KEDIRI JATIM - Di sudut Desa Kayen Kidul kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, yang dulunya hanyalah sebuah sungai kecil yang difungsikan untuk irigasi pertanian, di tangan para pemuda kampung kini disulap menjadi sebuah tempat yang menarik dan instagramabel.


Hanya bermodalkan semangat dan tekad untuk ingin memajukan perekonomian lingkungan, para pemuda bergotong royong membangun satu persatu tempat di pinggiran Sungai Jegles. Dengan menggunakan bambu yang didapat dari lokasi pula, pertama kali membuat sebuah warung berukuran 4 meter persegi.


Di warung ini tersedia berbagai makanan tradisional maupun kekinian yang harapannya dapat disukai oleh pengunjung.

Kemudian, sisa bambu dari pembuatan warung digunakan untuk membuat meja kursi. Uniknya penataan tempat makan dan nongkrong ini berada ditengah aliran sungai yang arusnya tidak terlalu besar.

Berawal dari sinilah, kemudian tidak disangka sangka, masyarakat dari berbagai Desa Dikabupaten Kediri penasaran untuk datang ke lokasi ini, bahkan masyarakat dari sekitar Kabupaten Kediri seperti Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang juga mengunjungi lokasi ini. Kemudian oleh pemuda lokasi ini di berinama KALJE yang merupakan kepanjangan dari Kali Jegles.

“Harapan kami dengan nama itu lebih mudah dikenali oleh orang, sehingga masyarakat akan merasa familiar dengan sebutan KALJE,” kata Nunung Tri Hanurani pendamping Kalje, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut Nunung mengungkapkan, jika ide inisiatif pembangunan lokasi Kalje merupakan murni dari pemuda lingkungan setempat, tanpa ada campur tangan dari masyarakat luar, sehingga penataan maupun isi dari lokasi wisata mempunyai ciri khas yang asri, tenang dan nyaman karena berada di tengah Desa.

“Saya hanya memberikan masukan jika dimintai tolong oleh para pemuda, selebihnya saya lebih banyak hanya melihat mereka berkarya,” terang Nunung.

Untuk lebih memperindah lokasi, ide kreatif pemuda lingkungan Kalje terus berkembang, seperti membuat beberapa spot yang dapat digunakan para pengunjung untuk berswafoto berbentuk gazebo yang diletakkan di tengah sungai, ayunan bambu yang berada di sungai maupun di pinggir sungai serta beberapa hiasan yang dibuat dari bambu.

Sementara itu Nanik pengunjung dari Desa Peh Wetan Kecamatan Papar mengaku kaget jika dilokasi ini bisa dibuat tempat untuk bersantai dan menikmati alam Desa.

“Saya sebelumnya tidak mengira jika aliran sungai jegles ini dapat dibentuk tempat yang menarik seperti ini. Selain lokasi yang tenang makanan yang di jual di warung ini juga dengan menu menu tradisional sehingga harganya juga sangat terjangkau”. Ucap Nanik.

Pemuda Kayen Kediri Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Wisata Menarik

KEDIRI JATIM - Di sudut Desa Kayen Kidul kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, yang dulunya hanyalah sebuah sungai kecil yang difungsikan untuk irigasi pertanian, di tangan para pemuda kampung kini disulap menjadi sebuah tempat yang menarik dan instagramabel.


Hanya bermodalkan semangat dan tekad untuk ingin memajukan perekonomian lingkungan, para pemuda bergotong royong membangun satu persatu tempat di pinggiran Sungai Jegles. Dengan menggunakan bambu yang didapat dari lokasi pula, pertama kali membuat sebuah warung berukuran 4 meter persegi.


Di warung ini tersedia berbagai makanan tradisional maupun kekinian yang harapannya dapat disukai oleh pengunjung.

Kemudian, sisa bambu dari pembuatan warung digunakan untuk membuat meja kursi. Uniknya penataan tempat makan dan nongkrong ini berada ditengah aliran sungai yang arusnya tidak terlalu besar.

Berawal dari sinilah, kemudian tidak disangka sangka, masyarakat dari berbagai Desa Dikabupaten Kediri penasaran untuk datang ke lokasi ini, bahkan masyarakat dari sekitar Kabupaten Kediri seperti Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang juga mengunjungi lokasi ini. Kemudian oleh pemuda lokasi ini di berinama KALJE yang merupakan kepanjangan dari Kali Jegles.

“Harapan kami dengan nama itu lebih mudah dikenali oleh orang, sehingga masyarakat akan merasa familiar dengan sebutan KALJE,” kata Nunung Tri Hanurani pendamping Kalje, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut Nunung mengungkapkan, jika ide inisiatif pembangunan lokasi Kalje merupakan murni dari pemuda lingkungan setempat, tanpa ada campur tangan dari masyarakat luar, sehingga penataan maupun isi dari lokasi wisata mempunyai ciri khas yang asri, tenang dan nyaman karena berada di tengah Desa.

“Saya hanya memberikan masukan jika dimintai tolong oleh para pemuda, selebihnya saya lebih banyak hanya melihat mereka berkarya,” terang Nunung.

Untuk lebih memperindah lokasi, ide kreatif pemuda lingkungan Kalje terus berkembang, seperti membuat beberapa spot yang dapat digunakan para pengunjung untuk berswafoto berbentuk gazebo yang diletakkan di tengah sungai, ayunan bambu yang berada di sungai maupun di pinggir sungai serta beberapa hiasan yang dibuat dari bambu.

Sementara itu Nanik pengunjung dari Desa Peh Wetan Kecamatan Papar mengaku kaget jika dilokasi ini bisa dibuat tempat untuk bersantai dan menikmati alam Desa.

“Saya sebelumnya tidak mengira jika aliran sungai jegles ini dapat dibentuk tempat yang menarik seperti ini. Selain lokasi yang tenang makanan yang di jual di warung ini juga dengan menu menu tradisional sehingga harganya juga sangat terjangkau”. Ucap Nanik.