Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
TULUNGAGUNG JATIM - Polsek Besuki menangkap LS, perempuan 31 tahun di jalan Desa Wateskroyo, Kecamatan Besuki pada pada Senin (9/11/2020) malam.


Warga Desa Gombang, Kecamatan Pakel ini diketahui tengah mengirim minuman beralkohol jenis ciu.
Mama cantik ini membawa satu botol ciu kemasan 1,5 liter dan 10 kantong plastik berisi masing-masing 0,75 liter ciu.

Polisi juga menyita sebuah ponsel berisi bukti transaksi jual beli ciu.

Sebuah sepeda motor Honda Scoopy yang dipakai LS mengantarkan barang juga diamankan polisi.

"Yang bersangkutan kami tangkap saat mengantar pesanan ciu ke pembeli," terang Kapolsek Besuki, AKp Sumaji, Rabu (11/11/2020).

Sumaji mengaku sebelumnya mendapat infomasi kerap ada pengiriman ciu ke wilayahnya.

Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Hingga akhirnya petugas patroli berpakaian sipil mencurigai LS yang tengah mengendarai motornya sambil membawa barang.

"Saat melihat ada seseorang yang mencurigakan, kami hentikan dan kami periksa barang bawaannya. Dari situ ditemukan sejumlah barang bukti ciu," sambung Sumaji.

Polisi membawa LS ke Mapolsek Besuki untuk menjalani proses hukum.

Ibu Muda Di Tulungagung Ini Kepergok Saat Kirim Miras

LAMONGAN JATIM - Angka perceraian di Lamongan tetap saja masih tinggi. 
Utamanya para istri, kaum Hawa ini mendominasi mengajukan gugat cerai dibanding cerai talak oleh kaum Adam. 


"Pengajuan gugat cerai dari para istri lebih tinggi dari cerai talak dari suami, yakni sebesar 52 persen, " kata Humas Pengadilan Agama Lamongan, Achmad Sofwan kepada wartawan,  Selasa (10/11/2020).

Diungkapkan,  sejak awal Maret Hingga November ini, PA Lamongan telah memutuskan ribuan perkara di tengah situasi pandemi global Covid -19 dimana salah satunya adalah perkara pengajuan cerai gugat. 

Tapi,  secara keseluruhan angka pengajuan cerai gugat di PA Lamongan tidak mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Karena pandemi ini efektifnya mulai awal Maret, jika dibandingkan dengan angka perceraian tahun kemarin, angkanya tidak berubah atau sama saja," katanya. 

Secara rinci, diungkapkan,  angka perceraian di Lamongan memang lebih banyak diwarnai dengan permintaan cerai gugat dari para istri, angkanya mencapai 52 persen. 

Sedangkan permintaan cerai talak dari  suami, sebesar 48 persen. Angkanya secara total sejak Januari mencapai 1.692 cerai gugat yang diajukan dari pihak istri.

"Sedangkan cerai talak yang diajukan suami sebanyak 799 atau 48 persen," ungkapnya. 

Sofwan menyebut, ada dua indikator yang menjadi soal dasar atau penyebab adanya proses pengajuan cerai yang terjadi di Lamongan. Pertama, persoalan ekonomi diantaranya suami-istri yang mencapai hampir 60 persen.

Disebabkan Suami Kerja Di Luar Kota, Angka Perceraian di Lamongan Tinggi

JOMBANG JATIM - Depresi karena menderita sakit saraf yang tidak kunjung sembuh, MD, laki-laki usia 60 tahun warga Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang nekat bunuh diri. Dia ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya. Kejadian ini sekitar jam 02.00 WIB dini hari tadi.
 

Kapolsek Ngoro Polres Jombang AKP YANUAR  yang dikonfirmasi mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh HERI SETIAWAN, anak bungsu MD. Saat itu HERI akan ke kamar mandi yang lokasinya dekat dengan dapur rumah. 

Sesampainya di sana, HERI kaget melihat ayahnya sudah dalam kondisi menggantung menggunakan tali tampar. HERI spontan berteriak minta bantuan ke tetangga dan melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngoro.
 
Petugas dan tim medis yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi korban. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh MD. Diduga MD nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi akibat sakit saraf yang sudah menahun. 

Hal itu diperkuat dengan keterangan pihak keluarga bahwa selama ini MD menderita sakit saraf yang tak kunjung sembuh. 

Selama ini MD hanya tinggal bersama anak bungsunya setelah anak pertama dan istrinya meninggal dunia.

Sumber : andikafm.com

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek Di Jombang Tewas Gantung Diri

BOYOLALI JATENG - Video pemotor membawa jenazah yang ditaruh di atas bronjong viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam oleh warga pengguna jalan lain di jalan raya wilayah Kecamatan Simo, Boyolali.

Tampak dalam video itu, jenazah diletakkan di papan di atas bronjong yang berada di bagian belakang motor. Jenazah ditutup kain jarik motif batik dan diikat menggunakan tali ban.

Dari rekaman video tersebut terdengar seorang perempuan mempertanyakan, apa yang dibawa pria pengendara motor itu. Karena bentuknya yang mirip jenazah orang.

"Iki gowo opo coba, kok medeni banget lho (Ini membawa apa coba, kok menakutkan banget)," katanya dalam video tersebut.

"Daerah Simo, iki gowo opo sih (ini bawa apa sih)" sambungnya.

Kemudian ada percakapan dengan seorang pria. "Iki wong opo dudu (ini orang atau bukan)," timpalnya.

Mereka pun menduga yang dibawa pengendara motor itu adalah jenazah orang.

Saat dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Boyolali Iptu AM Tohari membenarkan adanya peristiwa yang viral di media sosial itu.

"Iya, jenazah seorang ibu itu dibawa oleh anaknya dari Jembungan, Banyudono ke Simo," kata Tohari saat dihubungi wartawan melalui telepon, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, kejadian dalam video itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Pemotor diketahui bernama Sutejo (50). Dia membawa jenazah ibunya, Ginem Suharti (80).

Tohari menjelaskan, Ginem meninggal di rumah anaknya, Sri Suyamti (60), warga Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, pagi tadi.

"Kemudian oleh adik Sri Suyamti, yang bernama Sutejo, jenazah ibunya dibawa ke Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo untuk dimakamkan di sana," ungkap Tohari.

Jenazah Ginem hendak dimakamkan di tempat kelahirannya, Desa Kedunglengkong. Sesampainya di sana, Sutejo hendak langsung memakamkan jenazah ibunya tersebut.

Namun oleh kerabat dan warga di sana dibujuk agar dibawa ke rumah dulu. Pasalnya saat itu jenazah Ginem belum disucikan dan masih memakai baju dan dibungkus kain jarik. Akhirnya jenazah Ginem pun dibawa ke rumah duka dan siang hari jenazah pun dimakamkan di pemakaman umum.

"Jenazah sudah dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB, oleh warga di makam Randu Alas, Sucen Timur," kata Tohari.

Sutejo menyebutkan, pemotor yang membawa jenazah ibunya itu diduga mengalami gangguan jiwa. Sementara itu, dari keterangan warga yang memandikan jenazah Ginem, lanjutnya, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dan meninggal karena faktor usia.

Sumber : detik.com

Viral, Pria ini Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor

PONOROGO JATIM - Seorang guru, K (60) warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo tewas tersengat listrik.

"Korban tersengat listrik saat mengerjakan daun pintu menggunakan mesin trimmer," tutur Kapolsek Sawoo AKP Paidi kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Berdasarkan keterangan istri korban, lanjut Paidi, kejadian berawal saat korban melakukan kegiatan tersebut sejak pukul 08.30 WIB di samping rumahnya.

"Sekitar pukul 10.00 WIB, istri korban mendapati kWh listriknya dalam keadaan mati kemudian berupaya untuk dinyalakan kembali," ujar Paidi.

Paidi menambahkan usai menyalakan kWh listrik, istrinya sudah mendapati korban dalam keadaan telentang dan tidak menyadarka

n diri.

"Istrinya sempat memanggil tetangga untuk meminta pertolongan, namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," papar Paidi.

Paidi menjelaskan hasil olah TKP kabel di mesin trimmer ada kabel yang terkelupas dan menyebabkan korban tewas tersengat listrik.

Sementara hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayan pada tubuh korban.

"Kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan peralatan yang menggunakan arus listrik," pungkas Paidi.

Sumber : detik.com

Seorang Guru di Ponorogo Meninggal Tersengat Listrik

KEDIRI JATIM - Seorang ABG bernamaMohamad Alfin Hikami, 16 tahun, warga Dusun Ngadirejo Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, meninggal dunia setelah tersambar petir. Peristiwa yang terjadi sekitar jam 15.30 WIB, sore tadi.

Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri AKP Iwan Setyo Budhi saat dikonfirmasi mengatakan, awalnya ALFIN bersama orang tuanya, BINTI MUDAFI'AH dan ROMDHONI pulang dari sawah saat hujan deras. 

Ketiganya melintas di sekitar perkebunan tebu. ALFIN dan kedua orang tuanya menghentikan kendaraan masing-masing.

Tiba-tiba ROMDHONI, ayah ALFIN mendengar suara petir menyambar. Ketika melihat ke arah belakang, terlihat ALFIN sudah terjatuh dari sepedanya. Melihat kejadian tersebut, BINTI dan ROMDHONI berusaha mencari tahu anaknya dan meminta bantuan warga sekitar. 

Orang yang melihat kejadian tersebut melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngadiluwih. 

Dari hasil pemeriksaan oleh petugas medis dan kepolisian yang datang ke lokasi, ditemukan bekas luka bakar, diduga korban meninggal dunia karena tersambar petir. 

Sumber : andikafm.com

Tersambar Petir, Bocah 16 Tahun Di Kediri Meninggal Dunia

JOMBANG JATIM - Seorang bocah kelas 6 SD tewas tenggelam di objek wisata sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang. Korban tercebur ke dalam cekungan di sungai tersebut saat selfie.

Kepala Desa Klitih Siti Roaini mengatakan, korban Alfian Rizky Pratama (12) semula datang ke wisata Kedung Cinet bersama dua temannya sekitar pukul 11.30 WIB. Yakni Abdurrahman Halimur Rasyid (16) dan M Addin (17).

Bocah kelas 6 SD warga Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang itu berswafoto di sungai Kedung Cinet. Saat itu sungai sedang dangkal. Namun banyak cekungan air yang dalam.

"Korban selfie semakin ke tengah sungai, kemudian tenggelam di cekungan karena tidak bisa berenang," kata Siti saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/10/2020).

Tahu Alfian tenggelam, kedua temannya memilih pulang melaporkan ke keluarganya karena tidak berani menolong. Sementara tidak ada penjaga di Kedung Cinet karena objek wisata mirip Grand Canyon itu sedang ditutup.

Menerima laporan warganya tenggelam di Kedung Cinet, Kepala Desa Sambong Dukuh Khoirur Rozikin bergegas ke lokasi untuk melakukan pencarian. Proses pencarian juga dibantu warga Desa Klitih yang lebih paham seluk beluk sungai Kedung Cinet.

Nahas, Alfian ditemukan sudah tak bernyawa. Jasad bocah kelas 6 SD ini ditemukan di cekungan yang sama dengan tempat tenggelam.

"Jenazah kami temukan sekitar jam empat sore (pukul 16.00 WIB)," terang Rozikin.

Kapolsek Plandaan AKP Akwan menjelaskan, saat ini anggotanya mengumpulkan keterangan dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Klitih, korban tenggelam di sungai Kedung Cinet saat selfie.

"Korban sudah dibawa pulang keluarganya. Anggota kami masih melengkapi keterangan di TKP," tandasnya.

Sumber : detik.com

Asyik Sedang Selfi, Bocah SD di Jombang Tewas Tenggelam di Sungai

PONOROGO JATIM - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo KH Abdullah Syukri Zarkasyi meninggal dunia. KH Abdullah Syukri Zarkasyi meninggal dunia di rumah Gontor pada Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 15.50 WIB.

KH Abdullah lahir di Gontor pada tanggal 19 September 1942. Beliau adalah putra pertama dari KH Imam Zarkasyi, salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

KH Abdullah Syukri Zarkasyi menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada tahun 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1960 melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda tahun 1965.

Adapun gelar Lc. didapat dari Al Azhar University Kairo, Mesir pada tahun 1976. Kemudian melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA pada tahun 1978, dan gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

KH Abdullah Syukri Zarkasyi menorehkan berbagai prestasi, mulai dari pengalaman organisasi, pengalaman berada di luar negeri hingga mengeluarkan 13 karya tulis.

"Mohon doanya semoga dosanya diampuni dan amal ibadahnya diterima Allah SWT dan semoga husnul khatimah," ujar Rektor Unida Gontot Prof. Amal Fathullah Zarkasy dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Sumber : detik.com

Kabar Duka, KH Abdullah Syukri Zarkasyi Pimpinan Ponpes Gontor Tutup Usia