PEKALONGAN - Akibat diterjang banjir, 1.265 warga Pekalongan masih mengungsi. Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengungkap sejumlah wilayah di antaranya Kelurahan Tirto dan Pasir Sari masih tergenang Banjir.

"Ya banjir di Kota Pekalongan, sudah turun menyusut demikian juga dengan pengungsian, yang semula 1.776, update terakhir 1265. Genangan jalan-jalan terpantau tadi juga sudah surut semua. Namun dari pantauan kami, seperti di wilayah Kelurahan Tirto, Kelurahan Pasir Kraton Kramat (perkampungan Pasir Sari dan Kramat Sari) masih tergenang," ucap pria yang akrab dipanggil dengan Aap itu kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).

Meski begitu, debit air Sungai Bremi masih tinggi dan pompa belum bekerja secara maksimal. Kawasan di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat hingga saat ini masih tergenang.

Aap mengungkap banjir di Kota Pekalongan sangat mengganggu sektor perekonomian. Salah satunya warga Pekalongan yang masih belum bisa bekerja dengan normal karena banjir.

"Kemarin juga kita ke posko mendapat curhatan dari warga tidak dapat bekerja karena lokasi kerjaa juga banjir. Kerja menjahit, batik dan lain sebagaimana," jelasnya.

Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan jalan karena terendam banjir di antaranya di kawasan Kramat Sari 1,2, 3 Kota Pekalongan.

"Alhamdulilah dari dinas perumahan dan pemukiman (Kota Pekalongan) sudah dianggarkan, mudah mudahan hujan reda, banjir usai, dan bisa dibangun. Karena jalan aspal itu akan rusak karena terendam air dan banjir," jelasnya.

Selain itu, Pemkot Pekalongan juga menggratiskan biaya pelayanan kesehatan untuk korban banjir di RSUD Kota Pekalongan.

"Ke depan kita akan menata drainase yang tidak berjalan dengan baik. Ini penting di Kota Pekalongan. Bukan hanya curah hujan yang tinggi, tetapi hujan satu dua jam, wilayah sudah banjir terendam air," jelasnya.

"Kita sudah melakukan rakor, kemarin dengan Pemprov dan Pemkab Pekalongan untuk bersama-sama mengatasi dan menanggulangi banjir tahunan," pungkasnya.

Diterjang Banjir, Ribuan Warga Pekalongan Mengungsi

PEKALONGAN - Akibat diterjang banjir, 1.265 warga Pekalongan masih mengungsi. Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengungkap sejumlah wilayah di antaranya Kelurahan Tirto dan Pasir Sari masih tergenang Banjir.

"Ya banjir di Kota Pekalongan, sudah turun menyusut demikian juga dengan pengungsian, yang semula 1.776, update terakhir 1265. Genangan jalan-jalan terpantau tadi juga sudah surut semua. Namun dari pantauan kami, seperti di wilayah Kelurahan Tirto, Kelurahan Pasir Kraton Kramat (perkampungan Pasir Sari dan Kramat Sari) masih tergenang," ucap pria yang akrab dipanggil dengan Aap itu kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).

Meski begitu, debit air Sungai Bremi masih tinggi dan pompa belum bekerja secara maksimal. Kawasan di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat hingga saat ini masih tergenang.

Aap mengungkap banjir di Kota Pekalongan sangat mengganggu sektor perekonomian. Salah satunya warga Pekalongan yang masih belum bisa bekerja dengan normal karena banjir.

"Kemarin juga kita ke posko mendapat curhatan dari warga tidak dapat bekerja karena lokasi kerjaa juga banjir. Kerja menjahit, batik dan lain sebagaimana," jelasnya.

Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan jalan karena terendam banjir di antaranya di kawasan Kramat Sari 1,2, 3 Kota Pekalongan.

"Alhamdulilah dari dinas perumahan dan pemukiman (Kota Pekalongan) sudah dianggarkan, mudah mudahan hujan reda, banjir usai, dan bisa dibangun. Karena jalan aspal itu akan rusak karena terendam air dan banjir," jelasnya.

Selain itu, Pemkot Pekalongan juga menggratiskan biaya pelayanan kesehatan untuk korban banjir di RSUD Kota Pekalongan.

"Ke depan kita akan menata drainase yang tidak berjalan dengan baik. Ini penting di Kota Pekalongan. Bukan hanya curah hujan yang tinggi, tetapi hujan satu dua jam, wilayah sudah banjir terendam air," jelasnya.

"Kita sudah melakukan rakor, kemarin dengan Pemprov dan Pemkab Pekalongan untuk bersama-sama mengatasi dan menanggulangi banjir tahunan," pungkasnya.

Tidak ada komentar