Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bertambah menjadi 19 orang. Penambahan itu setelah adanya empat kasus baru positif Corona yang dua di antaranya adalah kontak erat klaster Gowa.

"Update terbaru data COVID-19 di Kabupaten Boyolali pada hari ini ada tambahan empat kasus positif, yang mana dari empat kasus baru tersebut, yang dua berasal dari kontak erat klaster Gowa. Jadi sudah terjadi transmisi lokal," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, dalam keterangan pers di kantornya, Sabtu (16/5/2020).

Dua kasus positif Corona yang tertular dari klaster Gowa tersebut yakni berinisial NK (41) dari Kecamatan Ngemplak. NK merupakan istri dari pasien inisial SR. Kemudian, inisial MY (62) warga Kecamatan Ampel dan merupakan istri dari pasien inisial MR.

Kemudian tambahan kasus positif lainnya diperkirakan dari transmisi luar. Yaitu inisial TR (46), laki-laki warga Kecamatan Klego. Dari hasil tracing, TR pelaku perjalanan dari Jakarta.

Saat ini (TR) masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Salatiga. Hasil tracing sementara kontak erat sebanyak empat orang anggota keluarganya dan belum kontak dengan orang lain," jelas Lina, sapaan akrabnya.

Kasus baru selanjutnya yakni inisial RM (70), perempuan dari Kecamatan Sawit, Boyolali. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Solo.

"Tracing sedang dilakukan untuk menemukan kontak erat dan mencari sumber penularannya. Kita perkirakan juga merupakan transmisi dari luar," imbuhnya.

Dengan tambahan tersebut, hingga saat ini kasus positif COVID-19 di Boyolali total ada 19 orang. Dikemukakan Lina, dari jumlah tersebut yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak empat orang. Hasil pemeriksaan swab dua kali hasilnya negatif virus Corona.

Keempat orang tersebut yakni BK dan TS, keduanya dari Kecamatan Simo. Kemudian DN dari Kecamatan Nogosari dan HM dari Kecamatan Banyudono.

Kabar baik, saat ini untuk kasus-kasus yang positif, sudah ada empat orang yang dinyatakan sembuh, karena hasil pemeriksaan swab tenggorokannya dua kali dilakukan evaluasi hasilnya adalah negatif," ujarnya.

Kemudian pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 14 orang dan meninggal dunia satu orang. Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu hasil swab kedua dari tiga pasien positif.

"Swab pertama sudah dinyatakan negatif, selanjutnya apabila hasil swab kedua juga hasilnya negatif, maka ketiga orang tersebut juga dinyatakan sebagai pasien yang sudah sembuh," terang Lina.

Lebih lanjut Lina mengungkapkan, hingga saat ini tercatat ada 23 pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Dari pemeriksaan swab, ada 13 pasien yang dinyatakan negatif COVID-19, masih menunggu pemeriksaan laboratorium 4 orang dan belum sempat diambil sampel swab 6 orang.

Tambah lagi. 4 orang Boyolali positif Corona

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bertambah menjadi 19 orang. Penambahan itu setelah adanya empat kasus baru positif Corona yang dua di antaranya adalah kontak erat klaster Gowa.

"Update terbaru data COVID-19 di Kabupaten Boyolali pada hari ini ada tambahan empat kasus positif, yang mana dari empat kasus baru tersebut, yang dua berasal dari kontak erat klaster Gowa. Jadi sudah terjadi transmisi lokal," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, dalam keterangan pers di kantornya, Sabtu (16/5/2020).

Dua kasus positif Corona yang tertular dari klaster Gowa tersebut yakni berinisial NK (41) dari Kecamatan Ngemplak. NK merupakan istri dari pasien inisial SR. Kemudian, inisial MY (62) warga Kecamatan Ampel dan merupakan istri dari pasien inisial MR.

Kemudian tambahan kasus positif lainnya diperkirakan dari transmisi luar. Yaitu inisial TR (46), laki-laki warga Kecamatan Klego. Dari hasil tracing, TR pelaku perjalanan dari Jakarta.

Saat ini (TR) masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Salatiga. Hasil tracing sementara kontak erat sebanyak empat orang anggota keluarganya dan belum kontak dengan orang lain," jelas Lina, sapaan akrabnya.

Kasus baru selanjutnya yakni inisial RM (70), perempuan dari Kecamatan Sawit, Boyolali. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Solo.

"Tracing sedang dilakukan untuk menemukan kontak erat dan mencari sumber penularannya. Kita perkirakan juga merupakan transmisi dari luar," imbuhnya.

Dengan tambahan tersebut, hingga saat ini kasus positif COVID-19 di Boyolali total ada 19 orang. Dikemukakan Lina, dari jumlah tersebut yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak empat orang. Hasil pemeriksaan swab dua kali hasilnya negatif virus Corona.

Keempat orang tersebut yakni BK dan TS, keduanya dari Kecamatan Simo. Kemudian DN dari Kecamatan Nogosari dan HM dari Kecamatan Banyudono.

Kabar baik, saat ini untuk kasus-kasus yang positif, sudah ada empat orang yang dinyatakan sembuh, karena hasil pemeriksaan swab tenggorokannya dua kali dilakukan evaluasi hasilnya adalah negatif," ujarnya.

Kemudian pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 14 orang dan meninggal dunia satu orang. Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu hasil swab kedua dari tiga pasien positif.

"Swab pertama sudah dinyatakan negatif, selanjutnya apabila hasil swab kedua juga hasilnya negatif, maka ketiga orang tersebut juga dinyatakan sebagai pasien yang sudah sembuh," terang Lina.

Lebih lanjut Lina mengungkapkan, hingga saat ini tercatat ada 23 pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Dari pemeriksaan swab, ada 13 pasien yang dinyatakan negatif COVID-19, masih menunggu pemeriksaan laboratorium 4 orang dan belum sempat diambil sampel swab 6 orang.