Social Items

KEDIRI JATIM - Warga di sekitar Taman Brantas Kota Kediri dibuat geger. Seorang pemuda diduga warga asal Jepang melakukan percobaan bunuh diri.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh JEFFRI, pengunjung Taman Brantas. Saat dikonfirmasi, JEFFRI menceritakan, saat itu dia berada di sisi bawah taman. Saat melihat ke atas JEFFRI terkejut mengetahui ada seorang pemuda sudah siap-siap menerjunkan diri ke bawah Jembatan Brawijaya, area Taman Brantas.

Terlihat di leher pemuda tersebut sudah dikalungi tali tampar warna kuning. Sedangkan ujung lainnya diikatkan ke besi jembatan. Spontan, JEFFRI meneriaki pemuda tersebut agar mengurungkan niatnya sambil berlari mendatangi.

Warga lain yang mendengar akhirnya ikut membantu menggagalkan upaya percobaan bunuh diri tersebut. Mereka memegangi pemuda tersebut yang terus berontak. Diduga, pemuda tersebut bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

Karena saat berusaha melepaskan diri dari pegangan warga, dia terus berbicara dalam bahasa asing seperti Jepang. Beruntung, saat itu Satpol PP Kota Kediri sedang melakukan patroli. Sehingga pemuda tersebut langsung ditangani petugas. Saat ini pemuda tersebut sudah diamankan di Mako Satpol PP Kota Kediri.

Setelah menjalani pemeriksaan di Mako Satpol PP Kota Kediri, pemuda yang melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Brawijaya Kota Kediri tadi sore, berhasil teridentifikasi.

HARIYONO, Komandan Regu 4 Satpol PP Kota Kediri mengatakan, pemuda itu berinisial BYF, usia 26 tahun, warga Tarokan Kediri. Keterangan itu sekaligus mengoreksi kabar sebelumnya yang menyebutkan dugaan pemuda tersebut berasal Jepang. Dugaan warga itu muncul karena BYF sangat fasih berbahasa Jepang. Selain itu penampilan kulit dan wajahnya juga seperti bukan orang Indonesia.

Terkait hal ini, HARIYONO mengatakan, kemampuan berbahasa Jepang itu dimiliki BYF karena dia merupakan alumni S1 Sastra Jepang di salah satu perguruan tinggi di Malang. BYF juga sempat bekerja sebagai penerjemah di perusahaan komik di Malang. Kemudian BYF keluar dari perusahaan tersebut. Sejak keluar dari tempatnya bekerja tersebut, BYF mulai putus asa dan menunjukkan tanda-tanda depresi.

Hingga akhirnya BYF memutuskan meninggalkan rumah dan melakukan upaya bunuh diri di Jembatan Brawijaya, area Taman Brantas Kota Kediri, sore tadi. Beruntung, aksi itu berhasil digagalkan pengunjung taman dibantu petugas Satpol PP Kota Kediri.

HARIYONO menambahkan, berkat sinergi Radio ANDIKA, Satpol PP Kota Kediri dan Polsek Tarokan, akhirnya keluarga BYF berhasil dihubungi. Perkembangannya, saat ini pihak keluarga sudah menjemput BYF di Mako Satpol PP Kota Kediri. 

Gegerkan Warga, Pria Asal Kediri Mencoba Bunuh Diri Di Jembatan

KEDIRI JATIM - Warga di sekitar Taman Brantas Kota Kediri dibuat geger. Seorang pemuda diduga warga asal Jepang melakukan percobaan bunuh diri.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh JEFFRI, pengunjung Taman Brantas. Saat dikonfirmasi, JEFFRI menceritakan, saat itu dia berada di sisi bawah taman. Saat melihat ke atas JEFFRI terkejut mengetahui ada seorang pemuda sudah siap-siap menerjunkan diri ke bawah Jembatan Brawijaya, area Taman Brantas.

Terlihat di leher pemuda tersebut sudah dikalungi tali tampar warna kuning. Sedangkan ujung lainnya diikatkan ke besi jembatan. Spontan, JEFFRI meneriaki pemuda tersebut agar mengurungkan niatnya sambil berlari mendatangi.

Warga lain yang mendengar akhirnya ikut membantu menggagalkan upaya percobaan bunuh diri tersebut. Mereka memegangi pemuda tersebut yang terus berontak. Diduga, pemuda tersebut bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

Karena saat berusaha melepaskan diri dari pegangan warga, dia terus berbicara dalam bahasa asing seperti Jepang. Beruntung, saat itu Satpol PP Kota Kediri sedang melakukan patroli. Sehingga pemuda tersebut langsung ditangani petugas. Saat ini pemuda tersebut sudah diamankan di Mako Satpol PP Kota Kediri.

Setelah menjalani pemeriksaan di Mako Satpol PP Kota Kediri, pemuda yang melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Brawijaya Kota Kediri tadi sore, berhasil teridentifikasi.

HARIYONO, Komandan Regu 4 Satpol PP Kota Kediri mengatakan, pemuda itu berinisial BYF, usia 26 tahun, warga Tarokan Kediri. Keterangan itu sekaligus mengoreksi kabar sebelumnya yang menyebutkan dugaan pemuda tersebut berasal Jepang. Dugaan warga itu muncul karena BYF sangat fasih berbahasa Jepang. Selain itu penampilan kulit dan wajahnya juga seperti bukan orang Indonesia.

Terkait hal ini, HARIYONO mengatakan, kemampuan berbahasa Jepang itu dimiliki BYF karena dia merupakan alumni S1 Sastra Jepang di salah satu perguruan tinggi di Malang. BYF juga sempat bekerja sebagai penerjemah di perusahaan komik di Malang. Kemudian BYF keluar dari perusahaan tersebut. Sejak keluar dari tempatnya bekerja tersebut, BYF mulai putus asa dan menunjukkan tanda-tanda depresi.

Hingga akhirnya BYF memutuskan meninggalkan rumah dan melakukan upaya bunuh diri di Jembatan Brawijaya, area Taman Brantas Kota Kediri, sore tadi. Beruntung, aksi itu berhasil digagalkan pengunjung taman dibantu petugas Satpol PP Kota Kediri.

HARIYONO menambahkan, berkat sinergi Radio ANDIKA, Satpol PP Kota Kediri dan Polsek Tarokan, akhirnya keluarga BYF berhasil dihubungi. Perkembangannya, saat ini pihak keluarga sudah menjemput BYF di Mako Satpol PP Kota Kediri. 

Tidak ada komentar

Loading...