KENDARI - Kelakuan bocah berinisial Z (12) salah seorang warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Remaja yang masih duduk di bangku SMP ini mencuri celana dalam perempuan untuk digunakan saat onani.

Kapolsek Mandonga AKP I Ketut Arya Wijanarka mengatakan jika Z mencuri celana dalam perempuan pada malam hari. Dalam kegelapan, Z mengambil pakaian dalam perempuan yang masih ada di jemuran.

"Dia terinspirasi film porno yang sering ditonton di warnet. Celana dalam itu dicium sambil beronani," jelas AKP Ketut, Rabu (4/3/2020).

Aksi Z berhasil ditangkap warga setempat di sekitar Pasar Grosir, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra. Saat bersamaan, pihaknya sedang patroli sehingga langsung diamankan.

"Saat itu pelaku sementara memulung, lalu pelaku memasukkan celana dalam ke dalam karungnya, warga yang memergoki pelaku kemudian memeriksa karung yang dibawa. Warga mendapati 12 lembar celana dalam," katanya.

Terkait kasus ini, polisi membina dan memanggil orang tua Z dan kasus pencurian ini tidak dilanjutkan ke proses hukum. Sebab Z masih di bawah umur dan korban tidak lagi mempersoalkan pencurian tersebut.

Terobsesi Film Dewasa, Bocah SMP Ini Curi Celana Dalam Untuk Onani

KENDARI - Kelakuan bocah berinisial Z (12) salah seorang warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Remaja yang masih duduk di bangku SMP ini mencuri celana dalam perempuan untuk digunakan saat onani.

Kapolsek Mandonga AKP I Ketut Arya Wijanarka mengatakan jika Z mencuri celana dalam perempuan pada malam hari. Dalam kegelapan, Z mengambil pakaian dalam perempuan yang masih ada di jemuran.

"Dia terinspirasi film porno yang sering ditonton di warnet. Celana dalam itu dicium sambil beronani," jelas AKP Ketut, Rabu (4/3/2020).

Aksi Z berhasil ditangkap warga setempat di sekitar Pasar Grosir, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra. Saat bersamaan, pihaknya sedang patroli sehingga langsung diamankan.

"Saat itu pelaku sementara memulung, lalu pelaku memasukkan celana dalam ke dalam karungnya, warga yang memergoki pelaku kemudian memeriksa karung yang dibawa. Warga mendapati 12 lembar celana dalam," katanya.

Terkait kasus ini, polisi membina dan memanggil orang tua Z dan kasus pencurian ini tidak dilanjutkan ke proses hukum. Sebab Z masih di bawah umur dan korban tidak lagi mempersoalkan pencurian tersebut.