Tampilkan postingan dengan label Faidah Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faidah Sholawat. Tampilkan semua postingan
Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan.


Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat). Shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan menyesali perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)

Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, 

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Sesungguhnya termasuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat ini adalah terbukanya pintu taubat untuknya. Pembukaan pintu taubat ini tidak akan terputus sehingga roh telah sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat. Dan termasuk rahmat-Nya pula terhadap umat ini adalah disyariatkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba bertawassul kepada Rabb-Nya dengan berharap diterima taubatnya. Ibadah tersebut adalah shalat taubat.

Anjuran dan perintah untuk mengerjakan Sholat Sunnah Taubat ini bisa kalian lihat didalam Sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang telah dijelaskan didalam Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi yang berbunyi : ” tidak seorang muslim pun yang berbuat dosa lalu bangkit dan bersuci (Berwudhu), kemudian melakukan sholat lantas meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala melainkan Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengampuninya (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi) ”

Dari Hadits Shahih tersebut kita dapat mengambil Hikmah Sholat Taubat, bahwasanya orang yang telah menyesali perbuatan yang telah ia perbuat dengan ikhlas dan sungguh-sungguh ingin dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, maka Seorang Muslim – Muslimah bisa mengerjakan Shalat Sunnah Taubat Dua Raka’at ini untuk memohon dan meminta agar dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. 

A. MANFAAT DAN FAIDAH SHOLAT TAUBAT


Keutamaan Mengerjakan Sholat Taubat sesuai dengan Hadits – Hadits Nabi yang Shahih. Hal ini dikarenakan Sholat Sunnah Taubat merupakan salah satu Sholat Sunnah yg sering dilakukan oleh Masyarakat Muslim selain Sholat Sunnah Istikharah, Sholat Sunnah Tahajud, Sholat Sunnah Hajat dan Sholat Sunnah Dhuha sehingga dengan adanya ulasan tentang Tujuan Mengerjakan Shalat Taubat ini maka diharapkan bisa menjadi suatu Motivasi agar kalian semakin Rajin Menunaikan Sholat Sunnah Taubat.

- MENDAPATKAN PAHALA SUNNAH YG BANYAK

Yang Pertama adalah akan mendapatkan Pahala Sholat Sunnah Yang Banyak, dalam hal ini dikarenakan kalian sebagai Seorang Muslim – Muslimah telah melakukan apa yang sudah di anjurkan (disunnahkan) oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan telah menghidupkan apa yang menjadi Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Keistimewaan Sholat Taubat ini bisa di lihat didalam Hadits Shahih dari Amr bin Auf bin Zaid al Muzani Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: 

"Barangsiapa yg menghidupkan Satu Sunnah dari Sunnah – Sunnah ku, lalu diamalkan oleh Manusia, maka ia akan memperoleh Pahala seperti Pahala Orang-Orang yg mengamalkan-nya dg tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun ”.

- MENANBAH KEIMANAN SEORANG MUSLIM

Lalu Hikmah Mengerjakan Sholat Taubat Menurut Hadits Shahih Yang Kedua adalah menjadi salah satu Bukti Keimanan Seorang Mukmin kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Hal ini dikarenakan kalian Seorang Muslim – Muslimah selalu ingat bahwa kita sebagai Manusia mempunyai Kesalahan (Dosa) dan Kita selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk meminta dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala Kesalahan (Dosa) yang sudah kita perbuat.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala didalam Al Qur’an Surat Al A’raf Ayat 153 yang berbunyi: 

Orang2 yg melakukan Kejahatan, lalu bertaubat setelah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan km setelah taubat yg disertai dg iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al A’raf, Ayat : 153) 

Dan didalam Surat An-Nur Ayat 31 berbunyi : 

” ….. Dan bertaubat-lah km sekalian kepada Allah, hai orang-orang yg beriman agar km beruntung (QS. An-Nur Ayat : 31) ”.

- DIAMPUNI DOSA – DOSA YG LALU

Keajaiban Mengerjakan Sholat Taubat Ketiga adalah akan di ampuni dosa – dosanya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, walaupun dosa (Kesalahan) sebesar Gunung dan sebanyak Buih di Lautan.

Dengan Syarat, bahwa Taubat yang dilakukan oleh kalian dilakukan dengan sungguh – sungguh dan tidak akan melakukan Perbuatan Dosa itu lagi karena meminta Ampun (Bertaubat) kepada Allah hanya dg Lisan, tetapi masih tetap melakukan Dosa maka mereka seperti Bermain – Main dlm Taubatnya.

Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi, dari Ali bin Abi Thalib Ra berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

"Tidaklah seorang melakukan Perbuatan Dosa, lalu dia Berwudhu dan Shalat, lalu meminta Ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni Dosanya itu. Lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam membacakan Firman Allah didalam Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 135" (Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Abu Daud)

- MEMBUAT TENTRAM DAN BAHAGIA

Kemudian Manfaat Mengerjakan Sholat Taubat Bagi Kesehatan Manusia adalah akan memberikan Kebahagia’an dalam hidupnya, dan dalam hal ini dikarenakan kita sebagai Seorang Muslim – Muslimah akan lebih Bahagia ketika sudah mengakui Kesalahan dan memohon Ampunan kepada Allah SWT atas Dosa – Dosa yang sudah pernah kita lakukan, baik itu Kesalahan yg disengaja maupun yang tidak disengaja.

Selain itu Manfaat Sholat Taubat lainnya akan membuat Manusia lebih Tenang dalam menjalani Hidup karena dengan Bertaubat maka kita sebagai Seorang Muslim akan mendapat ketenangan jiwa yang tak terhingga karena hati dan perasaan kita menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Disadari atau tidak, hati kita seperti terikat dengan Allah dan hubungan kita dengan-Nya akan semakin meningkat seiring meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

B. KEUTAMAAN SHALAT TAUBAT


Dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu , dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,

ما من رجل يذنب ذنبا, ثم يقوم فيتطهر - وفي رواية: فيحسن الوضوء -, ثم يصلى - وفي رواية: ركعتين -, ثم يستغفر الله; إلا غفر الله له », ثم قرأ هذه الآية {والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله ولم يصروا على ما فعلوا وهم يعلمون

" Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia bersuci - dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik -, kemudian melaksanakan shalat - dalam riwayat lain: dua rakaat -, lalu meminta ampun kepada Allah, pelana Allah akan mengampuni (dosa) nya ". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), "Dan (juga) orang-orang yang sedang melakukan kejoh atau menganiaya diri sendiri mereka akan ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang bisa mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak kejam kejinya itu, sedang mereka mengatahui "(QS. Ali 'Imraan: 135)

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat dua rakaat saat seorang bertaubat dari perbuatan dosa dan janji pengampunan dosa dari Allah Ta'ala bagi yang melakukan shalat tersebut.

Beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadits ini:

- Agungnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia mensyariatkan bagi mereka cara untuk membebaskan diri dari buruknya perbuatan dosa yang telah mereka lakukan.

- Wajib bagi seorang muslim untuk selalu bertakwa kepada Allah Ta'ala , merasakan pengawasan-Nya, dan berusaha untuk menghindari perbuatan maksiat semaksimal mungkin. Kalau dia terjerumus ke dalam dosa maka harusnya dia segera bertaubat dan kembali kepada Allah [3] , agar Dia mengampuni dosanya, pemberian janji-Nya dalam firman-Nya:

{إنما التوبة على الله للذين يعملون السوء بجهالة ثم يتوبون من قريب فأولئك يتوب الله عليهم, وكان الله عليما حكيما}

" Sesungguhnya taubat di sisi Allah siap untuk orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka yang yang Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana "(QS an-Nisaa ': 17).

- Yang dimaksud dengan " meminta ampun kepada Allah " dalam hadits ini adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh yang menyertai penyesalan atas perbuatan tersebut, menjauhkan diri dari dosa itu dengan alasan, dan tekad yang bulat untuk tidak mengulanginya selamanya, dan jika dosa yang berhubungan dengan hak orang lain maka segera dia menyelesaikannya.

- Imam Ibnu Hajar mengatakan, "mohon ampun kepada Allah (hanya) dengan lisan, tapi masih tetap mengerjakan dosa (dengan anggota badan) adalah seperti bermain-main (dalam bertaubat).

- Sahabat Yang mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu Berkata:

“Sesungguhnya orangutan Yang beriman Memandang dosanya seperti dia sedang berada di Bawah Sebuah gunung (besar) Yang dia Takut gunung tersebut akan menimpa (Dan membinasakan) nya, sedangkan orangutan Yang fajir ( rusak imannya) lihat dosanya seperti cara lalat yang lewat di (depan) hidungnya kemudian dihalaunya dengan jas (dinggapnya remeh dan kecil).

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Pengertian Sholat Taubat dan Manfaatnya dalam Islam

Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.


Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa.

Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, sebagaimana yang terdapat pada bukuini. Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-Nya.

Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka.

Sabda Rasulullah :

"Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakhiy, dia berkata :

"Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini. Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya". (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan :

Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku. Maka Nabi saw bersabda, Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah.... Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya. Kemudian Rasulullah saw bersabda, Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat). (HR Tirmidzi)

Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman :

"Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar". (QS Al-Baqarah [2]: 45)

MANFAAT DAN FAIDAH SHOLAT HAJAT


Adapun manfaat sholat hajat adalah sebagai berikut :

- TERKABULNYA DOA

Sholat hajat merupakan salah satu salat yang dilakukan ketika seseorang memiliki keinginan atau hajat tertentu. Untuk itu Sudahlah sangat jelas bahwa salah satu manfaat dari seseorang melakukan salat hajat adalah agar terkabulnya doa doa dan juga keinginan yang diinginkannya.

- Mendekatkan diri pada Allah

Sholat merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri pada Allah, tidak hanya sholat wajib saja namun pada kenyataannya sholat sunnah sesudah Sholat Dhuha sholat Tahajud dan juga sholat hajat merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

- Sarana ibadah

Tidak hanya sebagai sarana untuk memohon kepada Allah agar hajatnya segera dikabulkan namun pada kenyataannya sholat hajat juga merupakan salah satu sarana agar seseorang lebih dekat dengan Allah dengan cara melakukan ibadah ibadah tertentu.

- Terhindar dari kesulitan

Melakukan sholat hajat juga dapat menghindarkan diri Anda dari hal-hal yang menyulitkan. Baik dalam melakukan kegiatan sehari-hari ataupun hal-hal yang menyulitkan untuk mencapai tujuan anda.

- Terhindar dari marabahaya

Selain terhindar dari hal-hal yang menyulitkan ternyata shalat hajat juga dapat menjadikan Anda agar terhindar dari marabahaya. Karena dengan melakukan salat hajat atau melakukan salat salat sunah lainnya dan tetap menjalankan sholat wajib menjadikan diri anda lebih disayang oleh Allah sehingga terhindar dari berbagai marabahaya.

- Disayang Allah

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa seseorang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai cara yang disukai oleh Allah akan mendapatkan kasih sayang Allah SWT. untuk itu agar anda menjadi hamba yang disayang oleh Allah maka teruslah beristiqomah untuk melakukan hal-hal yang menjadikan Allah menyukai anda.

- Mendapatkan surga

Selain mengharapkan agar dapat terkabul segala keinginannya seorang yang melakukan sholat hajat juga dapat mendapatkan surga Allah. Hal ini disebabkan karena dengan melakukan sholat hajat itu berarti Anda juga mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan segala perintah Allah. Barang siapa yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah Insya Allah akan mendapatkan surga Allah.

- Mendapatkan Hidayah

Melakukan sholat hajat juga merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika anda sudah mendekatkan diri kepada Allah maka Allah akan mempermudah dalam melakukan segala kegiatan dan diberi petunjuk agar selalu berada di jalan yang benar.

- Diberi kemudahan

Melakukan sholat hajat juga akan diberi kemudahan dalam setiap langkah yang akan kita lakukan.

- Mendapat Ketenangan

Dengan melakukan sholat hajat maka seseorang yang memiliki hajat atau keinginan tertentu Namun belum juga dikabulkan akan lebih tenang. Hal ini disertai dengan keyakinan yang tinggi bahwa suatu saat nanti Allah pasti akan mengabulkan keinginan anda hanya mungkin saja hari itu belum waktu yang tepat. Selain itu melakukan shalat hajat juga dapat menenangkan hati anda karena secara tidak langsung Anda akan mendekatkan diri Anda kepada Allah.

- Meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah

Sholat hajat merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan keyakinan anda akan kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mengapa demikian Hal ini disebabkan karena ketika anda melakukan sholat hajat berarti anda akan selalu yakin bahwa Allah selalu bersama anda dan Allah akan mengabulkan doa-doa yang anda panjatkan. Sholat hajat dapat dilakukan kapan saja untuk itu Anda dapat meningkatkan keyakinan anda akan Allah SWT kapanpun dan dimanapun.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sedikit manfaat dari Sholat Hajat, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Keistimewaan dan Manfaat Sholat Hajat Menurut Hadits

Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang didalamnya banyak mengandung bacaan tasbih, sebanyak 300 kali tasbih yang dibaca dalam sholat tersebut.


Hukum shalat tasbih adalah sunnah. Shalat Tasbih dianjurkan kepada kita untuk dilakukan setiap hari, atau kalau tidak mampu dilakukan dalam  seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau setahun sekali. Atau seumjur hidup sekali. Demikian Rasulullah menganjurjkan kepada kita.

Sholat tasbih bisa dilakukan kapan saja, asalkan jangan pada waktu-waktu terlarang seperti saat tergelincir matahari (sesudah sholat subuh atau sebelum zuhur) dan saat terbenam matahari (sesudah sholat ashar). Selain dari waktu tersebut boleh dikerjakan sholat tasbih kapan saja dengan ketentuan sebagai berikut:

Jika melakukan sholat Tasbih disiang hari hendaklah dikerjakaan 4 raka’at dengan satu salam.Jika melakukan sholat tasbeh pada malam hari, hendaklah emapat raka’at itu dijadikan dua salam.Shalat tasbih tidak disunatkan untuk berjamaah.

Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan, tidak terdapat riwayat yang menyatakan keharusan untuk melafalkan niat akan tetapi yang terpenting adalah dengan niat hanya mengharapkan Ridho Allah Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan khusyu.

Cara Melakukan Shalat Tasbih
Salat tasbih dilakukan 4 raka'at
(jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam,
jika malam 4 raka'at dengan dua salam )
sebagaimana salat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:

- Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri     15 kali
- Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...)     10 Kali
- Setelah I'tidal     10 Kali
- Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...)     10 Kali
- Setelah duduk di antara dua sujud     10 Kali
- Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal a'la...)     10 Kali
- Setelah duduk istirahat sebelum berdiri
(atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa) 10 Kali.

MANFAAT SHOLAT TASBIH


- Kalimat Pilihan Allah Swt

Suatu kali Rasulullah ditanya apakah ucapan yang paling unggul? Rasulullah menjawab,

مَا اصْطَفَى اللهُ لِمَلاَئِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Yang dipilih Allah swt terhadap para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan: Subhanallahi wa bihamdihi’ (Riwayat Muslim)

Memberatkan timbangan amal

Rasulullah bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِى الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal dan keduanya disukai oleh ar-Rahman, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

- Menghapus Dosa

Rasulullah bersabda :

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

"Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahi wa bi hamdihi 100x maka Allah dihapuskan kesalahan meskipun kesalahannya itu sebanyak buih lautan"(Riwayat Bukhari dan Muslim)

- Punya Lahan Kurma Di Surga

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahil azhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga’ (Riwayat at-Tirmidzi)

- Terhindar Dari Penyakit Berat

Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku, karena sungguh umurku sudah tua dan aku merasa lemah untuk melakukan apapun’. Lalu Rasulullah berkata, ‘Adapun untuk duniamu, maka ketika engkau selesai shalat Shubuh, maka ucapkanlah tiga kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

"Jika engkau membacanya, maka engkau terhindar dari kesedihan, kusta (lepra), penyakit biasa, belang, lumpuh akibat pendarahan otak'’ (Riwayat Ibnu as-Sunni dan Ahmad)

- Mampu Menghadapi Masalah Besar

Diriwayatkan dari Abu Hurayrah:

"bahwa jika Rasulullah menghadapi persoalan penting, maka beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan: Subhanallahil azhim, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qoyyum (Riwayat at-Tirmidzi)

Terhindar Dari Kelaparan

Rasulullah bersabda :

طَعَامُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي زَمَنِ الدَّجَّالِ طَعَامُ الْمَلاَئِكَةِ: التَّسْبِيْحُ وَالتَّقْدِيْسُ، فَمَنْ كَانَ مَنْطِقُهُ يَوْمِئِذٍ التَّسْبِيْحَ أَذْهَبَ اللهُ عَنْهُ الْجُوْعَ

‘'Makanan orang beriman pada zaman munculnya Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu tasbih dan taqdis. Maka barangsiapa yang ucapannya pada saat itu adalah tasbih, maka Allah akan menghilangkan darinya kelaparan’ (Riwayat al-Hakim).

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa manfaat dari Sholat Tasbih, Semoga menambah wawasan dan bermanfaat untuk kita semua.

Kemuliaan dan Manfaat Besar Sholat Tasbih Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Shalat Tahajud atau Shalat malam adalah Sholat yang dillaksanakan pada sepertiga malam terakhir yaitu di saat manusia yang lain terlelap dalam heningnya. Shalat ini termasuk shalat sunnah.


Istimewanya shalat ini Anas bin Malik bisa membagi malam menjadi 3 bagian. Anas melakukan shalat malam pada bagian pertama, selanjutnya membangunkan istrinya untuk mengerjakan shalat, lalu istrinya membangunkan putrinya untuk mengerjakan di bagian ketiga malam. Tatkala istri Anas wafat, maka ia membagi malam menjadi 2 bagian. Bagian pertama beliau dan bagian kedua putrinya. Kemudian dengan wafatnya Anas, makan putrinya berusaha mengerjakan shalat sepanjang malam.

Firman Allah SWT :

"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (QS Adz-Dzariyat: 17)"

Dari beberapa manfaatnya, ada banyak manfaat sholat tahajud yang sangat Istimewa bagi mereka yang telah melaksanakan sholat tersebut.

Berikut adalah beberapa manfaat sholat tahajud :

1. ALLAH MENGANGKAT DERAJAT ke TEMPAT YANG TERPUJI

Manfaat sholat tahajud yang kedua adalah Allah SWT akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji. Keterangan tentang ini dapat kita baca dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra' ayat 79:

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS A1-Isra [17]: 79).

Dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan Abi Darda r.a, bahwa Rasulullah bersabda:

"Ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada mereka, dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk sholat), lalu Allah SWT berkata: 'Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur." (Riwayat Ath-Thabrani).

2. DIKABULKANNYA DOA-DOA

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah tidur terlebih dahulu karena arti kata tahajud adalah bangun pada malam hari. Paling utama, sholat tahajud yang dikerjakan pada sepertiga malam sampai menjelang masuk waktu sholat subuh. Pada waktu inilah Allah SWT mengabulkan doa-doa hambanya.
Hal ini berdasarkan keterangan hadis Nabi:

"Perintah Allah turun ke langit di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan kukabulakn, adakah orang yang meminta, pasti akan Kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu Subuh." (Al-Hadis).

3. MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

Manfaat sholat tahajud Selanjutnya adalah sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dikuatkan lewat keterangan hadis Rasullullah SAW:

"Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa." (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil).

Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Jibril pernah berkata kepada Rasulullah Saw:

"Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain". (Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah).

4. MENDAPAT BANYAK KEMULIAAN

Manfaat sholat tahajud yang keempat adalah akan memperoleh berbagai kemuliaan. Hal ini diperkuat berdasarkan keterangan hadis Rasulullah SAW, Beliau bersabda:

"Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat."

Adapun lima keutamaan di dunia itu adalah akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana, tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya, akan dicintai para hamba Allah yan shaleh dan dicintai oleh semua manusia, lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah dan akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

5. MENGUSIR PENYAKIT DAN MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH

Manfaat sholat tahajud yang kelima adalah dapat mengusir berbagai penyakit dan di saat yang sama meningkatkan kekebalan tubuh. Sedikit yang menyadari bahwa kepatuhan kita mengerjakan ritual keagamaan semisal sholat tahajud akan memberikan pengaruh pada meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Mohammad Shaleh. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa di saat yang sama ketika kekebalan tubuh sudah meningkat, otomatis segala penyakit yang menyerah akan musnah dengan sendirinya.

6. MENJAUHKAN DIRI DARI LUPA

Manfaat sholat tahajud yang selanjutnya adalah menjauhkan diri dari kelalaian hati. Penjelasan tentang ini dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

"Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas." (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).

7. MENANG DALAM JIHAD MELAWAN MUSUH

Manfaat sholat tahajud selanjutnya adalah meraih kemenangan dalam jihad melawan musuh. Musuh terbesar dalam diri manusia adalah hawa nafsu. Melaksanakan sholat tahajud mungkin agak berat bagi sebagian orang karena melihat waktu pengerjaannya pada jam-jam dimana kita biasanya tertidur pulas. Godaan untuk melanjutkan tidur pastinya sangat besar di waktu tersebut. Maka dari itu, orang yang bangun dari tidurnya untuk melaksanakan sholat tahajud berarti ia telah berhasil melawan godaan dalam dirinya demi beribadah kepada Allah SWT.

8. MERINGANKAN LAMANYA BERDIRI DI PADANG MAHSYAR

Manfaat sholat tahajud yang selanjutnya adalah meringankan kita ketika berdiri pada hari kiamat nanti. Keterangan tentang ini sesuai yang pernah diungkapkan Ibnu Abbas ra, yang berkata:

"Barang siapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir." (Ibnu Jarir Ath-Thabari, tafsir Ibnu Jarir).

9. MENGHAPUS DOSA DAN MENGHAPUS KEJAHATAN

Manfaat sholat tahajud yang berikutnya adalah dapat mencegah diri dari perbuatan dosa dan menghapus kejahatan. Ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahli ra, yang berbunyi:

"Hendakah kalian mengerjakan qiyaamullail, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, mendekati diri kepada Allah Ta’ala, mencegah perbuatan dosa, menghapus kejahatan dan menangkal penyakit dari badan." (Diriwayatkan At-Turmudzi, Al-Hakim)

10. MUKA TAMPAK BERKILAU DAN BERCAHAYA

Manfaat sholat tahajud yang kesepuluh adalah membuat muka berkilau dan bercahaya. Tentang ini, pernah suatu ketika Hasan Al-Basri ra ditanya oleh seseorang, "Mengapa orang yang bertahajud di waktu malam memiliki muka yang bagus?". Hasan Basri menjawab:

"Karena mereka menyendiri bersama Tuhan-nya pada malam hari, kemudian Allah memberikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya." (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaamallail).

Terkait dengan ini pula, Imam Ibnul Qayyim pernah berkata:

"Sesungguhnya sholat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Sebagian istri memperbanyak melaksanakan sholat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, ‘Sholat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang bila wajah kami menjadi lebih bagus".

11. MELANCARKAN ALIRAN DARAH

Manfaat sholat tahajud berikutnya adalah dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh. Bangun pada pukul 02.30 untuk melaksanakan sholat tahajud ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada waktu tersebut, udara disekitar sangat segar bebas dari polusi. Pada saat itu juga, tubuh mempunyai kesempatan untuk menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat tubuh lebih segar dan aliran darah terasa lebih lancar.

12. JAMINAN MASUK SURGA

Manfaat sholat tahajud berikutnya adalah mendapat jaminan masuk surga. Ini sesuai dengan keterangan dari sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi:

"Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, sholat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat". (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmidzi).

13. DICINTAI ALLAH SWT

Manfaat sholat tahajud yang selanjutnya adalah akan memperoleh cinta Allah SWT. Orang yang bertahajud, memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan tidur yang nyaman demi untuk bersujud dihadapan sang pencipta. Segala pengampunan Allah akan diberikan pada orang bertahajud tersebut. Hal ini tentu saja disebabkan oleh Allah SWT telah mencintai mereka.

14. PENYELAMAT DARI SIKSA NERAKA

Manfaat sholat tahajud yang ke-14 adalah dapat menyelamatkan diri dari siksa api neraka. Tentang ini, Ibnu Umar r.a pernah meriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, ketika seseorang bermimpi, ia akan menceritakan mimpi tersebut ke Rasulullah SAW. Aku pun berharap mendapat mimpi yang dapat kuceritakan kepada Rasulullah SAW. Dia berkata,

"Aku adalah seorang anak muda perjaka. Aku tidur di masjid pada Rasululullah Saw, maka aku bermimpi seakan-akan dua malaikat mengambilku dan membawaku ke neraka, ternyata ia adalah bangunan seperti bangunan sumur. Ia memiliki dua palang seperti palang sumur. Di dalamnya terdapat manusia yang telah aku kenal. Maka aku mulai mengucapkan, 'Aku berlindung dengan nama Allah dari neraka'. Kemudian seorang malaikat menemui keduanya, maka dia berkata kepadaku, 'Janganlah takut!' (Mimpi ini) aku ceritakan kepada Hafshah, maka Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah dan beliau bersabda, "Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah, andaikata dia mengerjakan sholat pada waktu malam."Salim berkata, 'setelah itu Abdullah tidak tidur pada malam hari kecuali hanya sebentar." (HR Bukhari dan Muslim).

15. PENYEBAB HUSNUL KHOTIMAH

Manfaat sholat tahajud yang berikutnya adalah seorang hamba akan meraih husnul khatimah di saat ajal menjemputnya. Kita semua menyadari bahwa semua yang bernyawa pasti akan berpisah dan meninggalkan dunia ini menuju tempat abadi di akhirat. Sholat tahajud sanga bermanfaat bagi siapa saja yang mengerjakannya, karena sholat ini bisa membantu orang tersebut untuk mencapai husnul khatimah.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa manfaat dan keistimewaan Sholat Tahajud, semoga kita senantiasa diberikan Ridlo Allah SWT untuk selalu bisa mengerjakannya. Amin..

Kemuliaan dan Manfaat Sholat Tahajud dalam Islam

Salah satu kalimat dzikir yang sangat besar pahalanya disisi Allah adalah kalimat tasbih (kalimat meAgungkan dan mensucikan Tuhan, Allah SWT).


Bahkan dalam sebuah hadits kalimat tasbih disebutkan bahwa dengan tasbih kita akan mendapat 1000 Kebaikan dan Menghapus 1000 Dosa, “Hendaklah dia membaca 100 tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus” (HR Muslim)

Adapun beberapa keutamaan kalimat tasbih sebagai berikut:

A. Mendapatkan ampunan semua dosa, baik yang telah lewat maupun yang baru saja terjadi, dan bahkan dapat memberatkan timbangan amal baik nanti dihadapan Allah ta’ala. Rasulullah Saw. Bersabda:

“Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah tetapi sangat memberatkan timbangan (amal) dan sangat disukai Allah adalah Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil adziim (Artinya “Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung,” (HR. Bukhari)

B. Dapat menghapus atau menghilangkan dosa-dosa orang yang biasa mengucapkan. Nabi Saw. Bersabda: “Apakah salah seorang tidak sanggup untuk mengusahakan seribu kebaikan setiap hari?” Maka ditanyakan kepada beliau: “Bagaimana hal itu dapat diusahakan ya Rasulullah”? Berliau Berkata; “Yaitu bertasbih kepada Allah 100 kali, dengan tasbih tersebut dicatatat 1.000 kebaikan untuknya dan dihapuskan dari padanya 100 keburukan (dosa),” (HR. Muslim)

C. Tasbih adalah salah satu ucapan yang paling disukai Allah: Perkataan yang paling disukai Allah ada empat, yaitu: Subhanallah (Maha Suci Allah), wallhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan Laaila ha illallahu wallahu akbar (tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar),” (HR. Muslim)

D. Allah Swt menjanjikan balasan surga bagi orang yang membiasakan diri mengucapkan tasbih. “Barangsiapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan puji-Nya), maka ditanamkan sebatang pohon kurma di surga” (HR. Tarmidzi)

E. Ucapan tasbih dapat menjadi salah satu alat bukti (kesaksian) bagi perbuatan seseorang pada hari kiamat.

“Hendaklah kamu sekalian membaca tasbih, tahlil, dan taqdis (penyucian), maka janganlah kamu lalai dan ikatan dengan jari-jari, karena sesungguhnya bacaan-bacaan itu dijadikan mampu untuk berbicara (memberikan kesaksian pada hari kiamat),” (HR. Abu Daud, at-Tarmidzi dan al-Hakim).

Tasbih merupakan kalimat yang ringan dan mudah untuk diucapkan, tetapi mendapat pahala yang sangat besar di sisi Allah Swt.

“Ada dua kalimat yang ringan atas lidah, tetapi berat di atas timbangan dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pemurah, yaitu Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil adzim (Maha Suci Allah Yang Maha Agung),” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Begitulah keutamaan dzikir. Sangat banyak dan sangat utama manfaatnya. Oleh karena itu dimanapun dan kapanpun kita diharuskan berdzikir kepada-Nya supaya hati tenang dan tentram dan menghindarkan kita dari semua bentuk kemaksiatan yang menyengsarakan.

Sebaik-baik perkataan adalah perkataan dzikir seburuk buruk perkataan adalah perkataan musyrik dan maksiat. Maka seorang mukmin tidak akan menyibukkan dirinya untuk mengucapkan kata-kata sia-sia seperti mencela, mengumpat, berbohong, berkata-kata kotor dan lain sebagainya.

HADIST TENTANG KEISTIMEWAAN BERTASBIH


Allah berfirman dalam al-Quran: ”Hai orang-orang yang beriman! berzikirlah (mengingat) kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (al-Ahzaab: 41-42).

Hal ini juga dijelaskan dalam Hadist Nabi bahwasannya Nabi SAW bersabda:

"Barangsiapa bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh tiga kali, dan bertahmid tiga puluh tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat, maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.”(HR Imam Ahmad, Darimi, Malik)

Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim)

Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau dihapuskan darinya seribu keburukan.”

Maukah Aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali.”(HR Bukhori)

Dua Kalimat yang ringan di lidah dan berat dalam timbangan amal, dan sangat disukai oleh Tuhan Arrahman, adalah: Subhanallahi wabihamdihi (Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan segala puji bagiNya).

Ucapan yang paling Allah sukai itu adalah empat : Subhanallah, al-Hamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, Allahu Akbar. Tidak ada bahaya darimanapun kamu mulai.” (HR. Muslim)

Bacaaan tasbih :

سُبْحَانَ اللّهُ

SUBHANALLOH”,
artinya : “Maha Suci Alloh”.

Wallohua'lam Bisshowab

Keutamaan dan Manfaat Besar Dzikir (Membaca) Kalimat Tasbih

MANFAAT ISTIGHFAR


Dizaman yang tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut disampaikan beberapa manfaat  dari ber Istighfar antara lain :


  • Menggembirakan Allah

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

  • Dicintai Allah

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

  • Dosa-dosanya diampuni

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).


  • Selamat dari api neraka

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

  • Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

  • Mengecewakan syetan

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

  • Membuat syetan putus asa

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.’Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

  • Meredam azab

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

  • Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

  • Melapangkan kesempitan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

  • Melancarkan rizki

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

  • Membersihkan hati

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

  • Mengangkat derajatnya disurga

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

  • Mengikuti sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

  • Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

  • Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

  • Terhindar dari kezhaliman

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

  • Mudah mendapat anak

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

  • Mudah mendapatkan air hujan

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98).

  • Bertambah kekuatannya

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

  • Bertambah kesejahteraanya

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

  • Menjadi orang-orang yang beruntung

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31). Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

  • Keburukannya diganti dengan kebaikan

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

  • Bercitra sebagai orang mukmin

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

  • Berkeperibadian sebagai orang bijak

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

PENJELASAN HADITS


Jika manusia membaca istighfar mohon ampun pada Allah maka titik hitam yang menutup bola kaca itu akan hilang, demikianlah terus menerus jika dia selalu beristighfar maka titik titik hitam yang menutupi bola kaca itu akan terus berguguran sehingga bola kaca itu tetap bersinar benderang.

Nabi s.a.w. bersabda:-

القلوب أربعة قلب أجرد فيه سراج يزهر فذلك قلب المؤمن وقلب أسود منكوس فذلك قلب الكافر وقلب أغلف مربوط على غلافه فذلك قلب المنافق وقلب مصفح فيه إيمان ونفاق

Artinya: “Hati itu empat macam: hati yang bersih, padanya pelita yang bersinar gemilang. Maka itulah hati orang mu’min. Hati hitam terbalik, maka itulah hati orang kafir. Hati terbungkus yang terikat bungkusannya. Itulah hati orang munafiq. Dan hati yang melintang, padanya keimanan dan kemunafikan”.(HR Ahmad dan Ath-Thabrani dari Abi Sa’id)

Hati yang hitam adalah hati orang yang sakit sebagaimana ditegaskan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 10

"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta".(Al Baqarah 10).

 Sumber segala macam penyakit adalah hati. Penyakit was was, gelisah, cemas , stres berkepanjangan, psykosomatik, penyakit non medis dan sebagian penyakit medis  semua bersumber dari hati yang hitam dan gelap. Para ahli telah menemukan  fakta bahwa 70 % orang yang berbaring dirumah sakit penyakitnya bersumber dari hati mereka yang gelap dan kotor. Mereka akan hidup dalam keadaan  tersiksa sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 10 diatas.

Mereka yang hati nya selalu bersinar dan bersih dari kotoran dan dosa Allah jadikan  hatinya sebagai penasehat bagi dirinya . Hati seperti itulah yang dimaksud Rasulullah dengan sabda Nabi s.a.w.:-

إذا أراد الله بعبد خيرا جعل له واعظا من قلبه

Artinya: “Apabila dikehendaki oleh Allah kebajikan pada seorang hamba, niscaya dijadikanNya orang itu memperoleh pelajaran dari hatinya” . Dan dengan sabda Nabi s.a.w:-

من كان له من قلبه واعظ كان عليه من الله حافظ

Artinya: “Barangsiapa mempunyai juru-nasehat dari hatinya, niscaya ada penjaga daripada Allah kepadanya”. (HR .Abu Manshur Ad-Dailamy, dari Ummu Salmah.)

Orang yang hatinya bersih bersinar amat peka terhadap godaan dan tipu daya setan , jika setan  mendekat untuk menipu dan mempedayanya ia cepat sadar sehingga tidak larut dalam perbuatan dosa dan maksiat sebagaimana disebutka n dalam surat Al A’Raaf 201:

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya". (Al A’Raaf 201)

 Orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih dari dosa dan maksiat akan mendapat naungan yang sempurna dari Allah pada hari kiamat sebagaimana disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim dalam surat asy syu’araa 87-89.

"dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, 88. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, 89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,(Asy Syu’araa 87-89)

Istighfar adalah hal penting yang banyak diremehkan orang pada masa ini, banyak orang menganggap istighfar itu tidak perlu  hanya membuang waktu saja. Padahal Rasulullah yang sudah dijamin Allah untuk masuk syurga tidak kurang beristighfar dari 70 kali dalam sehari.

Setiap hari kita digempur oleh perbuatan dosa dan maksiat, pendengaran, mata, mulut , langkah dan perbuatan tangan kita tidak pernah berhenti dari perbuatan dosa dan maksiat. Perbuatan dosa dan maksiat itu seperti debu yang menempel ditubuh, tidak ada seorang manusiapun yang bisa menghindar dari debu tersebut.

Untuk membersihkan tubuh dari debu itu kita perlu mandi sekurang kurangnya sekali sehari . Bagaimana jika kita tidak pernah mandi selama berhari hari ? . Orang yang tidak pernah beristighfar bisa diumpamakan dengan orang yang tidak pernah mandi tersebut.

Allah telah memerintahkan kita untuk banyak beristighfar dan mohon ampun padaNya sebagaimana disebutkan dalam surat Hud ayat 3.

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat". (Hud 3)

Allah berjanji akan memberikan kehidupan yang baik secara terus menerus selama hidup didunia sampai datang ajal kelak dan memberikan berbagai kelebihan dan keistimewaan kepada mereka yang selalu istighfar mohon ampun padaNya.

Beberapa pengalaman orang yang beristighfar bisa kita ikuti pada beberapa kisah berikut ini :

Dikisahkan dalam kitab Shifatus Shafwah karangan Ibnul Jauzi, bahwa suatu hari Imam Ahmad Bin Hanbal melakukan perjalanan jauh dan kemalaman, hingga sempat kebingungan untuk mencari tempat bermalam. Kemudian ia meminta izin kepada pengurus masjid setempat untuk memperbolehkannya istirahat di masjid barang satu malam.

Sayang sekali, kendati ketenaran Imam Ahmad sudah sampai di seluruh pelosok negeri, dan di wilayah tersebut sudah banyak ajaran dan pengikut mazhabnya namun tak banyak orang yang tahu bagaimana sosok dan rupa sang Imam, karena keterbatasan informasi dan teknologi.

Karena itulah, pengurus masjid tak memperbolehkannya menginap di masjid setempat. Sang Imam besar pun sempat luntang-lantung malam itu, hingga akhirnya seorang pengusaha roti bersedia menerima ia di rumahnya.

Ketika sampai di rumah si tukang roti, Imam Ahmad terus memperhatikan amalan yang diwiridkan terus oleh sang tuan rumah. Menurutnya, amalan tersebut sederhana namun istimewa. Sang tuan rumah senantiasa beristighfar dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Lidahnya selalu saja basah dengan zikir dan meminta ampunan Alloh.

“Wahai Tuan, apa fadhilah yang Tuan dapatkan dari amalan selalu beristighfar tersebut?” tanya Imam Ahmad penasaran. Tuan rumah pun tersenyum dan menjawab, “Fadhilahnya, setiap doa yang saya panjatkan kepada Alloh, pasti selalu dikabulkan-Nya,” jawab si tuan rumah. Imam Ahmad sangat salut kepadanya.

“Tapi, ada satu doa saya yang hingga saat ini belum dikabulkan Alloh,” sambung sang tuan rumah. Imam Ahmad pun kembali penasaran. “Doa apakah itu, Tuan?” tanyanya. “Dari dahulu, saya berdoa kepada Alloh agar saya dipertemukan dengan Imam mazhab saya, yakni Imam Ahmad bin Hanbal. Namun hingga saat ini, saya belum juga dipertemukan dengannya,” kata tuan rumah.

Mendengar itu, Imam Ahmad langsung kaget. Inilah rupanya yang memaksa seorang Imam besar luntang-lantung tengah malam. Ini juga alasannya, mengapa Imam Ahmad diusir dari masjid dan dipaksa berjalan tengah malam hingga akhirnya sampai dipertemukan dengan si tukang roti itu.

Semuanya sama sekali bukan suatu kebetulan, melainkan skenario Allah SWT untuk menjawab doa si tukang roti. Demikian dahsyatnya kekuatan istighfar, sehingga membuat Allah SWT enggan untuk menolak doa yang dipanjatkan kepada-Nya. Seorang Imam yang berkelana dari negri ke negri, Allah tuntun langkahnya agar sampai di negri si tukang roti. Kemudian Allah buat suatu keadaan, hingga keduanya dipertemukan. Tak ada yang mustahil bagi Allah, jika Dia berkehendak.

Hati manusia ibarat sebuah gelas. Fungsinya sebagai wadah bagi air minum. Namun, jika gelas itu kotor, air minum apa yang akan mau mengisinya? Gelas-gelas kotor dibiarkan begitu saja, tak ada yang mau memakainya sebelum gelas tersebut dibersihkan. Demikian juga dengan hati manusia.

Jika hati manusia tersebut kotor, hidayah mana yang akan mau mengisinya? Sesuatu yang suci tentu membutuhkan wadah yang suci dan bersih pula. Pantas saja, hidayah Allah tidak mau turun, berkah Allah tidak datang, rahmat dan kasih sayang-Nya tidak diberikan, dan doa tidak di-istijabah (dikabulkan).

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW selalu beristighfar setiap hari minimal seratus kali, beliau bersabda:

artinya: “Sungguh aku (Rasulullah) beristighfar memohon ampun kepada Alloh ‘azza wa jalla dan bertaubat kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali” (HR. Nasa’i).

Itulah yang Rasulullah SAW lakukan setiap hari, padahal beliau adalah manusia yang ma’shum, terjaga dari kesalahan. Beliau juga sudah dijamin oleh Alloh tempat yang mulia (maqaman mahmuda) nanti di syurga. Lalu bagaimana dengan kita? Para manusia akhir zaman dengan segunung dosa dan salah yang menyamudera?

Untuk itu marilah kita senantiasa memperbanyak istighfar, dengan sepenuh penyesalan atas dosa yang kita lakukan, dan seutuh pengharapan kepada maghfirah Alloh Ta’ala. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia yang berbahagia kelak di yaumul hisab, lantaran banyak beristighfar, sebagaimana sabda Rasululloh SAW:

artinya: “Berbahagialah mereka yang mendapati lembaran-lembaran amalnya dipenuhi dengan istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah, Nasa’i dan Thabrani.)

Imam Al-Qurthubi menyebutkan sebuah cerita dari Ibnu Shabih, bahwasanya suatu hari ada seorang laki-laki mengadu kepada Hasan Al-Bashri tentang kegersangan atau kemarau panjang yang ia alami, maka Hasan Al-Bashri berkata kepadanya, “Beristighfarlah kepada Alloh!”. Lalu datang lagi orang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan, maka ia berkata kepadanya, “Beristighfarlah kepada Alloh!”.

Kemudian datang lagi orang lain memohon kepadanya, “Do’akanlah aku kepada Alloh, agar Ia memberiku anak!”, maka ia menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah!”. Hingga ketika datang lagi yang lain mengadu kepadanya tentang kekeringan yang melanda kebunnya, Hasan Al-Bashri tetap menjawab dengan jawaban yang sama, “Beristighfarlah kepada Allah!”.

Maka Ibnu Shabih bertanya kepadanya, “Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk beristighfar?. Lalu Hasan Al-Bashri menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Alloh telah berfirman dalam surat Nuh:

artinya: “Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai”. (QS.Nuh : 10-12).

Kisah Imam Hasan Al-Bashri tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kalimat istighfar yang kita ucapkan tidak hanya sebagai bukti lisan bahwa kita bertaubat kepada Alloh ta’ala. Istighfar juga bukan sekedar menjadi sebab diampuninya dosa kita, sebagaimana termaktub dalam hadis Qudsi, “Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian”. Akan tetapi ternyata istighfar juga akan membuahkan berbagai karunia dan kenikmatan. Beristighfar dengan penuh kesadaran dan keinsyafan, akan mengundang rizki dari Alloh berupa: hujan, harta, anak keturunan, perniagaan dan perkebunan.

Ada sebuah pertanyaan, apa hubungan anugerah rizki dengan istighfar yang kita lakukan? Bagaimanakah logika dan hikmahnya? Jawabnya adalah Hadits Rasulullah SAW: “Sesungguhnya seorang hamba pasti akan terhalang dari rizki disebabkan oleh dosa yang telah ia perbuat” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim).

Jadi jika kita bermaksiat dan berbuat dosa, bukan saja ancaman siksa neraka yang kita dapatkan, tetapi kita juga akan terhalang dari karunia rizki dari Alloh di dunia. Atau menurut Ibnu Rajab, dosa kita akan mengurangi anugerah rizki dan keberkahannya.

Dan salah satu cara untuk melancarkan kembali rizki kita adalah dengan memperbanyak istighfar, hingga Alloh Ta’ala berkenan menghapus dosa kita, sang penghalang nikmat dan karunia.

Terkait dengan kedahsyatan istighfar, Rasulullah SAW juga bersabda:

Artinya: “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Alloh) niscaya Alloh menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Alloh akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka”. (HR.Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim).

Istighfar yang kita lantunkan dengan penuh penghayatan dan perasaan bersalah juga akan mampu menahan datangnya azab dan bala bencana. Hal ini ditegaskan oleh Alloh Ta’ala dalam surat Al-Anfal, yang artinya: “Dan Alloh sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Alloh akan mengazab mereka, sedang mereka beristighfar (meminta ampun).” (QS. Al-Anfal: 33).

Diceritakan dari Ibnu Abbas, bahwasanya beliau berkata, “Ketika Nabi Yunus AS merasa tidak dapat lagi mengharapkan keimanan dari kaumnya, beliau memohon kepada Allah SWT.

Ya Allah sesungguhnya kaumku telah durhaka kepada-Mu dan mereka tetap dalam kekufuran. Oleh sebab itu turunkanlah siksaan-Mu kepada mereka.’ Allah SWT berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan siksa-Ku yang sangat pedih’.”

Setelah itu, Nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya dan mengancam mereka bahwa siksa Allah akan turun setelah kurun tiga hari. Beliau pun membawa keluarganya dan dua anak yang masih kecil-kecil. Kemudian ia mendaki gunung yang tinggi dan mengawasi penduduk Ninawa serta menanti siksa yang akan ditimpakan kepada mereka.

Allah SWT kemudian mengutus Jibril dan berfirman kepadanya, “Pergilah engkau ke tempat malaikat Malik! Katakan kepadanya agar ia meniupkan angin panas dari neraka sebesar biji gandum, kemudian berangkatlah ke penduduk Ninawa dan timpakanlah siksa itu kepada mereka.

” Lalu Jibril pun berangkat ke Kota Ninawa dan melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Tuhannya. Kaum Yunus pun mulai merasakan siksa Allah yang sangat pedih sesuai dengan apa yang telah dikatakannya kepada kaumnya. Ibnu Abbas berkata, “Ketika mereka telah yakin bahwa siksa Allah telah menimpa mereka dan mengetahui bahwa apa yang dikatakan Nabi Yunus itu benar, mereka pun mencari-carinya, namun mereka tidak menemukannya.”

Pada akhirnya mereka berkata, “Marilah kita berkumpul serta memohon ampunan kepada Allah SWT.” Kemudian, mereka bersepakat untuk berangkat ke sebuah tempat yang disebut dengan Tal al-Ramad dan Tal al-Taubah. Di tempat itu mereka menaburkan debu pasir di atas kepala dan menginjaki duri-duri dengan kaki mereka sambil memohon ampunan kepada Allah dengan mengangkat suara disertai tangisan dan doa.

Atas kesungguhan mereka dalam bertobat dan beristighfar maka Allah SWT pun menerima tobat dan mengampuni dosa-dosanya. Kemudian Allah SWT berfirman kepada Malikat Jibril, “Wahai Jibril angkatlah siksa yang aku timpakan kepada mereka, sesungguhnya aku telah mengabulkan tobat mereka.” Umat Nabi Yunus pun selamat dari siksaan.

Salah satu pelajaran yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah istighfar (permohonan ampun) merupakan kalimat penyelamat. Artinya, kalimat yang mampu menyelamatkan manusia dari ancaman azab Allah.

Kalimat istighfar mengandung makna pengakuan, penyesalan, kesadaran, kerendahan diri, dan keimanan. Dan itu semua merupakan sebab yang dapat mendatangkan kecintaan, pertolongan, dan perlindungan Allah SWT sehingga kita dapat selamat dari siksaan dan kebinasaan. Tidak ada yang dapat menyelamatkan diri kita dari azab Allah, kecuali kita memohon ampun dan segera bertaubat atas segala kesalahan.

Sayyidina Ali karamallahu wajhah berkata, “Sungguh aneh orang yang binasa padahal ia memiliki kalimat penyelamat.” Ditanyakan kepadanya, “Apa itu?” Ia berkata, “Istighfar.” (Al-Mustathraf: 344-345).

Seorang suami bercerita: Selepas setiap pertengkaran dengan istri, biasanya aku langsung beranjak untuk pergi meninggalkannya dan meninggalkan rumah sekaligus. Tentu saja dengan kondisi hati yang penuh amarah dan emosi. Namun sebelum kaki ini melangkah lebih jauh, tepatnya sebelum melewati gerbang apartemen, terjadilah hal yang aku rasakan sangat aneh sekali.

Tiba-tiba hati yang semula panas berubah dingin. Amarah langsung mereda. Dan serta merta muncul dorongan di hati yang sangat kuat untuk segera kembali lagi kepada istri tercinta, berdamai dan meminta maafnya. Dan itu semua yang kemudian aku lakukan.

Sehingga niat yang semula begitu kuatnya untuk meninggalkan rumahpun otomatis urung. Aku hanya bisa bertanya-tanya keheranan mengalami semua itu. Karena benar-benar memang tidak tahu, mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Apalagi bahwa, kejadiannya tidak hanya sekali. Sampai akhirnya akupun menyampaikan kepada istri apa yang terjadi padaku itu berikut keherananku terhadapnya.

Tapi lagi-lagi keanehan yang aku rasakan. Kali ini pada sikap istriku. Ya, ternyata dia tidak heran sama sekali sepertiku. Dia bahkan mengatakan: Aku sudah tahu! Hah? Sudah tahu?! Dan saat aku semakin penasaran, diapun mulai menyingkap misteri dan rahasia besar itu. Dia menuturkan: Setiap kali kita bertengkar lalu kamu beranjak hendak keluar, tepat di saat itu pula aku langsung masuk kamar.

Untuk apa menangis? Sama sekali tidak. Melainkan untuk beristighfar. Ya, langsung aku tumpahkan segala keluh kesahku dalam lantunan istighfar indah kepada Allah. Dan dengan niat khusus serta pamrih spesial kali ini. Yakni, sebagai wasilah khusus pengharapan dan permohonan kepada Allah agar Dia mengembalikanmu kepadaku untuk berdamai dan meminta maaf! Dan itulah yang benar-benar terjadi.

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin ya Robbal'alamim.

Manfaat dan Faidah Besar membaca Istighfar

HADITS TENTANG KEAJAIBAN MEMBACA SHALAWAT


Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga sholawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

"Barang siapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat." (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat."(Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

"البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي".

"Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku".(Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

"من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".

Barang siapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Sholli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.(Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم "قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ". والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

"اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".


 Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.  (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8.  Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

"اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".


 Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.  (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).
   
9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك".


“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)
   
10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).


Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim).  (Dikelurkan Bukhari)
_________________

A . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

B . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

C . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

MANFAAT dan KEAJAIBAN MEMBACA SHOLAWAT


  1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
  3. mencontoh para malaikat-Nya.
  4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  10. Mendapat pengampunan dari Allah.
  11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
  34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallamMenjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  37. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
  38. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  39. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya.
  40. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

Wallohua'lam Bisshowab

Manfaat Dan Faidah Menakjubkan Membaca Sholawat Nabi Muhammad