Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
KEBUMEN JATENG - Seorang pria di Kebumen, Jawa Tengah tega menyetubuhi anak di bawah umur. Kini tersangka telah diamankan di Mapolres Kebumen.

Tersangka adalah Entus Tiswanto (67) warga Karangsambung, Kebumen. Pria yang sudah menikah itu tega menyetubuhi korban yang masih duduk di sebuah SMP di Kebumen.

"Korban sendiri masih di bawah umur karena masih pelajar SMP dan umurnya baru 14 tahun," kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Sabtu (25/7/2020).

Rudy menjelaskan, korban sering main ke rumah tersangka yang merupakan tetangga korban. Tersangka sendiri sudah menikah puluhan tahun namun belum dikaruniai anak.

Perbuatan bejat tersangka dilakukan pada bulan Mei 2020 lalu di rumah korban, saat rumah korban dalam keadaan sepi. Sebelum menyetubuhi korban, tersangka memaksa dan mengancam, bahkan mengikat dan menyumpal korban.

"Korban dianggap seperti anak sendiri karena tersangka yang sudah lama menikah belum punya anak, namun akhirnya malah jadi korban. Aksinya dilakukan saat semua orang tidak ada di rumah," lanjutnya.

Kasus itu terbongkar setelah korban mengadukan ke orang tuanya tentang apa yang dialaminya. Orang tua korban pun kemudian melaporkan tersangka ke polisi. Tersangka akhirnya dibekuk polisi di rumahnya pada tanggal 16 Juli 2020.

Sementara itu, tersangka menuturkan telah melakukan aksi bejatnya karena terdorong nafsu. Bahkan, ia mengaku telah lima kali menyetubuhi korban.

"Ya karena nafsu, sudah lima kali," jawabnya singkat.

Dari kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen. Tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.

Sumber : m.detik.com

Keji, Kakek Di Kebumen Setubuhi Gadis Dibawah Umur

PEKALONGAN JATENG - Sesosok mayat remaja yang ditemukan bersimbah darah di bantaran Sungai Kota Pekalongan dipastikan korban pembunuhan. Pelakunya tak lain merupakan teman korban yang berdalih ingin memiliki motor korban.

Mayat remaja berinisial A (17) itu ditemukan warga pada Kamis (16/7) pagi. Saat ditemukan kondisi mayat remaja itu bersimbah darah dan ada sebilah pisau yang tergeletak di rerumputan.

Dari penyelidikan polisi diketahui A merupakan warga Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Polisi pun melakukan penyelidikan dan menemukan belasan luka tusuk di tubuh korban.

"Meninggalnya karena dibunuh. Dari keterangan Dokkes Polda Jateng tadi, ada 11 tusukan di tubuh korban," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez saat ditemui wartawan di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Kamis (16/7/2020).

"Delapan di leher, satu di perut, satu di punggung dan satu di tangan," tambahnya.

Dari keterangan keluarga, korban sempat pamit kepada ibunya dan pergi bersama dua orang temannya berjenis kelamin pria dan wanita. Ketiganya lalu berbonceng tiga dengan mengendarai motor korban pada Rabu (15/7) petang.

"Biasa minta uang jajan dan pergi bawa motor bersama dua temannya, satu motor. Dua temanya satu cewek dan satu cowok, tapi satu motor," kata paman korban Nurokhman (42) saat ditemui wartawan di RSUD Bendan, Kamis (16/07).

Berbekal keterangan itu, polisi lalu mencari jejak teman korban yang diketahui berinisial KN (17) dan S (16) itu. Keduanya ternyata sepasang kekasih. Tak butuh waktu lama, keduanya langsung diamankan pada tengah malam di kawasan Stadion Hoegeng Kraton Pekalongan.

Petunjuk pembunuhan itu tak lain adalah motor korban. KN ditangkap dengan barang bukti motor Honda Beat milik korban. Tak hanya itu, motor korban itu ternyata sempat ditawarkan KN di grup jual-beli di Facebook seharga Rp 4,5 juta.

KN mengaku tega menghabisi nyawa temannya karena mengincar sepeda motor tersebut. Pria yang tampak memiliki tato di wajah itu mengaku ingin hura-hura dan menikahi kekasihnya S.

"(Korban) Teman SMP, karena pengin motor untuk dijual. Untuk hura-hura, dan menikah," kata KN yang terus menunduk saat jumpa pers di Mapolres Pekalongan Kota kemarin.

Polisi pun masih mendalami peran S dalam pembunuhan tersebut. Hingga saat ini polisi baru menetapkan KN sebagai tersangka pembunuhan sadis itu.

"Masih pengembangan. Ada saksi yang mengetahui dan turut serta dalam tindak pidana ini. Masih pengembangan," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez kemarin.

Atas perbuatannya KN dijerat denganpasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian denganke kerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Pria berambut cepak itu pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber : m.detik.com

Gegara Motor, Remaja Di Pekalongan Tega Bunuh Temannya

BANJARNEGARA JATENG - Dua orang oknum PNS bukan pasangan suami istri (pasutri) terjaring razia Satpol PP saat berduaan di kamar hotel di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dua PNS itu tertangkap basah tengah berduaan di kamar hotel saat jam kerja.

"Saat kami melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat), pada Kamis (16/7) mendapati 6 pasangan bukan suami istri. Satu di antaranya adalah pasangan bukan suami istri yang merupakan oknum PNS," kata Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo saat ditemui di kantornya, Jumat (17/7/2020).

Esti menjelaskan, dua PNS itu kedapatan berada di dalam satu kamar di salah satu hotel pada pukul 09.30 WIB. Saat petugas akan memeriksa ke dalam kamar, kondisi pintu kamar terkunci.

"Saat petugas masuk ke kamar, kondisinya lengkap keduanya berbusana. Tetapi saat petugas akan masuk bersama pengelola hotel, pintu kamar sempat terkunci. Untuk alat bukti lain saat ini masih kita dalami," ujarnya.

Dari pengakuan awal, lanjutnya, dua oknum PNS tersebut beralasan tengah melakukan konsultasi. Yakni terkait pendaftaran masuk ke perguruan tinggi.

"Pengakuan mereka katanya sedang konsultasi terkait masuk perguruan tinggi. Tetapi ini masih dimintai keterangan lebih lanjut," kata Esti.

Menurut Esti, dua PNS itu akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarnegara setelah selesai dilakukan pemeriksaan di kantornya. Karena, dua PNS itu berada di hotel saat jam kerja.

"Terkait kode etik nantinya kami serahkan ke BKD. Dan untuk 5 pasangan lain, kami minta untuk melakukan apel di kantor Satpol PP," imbuhnya.

Sumber : m.detik.com

Dua PNS Di Banjarnegara Terjaring Razia Di Hotel

PEKALONGAN JATENG - Remaja berinisial A yang ditemukan tewas di bantaran Sungai Klego, Kota Pekalongan, Jawa Tengah diduga korban pembunuhan. Polisi menemukan 11 luka tusukan di tubuh korban.

"Meninggalnya karena dibunuh. Dari keterangan Dokkes Polda Jateng tadi, ada 11 tusukan di tubuh korban," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez saat dihubungi di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Kamis (16/7/2020).

"Delapan di leher, satu di perut, satu di punggung dan satu di tangan," tambahnya.

Egy menyebut pihaknya masih mencari petunjuk terkait pembunuhan ini. Tim juga sudah dikerahkan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

"Masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Doakan saja cepat terungkap," kata Egy.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat ABG ditemukan telungkup bersimbah darah di bantaran Sungai Klego, pada pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB. Mayatnya ditemukan oleh warga yang sedang mencari kroto atau telur semut.

Korban diketahui bernama Muhamd Arya Sofa (15) warga Pekalongan Timur. Keluarga korban yang datang ke lokasi juga telah memastikan korban merupakan salah satu anggota keluarganya.

"Itu benar yang menjadi korban keponakan saya. Ini kita lagi ambil proses pengambilan jenazah," kata paman korban Nurokhman (42) di kamar jenazah RSUD Bendan, Kota Pekalongan.

Sumber : m.detik.com

Remaja Di Pekalongan Tewas Dengan Bekas Luka Tusukan Di Tubuh

REMBANG JATENG - Warga Desa Punjulharjo, Kecamatan kota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah digegerkan dengan temuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan dalam kondisi hampir membusuk. Mayat nenek itu ditemukan di lahan kosong dekat area tambak desa setempat siang tadi.

Belakangan, mayat itu diketahui bernama Murjiati (80) warga Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang. Plt Kapolsek Lasem Iptu Arif Kristiawan menjelaskan awalnya mendapatkan laporan adanya warga yang menemukan sesosok mayat sekitar pukul 11.30 WIB.

"Polsek Lasem menerima laporan dari Kepala Desa Dorokandang perihal penemuan mayat warga desanya. Kemudian kami bersama anggota reskrim dan Puskesmas Lasem mendatangi TKP," kata Arif kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Arif menyebut lokasi penemuan jenazah berada di wilayah hukum Polsek Rembang Kota, sehingga penanganan kasus dilimpahkan kepada pihak Polsek setempat.

Terpisah, Kapolsek Rembang kota AKP Didik Dwi Susanto menjelaskan korban yang sudah lanjut usia diduga mengalami pikun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban keluar rumah sejak 10 hari yang lalu.

"Keterangan keluarga keluar rumah sudah 10 hari lalu, karena sekian hari nggak pulang kemungkinan tidak makan sakit akhirnya meninggal mas," kata Didik saat dihubungi.

Berdasarkan pemeriksaan pihak Puskesmas pun, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga telah meninggal 10 hari yang lalu.

"Intinya tidak ada tanda-tanda kekerasan, jadi meninggal karena mungkin sakit atau lapar karena pikun tidak bisa pulang ke rumah," jelasnya.

Sumber : m.detik.com

Hilang Berhari-hari, Nenek Di Rembang Ditemukan Tewas Hampir Membusuk

REMBANG JATENG - Ucapan bela sungkawa atas wafatnya Ketua DPRD Rembang, KH Majid Kamil MZ, terus berdatangan. Karangan bunga pun berjejer di kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Rembang.

Berdasarkan pantauan, karangan bunga datang dari berbagai tokoh maupun partai politik. Karangan bunga sendiri mulai berdatangan sejak Senin (13/7/2020) pagi hingga sore ini.

Namun, suasana rumah duka pria yang akrab disapa Gus Kamil itu tampak sepi aktivitas. Hanya tamu tertentu saja yang dapat melayat masuk ke dalam rumah Gus Kamil.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku dirinya juga telah datang ke rumah duka di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. Ia mengaku datang bersama jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Tadi barusan ini saya pulang dari sana. Sama jajaran pengurus partai, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kami. Tapi tadi cuma terbatas, dan nampaknya tidak dibuka secara umum bagi pelayat," paparnya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Salah seorang santri ndalem, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Asrofi, menyebut pihak keluarga masih cukup syok atas meninggalnya Gus Kamil, yang juga merupakan putra dari KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

"Masih syok, pastinya iya (rumah terbatas untuk tamu pelayat)," kata Asrofi saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan singkat.

Tak hanya di rumah duka, karangan bunga ucapan bela sungkawa juga nampak terlihat di sekitaran gedung DPRD Kabupaten Rembang. Bahkan, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang simbol berduka.

Diberitakan sebelumnya, Gus Kamil meninggal dunia di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Minggu (12/7). Jenazah Gus Kamil langsung dimakamkan pada dini hari tadi menggunakan protokol virus Corona.

Gus Kamil merupakan anak ketiga dari mendiang Mbah Moen. Sebelum meninggal, dia dirawat sejak 6 Juli lalu di rumah sakit tersebut. Dari uji swab terkonfirmasi bahwa Gus Kamil positif virus Corona.

Sumber : m.detik.com

Innalilahi... Gus Kamil Dari Pesantren Al-Anwar Sarang Meninggal

KEBUMEN JATENG - Warga Kebumen, Jawa Tengah dikejutkan penemuan bayi yang dimasukkan dalam tas. Saat ditemukan, bayi masih dalam keadaan hidup dan langsung dibawa ke rumah bidan setempat untuk mendapatkan perawatan.

Warga RT 04/ RW 03 Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen, dikejutkan dengan penemuan bayi pada Senin (13/7) pagi. "Betul, bayinya berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan oleh saudara Wahid Nurudin tadi pagi," ungkap Kapolsek Klirong, AKP Diyono ketika dihubungi wartawan, Senin (13/7/2020).

Diyono menjelaskan sebelum ditemukan, bayi dengan panjang 48 cm dan berat 2,5 kg itu ditemukan oleh Wahid Nurudin saat hendak membuka warungnya. Ketika itu Wahid melihat ada sebuah tas warna hitam bermotif batik di atas jembatan bambu di depan warungnya.

"Setelah dibuka, tas tersebut berisi bayi berjenis kelamin laki-laki posisi hidup, selanjutnya yang bersangkutan membawa bayi tersebut ke rumahnya dan menghubungi perangkat dan Kades Tanggulangin dilanjutkan ke Polsek Klirong, Koramil Klirong dan Puskesmas Klirong II," jelasnya.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung merapat ke lokasi dan bayi yang diperkirakan baru berumur tiga hari tersebut langsung mendapatkan perawatan medis dari bidan desa setempat. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan petugas polisi.

"Sampai saat ini bayi tersebut masih dirawat oleh Bu Bidan Wiji Hastuti dan kami akan menyelidiki lebih lanjut kasus ini untuk mencari siapa orang tua bayi tersebut," pungkasnya.

Sumber rujukan : m.detik.com

Gempar, Warga Kebumen Temukan Bayi Masih Hidup di Dalam Tas

SOLO - Kabar duka, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Syamsul Bahri meninggal dunia di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo. Warga Solo itu meninggal usai dinyatakan positif COVID-19.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih. "Iya, meninggal dunia setelah dinyatakan positif," kata Ning saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/7/2020).

Sekretaris DPD Golkar Solo, Bandung Joko Suryono juga membenarkan kabar tersebut. Syamsul Bahri diketahui sempat melakukan perjalanan ke Jawa Timur.

"Betul, kabarnya sempat ke Jawa Timur, lalu langsung ke Moewardi. Di sana dites, positif," kata Bandung saat dihubungi wartawan.

Bandung mengatakan Syamsul Bahri dalam Pileg 2019 lalu terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar Dia merupakan warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

"Dia anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar. Rumahnya di Sumber," ujar dia. "Dia anggota DPRD Jawa Tengah. Rumahnya di Sumber," lanjut Bandung.

Hingga Minggu (12/7) kemarin, Kota Solo mencatatkan penambahan 18 kasus. Jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Solo menjadi 63 orang positif dengan rincian 22 dirawat, 4 meninggal dan 37 sembuh. Gugus Tugas COVID-19 Kota Solo menyebut saat ini Solo masuk zona hitam Corona.

Dengan meninggalnya Syamsul Bahri, maka jumlah kematian karena COVID-19 di Solo bertambah menjadi 5 orang. Terakhir kali Pemkot Solo mencatatkan kasus kematian karena positif COVID-19, yakni pada 29 April 2020 lalu.

Sumber rujukan : m.detik.com

Kabar Duka, Anggota DPRD Jawa Tengah Meninggal Terpapar Covid-19