Social Items

Alam Arham adalah ketika manusia berada di Rahim ibunya. Arham adalah bentuk jamak dari kata “rahim”. Rahim berarti kasih sayang. Alam arham adalah suatu alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Saat di alam arham ini, sejak itulah terjalin kasih sayang yang disebut silaturahim.


Sebelum rahim itu ditempelkan kepada manusia, sebelum ditempelkan kepada manusia rasa kasih sayang Allah itu di sifat rahim tersebut, maka dia (rahim) berbicara kepada Allah:
 “Tuhan, inilah saatnya aku berlindung kepada-Mu dari putusnya tali kasih sayang.

Dijawab oleh Allah,
Ketahuilah wahai rahim, Aku akan terhubungkan dengan orang yang menghubungkan denganmu, dan Aku akan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu.” (Hadits Qudsi)

Ketika durhaka terhadap ibu kita, maka berarti kita putus dari rahmat Allah. Ketika bermusuhan dengan saudara kita, berarti kita putus dengan rahmat Allah. Karena itulah, seperti diinformasikan Alquran, bahwa dosa kedua sesudah durhaka kepada Allah adalah dosa memutuskan silaturahim.

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi". (Q.S. Al-Baqarah: 27)

Dosa pertama manusia adalah mengingkari janji dengan Allah. Jika orang tersebut mulanya bertauhid tapi kemudian syirik, maka itu berarti dia melanggar janji dengan Allah. Semua ibadah yang dia lakukan menjadi tidak berarti. Dosa kedua adalah memutuskan apa yang diperintahkan oelh Allah untuk dihubungkan, yaitu silaturahim.

Informasi dari Alquran mengenai alam rahim adalah sebagai berikut:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (Q.S. Al-Mu’minun: 12-14)

Ketika di dalam rahim ibu, jasad kita diciptakan dalam 7 tahap.
Pertama, saripati tanah.
Kedua, nuthfah (air mani yang bercampur dengan telur).
Ketiga, ‘alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim).
Keempat, mudgah (segumpla daging yang warnanya merah kehitam-hitaman).
Kelima, tulang-belulang.
Keenam, tulang itu dibungkus oleh daging. Ketujuh, diberi bentuk lain, maksudnya dia tidak sama dengan bapaknya, tidak sama dengan ibunya, tidak sama dengan orang yang lain, sehingga tak ada manusia yang sama. Jangankan wajahnya, jangankan organ tubuhnya, bahkan sidik jarinya pun berbeda.

Dalam suatu buku berjudul “Al-Arqam wa Tarqim fil Qur’anil Karim (Angka dan Bilangan dalam Al-Qur’an)” diuraikan, bahwa al-insaan (dalam bahasa Arab) yang artinya adalah manusia jumlah hurufnya adalah 7 (alif, lam, alif, nun, sin, alif, nun). Mengapa al-insan itu terdiri dari 7 huruf? Karena manusia diciptakan dalam rahim melalui 7 tahap. Kemudian dia hidup di alam dunia 7 hari dalam sepekan.

Nanti setelah meninggal dunia, maka 7 alam lagi yang akan dijalani manusia, yaitu sakaratul maut, alam barzah, kiamat, yaumul ba’ats, yaumul mahsyar, neraka, dan, surga.

Karena itulah, ibadah haji itu serba tujuh: thawaf 7 putaran, sa’i 7 kali bolak-balik antara Shafa dan Marwa, melontar Jamrah 7 kali. Jadi semua ini sudah diatur secara sistematis oleh Allah.

Disebutkan juga di buku tersebut, bahwa manusia berada di antara pengaruh dua makhluk, sebelah kanannya malaikat, sebelah kirinya setan. Setan di dalam bahasa Arab adalah asy-syaithaanu. Malaikat bahasa Arabnya adalah al-malaaikatu. Jumlah huruf kedua-duanya sama-sama 7 huruf. Al-malaaikatu (alif, lam, mim alif hamzah, kaf, ta) dan Asy-syaithaanu (alif, lam, syin, ya, tha, alif, nun).

Selanjutnya dalam buku itu juga disebutkan, bahwa kata-kata al-malaaikat dan kata-kata asy-syaithaan itu di Alquran terulang sama banyaknya, yaitu sama-sama 89 kali. Selanjutnya, masing-masing mempengaruhi manusia dengan 7 cara pula. Malaikat mempengaruhi manusia melalui 7 cara, dan setan pun menyesatkan manusia melalui 7 cara.

Setelah bentuk lain sempurna (seluruh organ tubuh manusia sempurna), disebutkan di dalam Alquran:

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud". (Q.S. Al-Hijr: 29)

Pada usia berapakah ruh tersebut ditiupkan? Di Alquran memang tidak disebutkan, tetapi di hadis disebutkan, yaitu pada usia 4 bulan (120 hari). Karena itulah, ibu-ibu yang hamil ketika 4 bulan mulai terasa di perutnya. Ketika itulah baru disebut manusia.

Jadi, penggabungan ruh dan jasad itu terjadi di alam rahim. Karena manusia itu diciptakan dari dua komponen super, yaitu ruhnya dari Allah dan jasadnya dari tanah, maka manusia terikat dengan pemenuhan kebutuhan ruhani dan jasmani.

Perkembangan kejadian jasad 7 tahap menjadi sempurna sesudah 4 bulan Allah meniupkan ruh-Nya, maka jadilah manusia sebagai makhluk yang mono-dualistik (dua komponen dalam satu diri), yaitu komponen Ilahiah berupa ruh dan komponen benda berupa jasad.

Manusia menjadi hidup karena bergabungnya ruh dengan jasad. Begitu ruh keluar dari jasad, berarti manusia mati. Jasmani manusia asalnya tanah, jenisnya materi, sifatnya syahadah, kondisinya berubah dan rusak, masanya di dunia saja, kebutuhannya santapan jasmani, nilai ukuran santapan jasmani adalah uang. Ruhani manusia asalnya dari cahaya Allah, jenisnya immateri (bukan benda), sifatnya gaib, kondisinya kekal, masa hidupnya dunia sampai akhirat, kebutuhannya santapan ruhani, nilai ukurannya adalah pahala.

Semakin banyak pahala yang diproduksi dari iman dan amal shalaeh, maka akan semakin bahagia ruhnya. Semakin mampu manusia memproduksi uang, maka semakin terpenuhi kesempurnaan kebutuhan jasmaninya, sehingga semakin bahagia jasadnya. Tapi yang patut diingat, uang itu berguna untuk jasad yaitu selama jasad itu hidup, sedangkan jasad itu hanya hidup di dunia. Jadi, yang banyak uangnya bisa bahagia, namun hanya di dunia. Baru bahagia akhiratnya jika uangnya diubah menjadi pahala, seperti diinfakkan, dizakatkan, dan disedekahkan.

Sesudah digabungkan ruh dan jasad di alam rahim, lalu oleh Allah diberi hidayah (petunjuk). Di dalam Alquran disebutkan, bahwa Allah menciptakan manusia untuk mengujinya:

"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q.S. Al-Insaan: 1-3)

Maka Allah memberikan petunjuk kepada manusia, yaitu: Pertama, hidayatul wujdan (naluri). Kedua, hidayatul hawaas (indera). Ketiga, hidayatul ‘aqli (akal atau logika). Keempat, hidayatud-diin (petunjuk agama atau iman).

Binatang diberikan petunjuk oleh Allah berupa hidayatul wujdan (naluri). Binatang tergerak mencari makan melalui nalurinya. Dia merasa ada bahaya, dia harus menghindar dari bahaya tersebut karena nalurinya. Hidayatul wujdan ini diberikan kepada binatang, tumbuh-tumbuhan, dan manusia.

Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul hawaas (indera), yaitu berupa pendengaran, penglihatan, perabaan, pencicipan, dan penciuman. Indera ini diberikan kepada binatang dan manusia, sedangkan tumbuh-tumbuhan tidak.

Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul ‘aqli (logika/akal). Di sini berlaku hukum sebab-akibat. Indera begitu terbatas, sehingga akal menyempurnakannya. Misalkan, mata kita bisa saja melihat sesuatu yang itu bukanlah realitas sebenarnya.

Alam ini bukan yang nyata saja, melainkan juga ada yang gaib. Untuk yang gaib, maka turunlah wahyu dari Allah kepada para Rasul, yaitu disampaikan bahwa di balik alam yang nyata dan tampak ini, maka Yang Gaib dan Yang Menciptakannya adalah Allah. Maka, orang yang menerima petunjuk itu disebut hidayatud-diin (petunjuk agama), yang kemudian jadilah iman.

Ketika Allah memberikan akal, maka kepada orang kafir juga diberikan. Tetapi hidayatud-diin (petunjuk agama) hanya diberikan kepada orang yang beriman.

Ketika di alam rahim itu ditetapkan oleh Allah qadar (ukuran), yaitu rencana Allah kepada manusia. Ada empat qadar yang ditetapkan oleh Allah, yaitu: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara. Hal ini termaktub di dalam Alquran:

"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". (Q.S. 65 Ath-Thalaaq: 3)

"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku", (Q.S. 33 Al-Ahzaab: 38)

"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Q.S. 57 Al-Hadiid: 22-23)

Qadar manusia itu ada dua macam, yaitu ada khair (baik) dan syar (buruk). Baik dan buruk dalam qadar tersebut berdasarkan pandangan dan ukuran manusia. Contohnya yang baik adalah kaya, sedangkan yang buruk itu adalah miskin. Yang baik itu pintar, yang buruk itu bodoh, dan sebagainya. Jadi, semuanya sudah direncanakan oleh Allah bagi masing-masing manusia, yaitu sakitnya kapan, sehatnya kapan, kayanya berapa, miskinnya berapa, dan sebagainya. Inilah program dari Allah.

Dalam hal ini, kepada manusia diperintahkan untuk berusaha dan berdoa. Allah berfirman:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Wallohua'lam Bisshowab

Kehidupan Manusia di Alam Rahim (Kandungan) sebelum ke Alam Dunia

Seorang muslim diharamkan untuk mendatangi dukun untuk mengobati penyakit dari ilmu hitam yang mengenainya.


Hal ini karena hukumnya sama saja dengan mendatangi dukun dan mempercayai selain Allah. Apalagi, jika sampai meminta para dukun untuk melakukan sihir untuk mengusir sihir yang menimpanya. Semua ini termasuk dalam perkara gaib dan hanya Allah saja yang mengetahui. Maka, jika kita melakukan hal ini sama saja kita telah kufur.

Rasulullah saw bersabda,

"‘Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang sihir, kemudian ia membenarkan (mempercayai) perkataan mereka, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad"’.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan cara menangkal ilmu hitam yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana berikut ini:

BERPEGANG PADA TAUHID

Hendaknya setiap muslim selalu mentauhidkan Allah SWT di setiap keadaan dan selalu bertawakkal kepada Allah. Tidak hanya itu, setiap muslim harus menjauhi perbuatan syirik, apapun bentuknya.

Dalam firman Allah di surat an Nahl ayat 99 hingga 100,

"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah".

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, ketika menafsirkan ayat di atas, berkata:

Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi (mengalahkan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka Allah Subhanahu wa Taála akan membela orang-orang mukmin yang bertawakkal kepada-Nya dari setiap kejelekan setan, sehingga tidak ada celah sedikitpun bagi setan untuk mencelakakan mereka”.

MENJALANKAN PERINTAH ALLAH DAN MENJAUHI LARANGAN-NYA

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw kepasa Ibnu ‘Abbas ra.:

Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu”

Menurut Syaih Nazhim Muhammad Sulthan, makna sabda Nabi Muhammad saw adalah jagalah perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, hukum-hukum-Nya serta hak-hak-Nya.

Caranya adalah dengan memenuhi apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Barangsiapa yang menjaga perintah-perintah-Nya, maka Allah akan menjaganya. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya adalah berupa penjagaan terhadap hamba itu sendiri, anak serta keluarga dan hartanya. Tidak hanya itu, Allah juga akan menjaganya terhadap agama dan imannya dari setiap perkara syubhat yang menyesatkan.

TIDAK MEMBIARKAN ANAK-ANAK DI LUAR MENJELANG MAGHRIB

Nabi Muhammad saw pernah bersabda,:

"Jika malam telah masuk jika kalian berada di sore hari maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka".
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

MEMBERSIHKAN RUMAH DARI PATUNG

Diriwayatkan dalam sebuah hadis Rasulullah, "bahwa malaikat (Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat patung, salib dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing". 

Selain itu, sebaiknya rumah juga dibersihkan dari alat-alat yang bisa melalaikan seperti alat musik.

MEMBACA AL QURAN

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al Baqarah". 
Dari hadis ini, maka dianjurkan untuk kita memperbanyak bacaan al Quran dan menjadikannya sebagai dzikir harian.

BERDZIKIR SESUAI SYARIAT

Kita dianjurkan untuk selalu membentengi diri dengan selalu berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Contohnya adalah dzikir pagi dan sore, dzikir setelah sholat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur dan dzikir-dzikir lainnya. Kita juga dianjurkan untuk selalu berdoa setiap akan melakukan sesuatu, seperti sebelum masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, dan lain-lain.

Ibnul Qayyim berkata,

"‘Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahway yang senantiasa bergantung pada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai  para wanita, anak-anak  orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir ilahi, doa-doa dan taáwwudzaat nabawiyah".

MEMBACA DZIKIR PAGI DAN PETANG

Rasulullah bersabda,

"Gunakanlah waktu pagi dan waktu sore, serta sebagian waktu malam untuk beribadah".(HR. Bukhari 39).

Dijelaskan olej Imam Ali al Qori, bahwa Rasulullah mengajarkan untuk selalu berdzikir setiap pagi dan sore, dimana dua waktu ini aalah waktu orang beristirahat dan waktu orang lalai. Selain itu, pagi dan petang merupakan pergantian suasana hari dari gelap ke terang atau sebalinya, sehingga manusia butuh perlindungan untuk melewati malam atau siang.

MAKAN TUJUH BUTIR KURMA ‘AJWAH SETIAP PAGI

Berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw,

"Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu".

Lebih diutamakan untuk memilih kurma yang berasal dari Madinah, karena menurut Syaih Abdul ‘Aziz bin Baz, semua jenis kurma Madinah memiliki sifat yang disebutkan oleh Rasulullah tersebut.

MEMBACA AYAT KURSI

Kita juga dianjurkan untuk membaca ayat kursi setiap selesai sholat lima waktu setelah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam. Ayat kursi juga sebaiknya dibaca setiap sebelum tidur.

Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan:

 "Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak mendekatinya sampai subuh".

MEMBACA SURAT AL IKHLAS, AL FALAQ DAN AN NAAS

Ketiga surat di atas dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah sholat subuh dan menjelang malam sesudah sholat maghrib. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

BERDOA KEPADA ALLOH

Sebagai muslim, kita harus selalu meminta perlindungan Allah dalam keadaan apapun dan dimana pun. Sabda Rasulullah saw, ‘Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan “A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq” maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu’.

MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR DARI SURAT AL BAQARAH

Dua ayat terakhir surat al Baqarah, yaitu ayat ke-285 dan 286 dianjurkan untuk dibaca supaya bisa terhindar dari sihir atau ilmu hitam. Dalam hadis Rasulullah saw,
"‘Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya’".

MAKAN MINYAK ZAITUN

Minyak zaitun mungkin sudah lama kita kenal sebagai minyak yang berkhasiat baik untuk kecantikan. Tapi, ternyata minyak zaitun bisa menangkal dan menetralisir racun serta sihir.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tarmidzi, dan disahihkan oleh Syaikh Al Bani,

"Makanlah minyak zaitun sesungguhnya ia diberkahi. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya ia keluar dari pohon yang diberkahi".

Selain memakan minyak zaitun, kita juga bisa mengoleskan minyak zaitun ini di bagian tubuh yang terkena sihir ataupun kerasukan.

MANDI DENGAN AIR DAUN BIDARA

Daun bidara adalah daun yang berasal dari pohon yang memiliki ukuran kecil dan biasanya lebih mudah untuk tumbuh di daerah yang kering.

Berdasarkan tafsir surat al Baqarah ayat 102 oleh Ibnu Nasir tentang setan yang memfitnah Nabi Sulaiman bahwa beliau menggunakan sihir bukan untuk mukjizat dan meriwayatkannya bahwa untuk menghilangkan ilmu sihir adalah dengan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan untuk menghilangkan hal itu dengan membaca al Muáwwidzatain dan al Falaq, an Naas serta ayat kursi.

MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR

Sayyidul istighfar memiliki arti pemimpin istighfar. Doa ini disebut sebagai pemimpin istighfar karena di dalamnya terkandung arti makna taubat yang menyeluruh. Berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan lainnya,

"barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar di siang hari dengan meyakini isinya, kemudian dia meninggal di hari itu sebelum masuk waktu sore maka dia termasuk penduduk surga". 

Bagi umat muslim yang senantiasa membaca Sayyidul istighfar dengan memaknai isinya, kemudian meninggal sebelum waktu fajar datang, maka surga menjadi rumah selanjutnya baginya.”

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Cara Menangkal Ilmu Santet dan Sihir dalam Islam

Meski sihir dalam islam diharamkan, namun masih banyak orang yang memanfaatkannya demi mendapatkan apa yang diinginkan, misalnya: menguasai istri/suami orang, menghancurkan rumah tangga, dan lainnya.


Mungkin tidak semua orang percaya dengan adanya ilmu pellet, namun kenyataannya sudah banyak rumah tangga yang rusak akibat pengaruh sihir yang jahat ini.

Ayat al-Qur’an dan Hadits yang Menceritakan Tentang Kejahatan Sihir Pemisah Suami-Istri

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ – 2:102

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut.
Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.
Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.” (QS. Al-Baqoroh : 102)

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW telah bersabda,

Sesungguhnya Iblis meletakkan singgahsananya di atas air, kemudian dia mengutuskan tenteranya, maka yang paling dekat kedudukannya di antara mereka kepadanya ialah yang paling besar fitnahnya. Salah seoarng daripada mereka datang seraya berkata: Aku telah berbuat begini dan begini."

Lalu Iblis berkata: Kamu belum berbuat apa-apa.

Rasulullah SAW bersabda: "Kemudian salah seorang daripada mereka datang seraya berkata: Aku tidak meninggalkannya hingga aku telah menceraikannya daripada isterinya."

Rasulullah SAW bersabda: "Kemudian Iblis mendekatkannya kepadanya  seraya berkata: Ya Kamu (Baik). al-A’masy (perawi) berkata; Aku melihat Rasulullah SAW bersabda; Kemudian dia menjadi pembantu setianya”. (HR. Muslim 5032)

TANDA TANDA TERKENA SIHIR

Ciri-ciri Orang yang Terkena Sihir Pelet
Orang yang terkena sihir pelet umumnya akan mengalami gejala yang tak wajar. Bagi yang terbiasa bersama, pastilah dia akan mengenali ciri-ciri tersebut. Berikut ini beberapa cirri-ciri seseorang yang terkena pelet, baik laki-laki maupun wanita:

1. Timbul rasa cinta yang berlebihan sehingga tidak bisa ditahan
2. Selalu terbayang-bayang wajah seseorang yang menyihirnya
3. Keinginan untuk bertemu atau selalu rindu dengan orang memeletnya
4. Sering pusing kepala, terutama jika hasratnya ingin bertemu orang yang memeletnya tidak tersampai
5. Sering marah-marah tidak jelas pada istri atau suaminya
6. Merasa tunduk dan patuh terhadap perintah seseorang yang memeletnya
7. Merasa tidak enak badan, namun rasa itu akan hilang seketika saat berjumpa dnegan orang yang memeletnya
8. Tidak bernafsu terhadap istri atau suaminya sendiri
9. Nafsu makannya hilang saat di rumah, tapi nafsu makannya meningkat ketika menikmati masakan orang yang memeletnya.

CARA MENGOBATI SIHIR (PELET)

Bagaimana cara menyadarkan orang yang terkena pelet sehingga pengaruh ilmu hitam tersebut dapat hilang dari orang yang bersangkutan? Berbagai macam cara menghilangkan pengaruh orang yang kena pengasihan atau ajian ilmu ghaib banyak dilakukan dalam upaya untuk melunturkan pengaruh dari jin yang menguasai orang tersebut atau ingin mengambil alih kesadaran seseorang sehingga membuatnya hilang akal sehat.

Namun dari banyaknya teknik yang ada kadang tidak kita ketahui dengan gamblang bagaimana upaya tersebut dilakukan dan bagaimana langkah-langkahnya.

Menyembuhkan seseorang dari pengaruh pelet bukanlah hal yang dengan mudah dapat dilakukan karena adanya peran makhluk gaib dalam proses tersebut yaitu yang menguasai seseorang sehingga dapat dikendalikan oleh pengaruh jahat tersebut maka bukanlah pekerjaan mudah untuk menghilangkan ilmu yang sudah melekat. Ada beberapa proses penyembuhan sehingga memakan banyak waktu untuk dapat melenyapkan pengaruhnya secara permanen.

Upaya penyembuhan terhadapa pengaruh pelet melibatkan seperti apa proses orang tersebut terkena pelet itu sendiri, yang mana dalam hal ini harus dilakukan penelusuran dan kemudian pengaruh sihir atau kekuatan pelet itu harus dikeluarkan dari tubuh korban.

Kalau kekuatan pelet sudah hilang dari jiwa dan raga korban maka harus dilakukan pemulihan dengan memberikan pencerahan kepada korban agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga tidak mudah bagi pengaruh ilmu pelet untuk menguasai jiwanya lagi.

Cara yang lainnya adalah menyembuhkan orang kena pelet dengan menggunakan amalan doa sesuai ajaran Islam, yaitu dengan do’a-do’a yang disyariatkan, membaca Al Qur’an kepada orang yang terkena spelet (ruqyah), yaitu dengan membaca surat Al fatihah, surat Al Ikhlash, surat An Naas, surat Al Falaq, dan surat-surat yang lain, dan meniupkan dengan air ludah yang sangat sedikit (bukan meludah) kepada orang yang diruqyah. Atas idzin Allah maka pengaruh ilmu pelet itu akan hilang.

WALLOHUA'LAM BISSHOWAB

Ciri ciri Seseorang yang terkena Ilmu Sihir, Pelet dan Santet


Kematian adalah sesuatu yang di rahasiakan oleh Allah SWT dan yang akan dialami oleh semua mahluk hidup, namun sebelum kematian itu datang akan ada tanda-tanda yang mungkin dapat diketahui. Namun, kebanyakan para mahluk tidak dapat menyadari hal itu.

Berikut ini adalah beberapa tanda ajal akan datang menjemput yang terdapat dalam Al-hadits :

1. Tanda 100 hari mau meninggal

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar dan tidak.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

2. 40 hari sebelum kematian


Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah swt. Telah gugur.

Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat. Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.

Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.

3. Tujuh hari sebelum kematian


Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan. Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.

4. Tiga hari sebelum kematian


Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu. Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.

Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita. Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.

Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.

5. Sehari sebelum kematian


Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan dibagian ubun ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.

6. Tanda terakhir


Kita akan merasakan sejuk dibagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.

Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat. Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah swt.

Wallohua'lam Bisshowab

Dengan demikian semoga dengan sedikit pengetahuan menjelang kematian, kita punya kesiapan untuk menghadapinya dan diakhir hayat dengan keadaan Khusnul khotimah.
 Aminnn Yaa Robbal'alamiin

Tanda tanda Kematian menurut Al-Quran dan Hadits

Subscribe Our Newsletter