Seorang ASN tenaga kesehatan di Kabupaten Kediri menjadi pasien positif Corona keempat di Jombang. Ia terpapar COVID-19 dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Jubir Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno mengatakan, pasien positif keempat seorang perempuan 42 tahun. Wanita asal Kecamatan Diwek, Jombang itu sehari-hari bekerja sebagai ASN tenaga kesehatan di Kabupaten Kediri.

"Yang bersangkutan adalah peserta pelatihan petugas haji di Surabaya (di Asrama Haji Sukolilo 9-18 Maret 2020) sebagai tenaga kesehatan Kabupaten Kediri. Sepulang dari diklat, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Kediri dengan hasil rapid test negatif," kata Budi Senin (13/4/2020).

Sekitar 16 hari kemudian atau Jumat (3/4), lanjut Budi, pasien kembali melakukan rapid test mandiri di Unair Surabaya. Menurut dia, rapid test saat itu menunjukkan pasien positif terjangkit virus tertentu. Untuk memastikan perempuan tersebut terjangkit Corona, sampel swab-nya diambil pada Rabu (8/4).

"Semenjak saat itu (rapid test positif) yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah karena kondisi kesehatan yang bersangkutan tanpa ada keluhan," terangnya.

Hasil tes swab pasien baru diumumkan Pemprov Jatim pada Minggu (12/4). Menurut dia, tenaga kesehatan berusia 42 tahun itu positif terjangkit COVID-19.

"Kami meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri secara ketat di rumah," ujarnya.

Selain itu, tambah Budi, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang juga melacak semua orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut. Hasil pelacakan akan dipantau oleh petugas.

"Kami juga akan melakukan swab ulang terhadap pasien sesuai jadwal yang ditetapkan," sambungnya.

Dengan begitu, pasien positif Corona di Jombang menjadi 4 orang. Pasien positif pertama yakni perempuan 55 tahun asal Kecamatan Jombang. Dia sempat dirawat di RSUD Jombang sebagai PDP sejak Selasa (17/3) sampai Jumat (27/3) karena menderita gejala pneumonia. Pasien ini masuk klaster luar negeri karena mempunyai riwayat perjalanan umroh.

Perempuan 51 tahun asal Kecamatan Ploso, Jombang menjadi pasien positif Corona kedua. Dia mempunyai riwayat perjalanan dari Klaster Bekasi. Saat ini pasien diisolasi di RSUD Jombang.

Sementara pasien positif COVID-19 ketiga yakni pria berusia 50-60 tahun asal Kecamatan Jombang. Pria ini dari Klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya lantaran mengikuti pelatihan calon petugas pembimbing jemaah haji 9-18 Maret. Karena kondisinya sehat, dia melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Tenaga medis kediri positif COVID-19 di RSUD JOMBANG

Seorang ASN tenaga kesehatan di Kabupaten Kediri menjadi pasien positif Corona keempat di Jombang. Ia terpapar COVID-19 dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Jubir Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno mengatakan, pasien positif keempat seorang perempuan 42 tahun. Wanita asal Kecamatan Diwek, Jombang itu sehari-hari bekerja sebagai ASN tenaga kesehatan di Kabupaten Kediri.

"Yang bersangkutan adalah peserta pelatihan petugas haji di Surabaya (di Asrama Haji Sukolilo 9-18 Maret 2020) sebagai tenaga kesehatan Kabupaten Kediri. Sepulang dari diklat, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Kediri dengan hasil rapid test negatif," kata Budi Senin (13/4/2020).

Sekitar 16 hari kemudian atau Jumat (3/4), lanjut Budi, pasien kembali melakukan rapid test mandiri di Unair Surabaya. Menurut dia, rapid test saat itu menunjukkan pasien positif terjangkit virus tertentu. Untuk memastikan perempuan tersebut terjangkit Corona, sampel swab-nya diambil pada Rabu (8/4).

"Semenjak saat itu (rapid test positif) yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah karena kondisi kesehatan yang bersangkutan tanpa ada keluhan," terangnya.

Hasil tes swab pasien baru diumumkan Pemprov Jatim pada Minggu (12/4). Menurut dia, tenaga kesehatan berusia 42 tahun itu positif terjangkit COVID-19.

"Kami meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri secara ketat di rumah," ujarnya.

Selain itu, tambah Budi, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang juga melacak semua orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut. Hasil pelacakan akan dipantau oleh petugas.

"Kami juga akan melakukan swab ulang terhadap pasien sesuai jadwal yang ditetapkan," sambungnya.

Dengan begitu, pasien positif Corona di Jombang menjadi 4 orang. Pasien positif pertama yakni perempuan 55 tahun asal Kecamatan Jombang. Dia sempat dirawat di RSUD Jombang sebagai PDP sejak Selasa (17/3) sampai Jumat (27/3) karena menderita gejala pneumonia. Pasien ini masuk klaster luar negeri karena mempunyai riwayat perjalanan umroh.

Perempuan 51 tahun asal Kecamatan Ploso, Jombang menjadi pasien positif Corona kedua. Dia mempunyai riwayat perjalanan dari Klaster Bekasi. Saat ini pasien diisolasi di RSUD Jombang.

Sementara pasien positif COVID-19 ketiga yakni pria berusia 50-60 tahun asal Kecamatan Jombang. Pria ini dari Klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya lantaran mengikuti pelatihan calon petugas pembimbing jemaah haji 9-18 Maret. Karena kondisinya sehat, dia melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Tidak ada komentar