Angin kencang yang melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menumbangkan sejumlah pohon di Kecamatan Manisrenggo dan Prambanan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
"Di Kecamatan Manisrenggo 8 pohon tumbang, 1 tiang listrik dan 2 rumah rusak ringan serta 1 reklame rusak. Tidak ada korban jiwa atau luka, hanya kerusakan ringan dan jaringan listrik akibat tertimpa pohon," kata Camat Manisrenggo, Raharjo Budi Setiyono Jumat (21/8/2020).


Raharjo mengatakan dari pendataan laporan kerusakan terjadi di beberapa desa. Di Dusun Bendosari, Desa Tanjungsari pohon sawo ambruk pukul 09.50 WIB.

Kemudian ada juga pohon melinjo di Desa Bendan, dan pohon sengon yang roboh menimpa rumah dan jaringan listrik di Desa Ngemplak.

"Pohon sengon menimpa rumah dan jaringan listrik. Tapi semua langsung tertangani relawan bersama Muspika, TNI, Polri dan lainnya," ujar Raharjo.

Raharjo menyebut di desa Kecemen, ada pohon petai yang tumbang menimpa jaringan kabel PLN. Tiang listrik juga patah dan menimpa sepeda yang parkir.

"Tiang listrik patah tapi untungnya tidak mengenai tiang yang ada trafonya. Ini sudah disurvei tim PLN agar segera aman pasokan listrik," terang Raharjo.

Di wilayah Manisrenggo, kata Raharjo tidak ada hujan dan mendung tapi tekanan angin kuat sejak malam. Pendataan masih terus dilakukan.

Angin memang kenceng sejak Kamis malam (20/8) sampai siang ini. Tapi terus berkurang dan pendataan masih terus kita lakukan," terang Raharjo.

Sementara itu, di Kecamatan Prambanan dilaporkan ada satu pohon ambruk di depan Balai Desa Kotesan. Tak ada korban maupun kerusakan dan kini sudah ditangani.

Salah seorang warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jenarto menyebut angin kencang dirasakan di kawasan puncak Gunung Merapi sejak Kamis (20/8) malam. Namun tidak ada laporan kerusakan maupun pohon tumbang.

"Angin di desa kawasan puncak mulai kenceng Kamis (20/8) malam pukul 20.00 WIB. Sampai Jumat (21/8) siang ini masih kuat tapi cenderung menurun tekanannya dan tidak ada hujan," kata ketua RT 16/ RW 6 Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jenarto.

Tak hanya di dataran tinggi, angin kencang juga dirasakan di dataran rendah Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari yang berbatas dengan Kabupaten Sukoharjo.

"Saat salat Jumat angin kenceng sampai pintu dan jendela masjid menutup keras. Angin mobat-mabut (kencang)," ujar Wakil Ketua Senkom Klaten, Poniman yang tinggal di Desa Sidowarno.

Sekretaris BPBD Pemkab Klaten, Nur Tjahjono mengingatkan warga kemungkinan terjadinya tekanan angin kuat beberapa hari ini. Dia pun meminta warga tetap waspada.

"Angin kencang di kemarau itu biasa terjadi akibat tekanan angin di benua lain. Saya minta masyarakat tetap waspada, pangkas pohon rawan tumbang dan jauhi pohon rawan ambruk di jalan," kata Nur.

Sumber : detik.com

Imbas angin kencang. Sejumlah pohon di Klaten tumbang

Angin kencang yang melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menumbangkan sejumlah pohon di Kecamatan Manisrenggo dan Prambanan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
"Di Kecamatan Manisrenggo 8 pohon tumbang, 1 tiang listrik dan 2 rumah rusak ringan serta 1 reklame rusak. Tidak ada korban jiwa atau luka, hanya kerusakan ringan dan jaringan listrik akibat tertimpa pohon," kata Camat Manisrenggo, Raharjo Budi Setiyono Jumat (21/8/2020).


Raharjo mengatakan dari pendataan laporan kerusakan terjadi di beberapa desa. Di Dusun Bendosari, Desa Tanjungsari pohon sawo ambruk pukul 09.50 WIB.

Kemudian ada juga pohon melinjo di Desa Bendan, dan pohon sengon yang roboh menimpa rumah dan jaringan listrik di Desa Ngemplak.

"Pohon sengon menimpa rumah dan jaringan listrik. Tapi semua langsung tertangani relawan bersama Muspika, TNI, Polri dan lainnya," ujar Raharjo.

Raharjo menyebut di desa Kecemen, ada pohon petai yang tumbang menimpa jaringan kabel PLN. Tiang listrik juga patah dan menimpa sepeda yang parkir.

"Tiang listrik patah tapi untungnya tidak mengenai tiang yang ada trafonya. Ini sudah disurvei tim PLN agar segera aman pasokan listrik," terang Raharjo.

Di wilayah Manisrenggo, kata Raharjo tidak ada hujan dan mendung tapi tekanan angin kuat sejak malam. Pendataan masih terus dilakukan.

Angin memang kenceng sejak Kamis malam (20/8) sampai siang ini. Tapi terus berkurang dan pendataan masih terus kita lakukan," terang Raharjo.

Sementara itu, di Kecamatan Prambanan dilaporkan ada satu pohon ambruk di depan Balai Desa Kotesan. Tak ada korban maupun kerusakan dan kini sudah ditangani.

Salah seorang warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jenarto menyebut angin kencang dirasakan di kawasan puncak Gunung Merapi sejak Kamis (20/8) malam. Namun tidak ada laporan kerusakan maupun pohon tumbang.

"Angin di desa kawasan puncak mulai kenceng Kamis (20/8) malam pukul 20.00 WIB. Sampai Jumat (21/8) siang ini masih kuat tapi cenderung menurun tekanannya dan tidak ada hujan," kata ketua RT 16/ RW 6 Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jenarto.

Tak hanya di dataran tinggi, angin kencang juga dirasakan di dataran rendah Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari yang berbatas dengan Kabupaten Sukoharjo.

"Saat salat Jumat angin kenceng sampai pintu dan jendela masjid menutup keras. Angin mobat-mabut (kencang)," ujar Wakil Ketua Senkom Klaten, Poniman yang tinggal di Desa Sidowarno.

Sekretaris BPBD Pemkab Klaten, Nur Tjahjono mengingatkan warga kemungkinan terjadinya tekanan angin kuat beberapa hari ini. Dia pun meminta warga tetap waspada.

"Angin kencang di kemarau itu biasa terjadi akibat tekanan angin di benua lain. Saya minta masyarakat tetap waspada, pangkas pohon rawan tumbang dan jauhi pohon rawan ambruk di jalan," kata Nur.

Sumber : detik.com