Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
PASURUAN JATIM - Tak terima adiknya sering dimarahi oleh mantan pacar, DK (19), seorang kakak di Pasuruan naik pitam. Ia menculik mantan pacar adiknya, GAS (17), lalu menghajarnya beramai-ramai. Beruntung nyawa korban tertolong meski sepekan kritis.

"Awalnya korban, GAS, ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis di sekitar jalan tol Desa Randupitu, Kecamatan Pandaan. Kondisi korban saat itu terluka parah akibat bacokan senjata tajam di kepala belakang, luka bekas pukulan dan berlumur darah. Hampir seminggu korban dirawat karena lukanya sangat parah," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Rifto Himawan, Kamis (9/7/2020).

Setelah korban membaik, polisi mendapatkan keterangan bahwa sebelum dihajar, korban diculik 7 orang menggunakan mobil. Penculikan dilakukan di jalan kampung Dusun Begagah, Desa Kemirisewu, pada 25 Juni.

"Motif penculikan dan penganiayaan secara bersama-sama ini permasalahan pribadi. Korban ini berpacaran dengan adik DK, namun orang tuanya tidak setuju. Akhirnya korban diputus, namun tidak terima," terang Rofiq.

Tidak terima diputus, korban malah sering datang ke rumah DK. Di sana korban sering marah-marah kepada adiknya.

"Korban sering datang ke rumah, sering marah-marah sehingga kakak korban merasa terusik dengan kondisi itu. Karena mangkel (marah), akhirnya DK merencanakan penculikan," jelas Rofiq.

DK mengajak 6 temannya menculik korban dan dimasukkan ke mobil. Di dalam mobil, korban sudah dianiaya. Kemudian dibawa ke TKP dan dikeroyok beramai-ramai.

"Pelaku penganiayaan lebih dari 7 orang. Namun identifikasi awal yang menculik 7 orang. 6 orang kami amankan, 1 orang masih buron," jelas Rofiq.

Pelaku yang ditangkap selain DK (19) yakni MS (23), KB (21) IY (42), MM (40) dan MA (20). Selain mengamankan para pelaku, polisi juga mengamankan celurit, batu-batu yang digunakan mengajar korban serta HP korban yang sebelumnya dirampas.

"Karena korban masih di bawah umur, kami jerat pasal 80 ayat 2 subsider pasal 81 ayat 2 Undang-undang perlindungan anak. Kami pasangkan juga pasal 365 dan pasal 170 KUHP," pungkas Rofiq.

Sumber rujukan : m.detik.com

Adiknya Sering Dimarahi, Pria Di Pasuruan Kroyok Mantan Pacar Adiknya

BANYUWANGI JATIM- Diduga rasa dendam, seorang pemuda di Banyuwangi tega menganiaya teman kerjanya.

Korban ditebas dengan pedang, saat akan perjalanan pulang dari kerja. DS (23) warga Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi ini harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran sengaja menganiaya rekan kerjanya, Genta Marcelino (22) menggunakan pedang.

Saat itu, korban hendak pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor. Namun saat di TKP, dari arah belakang ada dua orang berboncengan dengan sepeda motor Jupiter berupaya mendahului korban dari arah kanan.

"Saat posisi sejajar, pelaku yang ada di posisi belakang tiba-tiba mengayunkan pedang ke arah kepala korban. Ayunan pedang pelaku mengenai pelipis atas korban. Pelaku langsung tancap gas usai melakukan aksinya," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Karena khawatir akan keselamatan jiwanya, korban memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya. Sesampai di tempat kerja, kebetulan rekan-rekan korban masih banyak. Akhirnya korban dibawa ke Klinik Mangir untuk mendapat pertolongan medis.

"Korban lantas melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Srono. Pelaku, kata korban, menggunakan masker buff agar tidak dikenali," kata Kapolresta.

"Namun berdasarkan ciri-ciri pelaku, polisi akhirnya bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang tidak lain adalah rekan kerja korban," tambahnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Arman, dia sengaja ingin melukai korban lantaran sakit hati. "Antara pelaku dan korban yang merupakan rekan satu tempat kerja di pengolahan kayu lapis ini sempat terjadi kesalahfahaman yang berujung perselisihan," ungkap Arman.

Perselisihan tersebut berhasil diselesaikan setelah seorang petugas pengamanan melerai. Rupanya, pelaku masih tidak terima, karena penyelesaian masalah dirasa kurang adil dan cenderung memihak korban.

"Hal ini menimbulkan rasa dendam pelaku terhadap korban, kemudian pelaku ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan caranya sendiri hingga terjadilah kasus penganiayaan tersebut," ungkap perwira menengah Polri ini.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pedang dan satu unit sepeda motor Jupiter warna hitam-merah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang sudah ditetapkan tersangka kini harus mendekam di jeruji tahanan.

"Tersangka kita jerat pasal 351 ayat (2) dan atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951," tutup Kapolresta Banyuwangi.

Sumber : detik.com

Lantaran Dendam, Pria Di Banyuwangi Bacok Rekan Kerja Dengan Pedang

BLORA JATENG - Seorang guru sekolah luar biasa (SLB) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tega mencabuli muridnya. Bahkan, korban disabilitas tunagrahita ringan itu kini hamil dengan usia kandungan sudah 7 bulan.

"Secara berat hati, saya benarkan kabar itu. Namun sekarang oknum guru itu bukan keluarga kami. Sejak tanggal 6 Juli 2020 sudah mengundurkan diri. Dia sudah saya coret namanya," ujar kepala sekolah tempat pelaku bekerja, Sutoto saat ditemui di Blora, Kamis (9/7/2020).

Sutoto menyebut oknum guru itu sempat mengajar di sekolahnya sekitar 5-6 tahun. Dia mengatakan guru maupun murid tersebut sudah keluar dari sekolah.

"Keduanya (guru dan murid) saat ini sudah mantan, sedangkan oknum guru itu sudah masuk mendapat honorer pemerintah. Adanya kejadian ini lalu saya koordinasi dengan Jateng agar namanya dicoret dan tidak bisa dapat honor lagi," ucap Sutoto.

Dia mengaku mengetahui peristiwa itu setelah pihak orang tua korban menemuinya beberapa waktu lalu. Sejak pandemi virus Corona atau COVID-19, tak ada aktivitas tatap muka di sekolahnya karena diganti daring.

"Lalu saya mencari informasinya lebih lanjut ternyata benar telah hamil sekitar 7 bulan," jelasnya.


Sutoto mengungkapkan mantan gurunya tersebut sebenarnya sudah menikah dan belum mempunyai anak. Istri oknum guru itu juga difabel tuna rungu.

"Persoalan ini sudah sepenuhnya ditangani Pemkab Blora dan kasus ini tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib (kepolisian)," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Jepon Iptu Supriyono saat ditemui juga membenarkan kasus tersebut. Pihaknya juga sudah mengklarifikasi kepada pihak yang terkait.

"Kita mendapatkan keterangan dari pihak desa memang kejadian itu benar adanya. Kasus ini belum ada aduan yang masuk," katanya.

Sumber : m.detik.com

Kejam, Guru SLB di Blora Tega Cabuli Muridnya Hingga Hamil

MALANG JATIM– Seorang bapak di Kabupaten Malang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri berkali-kali. Tersangka berinisial NS (45), warga Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, kini harus mendekam di tahanan Polres Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa kelakuan tidak terpuji pelaku ini dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri, Bunga (bukan nama sebebarnya), sejak tahun 2017 lalu.

“Saat pertama kali dilakukan, anaknya itu masih duduk di kelas 5 SD. Sudah kurang lebih 3 tahun. Pelaku ini berkali-kali melakukan pencabulan,” kata Hendri, saat press rilis di Mapolres Malang, Kamis (9/7/2020).

Hendri menegaskan, tersangka sering melayangkan ancaman terhadap korban. Bahkan saat pertama kali, tersangka sempat menganiaya korban.

“Awal-awal itu sempat dilakukan kekerasan terhadap korban, karena korban tidak merespon. Tersangka menusuk paha korban menggunakan gunting,” ucap pria kelahiran Solok Sumatera Barat ini.

Hendri melanjutkan, tersangka juga kerapkali mengirimkan pesan singkat dengan kata-kata tidak senonoh kepada Bunga. “Tersangka selalu mengancam korban. Tersangka bilang kepada korban tidak akan menafkahi jika tidak mau melayani nafsunya,” terang Hendri.

Diketahui, korban memiliki 3 saudara lain. Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan tersangka saat semua orang di rumah sudah tertidur lelap.

“Perbuatan itu dilakukan tersangka pada malam hari, saat istri dan adik-adik korban sudah tertidur. Korban tidak sempat hamil,” jelas Hendri.

Kasus pencabulan ini terbongkar berawal dari korban yang sudah tidak tahan atas kelakuan bejat tersangka. Korban kemudian bercerita kepada ibunya. “Setelah 3 tahun itu akhirnya ibu korban mengetahui,” pungkas Hendri.

Sumber : beritajatim.com

Miris, Seorang Ayah Di Malang Setubuhi Anaknya Yang Masih SD

PONOROGO JATIM– Tim gabungan dari BPBD Ponorogo, Polsek dan Koramil Jenangan berhasil mengevakuasi salah satu warga Desa Panjeng Kecamatan Jenangan yang tercebur ke sumur.

Korban yang bernama Katimin (73) ini berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, setelah tercebur ke dalam sumur yang dalamnya mencapai 20 meter.

“Kejadian kecelakaan sumur ini terjadi pada waktu subuh tadi sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Kapolsek Jenangan AKP Darmana,  Kamis (9/7/2020).

Darmana menceritakan, awaknya istrinya hendak mengajak korban untuk menunaikan ibadah salat subuh. Dicari kesana kemari tidak ada, saat ke kamar mandi mendapati suara minta tolong dari dalam sumur. Setelah dicek ternyata suaminya tercebur di dalam sumur tersebut.

“Kemudian istri korban minta pertolongan kepada tetangga sekitar dan melaporkan ke kami,” katanya.

Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Jenangan berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Jenangan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 07.30 WIB.

Usai berhasil diangkat ke daratan, korban langsung dibawa ke RSUD dr. Harjono untuk segera mendapatkan pertolongan. Polsek Jenangan masih melakukan penyelidikan penyebab korban ini bisa tercebur ke sumur.

“Ini masih dalam penyelidikan, apakah korban ini terpeleset atau penyebab lain, soalnya korban ini juga sudah pikun. Yang korban berhasil diselamatkan dalam keadaan masih hidup, soalnya air yang di sumur ketinggiannya sekitar 1,5 meter,” pungkasnya.

Sumber : Beritajatim.com

Kakek 73 Tahun Di Ponorogo Masih Hidup Usai Tercebur Sumur 20 Meter

MOJOKERTO JATIM – Kasus pencabulan dan persetubuhan terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto. Bahkan dua kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut terjadi di Dusun, Desa yang sama yakni di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kasus persetubuhan pertama menimpa bunga bukan nama sebenarnya. Korban disetubuhi tetangganya sendiri yang merupakan pacar korban. Bahkan akibat persetubuhan yang dilakukan pemuda 22 tahun tersebut membuat korban berbadan dua.

Hal tersebut diketahui ibu korban yang curiga perut korban terus membuncit. Meski sempat tak mau bercerita, setelah didesak akhirnya korban mengaku jika sebelumnya pernah disetubuhi oleh IF yang tak lain adalah pacarnya. IF dan keluarganya tidak mau tahu atas kondisi korban yang sudah mengandung.

Bahkan IF memilih untuk menghindar saat dimintai pertanggung-jawaban oleh korban dan keluarganya. Sehingga keluarga korban melaporkan kasus persetubuhan yang menimpa anaknya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Dugaan persetubuhan juga menimpa melati bukan nama sebenarnya. Korban disetubuhi oleh AS (18) yang tak lain tetangganya sendiri. Aksi persetubuhan tersebut menimpa korban pada, Senin (22/6/2020) lalu. Ibu korban yang masuk kamar korban melihat pelaku menyetubuhi korban.

Kasubag Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati membenarkan, terkait laporan dua kasus dugaan pencabulan dan atau persetubuhan tersebut. “Iya ada dua laporan pencabulan dan persetubuhan, keduanya masih dilakukan penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Untuk kasus pertama, korban hamil tiga bulan. Karena tak mau tanggung jawab sehingga keluarga korban melapor. Sementara untuk kasus kedua, terjadi pada, Senin (26/6/2020) sekira pukul 13.30 WIB di rumah korban dan dipergoki langsung orang tua korban.

“Penyidik juga masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi. Ini menjadi atensi karena korbannya adalah anak dibawah umur dan terjadi di dusun yang sama. Sebagai barang bukti, kami sudah kantongi hasil visum rumah sakit. Termasuk, baju yang dikenakan korban saat peritiwa itu terjadi,” tegasnya.

Kasus Pencabulan Di Mojokerto Memprihatinkan, Diantaranya Ibu Pergoki Anak Kandung Saat Lagi Main

TUBAN JATIM – Seorang remaja yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan tragis, Rabu (8/7/2020) malam. Dia tertabrak kendaraan dump truk di jalan raya Singgahan-Jatirogo tepatnya di Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Korban bernama Aditya (16), pelajar asal Dusun Klapan, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Tuban. Dia tertabrak saat menyeberang dan akhinya meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Peristiwa kecelakaan maut di jalur provinsi itu berawal saat Aditya mengendarai sepeda motor honda Supra X dengan nomor polisi (Nopol) S 5304 HK hendak pulang ke rumah. Korban yang hanya seorang diri berjalan dengan menyeberang jalan raya yang menghubungkan Tuban dengan Bojonegoro.

“Korban yang mengendarai sepeda motor Supra itu berjalan dari barat. Kemudian korban menyeberang jalan ke arah timur,” terang IPTU Khoirul Ahmad, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Ketika menyeberang tersebut diduga pelajar yang menggunakan sepeda motor tidak memperhatikan kondisi arus lalu lintas di jalan raya itu. Ketika sudah sampai tengah dari arah selatan melaju kendaraan dump truk dengan nopol K 1890 DD yang dikemudikan oleh Surebut (36), warga Desa Tahunan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jateng.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kendaraan dump truk yang berjalan dengan kecepatan tinggi itu juga tidak bisa menghindari kecelakaan itu. Sehingga dump truk langsung menghantam bagian samping sepeda motor yang dikendarai bocah pelajar itu

“Akibat kejadian itu pengendara motor meninggal dunia di TKP. Dugaan sementara yang menjadi faktor dalam kecelakaan itu karena pengendara motor tidak memberikan prioritas kendaraan yang dari jalur utama,” tambahnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban telah melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi akibat kejadian kecelakaan maut itu. Selanjutnya barang bukti sepeda motor dan juga kendaraan dump truk yang mengalami kecelakaan itu sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.

“Kita selalu mengimbau kepada para pengendara untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Kalau mau menyeberang jalan jalur perhatikan kanan-kini untuk melihat apakah ada kendaraan atau tidak,” pungkasnya.

Sumber rujukan : beritajatim.com

Tragis, Remaja Di Tuban Tewas Tertabrak Dum Truk

TUBAN JATIM - Sesosok mayat bayi yang diduga baru dilahirkan dibuang dan ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di kawasan pantai Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Rabu (8/7/2020) malam.

Mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan masih ada tali pusar menempel di tubuhnya. Belum diketahui secara pasti dari mana asal bayi bernasib malang tersebut.

Dari Informasi yang didapat, sosok mayat bayi yang baru lahir itu pertama kali ditemukan oleh Nasip (50), warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Saat itu Nasip sedang mencari ikan di tepi pantai utara Kota Tuban bersama anaknya. “Tadi pertama saya tahunya sekitar jam sembilan empat puluh menit (21.40 Wib). Awalnya saya sedang menarik jaring bersama anak saya,” ujar Nasip (50).

Kaget menemukan sesosok mayat bayi di tempat yang gelap dan berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya itu, Nasip bersama dengan anaknya langsung menghentikan aktifitasnya. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Kota Tuban bersama dengan anggota Sat Reskrim Polres Tuban langsung datang ke TKP (tempat kejadian perkara). Petugas kemudian melakukan identifikasi terhadap mayat bayi serta olah TKP di sekitar pantai.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk mayat bayi sudah dilakukan evakusi, yakni dibawa ke kamar jenazah RSUD Tuban,” kata Kapolsek Kota Tuban AKP M Geng Wahono, saat berada di TKP.

Sumber : beritajatim.com

Miris, Bayi Ini Dibuang Ibunya Di Pantai Tuban