TRENGGALEK JATIM - Puluhan rumah di empat desa di Trenggalek mengalami kerusakan akibat tersapu angin kencang. Seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat terjatuh saat membenahi atap rumah.

Empat desa yang diterjang angin kencang yakni Desa Widoro, Karanganyar dan Wonoanti di Kecamatan Gandusari serta Desa Wonocoyo di Kecamatan Pogalan. Kencangnya angin mengakibatkan sebagian genting dan atap rumah warga beterbangan.

Camat Gandusari, Samelan mengatakan, dari data sementara yang masuk, jumlah rumah yang rusak lebih dari 20. Kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga sedang.

"Sebagian besar memang atapnya beterbangan terkena angin puting beliung. Ada juga beberapa yang rusak tertimpa pohon tumbang," kata Samelan, Rabu (25/12/2019).

Terkait peristiwa itu, pemerintah desa, kecamatan serta BPBD Trenggalek dan Tagana diterjunkan ke lokasi kejadian. Yakni untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan rumah warga yang terdampak.

"Untuk kerugian masih belum bisa kami taksir. Masih dalam inventarisasi," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Widoro, Rohmad mengatakan, salah seorang warga mengalami luka ringan akibat terjatuh saat memperbaiki atap. "Saat itu Pak Isdi sedang membetulkan asbes (genting semen) tiba-tiba jatuh," ujar Rohmad.

Menurutnya, peristiwa hujan deras disertai angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Intensitas curah hujan cukup lebat, pada saat yang bersamaan muncul angin kencang dan menerjang sejumlah rumah warga.

"Yang terkena dampak angin kencang ini rata-rata berada di pinggir sawah ini," pungkasnya.

Akibat Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Trenggalek Rusak

TRENGGALEK JATIM - Puluhan rumah di empat desa di Trenggalek mengalami kerusakan akibat tersapu angin kencang. Seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat terjatuh saat membenahi atap rumah.

Empat desa yang diterjang angin kencang yakni Desa Widoro, Karanganyar dan Wonoanti di Kecamatan Gandusari serta Desa Wonocoyo di Kecamatan Pogalan. Kencangnya angin mengakibatkan sebagian genting dan atap rumah warga beterbangan.

Camat Gandusari, Samelan mengatakan, dari data sementara yang masuk, jumlah rumah yang rusak lebih dari 20. Kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga sedang.

"Sebagian besar memang atapnya beterbangan terkena angin puting beliung. Ada juga beberapa yang rusak tertimpa pohon tumbang," kata Samelan, Rabu (25/12/2019).

Terkait peristiwa itu, pemerintah desa, kecamatan serta BPBD Trenggalek dan Tagana diterjunkan ke lokasi kejadian. Yakni untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan rumah warga yang terdampak.

"Untuk kerugian masih belum bisa kami taksir. Masih dalam inventarisasi," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Widoro, Rohmad mengatakan, salah seorang warga mengalami luka ringan akibat terjatuh saat memperbaiki atap. "Saat itu Pak Isdi sedang membetulkan asbes (genting semen) tiba-tiba jatuh," ujar Rohmad.

Menurutnya, peristiwa hujan deras disertai angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Intensitas curah hujan cukup lebat, pada saat yang bersamaan muncul angin kencang dan menerjang sejumlah rumah warga.

"Yang terkena dampak angin kencang ini rata-rata berada di pinggir sawah ini," pungkasnya.

Tidak ada komentar