Social Items

Inilah Daftar Gunung Tertinggi di Provinsi Jawa Tengah Indonesia :

1. GUNUNG SLAMET, KETINGGIAN 3.428 MDPL


Terletak di 5 kabupaten, yaitu kabupaten Purbalingga, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Brebes. Gunung ini menempati urutan pertama dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Jawa Tengah dan di posisi ke-dua, setelah Semeru, dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di pulau Jawa. Puncak tertinggi di gunung Slamet berada pada ketinggian 3.428 mdpl.

Untuk menuju puncak Slamet, ada tiga jalur yang bisa kamu pilih. Yakni jalur Baturaden di arah selatan, Kaliwadas di sebelah barat dan jalur Bambangan di sebelah timur.

Saat memilih jalur mana yang akan kamu lalui, mungkin fakta yang mengatakan bahwa jalur Bambangan adalah jalur paling pendek diantara ketiganya.

2. GUNUNG SUMBING, KETINGGIAN 3.371 MDPL


Terletak di 3 kabupaten, yaitu kabupaten Wonosobo, Magelang dan kabupaten Temanggung. Ketinggian puncaknya yang mencapai 3.371 mdpl, menjadikan gunung Sumbing berada pada urutan ke-2 dalam pembahasan kita kali ini.

Gunung Sumbing merupakan satu di antara gunung kembar bersama Sindoro, bahkan, banyak pendaki gunung yang menjadikan 2 gunung ini, Sindoro dan Sumbing, sebagai satu paket dalam sebuah pendakian, setelah mendaki Sumbing, mereka langsung melanjutkannya dengan pendakian gunung Sindoro.

Hal ini sebagaimana dengan gunung-gunung kembar lainnya, seperti gunung Merbabu dan Merapi atau gunung Gede dan gunung Pangrango di Jawa Barat.

3. GUNUNG LAWU, KETINGGIAN 3.265 MDPL


Gunung Lawu adalah gunung aktif yang sedang beristirahat. Sekarang tidak aktif, tapi kapanpun gunung ini bisa aktif kembali. Terakhir kali meletus yaitu pada tanggal 28 November 1885.

Memiliki 3 puncak. Yaitu, Hargo Dumiling, Hargo Dalem dan Hargo Dumilah. Mempunyai 4 jalur pendakian. Yaitu, Cemoro Sewu, Srambangan, Cemoro Kandang dan Candi Cheto.

4. GUNUNG SINDORO, KETINGGIAN 3.150 MDPL


Gunung Sindoro merupakan gunung berstatus aktif, di sepanjang bentangan gunung Sindoro, kamu bisa menemukan beberapa kawah yang disertai jurang. Kawah terbesar di sana adalah kawah Kembang, merupakan tumpukan lava dan berada di puncak gunung Sindoro.

Sepanjang sejarah, gunung Sindoro pernah meletus beberapa kali dengan status letusan kecil dan sedang (letusan sedang bisa juga disebut letusan Freatik).

Sementara hutan yang terdapat di sepanjang track gunung ini masuk dalam jenis hutan Dipterokarp Atas, hutan Dipterokarp Bukit, hutan Montane dan hutan gunung.

5. GUNUNG MERBABU, KETINGGIAN 3.142 MDPL

Gunung Merbabu memiliki dua puncak, yakni puncak Syarif yang berada pada ketinggian 3.119 mdpl dan puncak Kenteng Songo, puncak tertinggi yang berada pada ketinggian 3.142 mdpl.

Arti dari nama 'Merbabu' sendiri diusung dari dua kata, yakni 'meru' yang berarti gunung dan kata 'babu' yang berarti perempuan. Kalau digabungkan, nama 'Merbabu' memiliki artian gunung perempuan. Cantik dan menawan.


Gunung Merbabu adalah gunung yang dikenal sebagai gunung tidur, gunung yang dulu aktif dan sekarang sedang istirahat. Sebab, di gunung ini, kita bisa menemukan setidaknya 5 buah kawah, yaitu kawah Kombang, Rebab, Kendang, Sambernyowo dan kawah Condrodimuko.

6. GUNUNG MERAPI, KETINGGIAN 2.968 MDPL


Gunung Merapi adalah gunung paling aktif di Indonesia dan memiliki predikat berbahaya, catatan menunjukan bahwa pada dua sampai lima tahun sekali, gunung ini mengalami erupsi. Sejak tahun 1548, gunung Merapi sudah meletus sebanyak 68 kali. Bisa dikalkulasikan bahwa gunung ini meletus, kurang lebih, setiap tujuh tahun sekali.

Gunung ini Memiliki ketinggian 2.968 mdpl, gunung ini terletak di 4 kabupaten, yaitu, kabupaten Sleman, Klaten, Magelang dan kabupaten Boyolali. Masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

7. GUNUNG PRAU, KETINGGIAN 2.590 MDPL


Gunung Prau memiliki ketinggian 2.590 mdpl. Sedangkan 2.565 mdpl adalah ketinggian camping ground yang tersedia di gunung Prau.

Banyak juga yang masih mengira bahwa gunung Prau adalah gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Jawa Barat. Mungkin hal ini disebabkan karena nama 'Prau' sendiri diambil dari kata 'Perahu'.

Gunung Prau berada di 5 kabupaten sekaligus. Yaitu, Kapupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Temanggung. Dan memiliki 5 jalur pendakian. Yakni;

- Jalur Pranten, kabupaten Batang
- Jalur Patak, kabupaten Wonosobo
- Jalur Dieng, kabupaten Wonosobo
- Jalur Kenjuran, kabupaten Kendal
- Jalur Wates, kabupaten Temanggung

8. GUNUNG ROGOJEMBANGAN, KETINGGIAN 2.117 MDPL


Gunung Rogojembangan adalah gunung yang berdiri gagah di perbatasan antara 2 kabupaten, yaitu kabupaten Banjarnegara dan Pekalongan. Jalur pendakian yang bisa kamu pilih ada dua. Yakni, bisa melalui kecamatan wanayasa Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan.

9. GUNUNG UNGARAN, KETINGGIAN: 2.050 mdpl


Gunung Ungaran adalah gunung berapi bertipe Stratovolcano yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan memiliki ketinggian 2.050 meter.

Walaupun tidak ada catatan khusus mengenai aktivitas vulkanologi di gunung ini, namun terdapat sumber mata air panas di kaki gunungnya yang mengindikasikan adanya aktivitas panas bumi di bawah tanah. Lokasi sumber mata air panas tersebut terdapat di Candi Gedong Songo dan Gonoharjo, Limbangan, Kendal.

Itulah beberapa daftar gunung terbesar dan tertinggi di Jawa Tengah.

Inilah Daftar Gunung Tertinggi dan Terbesar di Provinsi Jawa Tengah

Gunung Maskumambang adalah gunung di Kediri yang dikelilingi oleh bukit – bukit, bukit ini merupakan terusan dari jajaran perbukitan Gunung Wilis atau bisa dikatakan sebelah timur Gunung Wilis, Gunung Maskumambang ini mempunyai udara yang sejuk karena di kelilingi pohon kehijaun yang sangat banyak. Apalagi sudah ada fasilitas anak tangga jika didaki melalui jalur barat.

ASAL USUL MASKUMAMBANG


Pada zaman dahulu kala, ada sebuah gunung di jawa yang tak terbatas ketinggianya (sundul langit) yang saat ini kita kenal dengan nama gunung Semeru.

(Kanggo imbange jagad) untuk keseimbangan dunia Punakawan memotong ujung gunung Semeru untuk dipindah ke belahan bumi yang lain.

Ujung gunung Semeru yang telah terpotong diikat dengan menggunakan lawatan ( sejenis rumput yang menjalar) dan dipikul keempat sudutnya olehPunakawan.

Ditengah perjalanan tali pengikat (lawatan) putus akibat tidak mampu menahan gesekan bekas potongan gunung yang tajam dan beratnya ujung gunung semeru.

Setelah itu Punakawan memikul ujung gunung dengan menggunakan pelepah pisang (dhebog). Ditengah perjalanan pelepah pisang tersebut juga hancur dan ditinggalkan begitu saja oleh mereka.

Kemudian ujung gunung tersebut terus diangkat dengan bertumpu pada pundak Punakawan. Ketika tiba di suatu tempat punakawan merasa kelelahan dan mereka meletakan ujung gunung tersebut disebelah sungai sembari beristirahat.

Di peristirahatan mereka terasa suntuk. Untuk menghilangkan rasa suntuk, mereka naik ke ujung gunung  dan memainkan sebuah permainan, yang saat ini kita kenal dengan Dakon.

Punakawan mulai membuat lubang-lubang yang akan digunakan sebagai media permainan, saat membuat lubang yang terakhir mereka tidak sengaja membuat lubang yang terlalu dalam dan besar seperti sumur dikarenakan mereka menggali tepat dirongga gunung.

Karena asyik bermain Dakon ( Dakonan ), merekapun enggan melanjutkan pemindahan ujung gunung tersebut dan ditinggal begitu saja.

Sekarang, tempat Punakawan membuang tali pengikat tersebut menjadi desa Lawatan. Tempatpelepah Pisang ( dhebok ) yang di buang menjadi desa Gedhebeg.

Itulah sekilas tentang asal usul terbentuknya gunung Maskumambang Kediri Jawa Timur.

Wallohua'lam Bisshowab

Sejarah Asal usul Gunung Mas Kumambang Jawa Timur


Disebut suku Tengger di kawasan Gunung Bromo, Nama Tengger yang berasal dari Legenda Roro Anteng juga Joko Seger yang dipercaya sebagai asal usul nama Tengger itu. "Teng" akhiran nama Roro An- "teng" dan "ger" akhiran nama dari Joko Se- "ger" dan Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai gunung suci. Mereka menyala sebagai Gunung Brahma. orang Jawa kemudian terbang Gunung Bromo .


Di sebuah pertapaan, istri seorang Brahmana / Pandhita baru saja melahirkan seorang putra dengan fisiknya sangat bugar dengan tangisan yang sangat keras saat lahir, jadilah nama yang bernama "JOKO SEGER".

Di tempat sekitar Gunung Pananjakan, pada waktu itu ada seorang anak perempuan yang lahir dari titisan dewa. Wajahnya cantik juga elok. Dia satu-satunya anak yang paling cantik di tempat itu.

Saat itu, anak itu tidak layaknya bayi lahir. Ia diam, tidak menangis sewaktu pertama kali menghirup udara. Bayi itu sangat tenang, lahir tanpa menangis dari rahim induk. Maka oleh orang tuanya, bayi itu dinamai Rara Anteng.


Dari hari ke hari tubuh Rara Anteng tumbuh menjadi besar. Garis-garis cantik nampak jelas diwajahnya. Termasyurlah Rara Anteng sampai ke berbagai tempat. Banyak putera raja melamarnya. Namun pinangan itu ditolaknya, karena Rara Anteng sudah terpikat hatinya kepada Joko Seger.

Suatu hari Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang terkenal sakti dan kuat. Bajak itu memang sangat jahat. Rara Anteng yang terkenal halus perasaannya tidak berani menolak begitu saja untuk pelamar yang sakti.

Maka ia minta agar dibuatkan lautan di tengah-tengah gunung. Dengan permintaan yang aneh, yang menganggapnya pelamar sakti itu tidak akan memenuhi permintaannya. Lautan yang diminta itu harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari terbenam ke saat matahari terbit. Disanggupinya permintaan Rara Anteng tersebut.

Pelamar sakti tadi memulai mengerjakan lautan dengan alat sebuah tempurung (batok kelapa) sehingga pekerjaan itu hampir selesai. Melihat Hidup itu, hati Rara Anteng mulai gelisah.

Bagaimana cara menggagalkan lautan yang sedang dikerjakan oleh Bajak itu? Rara Anteng merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup bersuamikan orang yang tidak ia cintai. Kemudian ia berusaha menenangkan dirinya. Tiba-tiba timbul niat untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.

Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara tumbukan dan gesekan alu bangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Kokok ayam pun mulai bersahutan, olah-olah sudah tiba, ganumlah belum mulai dengan kegiatan pagi.

Bajak belajar ayam-ayam berkokok, tapi benang putih disebelah timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Sesudah itu dia merenungi nasib sialnya.

Rasa kesal dan marah penuh emosi, pada akhirnya Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi gunung yang sampai sekarang dinamakan Gunung Batok .

Dengan kegagalan Bajak itu buat lautan di tengah-tengah Gunung Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger. Kemudian hari, Rara Anteng dan Joko Seger menikah menjadi pasangan suami istri yang bahagia, karena keduanya saling mencintai dan mencintai.

Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya "Penguasa Tengger Yang Budiman". Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger. Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau gambaran moral tinggi, simbol perdamaian abadi.

Itulah Asal usul Suku Tengger dan Gunung Bromo. Semoga bermanfaat untuk anda.

Kisah Asal usul Gunung Bromo dan Suku Tengger

Kawah Ijen (Ijen crater) merupakan sebuah danau terbesar di dunia dengan derajat keasaman yang sangat tinggi (pH <0,5) dan juga terisi air yang telah mengalami mineralisasi volkanik.

Di sini Juga terdapat sebuah solfatara permanen di tepi danau, yang terus-menerus menghasilkan belerang murni. Belerang ini ditambang oleh pekerja lokal.

Sesekali juga terjadi ledakan akibat adanya kegiatan freatik, yang terjadi ditengah danau. Aktifitas freaktik ini ditengarai sebagai indikasi ancaman utama dan telah terjadi beberapa kali.

Yang ditulis tentang Kawah Ijen ini merupakan sebuah terjemahan yang dibuat oleh Commission of Volcanic Lakes (Komisi danau Vulkanik) yaitu sebuah komisi dari organisasi dunia IAVCEI (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior).

TERBENTUKNYA KALDERA IJEN.


Genesa Kaldera Gunung Ijen ini dibuat pertama kali oleh Van Bammelen tahun 1941. Kemudian disempurnakan oleh beberapa penulis berikutnya. Dibawah ini gambaran terbentuknya Kawah dan Kaldera Ijen.

Kondisi pada Pra-kaldera (sebelum terbentuk kaldera),  tidak diketahui apa yang terjadi sebelum 300.000 tahun lalu, namun diperkirakan sudah terbentuk  Stratovolcano tunggal (Paleo Ijen) dengan perkiraan ketinggian 3500 m.  Gunung yang berisi lava dan pyroclastics ini berada diatas endapan berumur Miosen (12.5 juta tahun) yang berupa batu gamping.

Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran piroklastik, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Yang paling luas berada di bagian utara lereng  kompleks gunungapi ini.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung  Blau yang dianggap menjadi unit pasca-kaldera tertua.

Pada saat itu juga diperkirakan terjadi  pembentukan danau di lantai kaldera. Danau sedimen yang terdiri dari serpih, pasir dan saluran sungai endapan yang terkena di daerah utara dekat Blawan.

Kegiatan vulkanik pasca pembentukan kaldera diantaranya  fase letupan phreatomagmatic, freatik, strombolian dan Plinian yang menghasilkan kerucut lingkaran, yang umumnya berupa bangunan-bangunan komposit, dan kerucut dalam, yang sebagian besar adalah dibangun oleh material abu vulkanik.

Gunung berapi ini menghasilkan abu vulkanik muda dan kerucut scoria (batu apung), serta lava, endapan aliran piroklastik dan endapan material hasil longsoran dan puing-puing yang sekarang mencakup aliran kaldera.

Menurut Sitorus (1990) penanggalan radiokarbon dari endapan aliran piroklastik menghasilkan umur> 45.000  BP (di Jampit) 37.900 ± 1850 (di Suket), 29.800 ± 700 (di Ringgih), 24.400 ± 460 (di Pawenen Tua), 21.100 ± 310 (di Malang) dan 2.590 ± 60 (di Ijen).

Kegiatan vulkanik yang tercatat ini adalah terbatas pada gunung berapi Ijen, yang memiliki kandungan asam di kawah danaunya,  setidaknya merupakan catatan dalam 200 tahun terakhir. Letusan bersejarah yang terdokumentasi ini tidak mencacat munculnya anak-anak produk magmatik tetapi terutama hanya freatik.

DANAU KAWAH IJEN


Danau Kawah berada pada ketinggian (2200 m dpl) memiliki bentuk oval yang teratur (600 x 1000 m), luas permukaan 41 x 106 m2 dan volumenya diperkirakan antara 32 dan 36 x 106 m3. Pada tahun 1921 dibangun bendungan oleh Belanda untuk mengatur tingkat air dan mencegah melimpah bencana selama musim hujan.

Awalnya pintu air yang digunakan tetapi ini konstruksi tetapi sekarang tidak dapat dioperasionalkan lagi karena danau ini bocor !. Kesamaan antara peta topografi 1920 (Kemmerling, 1921) dan 1994 (VSI) menunjukkan bahwa morfologi kawah tidak banyak berubah di terakhir meskipun sejarah peristiwa letusan freatik telah terjadi berulang-ulang.

Sebaliknya, morfologi dasar danau kawah telah mengalami perubahan yang signifikan. Kedalaman soundingpada tahun 1925 mencatat kedalaman maksimum 198 meter pada titik terdalam, yang kemudian berada di sebelah timur dari pusat.

Pada tahun 1938 titik terdalam telah bergerak ke barat dengan hasil bahwa danau lebih dalam di pusat (~ 200 m) dan di beberapa titik di bagian barat. Pengukuran kedalaman terbaru yang dilakukan pada tahun 1996 (Takano, data tidak dipublikasikan) menunjukkan bahwa kedalaman maksimum sedikit ber kurang.


Berikut ringkasan didasarkan pada Laporan Kegiatan Vulkanik dari Smithsonian Institution Program Global Vulkanisme:


  1. Tahun 1796 : terjadi letusan freatik T
  2. Tahun1817 15-16 Januari: Letusan freatik (banjir lumpur menuju Banyuwangi, cukup besar volume air danau dibuang ke Sungai Banyupahit)
  3. Tahun 1917 25 Februari – 14 Maret: danau tampak mendidih; letusan freatik berulang, lumpur dilemparkan hingga 8-10 m di atas permukaan danau.
  4. Tahun 1921-1923 Peningkatan suhu air danau; uap gas di atas permukaan air danau.
  5. Tahun 1936 5-25 November 1936: Letusan freatik lahar memproduksi mirip dengan 1796 dan 1817
  6. Tahun 1952 22 April 1952: letusan uap sampai 1 km tinggi, lumpur dilemparkan hingga 7 m di atas permukaan danau
  7. Tahun 1962 13 April 1962 : 7 m erupsi tinggi; gas gelembung di permukaan danau, sekitar 10 m dengan diameter 18 April: gelembung air hingga 10 m tinggi, perubahan cat air.1
  8. Tahun 1976 30 Oktober: air mendidih pada Silenong selama 30 menit
  9. Tahun 1991 15,21,22 Maret: gelembung air dan mengubah warna air, gas yang tinggi 25-50 m pencurahan pada kecepatan tinggi; kegiatan ini tercatat sebagai gempa seismik antara 16 dan 28 Maret. 
  10. Tahun 1993 3,4,7 Juli dan 1 Agustus: letusan freatik, perubahan warna air danau, Pencurahan, kebisingan booming, uap menggumpal, semua terpusat di tengah danau
  11. Tahun 1994 Februari 3: letusan freatik kecil dari bagian selatan danau. Bersamaan dengan letusan, tingkat danau naik ~ 1 m. 
  12. Tahun 1977 Akhir Juni 1997: periode aktivitas seismik meningkat, perubahan warna air danau; gas gelembung dan daerah sampai dipipinya; kuat bau belerang; burung terlihat jatuh ke air, satu atau lebih pekerja belerang dekat puncak melaporkan pusing dan sakit kepala. 
  13. Tahun 1999 28 Juni: letusan freatik di dua lokasi. Sebuah ledakan yang menyertainya terdengar di pertambangan belerang km 2 situs dari puncak dan tremor vulkanik direkam dengan amplitudo 0.5-1 mm. Minggu berikutnya, 06-12 Juli, kuning abu-abu emisi sulfur yang diamati dari kawah dan keras “jagoan” terdengar suara. Air danau kawah adalah putih kecoklatan dan telah mengambang menggumpalkan belerang pada permukaan. Kegempaan meningkat dimulai pada awal April. Jumlah tipe B acara tetap tinggi (lebih dari 34/week) untuk sebagian periode melalui pertengahan Juni. Kemudian secara bertahap menurun kegempaan sampai pertengahan Juli, setelah mana jumlah mingguan B-jenis acara tetap stabil pada rata-rata 9/week. Selama periode 18 Mei sampai pekan yang berakhir pada tanggal 21 Juni sebuah “abu membanggakan putih” naik 50-100 m.

Sejarah Asal usul Terbentuknya Gunung Dan Kawah Ijen Jawa Timur

Gunung di Indonesia yang masih aktif dan mengalami letusan yang dahsyat adalah gunung Krakatau yang berada di selat Sunda. Letusan gunung Krakatau yang paling besar dan mengakibatkan runtuhnya kaldera terjadi pada tahun 1884, letusan itu juga melenyapkan pulau-pulau di sekitarnya.

Letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah. Akibat dari letusan ini setidaknya terdapat 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya.

Efek dari letusan gunung Krakatau juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia karena pasca letusan bertahun-tahun suhu di dunia rata-rata mengalami penurunan 1,2 derajat celcius dan baru bisa kembali normal lagi setelah 4 tahun kemudian.

Beberapa gunung di Indonesia yang pernah aktif dan mengalami aktifitas vulcanik seringkali meninggalkan sisa letusan yang bisa kita jumpai sampai saat ini, sebut saja danau Toba di pulau Sumatera. Danau Toba itu sebenarnya berasal dari letusan Gunung Toba yang meletus sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.

Berikut kami akan menulis Daftar Gunung di Indonesia yang masih Aktif untuk saat ini :

1. GUNUNG SEMERU PROPINSI JAWA TIMUR


Keindahan gunung Semeru yang berada di Jawa Timur ini banyak mengundang kedatangan para pendaki dari berbagai tempat. Karena Mendaki di Gunung Semeru bagi sebagian pendaki merupakan suatu impian. Gunung yang terkenal dengan adanya danau alaminya ini juga termasuk gunung yang aktif mengeluarkan meterial dan gas beracun dari kawah Jonggring Saloka.

Gunung Semeru seolah menjadi magnet bagi sebagian pendaki baik itu di wilayah Jawa maupun bagi pendaki yang berasal dari luar Pulau Jawa. Beberapa kali gunung ini mengalami buka tutup jalur pendakian dikarenakan aktifitas vulcanik gunung ini dirasa cukup membahayakan para pendaki yang nekad mendaki sampai wilayah Kalimati.

2. GUNUNG KELUD KEDIRI DI JAWA TIMUR


Pada tahun 2014 lalu, masyarakat khususnya di Jawa Timur dihebohkan dengan adanya hujan abu vulcanik yang mengharuskan aktifitas masyarakat terhenti untuk beberapa hari. Hujan abu vulcanik tersebut berasal dari erupsi gunung Kelud yang secara administratif berada di perbatasan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri Propinsi Jawa Timur.

Hujan abu vulcanik yang dihasilkan oleh letusan gunung Kelud tidak hanya dirasakan masyarakat Jawa Timur saja, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat di Yogyakarta. Pasalnya akibat erupsi gunung Kelud, ribuan ton abu vulcanik terlempar membumbung tinggi ke angkasa dan menyebar ke berbagai wilayah yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Kediri termasuk di Kota Yogyakarta yang jaraknya ratusan kilometer dari kota Kediri.

Gunung Kelud termasuk gunung aktif yang jarang meletus, namun setiap kali meletus kekuatan yang dihasilkan cukup besar yakni 5 Volcanix Explosif Index ( VEI ).

3. GUNUNG MERAPI PERBATASAN JAWA TENGAH DAN YOGYAKARTA


Gunung Merapi merupakan salah satu gunung di Indonesia yang masih aktif dan memiliki siklus erupsi yang cukup teratur yakni 2-5 tahun untuk siklus pendek dan 5-7 tahun untuk siklus erupsi yang panjang. Karena seringkali mengalami aktifitas vulcanik dan sering meletus, menyebabkan gunung Merapi mendapat julukan sebagai gunung teraktif di dunia.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa gunung Merapi setidaknya pernah mengalami erupsi sebanyak 100 x. Gunung Merapi memang menjadi salah satu gunung di Indonesia yang masih aktif dan sering mengalami letusan yang cukup dahsyat, namun letusan gunung Merapi merupakan letusan yang berada di tingkat sedang saja, bukan letusan yang bersifat katastrofik ( letusan yang dapat menghanjurkan dirinya sendiri ) seperti yang dialami oleh gunung Krakatau di selat sunda.

4. GUNUNG SINABUNG DI DATARAN TINGGI KARO SUMATERA


Tidak lengkap rasanya jika tidak memasukkan gunung Sinabung yang berada di Dataran Tinggi Karo ke dalam daftar gunung di Indonesia yang masih dan paling aktif. Gunung Sinabung dalam beberapa tahun ini menjadi pusat perhatian terutama bagi ahli geologi, pasalnya gunung Sinabung sudah lama tidak ada aktifitas vulcanik namun dalam beberapa tahun lalu gunung ini mengalami erupsi terlama di Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh gunung Bromo.

Selama tujuh bulan lebih gunung ini mengalami erupsi, sedangkan erupsi terakhir tercatat sekitar 800 tahun yang lalu. Siapa sangka, justru gunung ini mengeluarkan letusan yang dahsyat. Peristiwa 800 tahun lalu tetap menjadi misteri yang pelan-pelan dikupas menjadi fakta.

5. ANAK GUNUNG KRAKATAU DI SELAT SUNDA


Keberadaan anak Gunung Krakatau tidak lepas dari sejarah Gunung Krakatau Purba yang tercatat pernah meletus dengan tipe letusan katastrofik pada tahun 1883 dan mengakibatkan tsunami, serta menewaskan setidaknya 36.000 jiwa. Bahkan suara letusan gunung ini sampai terdengar di Alice Spring Australia serta pulau Rodrigues Afrika 4.653 km dari lokasi letusan.

Krakatau mencetak sejarah sebagai gunung aktif di Indonesia yang letusannya bardampak pada perubahan iklim dunia. Bumi ini pernah mengalami kegelapan selama setidaknya dua hari karena material dan debu vulcanik dari letusan krakatau menutupi atmosfer bumi pada masa itu. Kini gunung Krakatau purba telah tergantikan dengan anak gunung Krakatau yang muncul 40 tahun setelah letusan dahsyat.

Anak gunung Krakatau muncul sebagai sebuah gunung muda yang aktif mengeluarkan material dan memiliki pertumbuhan ketinggian setidaknya 0,5 meter dalam satu bulan. Menurut beberapa riset yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan dari negera Jepang, gunung Krakatau memungkinkan akan mengalami erupsi yang besar pada rentang tahun 2030-2050.

6. GUNUNG GALUNGGUNG DI JAWA BARAT


Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung yang masih aktif dan terletak di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Gunung yang memiliki ketinggian 2.176 meter ini tercatat pernah mengalami letusan hebat yakni di tahun 1822.

Setelah itu gunung ini seringkali mengalami erupsi yang menyebabkan hujan pasir panas serta meluncurkan awan panas yang mengakibatkan setidaknya 4.011 jiwa melayang dan menyebabkan setidaknya 122 desa harus hancur.

Tidak hanya awan panas dan hujan abu vulkanik saja, ancaman banjir lahar dingin juga  mengakibatkan terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.

7. GUNUNG BROMO DI JAWA TIMUR


Siapa yang tidak kenal dengan gunung Bromo di Jawa Timur. Keindahan kawasan gunung ini tidak hanya terkenal di Indonesia saja melainkan juga di mancanegara. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kunjungan turis mancanegara ke gunung yang memiliki ketinggian 2.329 MDPL ini.

Gunung Bromo secara administratif masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan wilayahnya masuk ke dalam empat wilayah Kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo menjadi sangat menarik karena gunung ini termasuk gunung yang masih aktif serta pengunjung dapat melihat dengan jelas lembah serta kalderanya yang seringkali mengeluarkan asap putih.

Dalam catatannya gunung ini pernah mengalami setidaknya 4 x erupsi dengan interval yang cukup teratur yakni 30 tahun. Letusan gunung Bromo yang terbesar tercatat pada tahun 1974 sedangkan letusan terakhir tercatat pada tahun 2015.

8. GUNUNG LOKON SULAWESI UTARA


Siapa yang menyangka gunung yang hanya memiliki ketinggian 1.580 MDPL ini masuk dalam 15 gunung di Indonesia yang masih aktif. Gunung yang lebih rendah dibandingkan dengan gunung Andong di Kabupaten Magelang Jawa Tengah ini tercatat mengalami letusan sebanyak 5 x terhitung sejak tahun 1941.

Letusan terbesar tercatat pada tahun 1991 yang berakibat menimbulkan kerugian hingga milyaran rupiah serta menewaskan korban jiwa karena longsoran material vulcanik.

9. GUNUNG KERINCI DI PROPINSI JAMBI


Gunung Kerinci selain terkenal dengan alamnya yang masih perawan, juga terkenal sebagai salah satu gunung yang masih aktif mengalami aktifitas vulcanik. Gunung yang memiliki puncak tertinggi di Pulau Sumatera ini memiliki sebuah kawah aktif selebar 400 x 120 meter di bagian puncaknya dan berisi air berwarna hijau. Gunung Kerinci tercatat mengalami erupsi terakhir pada tahun 2009.

Gunung Kerinci seakan menjadi magnet tersendiri bagi kalangan pendaki gunung karena alamnya yang masih sangat alami. Kawasan lereng gunung menjadi habitat alami harimau Sumatera, Gajah, Babi hutan serta hewan liar lainnya.

10. GUNUNG EGON PULAU FLORES NUSA TENGGARA TIMUR


Mungkin belum banyak yang mendengar gunung aktif yang satu ini. Gunung Egon merupakan gunung berapi dan masih aktif yang terletak di Pulau Flores. Gunung Egon sendiri berada di wilayah timur dari Maumere atau sekitar tiga puluh kilometer dari ibu kota Kabupaten Sikka. Gunung yang memiliki ketinggian 1703 ini pernah mengalami erupsi dahsyat pada tahun 1925.

Setelah vakum sekian puluh tahun, pada tahun 2006 lalu status gunung ini dinaikkan menjadi siaga. akibat dari aktivitas vulkanik yang meningkat pada saat itu. Gunung Egon layaknya gunung yang cantik untuk di jawamah terutama di  kalangan pendaki, pasalnya kawasan ini menawarkan panorama yang eksotis.

Pendaki dapat melihat kawah yang seringkali menyemburkan asap putih sebagai tanda bahwa gunung ini masih memiliki aktifitas vulcanik di dalamnya.

11. GUNUNG AWU DI KEPULAUAN SANGIHE


Jauh di Propsnsi Sulawesi utara terdapat sebuah gunung dengan ketinggian 1.320 MDPL yang masih aktif. Gunung yang dimaksud adalah gunung Awu. Dari catatan sejarah diketahui, dari tahun 1640 sampai dengan 1966 telah terjadi 5 kali erupsi yang menelan korban serta kerugian yang cukup besar.

Korban manusia yang tewas akibat letusan  Gunung Awu sebelum tahun 1711 tidak diketahui, namun yang tercatat sejak tahun 1711 sampai dengan erupsi 1966 adalah 7.377 orang ( tahun 1966 korban tewas 39 orang, lebih dari 1.000 orang luka-luka ringan ).

12. GUNUNG KARANGETAN KABUPATEN SIAU


Gunung Karangetang yang terletak di Kepulauan Siau, Sulawesi Utara. Gunung ini merupakan salah satu gunung api yang cukup aktif di Indonesia. Gunung Karangetan merupakan gunung yang bertipe stratovolcano yang hampir setiap tahunnya meletus. Terbentuknya gunung ini mirip dengan gunung api Krakatau yang telah tenggelam akibat erupsi hebat.

Karena adanya zona subduksi dan tumbukan maka magma yang terdapat di perut bumi naik melalui celah subduksi sehingga terbentuklah gunung api ini. Letusan yang cukup besar tercatat pada tahun 2011 dimana gunung ini meluncurkan awan panas yang merusak pemukiman warga sekitarnya.

13. GUNUNG SOPUTAN SULAWESI UTARA


Gunung Soputan merupakan gunung aktif yang terletak di Propinsi Sulawesi Utara dan berjarak kurang lebih 50 km di sebelah barat daya Kota Manado. Gunung Soputan akhir-akhir ini juga menjadi perhatian ahli kegunung apian karena dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan kegiatan vulcanik.

Gunung yang memiliki ketinggian 1.784 MDPL ini tercatat mengalami erupsi pada tanggal 7 maret tahun 2015 dan menyemburkan awan panas yang membumbung tinggi sejauh 2.500 meter dan menyebabkan hujan debu di Kecamatan Touluaan, Kecamatan Tombatu, dan Kecamatan Ratahan di Kabupaten Mihanasa Tenggara.

14. GUNUNG AGUNG DI PROPINSI BALI


Gunung agung merupakan gunung tertinggi di Bali dan memiliki ketinggian  3.031 mdpl. Gunung ini termasuk gunung yang masih aktif ditandai dengan adanya asap yang keluar dari kawahnya yang sangat besar dan dalam, Bagi masyarakat Bali gunung Agung merupakan tempat bersemayam para dewa dan tempat bersemayamnya Dewata.

Dari atas ketinggian di gunung Agung dalam kondisi yang cukup cerah kita dapat melihat puncak gunung-gunung lainnya di pulau seberang yakni gunung Rinjani di pulau Lombok. Gunung Agung tercatat mengalami letusan terakhir pada tahun 1963 dimana erupsi yang terjadi meluncurkan lahar sejauh 7 km selama 20 hari.

15. GUNUNG TALANG PROPINSI SUMATERA BARAT


Gunung yang memiliki ketinggian 2.957 mdpl ini berjarak 40 km dari kota Padang. Gunung ini menjadi surganya pendaki di Sumatera Barat berkat adanya hamparan kebun teh di awal pendakian, serta terdapat hutan Mati yang eksotis, Di bagian puncak gunung, pendaki akan menyaksikan indahnya 3 danau dari ketinggian 2.597 mdpl. Danau yang ada sebenarnya merupakan bekas dari kawah  gunung Talang.

Itulah beberapa daftar gunung di Indonesia yang masih Aktif sampai saat ini.

Inilah Daftar Gunung Berapi Di Indonesia yang Masih Aktif dan Berbahaya

Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania. Letaknya yang ada di zona konvergen (pertemuan antara lempeng Eurasia dan lempeng IndoAustralia) membuat pulau ini dilengkapi dengan banyak sekali gunung berapi aktif yang menjulang tinggi. Tercatat ada sekitar 49 gunung yang ada di pulau Jawa dengan Gunung Semeru menjadi yang tertinggi.

Berikut ini daftar 10 gunung tertinggi di Jawa beserta gambar dan ketinggiannya lengkap mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah.

1. Gunung Semeru Dengan puncak Mahamerunya



Gunung Semeru menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa. Secara administartif, gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang di Jawa Timur. Gunung semeru juga menjadi gunung berapi ke-3 tertinggi di Nusantara, setelah Kerinci di Sumatera Barat dan Gunung Rinjani di NTB.

 2. Gunung Slamet



Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang menempati posisi ke-2. Dengan tingginya yang mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut, gunung ini juga menjadi gunung tertinggi di Jawa Tengah. Secara administratif, wilayah gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang.

3. Gunung Sumbing



Gunung Sumbing adalah gunung api yang tingginya mencapai 3.371 meter di atas permukaan laut. Terletak di tiga kabupaten, yaitu Temanggung, Magelang, dan Wonosobo, gunung yang dijuluki sebagai Kledung Pass ini juga menjadi salah satu gunung tertinggi di Jawa. Tak diketahui secara pasti, kapan terakhir Gunung Sumbing ini meletus, namun kini di puncaknya masih terdapat sebuah kawah yang aktif.

4. Gunung Arjuno



Gunung Arjuno adalah gunung api bertipe Strato yang tingginya mencapai 3.339 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada di cakupan pengelolaan Taman Nasional Hutan Raya Raden Soerjo. Ia menempati urutan keempat dalam daftar gunung tertinggi di Jawa dan urutan kedua dalam daftar gunung tertinggi di Jawa Timur.

5. Gunung Raung



Gunung Raung adalah gunung berapi yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember. Dengan tingginya yang mencapai 3.332 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi salah satu gunung tertinggi di Jawa dan menjadi puncak tertinggi di hamparan kawasan pegunungan Ijen.

6. Gunung Lawu



Gunung Lawu terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tingginya yang mencapai 3.265 meter di atas permukaan laut, membuat gunung ini juga menjadi salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa. Terakhir meletus pada November 1885, gunung ini telah lama menjadi gunung api yang tidak aktif.

7. Gunung Welirang



Gunung Welirang adalah gunung api aktif yang punya ketinggian 3.156 meter di atas permukaan laut. Terletak di antara perbatasan Malang dan Mojokerto, gunung ini juga terletak dalam satu barisan yang sama dengan Gunung Kembar 1, Gunung Arjuno, dan Gunung Kembar 2.

8. Gunung Sindoro



Gunung tertinggi di Jawa yang selanjutnya adalah Gunung Sindoro. Gunung yang terletak di dekat Kota Temanggung, Jawa Tengah ini menjadi gunung api aktif yang cukup dikenal oleh para pendaki dari seluruh dunia. Tingginya yang mencapai 3.150 meter di atas permukaan laut dengan jalur pendakian yang tidak terlalu sulit membuat gunung ini menjadi favorit untuk para pendaki pemula.

9. Gunung Merbabu



Gunung Merbabu adalah gunung api bertipe Strato yang secara administratif berada di wilayah Magelang dan Boyolali. Gunung yang dalam naskah-naskah kuno masa sebelum masuknya Islam ke Indonesia dikenal dengan nama Gunung Damalung ini mempunyai tinggi 3.145 meter di atas permukaan laut.

10. Gunung Argopuro



Gunung Argapura adalah gunung berapi aktif yang mempunyai tinggi 3.088 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di wilayah administratif kabupaten Lumajang, Probolinggo, Bodowoso, Jember, dan Situbondo. Sama seperti gunung Merapi, gunung ini juga dikenal dengan punya banyak mitos dan misteri. Konon, puncuk gunung ini menjadi adalah kediaman dari Dewi Rengganis, adik dari Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul.

Demikianlah daftar gunung tertinggi di Jawa beserta ketinggian dan gambar lengkapnya.

Semoga artikel ini dapat membantu tugas sekolah Anda dan bisa memperkaya wawasan Anda tentang hamparan bentang alam di Indonesia.

Daftar gunung terbesar dan tertinggi di Pulau Jawa

Subscribe Our Newsletter