Social Items

Tampilkan postingan dengan label Alam Ruh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam Ruh. Tampilkan semua postingan
Kehidupan Dunia adalah alam yang kita tempati saat ini, alam yang telah disiapkan oleh Allah Swt sebagai tempat untuk manusia beribadah kepada-Nya.


Alam dunia adalah alam ujian bagi manusia untuk membuktikan perkataannya ketika berada di alam ruh (Al- A’raaf : 172) apakah mereka masih beriman ataukah malah berkhianat.

Alam ini pun sebagai alam perlombaan manusia untuk menunjukan tingkat derajat keimanan dan ketakwaannya serta berlomba untuk berbuat amal baik kepala Sang Pencipta.

Namun halnya, bahwa manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah luput dari khilap atau salah maka Allah Berfirman dalam surah Al- Mulk ayat 2:

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”


Allah Maha Perkasa dan Maha Pengampun, kedua sifat Allah Swt ini menekankan bahwa Allah Swt lah yang bisa menjadikan seseorang mati dan Allah lah yang akan menghidupkannya, seperti halnya janin yang sebelum berumur 40 hari, maka ketika berumur 40 hari Allah menghidupkan janin itu dengan meniupkannya ruh dan ketika Alam akhirat tiba Allah akan membangkitkan manusia dari kuburnya.

Allah pun maha perkasa dengan bisa membuat orang mati, yaitu ketika kiamat terjadi, manusia meninggal dan sebagainya. Allah Maha Pengampun, Manusia tempatnya dosa dan salah sehingga jika manusia bertobat dengan sungguh-sungguh dan mengakui kesalahan, maka Allah akan menghapus kesalahannya dan menjadikan amal baik baginya.

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.”

Yang dimaksud dengan dua jalan ialah jalan kebajikan dan jalan kejahatan. Jalan yang bisa dilakukan manusia di dunia, jalan yang menentukan akhir dari perjalan hidup manusia, jalan yang menentukan Surga atau Neraka.

Hai manusia, Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya.”

Maksud dari firman Allah Swt dalam surah Al Insyiqaaq ayat 6 di atas adalah manusia di dunia itu baik disadarinya atau tidak akan dalam perjalanan kepada Tuhannya.

Dan tidak dapat tidak dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik dalam menjalankan hidupnya di dunia. Yakinlah jika di hari Pembalasan nanti manusia akan bertemu Zat Allah Yang Maha Raja, Raja yang menguasai hari Akhir.

Sehingga sadarlah dan berbuat baiklah dari sekarang jangan sampai terus-terusan berbuat dosa dan mungkar. Allah adalah zat Yang Maha Pengampun, maka mohon ampunlah dari saat ini dan kedepan.

Dan ingatlah bahwa kesenangan dunia itu adalah sementara, jangan sampai terbuai oleh kesenangan dunia yang maya dan sesaat ini. Namun bukan berarti manusia tidak boleh menikmati hidup dunia dan mengejar dunia.

Manusia juga harus mengejar hidupnya di dunia agar bahagia, karena yang mendorong manusia dapat beriman dan bertakwa ternyata adalah kehidupan dunianya, seperti harta, pekerjaan dan sebagainya.

Seperti yang sering manusia do’a kan, yaitu doa sapu jagad, yang maknanya kurang lebih begini ‘ Ya Rabb berikanlah kehidupan yang baik di dunia ini dan kehidupan akhirat pun berikan yang terbaik dan jauhkanlah aku dari neraka yang pedih.’

Firman Allah Swt dalah surah Al- Hadid ayat: 20

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” 

Wallohua'lam Bisshowab

Kehidupan Manusia di Alam Dunia Sebelum Ke Alam Barzah

Alam Arham adalah ketika manusia berada di Rahim ibunya. Arham adalah bentuk jamak dari kata “rahim”. Rahim berarti kasih sayang. Alam arham adalah suatu alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Saat di alam arham ini, sejak itulah terjalin kasih sayang yang disebut silaturahim.


Sebelum rahim itu ditempelkan kepada manusia, sebelum ditempelkan kepada manusia rasa kasih sayang Allah itu di sifat rahim tersebut, maka dia (rahim) berbicara kepada Allah:
 “Tuhan, inilah saatnya aku berlindung kepada-Mu dari putusnya tali kasih sayang.

Dijawab oleh Allah,
Ketahuilah wahai rahim, Aku akan terhubungkan dengan orang yang menghubungkan denganmu, dan Aku akan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu.” (Hadits Qudsi)

Ketika durhaka terhadap ibu kita, maka berarti kita putus dari rahmat Allah. Ketika bermusuhan dengan saudara kita, berarti kita putus dengan rahmat Allah. Karena itulah, seperti diinformasikan Alquran, bahwa dosa kedua sesudah durhaka kepada Allah adalah dosa memutuskan silaturahim.

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi". (Q.S. Al-Baqarah: 27)

Dosa pertama manusia adalah mengingkari janji dengan Allah. Jika orang tersebut mulanya bertauhid tapi kemudian syirik, maka itu berarti dia melanggar janji dengan Allah. Semua ibadah yang dia lakukan menjadi tidak berarti. Dosa kedua adalah memutuskan apa yang diperintahkan oelh Allah untuk dihubungkan, yaitu silaturahim.

Informasi dari Alquran mengenai alam rahim adalah sebagai berikut:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (Q.S. Al-Mu’minun: 12-14)

Ketika di dalam rahim ibu, jasad kita diciptakan dalam 7 tahap.
Pertama, saripati tanah.
Kedua, nuthfah (air mani yang bercampur dengan telur).
Ketiga, ‘alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim).
Keempat, mudgah (segumpla daging yang warnanya merah kehitam-hitaman).
Kelima, tulang-belulang.
Keenam, tulang itu dibungkus oleh daging. Ketujuh, diberi bentuk lain, maksudnya dia tidak sama dengan bapaknya, tidak sama dengan ibunya, tidak sama dengan orang yang lain, sehingga tak ada manusia yang sama. Jangankan wajahnya, jangankan organ tubuhnya, bahkan sidik jarinya pun berbeda.

Dalam suatu buku berjudul “Al-Arqam wa Tarqim fil Qur’anil Karim (Angka dan Bilangan dalam Al-Qur’an)” diuraikan, bahwa al-insaan (dalam bahasa Arab) yang artinya adalah manusia jumlah hurufnya adalah 7 (alif, lam, alif, nun, sin, alif, nun). Mengapa al-insan itu terdiri dari 7 huruf? Karena manusia diciptakan dalam rahim melalui 7 tahap. Kemudian dia hidup di alam dunia 7 hari dalam sepekan.

Nanti setelah meninggal dunia, maka 7 alam lagi yang akan dijalani manusia, yaitu sakaratul maut, alam barzah, kiamat, yaumul ba’ats, yaumul mahsyar, neraka, dan, surga.

Karena itulah, ibadah haji itu serba tujuh: thawaf 7 putaran, sa’i 7 kali bolak-balik antara Shafa dan Marwa, melontar Jamrah 7 kali. Jadi semua ini sudah diatur secara sistematis oleh Allah.

Disebutkan juga di buku tersebut, bahwa manusia berada di antara pengaruh dua makhluk, sebelah kanannya malaikat, sebelah kirinya setan. Setan di dalam bahasa Arab adalah asy-syaithaanu. Malaikat bahasa Arabnya adalah al-malaaikatu. Jumlah huruf kedua-duanya sama-sama 7 huruf. Al-malaaikatu (alif, lam, mim alif hamzah, kaf, ta) dan Asy-syaithaanu (alif, lam, syin, ya, tha, alif, nun).

Selanjutnya dalam buku itu juga disebutkan, bahwa kata-kata al-malaaikat dan kata-kata asy-syaithaan itu di Alquran terulang sama banyaknya, yaitu sama-sama 89 kali. Selanjutnya, masing-masing mempengaruhi manusia dengan 7 cara pula. Malaikat mempengaruhi manusia melalui 7 cara, dan setan pun menyesatkan manusia melalui 7 cara.

Setelah bentuk lain sempurna (seluruh organ tubuh manusia sempurna), disebutkan di dalam Alquran:

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud". (Q.S. Al-Hijr: 29)

Pada usia berapakah ruh tersebut ditiupkan? Di Alquran memang tidak disebutkan, tetapi di hadis disebutkan, yaitu pada usia 4 bulan (120 hari). Karena itulah, ibu-ibu yang hamil ketika 4 bulan mulai terasa di perutnya. Ketika itulah baru disebut manusia.

Jadi, penggabungan ruh dan jasad itu terjadi di alam rahim. Karena manusia itu diciptakan dari dua komponen super, yaitu ruhnya dari Allah dan jasadnya dari tanah, maka manusia terikat dengan pemenuhan kebutuhan ruhani dan jasmani.

Perkembangan kejadian jasad 7 tahap menjadi sempurna sesudah 4 bulan Allah meniupkan ruh-Nya, maka jadilah manusia sebagai makhluk yang mono-dualistik (dua komponen dalam satu diri), yaitu komponen Ilahiah berupa ruh dan komponen benda berupa jasad.

Manusia menjadi hidup karena bergabungnya ruh dengan jasad. Begitu ruh keluar dari jasad, berarti manusia mati. Jasmani manusia asalnya tanah, jenisnya materi, sifatnya syahadah, kondisinya berubah dan rusak, masanya di dunia saja, kebutuhannya santapan jasmani, nilai ukuran santapan jasmani adalah uang. Ruhani manusia asalnya dari cahaya Allah, jenisnya immateri (bukan benda), sifatnya gaib, kondisinya kekal, masa hidupnya dunia sampai akhirat, kebutuhannya santapan ruhani, nilai ukurannya adalah pahala.

Semakin banyak pahala yang diproduksi dari iman dan amal shalaeh, maka akan semakin bahagia ruhnya. Semakin mampu manusia memproduksi uang, maka semakin terpenuhi kesempurnaan kebutuhan jasmaninya, sehingga semakin bahagia jasadnya. Tapi yang patut diingat, uang itu berguna untuk jasad yaitu selama jasad itu hidup, sedangkan jasad itu hanya hidup di dunia. Jadi, yang banyak uangnya bisa bahagia, namun hanya di dunia. Baru bahagia akhiratnya jika uangnya diubah menjadi pahala, seperti diinfakkan, dizakatkan, dan disedekahkan.

Sesudah digabungkan ruh dan jasad di alam rahim, lalu oleh Allah diberi hidayah (petunjuk). Di dalam Alquran disebutkan, bahwa Allah menciptakan manusia untuk mengujinya:

"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q.S. Al-Insaan: 1-3)

Maka Allah memberikan petunjuk kepada manusia, yaitu: Pertama, hidayatul wujdan (naluri). Kedua, hidayatul hawaas (indera). Ketiga, hidayatul ‘aqli (akal atau logika). Keempat, hidayatud-diin (petunjuk agama atau iman).

Binatang diberikan petunjuk oleh Allah berupa hidayatul wujdan (naluri). Binatang tergerak mencari makan melalui nalurinya. Dia merasa ada bahaya, dia harus menghindar dari bahaya tersebut karena nalurinya. Hidayatul wujdan ini diberikan kepada binatang, tumbuh-tumbuhan, dan manusia.

Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul hawaas (indera), yaitu berupa pendengaran, penglihatan, perabaan, pencicipan, dan penciuman. Indera ini diberikan kepada binatang dan manusia, sedangkan tumbuh-tumbuhan tidak.

Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul ‘aqli (logika/akal). Di sini berlaku hukum sebab-akibat. Indera begitu terbatas, sehingga akal menyempurnakannya. Misalkan, mata kita bisa saja melihat sesuatu yang itu bukanlah realitas sebenarnya.

Alam ini bukan yang nyata saja, melainkan juga ada yang gaib. Untuk yang gaib, maka turunlah wahyu dari Allah kepada para Rasul, yaitu disampaikan bahwa di balik alam yang nyata dan tampak ini, maka Yang Gaib dan Yang Menciptakannya adalah Allah. Maka, orang yang menerima petunjuk itu disebut hidayatud-diin (petunjuk agama), yang kemudian jadilah iman.

Ketika Allah memberikan akal, maka kepada orang kafir juga diberikan. Tetapi hidayatud-diin (petunjuk agama) hanya diberikan kepada orang yang beriman.

Ketika di alam rahim itu ditetapkan oleh Allah qadar (ukuran), yaitu rencana Allah kepada manusia. Ada empat qadar yang ditetapkan oleh Allah, yaitu: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara. Hal ini termaktub di dalam Alquran:

"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". (Q.S. 65 Ath-Thalaaq: 3)

"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku", (Q.S. 33 Al-Ahzaab: 38)

"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Q.S. 57 Al-Hadiid: 22-23)

Qadar manusia itu ada dua macam, yaitu ada khair (baik) dan syar (buruk). Baik dan buruk dalam qadar tersebut berdasarkan pandangan dan ukuran manusia. Contohnya yang baik adalah kaya, sedangkan yang buruk itu adalah miskin. Yang baik itu pintar, yang buruk itu bodoh, dan sebagainya. Jadi, semuanya sudah direncanakan oleh Allah bagi masing-masing manusia, yaitu sakitnya kapan, sehatnya kapan, kayanya berapa, miskinnya berapa, dan sebagainya. Inilah program dari Allah.

Dalam hal ini, kepada manusia diperintahkan untuk berusaha dan berdoa. Allah berfirman:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Wallohua'lam Bisshowab

Kehidupan Manusia di Alam Rahim (Kandungan) sebelum ke Alam Dunia

Berikut ini merupakan 5 macam Alam yang akan kita lalui dalam proses kehidupan manusia, yang semoga sedikit penjelasan ini akan membuat kita Introspeksi diri yang insyaallah semakin mendekatkan kita pada sang Khaliq (Pencipta). Adapun 5 macam Alam itu, yaitu sebagai berikut :

1. ALAM RUH


Manusia terdiri dari 2 kepribadian, yaitu pribadi Ruh dan pribadi Jasad, oleh karena itu secara teoritis dia bisa hidup dalam dua alam, yaitu alam roh dan alam duniawi. Pada awalnya sebelum kita terlahir di Dunia yang penuh dengan kisah, cerita susah atau senang dimana dunia penuh dengan hiasan, godaan dan ujian bagi setiap manusia.

2.ALAM RAHIM (KANDUNGAN)


Alam rahim adalah masa perpindahan sejak pertama dalam tulang sulbi para ayah dan rahim para ibu sebelum dilahirkan dimana masa kehidupan manusia sejak dalam tulang sulbi ayah dan rahim ibu sebelum dilahirkan. Ketika Allah SWT menciptakan Adam a.s.

Dia menyimpankan zurriyat di tulang punggungnya yaitu kaum “ahli kanan” (ahlulyamin) dan kaum ahli kiri (ahlul-syimal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua zurriyat ini dari tulang punggung Adam a.s. pada hari mitsaaq (hari pengambilan janji manusia untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah SWT di Na'man, sebuah lembah yang dekat padang Arafah). 

Mengenai hal ini Allah swt berfirman dalam surah al-A’raf ayat 172:

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Benar (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (anak-anak Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".

Dalam surah Al-Mursalaat, juz keduapuluh sembilan, ayat 20 hingga 23 Allah Ta'ala berfirman.
Yang artinya : 

"Bukankah kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit (hina) dipandang orang. Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh (rahim ibu). Serta Kami tentukan keadaanya, maka Kamilah sebaik-baik yang berkuasa menentukan dan melakukan tiap-tiap sesuatu".


Dalam surah Al-Mu'minun,juz kelapan belas ayat 12, 13 & 14, Allah Ta'ala berfirman :

"Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari pati yang berasal dari tanah. (Pati yang berasal dari tanah, ialah pati makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tanaman yang tumbuh di bumi).Kemudian Kami jadikan pati itu setitis air benih (air mani), pada tempat penetapan yang kukuh. Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa ketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang, kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya (keadaannya yang asal serta ditiupkan roh padanya). Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik baik Pencipta".

Dalam surah Al-'Imran, juz ketiga ayat 6, Allah Ta'ala berfirman :

"Dia lah yang membentuk rupa kamu dalam rahim (ibu kamu) sebagaimana yang dikehendakiNya. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana."

3.ALAM DUNIA


Alam Dunia adalah Masa kehidupan di dunia sejak dilahirkan dan diwafatkan oleh Allah SWT, dimana proses perpindahan dari Alam Rahim ke Alam Dunia bukanlah hal yang gampang. Selama sembilan bulan di alam rahim itu, janin tumbuh dan membentuk diri sehingga menjadi bentuk yang sempurna.

Dengan izin Allah SWT kita terlahir ke dunia ini dengan perjuangan ibu yang melahirkan kita antara hidup dan mati. Al-Quran menyebut perjuangan itu dengan istilah “wahnan ‘ala wahnin” (kelemahan di atas kelemahan), saking sakitnya proses melahirkan itu. Hanya karena izin Allah SWT kita bisa selamat terlahir ke dunia hingga hidup seperti sekarang ini.

Alloh berfirman :

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari (sari) tanah. Kemudian Kami jadikan (sari tanah) itu air mani yang tersimpan dalam tempat yang kukuh (rahim). Lalu Kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu gumpalan darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan Kami jadikan gumpalan daging itu tulang belulang, lalu Kami lapisi tulang belulang itu dengan daging. Kemudian Kami bentuk ia jadi mahluk yang lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta." (QS: Al-Mu’minun: 12-14.)

Di alam dunia ini kita juga melalui proses pertumbuhan dari tahun ke tahun. Ibnu Jauzi telah membagikan umur manusia pada lima masa:

1. Masa kanak-kanak; dari sejak dilahirkan hingga mencapai umur lima belas tahun.
2. Masa muda; dari umur limabelas tahun hingga umur tigapuluh lima tahun.
3. Masa dewasa; dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun.
4. Masa tua; dari umur limapuluh tahun hingga umur tujuh puluh tahun.
5. Masa usia lanjut; dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang ditentukan oleh Allah SWT.

Pada tahap masa kanak-kanak berlaku masa keringanan dari Allah SWT yaitu belum adanya taklif (beban kewajiban) untuk mengerjakan solat dan puasa ataupun ibadah lainnya. Orang-orang yang sudah baligh atau sudah dewasa diwajibkan menyuruh mereka mengerjakannya karena kebaikan dan amal soleh dari anak yang belum baligh selain menjadi amal kebaikannya juga akan menjadi catatan pahala bagi ibu-bapanya selama kedua orang tuanya memperhatikan pendidikan dan pengasuhannya.

 Jika anak telah mencapai masa baligh dan telah sempurna akalnya maka ia telah menjadi mukallaf. Saat itulah segala kewajiban agama telah berlaku atas dirinya.
Pada tahap masa muda terjadi banyak perubahan baik fisik maupun non-fisik. Pada masa ini akan dipenuhi dengan semangat dan kekuatan serta memuncaknya vitalitas. 

Masa muda ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal dan serta kebaikan. Namun kecenderungan yang terjadi adalah sebagian besar memanfaatkannya untuk pemuasan nafsu keduniaan. 

Dalam hal ini Rasullullah saw telah mengingatkan: 
"Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu." (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi'ddunia, Ibnul-Mubarrak). 

"Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:
1. Tentang nya, untuk apa dihabiskan
2. Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
3. Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan.
4. Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. (HR. Tirmidzi).

4.ALAM BARZAH(KUBUR)


Alam kubur disebut juga dengan alam Barzakh. Ketika manusia meninggal, mereka akan menempati alam ini sampai hari kiamat tiba. Alam barzah adalah suatu dunia lain yang dimasuki seseorang setelah meninggal dunia untuk menunggu datangnya kebangkitan kembali pada hari kiamat. 

Pada alam kubur akan datang malaikat mungkar dan nakir untuk memberikan pertanyaan seputar keimanan dan amal perbuatan kita. Jika kita beriman dan termasuk orang baik, maka di dalam kubur akan mendapatkan nikmat kubur yang sangat menyenangkan daripada nikmat duniawi, sedangkan sebaliknya bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, siksa kubur praneraka yang pedih sudah menanti di depan mata.

Alam Barzah adalah kurun waktu (periode) di antara saat kematian manusia di dunia ini dengan saat pembangkitan (dihidupkannya kembali) manusia di Hari Pembalasan. Kita tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam periode ini. Namun demikian, kita dapat menyimak dari berbagai ayat didalam kitab suci Al-Qur-an dan Hadits Nabi Muhammad SAW mengenai periode ini. 

Sebagai contoh, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-An’aam Ayat 93 :

Jika saja kamu dapat melihat betapa dahsyatnya saat orang-orang zalim didalam sakaratul maut, Para malaikat memukul dengan tangan mereka (seraya berkata), “Keluarkanlah nyawamu! Di hari ini kamu akan dibalas dengan siksa yang menghinakan; karena perkataan-perkataanmu yang selama ini kamu ucapkan perihal Allah yang tidak benar, dan kamu selalu sombong terhadap petunjuk (ayat-ayat)-Nya.”

Jelaslah dari ayat ini bahwa manusia bisa mendapatkan hukuman diwaktu kematian mereka. Dan dalam sebuah hadits Asma bin Abu Bakar RA meriwayatkan:

"bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW menasehati umat dan menjelaskan perihal siksa kubur. Ketika beliau menjelaskan hal ini, semua orang beriman mulai menangis dengan kerasnya, sehingga terciptalah suasana seperti berbaurnya beraneka-ragam ratap-tangis". (Bukhari).

5.ALAM AKHIRAT


Alam akhirat adalah Masa kehidupan di alam yang kekal dalam kenikmatan syurga atau dalam kepedihan neraka. Seseorang tidak mungkin memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai persoalan-persoalan yang belum ia alami atau belum mengetahuinya secara hudhuri, atau belum ia sentuh dengan indranya. 

Berangkat dari kenyataan ini, kita tidak dapat meyakini hakikat alam akhirat dan keadaan-keadaannya secara detail dan sempurna, kita juga tidak dapat menyingkap hakikat-hakikatnya. Meski begitu, kita bisa mengetahui sifat-sifat akhirat melalui akal atau wahyu. Adapun sarana untuk mengetahui sifat-sifat tersebut kita dapat mengenalnya melalui ciri-ciri dari alam akhirat, yaitu :

1. Alam akhirat bersifat kekal dan abadi
2. Alam akhirat merupakan wadah yang pasti untuk terealisasinya kenikmatan dan kasih sayang yang seutuhnya, tanpa ada kesusahan dan kelelahan di dalamnya, sehingga orang-orang yang telah mencapai tingkat kesempurnaan insaninya dapat menikmati kebahagiaan itu. 

Alam tersebut tidak dicemari oleh maksiat dan penyelewengan apapun. Berbeda dengan dunia yang di dalamnya kebahagiaan yang seutuhnya tidak mungkin terwujud. Yang hanya terwujd di dunia adalah kebahagiaan semu dan bercampur dengan berbagai kesulitan dan kesengsaraan.

3. Alam akhirat setidaknya meliputi dua bagian yang terpisah, yang pertama adalah rahmat, dan yang kedua adalah siksa, sehingga dapat dibedakan orang-orang yang baik dari orang-orang yang jahat, dan masing-masing mendapatkan balasan perbuatannya.Kedua bagian ini biasa dikenal dalam syariat dengan istilah surga dan neraka.

4. Alam akhirat itu luas sehingga bisa menampung pahala dan siksa bagi seluruh umat manusia atas segala apa yang mereka lakukan, berupa amal baik dan amal buruk. Misalnya, ketika seseorang melakukan pembunuhan atas jutaan manusia yang tidak bersalah, hukuman siksa terhadapnya semestinya bisa terjadi di alam itu.

Begitu pula sebaliknya, jika seseorang menyelamatkan nyawa jutaan umat manusia, ia dapat menerima pahala setimpal yang terdapat di alam tersebut.

5. Alam akhirat itu merupakan tempat pembalasan, bukan tempat pembebanan tugas dan tanggung jawab.

Wallohua'lam Bisshowab

Proses Perjalanan Ruh Manusia ke pada 5 Alam yang berbeda

Loading...