Social Items

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Agama. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Agama. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
KEDIRI JATIM - Bpk Imam Mubarok  Budayawan Kediri, membenarkan Presiden Susilo Bambang Yoedhoyono (SBY) dua kali ke Kediri. Tapi lewati pinggir dan tak berani lewat kota.

Berdasar data yang diterima, ada 3 presiden yang pernah berkunjung ke Kediri. Mereka yakni Presiden pertama Soekarno, presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Susilo Bambang Yoedhoyono (SBY).

Soekarno berkunjung ke Kediri sebagai presiden sekitar tahun 1948-1950. Terlepas dari itu, Bapak Proklamator juga pernah tinggal di Kediri waktu kecil.

Sementara Gus Dur datang ke Kediri sebagai presiden sekitar tahun 1999-2001. Kemudian SBY dua kali berkunjung ke Kediri. Yakni tahun 2007 dan 2014, saat erupsi Gunung Kelud.

Imam Mubarok mengatakan, SBY tidak benar-benar berkunjung ke Kediri, jika mengacu pada sejarah dari Kediri. SBY berkunjung ke Kediri bagian timur dengan menggunakan jalan pinggir untuk mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Kelud.

"Kenapa Pak SBY waktu itu melipir, di pinggir-pinggir saja, nggak berani masuk kota. Dan baru masuk kota setelah lengser," jelas pria yang juga Dosen Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Senin (17/2/2020)

Menurut sejarah kuno, Kediri terbagi dua yakni barat dan timur Sungai Brantas. Saat menjabat Presiden, SBY dinilai tidak berani menyeberang Sungai Brantas ke barat.

Sabtu (15/2), Pramono Anung mengunjungi Kediri. Dalam sebuah kesempatan, ia mengaku melarang Presiden Jokowi datang ke Kediri agar tidak lengser sebagai orang nomor satu di Tanah Air.

Ia percaya bahwa Kediri angker bagi setiap presiden. Ia menyebutkan Gus Dur yang lengser dari kursi presiden setelah mengunjungi Kediri.

Politikus Partai Demokrat mematahkan mitos itu katanya. Ia mencontohkan SBY yang bisa menuntaskan masa jabatan meski dua kali ke Kediri dengan lewati pinggiran kota.

Dua Kali Ke Kediri, Ternyata SBY Tidak Berani Lewat Kota

KEDIRI JATIM - Kota Kediri selama ini dianggap sebagai daerah wingit atau angker bagi presiden. Hal itu dipercaya Seskab Pramono Anung.

Pramono mengungkapkannya saat mengunjungi Kediri. Ia datang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo Kediri.

Saat itu, Pramono memberikan sambutan di hadapan para kiai sepuh pengasuh Ponpes Hidsyatul Mubtadien Lirboyo Kediri.

Menurutnya Kediri merupakan wilayah yang wingit untuk didatangi presiden. Pramono Anung secara terang-terangan melarang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Kediri.

"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono disambut gelak tawa para undangan, Sabtu (15/2/2020).

Kehati-hatian tersebut bukan tanpa sebab. Pramono menceritakan bahwa dahulu, Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid yang sempat berkunjung ke Kediri. Namun setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

"Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta.

Kalau Pak Wapres tidak apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat nanti tinggal memilih siapa menteri yang ingin didatangkan. Tinggal hubungi saya," imbuh Pramono.

Pernyataan Pramono menanggapi sambutan KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan bahwa Kediri memang daerah wingit untuk presiden.

Namun, ada cara jika presiden ingin berkunjung ke Kediri dan tidak terjadi apa-apa. Yaitu dengan berkunjung atau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.

"Jadi saat berkunjung ke Kediri, juga berziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.

Kenapa demikian, karena Mbah Wasil merupakan penyebar agama Islam jauh sebelum para wali," jelas KH Kafabihi Mahrus.

Pramono Anung Larang Jokowi Ke Kediri, KH Kafabihi Mahrus Menjawab

KEDIRI JATIM - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibah meninggal dunia, Sabtu (15/2/2020) pukul 16.03 WIB. Perempuan yang juga mendukung Ketua PC Muslimat NU Kota Kediri ini menghembuskan nafas terakhirnya, setelah dirawat di RSUP Dr. Soetomo, Surabaya.

Kabar meninggalnya Ning Lik, sapaan Lilik Muhibbah dibenarkan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Kediri, Apip Permana.

“Benar, Ibu Wawali meninggal dunia. Namun hingga kini, pemerintah kota masih menangani jenasah dan proses kepulangannya, jika meminta mulai dari masalah apa pun dan bagaimana dulu, karena saya juga belum mendapatkan kabar pastinya, yang jelas meminta tolong kepada masyarakat Kota Kediri untuk memperolehnya, ”jelas Apip melalui sambutan telepon.

Sekarang ucapan selamat datang sungkawa dan duka atas meninggalnya Ning Lik bertebaran di media sosial dan pesan-pesan whatsApp .

Informasi yang dihimpun, jenazah Ning Lik saat ini dalam perjalanan ke rumah duka dari Surabaya, untuk prosesi pemakaman.

Ning Lik menjadi Wakil Wali Kota Kediri selama dua pereode, mendampingi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Selain tugasnya di pemerintahan, Ning Lik juga aktif di organisasi Muslimat NU dan berbagai pengajian agama.

Wakil Walikota Kediri Ibu Lilik Muhibbah Meninggal Dunia

KEDIRI JATIM - Tiga pejabat negara melakukan kunjungan kerja ke Kediri. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Hidayatul Mubtadien, Lirboyo.

Tiga pejabat tersebut yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tidak tanggung-tanggung, Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR menghabiskan dana sekitar Rp 3 Miliar dan mampu menampung 80 santri.

Kendati merupakan proyek bantuan dari Kementerian PUPR, Pramono Anung sengaja mendatangkan dua menteri sekaligus. Selain karena Kediri merupakan tempat kelahiran dan masa kecil Pramono, ada rencana rapat pemantapan pembangunan Bandara Kediri.

"Ini tadi saya sengaja mengajak dan mendatangkan dua menteri andalan Pak Presiden Jokowi, Pak Budi dan Pak Basuki dalam hal infrastruktur pembangunan Indonesia.

Selain itu, Kediri kan juga tempat kelahiran saya sekaligus masa kecil saya, sehingga ini pulang kampung lah bagi saya," Jelas Pramono Anung, Sabtu (15/2/2020).

Rombongan kemudian melakukan peninjauan rusunawa. Mereka didampingi pengasuh pondok KH Kafabihi Mahrus, KH An'im Falahudin Mahrus dan KH Anwar Iskandar. Kemudian tampak Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wali Kota Kediri, Kapolresta dan Dandim 0809 Kediri.

Bagi Pramono, pembangunan dan peningkatan infrastruktur pondok pesantren ini merupakan kegiatan yang akan diteruskan dan mendapat dukungan dari pemerintah. Terutama Presiden Joko Widodo.

"Mudah-mudahan pola seperti ini akan terus dilakukan pemerintah, bagaimana pun Indonesia akan lebih kuat kalau kemudian ponpes sebagai tiang utama penyebaran agama dan kegiatan keagamaan menjadi besar dan kuat. Maka pemerintah akan terus memfasilitasi," jelas Pramono.

Usai melakukan peresmian rusunawa, rombongan melanjutkan kegiatan lainnya. Yakni meninjau dan rapat lanjutan membahas pembangunan Bandara Kediri.

3 Pejabat Negara Resmikan Rusunawa Lirboyo Kediri

KEDIRI JATIM -Pengadilan Agama Kota Kediri melakukan eksekusi pengosongan dua rumah di Jalan Wachid Hasyim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, karena penghuninya menggunakan kredit macet pada sebuah bank syariah.

Eksekusi tersebut diajukan oleh pemenang lelang, yang tidak dapat dikuasai hartanya selama empat tahun.

Eksekusi ini mendapat pengawalan ketat dari otoritas polisi Polresta Kediri. Petugas Juru Sita Pengadilan Agama Kota Kediri mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah. Sementara itu, penghuni atas nama Mahrus Zein dan Siti Hanafiah yang terlibat kredit macet di Bank BNI Syariah, dilakukan lelang, tidak hadir.

Eksekusi ini diajulan oleh Fitriana, selaku pemenang lelang yang tidak bisa dilakukan selama empat tahun, karena masih dikuasi oleh termohon eksekusi.

Sementara termohon terhindar dari penolakan atas permohonan majelis hakim, akan tetapi akhirnya ditolak.

“Eksekusi ini merupakan pelaksaan risalah lelang. Kami mendapatkan perintah dari ketua Pengadilan Agama untuk melaksanakan tugas pengosongan hari ini, ”kata Hidayatulloh, Panitera Pengadilan Agama Kota Kediri

Dalam risalah lelang disetujui dua objek rumah seluas 73 meter persegi dan 1092 meter persegi telah dijual oleh Bank BNI Syariah kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negera Dan Lelang atau KPKNL, yang kemudian dimenangkan oleh pemohon.

Untuk diketahui, eksekusi pengosongan dua rumah ini benar-benar disetujui, pada 31 Oktober 2019. Tetapi karena pertimbangan keamanan yang bersamaan dengan Pilihan Kepala Desa serentak, akhirnya dilaksanakan hari ini.

Sementara itu, sebelum pelaksanaan, pihak Pengadilan Agama telah melakukan permintaan kepada termohon, tetapi untuk hari pelaksanaan, termohon tidak hadir.

Kredit Macet, 2 Rumah di Kediri Dieksekusi Pengadilan Agama

Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kota Banyuwangi.
Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa.

Dalam pendidikan agama, di Banyuwangi cukup banyak. Hal ini terbukti dengan adanya pondok pesantren Modern Maupun Salaf yang berdiri di sini.

Berikut ini adalah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Banyuwangi Jawa Timur :

1. PONDOK PESANTREN AL-ANWARI

Lokasi : Jl. KH Abdul Wahid No.25 Kel, Kertosari, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68415

Pada Tahun 1983, Mulailah merintis pengajian langgaran (musholla) disinilah awal dirintisnya pondok pesantren al-anwari. Kertosari adalah nama sebuah desa yang terletak di wilayah banyuwangi kota. Sebelum menjadi pesantren, santri yang mengaji di langgar (mushola) terbilang masih sedikit yaitu hanya 7 orang, yang dihuni oleh santri muqim dan non-muqim. Adapun SANTri muqim itu kamarnya hanya 2 yang berada di sebelah mushola. Selang satu tahun tepatnya pada tahun 1984 bilik atau kamarnya pun bertambah menjadi 4 yang berada di atas musholla. Jadi semua berjumlah 6 kamar dan ada tambahan yaitu tempat wudhu`.

Tahun Demi Tahun Ponpes AL-ANWARI semakin masyhur di masyarakat luas dikarenakan berkembangnya kualitas pendidikan di pesantren al-anwari. Pada tahun 1985 ponpes al-anwari resmi berdiri dengan adanya akte notaris dari lubenah s.h. dan dibentuk kepengurusan yayasan dengan ketua H. Abdul Fatah Allohuyarham.

Kemudian pada tahun 1985 mulai melakukan pembangunan asrama putri yang diketuai oleh bapak nur cholis, adapun biaya pembangunan asrama putri pada zaman itu terbilang sangat banyak yaitu rp. 12.000.000 . awal santri yang belajar di ponpes al-anwari pada tahun 1983 hanya 7 orang, di tahun 1985 ini pun alhamdulillah sangat naik drastis yaitu sampai 100 orang.

Adapun Kegiatan Harian Ponpes AL-ANWARI sangat banyak sekali, tetapi itu semua tetap berkiblat pada ponpes pasuruan lebih tepatnya pada ponpes KH. ABDUL HAMID, yang mana romo kyai wahid di ijizahi langsung oleh kh. Abdul Hamid.

Selain Kegiatan Harian Dan diniyyah juga ada kegiatan tambahan atau ekstra seperti :

- kursus bhs. arab yang di ajarkan oleh ust. Sulaiman
- Qiro’ah Yang Di Ajarkan oleh Ust. Juhaini

2. PONDOK PESANTREN MODERN AL-AZHAR MUNCAR

Lokasi : Jalan Patung Pacul, Tembokrejo, Muncar, Dusun Krajan, Tembokrejo, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68472

Pondok Pesantren Al Azhar didirikan oleh KH Abdillah Asad, Lc bertempat di Tembokrejo, Muncar. PPM Al-Azhar dengan kurikulum danalan menghafalkan al-qurán dengan urutan ayat acak yang tersedia untuk anak-anak di Banyuwangi pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Kami bertekad mewujudkan generasi Qur'ani yang berilmu dan berakhlak mulia dengan menyelenggarakan pendidikan Tahsin, Tahfidz, Tafsir dan Ulumul Qur'an. Mengintegrasikan pendidikan amaliyah dan diniyah dan mengembangkan disertai mengamalkan Akhlak Qur'an yang diteladankan Salafun Shaleh.

PENDIDIKAN EKSTRAKURIKULER

- Hadrah
- Qira'atul Qur'an
- Dakwah
- Entrepreneur
- Pramuka
- Sepak Bola
- Palang Merah Remaja

3. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG

Lokasi : Jl. PP Daru2ssalam Blokagung, Kaligesing, Karangmulyo, Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68491

Pesantren ini berawal dari sebuah musholla kecil bernama Darussalam. Musholla ini didirikan masyarakat bersama KH. Mukhtar Syafa`at pada tanggal 15 Januari 1951. Dari Mushollah itulah kemudian berkembang menjadi pesantren Blokagung. KH Mukhtar Syafa`at adalah sang pendiri pesantren. Mukhtar Syafa`at lahir pada tahun 1918 di Ploso Klaten, Pare Kediri. Kelahirannya bersaman dengan meletusnya Gunung Kelud. Orang tuanya bernama Abdul Ghafur dan Nyai Sangkep. Mereka berdua dikarunia 7 anak, dan salah satunya adalah Mukhtar Syafa`at.

Sang ayah adalah peternak kerbau dan petani yang sukses. Kakeknya bernama Kiai Bariman, seseorang yang dianggap banyak memiliki keramat. Mukhtar kecil belajar di surau di desanya. Gurunya bernama Sumantoro. Pelajaran yang diberikan meliputi Al-Qur’an, tajwid, membaca kitab Sullam, dan Safinah. Pada tahun 1928 Mukhtar dipondokkan oleh ayahnya ke Tebuireng, asuhan KH. Hasyim Asy`ari. Mukhtar menimba ilmu di pesantren ini selama 6 tahun. Setelah 6 tahun, ayahnya berkeinginan agar Mukhtar pulang.

Ayahnya ingin agar anaknya yang nyantri, Mukhtar, digantikan adik-adiknya. Jadi sistem yang diterapkan ayahnya adalah mendidik dengan bergantian. Mukhtar merasa bahwa ilmunya belum cukup. Dia akhirnya tidak mau berhenti nyantri dan tidak mau tinggal di rumah. Pada saat yang sama mbakyunya sudah ada dan tinggal di Blokagung, Banyuwangi. Pada tahun 1934 Mukhtar dan keluarganya pergi ke Blokagung. Di tempat mbakyunya, Mukhtar mengutarakan keinginnnya untuk tetap nyantri. Dari sini Mukhtar disarankan belajar di Pesantren Paras Gempal, asuhan KH Abdul Manan.

Dia ini adalah mertua KH Askandar yang sangat terkenal di Banyuwangi. Di pesantren Paras Gempal, Mukhtar sering sakit karena keadaan geografis. Pada tanggal 15 Januari 1951, bersama masyarakat dan para santri Mukhtar mendirikan musholla Darussalam. Tanggal ini dicatat sebagai hari lahirnya pesantren Darussalam Blokagung. Pesantren kecil ini lama kelamaan menjadi besar. Pengajaran Ihya’ `Ulumuddin menjadi andalan dan terkenal dihubungkan dengan KH Mukhtar Syafaat. Sang kiai sendiri juga seorang pengamal Hizb Nashr. Pada tahun 1953, KH. Mukhtar duduk di Syuriyah Ranting NU Gambiran. Tahun 1956 dia duduk di Syuriyah MWC NU Gambiran.

PENDIDIKAN

Pada saat sekarang, pesantren Blokagung telah mengembangkan dua jenis pendidikan:
pertama, ada di bawah naungan Diknas (yaitu TK, SDI, SMP Plus, SMK, dan STIB;
kedua, ada di bawah naungan Depag (yaitu MTs, MA, daan STIDA).
Murid-muridnya semakin banyak. Tidak kurang dari ratusan alumninya telah mendirikan pesantren di berbagai daerah. Sementara ribuan alumninya tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

4. PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR 5

Lokasi : Jl. Bomo, Pekiwen, Kaligung, Kec. Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68462

Pondok ini adalah lembaga pendidikan Islam yang telah diwakafkan, tepatnya pada tanggal 17 Juni 1990, dengan menunjuk Pondok Modern Gontor Ponorogo sebagai nadzir yang bertanggung jawab atas kelangsungan dan perkembangannya sesuai dengan cita-cita dan wasiat keluarga waqif.

Cita-cita tersebut adalah agar Darul Muttaqin menjadi lembaga pendidikan Islam yang bermutu, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dan tempat berkhidmat dan berjuang untuk menegakkan kalimat Allah.

Pondok Modern Darul Muttaqin Gontor 5 merupakan pondok wakaf yang penyerahan wakafnya dilaksanakan secara seremonial yang dihadiri Pimpinan Pondok Modern Gontor, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. beserta rombongan, keluarga wakif, instansi pemerintah baik sipil maupun militer, dan masyarakat Banyuwangi. Sejak pewakafan tersebut Pondok Modern Darul Muttaqin resmi menjadi Cabang Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagai Cabang Pondok Modern Darussalam Gontor, Darul Muttaqin selalu berusaha menyelenggarakan semua sistem pendidikan dan disiplin yang ada di Gontor, sehingga seluruh aktivitas pendidikan dan pengajarannya diupayakan agar sesuai dengan standar pendidikan dan pengajaran induknya.

Pengasuhan Santri Pondok Modern Darul Muttaqin bertugas memberikan bimbingan, pengajaran, dan pengembangan secara intensif kepada segenap santri. Berbagai kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler yang menjadi tanggunjawab lembaga ini, juga diupayakan sama dengan yang dilakukan di Pondok Modern Darussalam Gontor meski mengalami beberapa modifikasi dan inovasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Di antaranya adalah kegiatan berorganisasi, kepramukaan, olahraga, ketrampilan, kesenian, latihan dan lomba pidato, pembinaan bahasa Arab dan Inggris, dan lain-lain.

Itulah deretan Pondok Pesantren Terbesar di Banyuwangi Jawa Timur.

4 Pondok Pesantren Terbaik di Banyuwangi Jawa Timur

Kabupaten Bangkalan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bangkalan.

Pendidikan agama di Bangkalan terbilang cukup banyak, hal ini terbukti dengan adanya pondok pesantren yang terkenal. Berikut ini adalah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur :

1. PONDOK PESANTREN ASSHOMADIYAH

Lokasi : Mortorang, Burneh, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69121

Pondok Pesantren Salafiyah Asshomadiyah didirikan oleh Kyai Haji Makki Syarbini sekitar abad 18 Masehi. Pesantren ini didirikan setelah beliau selesai melakukan pengembaraan menuntut ilmu  diberbagai daerah di nusantara, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.Asshomadiyah terletak di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur.

Komplek Asshomadiyah, jalan Lorong Temur dahulu adalah persawahan. Namun sejak berdirinya pesantren secara bertahap daerah persawahan itu menjadi pemukiman yang ramai. Awal mula kegiatan pengajian KH. Makki Syarbini dipusatkan di sebuah bangunan yang berbentuk langgar/mushola panggung berbahan kayu yang berada di halaman kediaman beliau. Saat ini bangunan itu menjadi masjid Jami.

Fasilitas

Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

2. PONDOK PESANTREN. SYAICHONA MOH. CHOLIL

Lokasi : Jl. KH. Moh. Kholil I No. 6, Demangan, Demangan Barat, Demangan, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115

Pondok Pesantren Kyai Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan Madura Jawa Timur Indonesia yang didirikan oleh Kyai Haji (KH) Kholil (Khalil) Bangkalan yang lebih dikenal dengan sebutan Syaikhona (Syaichona) Mohammad Kholil Bangkalan. Pondok Pesantren (Ponpes) di dirikan pada 1861 Masehi. Kyai Kholil bangkalan madura sangat di segani oleh para kyai pada zaman nya dan sangat alim.

Syaikhona (Syaichona) Kholil atau Kyai Kholil Bangkalan Madura mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, Bangkalan. Setelah putrinya, Siti Khatimah, dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha (Muhammad Thaha); pesantren di desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya tersebut. Dan Kiai Khalil sendiri, pada tahun 1861 M. mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota, sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak pesantren yang baru itu, hanya selang 1 kilometer dari pesantren lama dan desa kelahirannya. Pesantren yang terakhir ini kemudian dikenal sebagai Pesantren Syaikhona Kholil.

PENDIDIKAN

Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren syaichona Moh. Cholil terdiri dari pendidikan formal dan non formal.

Pendidikan Formal 

1. Pendidikan Diniyah Formal (3 Tahun)
2. MTs Al-Ma'arif (3 Tahun)
3. SMA Ma'arif (3 Tahun)
4. Kesetaraan A, B, C (Wajar Dik-Das Tingkat Ula, Wustha dan Paket C)
5. Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS)

Pendidikan Informal 

1. Madrasah Diniyah I’dadiyah (1 Tahun)
2. Madrasah Diniyah Ibtida'iyah (6 Tahun)
3. Madrasah Diniyah Tsanawiyah (3 Tahun)
4. Madrasah Diniyah Aliyah (3 Tahun) 

Pendidikan Nonformal

1. Bansus Al-Qu'ran
2. Tahfidz Al- Qur'an
3. Tahfidz Al-Fiyah
4. Pengajian Kitab Kuning
5. Majelis Munadhoroh Ma'hadiyah (M3)
Program
1. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Syaichona Moh. Cholil
2. Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (PUSKESTREN)
3. Lajnah Falakiyah
4. Lajnah Dirosiyah
Fasilitas
1. masjid
2. auditorium
3. toilet
4. perpustakaan
5. kantor guru
6. asrama santri (15 Asrama), (150 kamar)
7. ruang sekolah
8. asrama guru
9. dapur induk

Ekstrakurikuler

1. Kursus Qiro'atul Qur'an Bittaghonni
2. Kursus Bahasa Asing (Arab & Inggris)
3. Leadership dan Manajemen
4. Kursus Khitobah (Jam’iyatul Muballighin)
5. Diklat (pendidikan dan latihan)
6. Kursus Kaligrafi
7. Jam'iyah Qoshoid Isadul Ahbab
8. Jam'iyah Hadrah Ishari Shilatil Akarimi
9. Jam’iyah Maulid al-Habsy

3. PONDOK PESANTREN NURUL CHOLIL

Lokasi : Jl. Kyai H. Kholil III No.10, Demangan Barat, Demangan, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115

Pondok Pesantren Nurul Cholil didirikan pada tahun 1957 oleh KH. Muntashor. Pada awalnya, Pondok Pesantren Nurul Cholil hanyalah berupa sebuah musholla kecil berukuran 4x4m2, yang lalu diperluas menjadi 8x12 m2. Bangunan ini lalu dipecah menjadi empat bilik, yang tentu saja kecil-kecil. Saking kecilnya tempat tersebut oleh Ibu Nyai Nadzifah Binti KH. Imron Kholil disebut "Cangkruk" -tempat kecil untuk beristirahat dan berfikir.

Dimulai dengan seorang santri mukim pertama yang bernama syafi'i, Pondok Pesanten Nurul Cholil terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Puluhan bahkan ratusan orang tua menitipkan anaknya untuk dididik di Pondok Pesanten Nurul Cholil. Agar istilah cangkruk tidak dibicarakan orang lagi, saat itu orang sering menyebut Pondok Pesanten Nurul Cholil dengan sebutan Pondok Barat (Pondhuk jubara': Madura). Santri terus bertamabah sampai bilik-bilikpun terus ditambah sampai mencapai 23 bilik.

Pada saat-saat seperti itulah, lalu tiba-tiba semua santri dikejutkan dengan wafatnya Pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesanten Nurul Cholil yakni KH. Muntashor Muhammad. Meskipun berurai air mata duka, seluruh insan pesantren sadar bahwa perjuangan dakwah melalui pesantren harus terus dilanjutakan. Maka pada tahun kejadian tersebut, tahun 1977 kepemimpinan Pondok Pesantren dipangku oleh putra tunggal KH. Muntashor Muhammad yakni KH. Zubair Muntashor dan sampai kini masih tetap memangku pondok pesantren tersebut.

Dibawah kepemimpinan KH. Zubair Muntashor Pondok Pesanten Nurul Cholil terus berbenah. Dengan tetap berpegang pada model salaf yang berciri khas pada pengkajian intensif kitab kuning (klasik), sistem belajar yang dibagi menjadi dua yakni model bagongan (Klasikal) dan sorongan (privat) dengan gaya monologis, dan juga mulai diterapkan gaya dialogis.

Gaya monologis dipandu ole Pengasuh dan Ustadz senior, sedangkan gaya dialogis dipandu oleh para Ustadz dengan kelompok yang lebih terbatas disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Dengan cara demikian maka diharapakan para sanri bisa membaca dan memahami kitan kuning baik secara tekstual maupun kontekstua. Lebih jauh, karena nantinya akan terjun ke masyarakat, hasil pemahamannya bisa diaktualisasikan di tengah masyarakat.

Namun setingkat ini, Pondok Pesantren Nurul Cholil masih sebatas menampung santri putra. Baru pada tahun 1986 Pondok Pesantren Nurul Cholil mulai mendirikan Pesantren Putri secara khusus. Hal ini sesuai dengan pandangan pengasuh tetntang penting pendidikan agama untuk kaum wanita. Hal demikian juga sejalan dengan antusiasme masyarakat, yang mulai sadar betapa pentingnya ilmu agama. Tidak hanya untuk kaum laki-laki, tetapi juga kaum wanita.

Tahun 1987, adalah tahun penting bagi perjalanan Pondok Pesantren Nurul Cholil selanjutnya. Betapa tidak, sejak tahun itu mulai diterapkan struktur kepengurusan Pondok Pesantren sesuai manajemen organisasi modern. Mengingat jumlah santri yang terus bertambah pemebenahan demi pembenahan terus dulakukan. Sarana dan prasarana terus bertamabah , unit demi unit pun bermunculan satu demi satu. Bilik-bilik kecil dimasa lalau sudah banyak berganti dengan gedung-gedung tinggi berlantai tiga atau empat.

Sejak tahun 1998 sampai sekarang, berturut-turut unit organisasi dibawah Pondok Pesantren Nurul Cholil masing-masing memantapkan eksistensnya. Dimulai dengan unti pendidikan formal  yang bernama Madrasah Asrorul Cholil, yang menampung siswa-siswa Tsanawiyah sampai Aliyah seolah semaikn memperkaya Pondok Pesantren Nurul Cholil yang sejak dulu sudah eksis dengan Madrasah Diniyahnya.

SISTEM PENDIDIKAN

Pendidikan Formal

1. Program Amtsilati
2. Madrasah Ibtidaiyah
3. Madrasah Tsanawiyah
4. Madrasah Aliyah

Pendidikan Non Formal

● Forum Kajian Kitab Kuning
● Majlis Musyawarah Mingguan & Bulanan (M3B)
● Forum Musyawarah Kubra (FMK)

Biro Dan Lembaga

● Lembaga Pengajaran Al-Qur'an (LPQ)
● Jam'iyah Qurra' Wal Huffadz (JQWH)
● Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Arab & Inggris
● Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Al-Muta'allimin
● Jam'iyah Shalawat Anaasyidusshafa
● Majlis Ta'lim, Dzikir Dan Shalawat Asrorul Musthofa
● Kursus Komputer (Reguler, Privat & Teknisi)
● Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Asshafa
● Himpunan Santri & Alumni Nurul Cholil (HISAN)

Ekstrakurikuler

1. Tahsin dan Tahfidz
2. Tahassus Kitab Salafy       
3. Seni Baca Alquran
4. Khitobah 3 Bahasa
5. Hadroh
6. Praktek Ubudiyah
7. Pramuka
8. Beladiri
9. English Club
10. Komputer
11. Futsal
12. Volly
13. Basket
14. Tenis meja
15. Paskibra

Itulah deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur.

3 Pondok Pesantren Terbaik Dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur

PASURUAN JATIM - Tiga bandit pembobol dua brankas berisi uang Rp 1,1 miliar milik Koperasi Wahana Bahagia Kota Pasuruan, tertangkap.

Satreskrim Polres Pasuruan Kota menembak kaki ketiga bandit itu lantaran melawan saat disergap.

Tiga bandit asal Kota Pasuruan itu adalah Mashuri (36), warga Kelurahan Bugul Kidul, Jajak Ubaidillah Anwar (38), warga Kelurahan Trajeng serta Agung Harianto (26), warga Kelurahan Pohjentrek.

"Ketiga pelaku kami tangkap di rumahnya masing-masing pada 4 Januari. Karena melakukan perlawanan, kami terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki ketiganya," jelas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander, Kamis (16/1/2020).

Tiga bandit itu beraksi pada pukul 01.00 Wib. Sebelum membobol dua brankas, mereka menjebol dinding Kantor Koperasi Bahagia milik Kantor Kementerian Agama Pasuruan tersebut.

"Kantor tersebut kebetulan tidak dijaga oleh satpam," terang Dony.

Setelah dinding kantor jebol, ketiga pelaku masuk menuju ruang penyimpanan brankas dan merusak dua brankas berisi uang Rp 1,1 miliar itu dengan besi pencukit dan palu.

"Aksi mereka lakukan hanya dalam satu jam, mulai dari menjebol dinding kantor, merusak dua brankas dan membawa kabur uang dalam brankas itu," tambah Dony.

Setelah berhasil menguras seluruh uang uang dalam dua brankas itu, ketiga pelaku membaginya. Uang itu mereka belikan rumah, motor, mobil hingga peralatan elektronik.

Alumnus AKPOL Tahun 2000 ini menyebut, uang miliaran rupiah itu merupakan sisa hasil usaha (SHU) yang akan dibagikan kepada seluruh anggota Koperasi Wahana Bahagia yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Kandangsapi, Kota Pasuruan.

Namun, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau 15 Mei 2019, para anggota koperasi yang hendak mengantre terpaksa gigit jari lantaran uang untuk mereka digarong ketiga pelaku, beberpa jam sebelum pembagian.

"Aksi ketiga pelaku ini terekam CCTV. Setelah kita selidiki dengan detail dan memastikan identitas para pelaku benar, lalu kita tangkap mereka di rumahnya masing-masing," bebernya.

Dari pemeriksaan terungkap bahwa ketiga bandit itu pernah melakukan pembobolan di tempat lain, seperti di Dealer Kawasaki Kelurahan Pohjentrek serta pencurian sarang burung di Kelurahan Bangilan, Kota Pasuruan.

"Masih ada satu pelaku lagi yang tengah kami buru. Identitasnya sudah kami kantongi dan sudah kita masukkan dalam DPO (daftar pencarian orang)," tandasnya.

Bonol Uang Rp 1,1 Miliar, Tiga Rampok Di Pasuruan Dibekuk

Loading...