Social Items

Persatuan Sepak Bola Indonesia Balikpapan merupakan sebuah klub sepak bola profesional yang bermarkas di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, yang didirikan pada tahun 1950. Klub ini berjuluk Beruang Madu, hewan yang menjadi maskot Balikpapan. Sebelumnya Persiba dijuluki Tim Selicin Minyak.


Klub ini pernah bermarkas di Stadion Persiba, yang berada di Jalan Parikesit, kompleks perumahan Pertamina. Stadion ini memiliki nama yang sama dengan nama klub (konon menjadi satu-satunya di dunia yang menggunakan nama yang sama dengan klub).

Persiba diketuai oleh H. Syahril HM Taher. Manajer umum Persiba saat ini adalah Bambang Suhendro. Sedangkan pelatih Persiba Balikpapan sekarang adalah Milomir Seslija asal Bosnia Herzegovina yang menggantikan Timo Scheunemann.

Walau sudah berdiri sejak 1950, Persiba baru menujukan eksistensinya di panggung sepak bola nasional sejak digulirkannya Liga Indonesia 1994-95. Persiba pada tahun 2006 lolos ke babak delapan besar. Pada Liga Super Indonesia 2009-10, Persiba menempati posisi 3 di bawah Arema FC dan Persipura Jayapura, lebih baik dari posisi Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Capaian terakhir ini memunculkan prediksi bahwa kekuatan Persiba diyakini akan semakin hebat kedepannya, terlebih Persiba sebagai wakil dari Pulau Kalimantanmemberi kejutan di Turnamen Pemanasan Inter Island Cup 2010 dengan mengalahkan Sriwijaya FC 3-0 pada fase grup, Sriwijaya FCadalah juara Inter Island Cup dan Piala Indonesia 2010.

Pasang surut prestasi juga dialami tim ini dengan sekali turun kasta di Divisi Satu, yakni pada musim 1988-99. Lima musim bergelut di level kedua kompetisi sepak bola nasional, Persiba baru bisa kembali ke divisi utama setelah mampu menempati peringkat empat wilayah Timur pada musim kompetisi 2004.

Setelah itu, tim kebanggaan publik sepak bola di Balikpapan ini terus bertahan di kompetisi level atas hingga akhirnya sukses menembus Superliga sampai sekarang. Musim Liga Super Indonesia 2011-12, Persiba Balikpapan finish diurutan ke 7 lebih baik dari tim asal Kaltim lainnya Mitra Kukar dan Persisam Samarinda.

STADION PERSIBA BALIKPAPAN


Stadion Batakan adalah sebuah stadion yang masih dalam tahap pembangunan yang berlokasi di Batakan, kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. Stadion ini direncanakan akan menjadi pengganti dari Stadion Persiba.

Stadion di Balikpapan ini hanya menembus angka 60 ribu selama 8 kali pertandingan kandang, dan tanpa menghitung partai usiran Persiba di Samarinda, berarti rata-rata penonton hanya menembus angka 60.322 orang. Faktor stadion diniliai menjadi sebab yang paling mempengaruhi minimnya jumlah penonton.

Kenyamanan di dalam stadion Persiba memang belum terjamin seperti di dua kota lainnya di Kalimantan Timur. Namun, hal ini sebenarnya menjadi sangat mudah bagi kelompok suporter untuk memadati stadion yang hanya berkapasitas 60.000 orang ini.

Sejarah Asal usul Lahirnya Persiba Balikpapan Football Club

Borneo F.C. adalah klub sepak bola Indonesia yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Klub ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi klub Perseba Super Bangkalan pada tanggal 7 Maret 2014.

Pada 2015, mereka berlaga di Indonesia Super League berstatus sebagai klub promosi. Menjalani dua laga pada ISL 2015, langkah PBFC akhirnya terhenti setelah PSSI dan kompetisi dibekukan Menpora RI.

Selepas itu, mereka terjun di Piala Presiden, sekaligus sukses menembus Babak 8 Besar. Selepas ikut di Piala Presiden, Pusamania Borneo FC juga ikut berpartisipasi di Indonesian Championship Torabika Piala Jenderal Sudirman 2015 dan mereka mampu menembus babak Semifinal.

Pusamania Borneo F.C. juga pernah menjuarai turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016, dan menjadi Runner up di Piala Presidern 2017. Pada musim 2017, Pusamania Borneo F.C. mengganti nama klubnya menjadi Borneo F.C. untuk mengarungi kompetisi Liga 1.

SEJARAH BORNEO FC


Nabil Husein Said Amin yang sebelumnya merupakan ketua koordinator wilayah Pusamania di Malaysia (Pusamalaya) menjadi orang penting dibalik terbentuknya Pusamania Borneo FC.

Pemuda berusia 20 tahun itu bersama PT Nahusam Pratama Indonesia sebagai badan hukum PBFC, bertekad ingin membawa kembali kejayaan sepak bola Samarinda di kancah nasional. Tanggal 7 Maret 2014 disepakati sebagai tanggal bulan dan tahun resmi berdirinya Pusamania Borneo FC.

Ide membentuk klub profesional yang dilakukan kelompok suporter Pusamania ini dilandasi sikap tak puas mereka terhadap klub sebelumnya yang tak kunjung memiliki prestasi. Sehingga muncul, wacana mengelola klub yang lebih transparan, profesional dan merakyat.

Selain itu, perubahan nama klub Persisam Putra yang sebelumnya pendanaannya bertumpu terhadap APBD kota Samarinda dan berubah nama menjadi Putra Samarindasehingga statusnya dimiliki perseorangan, menjadi salah satu yang ditentang kelompok suporter terbesar di Kalimantan ini.

Tambahan nama Borneo sendiri muncul saat mereka berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi salah satu klub berlisensi profesional di Pulau Madura, yakni Perseba Super.

Nama Borneo dipilih karena, jajaran direksi PBFC ingin klub ini tak hanya bisa mengharumkan nama kota Samarinda, melainkan juga mengangkat nama Pulau Borneo di kancah sepak bola nasional dan internasional.

Tahun 2014 menjadi titik permulaan PBFC berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. Mengusung target lolos ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia, deretan pemain ternama didatangkan ke Samarinda. Tak lupa, potensi lokal Benua Etam juga dilibatkan dalam skuad klub yang dijuluki Pesut Etam.

Stadion Segiri Samarinda yang selama ini identik dengan kejayaan sepak bola Samarinda dipilih Pusamania Borneo FCsebagai kandang mereka untuk menjamu lawan-lawannya. Stadion berkapasitas hampir dua puluh ribu tempat duduk dan berbentuk curva itu dijuluki Theater Of Hell.

SUPORTER BORNEO FC

Pusamania adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasan Puamania Borneo FC yang bermarkas di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Warna kebanggaan Pusamania adalah Orange.

Pusamania memiliki hubungan tidak harmonis dengan suporter tetangga mereka Balistik,Pusamania memiliki hubungan harmonis dengan Barito Mania, The Jak Mania, Aremania dan suporter lainnya di indonesia. setiap ada pertandingan Pusamania dan Barito Mania selalu hadir dan mendukung penuh bersama Pusamania, walaupun bukan Barito Putera.

STADION BORNEO FC


Stadion Segiri merupakan sebuah stadion yang berlokasi di pusat kota Samarinda, Kalimantan Timur. Stadion ini Merupakan salah stadion yang representatif yang dimiliki Kota Samarinda selain Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja. Stadion ini juga merupakan stadion kandang bagi kesebelasan Pusamania Borneo FC Samarinda.

Daya tampung stadion ini diyakini 18 ribu penonton dari 4 tribun. Untuk tribun utara dapat menampung 2.700 orang, tribun timur 5.000 orang, tribun selatan 2.700 orang dan tribun barat 7.600 orang.

Sejarah Asal usul Terbentuknya Borneo Football Club

Nama klub ini berawal dari dualisme Persebaya Surabaya yang baeralih ke Liga Primer Indonesia dan mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 di bawah PT.Persebaya Indonesia.


Pada saat itu, tim yang dulu bernama Persikubar Kutai Barat diboyong ke Surabaya dan diubah namanya menjadi Persebaya Surabaya oleh Wisnu Wardhana di bawah PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) agar Surabaya memiliki wakil di liga resmi PSSI.

Pada tahun 2015 mereka tidak boleh mengikuti turnamen arahan Mahaka Sports & Entertainment yang bertajuk Piala Presiden 2015. Karena ingin mengikutinya, mereka menambahkan kata United di tim ini.

Sejak lolos ke babak 8 besar, BOPI mengisyaratkan untuk menanggalkan nama Persebaya, karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 bawahan PT. Persebaya Indonesia. Oleh karena itu, mereka mengubah nama menjadi Bonek FC.

Di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, mereka mengubah nama klubnya menjadi Surabaya United dikarenakan Bonek 1927mengecam nama Bonek sebagai klub sepak bola yang aslinya merupakan nama suporter.

Pada tanggal 12 April 2016, Surabaya United melakukan merger dengan tim yang mengikuti Piala Bhayangkara 2016, PS Polridan mengubah namanya menjadi Bhayangkara FC . Klub ini akan mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016.

STADION BHAYANGKARA UNITED


Bhayangkara Surabaya United menggunakan Stadion Gelora Delta di Sidoarjo sebagai laga kandang mereka. Pada tanggal 24 April 2016, Bhayangkara SU mengadakan launching tim di ajang pertandingan Trofeo Kapolda Jatim dengan mengundang Madura United FC dan Deltras Sidoarjo untuk memeriahkannya.

Pada saat itu, Bhayangkara SU menjadi juara trofeo setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo 4-0. Selain di Stadion Gelora Delta, Bhayangkara Surabaya United juga menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya sebagai stadion alternatif.

Mungkin, sebagai tempat apabila Stadion Gelora Deltadipakai Deltras Sidoarjo, maka Bhayangkara SU menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, Bhayangkara FC yang saat ini berlaga di Liga 1 menggunakan Stadion Patriot, Bekasi bersama Persija Jakarta.

Sejarah Asal Usul Lahirnya Bhayangkara United Football Club


Madura United FC merupakan klub sepak bola asal Indonesia yang berbasis di Pamekasan, Madura. Klub ini sebelumnya bernama Persipasi Bandung Raya yang merupakan hasil penggabungan dari Persipasi Bekasi dengan Pelita Bandung Raya yang waktu itu berlaga di Liga Super Indonesia.

Pemilik Persipasi Bandung Raya, Ari D. Sutedi akhirnya menjual klubnya ke Achsanul Qosasi, dan kemudian bertransformasi menjadi Madura United FC. Kini, Madura United menjelma menjadi salah satu klub terkuat di liga utama Indonesia.

SEJARAH PERSEPAM MADURA


Persepam Madura United yg lebih dikenal sebagai MU, merupakan klub lokal asal Kabupaten Pamekasan yg pada awalnya berlaga pada liga amatir PSSI di divisi III. Pada tahun 2008 persepam mulai menggeliat seiring bisa promosi ke divisi ll bersama persesa klub bola kabupaten sampang saat itu.

Setahun kemudian yaitu pada 2009 persepam mendapat kemujuran karena dapat promosi ke divisi l karena untuk memenuhi kuota peserta saat itu yang dirasa masih kurang, dan pada saat itu persepam berada di posisi ke-4 wilayah timur bersama persewangi kabupaten banyuwangi.

Menginjak tahun 2010 persepam bisa juara ke 3 bersama dgn perseru kabupaten serui papua yg digelar di stadion karawang yg pernah menjadi markas klub ISL Pelita Jaya yg sekarang merger dgn arema menjadi AREMA CRONOUS sehingga berhak promosi ke divisi utama.

Pertandingan saat itu merupakan pertandingan yang sangat seru dan disiarkan langsung di TVRI, admin agak lupa pertandingan itu dimenangkan oleh siapa (mohon masukannya) tapi yang pasti pertandingan tersebut sangat menarik karena kedua belah pihak sama sama menunjukkan skill yg mumpuni dan saling serang.

Yang sangat membanggakan adalah pada tahun 2011-2012 persepam dapat mempersatukan supporter madura dibawah panji klub yg diubah namanya oleh sang manajer bertangan dingin & serius terhadap pengembangan sepakbola madura yaitu bapak ACHSANUL QOSASI menjadi PERSEPAM MADURA UNITED.

Pada tahun ini persepam madura united adalah satu satunya klub dari madura pertama dapat dibawanya menjadi juara 3 & berhak promosi ke liga profesional tertinggi di Indonesia yaitu INDONESIAN SUPER LIGA (ISL) bersama dgn Barito putra & Persita Tanggerang.


Sejarah Asal Usul Terbentuknya Madura United (PBR) Dan Persepam Madura

Bali United F.C. merupakan sebuah klub sepak bola Indonesia, yang bermarkas Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.


Klub ini dulunya bernama yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Samarinda(Persisam) yang merupakan eks tim Perserikatan dan Putra Samarinda dari Galatama. Pada 15 Februari 2015, Putra Samarinda berpindah Homebase ke Bali dan namanya berubah menjadi Bali United F.C.

Kiprah kedua tim satu kota dengan beda pengelolaan (Persisam didanai Pemkot Samarinda sedangkan Pusam pihak swasta) di kancah sepak bola nasional terbilang lumayan.

Terlebih Pusam saat berlaga di Galatama karena mendapat sokongan dana dari pengusaha lokal. Sayang sejak kompetisi semi-profesional ini dilebur dengan Perserikatan dan menjadi Liga Indonesia, tim ini pun mati suri.

Untuk meningkatkan daya jual dan prestasi, Putra Samarinda (Pusam) berubah nama menjadi Bali United FC. Dengan demikian, tim yang berjuluk Pesut Mahakam itu pindah dari Stadion Palaran, Samarinda ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Perubahan nama tim yang merupakan salah satu peserta Liga 1 itu setelah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen ban, Corsa Motor Cycle Tire. Komisaris Utama Bali United FC, Harbiansyah Hanafiah menerangkan, pihaknya bersedia mengubah nama dan bermarkas di Bali, karena di Pulau Dewata itu belum ada tim sepak bola profesional yang berlaga di Liga 1. Menurut Harbiansyah, langkah mengubah nama dan bekerjasama dengan Corsa itu untuk menyelamatkan Pusam.

PRESTASI BALI UNITED

- 2015 : Juara ke-3 Bali Island Cup
- 2015 (Turnamen Pra Musim)
- 2015 : Perempatfinal Piala Presiden 2015
- 2015 : Babak grup Piala Jenderal Sudirman 2015
- 2016 : Juara ke-3 Bali Island Cup 2016 (turnamen)
- 2016 : Juara ke-4 Piala Bhayangkara 2016
- 2016 : Peringkat ke-12 di Indonesia Soccer Championship A

SUPORTER BALI UNITED


Bali United mempunyai kelompok suporter yaitu Semeton Dewata dengan warna kebanggaannya Merah-Putih-Hitam (tridatu), Brigaz,dan North Side Boys. Kini, Bali United memiliki ribuan pendukungnya di berbagai daerah bali . 

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Bali United FC

Persatuan Sepak bola Indonesia Malang(biasa disingkat: Persema) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Persema adalah saudara tua dari Klub Arema Indonesia. Persema melangsungkan pertandingan kandangnya di Stadion Gajayana. Persema juga mempunyai supporter yang bernama Ngalamania.


Persema adalah klub eks Perserikatan yang berdiri pada 20 Juni 1953. Tampil pertama kali di jenjang teratas Liga Indonesia, Persema tidak pernah menggaet gelar apapun. Persema sempat terdegradasi dari divisi teratas ke jenjang kedua pada tahun 2003, namun kembali lagi ke level teratas dua tahun kemudian.

MUNDUR DARI LIGA SUPER

Pada tahun 2011, Persema menyatakan keluar dari Liga Super Indonesia, kompetisi tertinggi yang diselenggarakan PSSI, dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia.

Persema tidak bergeming meski PSSI mengancam menjatuhkan hukuman yang berat. Bahkan pemain bintang mereka Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan terancam meninggalkan Persema karena ancaman tidak dapat memperkuat timnas, meski akhirnya tidak menjadi kenyataan karena keduanya memilih berkomitmen dengan Persema dengan menandatangani kontrak selama tiga tahun, dan hak memperkuat timnas dijamin oleh Menpora. Persema beralasan kepindahan mereka disebabkan mereka sering diteror oleh PSSI.

STADION PERSEMA MALANG

Persema Malang terus bersiap menyambut bergulirnya kompetisi Liga 3 yang dijadwalkan akan bergulir pertengahan Mei mendatang.

Satu bentuk persiapan tersebut adalah dengan menentukan stadion yang akan dipakai untuk home base.

Persema Malang resmi mendaftarkan tiga stadion yang akan mereka gunakan di kompetisi kasta ketiga nanti.

Sebagai home base utama, Persema memilih menggunakan Stadion Universitas Muhammadiyah Malang. Sementara untuk cadangannya adalah, Stadion Brantas Batu dan juga Stadion Gajayana.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persema Malang


Persatuan Sepak Bola Kabupaten Pasuruanatau Persekabpas Pasuruan adalah sebuah tim sepak bola yang bermarkas di Kabupaten Pasuruan, Indonesia. Kelompok pendukungnya adalah "Laskar Sakera" yang disingkat Lassak, yang namanya diambil dari salah nama pejuang asal Pasuruan yakni Sakera.

Sedangkan nama julukan Persekabpas Pasuruan merupakan "Ajag Bromo", di Taman Nasional Bromo (Pasuruan) merupakan habitat Ajag. Pada Divisi Utama LI 2006, Persekbapas nyaris mencapai final Liga Indonesia sebelum secara menegangkan kalah melawan PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo.

SUPORTER LASKAR SAKERA


Laskar Sakera atau Sakeramania adalah organisasi pendukung Persekabpas. Laskar Sakera mempunyai warna favorit oranye dan membawa poster yang biasanya bergambar bola dunia dengan mahkota raja berselempang tulisan Persekabpas, dan logo yang bergambar Pak Sakera, yaitu seorang laki-laki berkumis dengan menggunakan baju kemeja hitam dengan celana hitam dengan kaos dalam berwarna putih merah bergaris-garis melintang. biasanya membawa clurit dengan di kakinya membawa bola.

LASKAR SAKERA merupakan Kelompok pendukungnya Persekabpas Pasuruan yang disingkat Lassak, yang namanya diambil dari salah nama pejuang asal Pasuruan yakni Sadiman/Sakera.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persekapas Pasuruan dan Sakera Mania


Berdiri sejak 12 Maret 1949 atas prakarsa R. Temenggung Sukardi yang menjabat sebagai Bupati Bojonegoro waktu itu. Vakum pada tahun 1960 dan mulai bangkit kembali pada millenium baru tahun 2000, prestasi terbaik tim ini dicapai pada musim 2003/04 setelah sukses tampil sebagai juara Divisi 2 dan promosi ke Divisi 1. Tidak hanya itu, pada musim 2007/08, tim ini tampil sebagai juara Divisi 1 dan promosi ke Divisi Utama.


Pada musim pertamanya berada di kasta kedua sepakbola nasional ini, tim berjuluk Laskar Angling Dharma membuat kejutan besar di ajang turnamen Copa Indonesia. Itu setelah mereka menumbangkan tiga tim dari kasta tertinggi Superliga.

Yakni, Arema Indonesia, Persik Kediri, dan Pelita Jaya untuk melaju ke babak delapan besar turnamen bergengsi yang mempertemukan tiga tim dari divisi berbeda. Sekaligus membuat publik sepakbola nasional tersentak dan mulai memperhitungkan mereka, sehingga dijuluki “the Giant Killer” oleh media.

Persibo berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2010 setelah pada pertandingan final mengalahkan Deltras Sidoarjo, sehingga berhasil lolos ke Liga Super Indonesia tahun 2011 bersama Deltras sebagai runner-up dan Semen Padang FC yang menjadi juara ketiga.

Namun sayang setelah memainkan beberapa laga di ISL, tepatnya pada akhir desember 2010 Persibo memutuskan untuk menyeberang ke Liga Primer Indonesia yang saat itu merupakan breakaway league sehingga mendapatkan sanksi yang membuat Persibo dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan PSSI dan harus terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia pada musim berikutnya. Namun status keanggotaan Persibo diputihkan bersama Persema oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam rapat ketiga Exco pada senin, 15 Agustus 2011 di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Pencabutan sanksi ini memberikan “lampu hijau” untuk Persibo mengikuti asistensi liga profesional PSSI musim 2011/12 dan bersaing bersama klub Liga Super Indonesia (ISL) dan Divisi Utama untuk menjadi klub profesional. Dari hasil asistensi tersebut, Persibo terdaftar sebagai salah satu dari 24 klub yang berhak tampil di level 1 liga pro Indonesia yang belakangan ditetapkan bernama Indonesian Premier League. Di musim 2011/2012 Persibo berada di Indonesian Premier League bersama 12 tim lain yang merupakan top flight division di Indonesia.


JULUKAN PERSIBO


- LASKAR ANGLING DHARMA

Angkling Dharma merupakan keturunan ketujuh dari Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Hal ini dapat dimaklumi karena menurut tradisi Jawa, kisah Mahabharata dianggap benar-benar terjadi di Pulau Jawa.[butuh rujukan] Dikisahkan bahwa, Arjuna berputra Abimanyu. Abimanyu berputra Parikesit. Parikesit berputra Yudayana. Yudayana berputra Gendrayana. Gendrayana berputra Jayabaya. Jayabaya memiliki putri bernama Pramesti, dan dari rahim Pramesti inilah lahir seorang putra bernama Prabu Anglingdarma.

Raja Angling Dharma adalah raja yang besar pada masanya. Menurut cerita rakyat, istananya mewah dengaan adanya banyak taman dan pilar-pilar kerajaan yang besar dan menjulang tinggi. Raja itu sangat adil dan bijaksan. Dengan kesaktian dan kemampuan berperang yang tinggi, banyak daerah yang tunduk dibawah kekuasaannya. Angling Dharma juga sosok hebat yang dikenal masyarakat sebagai raja dengan tunggangan naga. Oleh karena itu, kehebannya pun tak tertandingi.

- NAGA BERGOLA

Naga bergola adalah binatang yang setia dengan majikannya yaitu Angling Dharma, naga bergola merupakan tunggangan Angling Dharma ketika hendak melakukan perjalanan. Naga Bergola bukan saja tunggangan setia Angling Dharma tetapi ia juga mempunya kekuatan yang besar untuk melindungi Angling Dharma.

STADION PERSIBO


Stadion Letjen H. Soedirman merupakan sebuah stadion yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola, dan merupakan markas dari Persibo Bojonegoro. Stadion ini memiliki kapasitas 20.000 orang.

Pemilihan nama Letjend. H. Soedirman didasarkan karena Letjend. H. Soedirman merupakan tokoh yang dikenal di Bojonegoro, yang merupakan pahlawan nasional dari Bojonegoro. Selain itu, Letjend. H. Soedirman merupakan ayah Basofi Sudirman, yang merupakan Mantan Gubernur Jawa Timur pada masa jabatan 1993–1998.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persibo Bojonegoro

Subscribe Our Newsletter