Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
SURABAYA - Sebuah Toyota Innova menabrak truk di Tol Mojokerto-Surabaya km 727.600. Kecelakaan itu menewaskan tiga penumpang Innova.

"Diduga (sopir) Innova mengantuk dan tidak konsentrasi jadi menabrak truk di depannya," ujar Kanit PJR Jatim III Iptu Imam S.R kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Imam mengatakan Innova tersebut memuat empat orang termasuk sopir. Korban tewas adalah Agus Rochmat (32) warga Kettileng, Kramat, Tegal; Afif Bagus Setiyawan (28) warga Rogojampi, Margadana, Tegal; dan Selamet (31) warga Pekalongan. Sementara korban yang mengalami luka berat adalah sopir Innova atas nama Andi Prihanto (55), warga Jalan Mustika Baru, Surabaya.

"Mereka (penumpang Innova) dari Tegal dengan tujuan Gresik," kata Imam.

Imam menjelaskan kecelakaan pukul 04.02 WIB itu bermula saat Innova bernopol L 1587 JC tersebut berjalan di jalur lambar dengan kecepatan tinggi sekitar 120 km/jam. Di depannya berjalan sebuah truk tronton bermuatan kayu.

Diduga sopir tak konsentrasi karena mengantuk, mobil berwarna putih itu tiba-tiba saja menabrak bak belakang truk bagian kanan dengan kerasnya. Setelah menabrak, Innova langsung terpental ke kanan hingga menabrak median beton jalan bagian tengah hingga berputar arah.

"Yang meninggal tiga penumpang semuanya dari mobil Innova. Korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Anwar Medika di By Pass Krian. Kalau pengemudi mobil Innova mengalami luka robek di bagian dahi," tandas Imam.

Sumber : detik.com

Mobil Tabrak Truk Di Tol Mojokerto-Surabaya, 3 Orang Tewas

JOMBANG JATIM - Warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Minggu (20/9/2020). Salah satu makam di kuburan desa tersebut dibongkar orang tak dikenal. Pelaku kemudian mencuri kain kafan di makam tersebut.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ngoro. Hasil penelusuran, kain kafan yang hilang adalah sepotong. Sedangkan kuburan tersebut adalah masih baru. Yakni jasad Anis Purwaningsih (26), yang meninggal dan dimakamkan pada Sabtu (19/9/2020).

“Polisi sudah menerima laporan dari keluarga. Bahwasannya kuburan almarhum Anis dibongkar orang tak dikenal. Dari tiga potong kain kafan, yang hilang sepotong. Kita masih melakukan penyelidikan atas kasus itu, ”kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Hariyono.

Haryono mengungkapkan, peristiwa tersebut diketahui oleh saksi bernama Suparno sekitar pukul 16.00 WIB. Dia melihat kuburan tersebut dalam kondisi acak-acakan. Padahal almarhumah Anis meninggal dan dimakamkan pada Sabtu (19/0/2020).

Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke pihak keluarga Anis. Dari situ, keluarga bersama tiga pilar melakukan pengecekan. “Ternyata benar, ada kain kafan yang dicuri oleh orang tak dikenal. Pihak keluarga tidak mempermasalahkannya. Mereka meminta jasad tersebut dikubur kembali,” ujarnya.

Sumber : beritajatim.com

Geger, Sebuah Makam Di Jombang Dibongkar dan Dicuri Kain Kafannya

SITUBONDO JATIM - Mayat bayi ditemukan di sebuah sungai di Kecamatan Kapongan. Bayi itu masih ada tali pusarnya dan diduga baru dibuang.

Mayat bayi itu ditemukan terapung di tepian sungai Dusun Nyior Cangka, Desa Kesambirampak. Saat ditemukan, mayat bayi berkelamin laki-laki itu terbungkus kain kafan lengkap dengan tiga buah tali.

Sehingga bungkusan berisi mayat bayi itu tampak seperti pocong. Tak heran, kabar penemuan mayat bayi itu langsung jadi perhatian, hingga banyak warga berdatangan.

Polisi yang tiba ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan segera mengevakuasi mayat bayi itu ke Puskesmas Kapongan, untuk kepentingan pemeriksaan.

"Sedang kami selidiki. Mayat bayi sudah kami bawa ke Puskesmas untuk diperiksa. Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata Kapolsek Kapongan, AKP Pramana, Minggu (20/9/2020) malam.

bayi itu kali pertama ditemukan pasangan Hatija dan Haerul Anwar, warga setempat, sore tadi. Sepulang dari sungai, Hatija mengaku melihat bungkusan seperti pocong di aliran sungai. Namun, Hatija menyampaikan itu saat sudah sampai di rumahnya.

Didorong rasa penasaran, Haerul Anwar bergegas kembali ke sungai. Bersama beberapa warga, dia berusaha mencari bungkusan seperti pocong seperti disampaikan Hatija. Benar saja, tak lama warga berhasil menemukan bungkusan dimaksud. Betapa terkejutnya, saat dibuka ternyata isinya adalah mayat bayi.

"Sepertinya lahir prematur. Tulangnya itu seperti kelihatan. Pastinya itu nanti tim medis yang lebih tahu. Waktu ditemukan mayat bayi itu sudah dibungkus kain. Cuma kenapa tidak dikubur, kok malah dibuang ke sungai. Ini yang jadi pertanyaan," tutur Sugik Anang, warga setempat.

Ada dugaan, mayat bayi itu dibuang di bagian hulu sungai. Sebab, saat ditemukan kondisi air sungai sedang mengalir dengan kondisi debit air agak besar.

"Waktu ditemukan itu posisinya di sungai, tapi sudah agak ke pinggir mungkin dari hulu, karena air sungainya agak besar," papar Legiono, Kades Kesambirampak Kecamatan Kapongan.

Sumber : detik.com

Miris, Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas Di Sungai Situbondo

PASURUAN JATIM - Mobil Suzuki Splash Nopol N 559 VH ringsek tertabrak kereta commuter di Kabupaten Pasuruan. Seorang penumpang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta tak palang pintu dekat Markas Yonkav 8 NSW, Kecamatan Beji, siang tadi. Kereta melaju dari arah timur atau dari arah Bangil menuju Surabaya. Sedangkan mobil dari arah Surabaya menuju ke Bangil.

Mobil berisi tiga orang itu tertabrak kereta hingga terlempar beberapa meter. "Saya tidak paham kejadiannya, tapi saya mendengar tabrakan keras. Lalu keluar, korbannya sudah bergeletakan," kata seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian, Minggu (20/9/2020).

Korban kecelakaan yakni Abdul Rokhim bersama istrinya Yema Susilowati, dan anaknya Raka berusia 5 tahun. Yema dinyatakan meninggal dunia.

"Istrinya yang meninggal dunia. Sedangkan anaknya selamat. Sementara pengemudi atau bapak dari anaknya mengalami luka berat," kata Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan, Iptu Marti.

"Informasi mobil ini mau pulang ke rumahnya. Dia menyeberang ke kanan mau pulang rumahnya di Kolursari. Dugaannya, korban tidak tahu kalau ada kereta berjalan dari arah timur," imbuh Marti.

Para korban dibawa ke Rumah Sakit Pusdik, Porong. Sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan.

Ini bukan kecelakaan pertama di lokasi tersebut. Awal tahun 2019, mobil travel mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan ini.

Sumber : detik.com

Mobil Ringsek Ketabrak Kereta Api di Pasuruan, Satu Korban Meninggal

TUBAN JATIM - Sesosok mayat ditemukan di Pantai Turut, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Minggu (20/9/2020), pagi.

Mayat yang menggegerkan warga setempat itu diketahui bernama Kardi (68).

Pria tersebut berasal dari Dusun Tegalwojo, Desa Kasiman, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, penemuan mayat diketahui pukul 05.30 WIB kemudian petugas langsung datang ke lokasi.

Mulawan, saksi yang juga teman korban membeberkan, sebelumnya korban duduk di warung milik saudari Temu, desa setempat.

Lalu pamitan untuk buang air besar di laut, setelah itu korban pergi ke arah utara menuju laut.

Namun korban tak kembali, saksi lalu mencari korban di pinggir laut karena sarung dan topinya masih tertinggal di warung.

"Ya sempat pamit ke temannya, korban dicari tidak ketemu, lalu ada saksi lain Jafar mengabarkan ada mayat terapung," ujar Yoan kepada wartawan.

Perwira pertama itu menjelaskan, atas temuan adanya mayat terapung saksi lalu melaporkan ke Polsek setempat.

Setelah dievakuasi, ternyata mayat terapung adalah orang yang sama yaitu yang pamitan untuk buang air besar.

Kemudian petugas polisi menghubungi tenaga medis Puskesmas Bulu untuk memeriksa.

"Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, setelah itu jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Sumber : tribunjatim.com

Gemparkan Warga, Sosok Mayat Ditemukan Tergeletak Di Pantai Tuban

BANTUL YOGYAKARTA - Seorang mahasiswa UGM, Ainurrizqi (22), tewas setelah tenggelam di Sungai Oya, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Korban mahasiswa jurusan Biologi ini mandi di Sungai Oya saat tengah melakukan penelitian bersama teman-temannya.

Anggota Tim SAR Distrik Bantul, Sariyanto, menjelaskan kejadian itu bermula saat korban asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu tiba di Sungai Oya sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, korban bersama belasan temannya mandi di Sungai Oya dengan cara meloncat ke sungai.

"Saat loncat ke sungai korban tiba-tiba hilang. Diduga dia terjun ke sungai yang ada palungnya," kata Sariyanto saat dihubungi wartawan, Minggu (20/9/2020).

Sementara itu, Kapolsek Imogiri Kompol Iriyanto mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong lagi.

"Korban sempat dievakuasi dari dasar sungai dan diberi pertolongan tapi korban tidak merespons. Karena itu dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati, tapi sampai di rumah sakit nyawanya sudah tidak tertolong lagi," jelas Iriyanto.

Iriyanto mengungkapkan jika korban dan temannya melakukan penelitian satwa di wilayah Sungai Oya.

"Selain berwisata, korban bersama belasan temannya tengah melakukan penelitian satwa endemik di situ (lokasi korban ditemukan meninggal tenggelam)," ujarnya.

Iriyanto menyebut, dari pemeriksaan sementara pihak medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Sehingga penyebab kematian korban murni kecelakaan tenggelam di sungai.

"Kita sudah menghubungi pihak keluarga korban untuk mengurus jenazah korban," katanya.

Terpisah, Kabag Humas & Protokoler UGM Iva Ariani membenarkan bahwa korban adalah mahasiswa UGM. Iva menyebut jika korban mahasiswa angkatan 2017.

"Iya benar (korban tenggelam di sungai Oya Imogiri) mahasiswa Fakultas Biologi, angkatan 2017," ucap Iva melalui pesan singkat kepada wartawan.

"Saat ini almarhum sudah diberangkatkan ke rumah duka di Pati dari Rumah Sakit Panembahan (Senopati Bantul)," imbuhnya

Sumber : detik.com

Mahasiswa UGM Tewas Tenggelam di Sungai Oya Bantul

NGAWI JATIM - Untuk yang kesekian kalinya, jebakan tikus beraliran listrik memakan korban jiwa di Ngawi. Kali ini korbannya yakni Agung Nafrul Rifai (24).

Ia merupakan warga Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng. Ia ditemukan tewas dan diduga karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di sawah.

"Jadi betul diduga korban meninggal tersengat listrik, yang peristiwa itu terjadi tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/9/2020).

Agung mengatakan berdasarkan hasil olah TKP, mungkin awalnya korban mengalami kecelakaan tunggal. Korban jatuh dari sepeda motor ke sawah milik Said di Dusun Sidorejo 1, Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng.

"Diduga korban sebelum meninggal karena tersengat listrik jebakan tikus, sedang mengendarai sepeda motor dimungkinkan terjatuh atau kecelakaan, dan masuk ke sawah milik pelapor dan badan korban menyentuh kawat jebakan tikus yang ada aliran listrik," imbuhnya.

Menurutnya, jenazah korban telah dibawa keluarga setelah sebelumnya dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Satuan Reskrim Polres melakukan penyelidikan atas temuan kawat jebakan tikus aliran listrik.

"Kami lanjutkan pemeriksaannya, karena ada dugaan kesengajaan memasang jebakan tikus dengan aliran listrik yang sudah dinyatakan dilarang," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Terjatuh Dari Motor, Pria Di Ngawi Tewas Tersengat Listrik Jebakan tikus

BLITAR JATIM - Peristiwa mati mendadak kerap terjadi di Kota Blitar selama pandemi COVID-19. Hari ini, seorang pria meninggal saat turun dari mobil.

Kejadian ini dilaporkan sekitar pukul 11.30 WIB, lokasinya di Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Kepanjenkidul. Tepat di depan Mapolresta Blitar. Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, awalnya sebuah mobil pikap dengan nomor polisi AG 8570 KH berjalan pelan, dan parkir di seberang kanan jalan.

Begitu badan mobil telah terparkir, mesin dimatikan. Seorang lelaki dengan badan tambun, membuka pintu bagian sopir dan turun. Belum sempurna kaki kanannya menapak aspal jalanan, tubuhnya limbung dan jatuh.

Tepat di sebelah kanan mobil korban juga sedang terparkir mobil lainnya. Sehingga korban terjatuh dengan posisi duduk, bersandar menghadap timur di bagian depan mobil sebelahnya. Warga yang melihat berlarian mendekati, namun tak berani menolong.

Mereka memberitahu petugas jaga di Mapolresta Blitar. Tim medis Mapolresta Blitar yang memeriksa menyatakan kondisinya sudah meninggal dunia. Karena kondisi pandemi COVID-19, petugas pun menghubungi call center Satgas COVID-19 untuk menjalankan protokoler kesehatan sesuai aturan.

Sumber : detik.com

Baru Turun Dari Mobil, Warga Blitar Tewas Mendadak