Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
TULUNGAGUNG JATIM - Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA) M Hasan alias Mami Hasan diringkus Tim Unit III Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Jatim, karena diduga mencabuli 11 anak laki-laki di bawah umur.

"Pengungkapan perkara ini karena laporan dari masyarakat," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat jumpa pers bersama Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Ratulangi di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (20/1/2020).

Menurut Trunoyudo, kasus itu terungkap setelah pada 3 Januari 2020, Polda Jatim mendapatkan laporan dari masyarakat. Laporan tersebut dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LPB/03/I/2020/UM/JATIM.

Setelah dilakukan penyelidikan, Subdit Renakta menangkap Mami Hasan atas dugaan perkara tindak pidana rangkaian kebohongan atau membujuk anak atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Undang-Undang RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 202 tentang Perlindungan anak.

Mami Hasan ditangkap sekitar pukul 18.00 Wib, Rabu (15/1/2020). Tersangka ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah rumah pemilik warung kopi di Jalan Raya Cabe, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Saat diperiksa, tersangka mengaku sebagai ketua gay di Tulungagung dan sudah melakukan perbuatan cabulnya terhadap 11 anak laki-laki di bawah umur.

"Ada sekitar 11 anak di bawah umur yang menjadi korban pelaku," sambung Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Sekitar mulai Tahun 2018 hingga 2019, tersangka Mami Hasan merayu para korban untuk dicabuli, dengan iming-imingi imbalan uang Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

Aksi itu dilakukan Mami Hasan di sebuah warung kopi di kawasan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Mami Hasan adalah pengelola warung kopi milik orang lain.

"Ketika ada pembeli anak di bawah umur, pelaku menawarinya untuk melakukan perbuatan cabul dan mengiming-imingi uang antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Ketika korban mau, tersangka mengajak masuk dan melakukan perbuatan cabul," jelasnya.

Selain menangkap tersangka, Subdit Renakta juga mengamankan barang bukti beberapa celana dalam milik para korban, foto laki-laki setengah bungil, 50 kondom, 4 buah pelumas, 3 buku panduan sex gay, 20 kondom belum terpakai, 50 bekas kondom, VCD acara komunitas gay dan 1 buah VCD porno hingga akta pendirian Ikatan Gay Tulungagung.

"Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Ini cukup berat ya," tandasnya.

Cabuli Bocah Di bawah Umur Sesama Jenis, Ketua Gay Tulungagung Ditangkap

BATU - Mobil Suzuki Ertiga warna putih nopol AG 1373 FC, yang mengalami kecelakaan tunggal di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang sejak Sabtu malam sekitar jam 22.30 WIB belum dievakuasi. Menurut keterangan warga sekitar, pengemudi mobil langsung pulang ke Kediri sesaat setelah kecelakaan.


Dilansir dari Andikafm.com, Mas PRASETYO mengaku, mobil Suzuki Ertiga tersebut dia sewa dan mengalami kecelakaan di Kasembon. Mobil memang belum dievakuasi karena menunggu pemilik rental.

KSPK Polsek Kasembon Polres Batu, AIPTU SUASONO saat dihubungi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat anggota ke lokasi kecelakaan, tidak ditemukan pengemudi maupun penumpangnya. 

Di penyebab kecelakaan karena sopir ngantuk dan kondisi tikungan yang tajam. Sampai pagi ini, mobil masih berada di lokasi kejadian. Kondisi mobil terbalik dan bbmnya terus menetes keluar. Dikhawatirkan, ada tangan usil yang membuang puntung rokok sembarangan dan menimbulkan kebakaran.

Menurut AIPTU SUASONO, penyewa mobil tidak bisa bertanggung jawab karena tidak mempunyai biaya menanggung kerusakan mobil. Penyewa pasrah kepada pemilik mobil untuk pengurusan mobil. Sampai sekarang belum ada yang datang ke Mako Polsek Kasembon untuk menyelesaikan administrasi. Rencanya, kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Batu untuk penderekan mobil

Mobile Sewa Kecelakaan Rusak Parah Yang Sewa Pasrah

LUMAJANG JATIM - Warga sekitar Pantai Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian, Lumajang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa kepala, Senin (20/1/2020).

Diduga, mayat tersebut adalah korban pembunuhan karena terdapat bekas gorokan senjata tajam.

Kini, mayat tanpa identitas itu telah dibawa ke Kamar jenazah RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk diotopsi.

Pemeriksaan akan dilakukan oleh Tim Forensik Polda Jatim siang ini. “Dugaan sementara korban dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran pada wartawan.

Masih kata dia, saat mayat ditemukan, kondisinya sudah membusuk dan hanya mengenakan celana pendek warna biru. “Kalau usia antara tiga puluh hingga empat puluh tahun,” ujarnya.

Untuk menyimpulkan apakah mayat jenis laki-laki ini korban pembunuhan atau kecelakaan di laut, petugas masih menunggu hasil forensik Polda Jatim. “Saat ini masih perjalanan ke Lumajang,” pungkasnya. 

Mayat Tanpa Kepala Gemparkan Warga Lumajang

BOJONEGORO JATIM - Diduga Depresi, mantan istri seorang kepala desa di Bojonegoro tewas setelah menceburkan diri ke sumur. Perempuan tersebut nekat bunuh diri diduga karena mengalami depresi.

Korban adalah SM, warga Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Jenazah perempuan 55 tahun itu ditemukan oleh Siti, salah satu tetangga saat akan mengambil air.

Jenazah SM mengapung di dalam sumur yang dalamnya sekitar 10 meter,

"Tadi pas ambil air kok lihat ada orang di dalam (sumur). Terus kami minta tolong warga. Ternyata jasad ibu SM," ujar Siti, salah satu tetangga, Senin (20/1/2020).

Warga yang mendengar peristiwa ini langsung menuju lokasi sumur yang berada sekitar 50 meter di depan rumah korban.

Polisi yang mendatangi lokasi langsung melakukan koordinasi dengan petugas damkar dan BPBD Pemkab Bojonegoro untuk mengevakuasi jenazah.

Satu tim petugas damkar akhirnya diterjunkan dalam evakuasi jenazah. Dengan berhati-hati dan menggunakan bantuan oksigen, satu petugas turun ke dalam sumur untuk mengikat tubuh SM sebelum ditarik ke atas.

Setelah berhasil diikat, petugas damkar naik dan jenazah korban ditarik bersama-sama oleh petugas damkar lainnya.

"Kalau informasi yang kami peroleh diduga korban bunuh diri dan sedang depresi. Tadi juga sudah kami visum dengan tim medis," ujar Kapolsek Purwosari AKP Yaban.

Yaban mengatakan depresi yang dialami SM karena menderita penyakit menahun yang tak kunjung smebuh. SM juga tak pernah keluar rumah karena penyakitnya tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah SM langsung divisum oleh tim gabungan di rumah duka. Setelah dinyatakan tidak ada tanda penganiayaan langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

SM sendiri ditemukan di dalam sumur oleh tetangga yang hendak mengambil air disumur pada pukul 05.00 WIB. Diperkirakan SM sudah menceburkan diri ke dalam sumur pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB, karena pintu rumah dalam keadaan terbuka dan korban sudah tidak berada di rumah.

Depresi, Wanita Di Bojonegoro Bunuh Diri Terjun ke Sumur

SIDOARJO JATIM - Lagi asyik nongkrong Warga Desa Prasung Kecamatan Buduran, Sidoarjo tewas tersambar petir, bersama dengan teman-temannya. M.Rokhim, (35) tewas seketika, sementara 4 temannya luka.

Informasi yang didapat menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (19/1/2020).

Kanit Reskrim Polsekta Buduran Ipda Nanang Mulyono, membenarkan adanya musibah warga disambar petir. Saat itu korban bersama empat temannya yang sedang cangkruan.

"Memang benar ada warga yang meninggal dunia lantaran di sambar petir," kata Nanang kepada wartawan saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Nanang menambahkan, menurut cerita dari ke empat teman korban, kejadian tersebut sangat singkat. Kelima orang sedang asyik cangkruan, kemudian turun hujan tidak terlalu deras. Tiba-tiba terdengar petir menyambar, dalam hitungan detik korban langsung jatuh.

"Setelah ditolong keempat temannya, dilihat korban sudah meninggal dunia. Di tubuh korban ada luka lubang di pundak kanan korban bekas tersambar petir," tambah Nanang.

Dia menjelaskan, satu teman korban yang bernama Desi Puspita (25) menderita luka lecet di tangan kiri dan paha. Sedangkan tiga teman lainnya yakni Robin, Sularsih, dan Warso tidak mengalami luka apapun.

Dari hasil kesepakatan dari pihak keluarga menginginkan bahwa itu merupakan musibah.

"Ahkirnya, keluarga korban menyadari bahwa kematian korban dikarenakan musibah. Dan tidak menuntut siapapun atas kejadian tersebut dibelakang hari. Ahkirnya korban dimakamkan di TPU setempat," jelas Nanang.

Tersambar Petir, 5 Orang Di Sidoarjo Gosong Dan 1 Tewas

MAGETAN JATIM - Nasib nahas menimpa seorang kakek yang bernama Samingun, pensiunan Pengawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan tewas setelah motor yang dikendarainya ditabrak Kereta Api Wisata, Minggu (19/1/2020) malam.

Selain menyebabkan satu korban tewas, kecelakaan tersebut membuat sepeda motor Beat bernopol AE 5887 QF milik korban ringsek.

"Kecelakaan antara KA Wisata tanpa penumpang dengan sepeda motor di sekitar Stasiun Barat Magetan," kata Manajer Humas Daop 7 Madiun PT KAI, Ixfan Hendriwantoko, Senin (20/1/2020).

Diketahui, KA Wisata yang mengantar rombongan PT INKA dari Madiun ke Solo kembali melakukan perjalanan balik menuju Madiun.

Menurutnya, saat di lokasi, masinis sudah meniup tanda akan melintas dan pintu perlintasan telah ditutup.

"Pengendara nekat begitu saja menerobos palang pintu yang sudah ditutup," ujarnya.

Pensiunan PNS itu terseret hingga 50 meter dan mengakibatkan korban meninggal di lokasi.

"Beberapa KA mengalami keterlambatan. Untuk KA Wisata mengalami keterlambatan hingga 32 menit. Dan KA Sancaka jurusan Yogyakarta ke Surabaya mengalami imbas hingga 15 menit," lanjutnya.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Magetan, Ipda Yudi Irawan mengatakan kecelakaan anatara KA dan sepeda motor mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.

"Satu tewas dan korban terseret hingga 50 meter. Saran kami kalau melintasi perlintasan kereta api sebaiknya berhenti dulu," katanya.

Kakek di Magetan Meninggal Akibat Terseret Kereta Api Sejauh 50 M

KEDIRI JATIM - Seorang wanita bernama Leni Dwi Andriani, warga Desa Bangle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tadi malam.

Kecelakaan melibatkan mobil nopol B 1249 WOD dikemudikan Sulistiono, warga Desa Pamongan, Mojo, Kediri dengan sepeda motor Honda Beat nopol AG 4402 GL yang dikendarai Leni Dwi Andriani, warga Desa Bangle, Ngadiluwih, Kediri.

Akp Mukhlason S.H., Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bangle, Ngadiluwih, Kediri atau tepatnya di timur Jembatan penghubung antara Mojo dengan Ngadiluwih.

Kejadian berawal saat mobil melaju dari Ngadiluwih menuju Mojo. Pada saat bersamaan, sepeda motor hendak menyeberang ke sisi bahu jalan sebelah utara.

Karena jarak terlalu dekat, sedangkan mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadiluwih, sehingga tabrakan antara dua kendaraan tidak bisa dihindari.

Akibatnya, pengendara sepeda motor, Leni Dwi Andriani, mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.

Motor Ditabrak Mobil di Kediri, Pengemudi Motor Tewas di Lokasi

TULUNGAGUNG JATIM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jayeng Kusuma Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, tadi malam sekitar jam 20.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan bus Hino nopol N 7009 UL dengan sepeda pancal.

Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung, IPTU DION FITRIANTO S.H menjelaskan, bus dikemudikan WAHYUDI PRAYOGI, warga Kelurahan Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Sedangkan sepeda pancal dikayuh TOIMAN warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Kronologinya, bus melaju dari Tulungagung ke Kediri. Sedangkan sepeda pancal melaju dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi kecelakaan di Desa Tapan, diduga sopir bus kurang memperhatikan lalu lintas. Sehingga menabrak sepeda pancal yang ada di depannya.

Akibat kecelakaan ini, pengemudi sepeda pancal yang bernama TOIMAN, meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

Sepeda Pancal vs Bus di Tulungagung, Pengemudi Sepeda Tewas di Lokasi