Foto Syekh Ali Jaber Pakai Ventilator Dijepret Perawat, Keluarga Marah

Foto Syekh Ali Jaber tak sadarkan diri dengan menggunakan ventilator tersebar di media sosial. Bahkan dibagikan sejumlah artis di instagram pribadinya.

Keluarga Syekh Ali Jaber pun protes dan marah ke pihak rumah sakit karena ada yang menyebut Syekh Ali Jaber kritis. Apalagi pada foto yang beredar, Syekh Ali Jaber tampak tertidur dan bernapas menggunakan ventilator.


Pihak keluarga akhirnya angkat suara soal foto tersebut. Menurut perwakilan keluarga Abu Aras, foto yang beredar itu memang benar Ali Jaber. Foto tersebut diambil oleh salah seorang perawat.


Keluarga menyayangkan tindakan perawat yang seolah melanggar hak privasi pasien.


“Terkait foto beredar berantai, foto tersebut dari salah satu perawat yang melanggar etika atau privasi pasien dan keluarga,” kata Abu.


Sejauh ini, kata asisten Ali Jaber itu, pihak keluarga sudah melakukan peneguran kepada pihak Rumah Sakit. Pada kesempatan itu dia ingin memastikan jika sejauh ini kondisi Ali Jaber terus membaik.


“Kondisinya pun semakin membaik tim medis menyampaikan apa adanya, bahwa perkembangannya cukup bagus dan terus menunjukkan peningkatan,” ujar dia.


Walau viral foto Ali Jaber diprotes keluarga, namun kata Abu pihaknya mengambil hikmah dari kejadian ini. Menurutnya, hikmah yang bisa diambil adalah semakin banyak orang yang mendoakan kondisi penceramah kondang itu.


Disitat CNN, Abu pun menyampaikan saat ini Ali Jaber masih dalam perawatan intensif. Akan tetapi, ia menyebut kondisi kesehatan Ali Jaber perlahan membaik.


Dia meminta jemaah untuk terus mengirim doa untuk kesembuhan Ali Jaber. Abu berharap Ali bisa segera pulih dan menjalankan aktivitas seperti biasa.


“Semoga guru kita diberikan kesembuhan dan kesehatan yang sempurna, diangkat penyakitnya, diangkat derajatnya serta diampuni segala dosa dan kesalahannya melalui ujian ini oleh Allah SWT,” katanya lagi.


Sumber : suara.com

Belum ada Komentar untuk "Foto Syekh Ali Jaber Pakai Ventilator Dijepret Perawat, Keluarga Marah"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel