 santri putra dan 435 santri putri dengan 121 ustadz dan ustadzah. Santri di pesantren tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Solo, Bandung, Semarang, dan ada beberapa yang berasal dari luar jawa seperti Aceh, Palembang, Riau, Sulawesi, NTB dan Kalimantan.

Di Pondok Pesantren Al Muttaqin, pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan santri sehari-hari dilaksanakan oleh para guru/ustadz dengan latar belakang pendidikan dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi, yang sebagian besar tinggal di asrama dan secara penuh mengawasi serta membimbing santri dalam proses kegiatan belajar mengajar dan kepengasuhan santri.

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin dengan keikhlasan dan idealisme para pendirinya, lembaga ini terus berkembang, hingga saat ini Yayasan Ihyaus sunnah telah membuka Pesantren Tinggi Bahasa Arab. Dengan usaha selalu meningkatkan mutu pendidikan, pembangunan fisik, pengembangan dana dan mempersiapkan para kader untuk kemajuan jangka panjang lembaga pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

7. PONDOK PESANTREN ZHILALUL QUR'AN JEPARA

Lokasi : Raguklampitan 17/04 Batealit Jepara Jawa Tengah, Gendolo, Raguklampitan, Kec. Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59461

Pesantren Tahfidz Putra-Putri" Zhilalul Quran" hadir sebagai bentuk kepedulian akan masih minimnya lembaga pendidikan yang berkonsentrasi pada program tahfidz Al-Quran dan pendalaman keilmuannya, pesantren ini terletak di daerah pedesaan serta memungkinkan untuk para santri lebih berkonsentrasi dalam program tahfidz Al-Quran.

Program kegiatan Pesantren tahfidz  " zhilalul Quran" berkonsentrasi pada tahfidz Al-Quran  serta proses penanaman nilai-nilai Al-Quran dengan pembiasaan pada aktivitas sehari-hari.

Pembinaan Tahfidz dan Tanfidz Al-Qur'an, marawis atau hadrah, Kajian kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, marching band, pengembangan jurnalistik dan publisistik, pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan hidup/usaha.

8. PONDOK PESANTREN MATHOLIUL HUDA

Lokasi : Jl.Kauman Kiyai Mawardi RT/RW:6, RW.2, Rw. II, Bugel, Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59463

Pesantren ini terdapat di desa Bugel yang didirikan oleh KH. Abdurrahman, akan tetapi belum sempat mengembangkannya beliau wafat ketika sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci Makkah. Akhirnya rintisan ini dilanjutkan putra (menantu) beliau asal Demak yakni KH. Ismail (wafat tahun 1936) dan kemudian berdirilah sebuah pesantren pertama dengan nama “Safinatun Naja”.

Pergantian nama “Matholi’ul Huda” diberikan setelah putra beliau, K. Mawardi pulang mengaji dari seorang guru ngaji KH. Mahfudh – Ponpes. Polgarut Kajen Pati. Bersama kiai-kiai lainnya beliau mengembangkan pesantren dengan dibuatnya sistem klasikal. Para kiai yang membantu beliau antara lain K. Ma’shum, K. Ilyas, KH. Sulaiman, dan K. Hambali.

Pada tahun 1943, tepatnya tanggal 10 Oktober 1943 M/10 Syawwal 1362 H, bersama ulama setempat dan masyarakat, beliau mendirikan madrasah (setingkat dengan ibtidaiyyah sekarang). Pada umumnya lahirnya Madrasah Tsanawiyah swasta di Kabupaten Jepara ini adalah metaforfosa (pergantian bentuk) dari sekolah–sekolah/tempat pendidikan yang bersifat kejuruan misalnya PGA, Muallimin/Muallimat yang masing-masing lama belajar 6 tahun.

Itulah daftar Pondok Pesantren terbaik di Jepara Jawa Tengah.

8 Pondok Pesantren Terbesar Di Jepara Jawa Tengah

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Purwodadi.

Pendidikan agama atau disebut juga Ponpes di Grobogan tidaklah sebanyak seperti di Demak dan kudus, namun dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Grobogan terdapat Pondok Pesantren Salaf Terbaik Dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut adalah daftar Pondok tersebut :

1. PONDOK PESANTREN SIROJUTH THOLIBIN BRABO TANGGUNGHARJO GROBOGAN

Lokasi : Desa Brabo, Tanggungharjo, Brabo, Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58167

Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin berdiri pada 1941 M oleh Al Maghfurlah Kyai Syamsuri Dahlan yang berasal dari Desa Tlogogedong Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Sedangkan, istri Beliau Nyai Muslihah Syamsuri berasal dari desa Tanggung Kec. Tanggungharjo Kab. Grobogan, putri KH. Syarqowi, sang guru dan mertua Kyai Syamsuri.

Semula, pondok ini hanya mengajarkan kitab-kitab klasik dengan metode sorogan dan bandongan, namun seiring dengan perkembangan jumlah santri yang terus meningkat dari berbagai daerah, maka di bawah payung Yayasan “Tajul Ulum” pada tahun 1953 berdirilah Madrasah Diniyyah Awaliyah, tahun 1969 berdiri Madrasah Diniyyah Wustho, tahun 1970 berdiri Madrasah Tsanawiyyah, dan tahun 1985 berdiri Madrasah Aliyah.

Pada tanggal 4 Oktober 1988, Simbah Kyai Syamsuri Dahlan wafat, estafet kepemimpinan dilanjutkan putra beliau yang ke-4 dan ke-5 dari lima bersaudara, KH. Drs. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc. H (alumnus Universitas Islam Madinah fakultas Hadis) bersama adik kandungnya KH. Muhammad Anshor Syamsuri (alumnus pesantren Futuhiyah asuhan KH. Muslih bin Abdurrohman Mranggen, Demak dan Pesantren Al Muayyad asuhan KH. Umar bin Abdul Mannan, Solo).

 Pada 1989, pesantren yang sebelumnya hanya khusus putra ini, membuka asrama santri putri dan juga menerima santri tahashus, yang menghafal Al-Qur’an 30 juz dengan pengasuh Ibu Ny. Hj. Maimunah Shofawie (istri KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri) alumnus pesantren asuhan KH. Mufid Mas'ud, AH (Jogjakarta), KH. Arwani Amin (Kudus), KH. Bisyri Syansuri (Jombang), dll.

Konon, sebelum KH. A. Baidhowi Syamsuri mendirikan pondok putri, KH. Ahmad Baidhowi bersamaan dengan Ibu Nyai Hj. Maimunah Shofawie bermimpi bertemu Gus Mik (KH. Hamim Jazuli, Ploso) yang memerintahkan untuk membeli tanah di sebelah timur rumah beliau. Sekarang, di tanah tersebut sudah berdiri asrama pondok putri. Untuk pengkajian kitab salaf (khusus mengkaji kitab kuning/klasik), Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin membuka program Madrasah Muhadloroh Sirojuth Tholibin pada tahun 1998 yang membuka kelas pagi dan pada tahun 2009 dibuka kelas malam yang diperuntukkan untuk santri kurikulum (santri yang bersekolah Madrasah Aliayah) dengan tenaga pengajar alumni PP Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, PP Alfalah Ploso, PP al Anwar Sarang, PP As Shiddiq Narukan, dan alumni Pondok Sirojuth Tholibin sendiri.

Dengan demikian, pondok pesantren ini termasuk kategori pondok pesantren salaf-kholaf, sebuah pesantren yang mengakomodir keilmuan klasik dan modern. Kini, Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin di asuh oleh putra ke-3 Kyai Syamsuri yaitu KH. Drs A. Baidlowie Syamsuri Lc. H lulusan dari universitas islam Madinah fakultas hadits asuhan Sayyid Muhammad Bin Alawy Al Maliki dan Syech Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani Al Makky, Ponpes Futuhiyyah asuhan KH. Muslih bin Abdurrohman (Mranggen, Demak), Ponpes. Al Muayyad asuhan KH. Umar bin Abdul Mannan (Solo) dll beserta keluarga besar beliau.

Selain itu pondok pesantren Sirojuth Tholibin juga membekali santrinya sesuai tuntunan zaman dengan mengembangkan kegiatan ekstra semisal Jurnalistik (Buletin El Fath), Rebana dan Hadlroh, Tilawatil Qur’an ,PBB, Kewirausahaan (koperasi Zaduna, Kantin Larisso), Bahtsul Masa’il (LBM), pertanian, dll.

2. PONDOK PESANTREN  MIFTAHUS SAADAH

Lokasi : Jl. Diponegoro, Bangsri, Tambakselo, Kec. Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58192

Yayasan Miftahus Sa’adah Grobogan dan pondok pesantren di
dirikan langsung oleh beliau KH. Moch Nur Cholis M., BSA., S.Pd.I atas dawuh
orang tua angkat beliau Habib Ahmad  bin hasan fad’aq. KH. Moch Nur Cholis M.,BSA., S.Pd.I
putra dari Alm. Mbah SOIM bin Ahmad. Simbah Soim putra Simbah nyai
Robi’ah bin Abdus Salam bin Abdul chayyi. Beliau menikah dengan Nyai.Siti
Mukhayyaroh binti Munhayat bin Mu’tiah binti Kyai Munawar bin Kyai Abdul Rosid
bin Sayid Abdur Rohman .

Pendidikan Non formal :

- Ponpes Al Ma’ruf Bandungsari
- Ponpes Al-Khoirot Bekasi.
- Ponpes Futuhiyah Mranggen

Pendidikan Formal :

- MI salafiah tahun 1979 – 1984
- MI Roudlotul Sibiyan 1985 – 1986
- MTs Mamba’ul Ulum 1987-1990
- MA  Mamba’ul Ulum 1990-1993

 3. PONDOK PESANTREN FADLLUL WAHID

Lokasi : Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58193

Pesantren ini berada agak jauh dari perkampungan karena memang asal mulanya bekas pesawahan yang cukup luas (7 hektar). Pengasuh : KH Abdul Wahid Zuhdi

Semasa kecil beliau dikenal sebagai anak yang sangat nakal. Namun demikian, kecerdasannya sudah mulai tampak. Hal itu dapat dilihat, misalnya, ketika masih duduk di bangku kelas 3 SD beliau meminta kepada ibunya untuk langsung dinaikkan ke kelas 5 karena pelajaran di kelas 3 dinilai terlalu mudah. Namun Kepala Sekolah waktu itu Bpk. Ahmad Marzuqi (kebetulan adalah pamannya sendiri) merasa keberatan dan meragukan kemampuannya. Atas bujukan dari ibunya, akhirnya kepala sekolah tadi menyetujuinya.

Setelah 6 bulan masuk kelas 6 SD, beliau enggan melanjutkan sekolah lagi karena pelajarannya kurang menarik. Kehidupan sehari-harinya justru dihabiskan untuk menyendiri di dalam kamar. Di luar dugaan, dalam kesendiriannya itulah beliau malah mengarang sebuah kitab tentang ilmu tauhid, namun setelah dikoreksi ulang ternyata masih banyak kesalahnya dan itu merupakan hal yang wajar karena usia beliau masih sangat belia.

Setelah kejadian itu, sang ibu mendapat masukan dari para kerabat untuk tidak menyanjung anaknya yang satu ini karena dikhawatirkan terkena penyakit ain. Lalu beliau dikirim ke Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang yang diasuh oleh KH Maemun Zubair. Di pesantren ini, beliau mendapat kepercayaan penuh dari pengasuh dan semua jajaran pengurus pondok untuk menjadi Ra'is Am dalam usianya yang baru 17 tahun. Sebuah prestasi yang sulit dicapai oleh pemuda zaman sekarang.

Setelah nyantri di Sarang, beliau melanjutkan perjalanannya untuk menuntuti ilmu di Mekkah al-Mukarramah di bawah bimbingan ulama' Hadits yang sangat terkenal yaitu Sayyid Muhammad bin Alawiy Al-Mâlikiy Al-Hasaniy. Di sana beliau juga berguru kepada Syaikh Muhammad Yâsîn al-Fâdânî al-Makki, Syaikh Ismâ'îl Zain al-Khadhrami al-Yamani dan Syaikh Abdullâh al-Lahjiy. Sepulangnya dari tanah suci, beliau dibawa oleh gurunya KH Maemun Zubair ke Purwodadi tepatnya di Desa Bandungsari untuk meminang putri teman karibnya yaitu Kyai Muhammad Muslih.

Dalam pertemuan itu, KH Maemun Zubair berkata, "Ini aku membawa bibit unggul untukmu." Sepeninggal Kyai Muhammad Muslih, kepemimpinan pondok Bandungsari beralih ke tangan beliau. Di bawah asuhannya, pesantren tersebut mengalami kamajuan yang sangat pesat. Salah satu kontribusinya di bidang pendidikan adalah dijadikannya kitab-kitab karangan beliau sebagai mata pelajaran wajib di lebih dari 10 pesantren Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di bidang kemasyarakatan, beliau adalah pembimbing spiritual bagi Jama’ah Thoriqoh As-Syâdziliyyah yang jumlah pengikutnya kurang lebih mencapai 7.000 (tujuh ribu) orang di tiga Kabupaten yaitu Grobogan, Blora, dan Demak. Seluruh kegiatan pengajian dibiayai oleh beliau tanpa memungut dari santri ikhwan thoriqoh sejak beliau membentuk Thoriqoh Syadziliyyah.

Selain itu, beliau juga mendirikan sebuah yayasan swasta yang fungsinya menampung dan merawat orang gila terlantar (tidak memiliki keluarga) yang diambil dari jalan-jalan di dua Kabupaten yaitu Blora dan Grobogan.

Pendidikan yang diselenggarakan adalah pengajian kitab-kitab salaf mulai pagi (baik pelajaran Al-Qur'an maupun kitab kuning) sampai malam (jam musyawaroh). Kurikulum yang diterapkan adalah murni kurikulum pesantren yang mengacu pada pemahaman kitab-kitab salafiyyah. System pendidikan/pengajian kitab kuning (sorogan, setoran makna, dll) yang mengarah pada pendalaman materi dan wawasan ilmu agama/'ulumuddin dengan pendekatan metode efektif-efesien dan pengajaran klasikal (salafiyyah) serta bahtsul masa'il (baik bahtsul masa'il sughro, wustho, maupun kubro).

 Pada dimensi pragmatis diajarkan computer (yang diharuskan pada tingkatan kelas Funun) yang mengacu pada santri untuk bisa mentahrij hadis-hadis (mulai dari riwayat hadis, biografi para shohabat, mencari ibaroh-ibaroh kitab kuning, dan lain sebagainya). Kegiatan ekstra yang tersedia meliputi beladiri PORSIGAL, sepakbola, computer dan berkebun.

4. PONDOK PESANTREN ASSALAFI MIFTAHUL HUDA

Lokasi : Jl. Kauman no. 10A Ngroto, Gubug, Grobogan, Ngroto, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58164

Pondok Ngroto lebih popular di masyarakat ketimbang nama aslinya Miftahul Huda. Berdiri pada 1975 oleh Kiai Irsyad berada di sebelah selatan masjid Sirojuddin berupa dua bangunan rumah panggung. Pada tahun 1980 PP Assalafi Miftahul Huda pindah berubah menjadi nama ponpes Ustmaniyah karena pada tahun tersebut KH Masduri putra dari Kiai Irsyad ingin “Ngalap Berkah” dari gurunya yaitu Hadaratusyeh Kiai Muhammad Utsman al Ishaqi ra (Ayah Hadaratussyeh KH Ahmad Asrori al Ishaqy ra). Dengan perkembangan Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah, banyak masyarakat Ngroto pada khususnya belum mengerti atas keberadaan thoriqoh tersebut, maka pada tahun 1980 Kiai Masduri mendirikan zahwiyah untuk tawajuhah para jama’ah thoriqoh masa itu.

Pada 1984 Kiai Munir Abdullah pulang dari menuntut ilmu di pondok pesantren Darur Ubudiyah Roudhotul Muta’alimin yang diasuh oleh Hadaratussyeh KH Muhammad Utsman al Ishaqi ra. Tahun 1990 pondok yang keberadaan di selatan masjid dipindah satu panggung di utara masjid asuhan oleh KH. Masduri. Serta satu panggung di utara makam simbah Abdurrahman Ganjur yg di asuh oleh KH Munir Abdullah.

Bangunan pondok dipindah karena tanahnya terkikis oleh arus sungai Tuntang yang selalu bertambah melebar tiap tahunnya sehingga menjadikan tanah sekitar pondok longsor. Pada tahun 1990–2002 santri berjumlah 40 orang pada tiap tahunnya dan mayoritas santri tersebut adalah masyarakat kampung Ngroto sendiri.

Hingga pada tahun 2008 KH Masduri wafat dan yayasan Ustmaniyah diserahkan kepada putranya yaitu KH. M Fathul Rosyad dan barulah pada tahun tersebut KH. Munir Abdullah memulai mendirikan/menghidupkan lagi Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda. Serta secara insfratruktur dan logistik banyak perkembangan di dalamnya baik dalam segi bangunan dan bertambahnya santri yang datang dari luar daerah. Hingga kini tercatat 480 santri putra-putri yang mukim di pesantren itu.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Populer di Grobogan Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbesar Di Grobogan Jawa Tengah

Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Demak. Kabupaten Demak memiliki luas 897,43 km² dan berpenduduk 1.116.343 jiwa (2017).

Selain menjadi kota Wali, kabupaten Demak juga menjadi kota santri karena terdapat banyak Pondok pesantren, baik Pondok pesantren Salafiyah maupun Modern. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Kabupaten Demak terdapat beberapa Ponpes Terbaik dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut Pondok pesantren tersebut :

1. PONDOK PESANTREN BUSTANU USYSYAQIL QUR'AN

Lokasi : Jl. Sunan Kalijaga No.35, Tanubayan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59517

Pondok ini didirikan oleh seorang ulama’ yang memiliki sejarah dan nasab yang cemerlang. Beliau adalah KH. R. Muhammad, putra dariKH. Mahfudz At Tarmasi, seorang ulama’ jawa yang aktif dalam percaturan pemikiran ulama-ulama Timur Tengah pada abad ke-18 Masehi.

Dengan meniggalnya kedua orang tua, R. Muhammad akhirnya dibawa boyong ke Tanah Air, oleh KH. Munawwir, sesuai melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu kepada KH. Mahfuzh meski tidak lama. Hal itu dilakukan oleh KH. Munawwir karena beliau telah diwasiati oleh KH. Mahfuzh untuk mendidik anaknya di bidang hafalan Al Qur’an.

Sesampai di Tanah Air, kemudian beliau diserahkan oleh KH. Munawwir kepada KH. Dimyati, kakak KH. Mahfuzh, yang merupakan pengasuh Pondok Tremas saat itu, KH. Dimyati menyerahkan R. Muhammad kepada KH. Munawwir untuk dididik menghafal Al Qur’an.

Kemudian,R. Muhammad diambil KH. Munawwir sebagai anak angkat yang sangat disayangi hingga seakan melebihhi kasih sayang terhadap putra-putra beliau sendiri. Selama kurang lebih 4 tahun, beliau belajar di Pondok Krapyak. Sehabis menimba ilmu disana, beliau diserahkan kembali kepada sang paman, KH. Dimyati di Pondok Tremas.

Di Pondok tersebut, R. Muhammad diasuh dan diawasi langsung oleh KH. Dimyati dan dibantu oleh KH. Ali Ma’shum, putra KH. Ma’shum dari Lasem, yang menjadi menantu KH. Munawwir. Kemudian, setelah cukup banyak ilmu agama yang dikuasai, KH. Dimyati memerintahkannya untuk ber-tabarruk-an kepada KH. Ma’shum Lasem.

Setelah menjadi menantu H. Taslim, R. Muhammad masih mengajar di Pondok Tremas selama satu tahun. Usai waktu rentang tersebut, baru beliau pulang ke rumah mertuanya di Demak. Kepulangan beliau disertai pula oleh santri-santri beliau yang menghafalkan Al Qur’an di Tremas. Kurang lebih tiga tahun beliau tinggal bersama mertua sembari mengajarkan ilmu yang ia kuasai, terutama ilmu Al Qur’an kepada para muridnya

Melihat semakin banyaknya santri yang belajar kepada beliau, H. Taslim, sang mertua, dan masyarakat sekitar, mendorong beliau untuk mendirikan pondok pesantren. Hal itu juga guna menampung para santri yang sebagian bertempat di rumah mertuanya dan sebagian di rumah-rumah penduduk. Akhirnya pada tahun 1936, beliau mendirikan sebuah pesantren di daerah Betengan Bintoro Demak. Pendirian pesantren tersebut juga atas restu dari guru-guru beliau, yaitu KH. Ma’shum Lasem, KH. Masyur Popongan Klaten, dan KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta. Pesantren ini diberi nama oleh KH. Munawwir dengan “Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an” yang berarti taman para perindu al Qur’an. Disinilah beliau kemudian hidup mandiri mengembangkan ilmu-ilmu yang di perolehnya.

PENDIDIKAN

Proses pendidikan dan pengajaran yang berlangsung sejak tahun 1936 tersebut telah cukup memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan BUQ, baik dalam system pendidikan, materi pengajian, maupun keterampilan penunjang lainnya.

Sudah barang tentu hal ini dilakukan atas asumsi bahwa alumni pesantren BUQ harus mampu berdikari dan berkiprah di tengah masyarakatnya.

2. PONDOK PESANTREN AL-FALAH 

Lokasi : Jl. Diponegoro, Rw. 2, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Pondok Pesantren Al-Falah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pondok ini mengkombinasikan pesantren dan metode pengajaran klasik berkurikulum seperti sekolah serta mencetak para penghafal Al-Qur'an.

Pondok Pesantren Al-Falah didirikan pada tahun 1963 oleh KH Abdur Rosyid, pada awal pendirian Pesantren tersebut diberi nama Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, menurut anjuran K. Rohmat Suyuti Demak (pendiri PP.Miftahul Falah Kalisusukan Demak) yang merupakan guru KH. Abdur Rosyid seyogyanya Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal diganti dengan nama yang mirip pesantrennya Mbah Suyuti, sehingga KH. Abdur Rosyid mengubah nama pesantrennya menjadi Pondok Pesantren Al Falah.

PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Al-Falah merupakan pesantren dengan tipe kombinasi, maka kegiatan di pesantren ini bermacam-macam. Mulai Salafiyah dengan pembelajaran kitab-kitab salaf, Qur'aniyah dengan mencetak para panghafal qur'an dan lain-lain. Selain itu itu juga kegiatan Madrasah Diniyah mulai tingkatan wustho hingga ulya.

3. PONDOK PESANTREN AT-TASLIM

Lokasi : Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren At-Taslim berdiri pada tahun 1986, Pondok
Pesantren ini berdiri atas inisiatif bapak KH. M. Nurul Huda, MA, setelah
menyelesaikan S2 di Punjab University Pakistan. Sedang Romo KH.
Sa’dullah Taslim sebagai waqif (orang yang menyerahkan tanggung jawab
pengasuhan), semula pada tahun 1985 bapak KH. M. Nurul Huda, MA setiap
pagi mengajar di Madrasah Aliyah NU Demak, dan setiap hari disibukkan
memberi pelajaran di kawasan kota Demak dan sekitarnya, berkat
ketelatenannya beberapa siswanya mulai memberanikan diri mengaji di
rumah bapak KH. M. Nurul Huda, MA, bahkan menginap di rumahnya.

Sejalan dengan bergantinya waktu santri yang mengaji semakin bertambah,
dan di antaranya adalah santri perempuan, maka kemudian santri putra
dipindah ke musholla sedang rumah bapak kyai ditempati oleh santri putri.
Pada tahun 1986 bapak KH. M. Nurul Huda, MA yang dulunya
alumnus IAIN Sunan Kalijaga dan nyantri di pondok Krapyak Yogyakarta
menghadap simbah KH. Aly Maksum untuk minta do’a restu atas pendirian
dan mendukung rencana bapak KH. M. Nurul Huda, MA dan juga membantu
dengan do’a serta memberi sedikit modal awal. Pada tahun itu juga didirikan
kompleks 2 lantai untuk santri putri, sementara santri putra tetap di musholla.

Sejak berdirinya Pondok Pesantren At-Taslim tidak dijumpai bentuk
organisasi yang mengatur kehidupan pesantren sebagaimana kebanyakan
pesantren. Pesantren At-Taslim adalah merupakan milik pribadi kyai, karena
itu segala yang menyangkut kehidupan pesantren diatur sendiri oleh kyai.
Pondok Pesantren At-Taslim sebagai lembaga pendidikan agama yang
bersifat tradisional menganggap Kyai sebagai figur utama dalam
kepemimpinan. Meskipun tidak ada bentuk formal dari organisasi di pondok
pesantren At-Taslim sudah ada kekuasaan yang sifatnya informal yang
bersumber pada kharisma kyai.

4. PONDOK PESANTREN NURUL HIKMAH

Lokasi : Jl. Kyai Singkil No.16, Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren Nurul Hikmah terletak di Bintoro Demak, sepuluh meter dari
makam Sultan Fatah, tujuh puluh lima meter dari Masjid Demak.

Di pesantren ini para santri
putera puteri diharapkan untuk mencintai terhadap kitab suci dan sholawat kepada Nabi. Di
sini juga Kiai Musyaffa menanamkan halusnya rasa, halusnya budi pekerti,
akhlak mulia pada santri dan putra-putrinya.

Dan di pondok pesantren ini juga KH. Abdurrahman Wahid almarhum sering mampir bila
sedang beredar di sekitar Demak.

Kegiatan di Pesantren Nurul Hikmah adalah mengaji Al-Qur’an
setelah subuh, mengaji Qososul Quran dan Washiyatul Musthofa setelah
dhuhur, Matan Abi Jamrah dan Tsalatsu Rosail setelah ashar, tadarus setelah
tarawih dan mengaji tasfsir Yasiin setelah tadarus.

Dalam ngaji Al-Qur’an, para santri maju satu demi satu sesuai ajanannya.
Sedangkan dalam mengaji santri senior mendengarkan bacaan kitab dari sang
kiai. Kini kepemimpinan Pesantren Nurul hikmah dipimpin oleh
putra-putranya: Gus Abdul Aziz, Gus Ali, Gus Fahmi, Mbak Ida Nursa’adah dan
Mbak Nurist Surayya.

Santri Nurul Hikmah tidak hanya ngaji kitab tapi juga belajar teknologi.
Santri belajar ngrakit komputer, desain, dan lain-lain. Pesantren akses
internet full dan akses komputer disediakan secara gratis. Dengan demikian
santri banyak kesempatan akses dunia luar. Tidak lagi seperti katak dalam
tempurung. Tidak tepat lagi santri juga di stereotipkan kuno dan kolot.
Akses internet adalah kesempatan untuk update. Mengetahui apa yang terjadi
di dunia.

5. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM

Lokasi : Jl. Diponegoro No.17, Rw. 4, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Sebelum pondok pesantren Miftahul Ulum berdiri, desa Jogoloyo dikenal dengan keadaan yang sangat rawan saat itu, yaitu adanya berbagai macam kejahatan & kurangnya pendidikan agama. Mulai dari situ muncullah inisiatif dari Kyai Tamyiz untuk mendirikan pesantren, mengusir kemaksiatan. Langkah awal yang beliau ambil adalah mengajar anak-anak kecil pada malam hari, dirumah beliau. Selain itu mengadakan berzanji secara bergilir dari rumah ke rumah. Proses belajar mengajar pada saat itu masih sangat sederhana, dengan materi pelajaran al-Qur’an dan berzanji. Tahun 1946 Kyai Tamyiz berhasil mendirikan pondok pesantren Miftahul 'Ulum, berkat kerja keras dan semangat serta keinginan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Keberadaan pesantren ini begitu cepat menyebar ke berbagai daerah, sehingga dalam waktu yang relatif singkat (sekitar 2 tahun), pondok pesantren ini telah menampung murid sekitar 100 orang santri. Tahun 1957 sepupu Kyai Tamziz mendirikan pesantren putri. Untuk sementara waktu karena keterbatasan ruang pesantren, maka santri putri menempati sebagian dari asrama putra. Pesantren ini berkembang lebih pesat lagi hingga akhirnya pada tahun 1960 mendirikan Madrasah Aliyah Diniyah (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Agama) dan tahun 1963 mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar). Di pesantren terdapat pengajaran kitab-kitab kuning klasik secara sorogan. Hal ini semakin banyak ketika bulan Ramadhan tiba.

PENDIDIKAN

Dalam periode kelembagaan
 didirikan Madrasah Aliyah (MA) Putra, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri dan Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri, dan sampai akhirnya ke periode Yayasan didirikan SMP & SMK serta Madrasah Khusus yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum adalah:

1. Pendidikan Formal
    a. SMP Miftahul Ulum Boarding School
    b. SMK Miftahul Ulum Boarding School
    c. WAJAR DIKDAS
2. Pendidikan non formal
    a. Madrasah Aliyah (MA) Putra
    b. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri
    c. Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri
    d. Madrasah Khusus (MKh) Putra-Putri
    c. Pengajian khusus bulan Ramadhan
    e. Pengajian al-Qur’an
    f. Pengajian kitab-kitab klasik
    g. Pengajian khusus bulan Ramadhan

    h. Sorogan kitab salaf
3. Pendidikan informal
    a. latihan koperasi
    b. Latihan kepemimpinan dan organisasi.

4. Ekstrakurikuler

    a. Musyawaroh Pembahasan Kitab
    b. Rebana
    c. Pencak Silat Pagar Nusa NU, dll

6. PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH

Lokasi : Jalan Suburan Barat No.31, Mranggen, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok pesantren Futuhiyyah Didirikan oleh Simbah KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq bin Abdullah Muhajir, kurang lebih pada tabun 1901. Secara outentik tahun berdirinya belum dapat dipastikan, karena tidak ditemukan data yang kongkrit. Hanya saja menurut cerita orang-orang tua, bahwa pada hujan abu akibat meletusnya gwumg Kelud di permulaan abad 20, Pondok Pesantren Futuhiyyah sudah berdiri, walaupun santrinya masih relatif sedikit, hanya dari daerab Mranggen dan sekitamya.Mereka datang ngaji ke Pondok hanya pada malam hari karena pada pagi harinya pulang kerumah untuk membantu orang tua mereka, oleb. karena itu disebut santri kalong.

Setelah KH. Muslih Abdurrabman wafat, kepemimpinan Pondok Pesantren dipegang oleh KH. MS. Luthfi Hakim, putera kedua KH. Muslih, dengan didampingi pamannya KH. Ahmad Muthohar Abdurrahman, putera ke empat KH. Abdurrahman dan dibantu oleh keluarga,besar Bany Abdurrahman.

Semua kegiatan keilmuan dan kemasyarakatan yang semula dijalankan dan dimonitor sendiri oleh KH. Muslih, kini dilaksanakan secara kolektif, bersama-sama oleh Keluarga besar Bany Abdurrabman yang sebagian besar menjadi pengurus Yayasan.

Pada periode ini, setelah pondok pesantren membentuk Yayasan perkembangannya dari hari kehari semakin pesat, baik dilihat dari segi perkembangan fisik sarana pendidikan, maupun dilihat dari jumlah santri/peserta didik.

Peserta didik Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah berasal dari segala penjuru Indonesia, setiap tahtm jumlahnya semakin bertambah banyak, sehingga melebihi daya tampung kamar pemondokan maupun ruang kelas yang ada, Pengurus Yayasan sudah dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk menyediakan fasilitas pemondokan dan ruang belajar, namun tambahan kamar dan ruang tidak dapat mengimbangi pertambahan santri.

Asal daerah santripun semakin mengembang kalau pada tahun ajaran 1994/1995 terdiri dari daerah seluruh Jawa ; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY dan DKI, Luar Jawa ; Bali, Lampung, Palembang, Riau, Aceh, Kalbar, mulai tahun ajaran 1995/1996 ada santri yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Dari sekian santri, 65% diantaranya mukim di Pondok pesantren dan selebibnya melajo dari daerahnya masing-masing, Santri yang mukim ditampung di Pondok Pesantren Futuhiyyah dan Pondok Pesantren dibawah Yayasan ( keluarga ) atau Pondok Pesantren yang ada disekitar Futuhiyyah.

7. PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA

Lokasi : Karanggawang, Sidorejo, Kec. Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59563

Pondok ini mulai dibangun pada tahun 1951 atas prakarsa KH. Ma’shum Mahfudhi, dan berkembang sampai saat sekarang ini. Selanjutnya, KH. Ma’shum Mahfudhi wafat pada tanggal 24 Rojab/ Tahun 2005 M. Setelah itu PPFH diasuh oleh putra pertama yakni Romo KH. M. Zainal Arifin Ma’shum dengan di bantu oleh sanak keluarga beliau. Tujuan utama didirikannya Pondok Pesantren Fathul Huda adalah bahwa lulusan dari PPFH mampu menjadi seorang yang menyebarkan ilmu agama (kata ‘guru’) ke umat muslim dan berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dari segi materi, pendidikan di Pondok Pesantren Fathul Huda meliputi, PAUD, RA, MI, MTs, MA, Madrasah Diniyyah Al Ula, Al Wustho, Al Ulya, Al Qur’an Bin Nadhor, Bil, Ghoib, Pengajian Kitab Kuning dan Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsyabandiyyah.

8. PONDOK PESANTREN ASY-SYARIFAH

Lokasi : Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Berdirinya Pondok Pesantren Asy-Syarifah tidak terlepas oleh peran dari seorang putra KH. Thoyyib bin Ibrohim, yang bernama Wahab Mahfudli. Setelah pernikahan beliau dengan ibu Hajar Djariyah Al Hafidhoh pada tahun 1971, secara bertahap pada awal tahun pernikahannya mulai dipercaya oleh masyarakat untuk memberi bimbingan / belajar Al-Qur’an. Pada tahap berikutnya sekitar tahun 1973, ada tiga orang santri putri yang ingin menimba ilmu khususnya di bidang Al-Qur’an.

Karena belum adanya kamar bagi santri, maka dengan penuh kerelaan dan keikhlasan mereka ditempatkan di rumah. Dorongan dan kepercayaan dari masyarakat semakin meningkat, hingga pada tahun 1974 secara resmi mulai menerima santri yang ingin belajar mendalami Al-Qur’an baik yang Bin-Nadlor maupun Bil-Ghoib. Tidak seperti awal penerimaan santri pertama, pada periode ini santri sudah disediakan fasilitas secara permanen, walaupun masih sederhana.

 Perkembangan santri yang kian bertambah, menjadikan pemikiran tersendiri bagi pengasuh untuk menambah fasilitas pesantren. Berkat adanya dukungan dan dorongan dari pihak-pihak yang berkompeten, kebutuhan sarana santri sedikit demi sedikit dapat terealisasikan. Kemudian secara bertahap dapat membangun sarana pesantren diantaranya musholla, dapur, kamar mandi dan lain-lain.

 Adanya fasilitas yang memadahi semakin menambah semaraknya kegiatan di pesantren, banyak dari orang tua di sekitar Kabupaten Demak yang menitipkan putranya untuk menuntut ilmu,. Maka dengan keberadaan santri yang sudah cukup banyak, menjadi modal bagi pengasuh untuk mengembangkan Madrasah yang sudah berdiri sejak zaman KH. Thoyyib Ibrohim, yaitu Madrasah Diniyah Salafiyah Ath-Thoyyibiyah.

Pada periode perkembangan ini, dimulai pada tahun 1990-an Pondok Pesantren Asy-Syarifah mendirikan Pendidikan Taman Alqur’an ( TPQ ) yang dikhususkan bagi anak-anak setingkat TK atau SD/MI. Kemudian pada tahun 1995 mengajukan permohonan pendirian Madrasah Tsanawiyah Kurikulum, hal ini didasari atas desakan dari masyarakat dan alumni yang menginginkan adanya sekolah formal atau bentuk kurikulum di lingkungan pondok pesantren Asy-Syarifah.

 Setelah menunggu proses yang panjang dan cukup waktu, maka pada tahun 1996 Madrasah Tsanawiyah Asy-Syarifah dibuka secara resmi. Keberadaan lembaga pendidikan khususnya di Kabupaten Demak pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seiring dengan penyiapan sumber daya manusia yang handal dan tangguh. Secara kompetitif kebanyakan dari lembaga pendidikan mengutamakan mutu dan kwalitas. Atas dasar hal tersebut Pondok Pesantren Asy-Syarifah mulai tahun 2007 memberanikan diri untuk membangun sebuah system pendidikan terpadu yang modern, yang arah tujuannya adalah untuk membentuk generasi yang tangguh, cerdas, disiplin dan berwawasan luas baik dibidang ilmu pengetahuan maupun agama. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu rancangan konsep yang tepat dan terarah, terutama sarana maupun prasarana yang memadahi.

Konsep Base Camp School merupakan metode yang tepat dan efektif untuk diterapkan nanti, hal ini sejalan dengan kemajuan dunia pendidikan sekarang. Diharapkan melalui sarana pembelajaran ini, nantinya akan menghasilkan produk lulusan yang unggul, mumpuni dan berdaya guna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Itulah sekilas profil singkat Pondok Pesantren Asy-Syarifah, mulai dari periode awal sampai perkembangannya saat ini.

9. PONDOK PESANTREN AL MUBAROK MRANGGEN

Lokasi : Jl. Brumbungan No.194, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok Pesantren Al-Mubarok Demak Didirikan oleh KH. Ahmad Makhdum Zein (Alm.) dan Hj. Al Inayah(Almh.) pada tahun 1960 yang masih berada pada naungan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Pondok Pesantren Al Mubarok berlokasi masih sekitar kawasan yayasan Futuhiyyah yaitu Jl. Brumbungan No. 198 Mranggen Demak. Setelah K.H. Ahmad Makhdum Zein wafat pada 17 Rajab 1423 atau pada hari Selasa, 24 September 2002 maka kepempimpinan pesantren dilanjutkan oleh putra sulungnya yaitu K.H Abdullah Ashif Makhdum, LC dan istri tercintanya Hj. Ma'unah Ahcsan, Ahd yang akrab dipanggil dengan Abah Ashif dan Ibu Ma'un oleh santri-santrinya.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Demak Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Terbesar Di Demak Jawa Tengah

Cilacap adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kota Cilacap.

Pendidikan agama atau disebut juga Pondok pesantren di Cilacap tidaklah sebanyak seperti kabupaten lainnya di Jawa tengah. Namun dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Cilacap terdapat beberapa Ponpes Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut daftar Ponpes Tersebut :

1. PONDOK PESANTREN AL-IHYA 'ULUMADDIN

Lokasi : Jl. Kolonel Sugiono No.28, Sentolokawat, Cilacap, Kec. Cilacap Sel., Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53211

Pada awalnya, pondok pesantren ini dikenal dengan nama pondok pesantren Kesugihan. Pada 1961, Pondok pesantren ini berubah nama menjadi pendidikan dan pengajaran agama Islam (PPAI). Dan pada tahun 1983, kembali berubah nama menjadi pondok pesantren al Ihya Ulumaddin. Perubahan nama dilakukan oleh KH. Mustholih Badawi putra KH. Badawi. Perubahan itu dilakukan untuk mengenang almarhum ayahnya yang sangat mengagumi pemikiran al Ghazali tentang pembaharuan Islam.

Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan secara ekonomis berada di wilayah masyarakat Plural. Mereka terdiri dari nelayan, pedagang, petani, wiraswasta dan pegawai negeri. Dari segi geologis. lokasi pesantren dengan pusat kota. Kondisi demikian tentu banyak mempengaruhi proses perubahan sosial didalam tubuh pesantren, meskipun mereka tetap berusaha menjaga dan memepertahankan tradisi keagamaan yang mempunyai nilai-nilai luhur. Keseimbangan itu bisa tercipta, karena masih adanya pengaruh kharismatik para kyai di wilayah Kesugihan yang dikenal dengan “Kota Santri”.

PENDIDIKAN

Pesantren Al Ihya Ulumaddin menyelenggarakan pendidikan formal seperti TK, MI, SLTP, MTS, SMU, MA, SMK TEKOM, dan Institut Islam Al Ghazali. Pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan non formal seperti Madrasah Diniyah, Majelis Ta’lim yang terdiri dari pengajian selasaan (1 minggu sekali) dan pengajian Jum’at Kliwonan (setiap selapan sekali).

Pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, pondok pesantren ini mengembangkan beberapa lembaga seperti pembinaan dan pengelolaan pusat informasi pesantren (PIP), penerbitan buletin berkala “Al Ihya” membina dan mengelola mading untuk santri, membentuk Forum kajian Ilmiyah keagamaan dan sosial kemasyarakatan bagi para sarjana muslim dan kiai muda, bekerjasama mendirikan pusat informasi keluarga maslahah.

2. PONDOK PESANTREN DARUL QURRO KAWUNGANTEN

Lokasi : Jl. Raya Tegalsari, Panggangsurup, Kawunganten Lor, Kec. Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53253

Pondok Pesantren “Darul Qurro” adalah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren yang ada di kabupaten Cilacap. Berdiri sejak tahun 1992 dengan menggunakan metode pengajaran modern dengan maksud bahwa Pondok Pesantren “Darul Qurro ” melestarikan hal-hal lama yang baik dan mengembangkan hal-hal baru yang lebih baik dan bermanfaat.

Pondok Pesantren ini memiliki Slogan seperti Pondok Modern Gontor yaitu Berdiri diatas dan untuk semua Golongan. Pondok Pesantren ini adalah lembaga Pendidikan bersistem pesantren yang mengutamakan Pola Pendidikan berimbang antara ilmu – ilmu Agama dengan ilmu – ilmu Umum serta memberikan perhatian khusus pada penguasaan Bahasa Arab & Bahasa Inggris secara aktif baik secara lisan maupun tulisan.

Pondok pesantren ini memberikan pendidikan formal yaitu pendidikan yang memberikan materi pembelajaran umum dalam pelaksanaannya. Dalam pendidikan Formal metode yang digunakan adalah metode melestarikan hal-hal lama yang baik dan mengembangkan hal-hal baru yang lebih baik dan bermanfaat. Metode ini diterapkan di pondok pesantren “Darul Qurro” dalam bentuk adanya pendidikan formal yang mengajarkan ilmu-ilmu umum atau hal-hal lain yang baik sesuai dengan tuntutan hidup di zaman modern ini, juga pendidikan nonformal yang berupa Madrasah Diniyah yang khusus mengajarkan ilmu-ilmu agama islam dengan pengkajian pada kitab-kitab kuning.

Dengan metode tersebut santri-santri pondok pesantren “Darul Qurro” dapat mempelajari ilmu-ilmu agama secara utuh dalam arti mempelajari ilmu-ilmu agama seperti Syari’at, Tauhid dan Tasawwuf , dalam rangka “ Tafaqquh fi ddin “ juga mempelajari ilmu –ilmu umum seperti Fisika, Kimia, Biologi dan lain-lain dalam rangka “Tafakkur fi kholqillah”. Sehingga dengan metode tersebut akan membentuk santri yang mempunyai jiwa keagamaan yang teguh serta dapat hidup secara fleksibel dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di zaman yang serba modern.

3. PONDOK PESANTREN AL FATAH MAOS

Lokasi : Jl. Dukuh No. 15 Maoslor, Lancar, Maos Lor, Kec. Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53272

Awal berdirinya Pondok Pesantren Al Fatah Maos adalah sebuah Pondok Pesantren Salafiyah yang berdiri pada tahun 1978 yang diasuh dan dipimpin oleh Almarhum Kyai Adib Elyasi. Sejarah perkembangan Pon Pes Al Fatah Maos sejak berdirinya sampai sekarang dibagi menjadi tiga periode.

Setelah KH. Sualman memberikan jabatannya kepada putranya yaitu KH. Arif Hizbullah, MA, maka sistem pendidikannya mulai dikembangkan lagi yaitu dengan menggunakan sistem pengajaran tradisional dan sistem moderen. Pada periode ke tiga ini, jumlah santri pun mengalami peningkatan.

Untuk meningkatkan lembaga tersebut, KH. Arif Hizbullah, MA. melakukan usaha-usaha pengembangan seperti:

-Mendirikan TK Al Qur’an (Tarbiyatul Athfal) pada tahun 1997.
-Mendirikan MTs PP Al Fatah Maos pada pertengahan tahun 1997-1998.
-Mendirikan MA PP Al Fatah Maos pada pertengahan tahun 2000-2001.
-Membangun ruang kantor untuk para guru dan karyawan.
-Merehab Masjid Syamsul Huda yang terletak di Jalan Raya Maoslor.

PENDIDIKAN

Pesantren Al Fatah Maos menerapkan kurikulum pendidikan yang berupa Pendidikan Islami yang Integral berasrama selama enam tahun penuh. Dengan memadukan empat kurikulum pendidikan, yaitu :

- Ilmu dan Tahfidz Al-Qur’an, sebagai dasar dari semua pendidikan.
- Pesantren Salafiyah, untuk Pengembangan kemampuan santri dalam mempelajari Islam dari Sumber Aslinya.
- Pesantren Modern, untuk pengembangan kemampuan berbahasa Internasional.
- Kurikulum Kementrian Agama, dan kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penggaungan empat kurikulum dilakukan untuk mempermudah pencapaian visi dan misi Al Fatah dalam menghasilkan santri yang beriman, berakhlakul karimah, dan berkualitas dalam ilmu pengetahuan.

 4. PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KROYA

Lokasi : Jl. Merak No.24, Rumput, Bajing Kulon, Kec. Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53282

Pondok Pesantren Al Hidayah dirintis oleh KH.Muhammad Minhajul Adzkiya’ -rahimahullah- sebelum masa kemerdekaan, namun tidak ada data akurat mengenai tahun pastinya. Pada waktu itu pesantren belum diberi nama dan lokasinya masih berada di selatan stasiun kroya. dan pada waktu itu berupa pondok pesantren untuk putra.

Bangunan pesantren terdiri dari Musholla kecil dan 2 asrama yang terdiri dari beberapa kamar (guthekan). Dengan jumlah santri sekitar 200-an orang. Dan diantara santri beliau adalah KH. Saefudin Zuhri yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI.

Saat terjadi aksi militer belanda II (clash II), beliau bersama dengan beberapa warga dan santri mengungsi ke ngasinan kebasen banyumas, sebelum akhirnya pindah lagi ke rawaseser (masih dalam wilayah kecamatan kroya). Dalam keadaan tidak menentu beliau tetap istiqomah dalam proses belajar mengajar.

Pasca clash II dan suasana dirasa sudah aman kembalilah beliau ke Kroya. Namun ternyata tempat tinggal beliau berikut asrama dan mushollanya telah rata dengan tanah, dibumihanguskan oleh Belanda. Akhirnya beliau pindah lagi ke Kauman Kroya.

Tidak lama di Kauman, kemudian beliau diangkat untuk memimpin Pengadilan Agama di Kabupaten Wonosobo. Akhirnya beliau pindah ke Wonosobo hingga pensiun tahun 1962. Kemudian beliau kembali lagi ke Kroya dan mulai merintis lagi Pondok Pesantren Putri Al Hidayah pada tahun 1977.

Sepeninggal beliau , Pondok Pesantren Putri Al Hidayah diasuh oleh KH. Machali Djahid (alm) dan Nyai Hj. Mas’adah hingga sekarang.

PENDIDIKAN

Diperuntukkan bagi santriwati yang belajar di sekolah formal setingkat SD/SMP/SMA/SMK. baik yang sekolah di Yayasan Miftahul Huda ataupun sekolah negeri disekitar pesantren.

Madrasah ini memiliki 5 jenjang pendidikan, yaitu ;
- Halaqoh I’dadiyyah (persiapan)
- Halaqoh Ula
- Halaqoh Tsaniyah
- Halaqoh Tsalitsah
- Halaqoh Mutammimah.

Kitab-Kitab yang dipergunakan adalah kitab-kitab kuning/kutub at-turots karya para 'Ulama salaf dan kholaf yang berhaluan ahlussunah wal jama'ah dan bermadzhab syafi'iyyah.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbaik Dan Terkenal di Cilacap Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik Di Cilacap Jawa Tengah

Brebes adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayahnya 1.902,37 km², jumlah penduduknya sekitar 1.896.243 jiwa (2017). Ibu kotanya ada di Kecamatan Brebes. Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah, dan paling luas di Jawa Tengah ke-2 setelah Kabupaten Cilacap.

Pendidikan Agama di Brebes juga cukup banyak, hal ini terbukti dengan adanya Pondok Pesantren yang berdiri di Brebes. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Brebes terdapat beberapa Pondok Pesantren Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut daftar Pondok Pesantren tersebut :

1. PONDOK PESANTREN AL-FALAH - JATIROKEH

Lokasi : JL. Pagerayu Jatirokeh, Songgom, Jati Rokeh Wetan, Jatirokeh, Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52266

Pondok Pesantren Modern Al-Falah Songgom Brebes  merupakan lembaga pendidikan yang berada di daaerah Jatirokeh Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes  pimpinan KH.Muhammad  Nasrudin, SH. Lembaga  ini didirikan dengan niat ” mencetak generasi bangsa yang islami,berakhlakul karimah, beramal ilmiyah, berilmu amaliah ” yang siap terjun membela agama, bangsa dan negara baik melalui medan dakwah, pendidikan, sosial, seni budaya dan sektor kehidupan lain.

Untuk menjawab tantangan yang cukup berat tersebut, maka Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah Songgom Brebes membangun sebuah Yayasan yang mulanya adalah Yayasan Tarbkiyah Islamiyah Al-Falah yang kemudian pada Tahun 2006 mendirikan kembali sebuah yang bernama Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah, Oleh karena Peraturan Pemerintah tentang Yayasan , maka pada Tahun 2010 Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah dan Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah memakai satu nama, yaitu Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah.

Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah sebuah Yayasan Pendidikan yang berada di Wilayah Kabupaten Brebes, tepatnya di Jalan Taman Makam Pahlawan No.01 Jatirokeh, Songgom, Brebes. Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah terdiri dari beberapa lembaga pendidikan diantaranya adalah SMK Al-Falah, MA Al-Falah, SMA Empat Lima, MTs Al-Falah dan Pondok Pesantren Modern Al-Falah.

KH. Nasrudin, SH adalah sebagai pendiri Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Falah, beliau adalah putra seorang Ulama ternama yaitu KH.Tarsyudi bin Tarlan. Sejalan dengan perkembangannya, YPPM Al-Falah kini berkembang pesat, saat telah dibuka satu Lembaga Pendidikan lagi yaitu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Indonesia, yang terdiri dari beberapa Fakultas/Jurusan yaitu F.IPS, F.Matematika, dan Fak. Bahasa Inggris.

Yayasan Pondok Pesantren Modern (YPPM) Al-Falah memiliki beberapa lembaga pendidikan diantaranya :

1. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Falah
SMK Al-Falah terdiri dari beberapa program kejuruan yang lulusannya telah banyak terserap di dunia kerja dan perusahaan-perusahaan ternama di indonesia maupun di mancanegara. Adapaun Program KEjuruan SMK Al-Falah anatara lain :

     a. Program Akuntansi
     b. Program Teknik Komputer dan Jaringan
     c. Program Teknik Otomotif dan Sepeda Motor

2. Sekolah Menengah Atas (SMA) Empat Lima
3. Madrasah Aliyah (MA) Al-Falah
4. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Falah

     Dengan Program :

     a. Program Kelas Excellent
     b. Program Kelas Reguller
5. (STKIP) Nusa Indonesia
6. Pondok Pesantren Modern Al-Falah Songgom Brebes

2. PONDOK PESANTREN ASSALAFIYAH 1 & 2 BREBES

Lokasi : Kec. Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52212

Pada tahun 1940 M. K.H. Manshur mendirikan Pondok Pesantren As Salafiyah Luwungragi, setelah dua tahun Kiai Ma’mun menikahi putrinya. Kemudian dalam pengajaran-pengajian pondok pesantren diserahkan kepada Kiai Ma’mun, menantu K.H. Manshur yang dikenal alim.

Pada waktu itu, Pondok Pesantren As Salafiyah baru memiliki 3 bilik (kamar)  yang berlokasi sebelah utara Masjid Al-Istiqomah Luwungragi.  Dan sekarang, pondok lama (pertama) tersebut lebih masyhur dengan nama Komplek I Al- Manshuriyah, untuk mengenang nama beliau K.H. Manshur yang menggagas penuh berdirinya Pondok Pesantren As Salafiyah Luwungragi. Tetapi ketika Agresi Militer Belanda II tahun 1942 M, Kiai Ma’mun meninggalkan pesantren untuk menghindari incaran tentara Belanda menuju Cirebon.

Perjuangan merintis pondok pesantren Kiai Ma’mun banyak mengalami ujian. Namun tidak menjadikannya putus asa. Beliau pasrah (tawakkal) kepada Allah Swt. dengan berbagai cobaan yang menimpanya, meskipun sudah dua kali pondok kosong dari santri. Pada tahun 1973 M. mulai berdatangan lagi para santri yang ingin mengaji (mondok) kepada Kiai Ma’mun. Santri pertama kali pada tahun itu adalah Abdul Manaf dari Kuningan. Semenjak itulah pondok Pesantren Assalafiyah mulai berjalan normal dan eksis sampai sekarang.

Jumlah santri As Salafiyah terus bertambah, pembangunan asrama-pun mulai digalakkan. Pada tahun 1990 M. saja jumlah santri kurang lebih sudah mencapai 150. Dari tahun ke tahun, jumlah santri terus meningkat. Terahir, berdasarkan data statistik santri tahun 2019 M., jumlah santri Ponpes As Salafiyah sudah mencapai angka lebih dari 2000 santri.

Seiring dengan jumlah santri yang terus meningkat, sarana fisik pesantren (asrama)-pun ikut meningkat. Juga sistem belajar-mengajar mengalami perubahan. Dulu hanya menggunakan sistem belajar-ngaji sorogan, musyawarah (diskusi) dan bandongan. Sekarang ditambah sistem tarbiyah (metode sekolah). Sehingga pondok pesantren As Salafiyah membentuk lembaga madrasah-sekolah, dari mulai tingkat ibtida (pemula) sampai aliyah (tinggi).

Setelah pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi maju dan terkenal, banyak permintaan masyarakat untuk menerima santri yang sekolah formal. Namun beliau Kiai Subhan belum berminat. Karena beliau berkomitmen untuk mempertahankan ke-salaf-an pendidikan pesantren As Salafiyah, Luwungragi, yang diwariskan bapaknya.

Tapi desakan membuka pesantren bersekolah formal semakin tidak terbendung. Mungkin ini tuntutan zaman yang mendorong para pengasuh melakukan modernisasi pesantren.Pembangunan Pondok Pesantren Assalafiyah II mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 28 April 2013 Pukul 09.00 -17.00 . Dan di isi Pengajian Umum oleh K.H. Dimyathi Rois dari Kaliwungu dan Habib Luthfi Yahya dari Pekalongan. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Mendiknas, yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Dr. Ella Yulaelawati Rumindasari, M.A., Ph.D.

3. PONDOK PESANTREN AL HIKMAH 1 BENDA SIRAMPOG

Lokasi : Jl. Kh. Zaruki No.13, Benda Satu, Benda, Kec. Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52272

Tahun 1911 M. merupakan periode perintisan berdirinya Pondok Pesantren Al Hikmah 1 yang dilakukan oleh
KH. Kholil bin Mahalli sepulangnya dari Tholabul ilmu di beberapa Pesantren dan yang terakhir belajar di Pesantren Mangkang Semarang, beliau melihat kondisi masyarakat yang masih awam akan pengetahuan agama, dengan metode Bil Hikmah Wal Mauidhotil Hasanah (metode bijaksana dan nasehat yang baik) serta keihlasan berda’wah beliau mengadakan pengajian dari rumah ke rumah penduduk, di Surau–surau dan di kediaman beliau sendiri yang sekaligus menjadi pusat kegiatan da’wah dan pondok bagi para Santrinya.

Menyusul kemudian pada tahun 1927 M, dibukalah secara resmi keberadaan pondok pesantren Al Hikmah oleh KH. Suhaimi bin Abdul Ghoni (putra kakak KH. Kholil) yang merupakan alumnus Ma’had al Haram, Makah Saudi Arabia, (yang kemudian menyempatkan Tabarrukan ngaji Al Qur’an kepada KH Munawwir Krapyak Yogyakarta), beliau bahu membahu dengan KH. Kholil berupaya merubah keadaan masyarakat desa Benda dari keterbelakangan menjadi setingkat lebih maju, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, terutama keagamaan.

Sebagai seorang hafidz (yang hafal sebanyak 30 Juz) Al-Qur’an maka KH. Suhaimi membangun Asrama dengan 9 kamar untuk menampung Santri Hufadl (yang belajar menghafal Al Qur’an). Dari sinilah kemudian kita kenal “PONDOK PESANTREN AL HIKMAH”.

Sebagai tindak lanjut pengembangan Pondok Pesantren Al Hikmah mulai di rintislah sistem pendidikan secara klasikal yaitu dengan mendirikan Madrasah Tamrinussibyan (sekarang Madrasah Ibtidaiyah Tamrinussibyan Al Hikmah) dengan ijin operasional yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan nomor 123/c tahun 1930.

Pondok Pesantren Al Hikmah 1 menampung para santri-santri dari berbagai daerah, baik dari Jawa maupun luar Jawa. Dalam transformasi ilmu keagamaan, Pondok Pesantren Al Hikmah 1 menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti :

- Pengajian weton/Sorogan/bandungan yang diikuti oleh semua santri dan penduduk sekitar.

-  Pengajian, baik berkala maupun mingguan untuk umum.
- Pesantren Kilat/Pesantren liburan untuk menampung siswa dan mahasiswa yang sedang libur

- Tahfidzul Qur’an untuk santri putra dan putri

-  Pengiriman mubaligh/mubalighah ke daerah daerah yang membutuhkan
- Mujahadah sebuah ajang kegiatan do’a bersama yang diikuti oleh puluhan ribu muslimin dan muslimat secara rutin setiap malam jum’at kliwon.
- Penyelenggaraan halaqoh atau seminar secara berkala.
-  Dan lain sebagainya.

4. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM

Lokasi : Jatibarang Kidul, Kec. Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52261

Kota Brebes termasuk wilayah yang juga mencetak ulama dan pribadi-pribadi  paripuna melalui perjuangan para ulama dengan dakwahnya diantaranya adalah pondok pesantren DARUSSALAM di bawah asuhan As-Syaikh Sholeh Muhammad Basalamah.   Syaikh Sholeh Muhammad Basalamah, nama ini sungguh tidak asing lagi bagi masyarakat Brebes, melalui perjuangan yang sangat melelahkan, beliau mendirikan sebuah yayasan  Pendidikan Islam Darussalam pada tahun 1988.

Seperti kebanyakan pendidikan Islam, madrasah ini dimulai dengan santri yang sedikit, tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangat dan tekad As-Syaikh Sholeh untuk tetap berkhidmat kepada agama dan ummat melalui madrasah tersebut. Berselang kurang lebih 11 tahun  madrasah ini menjadi sebuah pondok pesantren yang besar, yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren DARUSSALAM, tepatnya  pada tahun 1999 beliau yang akrab disapa Abuya oleh para santrinya, mulai menerima santri yang ingin tinggal di Pondok Pesantren Darussalam, yang sebelumnya mereka tinggal di rumah mereka masing-masing, layaknya perkembangan Zaman, Pondok ini terus berkembang.

Baik secara kualitas maupun kuantitas. Jika kita melihat rutinitas yang terdapat di Ponpes Darussalam sungguh sangat berbeda dengan pondok-pondok lainnya, kebanyakan pondok-pondok di Indonesia selalu memperhatikan  kuantitas santrinya, tapi tidak dengan  Ponpes Darussalam, setiap tahunnya pondok  hanya menerima 20-30 santri baru yang kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan pendidikan SMA/MA sederajat, hal ini  dilakukan karena beberapa alasan, diantaranya  beliau ingin mengenal lebih dekat para santrinya.

Program Pendidikan:

 Ponpes Darussalam mendidik para santrinya dengan cara  menerapkan tarbiyyatussalaf,  yang dikolaborasiakan dengan kurikulum yang diadopsi dari pembelajaran di Timur Tengah, seperti kebanyakan pondok salaf  yang lain, pondok ini juga tidak menyertakan pendidikan  formal, seperti SD bahkan sampai Perguruan Tinggi, akan tetapi ijazah yang dikeluarkan bisa digunakan untuk mendaftar ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, baik di Indonesia atau di Timur Tengah. Jenjang pendidikan yang ada di pondok ini  dimulai dari i'dadi, ibtida, tsanawiy, kemudian aliyah.

EKSTRAKURIKULER

1. Pengkajian Kitab Kuning
2. Kursus Komputer
3. Kursus Bahasa
4. Seni Tilawah Qur’an
5. Seni Kaligrafi
6. Olahraga dan Seni Beladiri
7. Seni Hadroh dan marawis

5. PONDOK PESANTREN AL ISHLAH ASSALAFIYAH

Lokasi : Jl. H. Ambari No.15, Luwungragi, Kec. Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52253

Pondok Pesantren “Al Ishlah Assalafiyah” didirikan oleh K.H. Cholil Suchaemi pada tanggal 9 Februari 1983 di desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah. Pendirian pesantren ini, pada hakikatnya dilandasi oleh tanggung jawab pribadi beliau selaku hamba Allah untuk menyeru kepada kebajikan, dan mencegah kemunkaran, dan tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat untuk membina dan mendidik umat dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran-ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan

Pondok Pesantren Al Islah Assalafiyah menampung para santri-santri dari berbagai daerah, baik dari dalam propinsi maupun luar propinsi. Dalam transformasi ilmu keagamaan, Pondok Pesantren Al Ishlah Assalafiyah menyelenggarakan kegiatan seperti
1. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalafiyah
2. Madrasah Aliyah (MA) Assalafiyah
3. STIT
4. Madrasah Diniyah ( Awaliyah / Wustha / Ulya )

EKSTRAKURIKULER

Seni baca Al-Qur'an, marawis atau hadrah, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, marching band, PMR.

6. PONDOK PESANTREN AS-SYAMSURIYYAH

Lokasi : JL. Raya Pesantren, Wanasari, Lempeni, Wanasari, Kec. Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52252

Pondok Pesantren As-Syamsuriyyah merpakan kelanjutan dari majlis ta’lim Al qur’anAl Khumaeroh yang berdiri sejak tahun 1964. Majlis ta’lim ini diasuh oleh kyai Sjamsuri Al hafidz bersama istrinya NYai Khumaeroh. Beliau kesehariannya yang berjualan kain, Kyai Sjamsuri adalah satu-satunya Kyai yang hafal Al qur’an didesa jagalempeni pada masa itu, semasa hidup, beliau sangat telaten dan tegas dalam mengajarkan Al qur’an kepada santri-santriya.

Terbukti dengan kesaksian/pernyataan orang-orang yang pernah ngaji sama beliau. Karena mayoritas Merupakan santri kalong jadi pengajian sengaja diambil waktu sehabis maghrib sampai isya, hampir semua warga desa pernah mengaji sama beliau.

Sepeninggalnya Kyai Sjamsuri majlis ta’lim ini diteruskan oleh Nyai Khumaeroh yang lebih akrab disapa dengan sebutan “ De Merah “ dan kegiatan mengajipun lancar tanpa ada hambatan yang berarti, sampai akhirnya putra sulung KYai Sjamsuri, KH. Asmuni Sjamsuri yang sudah lama berdakwah di ibu Kota Jakarta bahkan seluruh Indonesia.

Kemudian beliau pulang ke rumah dengan niat Istiqomah untuk membangun pesantren diilhami oleh wasiat dari orangtuanya agar kelak di desa Jagalempeni ada pesantren, dengan berbagai usaha dan upaya antara lain sowan kepada Kyai Sepuh di beberapa wilayah Jawa termasuk KH Abdullah Faqih Langitan, dengan dorongan kuat dari beliau dan kyai sepuh kemudian beliau mantep pada tahun 2001 untuk mendirikan pesantren dengan sistem salaf dan modern.

Perpaduan dua sistem itulah yang dapat mengkomparasikan antara ilmu pengetahuan agama ala Salafi dengan kurikulum kitab kuning dan ilmu pengetahuan umum dengan mengacu kurikulum Nasional.

Pendidikan Formal

1. TK. Tashwirul Afkar
2. Madrasah Tsanawiyah ( MTs Plus )
3. Madrasah Aliyah ( MA Plus )
4. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK Plus )Program Keahlian Otomotif dan RPL

Pendidikan Nonformal

 Madrasah Diniyah ( Awaliyah / Wustha / Ulya )

EKSTRAKURIKULER

1. Dirosah Diniyah
2. Pengajian Kitab Kuning
3. Tahfidzul Qur’an
4. Pembinaan Tilawatil Qur’an ( Qiro’ah )
5. Pelatihan Hithobah/Pidato
6. Ziarah Kubur
7. Bahtsul Masail
8. Kursus 2 Bahasa ( Arab dan Inggris )
9. Kursus Komputer
10. Pelatihan Rebana
11. Marching Band
12. Setting Sablon

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terkenal di Brebes Jawa Tengah.

6 Pondok Pesantren Terbaik Di Brebes Jawa Tengah

Boyolali merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat administrasi berada di Kemiri dan Mojosongo, terletak sekitar 25 km sebelah barat Kota Surakarta.

Pendidikan Agama di Boyolali dibilang cukup maju, hal ini dibuktikan dengan adanya Pondok Pesantren Salaf maupun Modern yang berdiri di Boyolali. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Boyolali terdapat beberapa ponpes yang cukup terkenal dan banyak diminati oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut daftar Pondok Pesantren Terbesar di Boyolali :

1. PONDOK PESANTREN SALAFIYAH NURUSH SHOBAH

Lokasi : Dawungan Lor, Pulisen, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57316

Pondok ini berawal dari adanya anak-anak yang ikut tinggal bersama keluarga bapaak kyai H. Malhan Siraj.  Yang punya pondok pesantren ini yaitu bnernama bapak kiyai H. Malhan Siraj dan ibu nyai Chusnul khotimah. Anak-aank yang ikut bersama bpak ini yang dulunya 5 anak dan ini dari sekitar tahun 1990-an. Kemudian seiring berjalannya waktu, anak-anak ini bertambah menjadi sekitar 40 anak.

Dan pada saat itu bpak ini sudah mempunyai anak kandung tiga. Pada saat itu belom mempunyai tempat tinggal tersendiri untuk 40 anak tadi. Jadi anak-anak yang ikut tinggal kepada bapak ini masih jadi satu rumah dengan bapak ini dan dengan rumah yang di sekat-sekat untuk membuat kamar-kamar untuk 40 anak tersebut.

         Dari awal dan sampai anak 40 itu berlangsung selama tiga tahun, dan itu semua yang memberi makan anak-anak tersebut juga bapak ini, jadi dahulu itu mondok disini gratis dan tidak di kenakan biaya apapun. Kemudian ada anak yang inggin memasak sendiri untuk makan. Dan kemudia dari situlah anak-anak ini mandiri untuk memasak sendiri atau membuat makan sendiri. Jadi dahulu itu, anak-anak hanya ingin ikut- ikut bersama bapak ini. Dan bapak ini sebenarnya tidak sengaja dengan mendirikan pondok pesantren ini, karena ada anak yang ikut inilah maka menjajilah banyak anak yang igin ikut kepada bapak ini. Selama tiga tahun ini 40 anak yang ikut bapak ini, tinggal bersama satu rumah yang di sekat-sekat selama tiga tahun.

PENDIDIKAN

Dalam kegiatan pembelajaran kitab kuning, para santri diajarkan cara membaca dan memahami isi dari kitab kuning. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan yang paling umum pada pondok yang berbasis salafiyyah. Selain mengetahui cara membaca dan memahami, para santri juga dibiasakan menerapkan isi dari kitab kuning yang telah dipelajari.

Tahfidzul Qur'an adalah salah satu kurikulum yang diberikan di Pondok Pesantren Salafiyyah Nurush Shobah. Kegiatan ini adalah mengajarkan para santriwan dan santriwati untuk menghafal al qur'an 30 juz.

2. PONPES MIFTAHUL HUDA

Lokasi : Dusun III, Senting, Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57376

Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) terletak di komplek masjid Al-Huda kencuran Senting Sambi Boyolali Surakarta, Pesantren tersebut di bangun di atas tanah seluas +/- 3000 meter. Dan pada tahun pelajaran 2006-2007 M dibuka dengan program SLTP IT yang di padukan dengan pelajaran-pelajaran kepondokan.

Dengan mengharap rohmat dan karunia Allah serta berbekal pengalaman selama kurang lebih10 tahun Pondok Pesantren Miftahul Huda siap membantu orang tua demi menyiapkan generasi yang sholih dan sholihah, cerdas, dan mandiri dengan harapan mampu menjadi generasi Qurrota a’yunin di hadapan orang tuanya dan kaum muslimin.

3. PONDOK PESANTREN AL MADINAH

Lokasi : Jl. Cepogo - Tumang Km.2 Cepoyo Cepoyo, Dusun II, Genting, Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57362

Pondok Pesantren Al Madinah mendidik santri untuk menghafal Al Quran dengan bacaan yang benar, hafalan yang kuat dengan membaca global akan memuat Al Quran dan menggunakannya dalam keseharian. Dengan materi diniyah tambahan terdiri dari Aqidah, Fiqih dan Akhlaq serta pendidikan ketrampilan. Menguatkan kemampuan mendukung Arab aktif untuk komunikasi sehari-hari dan dan menawarkan buku-buku yang didukung.

PROGRAM UNGGULAN

- Target Hafal Al qur’an 30 Juz dengan baik.
- Target Hafal Hadist – Hadist Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam
- Memahami dasar – dasar Ilmu Agama Islam sesuai dengan tahapan menuntut ilmu
- Bebas Biaya ( Syarat dan Ketentuan berlaku )

Mata Pelajaran

- Hifdzul Qur’an
- Aqidah
- Tafsir
- Fiqih
- Tajwid
- Akhlak
- Ilmu Bahasa Arab
- Tahsin dan Talaqqi

EKSTRAKURIKULER

Program Ekstrakulikuler ini yang menjadi pelajaran tambahan di Unit Tahfidzul Qur’an , program tersebut mencakup ;

Untuk Putra :

- Ilmu Bahasa Arab
- Pelatihan kaderisasi da’I dan Imam
- Hifdzul Mutun al ‘ilmiyah
- Olahraga

Untuk Putri :

- Hasta Karya
- Tata Boga
- Olahraga
- Muhadhoroh

4. PONDOK PESANTREN ISLAM TERPADU AL HIKMAH

Lokasi : Jl. Sawungrono Trayon, Kebonan, Karanggede, Dusun I, Kebonan, Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57381

Pondok Pesantren Islam Terpadu Al Hikmah adalah lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al Hikmah Boyolali yang diresmikan pada tanggal 17 Dzulhijjah 1420 H / 24 Maret 2000 M oleh Bupati Boyolali yang menjabat pada saat itu.

Pondok Pesantren Islam Terpadu Al Hikmah sejak awal berdirinya berupaya merealisasikan islam sebagai rahmatan lil 'alamin, oleh karena itu dibutuhkan generasi ulil albab yang khas, memiliki wawasan tentang islam yang integral dan amal islami yang produktif, sehingga sumber daya umat yang begitu besar tidak terhambur-hamburkan begitu saja tanpa sasaran dan tujuan yang jelas.

UNIT PENDIDIKAN

1. TPA Bintang ceria
2. TKIT Hero Qur'an
3. SDIT Mutiara
4. MTs Terpadu Al Hikmah
5. SMAIT Al Hikmah
6. Lembaga Tahsin dan Tahfidz AlQur'an

KURIKULUM

1. Kurikulum Diknas
2. Kurikulum Sekolah Islam Terpadu
3. Kurikulum Pesantren

PROGRAM

1. Program Boarding School (Sistem Asrama)
2. Program Full Day School (Sistem Non Asrama)

5. PONDOK PESANTREN AL HUDA

Lokasi : Dusun II, Candigatak, Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57362

Pondok Pesantren Al Huda didirikan oleh Habib Ihsanudin, seorang ulama yang bertempat tinggal di Dusun Doglo Desa Candigatak Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Komplek Pondok Pesantren Al Huda terletak di Dusun Doglo Desa Candigatak Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Komplek Pondok Pesantren Al Huda terletak 950 meter dari jalan raya besar (Jalur Solo-Semarang). Posisi demikian memang dirasa kurang strategis, namun untuk menuju ke area komplek bisa memanfaatkan jasa ojek ataupun dengan berjalan kaki bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Tempat tinggal Kiai Habib Ihsanudin menjadi satu komplek dengan penginapan santri putra dan putri. Kiai Habib Ihsanudin tinggal bersama keluarga di tempat tersebut. Komplek Pondok Pesantren Al Huda terdiri dari beberapa bagian pokok. Bagian pokok itu adalah tempat tinggal pengasuh pondok pesantren, tempat menginap santri, tempat beraktivitas santri dalam belajar ilmu agama dan tempat santri belajar ilmu umum (Taman Kanak-kanak, Pendidikan Anak Usia Dini, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiah, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah dan Taman Pendidikan Al Qur’an).

Posisi Pondok Pesantren Al Huda memang terkesan jauh dari jalur strategis (jalan raya Solo-Semarang). Lokasi yang jauh dari jalur strategis tersebut ternyata tidak mempengaruhi eksistensi pondok pesantren. Pondok Pesantren Al Huda sudah dikenal, setidaknya se-Kabupaten Boyolali. Papan nama yang dipasang di pinggir jalan besar (Solo-Semarang) juga membuat orang-orang yang belum mengetahui keberadaan pondok pesantren menjadi terbantu.

Pada tahun ini Pondok Pesantren Al Huda Doglo Boyolai mengajukan 5 cabang lomba untuk mewakili diantaranya; Seni Hadroh putra, cipta puisi putri, pidato B. Arab putri, pidato B. Inggris Putra dan seni kriya putri. dari cabang cipta puisi atas nama Risqika Fajar Fadhilah berhasil meloloskan ke 5 besar, namun di babak final Risqika gagal mengambil posisi tiga besar, sehingga hanya meloloskan satu wakil saja di tiga besar.

walau hanya meloloskan 1 wakil di tiga besar namun pencapaian tersebut berhasil membanggakan nama Boyolali, Kemenag Boyolali dan terutama membanggakan nama Pondok Pesantren Al Huda.

6. PONDOK PESANTREN MA'HADUL QURAN

Lokasi : Gatak Kebontimun, Dusun 2, Kiringan, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57314

Pesantren ini di bawah naungan Yayasan Jannatul Ilmi Waliman telah diakui keberadaan dan aktivitasnya dengan adanya akta notaris : Nurhidayat Cahya Purnama,S.H.,M.Kn,SK Menteri.AHU-0040377.AH.01.12. membuka kesempatan bagi putra terbaik Bapak Ibu untuk mengenyam pendidikan selama 3 Tahun di tingkat menengah pertama, 2 tahun di tingkat takhfidul qur’an dan 1 tahun pengabdian.

PROGRAM PENDIDIKAN 

Pondok Pesantren Tahfidz Jannatul Qur’an Boyolali menyelenggarakan pendidikan ber asrama dan sistem belajar berlanjut untuk lulusan SD/ MI/ Salafiyah Ula/ Paket A,dan usia dewasa(takhfidul qur’an)

program dan target SMP/ Mutawasithoh(3th).Hafal 30 juz, mampu berbahasa Arab aktif & pasif, Memiliki akidah yang benar dan kuat, Mampu menjalankan ibadah keseharian sesuai dengan sunnah, Memiliki akhlak yang mulia , dan mampu mengaplikasikan adab-adab keseharian.

program dan target SMA/Aliyah(3th)Murojaah dan memperkuat hafalan, mempelajari cabang cabang ilmu syar’i seperti Tafsir, ilmu tafsir ,fiqih, usul fiqih, hadist, mustholah hadist, siroh dll.
Langsung dari kitab para ulama.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik Di Boyolali Jawa Tengah.

6 Pondok Pesantren Terbaik Di Boyolali Jawa Tengah

Pendidikan Agama di Kabupaten Blora cukup baik, hal ini terbukti dengan adanya Pondok Pesantren yang berdiri di wilayah ini. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com berikut adalah Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Blora Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL- BANJARI

Lokasi : JL Mr. Iskandar, No. 3, Jetis, Kauman, Kec. Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58214

Nama Al Banjari berasal dari sebuah TPQ Al Banjari yang berdiri sejak tahun 2006, dibawah asuhan KH. Nursalim Kasmany, Lc. Al-hafidz langkah perjuangan tersebut dimulai. Sejak 11 Mei 2008 Pondok Pesantren Al Banjari terus melakukan inovasi dalam bidang pendidikan, budaya, dan agama guna mencetak generasi umat yang bertaqwa, militan, dan berpengetahuan luas, serta selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani sehingga menjadi investasi berharga bagi bangsa, negara, dan agama, demi menggapai ridho Allah SWT.

Visi Misi Pondok Pesantren Al-Banjari
Visi :
“Menjadikan santri yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik, profesional, beriman, berakhlak baik dan berwawasan global.”

Misi :
Mengembangkan pengetahuan santri untuk menguasai bahasa inggris dan Arab menuju era globalisasi.
Melaksanakan Pembimbingan secara efektif dan optimal.

PENDIDIKAN

Pendidikan Formal
A. SMP IP Al Banjari
B. SMA IP Al Banjari

Pendidikan Non Formal
1. Pendidikan Pesantren
2. Tahfidz Al-Qur’an
3. Pendidikan Muhadloroh
4. Pendidikan Takhossus
5. Madrasah Diniyah tingkat Awaliyah, Wustho, Ulya, dan Ma’had A’li
6. Pengajian Majlis Ta’lim

FASILITAS

Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, Praktek bengkel, lab tata busana, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.   

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidz Qur’an
2. Salat Dhuha Berjemaah
3. Pengajian Kitab Kuning
4. Musyawarah Ma’hadiyah
5. Pendidikan Baca al-Qur’an
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Drumb Band
11. Pengembangan Jurnalistik dan Publish
12. Bahasa Asing
13. Pramuka, PMR, PKS, OSIS
14. Latihan berpidato
15. Diskusi dan Penelitian Ilmiah

2. PONDOK PESANTREN KHOZINATUL ULUM

Lokasi : JL. Mr Iskandar, No. XII/2, Dluwungan, Mlangsen, Kec. Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58215

Pondok pesantren Khozinatul Ulum Blora berdiri berawal dari keprihatinan yang sangat besar serta kepedulian sosial dari seorang pengusaha H.Moch. Djaiz. Beliau melihat ke kanan dan ke kiri, ternyata belum ada satupun lembaga pendidikan yang namanya pondok pesantren berdiri di tengah kota yang dikelilingi hutan jati. Padahal telah dimaklumi bahwa masyarakat di kota Blora dan sekitarnya sangat perlu mendapatkan penyuluhan, petunjuk dan bimbingan tentang ajaran Islam.

Keprihatinan dan kepedulian Bapak H. Moch. Djaiz tersebut seiring dengan keinginan seorang anak putrinya bernama Umi Hani yang baru saja menyelesaikan studinya menghafalkan al Qur'an 30 juz di pondok pesantren al Muayyad Surakarta yang diasuh oleh KH. Umar bin Abdul Manan, untuk dibuatkan sebuah pesantren walaupun sangat sederhana (Wawancara, Pengasuh PP Khozinatul Ulum Blora, 21 maret 2014). Kemudian Bapak Moch. Djaiz dengan penuh semangat berusaha mencari calon suami yang sesuai dengan cita-cita putrinya tersebut, agar kelak dapat mengelola serta memanage suatu pondok pesantren yang dicita-citakan.

Alhamdulillah berkat pertolongan dan izin Allah SWT serta doa restu tiga orang ulama, yaitu KH. Muhammad Arwani dari Kudus, KH. Abdullah Salam dari Pati dan KH. Muhammad Sahal Mahfud dari Kajen Pati, keinginan tersebut terpenuhi dengan mendapatkan seorang menantu dari Jepara, yang bernama Muharor Ali, dan kebetulan juga ia baru menamatkan study non formalnya dari pesantren Yanbu'ul Qur'an Kudus di bawah asuhan KH. Muhammad Arwani. Setelah itu, beliau nawaitu membangun dan mendirikan pesantren dengan memilih Khozinatul Ulum sebagai nama dari pesantren ini. Nama tersebut dipiih berdasarkan pemberian dari seorang ulama ahlul al Qur’an KH. Muhammad Arwani dari Kudus. Kata 'khozinah’ berarti tempat penyimpanan, sedangkan 'ulum’ berarti beberapa ilmu. Dengan nama tersebut diharapkan agar pesantren menjadi gudang atau tempat penyimpanan ilmu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh umat.

PENDIDIKAN

Program-program Kegiatan di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Program pendidikan di pondok pesantren Khozinatul Ulum Pondok pesantren Khozinatul Ulum Blora mempunyai berbagai program pendidikan baik formal maupun non formal, di antaranya yaitu: Pendidikan al Qur‟an, yang meliputi: Taman Pendidikan Al Qur‟an (TPQ), dengan menggunakan sistem metode praktis qiro‟ati dengan enam paket ditambah ilmu tajwid dan bacaan Ghorib. Metode ini diajarkan untuk usia anak-anak sampai SD. Hafalan juz‟amma. Sistem belajar program ini dengan sorogan dan ditargetkan dalam jangka waktu satu tahun, santri hafal juz amma dengan fasih dan lancar. Pengajian al-Qur‟an bin nadhor 30 juz untuk usia SLTP ke atas dan sistem belajarnya sama yaitu dengan metode sorogan. Tahfidhul Qur‟an 30 juz bagi santri non pelajar. Madrasah Diniyyah yang meliputi:
1. Madrasah Diniyyah Awwaliyah (MDA),
2. Madrasah Diniyyah Wustho (MDW),
3. Madrasah Diniyyah ,Ulya (MDU)
4. Madrasah Ibtidaiyyah (MI),
5. Madrasah Tsanawiyyah (MTs),
6. Madrasah Aliyah (MA)

FASILITAS

Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, Praktek bengkel, lab tata busana, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

3. PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH AT TAJDID 

Lokasi : Jalan Cepu-Randublatung, Petak, Tambakromo, Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58315

Pondok Pesantren Muhammadiyah AT TAJDID Cepu Kab. Blora, yang berdiri pada tanggal 28 April 2013 dan diresmikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng (Prof. Dr. Suparman Syukur), adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang mempunyai visi "Mewujudkan Generasi Islam yg Berkemajuan", adapun sejak awal selalu mengedepankan misi Dakwah Islam, dengan cara mendidik generasi-generasi muda dari berbagai pelosok Indonesia agar kelak nanti menjadi penerus perjuangan Dakwah Islam, di pesantren ini dalam melaksanakan kegiatan pendidikannya para santri menempuh pendidikan selama 6 tahun, oleh karena itu di sini telah berdiri unit-unit pendidikannya yaitu SMP AT TAJDID & SMA AT TAJDID, serta Pendidikan Takhasus.

Dalam perkembangannya baik dari segi fisik (pembangunan gedung) dan kuantintas SDM, tiap tahun selalu bertambah, para santri tidak hanya berasal dari pulau Jawa saja, akan tetapi di tahun ke 5 nya para santri sudah berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Sedangkan keunggulan program selama di pesantren ini adalah pendalam Bahas Arab, Tahfidz Qur'an serta Leadership, ditunjang dengan para Pendidik (Ustadz dan Ustadzah) yang standby di Asrama santri berasal dari lulusan-lulusan Perguruan Tinggi Negeri/Islam ternama bahkan dari Luar Negeri juga.

Dan di tahun 2017, pondok mengembangkan sayapnya dengan mendirikan Kampus 2, yang diperuntukkan untuk Santri Putra, dengan demikian maka salah satu program pondok sudah terlaksana, yaitu membangun pondok putra dan putri secara terpisah, agar menjadi sarana lebih baik dalam hal pengembangan dalam segi Kuantitas maupun Kualitasnya.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Blora Jawa Tengah.

3 Pondok Pesantren Terbaik Di Blora Jawa Tengah

Batang adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Batang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Kendal di timur, Kabupaten Banjarnegara di selatan, serta Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan di barat.

Pendidikan Agama di Kabupaten Batang tidak begitu banyak. Karena penduduk di batang masih sedikit dan belum Padat. Namun dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com ada beberapa daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Populer di Batang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL INAAROH

Lokasi : Jl. Raya Batang-Bandar Km. 9, Desa Brayo, Wonotunggal, Area Hutan, Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah 51253

Yayasan Abah Luthfi Center turut serta membangun generasi cerdas dan sholeh, baik shaleh secara individu dan sosial. Hal tersebut direalisasikan dengan mendirikan Pondok Pesantren al-inaaroh serta lembaga-lembaga lain yang berbasis prinsip Aswaja. Pesantren ini membuka pendidikan formal tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Takhassus Kitab Kuning dan Bahasa Jawa, dengan sistem pembelajaran terintegrasi guna menghasilkan generasi yang bermoral terpuji, terdidik dan berkarakter.

Kehadidaran Pondok Pesantren Al-inaaroh merupakan salah satu upaya konkrit dalam membangun kemajuan pengetahuan masyarakat dengan tanpa meninggalkan khazanah-khazanah keislaman klasik warisan ulama’. Dengan harapan lembaga di bawah Yayasan Abah Luthfi Center ini, menjadi mannarotul ilmu wal ma’rifah (mercusuar ilmu dan pengetahuan), dan semoga dari lembaga pendidikan ini melahirkan cendekiawan-cendekiawati, yang peduli dan peka dengan realitas sosial.

2. PONDOK PESANTREN MODERN SELAMAT BATANG

Lokasi : Jl. Nasional 1, Gondangsari, Clapar, Kec. Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah 51262

Pondok Pesantren Modern Selamat Batang merupakan cabang dari pondok pesantren modern selamat kendal.  Pondok ini sudah berdiri sejak tahun 2012. Antusias dari masyarakat memondokan disini cukup banyak karena lingkungannya yang sejuk dan indah.

Pondok pesantren modern selamat batang juga merupakan bagian dari Yayasan Wakaf Selamat Rahayu. Dimana yayasan ini membawahi beberapa unit pendidikan diantaranya : SMP dan SMA PMS Kendal, SMP dan SMA UNGGULAN PMS Kendal, SMP dan SMA PMS Batang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekononi Selamat Sri dan Universitas Selamat Sri.

Pondok pesantren modern selamat batang berdiri di lahan seluas sekitar 40 hektar di desa Clapar kec. Subah kab. Batang. Tepatnya di pinggir jalur arteri pantura semarang - batang.

Di Pesantren terdapat unit pendidikan SMP SMA dan Universitas. Dengan area yang sangat luas maka pengembangan pondok ini begitu cepat. Masjidnya pun besar dan megah dapat menampung sekitar 10 ribu jamaah.

Disini terdapat banyak taman dan lapangan yang sangat luas. Kolam renang putra putri pun disediakan. Serta fasilitas penunjang kegiatan santri sangat lengkap.

Dengan menerapkan kurikulum dari Diknas / Pendidikan Nasional serta kurikukum pesantren yang terintegrasi, diharapkan santri mampu menjadi insan yang cerdas serta agamis. Tidak hanya pandai dalam ilmu ilmu pelajaran umum tapi juga pandai dalam beragama.

Ekstrakulikuler yang diberikan seperti Bela Diri, Paskibra, Provost, Pramuka, PMR dan masih banyak yang lainnya. Dalam Berbagai kejuaraan, perwakilan dari santri Pondok Modern Selamat Batang sering mendapatkan juara baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

3. PONDOK PESANTREN AL MUNAWIR GRINGSING

Lokasi : Gringsing, Kec. Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah 51281

Pondok Pesantren Al Munawwir didirikan oleh KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad pada tanggal 15 November 1911 M, sejak awal berdiri dan berkembangnya pondok pesantren ini bernama pondok pesantren Krapyak, karena memang sudah ada di dusun Krapyak. Dan pada tahun 1976-an nama pondok pesantren ini ditambah 'Al-Munawwir'. Penambahan nama ini untuk mengenang pendirinya yaitu KH. M. Munawwir. Dan Al-Qur'anlah sebagai ciri khas pendidikan di pesantren ini di awal berdirinya.

4. PONDOK PESANTREN MODERN TAZAKKA

Lokasi : Sidayu, Bandar, Cendono, Sidayu, Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah 51254

Pondok Modern Tazakka merupakan salah satu Pondok Pesantren yang turut mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Seluruh potensi dan kemampuan dicurahkan untuk merealisasikan misi tersebut. Hal ini semakin dipertegas dengan tidak terlibatnya Pondok Modern Tazakka dalam politik praktis, serta tidak berafiliasi kepada organisasi kemasyarakatan apapun, sehingga dapat secara independen menentukan langkah dan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

Dalam perjalanannya, Pondok Modern Tazakka terus mengokohkan eksistensi internal, maupun ekspansi eksternal. Kedalam dengan selalu meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, melengkapi fasilitas pendidikan, membina kader-kader penerus perjuangan, meluaskan sumber-sumber pendanaan dan peningkatan kesejahteraan para kadernya. Dan pengembangan keluar dengan meluaskan jaringan kerja, menggerakkan dakwah kemasyarakatan, di samping mempersiapkan perguruan tinggi yang bermutu dan berarti, untuk merealisasikan cita-cita luhurnya, mendidik kader umat, menggapai kejayaan bangsa, serta meletakkan dasar-dasar peradaban dunia.

Yayasan Tazakka berawal dari kegiatan majelis taklim dari rumah ke rumah, yang dirintis oleh tiga bersaudara dari pasangan H. Anta Masyhadi dan Hj. Susmiyati, yaitu Anang Rikza Masyhadi, Anizar Masyhadi, dan Anisia Kumala Masyhadi, setelah ketiganya kembali dari studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sejak dirintisnya, Yayasan Tazakka yang bermarkaz di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendedikasikan dirinya dalam tiga bidang garapan, yaitu; dakwah, sosial, dan pendidikan.

Dalam bidang dakwah, Yayasan Tazakka mengembangkan berbagai kajian Islam, baik melalui pengajian umum, pengajian khusus, program tadarus Al-Quran, training-training, maupun bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan umat Islam terhadap ajaran agamanya.

Dalam bidang sosial, Yayasan Tazakka senantiasa bertekad untuk selalu hadir membantu menyelesaikan problemantika umat, sesuai dengan kapasitasnya. Yayasan Tazakka melalui Lazis Tazakka secara rutin mengadakan kegiatan donor darah, bantuan pengobatan kepada dhuafa, program penjaminan kesehatan untuk dai, guru mengaji, dan imam masjid di kampung-kampung, khitanan masal, bantuan buku kepada para khotib, bantuan permodalan usaha, santunan kepada fakir miskin, program buka puasa untuk dhuafa (maidaturahman), program Beasiswa Kader Umat (BKU) dan lain-lain.

Dalam bidang pendidikan, sejak tahun 2000, Yayasan Tazakka konsen penuh pada program investasi sumber daya manusia (human resources investment), meskipun program ini sesungguhnya telah dirintis sejak 1990 oleh pribadi-pribadi dari para pendiri Yayasan Tazakka. Ratusan anak didik (sebagian besar dari wilayah kecamatan Bandar, kabupaten Batang) telah didorong oleh Yayasan Tazakka untuk melanjutkan pendidikan ke Pondok Modern Gontor, dan beberapa alumninya melanjutkan jenjang pendidikan S1, S2, dan S3 di berbagai perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Kader-kader inilah yang kemudian membidani berdirinya Pondok Modern Tazakka.

Pada tahun 2013, Pondok Modern Tazakka memulai tahun ajaran baru dengan sistem Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah(KMI). Sistem pendidikan di KMI Pondok Modern Tazakka ini sepenuhnya mengacu kepada sistem pendidikan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor; baik dalam jenjang pendidikan maupun kurikulumnya, demikian pula berbagai aktivitas dan program-programnya. Pada awal dibukanya tahun ajaran baru, PM Tazakka menerima santri sebanyak 178 siswa dari 210 pendaftar, dan melibatkan 35 tenaga pengajar yang berfungsi sekaligus sebagai pengasuh dan pembimbing di dalam asrama pondok.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Batang Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik Di Kabupaten Batang Jawa Tengah