Social Items

Kulonprogo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibu kotanya adalah Wates.

Berikut ini adalah Daftar Pondok Pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta :

1. PONDOK PESANTREN NURUL HAROMAIN KULONPROGO

Lokasi : Taruban Kulon, Tuksono, Kec. Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55664

Pondok Pesantren Nurul Haromain merupakan pesantren semi modern, meskipun sudah memasukkan sistem madrasah dan sekolah formal namun tetap mempertahankan corak salafnya.

Pondok pesantren tersebut juga berkecimpung dalam masalah sosial, yaitu membangun panti asuhan untuk anak-anak yatim dan terlantar serta panti sosial untuk yang terkena gangguan jiwa dan narkoba. Pembahasan yang akan dikaji yaitu kondisi sosial dan keagamaan, biografi pendiri pondok pesantren, serta perkembangan dari pondok pesantren tersebut. Konsep yang digunakan adalah konsep pesantren dari Abd. Muin. Abd. Muin membagi pesantren dalam tiga tipologi yaitu pesantren salafiyah, khalafiyah dan kombinasi.

Pondok Pesantren Nurul Haromain merupakan pesantren kombinasi karena meskipun sudah membangun madrasah tetapi tetap mempertahankan corak salafinya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis.

Ilmu sosiologi adalah ilmu sosial yang obyeknya masyarakat, maka pendekatan sosiologis berarti pembahasan tentang hubungan sosial, golongan sosial yang berperan, konflik berdasarkan kepentingan, pelapisan sosial dan status sosial. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristik yakni pengumpulan sumber. Pengumpulan sumber diperoleh dari sumber lisan maupun tulis. Kedua adalah verifikasi, yakni tahapan penulis melakukan kritik terhadap sumber yang ditemukan.

Ketiga adalah interpretasi yakni menafsirkan terhadap fakta-fakta sejarah yang telah ditemukan sehingga sumber data yang telah diperoleh dapat disusun secara kronologis dan sistematis. Tahapan terakhir yaitu historiografi yakni penulisan sejarah yang mencakup pengantar, hasil penelitian, dan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara Pesantren Nurul Haromain dan masyarakat sekitar. Pesantren yang benar-benar awalnya merintis dari bawah sekarang mampu survive di masyarakat.

Hal ini diwujudkan dengan pesantren mampu membangun Panti Asuhan, Madrasah Non Formal, Madrasah Formal, Panti Rehabilitasi Narkoba dibawah naungan Yayasan al-Maliky Pondok Pesantren Nurul Haromain. Pesantren selain bertujuan untuk mencetak kader-kader ulama juga berusaha untuk mensejahterakan masyarakat sekitar melalui lembaga-lembaga tersebut.

Hingga saat ini santri yang mondok di sini semakin bertambah banyak baik dari Yogyakarta maupun dari luar daerah.

2. PONDOK PESANTREN AN NADWAH

Lokasi : Kauman, RT.40/RW.18, Bendungan, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55651

Pondok Pesantren Annadwah adalah musholla kecil berdinding anyaman bambu yang digunakan untuk sholat berjamaah dan mengaji Al Qur'an dengan metode bin nadzri.

Lama-lama santri yang mengaji Al Qur'an semakin banyak dan ada yang menginap di musholla saat malam hari dan paginya pulang untuk aktifitas sehari-hari.

Tahun 1981 diadakan perbaikan bangunan musholla yang semula berdinding anyaman bambu diganti batu bata. Pembangunan mushola termotivasi dari isi pengajian khataman Al-Qur'an oleh K.H. Mufid Mas'ud.

Hingga sekarang santri yang menetap semakin banyak dan terus bertambah.

3. PONDOK PESANTREN DARUL ULUM KULONPROGO

Lokasi : Area Sawah, Pandowan, Kec. Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55661

Pada masa penjajahan Belanda, lembaga Pendidikan masih sangat kurang, lebih-lebih dipelosok pedesaan didesa Sewugalur Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh Muhammadiyah Group Kranggan (sekarang ranting) didirikan lembaga pendidikan Islam tingkat menengah yang dinamakan Madrasah Darul Ulum.

Dengan nama Darul Ulum yang berarti gedung ilmu, maka dimadrasah tersebut memang memberikan bermacam-macam ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Dari masa ke masa Darul Ulum telah banyak mengalami pasang surut, mengalami masa gemilang dan masa suram, mendapat sanjungan dan mendapat cacian. Namun kenyataan Darul Ulum suatu Madrasah yang telah banyak mendidik putra-putri Islam. Dan sesuai dengan ilmu yang didapat baik ilmu agama maupun umum sehingga para Abiturient Madrasah Darul Ulum dapat berperan dalam segala bidang. Ada yang menjadi mubaligh, pedagang, pegawai, pamong praja, ABRI dan lain lainnya. Namun pada umumnya mereka melaksanakan tugas dakwah dalam bidangnya masing-masing. Perlu diketahu bahwa Bapak H.AR. Fachruddin yang pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa kali periode juga termasuk salah satu Abiturient Madrasah Darul Ulum.

Seperti Madrsah-madrsah pada umumnya Darul Ulum saat ini mengalami kemunduruan kemunduran yang perlu mendapat perhatian umat Islam pada umumnya. Untuk itulah kami sajikan sejarah singkat Madrasah tersebut, yang sekarang sudah berusia 75 tahun karena Darul
Ulum berdiri tanggal 05 Juli 1932.

Berdirinya madrasah Darul Ulum pada tahun 1932 tidak dapat dipisahkan dengan pertumbuhan Muhammadiiyah di daerah Kulon Progo, secara kronologis Muhammadiyah masuk didaerah Kulon Progo tahun 1926. salah satu syarat berdirinya Muhammadiyah (ketika itu Muhammadiyah Group Kranggan ) harus ada sekolah Muhammadiyah, karenanya didirikan sekolah dasar Muhammadiyah Wonopeti (Standard School Muhammadiyah Wonopeti) sekarang Sekolah Dasar Wonopeti I.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan terbaik di kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.

3 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Kulonprogo Yogyakarta

Kulonprogo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibu kotanya adalah Wates.

Berikut ini adalah Daftar Pondok Pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta :

1. PONDOK PESANTREN NURUL HAROMAIN KULONPROGO

Lokasi : Taruban Kulon, Tuksono, Kec. Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55664

Pondok Pesantren Nurul Haromain merupakan pesantren semi modern, meskipun sudah memasukkan sistem madrasah dan sekolah formal namun tetap mempertahankan corak salafnya.

Pondok pesantren tersebut juga berkecimpung dalam masalah sosial, yaitu membangun panti asuhan untuk anak-anak yatim dan terlantar serta panti sosial untuk yang terkena gangguan jiwa dan narkoba. Pembahasan yang akan dikaji yaitu kondisi sosial dan keagamaan, biografi pendiri pondok pesantren, serta perkembangan dari pondok pesantren tersebut. Konsep yang digunakan adalah konsep pesantren dari Abd. Muin. Abd. Muin membagi pesantren dalam tiga tipologi yaitu pesantren salafiyah, khalafiyah dan kombinasi.

Pondok Pesantren Nurul Haromain merupakan pesantren kombinasi karena meskipun sudah membangun madrasah tetapi tetap mempertahankan corak salafinya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis.

Ilmu sosiologi adalah ilmu sosial yang obyeknya masyarakat, maka pendekatan sosiologis berarti pembahasan tentang hubungan sosial, golongan sosial yang berperan, konflik berdasarkan kepentingan, pelapisan sosial dan status sosial. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristik yakni pengumpulan sumber. Pengumpulan sumber diperoleh dari sumber lisan maupun tulis. Kedua adalah verifikasi, yakni tahapan penulis melakukan kritik terhadap sumber yang ditemukan.

Ketiga adalah interpretasi yakni menafsirkan terhadap fakta-fakta sejarah yang telah ditemukan sehingga sumber data yang telah diperoleh dapat disusun secara kronologis dan sistematis. Tahapan terakhir yaitu historiografi yakni penulisan sejarah yang mencakup pengantar, hasil penelitian, dan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara Pesantren Nurul Haromain dan masyarakat sekitar. Pesantren yang benar-benar awalnya merintis dari bawah sekarang mampu survive di masyarakat.

Hal ini diwujudkan dengan pesantren mampu membangun Panti Asuhan, Madrasah Non Formal, Madrasah Formal, Panti Rehabilitasi Narkoba dibawah naungan Yayasan al-Maliky Pondok Pesantren Nurul Haromain. Pesantren selain bertujuan untuk mencetak kader-kader ulama juga berusaha untuk mensejahterakan masyarakat sekitar melalui lembaga-lembaga tersebut.

Hingga saat ini santri yang mondok di sini semakin bertambah banyak baik dari Yogyakarta maupun dari luar daerah.

2. PONDOK PESANTREN AN NADWAH

Lokasi : Kauman, RT.40/RW.18, Bendungan, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55651

Pondok Pesantren Annadwah adalah musholla kecil berdinding anyaman bambu yang digunakan untuk sholat berjamaah dan mengaji Al Qur'an dengan metode bin nadzri.

Lama-lama santri yang mengaji Al Qur'an semakin banyak dan ada yang menginap di musholla saat malam hari dan paginya pulang untuk aktifitas sehari-hari.

Tahun 1981 diadakan perbaikan bangunan musholla yang semula berdinding anyaman bambu diganti batu bata. Pembangunan mushola termotivasi dari isi pengajian khataman Al-Qur'an oleh K.H. Mufid Mas'ud.

Hingga sekarang santri yang menetap semakin banyak dan terus bertambah.

3. PONDOK PESANTREN DARUL ULUM KULONPROGO

Lokasi : Area Sawah, Pandowan, Kec. Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55661

Pada masa penjajahan Belanda, lembaga Pendidikan masih sangat kurang, lebih-lebih dipelosok pedesaan didesa Sewugalur Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh Muhammadiyah Group Kranggan (sekarang ranting) didirikan lembaga pendidikan Islam tingkat menengah yang dinamakan Madrasah Darul Ulum.

Dengan nama Darul Ulum yang berarti gedung ilmu, maka dimadrasah tersebut memang memberikan bermacam-macam ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Dari masa ke masa Darul Ulum telah banyak mengalami pasang surut, mengalami masa gemilang dan masa suram, mendapat sanjungan dan mendapat cacian. Namun kenyataan Darul Ulum suatu Madrasah yang telah banyak mendidik putra-putri Islam. Dan sesuai dengan ilmu yang didapat baik ilmu agama maupun umum sehingga para Abiturient Madrasah Darul Ulum dapat berperan dalam segala bidang. Ada yang menjadi mubaligh, pedagang, pegawai, pamong praja, ABRI dan lain lainnya. Namun pada umumnya mereka melaksanakan tugas dakwah dalam bidangnya masing-masing. Perlu diketahu bahwa Bapak H.AR. Fachruddin yang pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa kali periode juga termasuk salah satu Abiturient Madrasah Darul Ulum.

Seperti Madrsah-madrsah pada umumnya Darul Ulum saat ini mengalami kemunduruan kemunduran yang perlu mendapat perhatian umat Islam pada umumnya. Untuk itulah kami sajikan sejarah singkat Madrasah tersebut, yang sekarang sudah berusia 75 tahun karena Darul
Ulum berdiri tanggal 05 Juli 1932.

Berdirinya madrasah Darul Ulum pada tahun 1932 tidak dapat dipisahkan dengan pertumbuhan Muhammadiiyah di daerah Kulon Progo, secara kronologis Muhammadiyah masuk didaerah Kulon Progo tahun 1926. salah satu syarat berdirinya Muhammadiyah (ketika itu Muhammadiyah Group Kranggan ) harus ada sekolah Muhammadiyah, karenanya didirikan sekolah dasar Muhammadiyah Wonopeti (Standard School Muhammadiyah Wonopeti) sekarang Sekolah Dasar Wonopeti I.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan terbaik di kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.

No comments