Tampilkan postingan dengan label Berita Sulawesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Sulawesi. Tampilkan semua postingan
Dalam satu minggu terakhir, sudah ada tiga kasus kriminalitas di Sumsel yang melibatkan eks narapidana yang baru bebas berkat asimilasi terkait corona. Terbaru, yakni Romli Iskandar (20 tahun) yang kembali ditangkap polisi karena mencuri sepeda motor.

Romli menjadi kasus ketiga dari tindak kriminalitas oleh eks napi yang baru saja dibebaskan. Warga Jalan Patimura, Kecamatan Lubuklinggau Barat, itu kembali ditangkap polisi karena mencuri sebuah sepeda motor.

Kanit Reskrim Kepolisian Sektor Lubuklinggau Barat, Sumsel, Aiptu Faisal, mengatakan kalau aksi pencurian yang dilakukan pelaku ini terjadi Sabtu (11/4) sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, pelaku bersama rekannya berinisial F mencuri sebuah sepeda motor yang tengah terparkir di depan Toko Kupitan, Pasar Inpres Lubuklinggau.

Pelaku melakukan pencurian dengan merusak kunci sepeda motor korban menggunakan kunci T. Setelah mesin motor itu bisa dihidupkan, pelaku langsung membawanya kabur.

Menurut Faisal, Minggu (12/4), kemudian petugas yang melakukan penyelidikan, akhirnya mendapatkan informasi mengenai identitas pelaku. Selanjutnya, tim langsung bergerak untuk menangkap pelaku.

Faisal menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, pelaku diketahui baru saja bebas dari Lapas Lubuklinggau pada 31 Maret 2020 lalu berkat program asimilasi terkait corona dari pemerintah.

Eks narapidana. tertangkap kembali setelah curi motor warga

MAKASSAR SULSEL - Polisi telah mendatangi kamar kos NW (20), mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang meninggal dunia secara misterius saat sedang hamil tua.

Polisi menemukan puluhan saset sisa minuman jus instan di kamar kos korban.

"Kalau bungkusan Jasjus-nya itu banyak. Lumayan banyaklah, ada 15 sampai 20-an saset," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Ramli, Senin (30/12/2019).

Menurut Ramli, puluhan saset jus instan itu diduga dikonsumsi korban, Minggu (29/12) sekitar pukul 00.00 Wita.

Namun, Ramlli mengatakan belum ditemukan indikasi jus instan itu menjadi salah satu penyebab korban pingsan lalu meninggal.

"Hanya saja, menurut keterangan dokter, saya cek ke rumah sakit, bahwa memang selama kehamilan (korban) nggak pernah periksa; yang kedua, memang sudah lama bermasalah itu bagian perutnya dan nggak mau periksa," kata Ramli.

"Jadi menurut visum, kuat dugaan bahwa itu darah tinggi dengan gangguan yang di dalam (kandungan)," sambung Ramli.

"Jadi menurut visum, kuat dugaan bahwa itu darah tinggi dengan gangguan yang di dalam (kandungan)," sambung Ramli.

Ramli mengatakan tidak ada indikasi korban berupaya melakukan aborsi terhadap kandungannya. "Menurut dokter RSUD Haji begitu," katanya.

Sementara itu, ibu kos korban, Eda (51), mengatakan dirinya sempat masuk ke kamar kos korban saat polisi datang. Dia mengaku tak melihat ada darah di lokasi.

"Tidak ada darah atau apa, itu saja bungkusan Jasjus yang diambil sama polisi," kata Eda.

Mahasiswi UNM Makassar Hamil Tua Meninggal Tak Wajar di Kos

MAKASSAR SULSEL- Polisi menangkap seorang ibu-ibu yang diduga memukul wajah siswi SD di Makassar, Sulawesi Selatan, usai video peristiwa pemukulan itu viral. Ibu-ibu tersebut ditangkap di rumahnya.

"Setelah (korban) melapor kita konfirmasi dengan keluarga Daeng Manting (pelaku), kita kumpulkan baket, kami amankan tadi di rumahnya pelaku ini," ujar Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Bondan Wicaksono, pada Minggu (29/12/2019).

Pelaku ditangkap oleh unit Resmob Polsek Biringkanaya, setelah keluarga korban melaporkan tindak pemukulan tersebut.

Hingga kini, pelaku masih berada di Mapolsek Biringkanaya dan menjalani pemeriksaan oleh polisi.

"Sementara ini kita masih jadikan saksi. Kami periksa dulu, kita kumpulkan semua keterangan saksi-saksi di TKP tadi pada saat tadi pagi, setelah itu jika cukup bukti nanti kita tetapkan jadi tersangka," ucap Bondan.

Dia mengatakan ibu-ibu tersebut emosi karena anaknya mengalami benjol di bagian kepala. Bondan menyebut korban awalnya bermain sapu dan tak sengaja mengenai kepala anak pelaku.

"Sempat kami interogasi karena emosi luka anaknya yang ada benjol di kepalanya. Awal mulanya ini pada tanggal sekitar 24 atau 23 sebelum Natal korban ini bermain sapu di ruang kelas, terus secara tidak sengaja sapu ini mengena anak dari Daeng Manting (pelaku) ini, ada juga luka di kepala anaknya ada benjolan di kepala anaknya," ujar Bondan.

Bondan menyebut pelaku dan korban bertemu saat pengambilan rapor di sekolah. Setelah mendengar penjelasan korban, pelaku diduga emos dan memukul korban.

"Setelah itu tadi ketemu saat ambil rapor, konfirmasi ke korban benar korban mengakui bahwa dia memukul tapi tidak sengaja karena saat itu memainkan sapu terkena dari anak dari terduga pelaku jadi menimbuakan luka," jelas Bondan.

"Dikonfirmasi, ditanya-tanya, emosi khilaf hingga akhirnya terjadi pemukulan," lanjutnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang ibu-ibu di sebuah sekolah di Makassar memukul wajah seorang anak diduga siswi SD viral di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik itu tampak seorang ibu-ibu berkerudung biru memukul seorang anak yang sedang duduk di dalam ruangan seperti kelas.

Terlihat ada ibu-ibu lain di dalam ruangan tersebut. Ibu itu sempat bicara dengan anak yang dipukulnya tersebut.

"Kalau ada apa-apanya anak ku, makan makanan yang kau suka," ujar ibu-ibu yang belum terungkap identitasnya.

"Tidak dilihat tante," kata bocah tersebut.

Ibu-ibu tersebut kemudian memukul wajah anak tersebut. Anak itu langsung menangis histeris.

"Jangan dipukul mukanya orang bu, janganki kikasi begitu," kata ibu lainnya.

Seorang Ibu Ditangkap Polisi Usai Pukul Wajah Siswi SD Makassar