Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
SIDOARJO JATIM - Seorang PDP dan pasien positif Corona yang dirawat di rumah sakit rujukan di Sidoarjo meninggal dunia. Keduanya dimakamkan di TPU Delta Praloyo, Sidoarjo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasien yang positif Corona meninggal pada Kamis (9/4) sekitar pukul 21.45 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit swasta di Waru. Ia merupakan seorang laki-laki berumur 60 tahun, warga Kecamatan Waru.

Sementara PDP yang meninggal sebelumnya dirawat di rumah sakit swasta di Kecamatan Kota Sidoarjo. Ia seorang laki-laki berusia 52 tahun, warga Kecamatan Candi, Sidoarjo.

"Yang kemarin dirawat di rumah sakit swasta di Waru yang meninggal dunia itu confirmed," kata Syaf saat dihubungi wartawan, Jumat (10/4/2020).

Syaf menambahkan, yang PDP meninggal sekitar pukul 09.15 WIB. Pihaknya menduga pasien tersebut memiliki penyakit lain. Ia mengaku belum mendapatkan data yang rinci dari pihak rumah sakit.

"Yang baru meninggal dunia itu warga Kecamatan Candi. Saat ini di Sidoarjo, positif virus Corona yang meninggal dunia ada 3 orang. Sedangkan yang PDP berjumlah 9 orang," pungkas Syaf.

Pasien Positif Corona Dan PDP Sidoarjo Meninggal

BOJONEGORO JATIM - Bojonegoro ditetapkan sebagai salah satu zona merah virus Corona di Jatim. Ada satu sampel swab yang dinyatakan positif Corona dari Kota Minyak.

"Iya masuk zona merah. Ada beberapa sampel tes yang kita kirim ke provinsi dan pusat ternyata ada satu yang positif COVID-19. Tapi atas nama pasien yang mana mohon maaf kami belum bisa menyampaikan," kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr Wheny saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2020).

Ia juga menyampaikan, saat ini ada seorang PDP yang tengah menunggu hasil tes swab. Pasien tersebut diisolasi di RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro.

"Iya benar satu orang yang PDP. Hasilnya tesnya untuk pasien PDP ini belum turun," imbuhnya.

Pasien tersebut dari Kecamatan Gondang. Ia sudah dua hari diisolasi di rumah sakit plat merah yang terletak di Jalan Veteran itu.

"Ya ada satu pasien PDP, usia antara 40 hingga 50 tahun. Dua hari lalu masuknya. Hasil tes silahkan tanya ke Dinkes saja ya," jelas Humas RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo, Thomas Djaja.

Warganya Positif Corona, Bojonegoro Masuk Zona Merah

MALANG JATIM - Tiga tenaga medis di Kota Malang tertular virus Corona. Hasil swab menyatakan ketiganya positif COVID-19. Mereka sehari-hari bekerja di rumah sakit rujukan.

"Dari data terakhir, empat orang dinyatakan positif COVID-19. Tiga di antaranya merupakan nakes (tenaga kesehatan) dan seorang lagi warga," ungkap Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Awalnya, ada tiga tenaga medis terpapar COVID-19 diungkap oleh Wali Kota Malang Sutiaji, saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Malang Tahun 2019 bersama DPRD Kota Malang, kemarin.

Dalam rapat virtual itu, Sutiaji menyebut pasien positif COVID-19 yang baru saja diumumkan merupakan tenaga medis. Ini merupakan pukulan bagi dirinya. Karena tenaga medis senantiasa berjuang menyembuhkan pasien yang terpapar COVID-19.

"Tenaga medis sudah bertaruh nyawa, meninggalkan keluarga untuk menjaga pasien sampai bisa disembuhkan," kata Sutiaji saat itu.

Menurut Sutiaji, tenaga medis merupakan garda terakhir dalam penanganan virus COVID-19. Masyarakat merupakan garda terdepan yang bisa membantu tenaga medis memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Masyarakat adalah garda terdepan dan tenaga medis merupakan garda terakhir penanganan COVID-19. Ayo kita terapkan betul-betul physical distancing untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," tuturnya.

Data per 9 Maret 2020, penyebaran COVID-19 di Kota Malang cukup signifikan. Jumlah ODR sebanyak 946 orang atau meningkat 29 orang. OTG sebanyak 153 orang, ODP 428 orang dengan rincianya 314 orang dalam pemantauan dan 114 orang telah melalui masa pemantauan.

Sementara pasien positif COVID-19 sebanyak 8 orang dengan rincian 4 orang masih menjalani perawatan dan 4 lainnya dinyatakan sembuh, sementara PDP berjumlah 42 orang.

3 Tenaga Medis Kota Malang Positif Virus Corona

NGAWI JATIM - Seorang Ibu hamil yang tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeroto setelah hasil rapid test-nya dinyatakan positif Covid-19 telah melahirkan seorang bayi.

"Sudah melahirkan kemarin sore. Untuk ibu dan anaknya selamat," ujar Direktur utama (Dirut) RSUD dr Suroto Ngawi, Agus Priambodo saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2020).

Ia menyebut, anak yang dilahirkan itu berjenis kelamin perempuan dengan berat 3 kilogram. Setelah melahirkan, si ibu kembali dirawat di ruang isolasi RSUD dr Suroto Ngawi.

"Masih kami rawat keduanya dan saat ini semua kondisinya membaik. Minta doanya saja," ujarnya.

Ibu yang tengah hamil 9 bulan asal Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi itu menjalani isolasi setelah hasil rapid test-nya positif setelah sebelumnya mengunjungi orang tuanya di Kabupaten Blora yang baru pulang dari Jakarta.

Pasien Positif Corona Di Ngawi Melahirkan

KEDIRI JATIM - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, DR Fauzan Adima M.Kes., memastikan bahwa semua pasien positif Corona tetap dirawat dan dilayani dengan baik meski berasal dari wilayah luar Kediri.

Hal ini disampaikan menyusul penambahan pasien positif Corona di Kota Kediri.

Meski ber-KTP Kabupaten Kediri, tetapi hasil tracing menunjukkan bahwa selama 14 hari terakhir pasien tinggal dan berada di wilayah Kota Kediri. Sesuai arahan Wali Kota Kediri, pasien tetap dirawat sesuai SOP kesehatan yang ada.

Tidak ada pembedaan penanganan antara pasien asal Kota Kediri maupun luar Kota Kediri.

Sementara terkait pandemi Corona, Pemerintah Kota Kediri juga memikirkan dan memperhatikan risiko penyebaran virus di lokasi sekitar tempat tinggal pasien.

DR Fauzan Adima meminta masyarakat tetap tenang dan memahami bahwa virus corona tidak bergerak. Yang terus bergerak adalah manusia.

Masyarakat diminta tetap membatasi pergerakan dengan tetap di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Dua pasien positif Corona yang saat ini dirawat di RSM ACHMAD DAHLAN Kota Kediri, secara administratif adalah warga Ngancar Kabupaten Kediri. Selama ini, keduanya memang tinggal di Perumahan Wilis Indah Kota Kediri.

Pasien sudah pernah periksa dan mendapat obat dan pengawasan dari Puskesmas Ngancar, Kabupaten Kediri. Karena suhu tubuhnya tetap tinggi, pasien periksa ke RSUD SLG Kabupaten Kediri.

Dari hasil pemeriksaan rontgen, pasien mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru. Selanjutnya pasien meminta agar dirinya dirujuk ke RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri.

2 Pasien Positif Corona Kota Kediri Ternyata Warga Kabupaten Kediri

KEDIRI JATIM - Seorang warga Gurah Kabupaten Kediri meninggal setelah terlibat kecelakaan di Dusun Kemuning Barat Desa Tiru Kidul Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Jumat 10/04/2020 siang.

Kapolsek Gurah Kediri AKP Sulistyo saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan melibatkan kendaraan Dum truck nopol AG 9322 DH dikemudikan SETIAWAN Dusun Kauman Desa Pagu Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri dengan sepeda motor Honda Beat nopol AG 6472 QD dikendarai MOH.

Muklis warga Dusun Mbaran Desa Besuk Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Kapolsek Gurah Kediri menjelaskan kecelakaan berawal saat sepeda motor melaju dari arah Gempolan menuju Tiru Kidul Gurah Kabupaten Kediri, kemudian dari arah berlawanan juga melaju Dumtruck dengan kecepatan sedang.

Karena kurang kehati-hatian pengendara sepeda motor yang berjalan terlalu ke kanan, sehingga mengakibatkan kecelakaan dan membuat pengendara sepeda motor meninggal dunia.

Kecelakan tersebut mengalami kerugian materiil sebesar 500 ribu rupiah dan kedua kendaraan diamankan di Polsek Gurah Kediri.

Kecelakaan Maut Motor vs Truk Di Kediri, Satu Orang Tewas

JEMBER JATIM - Sudah sebulan Abdul Rasyid dan keluarganya tinggal di bekas kandang sapi. Mereka terpaksa tinggal di sana karena rumahnya roboh disapu puting beliung.

"Sekitar sebulan lalu rumah saya hancur kena hujan disertai angin puting beliung. Kejadiannya sekitar jam 5 sore. Beruntung saya dan keluarga selamat. Sejak saat itu saya dan keluarga tinggal di bekas kandang sapi yang ada di belakang rumah," tutur Rasyid saat ditemui di bekas kandang sapi yang kini ditempatinya di Dusun Sumberwaru, Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, Jumat (10/4/2020).

Bekas kandang sapi yang kini ditempati keluarga Rasyid berukuran sekitar 5 x 3 meter. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang terlihat banyak lubang di sana sini. Bangunan itu juga tak memiliki pintu.

"Ya seperti ini kondisinya. Namanya juga bekas kandang sapi. Saya dulu memang pernah punya sapi. Sudah saya jual untuk membangun rumah. Tapi sekarang rumahnya malah roboh," ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan itu.

Karena ukurannya hanya 5 x 3 meter, bekas kandang sapi yang ditempati keluarga Rasyid hanya cukup untuk tempat tidur dan dapur. Sebuah tungku tempat memasak jadi satu dengan sebuah dipan beralas kasur.

"Ya memasak, ya tidur sudah jadi satu. Dipannya untuk tidur kami berempat," kata pria ini.

Yang membuat Rasyid nelangsa, akhir-akhir ini Jember sering diguyur hujan. Bahkan hampir tiap hari. Air sering masuk ke bekas kandang sapi yang dia tempati. Meski genting atap rumah sudah dia lapisi plastik.

"Saya terkadang sampai nangis. Nggak tega lihat anak dan istri di dalam. Berdesakan ketika hujan deras datang. Apalagi kalau hujannya malam hari," kata Rasyid dengan mata berkaca-kaca.

Namun dia tak bisa berbuat banyak. Penghasilan sebagai buruh tani yang rata-rata Rp 30 ribu per hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"Ya gimana lagi, hasil kerja cukup buat makan. Ya kita terima aja, mungkin ini ujian Allah," ujarnya lirih.

Rasyid saat ini tengah berusaha keras untuk membangun kembali rumahnya. Beberapa bantuan memang sempat dia terima. Setidaknya itu bisa sedikit meringankan beban hidup dia dan keluarganya.

"Bantuan memang ada. Sempat ada yang memberi sembako. Pak kades juga membantu material. Tetapi tetap saja saya kan harus mencari biaya untuk ongkos tukang. Belum lagi untuk hidup keluarga. Yah, yang penting saya tetap berusaha," katanya seolah berusaha menyemàngati diri sendiri.

Sementara Kepala Dusun Sumberwaru, Hartono sedang tidak berada di tempat ketika hendak dikonfirmasi tentang kondisi keluarga Rasyid. Namun melalui pesan WhatsApp dia menyatakan sedang proses mengirim bantuan pasir untuk Rasyid.

Bikin Sedih, Rumahnya Ambruk Kakek Ini Tidur Di Kandang Sapi

LUMAJANG JATIM - Pasien positif terjangkit virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Lumajang bertambah dua orang. Dengan begitu, jumlah total pasien yang positif menjadi lima orang.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq di peringgitan pendopo Arya Wiraraja, Kamis (9/4/2020).

"Tambahan dua masing-masing ASN (aparatur sipil negara) dan satu jamaah umrah yang sebelumnya adalah PDP (pasien dalam pengawasan)," ungkap bupati yang akrab disapa Cak Thoriq ini kepada para pengungsi.

Cak Thoriq merinci, ASN yang positif Covid-19 yang bekerja di Surabaya. Saat berkunjung ke Lumajang, dia sembuh sakit dan diajarkan di RSUD dr. Haryoto. “Awalnya disangka batuk dan flu biasa,” ungkapnya.

Untuk Jamaah Umrah asal Kecamatan Tempeh, awalnya sebagai PDP. Korban meninggal saat tes SWAB belum datang. "Jadi korban berstatus PDP, hasil swab tiba ternyata positif," paparnya.

Untuk data Pemkab Lumajang, ada 234 ODP, 17 PDP dan 5 postif covid. Ada 2 Pasien diinformasikan isolasi dan 1 melakukan isolasi mandiri. “Isolasi mandiri, mengikat orangnya, disetujui dan keluarga siap melakukan pengawasan,” pungkas Cak Thoriq.

Pasien Positif Corona Di Lumajang Bertambah 2 Orang

Loading...