Hasil temuan adanya santri positif, Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi, melakukan isolasi ketat. Ponpes Darussalam tak memperbolehkan santri keluar ataupun dijenguk oleh wali santri.
Juru bicara Ponpes Darussalam, Blokagung, Nihayatul Wafiroh mengatakan, saat pesantren menemukan ada santri yang terkonfirmasi COVID-19, pihak pesantren telah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 dan Dinas Kesehatan setempat.

Ini dilakukan untuk mengambil langkah-langkah sesuai ketentuan. Antara lain melakukan isolasi dan perawatan, penelusuran kontak erat (tracing), melakukan tes (rapid/swab) serta fokus pada proses penyembuhan.

Pesantren mohon maaf jika untuk sementara waktu mengambil kebijakan untuk pengetatan kegiatan di lingkungan pesantren. Antara lain pembatasan kunjungan wali santri, tidak menggelar salat Jumat untuk dua pekan ke depan serta penutupan tempat ziarah sesepuh pesantren bagi masyarakat umum," ujarnya dalam press conference di Ponpes Darussalam, Blokagung yang disiarkan secara online, Jumat (21/8/2020).

"Kami mengimbau kepada seluruh walisantri untuk tetap tenang dan sabar. Saat ini keadaan pesantren dalam keadaan kondusif dan pesantren berusaha sebaik-baiknya melakukan penanganan serta melakukan tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan pondok pesantren," tambahnya.

Pihaknya juga berharap kepada semua pihak untuk mengedepankan tabayyun (penjelasan/klarifikasi) dan menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya yang mengakibatkan kegaduhan di publik.

Mohon untuk semuanya, baik stakeholder dan para santri dan pengasuh untuk tidak menyebarkan berita yang tidak benar adanya. Pesantren memohon barokah doa agar seluruh keluarga besar Darussalam senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dan keselamatan," tambahnya.

Diakui wanita yang saat ini masih duduk di DPR RI, sejak proses pembelajaran dan kegiatan pesantren dimulai, pesantren telah menjalankan protokol kesehatan dan prosedur secara ketat sebagaimana telah ditetapkan pemerintah. Antara lain pesantren membentuk Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dan mewajibkan para santri yang kembali ke pesantren membawa surat keterangan sehat (hasil tes rapid/swab).

Selain itu pihak pesantren menyediakan fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan dan mengharuskan para santri berolahraga secara rutin untuk menjaga imun tubuh.

Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Banyuwangi kembali mengumumkan hasil swab 77 santri positif COVID-19. Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 di Banyuwangi kini menjadi 187 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengungkapkan, penambahan kasus terbanyak hari ini berasal dari santri salah satu pondok pesantren.

"Ada 77 santri yang dinyatakan positif," ujar Rio, panggilan akrab Widji Lestariono.

Sumber : detik.com

Pilu. Puluhan santri Ponpes Darussalam Banywangi positif Covid-19

Hasil temuan adanya santri positif, Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi, melakukan isolasi ketat. Ponpes Darussalam tak memperbolehkan santri keluar ataupun dijenguk oleh wali santri.
Juru bicara Ponpes Darussalam, Blokagung, Nihayatul Wafiroh mengatakan, saat pesantren menemukan ada santri yang terkonfirmasi COVID-19, pihak pesantren telah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 dan Dinas Kesehatan setempat.

Ini dilakukan untuk mengambil langkah-langkah sesuai ketentuan. Antara lain melakukan isolasi dan perawatan, penelusuran kontak erat (tracing), melakukan tes (rapid/swab) serta fokus pada proses penyembuhan.

Pesantren mohon maaf jika untuk sementara waktu mengambil kebijakan untuk pengetatan kegiatan di lingkungan pesantren. Antara lain pembatasan kunjungan wali santri, tidak menggelar salat Jumat untuk dua pekan ke depan serta penutupan tempat ziarah sesepuh pesantren bagi masyarakat umum," ujarnya dalam press conference di Ponpes Darussalam, Blokagung yang disiarkan secara online, Jumat (21/8/2020).

"Kami mengimbau kepada seluruh walisantri untuk tetap tenang dan sabar. Saat ini keadaan pesantren dalam keadaan kondusif dan pesantren berusaha sebaik-baiknya melakukan penanganan serta melakukan tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan pondok pesantren," tambahnya.

Pihaknya juga berharap kepada semua pihak untuk mengedepankan tabayyun (penjelasan/klarifikasi) dan menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya yang mengakibatkan kegaduhan di publik.

Mohon untuk semuanya, baik stakeholder dan para santri dan pengasuh untuk tidak menyebarkan berita yang tidak benar adanya. Pesantren memohon barokah doa agar seluruh keluarga besar Darussalam senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dan keselamatan," tambahnya.

Diakui wanita yang saat ini masih duduk di DPR RI, sejak proses pembelajaran dan kegiatan pesantren dimulai, pesantren telah menjalankan protokol kesehatan dan prosedur secara ketat sebagaimana telah ditetapkan pemerintah. Antara lain pesantren membentuk Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dan mewajibkan para santri yang kembali ke pesantren membawa surat keterangan sehat (hasil tes rapid/swab).

Selain itu pihak pesantren menyediakan fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan dan mengharuskan para santri berolahraga secara rutin untuk menjaga imun tubuh.

Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Banyuwangi kembali mengumumkan hasil swab 77 santri positif COVID-19. Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 di Banyuwangi kini menjadi 187 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengungkapkan, penambahan kasus terbanyak hari ini berasal dari santri salah satu pondok pesantren.

"Ada 77 santri yang dinyatakan positif," ujar Rio, panggilan akrab Widji Lestariono.

Sumber : detik.com