Seorang warga negera Jerman bernama Oke Paulsen (52), diikat oleh warga di depan supermarket yang berada di SPBU Pengosekan, Ubud, Gianyar, Bali. Hal tersebut dikarenakan ia mengamuk dan memecahkan kaca supermarket. Namun. alasan warga berlaku keras bukan karena itu saja. Sejak beberapa bulan belakangan ini, Paulsen kerap mengamuk dan meminta makan gratis di sejumlah restoran dan supermarket di kawasan Jalan Pengosekan hingga ke Padangtegal, Ubud.

Sebelum mengamuk di supermarket SPBU Pengosekan, ia datang ke sana membawa sepeda motor antiknya yang dibalut jaring. Melihat dia datang, karyawan supermarket ketakutan, karena sudah tahu tingkah lakunya. Namun mereka tak berani melarang karena takut Paulsen mengamuk. Saat Paulsen di dalam supermarket, ia mengambil minuman bir ukuran besar, dan tidak mau membayar. Meski demikian, Paulsen tak langsung pergi dari sana. Ia masih berada di seputaran minimarket tersebut. Asisten Manajer Supermarket, Agus Sudita yang mendapat telepon dari karyawan terkait kasus itu, langsung datang ke lokasi. Saat itu Agus mengajaknya berbincang, berharap Paulsen pergi setelah bir habis diminum.

Namun hal yang ditakutkannya terjadi. Paulsen kembali hendak masuk ke supermarket. Sebelum masuk, karyawan setempat telah mengunci pintu dari dalam. Namun ia memecahkannya dengan cara mendorong. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung bertindak dan meringkus Paulsen. Kaki dan tangannya pun diikat. Dalam video yang beredar di media sosial, Paulsen sempat beberapa kali mengacungkan jari tengahnya sembari berteriak. Sejumlah pria tampak mengerumuninya. Karena Paulsen semakin menjadi, warga langsung melumpuhkan WNA tersebut. Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Nuryana mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung datang ke lokasi. Polisi memutuskan menyerahkan WNA tersebut ke petugas Satpol PP agar dibawa ke RSJ Bali di Bangli guna diperiksa kejiwaannya.

Sering mengamuk, Warga Jerman di ikat warga Gianyar Bali


Seorang warga negera Jerman bernama Oke Paulsen (52), diikat oleh warga di depan supermarket yang berada di SPBU Pengosekan, Ubud, Gianyar, Bali. Hal tersebut dikarenakan ia mengamuk dan memecahkan kaca supermarket. Namun. alasan warga berlaku keras bukan karena itu saja. Sejak beberapa bulan belakangan ini, Paulsen kerap mengamuk dan meminta makan gratis di sejumlah restoran dan supermarket di kawasan Jalan Pengosekan hingga ke Padangtegal, Ubud.

Sebelum mengamuk di supermarket SPBU Pengosekan, ia datang ke sana membawa sepeda motor antiknya yang dibalut jaring. Melihat dia datang, karyawan supermarket ketakutan, karena sudah tahu tingkah lakunya. Namun mereka tak berani melarang karena takut Paulsen mengamuk. Saat Paulsen di dalam supermarket, ia mengambil minuman bir ukuran besar, dan tidak mau membayar. Meski demikian, Paulsen tak langsung pergi dari sana. Ia masih berada di seputaran minimarket tersebut. Asisten Manajer Supermarket, Agus Sudita yang mendapat telepon dari karyawan terkait kasus itu, langsung datang ke lokasi. Saat itu Agus mengajaknya berbincang, berharap Paulsen pergi setelah bir habis diminum.

Namun hal yang ditakutkannya terjadi. Paulsen kembali hendak masuk ke supermarket. Sebelum masuk, karyawan setempat telah mengunci pintu dari dalam. Namun ia memecahkannya dengan cara mendorong. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung bertindak dan meringkus Paulsen. Kaki dan tangannya pun diikat. Dalam video yang beredar di media sosial, Paulsen sempat beberapa kali mengacungkan jari tengahnya sembari berteriak. Sejumlah pria tampak mengerumuninya. Karena Paulsen semakin menjadi, warga langsung melumpuhkan WNA tersebut. Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Nuryana mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung datang ke lokasi. Polisi memutuskan menyerahkan WNA tersebut ke petugas Satpol PP agar dibawa ke RSJ Bali di Bangli guna diperiksa kejiwaannya.