BLITAR JATIM - Aplikasi TikTok mempertemukan si kembar Trena Treni yang 20 tahun terpisah. Mereka terpisah akibat adanya konflik Ambon pada 1999.

Pertemuan mereka berawal dari posting-an Treni Fitri Yana warga Kademangan, Kabupaten Blitar yang menarik perhatian warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka menyangka tetangganya yang bernama Trena Mustika, yang lihai membuat konten TikTok itu.

Namun setelah ditanyakan kepada Trena, dia mengaku bukan pengisi konten itu. Yang membuat Trena ikut penasaran, bagaimana mungkin wajah Treni sangat mirip dengannya. Trena pun kemudian menelusuri akun media sosial Treni lainnya. Lalu ia mencoba berkomunikasi dengan berkomentar di tiap posting-an Treni.

"Awalnya saya gak begitu respons. Karena saya juga berdagang online. Tapi yang ditanyakan bukan dagangan saya. Malah lebih ke pribadi saya," tutur Treni kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Lama kelamaan, Treni penasaran juga. Karena beberapa orang yang belakangan diketahui kakak-kakak kandungnya, mengirimkan foto Trena Mustika. Mereka juga menyebutkan nama wanita yang selama ini mengasuh Treni di Blitar.

"Baru pada 14 Oktober lalu, mereka video call sama saya. Dan ya ampun, gak nyangka. Ternyata saya punya kembaran. Identik banget, cara berpakaian kami, cara bicara kami. Selama ini ibu saya gak pernah ngasih tahu kalau saya kembar," ungkapnya.

Fakta di depan mata membuat perasaan Treni tak karuan. Antara senang, sedih, tak percaya bahkan sampai syok mendapati kenyataan bahwa ada wanita lain yang serupa dan sedarah dengannya. Awalnya, Treni tidak mampu menanyakan fakta itu kepada ibunya. Namun sang ayah kandung akhirnya menghubungi sendiri ibu yang mengasuhnya selama ini.

Rabu (21/10), Treni berencana menemui keluarga aslinya dan saudara kembarnya di Tasikmalaya. Mereka yang terpisah sejak usia sekitar 2 tahun itu, akan kembali bertemu berkat aplikasi TikTok.

Dari ayahnya di Tasikmalaya, Treni mendapat cerita jika dia terpisah dengan saudara kembarnya akibat konflik Ambon pada 1999. Ayahnya yang sibuk mengurusi ibu mereka di rumah sakit, terpaksa menitipkan anak kembar ke tetangga yang sesama transmigran dari Jawa.

Ketika Ambon berkecamuk, ayah mereka hanya menemukan Trena. Sementara Treni kabarnya sudah dibawa tetangga pulang ke Jawa. Namun posisi Jawa bagian mana, keluarga ini kehilangan jejak. Treni pun bak hilang ditelan bumi.

"Soal cerita ini nanti saja kalau saya sudah bertemu mereka. Bagaimana saya bisa terpisah dari keluarga dan kembaran saya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Berkat Tiktok, Dua Cewek Kembar Ini Dipertemukan Lagi Usai Pisah 20 Tahun

BLITAR JATIM - Aplikasi TikTok mempertemukan si kembar Trena Treni yang 20 tahun terpisah. Mereka terpisah akibat adanya konflik Ambon pada 1999.

Pertemuan mereka berawal dari posting-an Treni Fitri Yana warga Kademangan, Kabupaten Blitar yang menarik perhatian warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka menyangka tetangganya yang bernama Trena Mustika, yang lihai membuat konten TikTok itu.

Namun setelah ditanyakan kepada Trena, dia mengaku bukan pengisi konten itu. Yang membuat Trena ikut penasaran, bagaimana mungkin wajah Treni sangat mirip dengannya. Trena pun kemudian menelusuri akun media sosial Treni lainnya. Lalu ia mencoba berkomunikasi dengan berkomentar di tiap posting-an Treni.

"Awalnya saya gak begitu respons. Karena saya juga berdagang online. Tapi yang ditanyakan bukan dagangan saya. Malah lebih ke pribadi saya," tutur Treni kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Lama kelamaan, Treni penasaran juga. Karena beberapa orang yang belakangan diketahui kakak-kakak kandungnya, mengirimkan foto Trena Mustika. Mereka juga menyebutkan nama wanita yang selama ini mengasuh Treni di Blitar.

"Baru pada 14 Oktober lalu, mereka video call sama saya. Dan ya ampun, gak nyangka. Ternyata saya punya kembaran. Identik banget, cara berpakaian kami, cara bicara kami. Selama ini ibu saya gak pernah ngasih tahu kalau saya kembar," ungkapnya.

Fakta di depan mata membuat perasaan Treni tak karuan. Antara senang, sedih, tak percaya bahkan sampai syok mendapati kenyataan bahwa ada wanita lain yang serupa dan sedarah dengannya. Awalnya, Treni tidak mampu menanyakan fakta itu kepada ibunya. Namun sang ayah kandung akhirnya menghubungi sendiri ibu yang mengasuhnya selama ini.

Rabu (21/10), Treni berencana menemui keluarga aslinya dan saudara kembarnya di Tasikmalaya. Mereka yang terpisah sejak usia sekitar 2 tahun itu, akan kembali bertemu berkat aplikasi TikTok.

Dari ayahnya di Tasikmalaya, Treni mendapat cerita jika dia terpisah dengan saudara kembarnya akibat konflik Ambon pada 1999. Ayahnya yang sibuk mengurusi ibu mereka di rumah sakit, terpaksa menitipkan anak kembar ke tetangga yang sesama transmigran dari Jawa.

Ketika Ambon berkecamuk, ayah mereka hanya menemukan Trena. Sementara Treni kabarnya sudah dibawa tetangga pulang ke Jawa. Namun posisi Jawa bagian mana, keluarga ini kehilangan jejak. Treni pun bak hilang ditelan bumi.

"Soal cerita ini nanti saja kalau saya sudah bertemu mereka. Bagaimana saya bisa terpisah dari keluarga dan kembaran saya," pungkasnya.

Sumber : detik.com