Siraman tuak picu pemabuk sadis gorok mati kusir di bandung

 BANDUNG JABAR - Nyawa seorang kusir delman melayang gegara masalah minuman keras (miras) jenis tuak. Pelaku yang menggorok korbannya itu sudah diringkus polisi.

Kejadian bermula saat korban Samsyudin (21 tahun - sebelumnya ditulis 25 tahun) bersama pelaku Rivaldi dan tiga kusir delman lainnya menenggak tuak di tepi Jalan Gorodog, yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Kaget, Jalan Anyar, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, melayang.



Selagi menenggak tuak, korban menyinggung perasaan pelaku,. Ia menyebut bahwa pelaku lamban menghabisi miras tersebut.


"Kronologi kejadian ada berlima mereka minum-minuman tuak, setelah itu berempat (duduk) di dalam satu delman mereka minum bergantian," kata Lourensius di Mapolsek Majalaya, Minggu (20/12).


Rivaldi tidak terima dengan perkataan korban yang menyudutkan. Emosi makin memuncak saat korban sengaja menyiramkan tuak itu ke tubuh Rivaldi.


"Si pelaku (Rivaldi) agak lambat minumnya, kemudian korban menyiram celana pelaku pakai tuak itu. Kemudian si pelaku pergi sebentar, tahu-tahu sudah menggorok korban," tutur Lourensius.


Loresnsius berujar korban mengalami luka gorok. Luka itu ada di lehernya. "Leher sebelah kanan. Ada setengah menganga," sebutnya.

Tak hanya itu, ada luka bacok juga di tangan korban. Ia menduga korban sempat melakukan perlawanan.


"Kelihatannya korban sempat melawan karena tangannya ada luka-luka," ucap Lourensius.

Dalam kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti golok, gelas plastik yang digunakan untuk minum tuak, masker, uang dan seikat daun bawang. Kurang dari 12 jam, polisi berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiannya.


"Dengan kesigapan petugas, pelaku berhasil kita tangkap," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan via sambungan telepon, Minggu (20/12/2020).


Dia mengungkapkan anggotanya menangkap pelaku di kawasan Majalaya. "Ditangkapnya di Kecamatan Paseh," ucap Hendra.

Belum ada Komentar untuk "Siraman tuak picu pemabuk sadis gorok mati kusir di bandung"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel