BLITAR JATIM -Sebuah baliho Kota Blitar Wajib Masker tengah Viral di medsos, namun foto pejabat Forpimda yang nampang tak satupun memakai masker.

Posisi baliho di Jalan Sudanco Supriyadi ini memang menarik perhatian warga. Posisinya strategis karena diletakkan di depan Taman Makam Pahlawan Raden Wijaya. Ukuran baliho sekitar 5x12 meter ini sangat mencolok mata.

Akun Cindy Andriani dalam postingannya menulis "masih bingung, bagian mana dari poster ini yang bikin resah ? Ada yang bisa bantu ?. Sampai wartawan membuka pukul 10.06 WIB sebanyak 2657 netizen menyatakan suka, dibagikan 20 kali dan di komentari sebanyak 856.

Lalu ada juga akun @Artup Artup Sagoy yang menulis " protone lali rung diedit" Dan akun @Anggi "Fotone wonge gak gawe masker,".Pro kontra juga tampak di komentar netizen. Ada yang menjawab pertanyaan yang memposting. Seperti akun @Mustofa berkomentar "Wajib Pakai Masker berilah contoh yang baik dan benar apa gunanya kata-kata tanpa perbuatan,".

Namun ada juga yang tak sependapat jika baliho itu dipermasalahkan. Seperti akun @Rafa Lingga yang berkomentar "halah tulisn ngene ae kok dadi masalah. Dan akun @Fitrianto Ridwan yang menulis " ngurusi uripe dewe ae kurang kok ngurusi gambar.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengakui, jika yang memasang baliho itu Kominfo. Hakim justru mengapresiasi sikap kritis warganet ketika melihat baliho yang tidak singkron antara poto yang dipajang dengan pesan yang disampaikan.

"Kominfo mau ganti karena salah. Yang pertama, gambar forkompimda masih lama. Yang kedua tidak bermasker. Berarti menunjukkan masyarakat Kota Blitar makin kritis dan udah peduli hehe...," kata Hakim.

Sumber: detik.com

Baliho "Kota Blitar Wajib Pakai Masker" Tapi Pejabatnya Tak Bermasker

BLITAR JATIM -Sebuah baliho Kota Blitar Wajib Masker tengah Viral di medsos, namun foto pejabat Forpimda yang nampang tak satupun memakai masker.

Posisi baliho di Jalan Sudanco Supriyadi ini memang menarik perhatian warga. Posisinya strategis karena diletakkan di depan Taman Makam Pahlawan Raden Wijaya. Ukuran baliho sekitar 5x12 meter ini sangat mencolok mata.

Akun Cindy Andriani dalam postingannya menulis "masih bingung, bagian mana dari poster ini yang bikin resah ? Ada yang bisa bantu ?. Sampai wartawan membuka pukul 10.06 WIB sebanyak 2657 netizen menyatakan suka, dibagikan 20 kali dan di komentari sebanyak 856.

Lalu ada juga akun @Artup Artup Sagoy yang menulis " protone lali rung diedit" Dan akun @Anggi "Fotone wonge gak gawe masker,".Pro kontra juga tampak di komentar netizen. Ada yang menjawab pertanyaan yang memposting. Seperti akun @Mustofa berkomentar "Wajib Pakai Masker berilah contoh yang baik dan benar apa gunanya kata-kata tanpa perbuatan,".

Namun ada juga yang tak sependapat jika baliho itu dipermasalahkan. Seperti akun @Rafa Lingga yang berkomentar "halah tulisn ngene ae kok dadi masalah. Dan akun @Fitrianto Ridwan yang menulis " ngurusi uripe dewe ae kurang kok ngurusi gambar.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengakui, jika yang memasang baliho itu Kominfo. Hakim justru mengapresiasi sikap kritis warganet ketika melihat baliho yang tidak singkron antara poto yang dipajang dengan pesan yang disampaikan.

"Kominfo mau ganti karena salah. Yang pertama, gambar forkompimda masih lama. Yang kedua tidak bermasker. Berarti menunjukkan masyarakat Kota Blitar makin kritis dan udah peduli hehe...," kata Hakim.

Sumber: detik.com