JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak diam. Dia mengetahui adanya orang-orang yang memanfaatkan momentum masuknya virus Corona (Covid-19) dengan menimbun masker untuk kemudian menjualnya kembali dengan harga berlipat.

Konfirmasi awal masuknya virus yang berasal dari Wuhan, China itu sebelumnya disampaikan Jokowi pada Senin, 2 Maret kemarin. Tercatat 2 orang yang merupakan ibu-anak saat ini berada di ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso di Sunter, Jakarta Utara karena dinyatakan positif mengidap virus itu.

Setelahnya gelombang kepanikan muncul dari masyarakat dengan memborong masker hingga berbagai kebutuhan pokok. Di sisi lain ada pula yang menimbun masker seperti yang diungkap kepolisian di Cilincing, Jakarta Utara.

Polda Metro Jaya menggerebek pabrik yang menimbun masker itu pada Jumat (28/2/2020). Total 10 pelaku, yakni YRH, EE, F, DK, SL, SF, ER, D, S, dan LF, diamankan dalam penggerebekan itu.

"Kami baru saja melaksanakan penggerebekan di salah satu gudang di daerah (Gudang Central) Cakung. Ini adalah kawasan gudang di daerah Cilincing, Jakarta Utara, menyangkut adanya awal informasi kita dapat, hasil penyelidikan di tempat ini tempat penyimpanan masker, penimbunan masker," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Lantas Jokowi kembali memberikan keterangan terbaru mengenai penanganan virus Corona pada Selasa, 3 Maret 2020. Jokowi meminta publik untuk tidak khawatir dengan pasokan bahan makanan.

Selain itu Jokowi mengaku telah memberikan perintah pada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menindak tegas siapapun yang melakukan penimbunan, terutama masker. Proses hukum pun sudah disiapkan.

"Saya juga sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan momentum seperti ini dengan menimbun, masker terutama ini masker dan menjualnya lagi dengan harga yang sangat tinggi," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta.

"Hati-hati ini saya peringatkan!" imbuh Jokowi.

Selain itu Jokowi memerintahkan kepada jajarannya untuk tidak membuka data pasien positif virus corona. Dia meminta data pasien untuk dirahasiakan.

"Saya memerintahkan Menteri mengingatkan agar RS, pejabat, tidak membuka privasi pasien. Kita harus menjaga kode etik," kata Jokowi.

Jokowi Perintahkan Kapolri Tangkap Penimbun-Penjual Masker Harga Tinggi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak diam. Dia mengetahui adanya orang-orang yang memanfaatkan momentum masuknya virus Corona (Covid-19) dengan menimbun masker untuk kemudian menjualnya kembali dengan harga berlipat.

Konfirmasi awal masuknya virus yang berasal dari Wuhan, China itu sebelumnya disampaikan Jokowi pada Senin, 2 Maret kemarin. Tercatat 2 orang yang merupakan ibu-anak saat ini berada di ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso di Sunter, Jakarta Utara karena dinyatakan positif mengidap virus itu.

Setelahnya gelombang kepanikan muncul dari masyarakat dengan memborong masker hingga berbagai kebutuhan pokok. Di sisi lain ada pula yang menimbun masker seperti yang diungkap kepolisian di Cilincing, Jakarta Utara.

Polda Metro Jaya menggerebek pabrik yang menimbun masker itu pada Jumat (28/2/2020). Total 10 pelaku, yakni YRH, EE, F, DK, SL, SF, ER, D, S, dan LF, diamankan dalam penggerebekan itu.

"Kami baru saja melaksanakan penggerebekan di salah satu gudang di daerah (Gudang Central) Cakung. Ini adalah kawasan gudang di daerah Cilincing, Jakarta Utara, menyangkut adanya awal informasi kita dapat, hasil penyelidikan di tempat ini tempat penyimpanan masker, penimbunan masker," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Lantas Jokowi kembali memberikan keterangan terbaru mengenai penanganan virus Corona pada Selasa, 3 Maret 2020. Jokowi meminta publik untuk tidak khawatir dengan pasokan bahan makanan.

Selain itu Jokowi mengaku telah memberikan perintah pada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menindak tegas siapapun yang melakukan penimbunan, terutama masker. Proses hukum pun sudah disiapkan.

"Saya juga sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan momentum seperti ini dengan menimbun, masker terutama ini masker dan menjualnya lagi dengan harga yang sangat tinggi," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta.

"Hati-hati ini saya peringatkan!" imbuh Jokowi.

Selain itu Jokowi memerintahkan kepada jajarannya untuk tidak membuka data pasien positif virus corona. Dia meminta data pasien untuk dirahasiakan.

"Saya memerintahkan Menteri mengingatkan agar RS, pejabat, tidak membuka privasi pasien. Kita harus menjaga kode etik," kata Jokowi.

Tidak ada komentar