MALANG - Dua santri Pondok Pesantren Annur 2, Desa/Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, dilaporkan hilang hanyut terseret arus Sungai Kalimanten, sekitar pukul 16.00 Wib, Selasa (3/3/2020).

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Muji Utomo menjelaskan, dari data yang ada, dua santri itu bernama Abdul Rasyid (16), asal Kota Malang dan Media Agus Riono (16), asal Kabupaten Malang.

"Kedua korban ini hilang terseret arus Sungai Kalimanten, pukul 16.00 Wib tadi dan sampai saat ini masih dilakukam pencarian," jelas Muji, Selasa (3/3/2020) malam.

Muji menyebut, peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 Wib saat kedua korban menyebrang Sungai Kalimanten yang dekat dengan lingkungan Pondok Pesantren. Setelah menceburkan diri, Agus berhasil menyebrang sungai dengan selamat. Namun Rasyid yang tidak bisa berenang terhanyut arus sungai.

Melihat Rasyid hanyut, Agus berusaha menolong. Karena arus yang deras, Agus tidak kuat menahan beban Rasyid dan akhirnya keduanya hanyut. Saat itu, ada tiga santri lain yang mengetahui sehingga langsung meminta tolong pihak ponpes.

Muji menambahkan, salah satu saksi sempat melemparkan bola plastik kepada Rasyid yang hanyut, dengan tujuan agar bisa dijadikan sandaran untuk mengapung. Namun bola itu tak tergapai.

Hingga pukul 21.00 Wib, sejumlah personel kepolisian, TNI, PMI, SAR, Pengurus Ponpes Annur 2 dan relawan dari masyarakat sekitar, masih berjibaku mencari keberadaan dua korban yang hanyut.

"Pencarian kita batasi sampai pukul 22.00 Wib. Kalau tidak berhasil, kita lanjut besok," pungkasnya.

Dua Santri Pesantren An-Nur Malang Hilang Terseret Arus Sungai

MALANG - Dua santri Pondok Pesantren Annur 2, Desa/Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, dilaporkan hilang hanyut terseret arus Sungai Kalimanten, sekitar pukul 16.00 Wib, Selasa (3/3/2020).

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Muji Utomo menjelaskan, dari data yang ada, dua santri itu bernama Abdul Rasyid (16), asal Kota Malang dan Media Agus Riono (16), asal Kabupaten Malang.

"Kedua korban ini hilang terseret arus Sungai Kalimanten, pukul 16.00 Wib tadi dan sampai saat ini masih dilakukam pencarian," jelas Muji, Selasa (3/3/2020) malam.

Muji menyebut, peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 Wib saat kedua korban menyebrang Sungai Kalimanten yang dekat dengan lingkungan Pondok Pesantren. Setelah menceburkan diri, Agus berhasil menyebrang sungai dengan selamat. Namun Rasyid yang tidak bisa berenang terhanyut arus sungai.

Melihat Rasyid hanyut, Agus berusaha menolong. Karena arus yang deras, Agus tidak kuat menahan beban Rasyid dan akhirnya keduanya hanyut. Saat itu, ada tiga santri lain yang mengetahui sehingga langsung meminta tolong pihak ponpes.

Muji menambahkan, salah satu saksi sempat melemparkan bola plastik kepada Rasyid yang hanyut, dengan tujuan agar bisa dijadikan sandaran untuk mengapung. Namun bola itu tak tergapai.

Hingga pukul 21.00 Wib, sejumlah personel kepolisian, TNI, PMI, SAR, Pengurus Ponpes Annur 2 dan relawan dari masyarakat sekitar, masih berjibaku mencari keberadaan dua korban yang hanyut.

"Pencarian kita batasi sampai pukul 22.00 Wib. Kalau tidak berhasil, kita lanjut besok," pungkasnya.