Social Items

Blitar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan kabupaten ini berada di Kanigoro setelah sebelumnya satu wilayah dengan Kota Blitar.

Berikut ini Tim kami telah merangkum Pondok Pesantren Salaf maupun modern yang cukup Terkenal dan Terbesar di Blitar :

1. PONDOK PESANTREN MAMBA'UL HIKAM MANTENAN

Lokasi : Jl. Raya Mantenan Udanawu, Wonorejo, Sukorejo, Udanawu, Blitar, Jawa Timur 66154

Berdirinya pondok pesantren ini bermula pada tahun 1907, dengan hadirnya pemuda bernama Abdul Ghofur yang sangat ‘alim dalam Ilmu agama dan telah berpengalaman nyantri (mondok) diberbagai pondok pesantren. Beliau adalah menantu Haji Munajat (H. Ibrohim), seorang hartawan yang sangat terkenal kedermawanannya. Alkisah pemuda Abdul Ghofur adalah cucu dari seorang kyai pengasuh pon-pes. Konon, kakek beliau pernah mengadakan sayembara khusus untuk keluarga.

Isi sayembara tersebut adalah barang siapa yang mampu meminum habis air yang telah disediakan dalam wadah (sejenis gelas) dengan sekali tegukan, maka ialah yang kelak mewarisi ilmu sang kakek. Wal hasil dengan izin Alloh, hanya Abdul Ghofur lah yang berhasil, meskipun waktu itu beliau masih kecil. Pada saat melihat masyarakat di daerah mertua yang kehidupan beragamanya sangat memprihatinkan, pemuda Abdul Ghofur merasa terpanggil untuk berda’wah, amar ma’ruf nahi munkar.

Sebagai awal pelaksanaan misi berda’wah beliau, dibangunlah sebuah langgar atau musholla. Selanjutnya dengan telaten beliau mengajak penduduk sekitar untuk memeluk agama islam dan melakukan syari’at-syari’atnya serta menghidupkan musholla beliau dengan kegiatan ibadah. Dan ternyata masyarakat terutama di dusun Mantenan, menyambut baik da’wah beliau. Banyak anak-anak, para pemuda, maupun orang tua yang mendatangi musholla untuk berjama’ah, belajar membaca al-qur’an dan ilmu syari’at yang lain.

Hari terus berganti, musholla tersebut semakin banyak didatangi bukan saja dari masyarakat sekitar, tapi banyak juga yang datang dari desa lain, karena masyarakat yang datang sangat banyak dan dirasa tidak dapat tertampung lagi, akhirnya pada tahun 1911, dibangunlah sebuah masjid dan pondok dengan 6 kamar (sekarang disebut asrama Gedekan atau As-Syafi’i) umtuk para santri yang menetap.

Maka sejak itulah mulai berdiri pondok pesantren yang oleh KH. Abdul Ghofur diberi nama Nahdlotut Tholab. Dan pondok ini terus berkembang, bahkan banyak juga santri yang berdatangan dari daerah yang jauh. Dan untuk mendidik santri yang terus bertambah maka dibentuklah sistem baru yaitu sistem madrasah.

Proses belajar mengajar dilakukan secara klasikal dengan membedakan santri sesuai kemampuan yang dimiliki. Pihak pesantren sendiri telah membagi tingkatan materi yang akan dibebankan kepada peserta didik dari MI (6 tahun), MTs, MA (3 tahun), Pasca Aliyah Putri (2 tahun) serta Madrasah Intidhor.

Untuk bisa memacu kemampuan menyerap materi yang disampaikan, PPMH menggunakan metode bahtsul masail, pengkajian kitab salaf, sorogan kitab kuning, sorogan bin nadhar dan bil ghaib, dan istima’ul Qur’an. Bahkan untuk mereka yang mengharapkan ijazah, pihak pesantren juga menyelenggarakan Kejar Paket B yang setara dengan SLTP dan C (SLTA).  Bangunan permanen juga disediakan untuk menampung aktifitas santri, dari mulai lokal madrasah, masjid, asrama, fasilitas harian berupa sanitasi, dapur, aula, hingga gedung olah raga. Semua tersedia di area pesantren yang kini memiliki 2.267 santri (1.395 laki dan 872 putri) ini. Semua tersebar di lembaga pendidikan dari mulai TPA hingga Pasca Aliyah. Ini belum termasuk jamaah yang terhimpun dalam Thariqah an-Naqsabandiyah.

2. PONDOK PESANTREN TERPADU AL-KAMAL

Lokasi : Jl. Pondok Pesantren Al Kamal, Cemandi, Kunir, Wonodadi, Blitar, Jawa Timur 66155

Pondok Pesantren Terpadu Al-Kamal didirikan pada tahun 1940 oleh KH. Manshur salah seorang putra KH. Imam Basyari, salah seorang kiyai di Mangunsari Tulungagung). Keberadaan Pondok ini berawal dari amanat KH. Imam Basyari terhadap putra-putranya yang menginginkan agar tanah babatan hutan di Blitar, ditempati oleh salah seorang putranya. Satu-satunya putra beliau yang bersedia menempati tanah tersebut adalah Manshur yang waktu itu baru pulang menuntut ilmu beberapa tahun di Mekah.

Tahun 1918 M. Manshur berangkat menuju desa Kunir Blitar. Di desa tersebut, mendirikan sebuah langgar dan kemudian mendirikan majelis ta’lim atau pengajian yang santri-santrinya berdatangan dari desa-desa sekitarnya. Pengajian yang diselanggarakan KH. Manshur berkembang terus dan memerlukan beberapa tempat untuk menginap para santri-santrinya.

Pondok Pesantren Al-Kamal Kunir Wonodadi Blitar,  pesantren ini menerapkan pola pengelolaan managerial dengan mengembangkan  sistem kepemimpinan semi demokrasi. Dan Jika dijelaskan secara periodik, pengelolaan dan pe

nyelenggaraan pendidikan Pon. Pes. Terpadu Al-Kamal telah mengalami tiga  masa kepemimpinan.

Masa kepemimpinan pertama adalah pendiri KH. Manshur pada tahun 1940 – 1960 M, pada masa ini Pon. Pes. dikelola secara mutlak oleh pendirinya dengan dibantu oleh beberapa orangasatidz (para guru yang mumpuni dalam bidang agama, terutama mereka-mereka yang telah tamat dari pesantren-pesantren sekitar Blitar.

Mengikuti perkembangan jaman, Pondok Pesantren Al-Kamal dirancang secara Terpadu, dalam arti pendidikan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren ini mensinergikan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Maka namanya adalah Pondok Pesantren Terpadu al-Kamal (PPTA) Sehingga alumni santri –khususnya yang mukim– di Pondok Pesantren ini memiliki kemampuan atau pengetahuan agama yang relatif sama dalam jenjang yang sama walaupun jenis sekolah yang diikuti berbeda. Karena para santri yang mukim diwajibkan mengikuti pendidikan keagamaan, yakni madrasah Diniyah.

3. PONDOK PESANTREN NURUL ULUM BLITAR

Lokasi - Jl. Diponegoro No.105, Dadapan, Kedung Bunder, Kec. Sutojayan, Blitar, Jawa Timur 66172

Pondok Pesantren Nurul Ulum 2 Sutojayan dirintis sejak tahun 1997 oleh KH. Agus Muadzin dan dibangun di atas tanah waqof Nahdlatul Ulama seluas + 4000 m2. Pondok pesantren ini diawali dengan didirikanya madrasah Diniyah Nidzomiyah dan kegiatan pengajian rutin subhiyah serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang lain.

Para santri madrasah diniyah tersebut umumnya berangkat dari rumah masing-masing, namun ada sebagian kecil di antara mereka yang tetap tinggal di bilik-bilik sederhana.

Dalam perkembangan selanjutnya, ada tuntutan dan desakan warga masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan formal madrasah.

Oleh karenanya, pada tahun 2010, setelah mendapatkan pertimbangan dan kebijakan Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, di lokasi Madrasah Diniyah Nidzomiyah tersebut didirikan Pontren Nurul Ulum 2 yang di dalamnya diselenggarakan pula pendidikan formal MTs Maarif NU 2 Sutojayan Blitar yang seluruh siswanya wajib tinggal di Pesantren.

Program Unggulan
Program unggulan Pontren Nurul Ulum 2 Sutojayan adalah penerapan pendidikan diniyah dengan menggunakan sitem peminatan. Tujuannya adalah agar belajar santri lebih fokus. Ada tiga peminatan yang bisa dipilih: Tahfidzul Qur'an, Pendalaman Kitab Kuning dan Pengembangan Bahasa Arab Aktif.

Pembiasaan 9 ubudiyyah santri sebagai upaya pendekatan kepada Allah sehingga proses tholabul ilmi bisa berhasil. 9 ubudiyah tersebut adalah: Sholat tahajjud, sholat witir, sholat jamaah, membaca al-Qur'an, shalat dhuha, shalat rawatib, puasa Senin-Kamis, istighatsah dan dawamul wudhu'.

4. PONDOK PESANTREN NURUL ULUM KOTA BLITAR

Lokasi : Jl. Ciliwung No.56, Bendo, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66116

Pondok Pesantren Nurul Ulum didirikan sejak tahun 1994 dibawah
pengelolaan Lembaga Pendidikan Maarif NU Cabang Kota Blitar.
Pendirian Pondok Pesantren ini sebagai respon atas tuntutan masyarakat
yang menghendaki penyelenggaraan pendidikan yang memadukan
pendidikan pesantren dan pendidikan formal tingkat SLTA. Tuntutan
masyarakat tersebut didasarkan adanya kekhawatiran sebagian orang tua
atas semakin meningkatnya kenakalan remaja akibat pengaruh lingkungan
masyarakat yang kurang kondusif. Orang tua berharap, dengan
menyekolahkan anaknya di sekolah yang berada di pondok pesantren akan
dapat meminimalisir berbagai kemungkinan dampak negatif lingkungan
pergaulan yang kurang kondusif tersebut.

Didirikannya Pondok Pesantren ini juga tidak terlepas dengan
keberadaan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) NU Blitar yang menurut
aturan pada waktu itu mensyaratkan siswa/siswinya tinggal di asrama
pondok pesantren. Tujuan diselenggarakan pondok pesantren yang
dipadukan dengan pendidikan formal Madrasah Aliyah Keagamaan ini
untuk mewujudkan generasi muslim beriman, bertaqwa berpengetahuan
luas, memiliki ketrampilan dan mandiri, sehingga siap menjalani
kehidupan di era yang sesuai dengan zamannya.

Semenjak dibuka pada tahun pelajaran 1993/1994 sampai dengan akhir
tahun pelajaran 1995/1996 penyelenggaraan pendidikan MAK NU Blitar.

Seiring dengan tuntutan jaman, maka pada tahun 2005 Pondok
Pesantren Nurul Ulum Kota Blitar telah membuka satuan pendidikan yang
baru yaitu MTs Maarif NU. Sehingga saat ini di pondok pesantren Nurul
Ulum kota Blitar ini, terdapat 2 lembaga formal, yaitu Madrasah Aliyah.

Maarif NU dan Madrasah Tsanawiyah Maarif NU yang jumlah santri
keseluruhan + 1024 santri. Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan,
Pondok Pesantren Nurul Ulum, MA Maarif NU dan MTs Maarif NU Kota
Blitar berusaha menerapkan secara penuh suatu jenis pendidikan terpadu,
yaitu semua siswa tinggal di asrama (boarding schooll system). Dengan
sistem asrama ini, siswa mengikuti kegiatan pendidikan dalam tiga alokasi
waktu, Intra Pagi, Intra Sore dan Diniyah Malam.

5. PONDOK PESANTREN MODERN Al-Aqsho

Lokasi : Gang Sakrep Azhari RT. 4 / RW. 5, Jatitengah, Selopuro, Dusun Jambewangi Kraj, Jambewangi, Kec. Selopuro, Blitar, Jawa Timur 66184

Pondok pesantren ini terletak dintara alam pedesaan kota Malang dan Blitar dengan suasana dan lingkungan yang sangat steril dari polusi udara yang masih segar serta masjid yang indah meskipun asrama dan ruang kelas yang sederhana, santri dan pengurus serta masyarakat bekerja sama untuk mewujudkan SDM yang berkualitas khususnya untuk menghasilkan alumni pondok yang bermutu disegala aspek.

Kegiatan yang dilakukan didasari ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta mencari keridhaan-Nya dengan berjuang membentuk generasi muslim mukmin yang berakhlak mulia berpengetahuan luas, berfikroh Islami.

Tempat atau lokasi yang digunakan sebagai pembangunan pondok Pesantren Al Aqsa merupakan wakaf yang diberikan oleh beberapa masyarakat di sekitar desa jatitengah.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terkenal di Blitar Jawa Timur.

5 Pondok Pesantren Terbaik Dan Terbesar Di Blitar 

Blitar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan kabupaten ini berada di Kanigoro setelah sebelumnya satu wilayah dengan Kota Blitar.

Berikut ini Tim kami telah merangkum Pondok Pesantren Salaf maupun modern yang cukup Terkenal dan Terbesar di Blitar :

1. PONDOK PESANTREN MAMBA'UL HIKAM MANTENAN

Lokasi : Jl. Raya Mantenan Udanawu, Wonorejo, Sukorejo, Udanawu, Blitar, Jawa Timur 66154

Berdirinya pondok pesantren ini bermula pada tahun 1907, dengan hadirnya pemuda bernama Abdul Ghofur yang sangat ‘alim dalam Ilmu agama dan telah berpengalaman nyantri (mondok) diberbagai pondok pesantren. Beliau adalah menantu Haji Munajat (H. Ibrohim), seorang hartawan yang sangat terkenal kedermawanannya. Alkisah pemuda Abdul Ghofur adalah cucu dari seorang kyai pengasuh pon-pes. Konon, kakek beliau pernah mengadakan sayembara khusus untuk keluarga.

Isi sayembara tersebut adalah barang siapa yang mampu meminum habis air yang telah disediakan dalam wadah (sejenis gelas) dengan sekali tegukan, maka ialah yang kelak mewarisi ilmu sang kakek. Wal hasil dengan izin Alloh, hanya Abdul Ghofur lah yang berhasil, meskipun waktu itu beliau masih kecil. Pada saat melihat masyarakat di daerah mertua yang kehidupan beragamanya sangat memprihatinkan, pemuda Abdul Ghofur merasa terpanggil untuk berda’wah, amar ma’ruf nahi munkar.

Sebagai awal pelaksanaan misi berda’wah beliau, dibangunlah sebuah langgar atau musholla. Selanjutnya dengan telaten beliau mengajak penduduk sekitar untuk memeluk agama islam dan melakukan syari’at-syari’atnya serta menghidupkan musholla beliau dengan kegiatan ibadah. Dan ternyata masyarakat terutama di dusun Mantenan, menyambut baik da’wah beliau. Banyak anak-anak, para pemuda, maupun orang tua yang mendatangi musholla untuk berjama’ah, belajar membaca al-qur’an dan ilmu syari’at yang lain.

Hari terus berganti, musholla tersebut semakin banyak didatangi bukan saja dari masyarakat sekitar, tapi banyak juga yang datang dari desa lain, karena masyarakat yang datang sangat banyak dan dirasa tidak dapat tertampung lagi, akhirnya pada tahun 1911, dibangunlah sebuah masjid dan pondok dengan 6 kamar (sekarang disebut asrama Gedekan atau As-Syafi’i) umtuk para santri yang menetap.

Maka sejak itulah mulai berdiri pondok pesantren yang oleh KH. Abdul Ghofur diberi nama Nahdlotut Tholab. Dan pondok ini terus berkembang, bahkan banyak juga santri yang berdatangan dari daerah yang jauh. Dan untuk mendidik santri yang terus bertambah maka dibentuklah sistem baru yaitu sistem madrasah.

Proses belajar mengajar dilakukan secara klasikal dengan membedakan santri sesuai kemampuan yang dimiliki. Pihak pesantren sendiri telah membagi tingkatan materi yang akan dibebankan kepada peserta didik dari MI (6 tahun), MTs, MA (3 tahun), Pasca Aliyah Putri (2 tahun) serta Madrasah Intidhor.

Untuk bisa memacu kemampuan menyerap materi yang disampaikan, PPMH menggunakan metode bahtsul masail, pengkajian kitab salaf, sorogan kitab kuning, sorogan bin nadhar dan bil ghaib, dan istima’ul Qur’an. Bahkan untuk mereka yang mengharapkan ijazah, pihak pesantren juga menyelenggarakan Kejar Paket B yang setara dengan SLTP dan C (SLTA).  Bangunan permanen juga disediakan untuk menampung aktifitas santri, dari mulai lokal madrasah, masjid, asrama, fasilitas harian berupa sanitasi, dapur, aula, hingga gedung olah raga. Semua tersedia di area pesantren yang kini memiliki 2.267 santri (1.395 laki dan 872 putri) ini. Semua tersebar di lembaga pendidikan dari mulai TPA hingga Pasca Aliyah. Ini belum termasuk jamaah yang terhimpun dalam Thariqah an-Naqsabandiyah.

2. PONDOK PESANTREN TERPADU AL-KAMAL

Lokasi : Jl. Pondok Pesantren Al Kamal, Cemandi, Kunir, Wonodadi, Blitar, Jawa Timur 66155

Pondok Pesantren Terpadu Al-Kamal didirikan pada tahun 1940 oleh KH. Manshur salah seorang putra KH. Imam Basyari, salah seorang kiyai di Mangunsari Tulungagung). Keberadaan Pondok ini berawal dari amanat KH. Imam Basyari terhadap putra-putranya yang menginginkan agar tanah babatan hutan di Blitar, ditempati oleh salah seorang putranya. Satu-satunya putra beliau yang bersedia menempati tanah tersebut adalah Manshur yang waktu itu baru pulang menuntut ilmu beberapa tahun di Mekah.

Tahun 1918 M. Manshur berangkat menuju desa Kunir Blitar. Di desa tersebut, mendirikan sebuah langgar dan kemudian mendirikan majelis ta’lim atau pengajian yang santri-santrinya berdatangan dari desa-desa sekitarnya. Pengajian yang diselanggarakan KH. Manshur berkembang terus dan memerlukan beberapa tempat untuk menginap para santri-santrinya.

Pondok Pesantren Al-Kamal Kunir Wonodadi Blitar,  pesantren ini menerapkan pola pengelolaan managerial dengan mengembangkan  sistem kepemimpinan semi demokrasi. Dan Jika dijelaskan secara periodik, pengelolaan dan pe

nyelenggaraan pendidikan Pon. Pes. Terpadu Al-Kamal telah mengalami tiga  masa kepemimpinan.

Masa kepemimpinan pertama adalah pendiri KH. Manshur pada tahun 1940 – 1960 M, pada masa ini Pon. Pes. dikelola secara mutlak oleh pendirinya dengan dibantu oleh beberapa orangasatidz (para guru yang mumpuni dalam bidang agama, terutama mereka-mereka yang telah tamat dari pesantren-pesantren sekitar Blitar.

Mengikuti perkembangan jaman, Pondok Pesantren Al-Kamal dirancang secara Terpadu, dalam arti pendidikan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren ini mensinergikan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Maka namanya adalah Pondok Pesantren Terpadu al-Kamal (PPTA) Sehingga alumni santri –khususnya yang mukim– di Pondok Pesantren ini memiliki kemampuan atau pengetahuan agama yang relatif sama dalam jenjang yang sama walaupun jenis sekolah yang diikuti berbeda. Karena para santri yang mukim diwajibkan mengikuti pendidikan keagamaan, yakni madrasah Diniyah.

3. PONDOK PESANTREN NURUL ULUM BLITAR

Lokasi - Jl. Diponegoro No.105, Dadapan, Kedung Bunder, Kec. Sutojayan, Blitar, Jawa Timur 66172

Pondok Pesantren Nurul Ulum 2 Sutojayan dirintis sejak tahun 1997 oleh KH. Agus Muadzin dan dibangun di atas tanah waqof Nahdlatul Ulama seluas + 4000 m2. Pondok pesantren ini diawali dengan didirikanya madrasah Diniyah Nidzomiyah dan kegiatan pengajian rutin subhiyah serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang lain.

Para santri madrasah diniyah tersebut umumnya berangkat dari rumah masing-masing, namun ada sebagian kecil di antara mereka yang tetap tinggal di bilik-bilik sederhana.

Dalam perkembangan selanjutnya, ada tuntutan dan desakan warga masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan formal madrasah.

Oleh karenanya, pada tahun 2010, setelah mendapatkan pertimbangan dan kebijakan Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, di lokasi Madrasah Diniyah Nidzomiyah tersebut didirikan Pontren Nurul Ulum 2 yang di dalamnya diselenggarakan pula pendidikan formal MTs Maarif NU 2 Sutojayan Blitar yang seluruh siswanya wajib tinggal di Pesantren.

Program Unggulan
Program unggulan Pontren Nurul Ulum 2 Sutojayan adalah penerapan pendidikan diniyah dengan menggunakan sitem peminatan. Tujuannya adalah agar belajar santri lebih fokus. Ada tiga peminatan yang bisa dipilih: Tahfidzul Qur'an, Pendalaman Kitab Kuning dan Pengembangan Bahasa Arab Aktif.

Pembiasaan 9 ubudiyyah santri sebagai upaya pendekatan kepada Allah sehingga proses tholabul ilmi bisa berhasil. 9 ubudiyah tersebut adalah: Sholat tahajjud, sholat witir, sholat jamaah, membaca al-Qur'an, shalat dhuha, shalat rawatib, puasa Senin-Kamis, istighatsah dan dawamul wudhu'.

4. PONDOK PESANTREN NURUL ULUM KOTA BLITAR

Lokasi : Jl. Ciliwung No.56, Bendo, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66116

Pondok Pesantren Nurul Ulum didirikan sejak tahun 1994 dibawah
pengelolaan Lembaga Pendidikan Maarif NU Cabang Kota Blitar.
Pendirian Pondok Pesantren ini sebagai respon atas tuntutan masyarakat
yang menghendaki penyelenggaraan pendidikan yang memadukan
pendidikan pesantren dan pendidikan formal tingkat SLTA. Tuntutan
masyarakat tersebut didasarkan adanya kekhawatiran sebagian orang tua
atas semakin meningkatnya kenakalan remaja akibat pengaruh lingkungan
masyarakat yang kurang kondusif. Orang tua berharap, dengan
menyekolahkan anaknya di sekolah yang berada di pondok pesantren akan
dapat meminimalisir berbagai kemungkinan dampak negatif lingkungan
pergaulan yang kurang kondusif tersebut.

Didirikannya Pondok Pesantren ini juga tidak terlepas dengan
keberadaan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) NU Blitar yang menurut
aturan pada waktu itu mensyaratkan siswa/siswinya tinggal di asrama
pondok pesantren. Tujuan diselenggarakan pondok pesantren yang
dipadukan dengan pendidikan formal Madrasah Aliyah Keagamaan ini
untuk mewujudkan generasi muslim beriman, bertaqwa berpengetahuan
luas, memiliki ketrampilan dan mandiri, sehingga siap menjalani
kehidupan di era yang sesuai dengan zamannya.

Semenjak dibuka pada tahun pelajaran 1993/1994 sampai dengan akhir
tahun pelajaran 1995/1996 penyelenggaraan pendidikan MAK NU Blitar.

Seiring dengan tuntutan jaman, maka pada tahun 2005 Pondok
Pesantren Nurul Ulum Kota Blitar telah membuka satuan pendidikan yang
baru yaitu MTs Maarif NU. Sehingga saat ini di pondok pesantren Nurul
Ulum kota Blitar ini, terdapat 2 lembaga formal, yaitu Madrasah Aliyah.

Maarif NU dan Madrasah Tsanawiyah Maarif NU yang jumlah santri
keseluruhan + 1024 santri. Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan,
Pondok Pesantren Nurul Ulum, MA Maarif NU dan MTs Maarif NU Kota
Blitar berusaha menerapkan secara penuh suatu jenis pendidikan terpadu,
yaitu semua siswa tinggal di asrama (boarding schooll system). Dengan
sistem asrama ini, siswa mengikuti kegiatan pendidikan dalam tiga alokasi
waktu, Intra Pagi, Intra Sore dan Diniyah Malam.

5. PONDOK PESANTREN MODERN Al-Aqsho

Lokasi : Gang Sakrep Azhari RT. 4 / RW. 5, Jatitengah, Selopuro, Dusun Jambewangi Kraj, Jambewangi, Kec. Selopuro, Blitar, Jawa Timur 66184

Pondok pesantren ini terletak dintara alam pedesaan kota Malang dan Blitar dengan suasana dan lingkungan yang sangat steril dari polusi udara yang masih segar serta masjid yang indah meskipun asrama dan ruang kelas yang sederhana, santri dan pengurus serta masyarakat bekerja sama untuk mewujudkan SDM yang berkualitas khususnya untuk menghasilkan alumni pondok yang bermutu disegala aspek.

Kegiatan yang dilakukan didasari ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta mencari keridhaan-Nya dengan berjuang membentuk generasi muslim mukmin yang berakhlak mulia berpengetahuan luas, berfikroh Islami.

Tempat atau lokasi yang digunakan sebagai pembangunan pondok Pesantren Al Aqsa merupakan wakaf yang diberikan oleh beberapa masyarakat di sekitar desa jatitengah.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terkenal di Blitar Jawa Timur.

Tidak ada komentar

Loading...