Social Items

Showing posts with label Faidah baca ayat kursi. Show all posts
Showing posts with label Faidah baca ayat kursi. Show all posts
Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang didalamnya banyak mengandung bacaan tasbih, sebanyak 300 kali tasbih yang dibaca dalam sholat tersebut.


Hukum shalat tasbih adalah sunnah. Shalat Tasbih dianjurkan kepada kita untuk dilakukan setiap hari, atau kalau tidak mampu dilakukan dalam  seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau setahun sekali. Atau seumjur hidup sekali. Demikian Rasulullah menganjurjkan kepada kita.

Sholat tasbih bisa dilakukan kapan saja, asalkan jangan pada waktu-waktu terlarang seperti saat tergelincir matahari (sesudah sholat subuh atau sebelum zuhur) dan saat terbenam matahari (sesudah sholat ashar). Selain dari waktu tersebut boleh dikerjakan sholat tasbih kapan saja dengan ketentuan sebagai berikut:

Jika melakukan sholat Tasbih disiang hari hendaklah dikerjakaan 4 raka’at dengan satu salam.Jika melakukan sholat tasbeh pada malam hari, hendaklah emapat raka’at itu dijadikan dua salam.Shalat tasbih tidak disunatkan untuk berjamaah.

Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan, tidak terdapat riwayat yang menyatakan keharusan untuk melafalkan niat akan tetapi yang terpenting adalah dengan niat hanya mengharapkan Ridho Allah Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan khusyu.

Cara Melakukan Shalat Tasbih
Salat tasbih dilakukan 4 raka'at
(jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam,
jika malam 4 raka'at dengan dua salam )
sebagaimana salat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:

- Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri     15 kali
- Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...)     10 Kali
- Setelah I'tidal     10 Kali
- Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...)     10 Kali
- Setelah duduk di antara dua sujud     10 Kali
- Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal a'la...)     10 Kali
- Setelah duduk istirahat sebelum berdiri
(atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa) 10 Kali.

MANFAAT SHOLAT TASBIH


- Kalimat Pilihan Allah Swt

Suatu kali Rasulullah ditanya apakah ucapan yang paling unggul? Rasulullah menjawab,

مَا اصْطَفَى اللهُ لِمَلاَئِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Yang dipilih Allah swt terhadap para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan: Subhanallahi wa bihamdihi’ (Riwayat Muslim)

Memberatkan timbangan amal

Rasulullah bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِى الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal dan keduanya disukai oleh ar-Rahman, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

- Menghapus Dosa

Rasulullah bersabda :

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

"Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahi wa bi hamdihi 100x maka Allah dihapuskan kesalahan meskipun kesalahannya itu sebanyak buih lautan"(Riwayat Bukhari dan Muslim)

- Punya Lahan Kurma Di Surga

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahil azhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga’ (Riwayat at-Tirmidzi)

- Terhindar Dari Penyakit Berat

Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku, karena sungguh umurku sudah tua dan aku merasa lemah untuk melakukan apapun’. Lalu Rasulullah berkata, ‘Adapun untuk duniamu, maka ketika engkau selesai shalat Shubuh, maka ucapkanlah tiga kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

"Jika engkau membacanya, maka engkau terhindar dari kesedihan, kusta (lepra), penyakit biasa, belang, lumpuh akibat pendarahan otak'’ (Riwayat Ibnu as-Sunni dan Ahmad)

- Mampu Menghadapi Masalah Besar

Diriwayatkan dari Abu Hurayrah:

"bahwa jika Rasulullah menghadapi persoalan penting, maka beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan: Subhanallahil azhim, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qoyyum (Riwayat at-Tirmidzi)

Terhindar Dari Kelaparan

Rasulullah bersabda :

طَعَامُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي زَمَنِ الدَّجَّالِ طَعَامُ الْمَلاَئِكَةِ: التَّسْبِيْحُ وَالتَّقْدِيْسُ، فَمَنْ كَانَ مَنْطِقُهُ يَوْمِئِذٍ التَّسْبِيْحَ أَذْهَبَ اللهُ عَنْهُ الْجُوْعَ

‘'Makanan orang beriman pada zaman munculnya Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu tasbih dan taqdis. Maka barangsiapa yang ucapannya pada saat itu adalah tasbih, maka Allah akan menghilangkan darinya kelaparan’ (Riwayat al-Hakim).

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa manfaat dari Sholat Tasbih, Semoga menambah wawasan dan bermanfaat untuk kita semua.

Kemuliaan dan Manfaat Besar Sholat Tasbih Menurut Al-Qur'an dan Hadits


Ada banyak hadis yang menjelaskan bahwa dalam hubungan suami istri hendaknya dilakukan dengan pemanasan terlebih dahulu, atau dalam bahasa sekarang istilahnya adalah 'foreplay'.

Rasulullah SAW Bersabda :

"Janganlah antara kamu melakukan hubungan badan dengan isterinya seperti binatang. Sebaiknya mereka melakukan dua perkara terlebih dulu." Sahabat bertanya, apa dua perkara itu? Rasulullah menjawab "kecupan dan kata-kata mesra” (Hadis riwayat Dailami).

Dalam hadis tersebut nampak bahwa ada hal tentang seks yang tidak difahami oleh sahabat, sehingga kemudian mereka bertanya lalu Rasulullah SAW menjelaskan. Dari hadis ini dapat diambil pelajaran bahwa menjadi tanggung jawab bagi seorang pemimpin dan guru untuk menerangkan sesuatu yang kurang difahami dalam soal hubungan kelamin / seks, dan hal ini bukanlah sesuatu yang memalukan.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari meriwayatkan:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ :
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ كِلَانَا جُنُبٌ وَكَانَ يَأْمُرُنِي فَأَتَّزِرُ فَيُبَاشِرُنِي وَأَنَا حَائِضٌ صحيح البخاري (1/ 499)

Dari Aisyah berkata, "Aku dan Nabi SAW pernah mandi bersama dari satu wadah. Ketika itu kami berdua sedang junub. Baginda juga pernah memerintahkan aku memakaikan kain, lalu beliau mencumbuiku sedangkan aku sedang haid.”

Dari hadis ini juga menjadi jelas bahwa bercumbu antara suami istri diperbolehkan dalam keadaan istri sedang haid.

Para sahabat juga pernah membicarakan tentang hubungan seks suami isteri bila terdapat keadaan memerlukan, seperti riwayat di bawah ini:

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ فَقَالَ:

إِنِّي مَصِصْتُ عَنْ امْرَأَتِي مِنْ ثَدْيِهَا لَبَنًا فَذَهَبَ فِي بَطْنِي فَقَالَ أَبُو مُوسَى لَا أُرَاهَا إِلَّا قَدْ حَرُمَتْ عَلَيْكَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ انْظُرْ مَاذَا تُفْتِي بِهِ الرَّجُلَ فَقَالَ أَبُو مُوسَى فَمَاذَا تَقُولُ أَنْتَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ لَا رَضَاعَةَ إِلَّا مَا كَانَ فِي الْحَوْلَيْنِ فَقَالَ أَبُو مُوسَى لَا تَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ مَا كَانَ هَذَا الْحَبْرُ بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ

Dari Malik dari Yahya bin Sa'id berkata, "Seorang lelaki bertanya kepada Abu Musa Al Asy'ari; "Aku pernah menghisap payudara isteriku hingga air susunya masuk ke dalam perutku. Abu Musa menjawab; Menurutku isterimu setatusnya telah berubah menjadi mahrammu." Abdullah bin Mas'ud pun berkata; "Lihatlah (Bagaimana) kamu boleh berfatwa begini kepada lelaki ini?!" Abu Musa bertanya; "Bagaimana pendapatmu dalam hal ini?" Abdullah bin Mas'ud berkata; "Tidak berlaku hukum penyusuan kecuali bila masih pada masa penyusuan. (sebelum bayi berumur 2 tahun sahaja)" Kemudian Abu Musa berkata; "Janganlah kamu semua menanyakan suatu perkara kepadaku selagi orang alim ini (Ibnu Mas'ud) masih berada bersama."

Dari perbincangan para sahabat tersebut menjadi jelas bagaimana tentang perkara bercumbu suami istri yang menyebabkan air susu istri tertelan oleh suami.

Fatwa Imam Malik, yang juga pernah memberikan kuliah sebagai berikut:

وَقَالَ ) الْإِمَامُ ( مَالِكُ ) بْنُ أَنَسٍ ( لَا بَأْسَ بِالنَّخْرِ عِنْدَ الْجِمَاعِ كشاف القناع عن متن الإقناع (17/ 409)

"Imam Malik berkata; Tidak mengapa desahan/mengerang panjang ketika berjimak (berhubungan suami istri) " (Kassyaf Al-Qina’'An Matni Al-Iqna, vol.18 ms 409)

Perkara ini barangkali tidak ada di dalam hadis, namun demikian Imam Malik merasa perlu menjelaskannya kembali supaya tidak terjadi kebingungan di kalangan murid dan pengikutnya.

Imam Abu Hanifah (Hanafi). As-Syarbini dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj mengambil riwayat dialog antara Abu Hanifah dengan muridnya Abu Yusuf;

سَأَلَ أَبُو يُوسُفَ أَبَا حَنِيفَةَ عَنْ مَسِّ الرَّجُلِ فَرْجَ زَوْجَتِهِ وَعَكْسِهِ ، فَقَالَ : لَا بَأْسَ بِهِ ، وَأَرْجُو أَنْ يَعْظُمَ أَجْرُهُمَا مغني المحتاج (12/ 68)

"Abu Yusuf bertanya kepada Abu Hanifah tentang seorang lelaki yang saling sentuh menyentuh (untuk merangsang) kemaluan dengan isterinya. Abu Hanifah menjawab; Tidak mengapa, dan aku berharap pahala keduanya besar." (Mughni Al-Muhtaj, vol.12 ms 68)

Sehebat-hebat Imam Hanafi, Imam Mazhab yang pertama, sebelum kedatangan Imam Malik dan Imam Syafi'i pun membincangkan soal seks dan menjadi catatan hingga sampai kepada kita. Peliknya ada seorang di akhir zaman menolak perbincangan ini.

Penjelasan dari Imam At-Thabari, meriwayatkan;

عن ليث قال: تذاكرنا عند مجاهد الرجل يلاعب امرأته وهي حائض، قال: اطعن بذكرك حيث شئت فيما بين الفخذين والأليتين والسرة، ما لم يكن في الدبر أو الحيض تفسير الطبري (4/ 380)

"Dari Laits beliau berkata; kami berbincang dekat Mujahid tentang seorang lelaki yang mencumbu isterinya ketika haid. Mujahid berkata; "Tusukkan zakarmu di manapun yang engkau hendak di celah dua paha, dua punggung dan pusat. Selagi tidak di dubur atau di faraj ketika haid” (tasfir At-Thobari, vol; 4 ms 380)

Dari kisah-kisah di atas, nampak bahwa salah satu tugas ulama/guru/pemimpin adalah menjelaskan penerapan seks dalam Islam kepada para pengikutnya.

Hubungan seks antara suami istri dalam Islam selain membawa kesenangan bagi kedua suami istri, juga dihitung kegiatan yang berpahala. Penjelasannya dapat dilihat pada hadis berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!.” Mendengar sabda Rasulullah itu para shahabat keheranan dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? “Jawab para shahabat : “Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa’i).

Keterangan lain yang lebih panjang tentang hadis ini:

Dari Abu Dzar r.a. berkata, bahwasanya sahabat-sahabat Rasulullah saw. berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah saw., orang-orang kaya telah pergi membawa banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.” Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat disedekahkan? Yaitu, setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Jadi dengan demikian rupanya seks yang halal dalam Islam itu bukan hanya membawa kesenangan dunia, namun juga akan menjadi pahala yang diperhitungkan sebagai kesenangan di akhirat kelak.

ISTRI HORMATI SUAMI

Cukup terkenal hadis yang menyebutkan bahwa kalau Allah memerintahkan orang untuk sujud, maka Rasulullah akan perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.

seorang istri yang baik selalu menghormati suaminya, berikut kisah yang menguatkan hal tersebut:

Seekor unta mendekati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia merunduk sebagai ungkapan sujud kepada beliau, maka para sahabat berkata, “Rasulullah, hewan dan tumbuhan sujud kepadamu, semestinya kamilah yang lebih berhak untuk sujud kepadamu.” Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sembahlah Rabb kalian, muliakanlah saudara kalian, kalau aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seseorang tentulah aku perintahkan istri bersujud kepada suaminya.”

BERMESRAAN SUAMI ISTRI DI BULAN RAMADHAN

Nasihat dari Ibnu Abbas tentang pergaulan suami istri di bulan Ramadhan (bulan puasa):

“Dari Said bin Jubeir bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Ibnu Abbas: ‘Aku menikahi seorang putri anak paman saya, ia seorang yang cantik. Saya membawanya pada bulan Ramdhan.
Maka bolehkah bagi saya menciumnya?

Ibnu Abbas menjawab: “Apakah engkau bisa menahan hawa nafsu?’
dia menjawab: ‘Ya,’
Ibnu Abbas berkata: “Ciumlah!”
Laki-laki itu betanya lagi: ‘Bolehkah saya bercumbu dengannya?’
Ibnu Abbas bertanya: ‘Bisakah engkau meredam nafsumu?’
Laki-laki itu menjawab: ‘Ya.’
Ibnu Abbas berkata: ‘Bercumbulah.”
Laki-laki itu bertanya lagi: ‘Bolehkah tangan saya memegang kemaluannya?’
Ibnu Abbas bertanya: ‘Bisakah engkau meredam nafsumu?’
Laki-laki itu menjawab: ‘Ya.’
Ibnu Abbas berkata: ‘Peganglah.”

Taat dan selalu berbakti pada suami merupakan kewajiban seorang istri, selama bukan untuk bermaksiat kepada Allah SWT. Bahkan ketaatan istri pada suami serta mengakui hak suami pahalanya disamakan dengan jihad di jalan Allah. Namun sayang, hanya sedikit dari para wanita yang melakukannya.

Ada beberapa perkara yang jika dikerjakan maka akan membawa seorang wanita untuk memasuki surga, seperti hadis berikut: Nabi SAW bersabda yang bermaksud:

"Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki." (Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Memelihara kehormatan ini artinya menjaga kemaluan, menjauhkan diri dari berhubungan seks dengan selain suaminya.

Suami merupakan surga dan neraka seorang istri. Apabila istri taat pada suami, maka surga yang ia dapatkan, tetapi jika mengabaikan hak suami, tidak taat padanya, maka hal itu dapat menjatuhkannya ke dalam neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah haditsnya,

Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya, karena suamimu merupakan surgamu dan nerakamu.” (Riwayat Ibnu Abi Syaiban, an-Nasai, Ahmad, al-Hakim, al-Baihaqi, dari bibinya Husain bin Mihshan ra, Adz-Dhahabi)

Mentaati suami ini maksudnya adalah mematuhi segala perintah suami dalam keadaan apapun. Salah satu hal yang perlu ditaati oleh istri adalah ajakan dari suami untuk berhubungan seks. Istri wajib melayani suami dengan baik, termasuk masalah berjima’. Istri tak boleh menolak, kecuali jika ia sakit atau memiliki udzur yang membuat tak bisa melakukan kewajiban tersebut.

Sabda Rasulullah SAW, “Apabila seorang suami mengajak istri ke tempat tidur (untuk berjima’), dan istri menolak (sehingga membuat suaminya murka), maka si istri akan dilaknat oleh malaikat hingga (waktu) subuh.”(Diriwayatkan Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’I, ad-Darimi dan al-Baihaqi, dari Abu Hurairah ra)

Dalam haditsnya yang lain Rasulullah bersabda:
 “Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (istri) tetap tidak boleh menolak.” (Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dari Abdullah bin Abi Aufa ra)

Istri hendaknya ikut saja kepada suami ketika sang suami mengajaknya untuk berhubungan seks. Sebaiknya berpikir positif saja bahwa sang suami terangsang karena sesuatu hal sehingga suami perlu untuk menyalurkan hasratnya kepada istrinya. Hal ini dicontohkan oleh Nabi menurut kisah berikut:

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda,
Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)

Dari hadis tersebut tentunya bukan berarti Nabi itu orang yang tidak tahan dengan wanita. Beliau itu adalah orang yang paling tahan terhadap hawa nafsu, namun demikian beliau melakukan hal tersebut sebagai contoh kepada para umatnya, yaitu untuk para suami jika terangsang oleh wanita lain, maka hendaknya hasrat seks tersebut disalurkan kepada istrinya. Jadi para suami tidak usah malu jika tiba-tiba mesti pulang 'mendatangi' istrinya.

Bagi para istri juga, jika tiba-tiba sang suami ingin menyalurkan hasratnya, hendaknya disambut dengan baik, karena hal ini adalah melaksanakan sunnah Rasul. Pada zaman dulu ketika orang masih soleh-solehah, sulit lelaki terangsang di luar rumah karena para wanita sangat menjaga aurat, namun pada zaman yang sudah rusak ini sangat mudah bagi lelaki untuk terangsang secara seksual mengingat banyak sekali wanita yang tidak menjaga auratnya di muka umum, sedangkan tidak mungkin juga kaum lelaki tinggal saja di rumah.

Selain dari pertemuan langsung, rangsangan juga dapat melalui televisi, koran, website, facebook, dan sebagainya. Jadi bagi para istri jangan kaget kalau suami sehabis membaca koran langsung mengajak masuk kamar

Bentuk ketaatan seorang istri pada suami itu antara lain sebagai berikut :

Selalu menjaga kehormatan diri dan suami serta harta suami. Sebagaiman Allah firmankan dalam an-Nisa’ : 34: “Maka wanita-wanita yang baik itu ialah yang mentaati (suaminya) dan menjaga (hal-hal) yang tersembunyi dengan cara yang dipeliharakan oleh Allah.” 

Sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Tidaklah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? Wanita yang baik (shalihah), yang jika dilihat (suami) ia menyenangkan, jika diperintah (suami) ia mentaatinya, dan jika (suami) meninggalkannya ia menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Riwayat Abu Daud dan an-Nasa’I).

Istri juga tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suaminya, apabila suaminya berada di rumahnya (tidak safar). Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW:
Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnah) sedangkan suaminya ada (tidak safar) kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya. Apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.”

Seorang istri harus melaksanakan hak suami, mengatur rumah dan mendidik anak.

Jika istri berkewajiban mematuhi suami dalam melampiaskan syahwatnya, maka lebih wajib lagi baginya untuk taat pada suami dalam urusan yang lebih penting dari itu, seperti masalah pendidikan anak dan kebaikan.

Pekerjaan ini adalah tugas yang sesuai dengan fitrah, bahkan merupakan tugas pokok yang wajib dilaksanakan dan diupayakan dalam rangka membentuk usrah (keluarga) bahagia dan mempersiapkan generasi yang baik.

Seorang istri berkewajiban pula untuk selalu menjaga kemuliaan dan perasaan suami, baik dalam penampilan, tidak menuntut suami dengan hal yang tak mampu, tidak melawan suami atau melakukan hal yang tidak disukainya, dan tidak merendahkannya ataupun menjelekkan keluarga suami. Sebab hal itu bisa membuatnya tidak ridho.

Maka benarlah apa yang dilakukan para sahabat Rasulullah SAW, apabila menyerahkan wanita kepada suaminya, mereka memerintahkan agar melayani suami, menjaga haknya dan mendidik anak-anak. Tunduk pada suami mereka dengan penuh kerelaan, mendengar dan taat pada suami dengan cara yang baik. Tidak mengeluh hingga suami tak menyukainya serta tidak mengkhianatinya. Para sahabat ini membekali putri mereka dengan nasehat sebagai dasar-dasar kehidupan suami istri yang penuh kebahagiaan.

Demikianlah, seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya, bagi istri juga bagi anak-anaknya. Karena Allah telah menjadikannya sebagai pemimpin, Allah memberikan keutamaan yang lebih besar pada laki-laki atas wanita, karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah pada istrinya.

Masing-masing dari suami atau istri memiliki hak dan kewajiban. Namun suami mempunyai kelebihan atas istrinya. Hingga setelah wali atau orangtua sang istri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhinya, setelah kewajiban taatnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.

Perlu diketahui, Islam hanya membatasi ketaatan tersebut dalam hal-hal yang ma’ruf sesuai petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti yang dipahami generasi salafush shalih. Jika perintah suami bertentangan dengan hal di atas, tidak ada kewajiban bagi seorang istri untuk menaatinya, namun istri berkewajiban memberi nasihat pada suami dengan lemah lembut dan kasih sayang

KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTRI

Ada beberapa ayat/hadis yang menunjukkan bahwa suami itu adalah pemimpin dalam keluarganya, yang tentu saja perlu memenuhi keperluan-keperluan istrinya termasuk dalam perkara hubungan suami istri.

Dari Sulaiman bin Amr bin Al Ahwash berkata;Telah menceritakan kepadaku Bapakku bahwa dia melaksanakan haji wada' bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bertahmid dan memuji Allah, beliau memberi pengingatan dan nasehat. Beliau menuturkan cerita dalam haditsnya, lantas bersabda:

"Ketahuilah, berbuat baiklah terhadap wanita, karena mereka adalah tawanan kalian. Kalian tidak berhak atas mereka lebih dari itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukannya, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika kemudian mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Ketahuilah; kalian memiliki hak atas istri kalian dan istri kalian memiliki hak atas kalian. Hak kalian atas istri kalian ialah dia tidak boleh memasukkan orang yang kalian benci ke tempat tidur kalian. Tidak boleh memasukan seseorang yang kalian benci ke dalam rumah kalian. Ketahuilah; hak istri kalian atas kalian ialah kalian berbuat baik kepada mereka dalam (memberikan) pakaian dan makanan (kepada) mereka." (H.R. At-Tirmidzi)

Dalam hadis tersebut disebut beberapa hal:

Berbuat baiklah terhadap wanita (istri). Kebaikan suami pada istrinya tentunya adalah termasuk dalam memenuhi hasrat istri Tentang 'janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya', maksudnya seorang suami jangan menyusahkan istrinya yang sudah taat kepadanya. Salah satu kesusahan istri adalah hasratnya yang belum tertunaikan.

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa berbuat baik pada istri adalah perbuatan yang utama, termasuk di dalamnya memenuhi kebutuhan batin sang istri.

Perbandingan kewajiban suami dan istri dalam memenuhi hasrat pasangannya:

Secara ringkas, seorang istri memenuhi keinginan suaminya sebagai seorang pengikut yang taat kepada suaminya, sedangkan seorang suami memenuhi keperluan istrinya adalah dalam posisi sebagai seorang pemimpin yang bijaksana dan berkasih sayang.

Seorang istri dalam memenuhi hasrat suami, pertimbangannya relatif sederhana:

ketaatannya pada Allah terutama fardhu 'ainketaatannya pada suami

Jadi selama tidak bertentangan dengan perkara fardhu 'ain, seorang istri langsung menunaikan kewajibannya tersebut.

Sedangkan seorang suami dalam memenuhi hasrat istrinya, pertimbangannya lebih banyak:

ketaatannya pada Allah terutama fardhu 'ainposisi sebagai pemimpin & pendidik keluargakewajibannya terhadap masyarakat terutama fardhu kifayah

Jadi dengan demikian seorang suami tidak dapat serta-merta memenuhi hasrat istrinya, karena ada pertimbangan lain.

Misalkan sang suami ada kewajiban di luar rumah yang mendesak dalam perkara fardhu kifayah, sehingga tidak dapat segera mengurus istrinya. Dapat juga terjadi istri perlu dididik dengan didiamkan dulu sementara jika ada masalah syariat yang perlu diselesaikan dengan cara didiamkan.

Wallohua'lam Bisshowab 

Pahala Besar Hubungan Intim (Jima') Suami Istri Menurut Islam

HADITS TENTANG KEAJAIBAN MEMBACA SHALAWAT


Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga sholawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

"Barang siapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat." (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat."(Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

"البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي".

"Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku".(Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

"من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".

Barang siapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Sholli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.(Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم "قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ". والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

"اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".


 Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.  (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8.  Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

"اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".


 Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.  (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).
   
9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك".


“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)
   
10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).


Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim).  (Dikelurkan Bukhari)
_________________

A . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

B . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

C . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

MANFAAT dan KEAJAIBAN MEMBACA SHOLAWAT


  1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
  3. mencontoh para malaikat-Nya.
  4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  10. Mendapat pengampunan dari Allah.
  11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
  34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallamMenjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  37. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
  38. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  39. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya.
  40. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

Wallohua'lam Bisshowab

Manfaat Dan Faidah Menakjubkan Membaca Sholawat Nabi Muhammad

Surah Yusuf  adalah surah ke-12 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.


Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.

Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui. Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga Manfaat Surat Al-Waqi'ah


Rasulullah saw bersabda :

“Ajarkan surat yusuf pada budak-budakmu, dikarenakan seorang muslim yang membaca serta mengajarkannya pada keluarga serta budaknya, allah dapat berikan kemudahan waktu sakratul mautnya serta memberinya kemampuan supaya sebagai seoramg muslim tidak dihasud. ” ( tafsir majmu’ul bayan )


Imam ja’far ash-shadiq berkata :

Barangsiapa yang membaca surat yusuf tiap-tiap hari serta tiap-tiap malam, ia dapat dibangkitkan pada hari kiamat keindahan berwajah layaknya keindahan yusuf, tidak ditimpa azab besar pada hari kiamat, serta ia terhitung ke dalam hamba-hamba allah yang sholeh serta pilihan. ” beliau juga menyebutkan bahwa penyataan ini juga termaktub didalam kitab taurat. ( tafsir ats-tsaqalayn 2 : 408 )

Hukum Membaca Surah Yusuf bagi Perempuan/Wanita

Imam ali bin abi thalib berkata :

“Janganlah anda mengajarkan surat yusuf pada isterimu ( juga anak perempuanmu ), serta jangan sampai mereka membacanya, dikarenakan didalamnya ada fitnah. sampaikan pada mereka ( isteri anak wanita ) surat an-nur, dikarenakan didalamnya ada nasehat-nasehat. ” ( tafsir ats-tsaqalayn 2 : 408 )

Imam muhammad al-baqir berkata :


makruh hukumnya untuk wanita pelajari surat yusuf. ” ( tafsir ats-tsaqalayn 2 : 408 )

imam ja’far ash-shadiq berkata bahwa anaknya dulu berkata :

Demi allah, saya tidak lakukan pada beberapa anakku, mendudukkan pada pangkuanku, serta tidak dulu tentukan kasih, meskipun kebenaran ada pada seorang anakku serta beberapa yang lain menampiknya. perihal ini supaya tidak berlangsung layaknya perlakuan saudaranya pada yusuf. surat yusuf tidak diturunkan jika layaknya itu supaya beberapa kita tidak menghasud beberapa yang lain layaknya yusuf dihasud serta dizalimi oleh saudaranya…” ( tafsir ats-tsaqalayn 2 : 408 )

Umumnya saran ini datang dari orang tua atau ulama tradisional yang tetap meyakini mitos-mitos. Baiknya anda tahu kandungan ke-2 surat ini hingga bisa menyimpulkan kebenaran saran tersebut.

KANDUNGAN SURAT YUSUF

Cerita sangat menonjol didalam surat ini yaitu cerita nabi yusuf yang disingkirkan oleh saudara-saudaranya dikarenakan mereka jadi dengki atas kelebihan yusuf. yusuf diajak menggembala domba lantas di perjalanan mereka memasukkan yusuf ke dalam sumur. yusuf lantas ditemukan oleh seorang musafir serta di bawa ke mesir.

KEISTIMEWAAN SURAH YUSUF AYAT 4

Sahabat muslim, al-quran adalah di antara anugerah dari allah swt pada seluruh umat islam yang tidak ternilai harganya. tidak hanya jadi dasar hidup, tetap masih banyak sekali faedah dari al-quran untuk seluruh manusia terlebih kaum muslim.

Doa agar mendapatkan jodoh bisa juga membaca surah yusuf ayat ke 4 ini. terlebih yang telah berusia cukup untuk menikah tetapi anda belum juga diberikan jodoh oleh allah swt. maka dari itu menurut saya tak ada salahnya bila ayat ke empat dari surat yusuf ini diamalkan oleh anda.

إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبً۬ا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُہُمۡ لِى سَـٰجِدِينَ

Artinya:
[Ingatlah], ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (Yusuf:4)

Wallohua'lam bisshowab

Manfaat dan Faidah Luar Biasa Surat Yusuf untuk Ibu Hamil

Ayat Kursi memiliki rahasia, kehebatan serta kedahsyatan yang luar biasa sekali. Untuk pembahasan sekarang akan lebih jauh untuk mengetahui tentang rahasia-rahasia Ayat Kursi mengenai keistimewaan, keutamaan, manfaat ataupun khasiat membaca Ayatul Kursi dan sangat lengkap. Sunggguh sangat luar biasa untuk dijadikan doa wirid dan amalan sehari hari. Adapun bacaannya sebagai berikut.






 Artinya :




Turunnya Ayat Kursi

Pada saat surat diturunkan suatu malam saat Rasulullah SAW hijrah ke kota Makkah ke Madinah. Adapun menurut riwayat, saat ketika diturunkannya yang telah diantrakan oleh ribuan Malaikat, Iblis serta syaitan langsung menjadi gempar di karenakanya. Rasulullah SAW segera memerintah kepada Zaid bin Thabit supaya cepat menulisnya serta menyebarkanya.

Menurut Bin Al Hanafiya : Setelah diturunkanya semua berhala didunia berjatuhan, semua malaikat bersujud, syaitan belarian bertabrakan karena kebingungan, dan takut kepanasan. Itulah kehebatan saat diturunkannya Ayatul Kursi.

Terdapat 95 buah hadits yang menjelaskan mengenai fadhilah Ayat Kursi tersebut, lalu mengapa diantarkan dengan ribuan malaikat ? Hal tersebut karena ayat paling mulia dalam Al Qur’an, sehingga ribuan malaikat ikut mengantarkan atas perintah Allah SWT.

Makna dan Kedudukan Ayat Kursi

Dari sebagaian para ulama yang memberikan mengenai makna dari kata “kursi” dapat disimpulkan berbeda-beda pula. Akan tetapi sesungguhnya satu sama yang lain saling mengokohkan, terdapat 4 penafsiran dari mengenai makna kata “kursi” yakni :

1. Kursi ialah pemerintahan, kerajaan serta kekuasaan Allah Swt.

2. Kursi yakni ruangan besar yang memiliki kapasitas melebihi  bumi serta langit.

3. Kursi ialah symbol dari keagunan serta kebersaran Allah Swt.

4. Kursi ialah ilmu sebab ilmu yakni bagian dari sifatullah. Yang dimaksud dengan ilmu Allah Swt dapat mengatur makhluk yang telah diciptakan-Nya.

Dari 4 penafsiran diatas, maka dapat disimpulan oleh ulama bahwa : Kursi ialah pondasi kebijakan serta hukum Allah, symbol dari kekuasaan Allah, serta surat tersebut ialah ayat yang dapat memberikan suatu petunjuk atas ketuhanan Allah dengan cara mutlak.

Keistimewaan Ayat Kursi

5. Rasullah Saw bersabda pada Ali bin Abi Thalib :

Jangan pernah kamu tinggalkan membaca Ayatul Kursi, sebab dalam setiap huruf terdapat 1000 berkah, serta 100 rahmat.

6. Rasulullah Saw bersabda :

Bagi siapa membaca saat ingin tidur, maka Allah SWT akan mengutus malikat untuk menjaga dia hingga pagi, maka syaitan tidak akan berani mendekati serta mengganggu hingga pagi (HR Bukhari).

7. Rasulullah Saw juga bersabda pada Abu Hurairah :

Perbanyaklah membaca surat ini, sebab setiap harufnya maka kamu ditulis mendapatkan 40000 kebaikan.

8. Rasulullah Saw bersabda :

Bagi siapa membaca sesudah sholat wajib. Maka tidak ada yang bisa menghalangi dia masuk surga kecuali maut (kematian) (HR Thabarani, Nasa’i).

9. Rasulullah Saw juga menyatankan juga :

Sekiranya penjabat mengetahui apa yang terkandung rahasia di dalamnya sungguh ia akan meninggalkan jabatanya, sekiranya pedagang mengetahui apa terkandung didalamnya, sungguh ia akan meninggalkan daganganya. Jika sekiranya pahala Ayatul Kursi dibagikan dimuka bumi, sungguh setiap orang tersebut akan mendapat bagian 10x lipat didunia serta isinya.

10. Dari Ma’qal bin Yasir berkata, Rasulullah bersabda :

Utamanya Al Qur’an ialah Al Baqarah, serta utamanya Al Baqarah ialah Ayat Kursi. Dalam suatu ayat itu, turun bersamanya 80000 malaikat, serta Ayatul Kursi itu dikeluarkan dari gudang kekayaan Allah SWT yaitu terdapat dibawah Arasy. Kemudian digabungkan dengan surah Al Baqarah.

Dalam Ayat Kursi telah disebutkan tentang nama-nama Allah sebanyak tujuh belas kali dalam bentuk isi dhamir (kata ganti) ataupun isim zhahir (nama jelas). Semua nama terdapat didalamnya mepersentasikan mengenai sifat-sifat Allah, Dzat Allah, Qudrat Allah, Af’al Allah, serta paling utama ialah Tauihidullah.

Surat ini banyak mengandung keistimewaan, di dalam terdapat ismul a’zam, serta tersusun dalam 50 kata-kata, dan terdapat 17 nama Tuhan dhahir serta dhamir, serta terdapat 17 huruf min serta 17 huruf wawu. Surat  tersebut yang membahas mengenai ke Esaan dzat Allah SWT serta kesempurnaan dari sifar-sifaat-Nya. (Abdullah Al Qurtubi).

Itulah mengenai keistimewaannya, perlu diketahui bahwa Ayatul Kursi memiliki mukjizat maha dahsyat sekali, mempunyai manfaat serta khasiat yang sangat hebat, memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Serta memiliki fadhilah yang menajubkan.

Baca juga Manfaat yang terkandung dalam Surat Yasin

Ayat Kursi yakni satu-satunya ayat di dalam Al Qur’an di awali dengan lafzul jalalah (Allah) serta diakhiri dengan nama maha Agung (Al Azhim). Dalam susunan kalimat tersebut tentu mengandung rahasia besar dari Ayatul Kursi.

Keutamaan Ayat Kursi

11. Sebagai Jalan Masuk Surga

Rasulullah Saw bersabda :

Bagi siapa membaca Ayat Kursi sesudah sholat wajib. Maka tidak ada yang bisa menghalangi dia masuk surga kecuali maut (kematian) (HR Thabarani, Nasa’i).

12. Ayat Paling Agung Dalam Al Qur’an

Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Mundzir : Ayat mana paling agung dalam kitabullah ? kemudian Abu Mundzir menjawab pertanyaan Rasulullah : Ayat Kursi, lalu beliau Rasulullah Saw kemudian menepuk bahunya. Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau punyai (HR Muslim).

13. Keagungan Melebihi Langit serta Bumi

Rasulullah Saw bersabda :

Tidaklah Allah menciptakan langit serta bumi melebihi agungnya Ayatul Kursi itu, sebab dalam ayat itu sudah mencakup Nama serta sifat Allah). sebab Ayat Kursi ialah salah satu kalamullah ( perkataan Allah). sebab kalamullah lebih agung dari ciptaan Allah yaitu langit serta bumi (HR Tirmidzi).

14. Sebagai Amalan Wirid Doa Sebelum Tidur

Rasulullah Saw bersabda :

Jika engkau ingin tidur dimalam hari, maka bacalah Ayatul Kursi, Niscaya Allah akan mengirimkan malaikat untuk menjagamu serta syaitan tidak akan berani untuk mendekati sampai pagi (HR Bukhari).

Khasiat dan Manfaat Ayat Kursi

15. Rasulullah Saw bersabda

Bagi siapa pulang rumahnya dan dia membacanya. Maka Allah akan hilangkan segala kefakiran didepan matanya.

16. Rasulullah Saw bersabda :

Wahai umatku. Bacalah bacan surat ini sebanyak 12 kali saat jum’at pagi, lalu berwundhu serta sunnat 2 rakaat. InsyaAllah akan terhindar dari kejahatan syaitan serta kejahatan pembesar.

17. Bagi siapa membaca bacaan Ayatul Kursi secara khusyuk sesudah sholat wajib, ketika pagi serta petang, dan tiap kali keluar masuk rumah, maka insyaAllah terpeliharalah dari godaan syaitan, binatang buas, diselamatkan dari kejahatan manusia yang akan memudarakan. Terpeliharalah dia serta keluaga, anak-anaknya, serta harta benda dari kecurian, kebakaran, kekaraman. Didapatkannya juga dari kesehatan jasmani serta keselamatan dengan izin Allah Swt. (dalam kitab Khawasul Qur’an karya Imam Ghazali).

18. Syeikh Abu Abbas menerangkan :

Bagi siapa membaca bacaan surat ni sebanyak hitungan kata-katanya yakni 50 x kemudian dihembuskan pada air hujan lalu diminum. insyaAllah dapat mencerdaskan akal fikirnya seta dapat memudahkan dia menerima ilmu tentang pengetahuan.(dalam kitab khazinatul asrar).

19. Keterangan dari kitab Asraaul Mufidah :

Bagi siapa membaca bacaan sebanyak 18 x, Niscaya akan hidup berjiwa hauhid, dinaikan drajatnya, dibukakan berbagai hikmah, dimurahkan rezeki, serta diberikan perngaruh sehingga orang akan menghormati serta segan kepadanya serta dia terpelihara dari segala bencana atas izin Allah Swt.

20. Bagi siapa orang selalu membaca bacaan ayat ini, dia akan dicintai serta dipelihara Allah sebagaimana Dia memelihara Rasulullah Saw.

21. Dengan rajin membaca atau rajin mengamalkan Ayat kursi, Atas izin Allah, dapat terhidarnya dari kecerobohan serta pencuri, sebab akan menjadi benteng.

22. Bagi siapa mengamalkan membaca bacaan Ayat Kursi, dia akan mendapatkan perlindungan serta pertolongan dari Allah, dari hasutan syaitan dan godaan syaitan.

23. Bagi pengamal Ayat Kursi akan memberikan keselamatan saat dalam perjalanan.

24. Bacaan surat ini dibaca secara khusyu’. Niscaya dapat menyebabkan jin serta syaitan terbakar.

25. Apabila berpindahan rumah baru, maka saat malam pertama kamu menduduki rumah baru itu, maka bacalah ayat ini sebanyak 100x. insyaAllah keluarga terhindarnya dari gangguan lahir serta batin.

26. Bagi siapa membaca bacaan ayat ini sesudah sholat wajib, insya Allah dia akan di lindungi Allah hingga sholat yang lain.

27. Abi Qutadah berkata, Rasullullah bersabda :

Bagi siapa membaca bacaan ayat ini, saat hendak tidur malam. Allah akan mengirimkan malaikat untuk memeliharanya hingga pagi.

28. Rasulullah Saw bersabda :

Bagi siapa membacanya sesudah sholat wajib. Maka tidak ada yang bisa menghalangi dia masuk surga kecuali maut (kematian) (HR Thabarani, Nasa’i).

29. Bagi siapa membacanya sebelum keluar rumah. Maka Allah swt akan mengutus ribuan malikat kepadanya, serta mereka memohon ampunan serta mendoakan baginya.

30. Bagi siapa membacanya diakhir sholat, Allah azza wajalla mengendalikan pengambilan rohnya serta dia seperti orang yang berperang dangan Nabi sehingga mati syahid.

31. Bagi siapa membacanya di akhir setiap sholat wajib / fardhu. Allah akan menganugerahkan rahmat padanya.

32. Abdullah bin Amr ra berkata :

Bagi siapa membacanya saat ketika dalam kesempitan. nisyaAllah Allah berkenan untuk memberikan pertolongan-Nya.

33. Syekh Al Bunni berkata :

Bagi siapa membacanya sebanyak hitungan hurus tersebut yakni 170 x. maka insyaAllah  Allah memberikan pertolongan, menunaikan segala hajat, di luaskan rezeki, melapangkan pikiran-pikiranya, dihilangkan dari kedukaan, serta diberikan apa yang telah dituntutnya. (dalam kitab tafsir Al Qudsi).

34. Abdurrahman bin ‘Aur berkata :

Apabila masuk kerumah, lalu bacalah pada 4 penjuru rumah, insyaAllah akan menjadi pengaja serta pendinding dari syaitan. (dalam afsir Al Qudsi).

35. Di antara surat surat di dalam Al Qur’an, salah satunya ialah surah Al  Baqarah, dan diantara ayat dalam surat Al Baqarah yang terbesar yakni Ayat Kursi, maka sesungguhnya syaitan akan melarikan diri dari rumah itu, apabila didalam rumah dibaca surat itu. (dalam kitab Durrulmantsur).

36. Syaikhul Kabir Muhyiddin Ibnu Arabi berkata :

Bagi siapa membacanya hingga1000 x dalam sehari semalam selama 40 hari. Demi Allah, demi Rasulullah serta demi ayat Al Qur’an. Maka Allah akan membukakan untuknya pandangan rohani, yang dihasilkan yang dimaksud serta diberi pengaruh pada manusia (hormat serta segan). (dalam kibat Khawasul Qur’an).

Itulah mengenai fadhilah, khasiat dan manfaat membaca bacaan Ayat Kursi. Walaupun belum menemukan haditsnya, namun khasiat tersebut dapat diketahui bagi orang yang mengamalkan surat ini, tentu rahasia tersebut diketahui oleh beliau Rasulullah Saw. Maka sangat bagus sekali apabila kita selalu mengamalkan sebagai wirid doa sehari-hari. Adapun dahsyatnya membaca bacaan Ayat Kursi sebagai berikut.

Dahsyatnya Ayat Kursi

Surah Ayat Kursi yang dimulai dari lafadz Lafdzul Jalalah (Allah) serta di akhiri dengan Sifatullah (Al Azhiim). Hal tersebut menandakan bahwa dalam kehidupan harus bersama Allah saat hendak memulai serta mengakhiri dalam sesuatu.

Sungguh menakjubkan sekali, wahai Saudaraku !, betapa sangat dahsyat sekali ayat ini, seandainya kita mampu untuk bersenyawa dengannya, maka terdapat jaminan dari Allah tidak ada kegelisahan, ketakutan, serta kesulitan.

1. Kamu tidak akan takut dengan namanya miskin, sebab ayat ini mampu menjadi sumber kekayaan.

2. Kamu tidak akan takut dengan namanya melarat, sebab ayat ini  akan menghadirkan kelimpahan.

3. Kamu tidak akan takut dengan namanya kekurangan, sebab ayat ini  akan menjadi suatu kecukupan.

4. Kamu tidak akan takut dengan namanya sendirian, sebab ayat ini  akan mampu untuk menjadi teman dimanapun.

5. Kamu tidak akan takut dengan namanya musuh, sebab ayat ini  akan dapat menghadirkan bantuan.

6. Kamu pasti akan mendapatkan apa yang di inginkanya.

Itulah kedahsyatan dari Ayat Kursi, maka marilah bangkitkan untuk meperbaiki hidup serta bersemangat untuk merubah nasib serta hidupkan harapan untuk dapat menjadi orang yang berhasil. Amin.

Ayat Kursi Gudang Kekayaan Allah SWT

Ibnu Abbas berkata bahwa : Rasulullah Saw jika membaca akhir surah Al Baqarah serta Ayat Kursi beliau selalu tersenyum. Dan beliau bersabda :
  Sesungguhnya kedua ayat itu ialah gudang kekayaan Allah yang ada dibawah Arsy.

Terdapat satu ayat dalam Al Qur;an yang tidak terlalu panjang, akan tetapi dapat mencakup dari seluruh Asma serta sifat-sifat-Nya yakni Ayat Kursi. Jika bertanya mengenai mukjizatnya, hal tersebut telah dibuktikan dari para nabi serta rasul, wali, shiddiqin serta juga abdush sholihin sudah membuktikan bermacam ragam mukzijat serta keajaiban dari Ayat Kursi.

Pahala Membaca Ayat Kursi

Telah disebutkan dalam hadits bahwa :

Allah telah menciptakan kursi yang telah dikeliligi 7 langit sert 7 bumi, kursi tersebut bagaikan sebuah lingkarang terdapat di tengah padang luas, yaitu dikirinya terdapat 10.000 kursi serta dikanan terdapat 10,000 kursi. Serta diatas setiap kursi tersebut ada malaikat yang duduk serta mencatat pahala bagi orang yang membaca ayat kursi tersebut. Dan Allah Swt telah memerintahkan pena untuk mencatat  pahalanya. Bagi siapa yang membaca bacaan ayat kursi secara istiqomah. Maka Allah akan memberikan pahala sebesar ayat kursi tersebut di Akhirat nanti.


Itulah beberapa manfaat dan faidah yang terkandung dalam Ayat Kursi, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.
Amiinn Yaa Robbal Alaminn....

Manfaat Menakjubkan yang terkandung dalam Ayat Kursi