Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
BLITAR JATIM - Kabar duka datang dari Blitar, seorang dokter yang merawat pasien Corona di Kabupaten Blitar meninggal dunia sore tadi. Dan paparan COVID-19 dari kliniknya, menimbulkan klaster baru yang menularkan ke 12 orang lainnya.

Dokter yang meninggal pukul 13.27 WIB itu bernama dr Pepriyanto Nugroho (51). Almarhum pemilik klinik swasta di Desa Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Dokter Nugroho meninggal setelah dirawat sejak 26 Juni di rumah sakit swasta di Kota Malang.

"Iya benar. Tadi pukul 13.27 WIB kami mendapat kabar jika dokter Nugroho meninggal. Jenazah dimakamkan dengan protap Corona hari ini di TPU Babadan, Wlingi," kata Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/7/2020).

Dari tracing Dinkes Pemkab Blitar, dokter Nugroho awalnya menerima pasien wanita (65), warga Desa Butun Kecamatan Gandusari, di kliniknya. Pasien saat itu dirawat di klinik karena gula darahnya tinggi. Setelah dirawat selama tiga hari, pasien dipulangkan. Namun hanya berselang sehari, pasien mengeluhkan sesak dan dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dengan status PDP.

Pasien kemudian meninggal dan hasil tes swabnya ternyata positif terinfeksi virus Corona. Dari tracing pasien yang meninggal itu, diterima laporan tiga anak pasien juga positif Corona. Kemudian dokter Nugroho yang awal merawatnya juga positif dan menulari anak, istri serta pembantunya.

"Saya menyebutnya ini awal klaster Surabaya, karena ternyata pasien dokter Nugroho yang meninggal itu selama ini tinggal di Surabaya, dan baru pulang ke Blitar beberapa hari saja," jelasnya.

Bersamaan dengan hasil tes swab dokter Nugroho, seorang perawat wanita di IGD RSUD Ngudi Waluyo juga terkonfirmasi positif Corona. Perawat warga Kelurahan Rembang Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini menulari bapaknya dan dua anak perempuan berusia 9 tahun.

"Hari ini kami dapat laporan lagi, jika seorang wanita (26) warga Pagergunung pasien dokter Nugroho yang lain juga terinfeksi virus Corona. Ditambah lagi, perawat wanita (43) di rumah sakit swasta di Malang ikut terpapar Corona, warga Kecamatan Selorejo. Tapi yang kerja di rumkit swasta ini tidak masuk Klaster Surabaya, karena memang di sana banyak yang positif juga," ungkapnya.

Krisna menyebut, pasien positif Corona dari klaster Surabaya ini total sebanyak 13 orang.

Sementara Kabid Yankes Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawaty mengimbau semua layanan kesehatan bisa mengevaluasi kembali dari kasus ini. Baik mulai dari level klinik, puskesmas, rumah sakit swasta maupun negeri untuk disiplin menggunakan APD dan tidak lupa menanyakan riwayat bepergian semua pasien yang datang.

"Ini sebagai bahan evaluasi juga ketika layanan kesehatan menerima pasien. Karena tidak semua pasien yang datang jujur dan ada gejala klinis seperti batuk, demam dan sesak. Sehingga jangan sampai lupa menanyakan, mereka baru bepergian dari mana. Dan jangan lupa selalu menggunakan APD ketika menerima pasien," pungkasnya.

Sumber rujukan : m.detik.com

Kabar Duka, Dokter Perawat Pasien Positif Corona Di Blitar Meninggal Dunia

SURABAYA - Seorang karyawan rumah sakit swasta di Surabaya, LN (24), ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan tewas di dalam kamar kos-nya di kawasan Wiyung.

Kapolsek Wiyung Kompol Rasyad mengatakan, aksi bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Adapun orang yang pertama kali mengetahui yakni kekasih korban.

"Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Yang tahu pertama kali kekasihnya yang datang ke kos dan sudah ditemukan tewas gantung diri dengan kain sarung," terang Rasyad saat dihubungi wartawan, Jumat (10/7/2020).

"Korban ini sehari-hari bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah sakit swasta di sini," imbuh Rasyad.

Rasyad menyebut korban nekat gantung diri diduga karena ada permasalahan dengan kekasihnya. Hal itu terungkap setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi.

"Usai kejadian kami periksa saksi-saksi termasuk kekasihnya dan pemilik kos. Dan dari keterangan yang kami dapatkan diduga sebelumnya memiliki permasalahan pribadi," terang Rasyad.

Dikatakan Rasyad, usai olah TKP, jenazah korban langsung dievakuasi petugas ber-APD menuju ke RSU dr Soetomo. Keluarga korban juga sudah dihubungi.

"Sudah kami bawa ke Soetomo. Keluarganya juga sudah kami hubungi," pungkas Rasyad.

Sumber rujukan : m.detik.com

Diduga Ada Masalah Dengan Kekasih, Karyawan RS Swasta Di Surabaya Gantung Diri

GRESIK JATIM – Keji, Perbuatan pria bernama PR (40), warga Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Gresik, sungguh keterlaluan. Karena, tega menyetubuhi SR (16), gadis ingusan asal Kecamatan Dukun, Gresik sebanyak tiga kali.

Akibat perbuatannya tak bermoral itu, PR dilaporkan keluarga SR ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Kasus pencabulan ini bermula saat tersangka PR, memanfaatkan media sosial (Medsos) Facebook dengan menggunakan akun foto palsu bernama Fery dengan tampang wajah ganteng.

Setelah berkenalan cukup lama dengan SR, tersangka mengajak pertemuan, atau janjian dengan korban (SR) untuk main ke rumahnya. Saat berada di rumah tersangka, korban dipaksa bersetubuh layaknya suami istri. Namun, korban meminta pulang tapi ajakan tersebut tak dihiraukan oleh tersangka. “Wes Ojo Rame, Ko Krungu Tonggo (Sudah diam saja nanti kedengaran tetangga),” ujar tersangka PR saat menjalani pemeriksaan, Jumat (10/07/2020).

Perbuatan tak senonoh itu, diulangi lagi oleh tersangka saat mengajak korban ke toko miliknya di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng. Kemudian di dalam ruang toko yang sudah tertutup, korban dipaksa untuk bersetubuh hingga sampai dini hari.

Karena sudah lama tak pulang, keluarga korban mengunggah foto SR yang telah hilang. Mengetahui hal itu, tersangka memulangkan korban ke rumah temannya yang bernama MTK (16). Selanjutnya, korban mengancam agar jangan memberitahu kalau korban telah disetubuhi oleh tersangka.

“Kasus pencabulan ini kami masih memeriksa sejumlah saksi-saksi. Tersangka PR sudah diperiksa sementara korban perlu pendampingan karena mengalami traumatik,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Joko, Jumat (10/07/2020).

Joko menambahkan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban mencari SR yang tak pernah pulang. Setelah ketemu korban menceritakan kejadian yang sebenarnya. “Keluarga korban tak terima apa yang dilakukan oleh PR dan mereka menuntut supaya dihukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Sumber : beritajatim.com

Kenalan Di Facebook, Bapak Tua Di Gresik Ini Setubuhi Gadis Dibawah Umur

SURABAYA –Seorang pria berinisial JKR (47), lelaki beristri dan memiliki anak ini tega mencabuli empat anak Sekolah Dasar di Surabaya. Ayah dua anak yang bekerja sebagai supir ini juga mengaku sudah beberapa kali bertindak asusila kepada korban. Modusnya, JKR menggunakan smartphone-nya sebagai umpan untuk merayu para korban.

“Saya baru beberapa kali saja kok korban saya ada umur 7 8,10, dan 12 tahun. Mereka anak-anak di sekitar tempat saya bekerja (jukir, red),” cetusnya kepada jurnalis saat jalani gelar perkara di Mapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya, Jumat (10/7/2020).

Selain itu, JKR mengaku dirinya khilaf dan tak sadar berbuat cabul ke korban. Padahal, tercatat lebih dari 4 kali pelaku melakukan hal bejat tersebut.

Sedangkan saat ditanya apakah korban adalah anak dan saudara dekatnya, pelaku menyahut tidak. Tapi dari pengakuannya, korban tidak hanya perempuan, namun juga anak laki-laki. “Bukan orang dekat saya. Semua anak yang ada di sekitar tempat kerja saja. Ya saya khilaf saja melakukan itu ke anak-anak,” cetusnya.

Sementara Kapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis menjelaskan, pelaku diduga memiliki banyak korban. Hal tersebut dicurigai lantaran pelaku sudah melakukan aksi bejat ini sejak akhir Desember 2019 lalu.

Menurutnya, kasus ini terkuak bermula saat salah satu korban mengalami ngilu dan sakit di bagian tubuh yang mencurigakan. Karena orangtua curiga akan titik rasa sakit korban, mereka pun lantas menanyai korban apakah yang terjadi pada titik sakit tersebut.

“Dengan lugunya korban bilang mendapatkan pelakukan tak senonoh oleh pelaku. Sampai akhirnya dengan berkoordinasi ke polisi, pelaku pun dilakukan penangkapan. Menurut korban, dirinya menjadi korban tindak asusila anak di bawah umur pada Desember 2019 lalu. Dari dasar itu kita curiga ada banyak korban anak-anak,” papar Ganis.

Sedangkan pelaku melakukan aksi gila ini di tempat pekarangan sepi yang ada gubug kecil. Di gubug tersebut pelaku selalu membawa korban untuk disetubuhi. Berbekal gubug kecil dan tikar, pelaku membawa korban untuk bermain tik-tok menggunakan ponsel pelaku. Saat anak asik bermain, pelaku pun melakukan sentuhan dan assusila ke korban. Kini pelaku sudah diamankan dan akan dijerat dengan UU Perlindungan anak yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Sumber rujukan : beritajatim.com

Kejam, Pria Di Surabaya Ini Tega Cabuli 4 Bocah SD

JOMBANG JATIM – Sebuah mobil ambulans milik Pemdes (Pemerintah Desa) Plandaan, Kecamatan Plandaan, Jombang mengalami celaka. Kendaraan tersebut ditabrak truk tronton nopol AG 9659 UP di tikungan Jl Raya Melik, Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jumat (10/7/2020) sekitar pukul 14.45 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Baik sopir truk maupun ambulans tidak mengalami luka. Kendaraan pelat merah tersebut mengalami kerusakan pada bodi bagian kanan. “Sopir ambulans selamat. Begitu juga dengan sopir truk,” kata Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka) Sat Lantas Polres Jombang Iptu Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, awalnya truk tronton Hino yang dikemudikan Moh Alimi (44), melaju dari arah barat. Mendekati lokasi kejadian, terdapat tikungan tajam. Sopir yang beralamat di Jl Halmahera, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini berbelok ke kanan (selatan).

Namun ironis, dia mengambil haluan terlalu kanan. Padahal pada saat bersamaan muncul ambulans desa nopol S-1066-OP yang dikemudikan Eko Ridho Nataniawan (25) dari arah berlawanan. Jarak semakin dekat. Sejurus kemudian, truk tersebut menghantam bodi ambulans bagian kanan.

Warga yang ada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Petugas kepolisian juga datang ke TKP (tempat kejadian perkara). Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat kecelakaan tersebut, jalan raya yang mengubungan Jombang – Lamongan sempat tersendat.

“Kami sudah melakukan olah TKP. Juga memeriksa sejumlah saksi. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena sopir truk terlalu mengambil haluan ke kanan saat melintas di jalan menikung tajam,” ujar Sulaiman ketika berada di lokasi kejadian.

Sumber : beritajatim.com

Diduga Ngantuk, Truk Tronton Tabrak Mobil Ambulans Di Jombang

KEDIRI JATIM - Kecelakaan maut kembali terjadi, yang akibatkan satu nyawa hilang. Diduga menabrak truk yang sedang terparkir di area “Dilarang Berhenti” Jalan Iskandar Muda Kota Kediri, pria bernama Supriadi, warga Ngampel, Mojoroto, Kota Kediri. Kecelakaan terjadi sekitar jam 06.30 WIB, pagi tadi.

Kanit Laka Satlantas Polres Kediri Kota, IPDA Dyah Ayu yang dikonfirmasi  menjelaskan, kecelakaan melibatkan sepeda motor dan truk. Sepeda motor Honda Supra Fit nopol AG 5494 HJ dikendarai SUPRIADI. Sedangkan truk nopol AE 9573 NC dikendarai Diska Septiandalu, warga Desa Sawojajar Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.

Awalnya, sepeda motor yang dikendarai Supriadi melaju dari simpang 3 Iskandar Muda mengarah ke Semampir.

Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor menabrak truk yang terparkir di area “Dilarang Berhenti”. Akibat kejadian tersebut, SUPRIADI mengalami luka-luka, dan akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Identitas SUPRIADI awalnya belum diketahui, Mr. X. Karena tidak ada identitas sama sekali yang ditemukan saat kecelakaan terjadi. Dalam perkembangannya, Humas Rumah Sakit Bhayangkara, Weti Lusiana, mengabarkan identitas Mr. X sudah diketahui. Bahkan juga sudah tersambung dengan keluarga. Disebutkan, Mr. X adalah SUPRIADI, warga Ngampel, Mojoroto, Kota Kediri.

Sumber rujukan : andikafm.com

Tabrak Truk Parkir, Warga Kediri Meninggal Di Lokasi

PASURUAN JATIM - Tak terima adiknya sering dimarahi oleh mantan pacar, DK (19), seorang kakak di Pasuruan naik pitam. Ia menculik mantan pacar adiknya, GAS (17), lalu menghajarnya beramai-ramai. Beruntung nyawa korban tertolong meski sepekan kritis.

"Awalnya korban, GAS, ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis di sekitar jalan tol Desa Randupitu, Kecamatan Pandaan. Kondisi korban saat itu terluka parah akibat bacokan senjata tajam di kepala belakang, luka bekas pukulan dan berlumur darah. Hampir seminggu korban dirawat karena lukanya sangat parah," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Rifto Himawan, Kamis (9/7/2020).

Setelah korban membaik, polisi mendapatkan keterangan bahwa sebelum dihajar, korban diculik 7 orang menggunakan mobil. Penculikan dilakukan di jalan kampung Dusun Begagah, Desa Kemirisewu, pada 25 Juni.

"Motif penculikan dan penganiayaan secara bersama-sama ini permasalahan pribadi. Korban ini berpacaran dengan adik DK, namun orang tuanya tidak setuju. Akhirnya korban diputus, namun tidak terima," terang Rofiq.

Tidak terima diputus, korban malah sering datang ke rumah DK. Di sana korban sering marah-marah kepada adiknya.

"Korban sering datang ke rumah, sering marah-marah sehingga kakak korban merasa terusik dengan kondisi itu. Karena mangkel (marah), akhirnya DK merencanakan penculikan," jelas Rofiq.

DK mengajak 6 temannya menculik korban dan dimasukkan ke mobil. Di dalam mobil, korban sudah dianiaya. Kemudian dibawa ke TKP dan dikeroyok beramai-ramai.

"Pelaku penganiayaan lebih dari 7 orang. Namun identifikasi awal yang menculik 7 orang. 6 orang kami amankan, 1 orang masih buron," jelas Rofiq.

Pelaku yang ditangkap selain DK (19) yakni MS (23), KB (21) IY (42), MM (40) dan MA (20). Selain mengamankan para pelaku, polisi juga mengamankan celurit, batu-batu yang digunakan mengajar korban serta HP korban yang sebelumnya dirampas.

"Karena korban masih di bawah umur, kami jerat pasal 80 ayat 2 subsider pasal 81 ayat 2 Undang-undang perlindungan anak. Kami pasangkan juga pasal 365 dan pasal 170 KUHP," pungkas Rofiq.

Sumber rujukan : m.detik.com

Adiknya Sering Dimarahi, Pria Di Pasuruan Kroyok Mantan Pacar Adiknya

BANYUWANGI JATIM- Diduga rasa dendam, seorang pemuda di Banyuwangi tega menganiaya teman kerjanya.

Korban ditebas dengan pedang, saat akan perjalanan pulang dari kerja. DS (23) warga Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi ini harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran sengaja menganiaya rekan kerjanya, Genta Marcelino (22) menggunakan pedang.

Saat itu, korban hendak pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor. Namun saat di TKP, dari arah belakang ada dua orang berboncengan dengan sepeda motor Jupiter berupaya mendahului korban dari arah kanan.

"Saat posisi sejajar, pelaku yang ada di posisi belakang tiba-tiba mengayunkan pedang ke arah kepala korban. Ayunan pedang pelaku mengenai pelipis atas korban. Pelaku langsung tancap gas usai melakukan aksinya," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Karena khawatir akan keselamatan jiwanya, korban memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya. Sesampai di tempat kerja, kebetulan rekan-rekan korban masih banyak. Akhirnya korban dibawa ke Klinik Mangir untuk mendapat pertolongan medis.

"Korban lantas melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Srono. Pelaku, kata korban, menggunakan masker buff agar tidak dikenali," kata Kapolresta.

"Namun berdasarkan ciri-ciri pelaku, polisi akhirnya bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang tidak lain adalah rekan kerja korban," tambahnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Arman, dia sengaja ingin melukai korban lantaran sakit hati. "Antara pelaku dan korban yang merupakan rekan satu tempat kerja di pengolahan kayu lapis ini sempat terjadi kesalahfahaman yang berujung perselisihan," ungkap Arman.

Perselisihan tersebut berhasil diselesaikan setelah seorang petugas pengamanan melerai. Rupanya, pelaku masih tidak terima, karena penyelesaian masalah dirasa kurang adil dan cenderung memihak korban.

"Hal ini menimbulkan rasa dendam pelaku terhadap korban, kemudian pelaku ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan caranya sendiri hingga terjadilah kasus penganiayaan tersebut," ungkap perwira menengah Polri ini.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pedang dan satu unit sepeda motor Jupiter warna hitam-merah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang sudah ditetapkan tersangka kini harus mendekam di jeruji tahanan.

"Tersangka kita jerat pasal 351 ayat (2) dan atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951," tutup Kapolresta Banyuwangi.

Sumber : detik.com

Lantaran Dendam, Pria Di Banyuwangi Bacok Rekan Kerja Dengan Pedang