Tanaman rempah-rempah atau empon-empon disebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh mulai banyak dicari setelah dua orang warga negara Indonesia dinyatakan positif virus corona.

Jahe merah yang juga disebut-sebut bisa menjadi solusi penangkal virus corona harganya kini mulai merangkak naik.

Di Pasar Genteng Surabaya, salah satu pedagang jahe membenarkan jika harga dagangannya mengalami kenaikan.

"Sekarang naik harganya. Sebelumnya per kilogram Rp 70 hingga Rp 80 ribu, sekarang Rp 100 ribu per kilonya," ungkap Ibu Syaiful, salah satu pedagang jahe di Pasar Genteng, Rabu (4/3/2020).

Perempuan berusia 53 tahun itu mengaku jika semenjak adanya pemberitaan terkait virus corona, permintaan jahe terus mengalami peningkatan.

"Ya, selain lagi musim hujan juga karena adanya virus corona ini mas. Jadi permintaan semakin meningkat," jelasnya.

Ia menyebut, tidak hanya jahe merah yang mengalami kenaikan. Namun juga jahe emprit, serai, kunir dan temulawak juga banyak dicari dan harganya mulai meroket.

"Jahe emprit sekarang Rp 80 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 60 ribu. Serai Rp 15 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 12 ribu. Sedangkan temulawak menjadi Rp 20 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 15 ribu," terangnya.

Sementara untuk serai, diketahui habis sejak pagi tadi. Masyarakat yang belanja pun banyak yang tidak kebagian.

"Kalau serai ini, baru buka dagangan.pagi sudah habis. Cepet banget," pungkasnya.

Dipercaya Bisa Menangkal Corona, Harga Jahe Melonjak 100 rb Per Kilo

Tanaman rempah-rempah atau empon-empon disebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh mulai banyak dicari setelah dua orang warga negara Indonesia dinyatakan positif virus corona.

Jahe merah yang juga disebut-sebut bisa menjadi solusi penangkal virus corona harganya kini mulai merangkak naik.

Di Pasar Genteng Surabaya, salah satu pedagang jahe membenarkan jika harga dagangannya mengalami kenaikan.

"Sekarang naik harganya. Sebelumnya per kilogram Rp 70 hingga Rp 80 ribu, sekarang Rp 100 ribu per kilonya," ungkap Ibu Syaiful, salah satu pedagang jahe di Pasar Genteng, Rabu (4/3/2020).

Perempuan berusia 53 tahun itu mengaku jika semenjak adanya pemberitaan terkait virus corona, permintaan jahe terus mengalami peningkatan.

"Ya, selain lagi musim hujan juga karena adanya virus corona ini mas. Jadi permintaan semakin meningkat," jelasnya.

Ia menyebut, tidak hanya jahe merah yang mengalami kenaikan. Namun juga jahe emprit, serai, kunir dan temulawak juga banyak dicari dan harganya mulai meroket.

"Jahe emprit sekarang Rp 80 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 60 ribu. Serai Rp 15 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 12 ribu. Sedangkan temulawak menjadi Rp 20 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 15 ribu," terangnya.

Sementara untuk serai, diketahui habis sejak pagi tadi. Masyarakat yang belanja pun banyak yang tidak kebagian.

"Kalau serai ini, baru buka dagangan.pagi sudah habis. Cepet banget," pungkasnya.