Tampilkan postingan dengan label mukjizat nabi Nuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mukjizat nabi Nuh. Tampilkan semua postingan
Wahab bin Manbah berkata “Nabi Nuh as, hidup selama 200 tahun setelah terjadinya badai taufan. Dan beliau telah berhaji setelah turun dari kapalnya”. Wahab bin Manbah berkata “Nabi Nuh as, diutus oleh Allah  untuk menyeru menyembah Allah  dan diangkat sebagai nabi dan Rasul saat beliau berusia 250 tahun.

Kuwaluhan.com

Dan beliau dikaruniai umur yang panjang hingga beliau hidup selama 950 (sembilan ratus lima puluh) tahun lamanya. Ketika ajal sudah mendekati nabi Nuh, datanglah malaikat maut dan mengucapkan salam kepadanya

“Assalamu’alaikum ya Nabi ِِAlloh,”

nabi Nuh menjawab “Wa’alaika salam, kamu siapa? Kenapa kedatangan-mu membuat hatiku ketakutan setelah mendengar salam darimu?” tanya nabi Nuh.

Maka malaikat maut menjawab:

"Saya adalah malaikat pencabut nyawa, saya datang kepadamu untuk mencabut rohmu."

Ketika nabi Nuh mendengar ucapan malaikat, lalu berubah menjadi terkejut.

Malaikat bertanya:

"Apa yang kamu susahkan, wahai Nuh? Apakah kamu masih kurang hidup di dunia ini? Apakah kamu yang manusia tertua panjang?"

Maka nabi Nuh menjawab:

“Saya menemukan dunia ini adalah seperti rumah yang memiliki dua pintu, satu pintu untuk masuk dan satu lagi untuk keluar.”

Maka malaikat maut memberikan nabi Nuh satu gelas minuman dari surga seraya mengatakan:

“Minumlah isi yang ada di dalam gelas ini bisa tenang dan tidak ketakutan lagi.

Maka Nabi nuh mengambil gelas itu dan kemudian meminumnya.

Ketika nabi Nuh meminumnya, jatuhlah ia dan meninggallah ia seketika itu juga.

Ketika nabi Nuh meninggal maka anak-anak Beliau merawatnya, memandikan, mengkafani, menshalati serta menguburkannya di dekat tanah turki dan mengatakan bahwa didekat kuburan nabi Nuh terdapat udara yang mengalir. Wafatnya Nabi Nuh

KEJADIAN SEBELIM NABI NUH WAFAT

Imam al-Kasa’i (الكسائى) berkata “Nabi Nuh As, tinggal dibumi dan membaginya menjadi 3 bagian, dan diberikan kepada ke tiga anaknya, yaitu (1)Ham (حام) (2)Syam (شام) (3)Yafits (يافث). Adapun Sam bin Nuh, tinggal di daerah Mahghrib (Maroko, Afrika).

Banyak dari keturunan Sam ini menyebar sampai ke daerah Romawi, Persia, Hijaz, Yaman, Iraq, Arab dan sekitarnya. Dari garis sam inilah banyak keturunan para nabi dan rasul serta orang-orang beriman diseluruh dunia. Karena diwajah Sam terdapat nur nubuwah (cahaya kenabian) warisan dari ayahnya, Nabi Nuh.

Adapun Ham bin Nuh menetap bagian utara yang meliputi daerah Zanji, Hambsyah (Abessinia). dari garis keturunan ini lahir beberapa tokoh yang membantu perjuangan para nabi dan rasul di muka bumi. Sedangkan Yafits bin Nuh tinggal di bagian barat, dari garis ini lahir beberapa keturunan dari golongan orang-orang musyrik, diantaranya adalah golongan Tar-Tar, Ya’juj Ma’juj dan bani Turki.

Kemudian Allah mewahyukan kepada kepada nabi Nuh untuk menguburkan jasad nabi Adam as, beserta istrinya Hawa ditempat semula dan meletakkan kembali Hajar Aswad ditempat semula. Kemudian nabi Nuh berjalan mengelilingi bumi untuk melihat keadaan bumi setelah usai bencana badai taufan”.

Ka’ab bin Manbah berkata “setelah merasa usia nabi Nuh menua dan sudah dekat dengan ajalnya, beliau memanggil seluruhputra-putranya untuk berwasiat dan mendoakan mereka dan keturunannya. Beliau naik diatas bukit yang tinggi seraya memanggil-manggil putra-putranya.

Yang pertama-tama menghadiri panggilan ayahnya adalah Sam. Sam duduk didepan nabi Nuh dan meletakkan kedua tangannya dikepalanya seraya berdoa “Ya Allah, berkahilah sam dan keturunannya, dan anugerahkanlah nur nubuwah (cahaya kenabian) didahinya, jadikanlah ia dan keturunannya sebagai raja-raja diseluruh dunia, jadikanlah mereka sebagai nabi-nabi dan orang-orang yang shalih.

Kemudian nabi Nuh memanggil putra kedua, Ham. Namun ham tidak menghadiri panggilan ayahnya, namun yang datang malah cucu nabi Nuh dari keturunan Ham. Maka nabi Nuh mendoakan cucunya itu dengan doa seperti ini “Ya Allah, Jadikanlah Ham dan keturunannya sebagai orang yang hina, dengan wajah yang menghitam. Dan jadikanlah mereka budak-budak dan pembantu bagi keturunan Sam.”

Dikatakan; putra  Ham (حام) yang bernama Mishrayam (مصريم), ketika mendengar doa kakeknya, dengan segera ia sowan mendatangi kakeknya dan berkata ”Duhai kakek, aku mengamini doa-doamu kepada ayahku yang tidak mau memenuhi panggilanmu.” Kemudian nabi Nuh meletakkan kedua tangannya dan mendoaakan cucunya Mishrayam dengan doa yang baik “Ya Allah, ’Seperti doa-doaku yang telah Engkau kabulkan, maka berkahilah cucuku dan keturunannya ini.

Dan tempatkanlah mereka di bumi yang penuh dengan berkah-Mu, dimana tempat itu merupakan pusat kota/negara, dimana kota itu terdapat sungai (Nil) yang terbaik dimuka bumi ini.

Demikianlah doa nabi Nuh kepada cucunya Mishrayam, sehingga ia dan keturunannya tinggal di kota Mesir didekat sungai Nil, dan keturunan ini kelak disebut sebagai bangsa Qibthi (قبط).

Kemudian nabi Nuh mendoakan putranya yang ketiga yakni Yafits, namun Yafits tidak menghiraukan panggilan ayahnya itu. Kemudian Nabi Nuh mendoakan Yafits dan keturunannya dengan doa sebagai berikut “Ya Allah, jadikanlah ia (Yafits) dan keturunannya seburuk-buruknya makhluk.” Maka dengan doa nabi Nuh inilah, lahir keturunan bangsa Ya’juj-Ma’juj dan bangsa Tar-Tar.

Setelah nabi Nuh berdoa kepada putranya Yafits, maka seketika itu hamillah ia dengan sendirinya dan akhirnya ia melahirkan dua orang bayi laki-laki dan perempuan. Setelah melihat kedua anaknya yang baru lahir itu, Yafits mengingkari bahwa itu adalah anaknya, karena mereka memiliki wajah yang sangat hitam dan sangat menyeramkan.

Istri Yafits berkata “ini adalah keturunanmu melalui doa ayahmu nabi Nuh, lantaran engkau tidak mau menghadiri undangannya dan membuat kakek Nuh murka padamu.” Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Yafits melarikan diri dari rumah, karena merasa malu memiliki keturunan yang sangat jelek sekali.

Setelah anak-anak itu dewasa, mereka berdua keluar dari rumah orang tuanya, hingga mereka berhenti ditepian sungai Nil dan tidak bisa meneruskan perjalanannya karena terhalang lebarnya sungai Nil. Akhirnya salah satu dari mereka melompati saudarinya dan dengan izin Allah, maka hamillah saudarinya itu dan melahirkan dua orang anak laki-laki dan perempuan yang berwajah hitam semua.

Dari kedua anak inilah mereka saling mengawini antar saudaranya dan berhasil menjadi kelompok besar yang akhirnya disebut sebagai orang-orang Sudan yang artinya “Orang-orang yang hitam” hingga kini. Menurut Imam Kasa’i, desa dimana tempat mereka berkumpul disebut desa Naubah.

Adapun Yafits putra Nabi Nuh yang ke-3 yang melarikan diri dari keluarganya menuju wilayah barat, menikah lagi dan memiliki 5 (lima) anak, mereka adalah (1)Jauhar (جوهر), memiliki keturunan dari bangsa Shabqalibah (سبقالبة) dan bangsa Rum (2)Batrus (بتروس), memiliki keturunan yang dikenal dengan Bani Turki dan bani Kazar (3)Mayasyikh (مياشيخ), memiliki keturunan dari bani ‘Ajam (orang-orang asing) (4)Sannaf(سناف), memiliki keturunan Ya’juj-Ma’juj. Sedangkan (5)Saqwil  (سقويل), memiliki keturunan dari bani Arman.”

Adapun Sam bin Nuh putra pertama memiliki 5 (lima) anak, yaitu :


  • Arfakhisydza (أرفحشذ), dari garis keturunan inilah lahir beberapa Nabi dan orang-orang Salih.
  •  ‘Arab (العرب) bin Sam bin Nuh memiliki keturunan yang tinggal di tanah Arab, hingga sampai pada Mudhor (مضار)(kaum Qurays Makkah) leluhur nabi Muhammad  dan kabilah-kabilah lain yang ada di  Yaman,
  •  Hasyim (حاشيم) yang kemudian dikenal dengan sebutan bani Nasanis (النسانيس)mereka ini memiliki mata satu dan telinganya juga satu, dan kemudian hari mereka disebut sebagai bani Imalaqoh(العمالقة) dan bani Imadiyah (العمادية).
  • Irom (إرام) keturunan Sam bin Nuh dikenal sebagai kaum ‘Aad (عاد) dan kaum Tsamud.
  • Syamlikha (شمليخا) termasuk keturunan Sam, namun ia tidak memiliki keturunan, karena istrinya mandul.


Imam Tsa’labi berkata “Sam bin Nuh (putra kedua) hidup selama 600 tahun, sepanjang hidupnya ia menjalaninya dengan penuh penderitaan hinga meninggal dunia. Dalam doa nabi Nuh, Sam tidak akan mati sebelum ia sendiri yang memintanya kepada Allah ﷻ. Setelah sekian lamanya hidup dalam penderitaan, dan seluruh badannya sudah tidak dapat lagi digerakan, tibalah ajalnya dan ia dimakamkan di kota Nuwa (نوى) di daerah Hauran (حوران)”.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Wafatnya Nabi Nuh As setelah Banjir Air Bah

Dalam Al Quran disebutkan nama 25 orang nabi. Tetapi itu tidaklah berarti bahwa nabi-nabi hanya sejumlah 25. Sebelum Nabi Muhammad SAW, Allah mengutus nabi dan rasul kepada setiap bangsa.

Kuwaluhan.com

Nabi Ibrahim AS adalah bapak dari 18 orang nabi, yaitu Nabi-Nabi:

  • Isma‘il, 
  • Ishaq, 
  • Ya’qub, 
  • Yusuf, 
  • Ayyub, 
  • DzulKifli, 
  • Syu’aib, 
  • Yunus, 
  • Musa, 
  • Harun, 
  • Ilyas, 
  • Ilyasa’, 
  • Daud, 
  • Sulayman, 
  • Zakariyya, 
  • Yahya, 
  • Isa ‘Alahi Salam, 
  • Muhammad SAW.


Berikut ini adalah silsilah keturunan Nabi Ibra-hiym AS.

Nabi Ibrahim AS mempunyai 3 orang putera, yaitu Nabi Isma‘il AS beribukan Hajar, Nabi Isha-q AS beribukan Sarah dan Madyan (bukan nabi), beribukan Katurah.

GENERASI PERTAMA SESUDAH NABI IBRA-HIYM AS

Nabi Isma‘il AS menurunkan:
  • Haidar – Jamal – Sahail – Binta – Salaman – Hamyasa – ‘Adad – ‘Addi – Adnan – Ma’ad – Nizar – Mudhar – Ilyas – Mudrikah – Khuzaimah – Kinanah – Nadhar – Malik – Fihir – Ghalib – Luaiy – Ka’ab – Murrah – Kilab – Qushay – ‘Abdul Manaf – Hasyim – ‘Abdul Muththalib – ‘Abdullah – NABI MUHAMMAD SAW.
Nabi Isha-q AS mempunyai 2 orang putera yaitu Isu (bukan nabi) dan Nabi Ya’qub AS, kemudian bernama Isra-iyl, sehingga keturunannya dinamakan Bani Israil.

Madyan menurunkan: 

  • Nabit – Iya – Syafun – Nabi Syu’aib AS (menjadi mertua Nabi Musa AS)


GENERASI KEDUA SESUDAH NABI IBRAHIM AS

Isu menurunkan:

  • Anwas – Nabi Ayyuwb AS – Nabi Dzulkifli AS, Nabi Ya’quwb AS, (Israil) mempunyai 12 orang putera, dan dari ke-12 orang ini terbentuklah 12 suku Bani Israil. Yang disebutkan di sini hanya 4 orang di antaranya saja, yaitu yang menjadi nabi dan mempunyai keturunan nabi: 
1. Nabi Yusuf AS,
2. Lawi (Wardun),
3. Yahuza (Ra’sun), dan
4. Bunyamin.

GENERASI KETIGA SESUDAH NABI IBRAHIM AS

Nabi Yuwsuf AS mempunyai tiga orang anak. Ketiga anaknya tidak ada yang menjadi nabi.

Lawi (Wardun) menurunkan: 

  • Kahis 
  • Yashar 
  • Imran. 


Adapun Imran mempunyai 2 orang anak semuanya menjadi nabi, yaitu Nabi Musa AS (keturunannya tidak ada yang nabi) dan Nabi Ha-ruwn AS(17).

Nabi Ha-ruwn AS menurunkan: 

  • Izhar 
  • Fanhas. 


Adapun Fanhas ini berputra 2 orang yaitu Yasin dan Ukhtub. Yasin memperanakkan Nabi Ilya-s AS, sedangkan Yasin memperanakkan Nabi Ilyasa-‘AS.

Yahuza (Ra’sun) menurunkan: 

  • Baras
  • Hasrun 
  • Raum 
  • Umainizab 
  • Yawksawn 
  • Salmun 
  • Yu’ar 
  • Ufiz
  • Isya 
  • Nabi Da-wud AS
  • Nabi Sulayma-n AS

Bunyamin menurunkan:

  •  Abumatta 
  • Matta 
  • Nabi Yunus AS


Silsilah selanjutnya dimulai dari Nabi Sulaiman AS yaitu:

GENERASI KE-14 SETELAH NABI IBRAHM AS

Nabi Sulayma-n menurunkan:

  • Raji’un (Roboam)  
  • Ababa (Abia).


Adapun Ababa memperanakkan Sahfasat dan Radim.

Sahfasat menurunkan: 
Salum – Nakhur – Shadiqah – Muslim – Sulaiman – Daud – Yaksan – Shaduk – Muslim – Adam – Yahya – Nabi Zakariya AS – Nabi Yahya AS.

Radim menurunkan: 
Yahusafat – Barid – Nausa – Nawas – Amsaya – Izazaya – Au’am – Ahrif – Hizkil – Misyam – Amur – Sahim – ‘Imra-n – Maryam – Nabi’Isa AS.

Selanjutnya silsilah asal-usul Nabi Ibrahim AS.

Silsilah ini menanjak ke atas hingga Nabi Adam AS


  • Nabi Ibrahim AS 
  • Tarikh (Thara) 
  •  Nakhur – Sarugh 
  • Urghu (Ragau) 
  • Falikh 
  • Abir 
  • Syalikh (Sala) 
  • Finan 
  • Arfakhsyadz 
  • Sam 
  • Nabi Nuh AS
  •  Lamik 
  • Matusalkh 
  • Mahanaukh (Enoch) – – – –dan – – – seterusnya, berapa jumlah generasi antaranya hanya Allah Yang Maha Tahu – Yarid – Mahkail – Qinan – Anwas – Syisy (Seth) – Nabi Adam AS.


Sebagai tambahan, dari Yarid hingga sejumlah beberapa generasi ke bawah – Yardukil – Nabi Idris AS.

Adapun Sam selain memperanakkan Arfakhsyadz juga memperanakkan antara lain Iram, Amu dan Kursyun.

Iram menurunkan: 
Aush – Ad – Khulud – Riba – ‘Abdullah – Nabi Hud AS – Haran – Nabi Luth AS.

Amu menurunkan:
Tsamud – Hadzir – ‘Ubayd – Masih – Asif – Ubaid – Nabi Shalih AS.
Kursyun menurunkan: 
San’ar – Kana’an – Namruj, yaitu raja yang membakar Nabi Ibrahim AS.

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Garis Keturunan Nabi Ibrahim As

Nabi Syits adalah keturunan dari nabi Adam yang lahir tunggal dari seluruh putra kembarnya. Beliau memiliki wajah yang mirip dengan nabi Adam. Oleh Allah SWT, Syits diangkat menjadi nabi karena mempunyai kebijaksanaan terhebat dalam sepanjang masa.


Nabi Syits hidup sekitar pada tahun 3630 sampai 2718 sebelum masehi, nabi syits hidup sekitar 912 tahun, meninggal pada usia 1042 tahun. Istri Nabi Syits bernama Azura (hazurah), dari pernikahannya dengan Azura pada usia ke 105 tahun, lahirlah seorang anak bernama enos. Ia juga merupakan guru Nabi Idris yang pertama kali mengajarkan membaca dan menulis, ilmu falak, menjinakkan kuda dan lain-lain.

Pengarang kitab Qasas al-Anbiya (hal. 59) menyebutkan bahwa setelah menderita sakit selama 11 hari, Nabi Adam wafat. Ketika masih sakit, Nabi Adam berwasiat kepada Syits untuk menggantikan posisi kepemimpinannya. Nabi Adam juga mengingatkan Syits untuk menjaga kerahasiaan pelimpahan mandat agar jangan sampai diketahui oleh Qabil, si pendengki.

Sebagai Nabi, Syits menerima perintah-perintah dari Allah yang tertulis dalam 50 sahifah.

Nabi Syits juga memiliki Mukjizat diantaranya adalah :

  • Mendapatkan Kuda dari Syurga yang bernama Maimun
Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih.

  • Menjalankan Perang Pertama di Bumi
Dalam peperangan dengan Qabil, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil.

  • Nabi Syits Menjadi Juru Pemutus yang Adil dan Bijaksana di Negerinya.
  • Nabi yang pertama Menerima 50 Sahifah
  • Nabi Syits adalah orang pertama kali yang mengenalkan Jual Beli
  • Di kening nabi Syits terdapat Cahaya Muhammad

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa Mukjizat nabi Syits putra Adam.
Jika ada kekurangan Anda boleh menambahkan.

Kumpulan Mukjizat Nabi Syits Putra Adam dan Hawa

Nabi Adam adalah manusia pertama dan menurut agama samawi pula merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia.


Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini.

Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah :30-38 dan Al-A’raaf :11-25.

Menurut ajaran agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan. Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.

Menurut hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter). Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.

Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju. Turun ke muka bumi bisa sebagai makhluk asing dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan cerdas, dari peradaban di bumi sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi.

Nabi Adam mempunyai Mukjizat diantaranya yaitu :


  • Sebagai Manusia Pertama di Bumi
Nabi Adam Alaihissalam adalah manusia serta khalifah pertama yang diciptakan Allah SWT dari segumpal tanah. Allah SWT berfirman :

و اذ قال ربک للملئکة انی جاعل فی الارض خلیفة قالوا اتجعل فیها من ‏یفسد فیها و یسفک الدماء ونحن نسبح بحمدک ونقدس لک قال انی ‏اعلم ما لا تعلمون

Artinya:
Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para Malaikat: “Aku akan ‎menciptakan seorang khalifah di bumi”. Para Malaikat berkata: “Apakah ‎Engkau akan menciptakan orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya ‎dan mengalirkan darah, sementara kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu ‎serta mengagungkan-Mu. Allah berkata: “Aku mengetahui apa yang tidak ‎kalian ketahui.” (QS. Al- Baqarah ayat 30)

  • Memiliki Kemampuan yang tidak dimiliki Mahkluk Lain

Allah SWT telah melengkapi penciptaan nabi Adam Alaihissalam dengan rahasia ma’rifat ketuhanan yang tidak ada makhluk lain serta para malaikat yang mampu menandingi hal tersebut. Allah SWT berfirman :

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيم

Artinya
Dan telah diajarkan Nya kepada Adam nama-nama semuanya, kemudian Dia kemukakan semua kepada Malaikat, lalu Dia berfirman : Beritakanlah kepada Ku nama-nama itu semua, jika kamu adalah makhluk-makhluk yang benar. Mereka menjawab : Maha suci Engkau ! Tidak ada pengetahuan bagi kami, kecuali yang Engkau ajarkan kepada kami. Karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al- Baqarah ayat 31-32)

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa Mukjizat Nabi Adam As, semoga bermanfaat.

Kumpulan Mukjizat Nabi Adam As dalam Islam

Nabi Nuh adalah seorang rasulrasul diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur'an. Nabi Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM.


Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern. Namanya disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru, dan 43 kali dalam Al-Qur'an.

Dalam agama Islam, nabi Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Beliau merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Mutawasylah(Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.

Nabi Nuh hidup selama 950 tahun. Beliau mempunyai istri bernama Wafilah, sedangkan dari beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kan'ʻan, Yafith, Syam dan Ham.

Menurut Al-Qur'an, ia memiliki 4 anak laki-laki yaitu Kanʻān, Sem, Ham, dan Yafet. Namun Alkitab hanya mencatat, beliau memiliki 3 anak laki-laki Sem, Ham, dan Yafet.

Kitab Kejadian mencatat, pada jamannya terjadi air bah yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut. Setelah air bah reda, keluarga Nuh kembali me-repopulasi bumi.

Nabi Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.

Nabi Nuh memiliki Mukjizat diantaranya adalah :


  • Doanya dikabulkan saat Nabi Nuh meminta diturunkan Azab kepada Kaumnya. 
  • Nabi Nuh Membuat Bahtera (Perahu) disaat musim kemarau. 
  • Kotoran manusia yang dibuang kaumnya ke dalam Perahu Nabi Nuh menjadi Penyembuh segala Penyakit. 
  • Nabi Nuh terselamatkan dari banjir air Bah atas kehendak Alloh SWT yang memusnahkan seluruh umat manusia, terkecuali Nabi Nuh dan Pengikutnya yang beriman serta sepasang hewan yang dibawanya.


Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa Mukjizat yang dimiliki oleh nabi Nuh as, jika ada kekurangan dalam tulisan diatas silahkan berkomentar.

Inilah Kumpulan Mukjizat Nabi Nuh As dalam Islam