Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
MALANG JATIM - Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Jatiguwi Sumberpucung Malang sekitar jam 15.00 WIB tadi sore.
 

AKP EFENDI, Kapolsek Sumberpucung Polres Malang saat dikonfirmasi mengatakan korban meninggal bernama SARPANI SABAR, warga Desa Sanggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. 

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum mengalami kecelakaan SARPANI mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi N 6973 EG. 

Awalnya dia mengendarai sepeda motor menyusuri tepi jalan Desa Jatiguwi.
 
Sampai di lokasi kejadian, SARPANI berusaha mengendarai motornya naik ke aspal jalan. Karena kurang mengantisipasi selisih ketinggian aspal, motornya tergelincir dan jatuh. 

Kepala SARPANI membentur aspal, bahkan helmnya juga pecah. Akibatnya SARPANI mengalami luka serius di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi.

Sumber : Andikafm.com

Alami Kecelakaan Tunggal, Warga Malang Tewas Di lokasi

MOJOKERTO JATIM - Tiba-tiba sadar berada di tengah persawahan yang gelap dan sepi membuat SR (31) ketakutan. Pria asal Surabaya ini sempat menangis saat menunggu bantuan datang.

Perjalanan pulang SR dari Malang ke Surabaya semula berjalan lancar. Masalah mulai terjadi saat panduan google maps menuntunnya keluar dari jalan tol melalui exit Pandaan, Pasuruan.

Sekitar 30 menit dari exit Pandaan, sekitar pukul 19.30 WIB, SR dikejutkan suara ketukan pada kaca pintu sebelah kiri mobil yang dia kendarai. Dari ekor matanya, karyawan perusahaan asuransi ini melihat penampakan perempuan dengan rambut menutupi muka.

"Saya merinding dan tidak berani melihat sosok tersebut. Posisi duduk saya majukan supaya bisa mudah melihat spion," kata SR kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Saat itu dia merasa melalui jalan yang lebar dan mulus. Jalur yang tidak dia kenal itu banyak penerangan jalan dan berkabut pada sisi kanan dan kirinya. Hanya saja, dia mengaku tidak sekalipun bertemu orang dan kendaraan lainnya.

"Saya melaju kencang, saya lihat speedometer sekitar 80-100 km per Jam karena jalannya mulus dan lurus," ungkapnya.

Tiba-tiba sekitar pukul 21.00 WIB, mobil Daihatsu Xenia yang dia kendarai tidak bisa berjalan. Karena sasis mobil tersangkut bebatuan. Sehingga roda mobil hanya berputar tanpa menyentuh permukaan jalan.

Bak disambar petir saat turun dari mobil, SR sadar sedang berada di tengah persawahan yang gelap dan sepi. Dia tersesat seorang diri di Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tempat yang sangat jauh dari tujuannya, yaitu Kelurahan Kertajaya, Gubeng, Surabaya.

Sumber : detik.com

Usai Lihat Penampakan Hantu, Pria Ini Tersesat Dan Ketakutan

JOMBANG JATIM - Seorang pemuda dianiaya Kepala Dusun (Kasun) saat berkencan dengan pekerja seks komersial (PSK) di Jombang. Penyebabnya sepele, pemuda ini tidak kunjung klimaks (orgasme) saat berkencan dengan PSK tersebut.


Nasib sial itu dialami Achmad Saifudin (24), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Dia berkencan dengan seorang PSK bernisial SAL di kamar rumah warga Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang yang disewakan pada Sabtu (7/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, Saifudin dan SAL sepakat kencan singkat itu hanya satu jam. Namun hingga satu jam berlalu, Saifudin tidak juga klimaks. SAL pun kesal dengan pelanggannya tersebut.

Diam-diam, wanita 34 tahun itu mengirim pesan singkat ke Agus Syarifudin (31), Kasun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Dia meminta bantuan Agus untuk mengusir pelanggannya tersebut.

"Yang pria ini sudah satu jam tidak keluar-keluar, ceweknya keberatan. Kemudian ceweknya minta tolong ke Pak Polo (Kasun)," kata Kapolsek Jombang AKP Moch Wilono kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Wilono menjelaskan Agus saat itu peduli lantaran mantan suami SAL adalah teman dekatnya. Dia mendobrak pintu kamar tempat SAL melayani Saifudin sekitar pukul 23.30 WIB.

"Korban (Saifudin) memukul duluan, tapi tidak kena, lalu dihajar pelaku menggunakan tangan kosong," terangnya.

Kasun Tambakberas itu melayangkan bogem mentah ke wajah dan dada Saifudin beberapa kali. Akibatnya, korban menderita luka robek pada pelipis kanan, memar pada mata kiri, serta sesak di dada.

"Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku sudah kami tangkap," jelas Wilono.

Akibat perbuatannya, Agus disangka dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukuman dua tahun penjara sudah menantinya

Sumber : detik.com

Terlalu Lama Tak Kunjung Orgasme, Remaja Di Jombang Dihajar

KEDIRI JATIM - Di sudut Desa Kayen Kidul kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, yang dulunya hanyalah sebuah sungai kecil yang difungsikan untuk irigasi pertanian, di tangan para pemuda kampung kini disulap menjadi sebuah tempat yang menarik dan instagramabel.


Hanya bermodalkan semangat dan tekad untuk ingin memajukan perekonomian lingkungan, para pemuda bergotong royong membangun satu persatu tempat di pinggiran Sungai Jegles. Dengan menggunakan bambu yang didapat dari lokasi pula, pertama kali membuat sebuah warung berukuran 4 meter persegi.


Di warung ini tersedia berbagai makanan tradisional maupun kekinian yang harapannya dapat disukai oleh pengunjung.

Kemudian, sisa bambu dari pembuatan warung digunakan untuk membuat meja kursi. Uniknya penataan tempat makan dan nongkrong ini berada ditengah aliran sungai yang arusnya tidak terlalu besar.

Berawal dari sinilah, kemudian tidak disangka sangka, masyarakat dari berbagai Desa Dikabupaten Kediri penasaran untuk datang ke lokasi ini, bahkan masyarakat dari sekitar Kabupaten Kediri seperti Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang juga mengunjungi lokasi ini. Kemudian oleh pemuda lokasi ini di berinama KALJE yang merupakan kepanjangan dari Kali Jegles.

“Harapan kami dengan nama itu lebih mudah dikenali oleh orang, sehingga masyarakat akan merasa familiar dengan sebutan KALJE,” kata Nunung Tri Hanurani pendamping Kalje, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut Nunung mengungkapkan, jika ide inisiatif pembangunan lokasi Kalje merupakan murni dari pemuda lingkungan setempat, tanpa ada campur tangan dari masyarakat luar, sehingga penataan maupun isi dari lokasi wisata mempunyai ciri khas yang asri, tenang dan nyaman karena berada di tengah Desa.

“Saya hanya memberikan masukan jika dimintai tolong oleh para pemuda, selebihnya saya lebih banyak hanya melihat mereka berkarya,” terang Nunung.

Untuk lebih memperindah lokasi, ide kreatif pemuda lingkungan Kalje terus berkembang, seperti membuat beberapa spot yang dapat digunakan para pengunjung untuk berswafoto berbentuk gazebo yang diletakkan di tengah sungai, ayunan bambu yang berada di sungai maupun di pinggir sungai serta beberapa hiasan yang dibuat dari bambu.

Sementara itu Nanik pengunjung dari Desa Peh Wetan Kecamatan Papar mengaku kaget jika dilokasi ini bisa dibuat tempat untuk bersantai dan menikmati alam Desa.

“Saya sebelumnya tidak mengira jika aliran sungai jegles ini dapat dibentuk tempat yang menarik seperti ini. Selain lokasi yang tenang makanan yang di jual di warung ini juga dengan menu menu tradisional sehingga harganya juga sangat terjangkau”. Ucap Nanik.

Pemuda Kayen Kediri Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Wisata Menarik

BLITAR JATIM - Banyaknya penanganan kasus yang mandeg, membuat sebagian masyarakat menuntut Kapolres Blitar mundur. Menurut Ketua LSM Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar, TRIANTO, belum adanya tindakan tegas dan serius dari Kapolres Blitar, AKBP AHMAD FANANI EKO PRASETYA dalam penanganan sejumlah kasus membuat masyarakat geram.
 

Saat dikonfirmasi, TRIANTO menilai penegakan hukum di Blitar masih terkesan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Misalnya, pembiaran praktik penambangan pasir ilegal selama bertahun-tahun di kawasan DAS Brantas hingga di wilayah Gunung Kelud, seperti di Kecamatan Kademangan, Sutojayan, Garum, Gandusari dan Nglegok Blitar. 

Selama ini TRIANTO mensinyalir dari kelompok pemodal, leluasa melakukan aktivitas penambangan, padahal tidak ada izinnya.
 
TRIANTO juga menilai AKBP AHMAD FANANI tidak memiliki leadership atau kepemimpinan yang baik. Hal ini terbukti ketika ia berseteru dengan Kasat Sabhara Polres Blitar, AKP AGUS HENDRO TRI SUSETYO beberapa waktu lalu. 

Kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi internal Polri. Selain itu TRIANTO juga menyoroti sejumlah kasus korupsi di Blitar yang mandeg. Misalnya kasus KONI yang diduga melibatkan 12 anggota DPRD Kabupaten Blitar. 

Padahal sudah ada penetapan tersangka, tapi sampai kini tidak ada tindak lanjut di Pengadilan Tipikor karena berkas perkaranya tidak kunjung tuntas atau P21.
 
Sebelumnya, puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Blitar yang ada di Jalan Raya Talun Blitar, Selasa siang kemarin.  Massa menyampaikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan Kapolres Blitar, AKBP AHMAD FANANI EKO PRASETYA.  Selain berunjuk rasa, massa juga menggelar aksi kenduri dan doa bersama di depan Mapolres Blitar. 

Mereka mendesak agar Kapolres Blitar mengundurkan diri.

Sumber : andikafm.com

Banyak Kasus Tak Selesai, Masyarakat Blitar Minta Kapolres Mundur Dari Jabatan

JOMBANG JATIM - Kecelakaan tunggal dialami sebuah sepeda motor yang dikendarai berboncengan empat orang di Jalan Raya Palrejo Kecamatan Sumobito, Jombang, Rabu siang. 


Motor yang mereka kendarai terperosok selokan/parit di tepi jalan. Akibatnya, satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sedangkan tiga lainnya mengalami luka berat di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.
 
Kasat Lantas Polres Jombang, AKP HARIS DARMA SUCIPTO mengatakan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yahama Mio GT nopol S 3350 ZD dikendarai RANGGA DIMAS SAPUTRA, pelajar asal Desa Badas Kecamatan Sumobito yang membonceng tiga orang. 

Saat tiba di lokasi, dia berusaha menghindari jalan bergelombang, namun RANGGA tidak bisa menguasai laju kendaraan. Sepeda motornya oleng dan terperosok ke parit ada di sisi jalan.
 
Keempat korban terpental dan masuk ke dalam selokan. RANGGA mengalami cedera otak ringan. Sedangkan RASYA, 10 tahun dan ASKA, 4 tahun, mengalami luka di bagian kepalanya akibat benturan keras. 

Sementara itu, SRI MULYANI DEWI, 35 tahun, meninggal dunia di lokasi kejadian. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Jombang.

Sumber : andikafm.com

Berboncengan 4, Remaja Di Jombang Tercebur Got Satu Korban Tewas

MALANG JATIM - Seorang karyawan perusahaan konfeksi ditangkap polisi terkait kasus pencabulan. Ia dilaporkan telah mencabuli anak bosnya.


Karyawan tersebut berinisial SA (19), warga Cianjur, Jawa Barat. Dalam penyidikan, ia mengaku sering dimarahi bosnya. Padahal, ia merasa tak melakukan kesalahan yang dimaksud.

Hal itu kemudian memicu tersangka untuk balas dendam. Peristiwa pencabulan terhadap anak bosnya terjadi Minggu (1/10) siang. Korban dicabuli saat terlelap tidur di kamarnya.

Selama ini, tersangka ikut tinggal di tempat bekerja, Kecamatan Klojen, Kota Malang. SA mengaku baru empat bulan bekerja, tetapi sering dimarahi bosnya tanpa sebab.

"Kejadian pencabulan dengan kekerasan terjadi saat tersangka masuk ke kamar tidur korban yang masih berusia 14 tahun. Saat itu korban sedang tertidur," kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).

Dalam aksinya, tersangka langsung menutup mulut korban dengan tangan kiri. Sementara tangan kanan digunakan untuk mencabuli korban.

Korban sempat berontak dan melawan. Tetapi hal itu justru membuat tersangka semakin beringas mencabuli korban.

Setelah melakukan pencabulan, tersangka mencoba melarikan diri ke Jakarta dengan menumpang bus dari Terminal Arjosari, Kota Malang. Namun orang tua korban yang juga majikan tersangka lebih dulu mengamankannya di terminal.

"Yang bersangkutan lalu diamankan oleh ayah korban saat akan melarikan diri ke Jakarta," ungkap Leonardus.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Sumber : detik.com

Gegara Sering Dimarahi, Karyawan di Malang Cabuli Anak Majikan

JEMBER JATIM - Dua orang PNS yang kelakuan mesumnya direkam, ternyata seorang dokter dan bidan. 
Keduanya sehari-hari berdinas di Puskesmas Curahnongko.


Kepala Tata Usaha/Kepegawaian Puskesmas Curahnongko Moh Sholeh mengakui hal tersebut. Dia menyebut, keduanya adalah dokter dan bidan. Si pemeran laki-laki adalah seorang dokter, dan si perempuan adalah seorang bidan. "Ya, dokter dan bidan," ujar Sholeh.

Bahkan sang dokter adalah pejabat di Puskesmas Curahnongko. 

Pemeran video syur itu terbongkar karena videonya beredar melalui percakapan WhatsApp. 

Sejumlah warga Desa Curahnongko mendapatkan video tersebut. Warga yang resah kemudian mengadu ke Sholeh, juga ada yang mengadu ke wartawan.

Sholeh yang juga mengetahui video itu langsung bisa mengenali salah satu orang yang ada di rekaman. Dia adalah sang perempuan. 
Wajah perempuan itu memang terlihat. 

Ada beberapa video yang beredar, satu di antaranya video syur. Beberapa yang lain, adalah rekaman CCTV dan bukan gambar syur. Semua video menunjukkan aktivitas dua orang tersebut.

Satu video syur berdurasi 48 detik, menunjukkan wajah bu bidan. Lawan mainnya, yang akhirnya diketahui adalah pak dokter, tidak terlihat di video tersebut. 

Lelaki itu yang diduga mengambil gambar. Itu terlihat dari video yang bergerak ketika merekam adegan percumbuan pak dokter dan bu bidan.

Ketika video itu beredar, akhirnya diketahui siapa perempuan itu. Sholeh pun mencoba klarifikasi kepada bidan tersebut. Dari bidan itu pula, diketahui jika sang lelaki adalah pak dokter. Setelah klarifikasi itu, juga diketahui jika perbuatan syur antar bukan pasangan suami istri itu dilakukan di rumah dinas pak dokter di Puskesmas itu.

"Sudah saya klarifikasi, dan keduanya mengakui," imbuh Sholeh. Keduanya kemudian diminta membuat pernyataan pengakuan.

Sholeh akhirnya memilih meneruskan hasil klarifikasi tersebut ke Dinas Kesehatan. "Karena selanjutnya bukan wewenang saya lagi. Jadi saya serahkan ke Dinkes, karena untuk selanjutnya tugas dinas terkait. Sedangkan untuk video tersebut, saya tidak bisa mengomentarinya," lanjutnya.

Ketika ditanya, siapa yang menyebar video syur itu ke sejumlah warga Curahnongko, Sholeh tidak mengetahuinya. Nomor yang awal menyebarkan video tersebut tidak bisa dihubungi, ketika seorang warga mencoba menelepon nomor tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, perbuatan mesum antara pak dokter dan bu bidan diduga terjadi bulan Oktober 2020. Hal itu terekam dari kamera CCTV saat keduanya keluar dari rumah dinas tersebut.

Viral, Bidan Dan Dokter Di Jember Sedang Asyik Wik Wik Ah